• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. salah satu peusahaan BUMD yang bergerak di bidang pelayanan air bersih.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. salah satu peusahaan BUMD yang bergerak di bidang pelayanan air bersih."

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 55 BAB III

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. PEMBAHASAN MASALAH

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Surakarta merupakan salah satu peusahaan BUMD yang bergerak di bidang pelayanan air bersih.

Air bersih yang telah diolah oleh PDAM kemudian dialirkan ke pemukiman penduduk yang menjadi pelanggannya. Setiap bulannya PDAM akan menugaskan seorang pembaca meter untuk membaca stand meter atau meter air guna mengetahui konsumsi air di setiap rumah pelanggan. Pembacaan stand meter tersebut dimaksudkan untuk pembuatan rekening yang akan ditagihkan kepada setiap pelanggan.

Di dalam pembacaan stand meter sampai dengan pembuatan rekening, PDAM sering mendapati keluhan dari para pelanggan. Salah satunya pelanggan mengeluh mengenai lonjakan tagihan pemakaian air. Di dalam sistem informasi pelanggan PDAM, keluhan tersebut akan ditangani dengan prosedur koreksi rekening.

Sistem informasi pembacaan stand meter dan sistem informasi koreksi rekening pada PDAM kota Surakarta adalah sebagai berikut:

1. Sistem Informasi Pembacaan Meter

Sistem informasi pembacaan meter bertujuan untuk memberikan

pedoman dalam kegiatan pembacaan stand meter pelanggan, input stand

meter dan pembuatan rekening yang akan ditagihkan kepada pelanggan

agar di dalam pelaksanaannya terdapat keseragaman. Pembacaan stand

(2)

commit to user

meter akan dilakukan oleh seorang pembaca meter berdasarkan Daftar Stand Meter Langganan (DSML) yang didapat dari bidang langganan.

Pembaca meter merupakan seorang pegawai PDAM yang diberi tugas untuk melakukan pembacaan stand meter pelanggan, mengamati dan mengawasi kondisi meter pelanggan serta melaporkan hasilnya kepada atasannya. Sistem informasi pelanggan dari mulai pembacaan stand meter hingga pembuatan rekening pelanggan memerlukan waktu kurang lebih satu bulan.

a. Prosedur Pembacaan Meter

Prosedur pembacaan meter pada PDAM kota Surakarta adalah sebagai berikut:

Gambar III.1

Bagan Gambaran Umum Prosedur Pembacaan Meter 1.Seksi rekening

langganan

mengaktifasi DSML yang telah

disesuaikan agar dapat diakses oleh seksi data langganan

4. Data pembacaan meter diterima oleh seksi rekenening langganan dan diproses menjadi DRD

3. Petugas pembaca meter melakukan pembacaan meter dan mengunggah data bacaan meter

5. DRD didistribusikan ke loket kas untuk ditagihkan dan ke seksi pembukuan untuk dibukukan

2. Seksi data langganan

mengunduh DSML

kemudian diberikan

kepada pembaca meter

(3)

commit to user

Penjelasan dari bagan gambaran umum prosedur pembacaan meter diatas adalah sebagai berikut:

1) Seksi rekening langganan memeriksa sambungan baru yang belum tercatat di DSML (Daftar Stand Meter Langganan), apabila terdapat sambungan baru maka seksi data langganan harus menyesuaikannya. Penyesuaian data sambungan baru dilakukan dengan memasukkan nomor sambungan langganan, nama pelanggan, alamat pelanggan, rayon, klasifikasi tarif, diameter meter air, dan merek meter air. DSML yang telah disesuaikan kemudian diaktifasi agar dapat diakses oleh seksi data langganan melalui sistem. Penyiapan DSML dilakukan pada awal bulan dalam kurun waktu 1 sampai 2 hari sesuai pada hari kerja. Contoh penyesuaian DSML adalah sebagai berikut:

Pelanggan A memasang sambungan air minum baru pada bulan januari, maka seksi rekening langganan harus menyesuaikan DSML bulan januari agar data pelanggan A tercantum pada DSML yang akan dibaca pada bulan februari.

2) Seksi data langganan kemudian mengunduh DSML untuk petugas pembaca meter.

3) Setelah menerima DSML yang ada di dalam sistem gadget, kemudian petugas melaksanakan pembacaan stand meter.

Pembacaan stand meter dilakukan dengan cara mendatangi

rumah setiap pelanggan untuk melakukan scan ID dan

(4)

commit to user

mengambil foto stand meter menggunakan gadget. Selanjutnya petugas pembaca meter memasukkan data stand meter ke dalam gadget dan menyimpannya. Pembaca meter harus mencetak struk bukti baca meter menggunakan printer portable yang kemudian struk bukti tersebut diberikan kepada pelanggan.

Petugas pembaca meter juga harus memeriksa kondisi meter untuk memastikan ada atau tidaknya kelainan. Apabila terdapat kelainan maka petugas pembaca meter harus membuat Surat Perintah Kerja (SPK) sesuai bidangnya. Apabila kondisi stand meter tidak ada kelainan maka petugas harus mengunggah data pembacaan meter ke dalam server Bimasakti dan Data Go.

Setiap hari pembaca meter ditugaskan untuk membaca stand meter sebanyak 100 sampai 150 di dalam satu wilayah, jika petugas tidak dapat melakukan kewajibannya karena halangan tertentu, maka tugasnya dapat digantikan oleh petugas pembaca meter pengganti. Pembacaan stand meter pelanggan dilakukan setelah DSML diterima sampai tanggal 15 setiap bulan sesuai dengan hari kerja. Contoh penanganan oleh petugas pembaca meter apabila terdapat kelainan pada stand meter pelanggan:

Stand meter milik pelanggan A terdapat kelainan berupa

kerusakan maka petugas harus membuat SPK yang ditujukan

kepada seksi meter air untuk dilakukan perbaikan atas stand

meter yang rusak tersebut.

(5)

commit to user

4) Data yang telah diunggah ke dalam server akan dua kali diverifikasi oleh seksi rekening langganan. Verifikasi merupakan proses pencocokan angka stand meter yang ada di dalam foto dengan data stand meter yang telah dimasukkan ke dalam sistem oleh petugas baca meter. Apabila angka stand meter tidak cocok atau terdapat lonjakan angka stand meter yang jauh dari rata-rata bulan sebelumnya maka tidak lolos verifikasi dan harus dilakukan her opname. Her opname merupakan proses yang dilakukan oleh pembaca meter yang ditugaskan oleh seksi data langganan untuk meninjau kembali kondisi stand meter yang tidak lolos verifikasi. Proses verifikasi dilakukan dilakukan setelah ada data pembacaan meter masuk dan her opname akan segera dilakukan apabila verifikasi tidak lolos.

Verifikasi dan her opname paling lambat dilakukan pada

tanggal 25 setiap bulan disesuaikan dengan hari kerja. Apabila

verifikasi lolos maka data tersebut akan dibuat menjadi Daftar

Rekening Ditagihkan (DRD). Pembuatan DRD diproses secara

otomatis melalui sistem komputer berdasarkan jumlah

pemakaian air dikalikan dengan tarif progresif sesuai dengan

klasifikasi masing-masing pelanggan. Tarif dan klasifikasi

pelanggan dilampirkan pada lampiran 2.

(6)

commit to user

Contoh perhitungan manual rekening yang harus ditagihkan kepada pelanggan adalah sebagai berikut:

Pelanggan A termasuk dalam golongan Niaga 1 (N1). Bulan maret pelanggan A menggunakan air minum sebanyak 113 m

3

. 1) 10 m

3

x Rp 6.150 = Rp 61.500

2) 10 m

3

x Rp 7.350 = Rp 73.500 3) 10 m3 x Rp 8.500 = Rp 85.000 4) 83 m3 x Rp 9.600 = Rp 796.800 +

Rp 1.016.800 Rp 4.500 Rp 5.000 + Rp 1.026.300

Rekening yang harus ditagihkan kepada pelanggan A yaitu sebanyak Rp 1.016.800 ditambah dengan dana meter Rp 4.500 dan biaya administrasi Rp 5.000, jadi jumlah total yang harus dibayar oleh pelanggan A adalah Rp 1.026.300.

5) Seksi rekening langganan selanjutnya akan mendistribusikan DRD yang telah jadi ke seksi pembukuan untuk dilakukan pembukuan sebelum adanya pembayaran kas dari pelanggan.

DRD juga akan didistribusikan ke loket online yaitu loket kas

yang ada di kantor PDAM dan loket di bank Mandiri, BCA serta

BTN. Secara online unit teknologi dan informasi juga akan

mengunduh DRD untuk didistribusikan ke loket offline yaitu

(7)

commit to user

loket kas pasar Nusukan dan Panggungrejo. DRD yang dicetak akan ditagihkan secara langsung oleh seksi penagihan untuk pelanggan hankam dan pelanggan luar kota. Pembayaran oleh pelanggan luar kota dilakukan secara cash pada saat petugas mendatangai rumah pelanggan, sedangkan pembayaran oleh pelanggan hankam dilakukan dengan cara transfer ke rekening milik PDAM. Contoh pelanggan petahanan dan keamanan (hankam) adalah markas brimob, kodim, dan asrama TNI.

Contoh pelanggan yang termasuk dalam klasifikasi pelanggan luar kota adalah pelanggan yang berada di Delanggu, Klaten.

Pencetakan, pendistribusian, dan pengunduhan DRD dapat

dilakukan pada tanggal 26, paling lambat dapat dilakukan pada

tanggal 31 setiap bulan disesuaikan saat hari kerja. Pembayaran

rekening dilakukan oleh pelanggan pada bulan berikutnya,

paling lambat tanggal 20. Apabila pembayaran dilakukan lebih

dari tanggal 20 maka pelanggan akan dikenakan sanksi sebesar

10% pada 2 bulan pertama dan sanksi 20% pada 3 bulan

selanjutnya. Sanksi tersebut akan ditambahkan secara otomatis

oleh sistem komputer pada tagihan rekening bulan yang

terutang. Toleransi keterlambatan diberikan selama 3 bulan, jika

lebih dari 3 bulan maka sambungan air minum milik pelanggan

yang terlambat membayar akan diputus secara sementara dan

pelanggan akan diberikan surat peringatan. Apabila 2 bulan

(8)

commit to user

selanjutnya setelah pemutusan sementara pelanggan tidak dapat melunasi tagihan maka PDAM akan melakukan pemutusan sambungan secara total. Contoh perhitungan sanksi:

Pelanggan A pada bulan april mempunyai tagihan rekening air minum sebesar Rp 50.000, namun sampai dengan tanggal 25 bulan mei pelanggan A belum melakukan pelunasan. Pelanggan A tersebut akan dikenakan sanksi sebesar 10%.

Sanksi = 10% x Rp 50.000 = 5.000

Total tagihan = Rp 50.000 + Rp 5.000 = Rp 55.000

Jumlah total tagihan rekening yang terutang oleh pelanggan sebesar Rp 55.000.

b. Flowchart

Bagan alir sistem/Flowchart pembacaan meter pada PDAM

kota Surakarta dapat dilihat pada gambar III.2 sebagai berikut:

(9)

commit to user Seksi Rekening Langganan

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Gambar III.2

Flowchart Pembacaan Meter Mulai

Menyiapkan dan mengaktifasi file data langganan yang harus

dibaca (DSML )

1

Membuat dan mencetak DRD Melakukan verifikasi

hasil baca meter

Verifika si lolos

Bayar Online

Rekening ditagihkan (Hankam dan LK)

Memberikan DRD untuk ditagih melalui

loket online bank

4

5

6

7

8

(10)

commit to user Seksi Data Langganan

Gambar III.2

Flowchart Pembacaan Meter (Lanjutan) Mengunduh file data

pelanggan (DSML) dan memberikan kepada

pembaca meter 1

2

Melakukan her opname

5

2

(11)

commit to user Petugas Pembaca Meter

Ya

Tidak

Gambar III.2

Flowchart Pembacaan Meter (Lanjutan) 2

3 Scan ID dan foto WM,

input data stand meter, cetak struk bukti baca meter, dan memeriksa

kondisi meter

Ada kelainan

meter

Input data stand meter ke dalam server Bimasakti

dan Data Go

4

Membuat SPK sesuai bidang yang

dibutuhkan Membuat SPK sesuai

bidang yang

dibutuhkan

(12)

commit to user Pelanggan Air Minum PDAM

Pembukuan

Teknologi dan Informasi (TI)

Gambar III.2

Flowchart Pembacaan Meter (Lanjutan) 3

Menerima DRD dan membukukan

sesuai SOP 6

8

Mengunduh

DRD 9

Menerima struk pembacaan

meter

(13)

commit to user Kas Bayar (Kasir)

Loket Pasar

Gambar III.2

Flowchart Pembacaan Meter (Lanjutan) 7

Rekening siap dibayar

Selesai 9

Transfer data dan rekening siap dibayar

(Kas Pasar Nusukan,

Panggungrejo, dll)

(14)

commit to user 2. Sistem Informasi Koreksi Rekening

Sistem informasi koreksi rekening bertujuan untuk memberikan pedoman dalam kegiatan koreksi rekening pelanggan baik sesudah maupun sebelum dibayar agar di dalam pelaksanaannya terdapat keseragaman.

Koreksi rekening yang diakibatkan keluhan pelanggan dapat digolongkan menjadi dua yaitu:

a. Koreksi rekening sudah dibayar.

Koreksi rekening sudah dibayar berarti koreksi terhadap rekening atas lonjakan tagihan pemakaian air sesudah adanya transaksi pembayaran kas yang dilakukan oleh pelanggan.

b. Koreksi rekening belum dibayar atau rekening air yang belum diterbitkan.

Koreksi rekening belum dibayar atau rekening air belum

diterbitkan yaitu koreksi terhadap rekening atas lonjakan volume

pemakaian air sebelum adanya transaksi pembayaran kas yang

dilakukan pelanggan atau sebelum diterbitkannya rekening

pelanggan.

(15)

commit to user a. Prosedur Koreksi Rekening Sudah Dibayar

Prosedur koreksi rekening sudah dibayar pada PDAM kota Surakarta adalah sebagai berikut:

Tidak

cocok Cocok

Bocor

Tidak bocor

Tidak normal

Normal

Gambar III.3

Bagan gambaran Umum Koreksi Rekening Sudah Dibayar 1. Pelanggan

datang ke PDAM untuk melakukan koreksi rekening

2. Petugas layanan Koreksi menerima

ajuan koreksi

3. Urusan Data Langganan menerima foto / bacaan meter

dan mencocokkan dengan BIP-PA

5. Seksi Meter Air mengecek apakah ada kebocoran pipa

persil

7. Seksi Meter Air melakukan

tera meter

4. Urusan Data Langganan melakukan koreksi rekening

6. Proses selesai (tidak

ada koreksi rekening)

9. Urusan Data Langganan melakukan koreksi rekening

10. Apabila lebih bayar maka Urusan Data Langganan menyiapkan dokumen dan

memberi tahu kepada pelanggan untuk mengambil

uang kelebihan pada bulan berikutnya

11. Apabila kurang bayar Urusan Data Langganan menyiakan dokumen dan memberitahu kepada pelanggan untuk segera melunasi kekurangan tagihan

rekening airnya 12. Tembusan berkas pengembalian lebih bayar

dan penerimaan kurang bayar diserahkn ke Seksi

Rekening Langganan

8. Proses selesai (tidak

ada koreksi

rekening)

(16)

commit to user

Penjelasan dari bagan gambaran umum koreksi rekening sudah dibayar diatas adalah sebagai berikut:

1) Pelanggan datang ke kantor PDAM untuk koreksi rekening yang telah dibayar atas lonjakan tagihan pemakaian air dengan membawa bukti asli pembayaran rekening bulan yang akan diadakan dikoreksi.

2) Petugas layanan koreksi rekening menerima ajuan koreksi rekening. Kemudian memasukkan ID pelanggan pada software pengaduan rekening dan mencetak Buku Induk Pelanggan Pemakaian Air (BIP-PA).

3) Urusan data langanan yang diperbantukan pada seksi hubungan langganan menerima data foto meter dan BIP-PA kemudian membandingkan data tersebut.

4) Apabila angka stand meter antara foto dengan BIP-PA tidak cocok (akibat salah memasukkan stand meter) maka akan dilakukan koreksi atas rekening yang seharusnya dibayar berdasarkan foto meter. Kemudian urusan data langganan harus membuat tanda bukti penggantian rekening dan daftar pembetulan rekening. Proses dari mulai menerima ajuan koreksi sampai dengan koreksi rekening akibat angka stand meter tidak cocok dilakukan pada hari itu juga.

5) Apabila angka stand meter telah cocok maka urusan data

langganan membuat SPK cek lokasi. SPK tersebut digunakan

(17)

commit to user

oleh seksi meter air untuk mengecek lokasi guna memastikan ada atau tidaknya kebocoran pipa persil pelanggan. Cek lokasi akan dilakukan 1 atau 2 hari setelah dikeluarkannya SPK tergantung pada padat atau tidaknya pekerjaan seksi meter air.

6) Setelah dilakukan pengecekan, apabila terjadi kebocoran maka pengajuan koreksi rekening dianggap telah selesai. Tidak ada koreksi rekening karena tanggung jawab PDAM hanya sampai stand meter, sedangkan jaringan pipa setelah rangkaian pipa stand meter (pipa persil) adalah tanggung jawab pelanggan.

7) Apabila tidak terjadi kebocoran pipa persil maka dilakukan tera meter oleh seksi meter air guna mengetahui kondisi stand meter.

Tera meter merupakan pengujian kondisi meter air, caranya yaitu uji menggunakan air dengan volume tertentu dan melihat volume yang tercatat pada meter air sama atau tidak dengan volume air yang digunakan, kemudian diukur menggunakan alat tera meter untuk mengetahui persentase tidak normal. Hasil tera meter menunjukkan apakah meter air normal atau tidak yang kemudian dituangkan dalam berita acara pengujian meter air.

Batas persentase normal stand meter yaitu 2% dan apabila lebih dari 60% maka stand meter rusak dan harus diganti.

8) Berdasarkan hasil tera meter, jika kondisi stand meter normal

maka pengajuan koreksi rekening oleh pelanggan dianggap telah

selesai. Tidak ada koreksi rekening karena tidak ditemukan

(18)

commit to user

kesalahan pada stand meter sehingga angka pembacaan meter dianggap benar.

9) Apabila stand meter tidak normal maka akan dilakukan koreksi rekening.

10) Setelah dilakukan koreksi rekening, apabila hasilnya lebih bayar maka akan dituangkan dalam berita acara perhitungan pengembalian. Contoh koreksi rekening menggunakan dasar persentase (%) tidak normal stand meter:

Pelanggan A termasuk dalam golongan rumah tangga 3. Dalam kondisi normal pelanggan A perbulan menggunakan air kurang lebih 40m

3

. Pelanggan A melaporkan lonjakan pemakaian air selama 1 bulan, pada bulan maret volume pemakaian air melonjak menjadi 60m

3

. Saat diadakan tera meter dihasilkan persentase tidak normal sebesar 20%.

Maret 60 x 20% = 12 60 12 = 48m

3

Tagihan rekening sebelum koreksi (60m

3

)

- 10m

3

x 3.350 = Rp 33.500 - 10m3 x 4.050 = Rp 40.500 - 10m3 x 4.900 = Rp 49.000 - 30m3 x 5.700 = Rp 171.000 + Rp 294.000 Rp 9.500 +

Rp 303.500

(19)

commit to user

Tagihan rekening sesudah koreksi (48m

3

) - 10m

3

x 3.350 = Rp 33.500

- 10m3 x 4.050 = Rp 40.500 - 10m3 x 4.900 = Rp 49.000 - 18m3 x 5.700 = Rp 102.600 + Rp 225.600 Rp 9.500 +

Rp 235.100

Lebih bayar = Rp 303.500 Rp 235.100 = Rp 68.400

Volume pemakaian air setelah diadakan perhitungan kembali berdasarkan persentase tidak normal stand meter pada bulan maret 48 m3. Jumlah rekening tagihan pelanggan setelah diadakan koreksi ternyata hasilnya lebih bayar sebesar Rp 68.400.

Berkas pengembalian lebih bayar disiapkan oleh urusan data

langganan yang terdiri dari foto kopi pembayaran rekening asli,

BIP-PA, berita acara pengujian meter air, berita acara

perhitungan pengembalian, kuitansi pengembalian, dan

penanganan pengaduan bidang pembacaan. Urusan data

langganan kemudian memberitahu kepada pelanggan untuk

mengambil uang kelebihan pada bulan berikutnya. Proses

koreksi rekening paling lambat diselesaikan pada akhir bulan di

hari kerja, karena pada akhir bulan tersebut berkas

(20)

commit to user

pengembalian lebih bayar akan direkap untuk ditagihkan kepada perusahaan.

11) Apabila perhitungan koreksi rekening hasilnya kurang bayar maka urusan data langganan harus menyiapkan tanda bukti penggantian rekening, tanda bukti penerimaan, dan daftar pembetulan rekening. Kemudian pelanggan diinformasikan untuk datang dan melunasi kekurangan pembayaran pada kasir rekening di kantor PDAM kota Surakarta paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.

12) Tembusan berkas pengembalian lebih bayar dan berkas penerimaan kurang bayar diserahkan ke seksi rekening langganan sebagai dasar untuk melakukan koreksi data stand meter pelanggan yang bersangkutan paling lambat akhir bulan pada hari kerja.

b. Flowchart Koreksi Rekening Sudah Dibayar

Bagan alir sistem/flowchart koreksi rekening sudah dibayar

pada PDAM kota Surakarta dapat dilihat pada gambar III.4 sebagai

berikut:

(21)

commit to user Pelanggan

Gambar III.4

Flowchart Koreksi Meter Sudah Dibayar Membayar kekurangan

pembayaran ke kas pembayaran

selesai

Menerima informasi dan mengambil kelebihan pembayaran pada bulan berikutnya

Mulai

Keluhan Pemakaian

Air

Datang ke kantor PDAM

1

5

selesai

7

(22)

commit to user

Petugas Layanan Koreksi Rekening

Gambar III.4

Flowchart Koreksi Meter Sudah Dibayar (Lanjutan) 1

Memasukkan ID pelanggan pada software pengaduan rekening dan

mencetak BIP-PA

2 Menerima ajuan

koreksi atas rekening yang

telah dibayar

(23)

commit to user

Seksi atau Urusan Data Langganan o

Ya

Tidak

Kurang Bayar

Lebih Bayar

2

3 Meminta rekening

asli yang telah dibayar

Melakukan pencocokan stand meter pada rekening dengan BIP-PA serta foto meter/data

bacaan meter

Cocok

Cek lokasi bersama dengan seksi

meter air

Menyiapkan berkas pengembalian:

-BAPP

-Kuitansi pengembalian -PPBP

Melakukan koreksi sesuai dengan foto meter/daya bacaan

meter

Lebih/kuran g bayar

Menyiapkan:

-Tanda bukti penggantian rekening asli

-Tanda bukti penerimaan -Daftar pembetulan rekening

Arsip

Berkas penerimaan Melakukan

koreksi sesuai stand meter saat ini dan sesuai % tidak normal

3

4

5

6 Memberitahukan

kepada pelanggan untuk mengambil uang kelebihan bulan

depan 7

8

(24)

commit to user Seksi Data Langganan

Gambar III.4

Flowchart Koreksi Meter Sudah Dibayar (Lanjutan) Setiap tanggal 24 bulan berjalan

direkap untuk ditagihkan ke perusahaan (pengisian kembali

uang talangan) arsip

Berkas pengembalian

8

9

(25)

commit to user Seksi Meter Air

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Gambar III.4

Flowchart Koreksi Meter Sudah Dibayar (Lanjutan) Cek lokasi

bersama urusan data langganan

Bocor pipa

persil Selesai

Melakukan tera meter pelanggan

Stand meter normal

Hasil uji kondisi meter air pelangan=

% tidak normal 3

4

(26)

commit to user Seksi Rekening Langganan

Seksi Pembukuan

Gambar III.4

Flowchart Koreksi Meter Sudah Dibayar (Lanjutan) Koreksi data

stand meter pelanggan Berkas penerimaan

atau DR kekurangan

Berkas pengembalian

6

9

10

Menerima DR kekurangan

10

(27)

commit to user

c. Prosedur Koreksi Rekening Belum Dibayar atau Belum Diterbitkan Prosedur koreksi rekening belum dibayar atau belum diterbitkan pada PDAM kota Surakarta adalah sebagai berikut:

Tafsir

Tidak tafsir

Salah input

Tidak salah input

Tidak cocok Cocok

Tidak bocor Tidak normal

Nomal Bocor

Gambar III.5

Bagan Gambaran Umum Koreksi Rekening Belum Dibayar 1.Pelanggan datang ke

kantor PDAM

2. Petugas layanan koreksi rekening menerima ajuan koreksi

rekening, memasukkan ID pelanggan dan cetak

BIP-PA

3. Urusan data langganan memastikan apakah

bacaan meter hasil tafsir atau tidak

4. Urusan data langganan menghitung koreksi

volume pemakaian air dan membuat

berkas koreksi

5. Urusan data langganan memastikan apakah ada salah input atau

tidak

6. Urusan data langganan menghitung koreksi volume pemakaian air dan

membuat berkas koreksi 7. Urusan data

langganan mencocokkan dengan BIP-PA

8. Urusan data langganan menghitung koreksi

volume pemakaian air dan membuat

berkas koreksi 9. Seksi meter

air mengecek kebocoran pipa

persil 10. Selesai

11. Seksi meter air melakukan

tera meter

12. Selesai 13. Urusan data

langganan melakukan koreksi

rekening sesuai % tidak normal 14. Apabila lebih bayar

maka urusan data langganan menyiapkan berkas dan memberikan tembusan kepada seksi rekening langganan

15. Apabila kurang bayar maka urusan

data langganan meminta persetujuan

kepada pelanggan 16. Apabila pelanggan setuju akan

dibuatkan berkas koreksi dan diberikan kepada seksi rekening

langganan untuk dasar koreksi.

Apabila tidak setuju maka akan dilakukan negosiasi dengan

arahan direksi.

(28)

commit to user

Penjelasan bagan gambaran umum koreksi rekening belum dibayar atau belum diterbitkan diatas adalah sebagai berikut:

1) Pelanggan datang ke kantor PDAM untuk mengajukan koreksi rekening yang belum dibayar atas lonjakan volume pemakaian air dengan membawa struk bukti baca meter terakhir yang didapat dari petugas pembaca meter saat melakukan pembacaan stand meter, apabila struk hilang maka petugas akan tetap memproses pengaduan dengan dasar data yang tersimpan di PDAM.

2) Petugas layanan koreksi rekening menerima ajuan koreksi bacaan meter atas rekening yang belum dibayar oleh pelanggan.

Kemudian memasukkan ID pelanggan pada software pengaduan rekening dan mencetak Buku Induk Pelanggan Pemakaian Air (BIP-PA).

3) Urusan data langanan yang diperbantukan pada seksi hubungan langganan meminta bukti pembacaan meter saat ini dan BIP-PA, serta memastikan apakah angka stand meter pada BIP-PA adalah hasil bacaan meter tafsir atau tidak.

4) Apabila bacaan meter adalah hasil dari tafsir maka urusan data

langganan menghitung koreksi volume pemakaian air dengan

membandingkan stand meter saat ini dengan stand meter bulan

sebelumnya. Urusan data langganan juga membuat berkas

koreksi stand meter pelanggan yang terdiri dari penanganan

(29)

commit to user

pengaduan bidang pembacaan, berita acara pembetulan rekening, dan BIP-PA.

5) Apabila bacan meter bukan hasil tafsir maka urusan data langganan harus memastikan apakah terjadi salah input atau tidak. Contoh koreksi rekening karena bacaan meter hasil tafsir dan salah input:

Pada bulan april terjadi salah tafsir terhadap angka stand meter pelanggan A. Pada bulan maret angka stand meter sebesar 989, sedangkan angka stand meter yang salah ditafsir pada bulan april sebesar 1.102, akibat salah tafsir tersebut maka terjadi lonjakan volume pemakaian air sebesar 113 m

3

. Pada bulan mei angka stand meter salah input sebesar 1.127, ternyata setelah dilakukan pengecekan pada foto hasilnya 1.019.

Koreksi volume pemakaian air = 1.019 989 2

= 15 m

3

Tafsir angka stand meter yang benar seharusnya

= 989 + 15 m

3

= 1.004

Tabel III.1

Contoh Koreksi Rekening Salah Tafsir Stand

meter

Angka stand maret (a)

Angka stand april (b)

Volume (a-b) m

3

Total harga Rp

Salah 1.102 989 113 1.026.300

Benar 1.004 989 15 107.750

Selisih 98 0 98 918.550

(30)

commit to user

Akibat salah tafsir maka tagihan rekening juga mengalami kesalahan sebesar Rp 1.026.300. Setelah dilakukan perhitungan kembali ternyata tagihan rekening pada bulan april hasilnya Rp107.750. Selisih antara tagihan yang benar dengan tagihan yang salah hasilnya lebih bayar sebesar Rp 918.550. Selanjutnya PDAM harus memberikan uang kelebihan kepada pelanggan sebesar angka lebih bayar tersebut.

6) Apabila terjadi salah input, urusan data langganan harus menghitung koreksi volume pemakaian air dengan membandingkan stand meter saat ini dengan stand meter bulan sebelumnya dan harus membuat berkas koreksi stand meter yang terdiri dari penanganan pengaduan bidang pembacaan, berita acara pembetulan rekening, dan BIP-PA.

7) Urusan data langganan harus mencocokkan stand meter saat ini dengan stand meter pada BIP-PA jika tidak terjadi salah input.

8) Apabila angka stand meter tidak cocok maka urusan data langganan harus menghitung koreksi volume pemakaian air dengan membandingkan stand meter saat ini dengan stand meter bulan sebelumnya dan harus membuat berkas koreksi stand meter yang terdiri dari penanganan pengaduan bidang pembacaan, berita acara pembetulan rekening, dan BIP-PA.

Proses dari mulai menerima ajuan koreksi sampai dengan

koreksi rekening akibat salah tafsir atau salah input atau BIP-PA

(31)

commit to user

tidak cocok dengan bukti baca meter saat dilakukan pada hari itu juga.

9) Urusan data langganan akan membuat SPK cek lokasi jika angka stand meter telah cocok dan selanjutnya akan dilakukan cek lokasi oleh seksi meter air. Seksi meter air mengecek dan memastikan ada atau tidaknya kebocoran pipa persil. Cek lokasi akan dilakukan 1 atau 2 hari setelah dikeluarkannya SPK bergantung pada padat atau tidaknya pekerjaan seksi meter air.

10) Apabila terjadi kebocoran maka pengajuan koreksi rekening dianggap telah selesai. Tidak ada koreksi rekening karena tanggung jawab PDAM hanya sampai stand meter, sedangkan pipa persil adalah tanggung jawab pelanggan.

11) Apabila tidak terjadi kebocoran pipa persil maka dilakukan tera meter oleh seksi meter air guna mengetahui kondisi stand meter.

Tera meter merupakan pengujian kondisi meter air, caranya

yaitu uji menggunakan air dengan volume tertentu dan melihat

volume yang tercatat pada meter air sama atau tidak dengan

volume air yang digunakan, kemudian diukur menggunakan alat

tera meter untuk mengetahui persentase tidak normal. Hasil tera

meter menunjukkan apakah meter air normal atau tidak yang

kemudian dituangkan dalam berita acara pengujian meter air.

(32)

commit to user

12) Berdasarkan hasil tera meter, jika kondisi stand meter normal maka pengajuan koreksi rekening oleh pelanggan dianggap telah selesai. Tidak ada koreksi rekening karena tidak ditemukan kesalahan pada stand meter sehingga angka pembacaan meter dianggap benar.

13) Apabila kondisi stand meter tidak normal maka akan dilakukan koreksi rekening berdasarkan persentase (%) tidak normal dan akan di tuangkan pada berita acara pembetulan rekening.

14) Setelah dilakukan koreksi rekening, apabila hasilnya lebih bayar maka urusan data langanan menyiapkan berkas koreksi perhiungan lebih bayar yang terdiri dari bukti pembacaan meter, BIP-PA, berita acara pembetulan rekening, berita acara pengujian meter air, dan penanganan pengaduan bidang pembacaan, tembusan berkas tersebut akan disampaikan kepada seksi rekening langganan untuk dasar koreksi stand meter pelanggan yang bersangkutan.

15) Apabila hasil koreksi stand meter menunjukkan kurang bayar maka hasil perhitungnan rekening yang harus dibayar akan diinformasikan kepada pelanggan sebagai pemberitahuan dan permintaan persetujuan atas nilai koreksi kurang bayar tersebut.

16) Selanjutnya bila pelanggan setuju maka urusan data langganan

membuat berkas koreksi stand meter yang terdiri dari

penanganan pengaduan bidang pembacaan, berita acara

(33)

commit to user

pembetulan rekening dan BIP-PA, tembusan berkas tersebut akan disampaikan kepada seksi rekening langganan untuk dasar koreksi stand meter pelanggan yang bersangkutan. Kemudian jika pelanggan tidak setuju maka perhitungan nilai koreksi kurang bayar yang tidak disetujui akan dimintakan persetujuan dari direksi untuk direvisi nilai koreksinya. Hasil revisi perhitungan nilai koreksi kurang bayar rekening disampaikan kepada pelanggan untuk dimintakan persetujuan kembali.

Apabila pelanggan masih tidak setuju maka akan dilakukan negosiasi berdasarkan arahan atau persetujuan dari direksi.

Kemudian setelah pelanggan setuju maka akan dibuat berkas koreksi stand meter yang terdiri dari penanganan pengaduan bidang pembacaan, berita acara pembetulan rekening dan BIP- PA, tembusan berkas tersebut akan disampaikan kepada seksi rekening langganan untuk dasar koreksi stand meter pelanggan yang bersangkutan. Tembusan berkas koreksi rekening lebih bayar atau kurang bayar disampaikan kepada seksi rekening langganan paling lambat sebelum pembuatan dan pendistribusian DRD.

a. Flowchart Koreksi Rekening Belum Dibayar atau Belum Diterbitkan

Bagan alir sistem/flowchart koreksi rekening belum dibayar

atau belum diterbitkan pada PDAM kota Surakarta dapat dilihat pada

gambar III.6 sebagai berikut:

(34)

commit to user Pelanggan

Ya

Kurang Bayar

Tidak

Gambar III.6

Flowchart Koreksi Meter Belum Dibayar Keluhan

Pemakaian Air Mulai

Datang ke kantor PDAM

1

Setuju atas nilai kurang

bayar

4

5

6

(35)

commit to user

Petugas Layanan Koreksi Rekening

Gambar III.6

Flowchart Koreksi Meter Belum Dibayar (Lanjutan) Memasukkan ID

pelanggan pada software pengaduan rekening dan

mencetak BIP-PA Menerima ajuan

koreksi atas rekening yang

telah dibayar 1

2

(36)

commit to user Seksi Data Langganan

Ya Tidak Tidak

Ya

Tidak

Ya

Lebih Bayar

Kurang Bayar

Gambar III.6

Flowchart Koreksi Meter Belum Dibayar (Lanjutan) Memastikam stand meter pada BIP-PA

hasil tafsiran atau tidak

Ada tafsiran

-Menghitung koreksi pembayaran (stand meter saat ini dan buan

sebelumnya)

-Membuat berkas koreksi

Salah input

Koreksi lebih/kurang

bayar

Meminta persetujuan direksi

untuk merevisi nilai kurang bayar

Stand meter BIP- PA cocok dengan

stand meter saat ini dari pelanggan Melakukan koreksi

sesuai dengan stand meter saat ini dan sesuai % tidak normal 2

3

4

5

7

8

(37)

commit to user Seksi Rekening Langganan

Gambar III.6

Flowchart Koreksi Meter Belum Dibayar (Lanjutan) Laporan rekapitulasi

koreksi rekening per bulan ke seksi

pembukuan

Berkas koreksi Koreksi data

stand meter pelanggan

3

6

(38)

commit to user Seksi Meter Air

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Gambar III.6

Flowchart Koreksi Meter Belum Dibayar (Lanjutan) Cek lokasi

bersama seksi data langganan

Bocor pipa

persil Selesai

Melakukan tera meter pelanggan

Stand meter normal

Hasil uji kondisi meter air pelangan=

% tidak normal 7

8

(39)

commit to user 3. Evaluasi Sistem Informasi Pelanggan

Evaluasi sistem informasi pelanggan dari pembacaan meter dan koreksi rekening yaitu sebagai berikut:

a. Fungsi Terkait

Fungsi di dalam PDAM yang terkait dengan sistem informasi pelanggan merupakan fungsi yang terdiri dari seksi hubungan langganan, seksi data langganan, seksi rekening langganan, seksi meter air, pembaca meter, seksi pembukuan, teknologi dan informasi serta bagian kas bayar atau loket bayar. Di dalam proses pelaksanaan sistem informasi pelanggan masih kurang menekankan pemisahan fungsi yang tegas. Masih terdapat rangkap fungsi yang memungkinkan terjadi sebuah kesalahan. Terbukti apabila ada karyawan yang bertugas membuat dokumen tidak hadir, maka karyawan yang berwenang mengotorisasi dapat juga membuat kartu tersebut. Tugas membuat dan mengotororisasi sebuah dokumen sebaiknya tidak dikerjakan oleh orang yang sama, karena dapat menimbulkan sebuah kecurangan. Masih terjadinya rangkap fungsi juga akan membuat adanya kebingungan apabila terjadi suatu kesalahan, maka akan sulit diketahui siapa yang bertanggungjawab atas kesalahan tersebut.

b. Dokumen yang Digunakan

Dokumen di dalam PDAM yang terkait dengan sistem

informasi pelanggan banyak yang disimpan di dalam database

(40)

commit to user

berupa softfile. Contoh dokumen yang diarsipkan berupa softfile yaitu BIP-PA dan Foto meter. Sistem pengamanan dokumen yang berupa softfile di PDAM kota Surakarta yaitu dengan penggunaan kata kunci (password) dan pencadangan (Backup). Penggunaan kata kunci pada PDAM kota Surakarta berfungsi agar akses kepada dokumen tersebut tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Hal tersebut dapat mencegah pencurian dan penyalahgunaan dokumen.

Adanya sistem pencadangan dokumen dapat membantu apabila terdapat kerusakan atau error pada salah satu database, maka dokumen masih dapat bisa diakses melalui database yang lain.

Dokumen untuk prosedur koreksi meter yang berupa cetakan atau hardfile diperhatikan penyimpanannya hanya sampai satu tahun, ini tidak menjadi masalah karena jika dokumen hilang suatu saat nanti tidak akan menimbulkan permasalahan. Dokumen cetakan tersebut tidak terdapat nomor urut tercetak, hal ini perlu adanya perbaikan.

Dokumen yang berpotensi dapat disalahgunakan untuk kepentingan pribadi seharusnya diberikan nomor urut cetak seperti kuitansi pengembalian.

c. Jaringan Prosedur

Jaringan prosedur pembacaan meter, prosedur koreksi rekening

sudah dibayar, dan prosedur koreksi rekening belum dibayar atau

belum diterbitkan pada PDAM kota Surakarta secara umum sudah

baik namun masih memerlukan perbaikan. Hal ini dibuktikan dengan

(41)

commit to user

adanya jaringan prosedur yang dijalankan secara urut, yaitu dimulai dari prosedur baca meter sampai dengan pembuatan rekening yang akan ditagihkan kepada pelanggan, kemudian pelanggan melaporkan adanya lonjakan pemakaian jumlah air yang kemudian akan ditangani dengan prosedur koreksi rekening baik rekening sesudah atau sebelum dibayar. Di dalam prosedur tersebut juga telah memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi apabila terdapat ketidaksesuaian, seperti adanya ketidakcocokan data, kebocoran pipa, ketidaknormalan stand meter, salah penafsiran, dan salah memasukkan data.

B. TEMUAN

Berdasarkan evaluasi mengenai sistem informasi pelanggan pada PDAM kota Surakarta, peneliti menemukan temuan berupa kekuatan dan kelemahan pada sistem informasi pelanggan pada PDAM kota Surakarta.

Adapun temuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kekuatan

Beberapa kekuatan dari sistem informasi pelanggan pada PDAM kota Surakarta adalah sebagai berikut:

a. Dokumen yang disimpan di dalam database sudah diamankan dengan menggunakan kata kunci dan sudah dicadangkan.

b. Kata kunci untuk mengakses komputer di dalam PDAM tidak

diketahui oleh siapapun kecuali oleh orang yang berwenang.

(42)

commit to user

c. Jaringan prosedur sudah dijalankan secara urut sehingga apabila terdapat kesalahan dapat diusut secara urut pula dan dapat dengan mudah ditemukan sumber dari kesalahan tersebut.

d. Hasil dari pembacaan meter cukup akurat karena di dalam prosesnya digunakan peralatan yang canggih dan memadai yaitu sebuah gadget.

Hasil pembacaan meter tidak bisa dimanipulasi karena buktinya berupa foto. Foto tersebut dapat meminimalisir rekayasa angka meter dan kecurangan lain yang mungkin dapat dilakukan apabila prosesnya masih dilakukan secara manual. Dengan adanya peralatan yang canggih juga berpengaruh positif terhadap semakin berkurangnya koreksi rekening karena salah baca stand meter.

e. Di dalam menjalankan prosedur baca meter dan koreksi rekening, pekerjaan selalu diselesaikan sesuai target, sebelum akhir bulan pada hari kerja pekerjaan sudah dapat diselesaikan sehingga tidak mengganggu jalannya keseluruhan sistem di dalam PDAM.

2. Kelemahan

Beberapa kelemahan dari sistem informasi pelanggan pada PDAM kota Surakarta adalah sebagai berikut:

a. Pemisahan fungsi kurang diterapkan secara tegas karena masih

terdapat rangkap fungsi yang seharusnya tidak terjadi karena akan

menimbulkan kecurangan jika yang melakukan adalah orang yang

tidak bertanggungjawab. Fungsi pembuat dokumen dan yang

mengotorisasi sebaiknya tidak dilakukan oleh orang yang sama.

(43)

commit to user

Pihak yang bertugas mengotorisasi hanya mempunyai kewajiban hanya sebatas mengotorisasi saja, seharusnya tidak berwenang membuat dokumen. Seharusnya hal ini juga berlaku untuk atasan yang mempunyai banyak akses.

b. Dokumen yang berpotensi dapat diselewengkan seperti kuitansi pengembalian belum bernomor urut cetak.

c. Rolling karyawan dan perputaran jabatan tidak dilakukan secara rutin, sehingga karyawan kurang bisa menjaga independensi, integritas dan kurang mampu mengembangkan potensi diri.

Cenderung karyawan yang terlalu lama ditempatkan pada bagian yang sama dalam jangka waktu yang lama akan mengetahui celah yang bisa berakibat penyalahgunaan tanggung jawab jika karyawan tersebut tidak bertanggungjawab.

d. Tidak ada verifikasi atas kelebihan bayar dari tagihan rekening

pelanggan yang tidak melaporkan lebih bayar tersebut. Hal ini akan

merugikan pelanggan apabila pelanggan tidak menyadari kelebihan

bayarnya.

Referensi

Dokumen terkait