116
LAMPIRAN 1 . INSTRUMEN PENELITIAN
Intrument Penelitian: Berilah tanda check (V) pada apa yang anda pahami
SS = Sangat setuju, S= Setuju; TS= Tidak setuju, STS= Sangat Tidak Setuju
N
O
PERNYATAAN PENILAIAN DIRI
SS S TS STS
1. Anak autis membutuhkan Perhatian dari
orangtua, guru dan lingkungan secara khusus untuk perkembangan kecerdasannya
2. Lingkungan sangat mempengaruhi
perkembangan anak autis
3. Dengan bermain yang terprogram akan
meningkatkan kecerdasan anak autis
4. Anak autis memiliki kecerdasan/kemampuan
khusus seperti anak lainnya
5. Kecerdasan/kemampuan khusus itu bisa
menjadi kelebihan tersendiri bagi anak autis
6. Anak autis sering bermain tanpa keteraturan
dan pola yang jelas
7. Sekolah mempunyai program
mengoptimalkan kecerdasan fisik anak autis melalui permainan
8. Sering sekali anak dibiarkan bermain sendiri
tanpa pendampingan orang dewasa
9. Kurangnya teman anak bermain, khususnya di
rumah menjadikan lambatnya perkembangan kecerdasan anak autis
117 sedang bermain. Mereka bergerak tanpa tujuan
11. Tidak ditemukan adanya keselarasan antara
pikiran dengan apa yang dilakukan anak autis
12. Kurangnya koordinasi tubuh pada anak autis
ketika bermain dan gerak lainnya
13. Adanya kelambatan anak autis untuk
melaksanakan apa yang diperintahhkan
untuknya
14. Anak autis susah sekali untuk berkomunikasi
dengan jelas menggunakan tangan atau gerak tubuh yang lainnya
15. Anak autis sering menyakiti tubuhnya atau
marah untuk mengatakan sesuatu pada orang dewasa
16. Gerakan anak autis itu terlalu banyak yang
tidak berguna untuk perkembangannya ?.
17 Anak autis sangat susah untuk bermain
bersama dengan teman yang lain ?
18 Kecerdasan anak Autis meningkat setelah
mendapat terapi
19 Anak autis tidak mempunyai inisiatif
melakukan sesuatu ?
20 Salah satu kecerdasan yang bisa menjadi
kemampuan khusus anak autis adalah bermain musik atau menari
21 Anak autis sangat kuat dalam kemampuan
logika, ingatan dan konsistensialisme.
22 Anak autis sangat kuat dalam berkonsentrasi
118
23 Anak autis sangat displin atas apa yang
diajarkan kepadanya
24 Perlu terapi khusus yang tertuju pada
kemampuan/karakteristik seseorang anak
25 Salah satu kekurangan anak autis adalah
kesadaran diri dan lingkungannya
26 Harus disadari bahwa walaupun terapi mampu
memaksimalkan kemampuan anak autis
namun mereka tidak dapat lagi betul-betul normal
27 Sekecil apapun kemajuan yang diperoleh
dalam terapi harus dilihat sebagai kemenangan anak autis
28 Kerjasama antara terapi dan orangtua sangat
119
LAMPIRAN 2 . KONSEP PERTANYAAN WAWANCARA
PERTANYAAN WAWANCARA : (ORANGTUA)
1 Apakah yang paling bapak / ibu kwatirkan tentang anak autis
2. Apakah anak anda termasuk ke dalam anak yang over dalam pergerakannya atau suka diam dan menyendiri. Atau pada dasarnya pintar ?
3. Apakah anda mengetahui bahwa anak anda memiliki kecerdasan/kemampuan khusus ?
4. Tahu kah anda apa yang dimaksud dengan kecerdasan kinestetik jasmani . Yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan fisik ? Adakah itu pada anak anda ? 5. Apakah dengan permainan yang terpola bisa meningkatkan kecerdasan fisiknya ? 6. Apakah anda melihat ada keselarasan antara pikirannya dengan apa yang dia
lakukan?
7. Apakah dengan permainan bisa melatih keselarasan pikiran dengan apa yang dilakukan oleh anak autis sendiri
8. Bisakah bapak/ibu berkomunikasi dengan baik bersama anak autis ini ? 9. Apa harapan anda terhadap anak autis ?
10. Apakah kemampuan yang memungkinkan bagi anak autis yang bisa menjadi keahliannya ?
PERTANYAAN WAWANCARA : ( GURU/PEKERJA SOSIAL) 1. Bagaimana anda melihat anak autis ini
2. Apakah anda mengetahui bahwa anak-anak didik anda memiliki kecerdasan/kemampuan khusus ? Seperti apa contohnya
3. Apakah yang sekolah lakukan untuk mengembangkan kecerdasan / kemampuan khusus yang ada pada anak anak ?
4. Apakah ada program dari sekolah ini yang diberikan untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik jasmani anak-anak ?
120
5. Apakah anda yakin bahwa melalui permainan-permainan kemampuan kognitif anak akan meningkat ?
6. Apakah anda yakin dengan permainan-permainan itu maka kecerdasan kinestetik jasmnai anak-anak di sekolah ini akan meningkat ?
7. Apakah dengan permainan bisa melatih keselarasan pikiran dengan apa yang dilakukan oleh anak autis sendiri ?
8. Bisakah bapak/ibu berkomunikasi dengan baik bersama anak autis ini ? 9. Apa harapan anda terhadap anak autis ?
10. Apakah kemampuan yang memungkinkan bagi anak autis yang bisa menjadi keahliannya ?
121
LAMPIRAN 3. HASIL ANGKET
Hasil Jawaban Angket :NO PERNYATAAN SS S TS JLH KET
1. Anak autis
membutuhkan
Perhatian dari
orangtua, guru dan lingkungan secara khusus untuk perkembangan kecerdasannya IIIII IIIII I I I I I I I I I ( 9 5 % ) I (5%) 100% 3.2 2. Lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan anak autis IIIII IIII ( 4 5 % ) IIIII IIIII ( 5 0 % ) I ( 5 % ) 100% 3.2
3. Dengan bermain yang
terprogram akan
meningkatkan
kecerdasan anak autis
IIIII II
( 3 5 % IIIII IIIII III
( 6 5 %
122
) )
4. Anak autis memiliki
kecerdasan/kemampua n khusus seperti anak lainnya IIIII I ( 3 0 % ) IIIII IIIII I ( 5 5 % ) III ( 1 5 % ) 100% 3.3 5. Kecerdasan/kemampu
an khusus itu bisa
menjadi kelebihan
tersendiri bagi anak autis IIIII III ( 4 0 % ) IIIII IIIII I ( 5 5 % ) I ( 5 % ) 100% 3.3
6. Anak autis sering
bermain tanpa
keteraturan dan pola yang jelas
IIIII IIIII IIIII
I ( 8 0 % ) IIII ( 2 0 % ) 100% 3.1 7. Sekolah mempunyai program mengoptimalkan kecerdasan fisik anak
autis melalui permainan IIIII I ( 3 0
IIIII IIIII IIII
( 7
0
123 %
)
%
)
8. Sering sekali anak
dibiarkan bermain sendiri tanpa pendampingan orang dewasa II (10%) IIIII I I I I I I I I I ( 9 0 % ) 100% 9. Kurangnya teman anak bermain, khususnya di rumah menjadikan lambatnya perkembangan
kecerdasan anak autis
II (10%) IIIII IIIII IIIII
I I
I
(
124
9
0 %
)
10. Tidak adanya pola
yang jelas ketika anak autis sedang bermain.
Mereka bergerak tanpa tujuan I (5%) IIIII IIIII I ( 5 5 % ) IIIII I I I ( 4 0 % ) 100% 3.1 11. Tidak ditemukan adanya keselarasan
antara pikiran dengan apa yang dilakukan anak autis IIIII IIIII II ( 6 0 % ) IIIII I I I ( 4 0 % ) 100% 3.1
125
12. Kurangnya koordinasi
tubuh pada anak autis ketika bermain dan gerak lainnya
IIIII IIIII IIIII
I ( 8 0 % ) IIII ( 2 0 % ) 100% 3.1 13. Adanya kelambatan
anak autis untuk
melaksanakan apa
yang diperintahhkan
untuknya
II (10%) IIIII IIIII IIIII I ( 8 0 % ) II ( 1 0 % ) 100% 3.1
14. Anak autis susah
sekali untuk
berkomunikasi dengan
jelas menggunakan
tangan atau gerak
tubuh yang lainnya
II (10%) IIIII IIIII III ( 6 5 % ) IIIII ( 2 5 % ) 100% 3.1
15. Anak autis sering
menyakiti tubuhnya
atau marah untuk
mengatakan sesuatu I (5%) IIIII IIIII II ( IIIII I 100% 3.1
126
pada orang dewasa 6
0 % ) I ( 3 5 % )
16. Gerakan anak autis itu
terlalu banyak yang tidak berguna untuk perkembangannya ?. I (5%) IIIII IIIII ( 5 0 % ) IIIII I I I I ( 4 5 % ) 100% 3.1
17 Anak autis sangat
susah untuk bermain
bersama dengan
teman yang lain ?
I (5%) IIIII IIIII II ( 6 0 % ) IIIII I I ( 3 5 100% 3.1
127 % ) 18 Kecerdasan anak Autis meningkat setelah mendapat terapi IIIII I ( 3 0 % )
IIIII IIIII III ( 6 5 % ) I ( 5 % ) 100% 3.2
19 Anak autis tidak
mempunyai inisiatif
melakukan sesuatu ?
I (5%) IIIII III (40%) IIIII
I I I I I I ( 5 5 % ) 100%
20 Salah satu kecerdasan
yang bisa menjadi
kemampuan khusus
anak autis adalah
bermain musik atau IIII
(
IIIII IIIII IIII
( II
(
128 menari 2 0 % ) 7 0 % ) 1 0 % )
21 Anak autis sangat kuat
dalam kemampuan
logika, ingatan dan konsistensialisme.
III (15%) IIIII IIIII II ( 6 0 % ) IIIII ( 2 5 % ) 100% 3.3
22 Anak autis sangat kuat
dalam berkonsentrasi atas apa yang dia ketahui I (5%) IIIII IIIII I ( 5 5 % ) IIIII I I I ( 4 0 % ) 100% 3.3
23 Anak autis sangat
displin atas apa yang diajarkan kepadanya
III (15%) IIIII IIIII ( 5 0 IIIII I I 100% 3.3
129 % ) ( 3 5 % )
24 Perlu terapi khusus
yang tertuju pada
kemampuan/karakteris tik seseorang anak
IIII ( 2 0 % )
IIIII IIIII IIIII
( 7 5 % ) I ( 5 % ) 100% 3.2
25 Salah satu kekurangan
anak autis adalah
kesadaran diri dan
lingkungannya
I (5%) IIIII IIIII IIIII
I I I ( 9 0 % ) I ( 5 % ) 100% 3.1
26 Harus disadari bahwa
walaupun terapi
mampu
memaksimalkan
kemampuan anak
autis namun mereka tidak dapat lagi
betul-II (10%) IIIII IIIII IIII ( 7 IIII ( 2 100% 3.2
130 betul normal 0 % ) 0 % ) 27 Sekecil apapun kemajuan yang
diperoleh dalam terapi harus dilihat sebagai
kemenangan anak autis IIIII ( 2 5 % )
IIIII IIIII III
( 6 5 % ) II ( 1 0 % ) 100% 3.3 28 Kerjasama antara
terapi dan orangtua
sangat mendukung
kemajuan anak autis
IIIII IIIII I I ( 6 0 % ) IIIII II (35%) I ( 5 % ) 100% 3.2
131
LAMPIRAN 4 . LEMBARAN OBSERVASI PEKERJA SOSIAL
Lembaran Observasi Terhadap Pekerja Sosial/Guru Dalam Mengamati Perkembangan Anak Autis Hari/Tanggal : 12 Oktober 2014
Nama Observer : Ibu Septi
Petunjuk:
1. Berilah dengan tanda (√) pada kolom Ya/Tidak berdasarkan pendapat Ibu/Bapak 2. Isilah kolom komentar untuk setiap komponen aktivitas anak!
No Aktivitas Perkembangan Anak Autis
Hasil Pengamatan Ya Tidak Komentar
1 Apakah ada perubahan dari terapi
yang dilakukan?
2 Perubahan apa saja menurut
pengamatan saudara?
3 Apakah perubahan itu sebagai
kekuatan atau suatu kelemahan bagi para anak?
4 Apakah perubahan dan peningkatan
kearah yang lebih baik sudah sesuai program?
5 Apakah perubahan dan peningkatan
kearah yang lebih baik sudah sesuai harapan?
6 Apakah perubahan dan peningkatan
itu efektif?
132 terapi itu untuk kebaikan mereka ?
9 Apakah terapi dapat memunculkan
kemampuan khusus anak ?
10 Apakah anak disiplin melakukan
terapi ?
Lembaran Observasi Terhadap Pekerja Sosial Dalam Mengamati Perkembangan Anak Autis
133 Hari/Tanggal : 20 Oktober 2014 Nama Observer : Ibu Ana
Petunjuk:
1.Berilah dengan tanda (√) pada kolom Ya/Tidak berdasarkan pendapat Ibu/Bapak 2.Isilah kolom komentar untuk setiap komponen aktivitas anak!
No Perkembangan Anak Autis Hasil Pengamatan
Ya Tidak Komentar
1 Apakah ada perubahan dari
terapi yang dilakukan?
2 Perubahan apa saja menurut
pengamatan saudara?
3 Apakah perubahan itu sebagai
kekuatan atau suatu kelemahan bagi para anak?
4 Apakah perubahan dan
peningkatan kearah yang lebih baik sudah sesuai program?
5 Apakah perubahan dan
peningkatan kearah yang lebih baik sudah sesuai harapan?
6 Apakah perubahan dan
peningkatan itu efektif?
8 Apakah anak memahami bahwa
terapi itu untuk kebaikan mereka ?
9 Apakah terapi dapat
134 khusus anak ?
110 Apakah anak disiplin melakukan
135
LAMPIRAN 5. HASIL WAWANCARA
Hasil Wawancara (Pekerja Social/Guru):
Pekerja Sosial/Guru 1
1. Anak berkebutuhan khusus, anak yang istimewa yang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Mereka bisa menangkap sesuatu dengan memori yang kuat dan kekurangannya di dalam bahasa.
2. Ada yang mempunyai memori kuat namun mereka tidak bisa mengekspresikannya agar orang lain mengerti dengan apa yang mereka tahu. 3. Mereka mempuyai kecerdasan khusus. Mereka sebagian suka berimaginasi.
Yang suka berimaginasi ini sering menuangkan komunikasi mereka itu dengan lukisan.
4. Kita akan gali bakatnya, misalnya yang suka melukis akan diberi buku kreasi setiap pribadi tempatnya berkreasi. Rencana ke depan adalah pengelompokkan bakat. Jadi konsentrasinya nanti ke bakat masing-masing.
5. Dunia anak-anak adalah bermain sambil belajar. Mereka meningkatkan kecerdasan kognitif dengan bermain. Dengan bermain anak misalnya diajarkan cara menghitung. Playground selalu pakai warna jadi juga diajari untuk mengenal warna.
6. Di dalam menari ada gerekan menyilang. Gerakan menyilang ini bisa meningkatkan kecerdasan otak. Memang mereka mempunyai kekurangan untuk menyinkronkan itu tapi dengan menari tadi bisa semakin baik.
7. Harapan saya mereka bisa mandiri. Saat in kita masing sifatnya membantu. Bagaimana mereka bisa bertahan di masa depan.
136 Pekerja sosial 2
1. Anak yang mempunyai gangguan perilaku yang sangat kompleks. Mereka mengalami gangguan komunikasi, interaksi social dan juga gangguan perilaku. Gangguan perilaku itu mereka cenderung aktif dengan dunia sendiri, suka mengulang-ulang (repetitive), kalaupun mereka bisa bicara namun mereka tidak mengerti dengan apa yang mereka katakana.
2. Anak autis jika sejak dini ditangani tidak akan menjadi tuna grahita. Kalau murni autis dan cepat ditangani maka akan cepat dilihat talentanya. Kalau tidak cepat ditangani mereka akan menjadi tuna ganda.
3. Mereka mempunyai kecerdasan khusus
4. Mengarahkan bakat yang sudah mereka miliki. Misalnya sasa yang tidak mampu berkomunikasi seperti biasanya, namun dia suka bernyanyi dan telah hafal beberapa lagu. Jadi kita akan arahkan ke bakatnya.
5. Anak autis itu mempunyai hambatan yang kompleks. Misalnya hambatan bahasa ada 2. Yaitu Ekspresif dan reseftif. Dengan cara bermain walaupun belum bisa bicara tapi manusia itu adalah bahasa resftifnya. Ketika kita bicara mereka akan memahami, kita kita member intruksi mereka akan mengerti. Apa yang diberikakhirnya mereka akan biasa memahami bahasa dan intruksi yang diberikan pada mereka. Ketiak bermain bisa bersosialisasi dengan temannya. 6. Perilaku dengan penerimaan itu adalah bahasa reseftif. Melalui permainan
mereka bisa belajar. Lama-lama itu menjadi pola yang biasa mereka ketahui. 7. Sama supaya mereka mandiri. Kemandirian dalam hidup mereka sehari-hari. 8. Diprogramkan akan didirikan supermarket yang menjual semua hasil karya
137 Hasil Wawancara (Orangtua ) :
Orangtua 1
1. Kekwatiraan saya adalah bagaimana masa depannya anak saya nantinya. Kalau anak normal bisa bekerja, bagaimana nanti dengan anak saya. Masa depan mereka
2. Noval itu anak yang suka bergerak
3. Noval suka dengan musik. Kalu ada music noval akan melakaukan gerak sesuai dengan nadanya tapi belum begitu jelas. Kalau nanti diarahkan pasti bisa.
4. Kalau ada senam dia bisa melakukan gerakan. Dulu di Paud dia belum bisa senam. Tapi disini dia telah bisa ikuti senam
5. Noval memiliki kecerdasan kinestetik jasmani
6. Dengan terapi bermain yang baik saya yakin dia bisa melakukannya. Kalau diarahkan dia bisa. Misalnya menulis sekarang dia bisa walaupun belum rapi 7. Untuk menari kalau diarahkan bisa
8. Kalau noval main game noval sudah menunjukkan emosi yang jelas. Tertawa dan serius kalau main game
9. Sudah bisa berkomunikasi tapi harus diulang. Dengan gerakan juga dia sudah mulai melakukannya
10. Kalau dengan bakatnya dia bisa nyaman dan bisa mandiri. Ya syukurlah Orangtua 2
1. Komunikasinya sasa tidak lancer. Jadi takutnya dia tidak bisa sekolah. Semua ini menyangkut masa depannya. Kalau dia bisa sekolah dan kuliah bagus. Misalnya kuliah di seni rupa atau misalnya sasa sekolah seni suara
2. Kelebihan sasa itu dikemampuan bernyanyinya.
138
Saya yakin dengan permainan bisa meningkatkan sinkronnya pikiran dan perilakunya
4. Kalau dia dengar music yang ada tarinya sasa bisa ikutin tarinya. Namun di sekolah dia tidak mau gerak
5. Yang penting Sasa kalau bisa tidak ketinggalan dengan anak lainnya. Bisa ngomong dan bisa konsentrasi.
6. Hobbinya menyanyi. Kalau bisa diarahkan mungkin bisa menjadi keahliannya atau jadi masa depannya
7. Sasa termasuk anak yang suka gerak. Menjaga Sasa itu kita sampai lelah sekali. 8. Kalau di rumah Sasa suka mengacaukan semua barang-barang