USULAN PROGRAM PENERAPAN IPTEKS
PENATARAN INSTRUKTUR “SENAM AYO BANGKIT” PADA PENGURUS CABANG PERSANI (GURU PENJAS) DI JAWA BARAT
Oleh:
JURUSAN
FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
A. JUDUL
PENATARAN INSTRUKTUR “SENAM AYO BANGKIT” PADA PENGURUS CABANG PERSANI (GURU PENJAS) DI JAWA BARAT
B. ANALISIS SITUASI
Senam Ayo Bangkit merupakan wujud nyata dari upaya Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia untuk mengimplementasikan visi dan misinya ke dalam gerak langkah nyata yang mendorong partisipasi dan kegairahan masyarakat untuk melakukan olahraga bagi kesehatan dan kebangkitan bangsa Indonesia.
Dinamika gerak dan musik yang dikemas dalam senam ayo bangkit ini, merupakan bentuk nyata dari upaya mengangkat kekayaan budaya Nusantara dari berbagai wilayah tanah air, yang mencerminkan indahnya keberagaman budaya daerah dalam kesatuan gerak olahraga senam kebugaran jasmani yang unik, menyenangkan dan menyehatkan.
Senam irama yang salah satunya adalah senam ayo bangkit baru dimasyarakatkan melalui penataran di Jakarta dan diikuti oleh para wakil daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan senam yang sifatnya massal sedang digandrungi oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya di sanggar-sanggar senam saja tetapi sudah berkembang di instansi-instansi negeri maupun swasta, di sekolah-sekolah, instansi militer, bahkan di lapang-lapang terbuka yang ada dilingkungan Kecamatan, Desa, RW, dan RT. Dengan perkembangan yang cukup pesat ini, merupakan tantangan pada para instruktur/pelatih/guru untuk dapat menyesuai- kan diri memperdalam wawasan gerak melalui senam “Ayo Bangkit”. Melalui
senam “Ayo Bangkit” dapat dimodifikasi latihan-latihan secara berencana, hal ini sesuai dengan motto “Tiada hari tanpa olahraga”, dapat diartikan bahwa olahraga perlu ditingkatkan dan dikembangkan untuk menyiapkan manusia indonesia yang sehat jasmani dan rohani menuju manusia yang berkualitas. Untuk mencapai hal tersebut dapat dilakukan beraneka ragam senam massal yang saat ini sedang populer.
Bagi yang sehat, senam “Ayo Bangkit” dapat meningkatkan dan memelihara kesehatan, serta kesehatan jasmaninya yang merupakan salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan prestasi kerja. Bagi yang pernah sakit bermanfaat untuk memulihkan kesehatannya, agar segera berfungsi kembali sesehat mungkin. Sehubungan dengan itu, maka dipandang perlu untuk memperluas wawasan para wasit/pembina di daerah (Pengcab Persani), khususnya dalam pengetahuan senam Ayo Bangkit yang sedang dikembangkan pada lomba-lomba tingkat regional maupun nasional.
Sejalan dengan hal tersebut pemerintah perlu mengupayakan para pembina kesegaran jasmani di sekolah-sekolah atau Lembaga/Instansi yang sifatnya strategis dan banyak langsung menangani kegiatan masyarakat, yakni perlunya pembinaan senam Ayo Bangkit di lembaga formal (sekolah) maupun di Lembaga/Instansi pemerintah/ swasta/ BUMN. Hal ini dimaksudkan agar di dalam menjalankan pengabdiannya pada pemerintah dapat selalu produktif dalam kerja yang dapat menciptakan dan menghasilkan karya pembangunan. Harapan pokok dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu usaha untuk meningkatkan mutu wasit/pembina di daerah yang kreatif dan inovatif.
C. TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Pembinaan olahraga senam “Ayo Bangkit” pada berbagai lembaga formal (sekolah) perlu dilakukan secara terprogram dan terorganisir dalam memacu peningkatan kualitas fisik yang optimal menuju peningkatan kebugaran siswa dan masyarakat secara luas. Misi dan tujuan olahraga kesehatan bagi suatu instansi atau organisasi hendaknya didasarkan pada sasaran umum olahraga kesehatan itu sendiri. Sasaran umum atau objektif umum dapat diartikan sebagai produk atau keluaran (output) yang dapat dihasilkan olahraga kesehatan secara nyata.
Mengacu pada uraian Santoso Giriwijoyo (1992), tentang sasaran utama olahraga kesehatan yaitu memelihara dan atau meningkatkan kapasitas erobik. Setiap orang yang tidak teratur berolahraga akan memiliki kapasitas erobik yang rendah. Nilai kapasitas erobik mencerminkan derajat sehat seseorang, makin rendah nilai kapasitas erobik makin rendah nilai derajat sehatnya. Manusia melakukan olahraga dengan berbagai tujuan agar tercapai derajat sehat dinamis. Salah satu cara ialah dengan melakukan kegiatan olahraga secara rutin dan terprogram, sebab hal ini menimbulkan pengaruh terhadap faal tubuh.
Lebih lanjut Clarke (1999) menekankan bahwa kebugaran jasmani seseorang bukan hanya kebugaran jasmani saja, tetapi meliputi kebugaran moralnya, kebugaran sifat sosialnya, etikanya dan kematangan emosinya.
Berkenaan dengan pelaksanaan penataran senam Ayo Bangkit yang diikuti oleh seluruh perwakilan Pengurus Cabang Persani di Jawa Barat, maka perlu
dibuat makalah tentang teknik gerakan dan panduan perwasitan, serta evaluasi program latihan.
Bertitik tolak dari landasan teori tersebut, maka pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan pada bagaimana agar Pengurus Cabang Persani di seluruh Jawa Barat mempunyai kemampuan yang professional dalam menyebar luaskan kembali senam ayo bangkit di lingkungan Kab./Kota masing-masing.
D. IDENTIFIKASI PERUMUSAN MASALAH
Apabila para guru olahraga yang aktif dalam kepengurusan Pengcab Persani di seluruh Jawa Barat perlu memiliki wawasan tentang teknik pembinaan kebugaran jasmani melalui senam ayo bangkit yang lebih memadai guna melaksanakan tugasnya, khususnya tugas mengembangkan efesiensi dan efektivitas gerak dasar olahraga maka dipandang perlu untuk mendesiminasikan pengetahuan ini melalui penataran, konsultasi dan diskusi serta simulasi, dengan harapan setelah memperoleh pengetahuan ini merupakan perluasan wawasan para instruktur dalam melaksanakan program peningkatan kebugaran jasmani. Berdasarkan uraian tersebut, maka yang menjadi persoalan pokok adalah :
1. Bagaimana agar para Guru Olahraga yang aktif di Pengurus Cabang Persani di Seluruh Jawa Barat dapat mengaplikasikan code of point secara cepat, tepat, teliti dan berlaku adil dalam perwasitan.
2. Bagaimana agar para Pengurus Cabang Persani di Seluruh Jawa Barat dapat menyebarkan materi yang di dapat dengan cepat pada teman-teman sejawatnya, serta dapat diberikan kepada siswa sebagai materi senam irama.
E. TUJUAN KEGIATAN
Secara umum program kegiatan penataran ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan memperluas wawasan para Pengurus Cabang Persani di Seluruh Jawa Barat (guru olahraga).
Secara khusus kegiatan penataran ini ditujukan untuk :
1. Memberikan pola pembinaan perwasitan Senam Ayo Bangkit, sehingga peserta dapat lebih mudah memahami dan mengaplikasikan teknik perwasitan.
2. Bagi lembaga FPOK Universitas Pendidikan Indonesia sendiri merupakan penyebarluasan upaya-upaya pembinaan Pengurus Cabang Persani di Seluruh Jawa Barat (guru olahraga) yang profesional.
F. MANFAAT
Dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini diperoleh manfaat sebagai berikut :
1. Para Pengurus Cabang Persani di Seluruh Jawa Barat (guru olahraga) dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman gerak yang lebih luas serta memahami teknik perwasitan, sehingga dapat melaksanakan tugas-tugas mereka dengan lebih baik dan profesional.
2. Bagi FPOK Universitas Pendidikan Indonesia sendiri, diperoleh masukan tentang kondisi-kondisi objektif di lapangan yang akan dapat digunakan dalam pertimbangan-pertimbangan lingkup materi yang relevan dengan kebutuhan akan dilapangan sampai pada tingkat yang paling mendasar.
G. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH
Untuk menjawab masalah tersebut di atas maka kerangka pemecahan masalah diidentifikasi sebagai berikut :
JENIS KEGIATAN TEMPAT FASILITATOR
A. Materi Teori tentang :
1. Metoda latihan secara sistematis : 2. Perwasitan
B. Materi Praktek tentang :
1. Latihan Pemanasan, Inti, dan Pendinginan
2. Simulasi Kelompok 3. Evaluasi Teknik Gerak
Hall Tera Hall Tera Drs. Sonci I. Dadan Sungkawa Drs. Sumardiyanto Drs. Sonci I. Dadan Sungkawa T i m T i m.
H. KHALAYAK SASARAN ANTARA YANG STRATEGIS
Program pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada para Pengurus Cabang Persani di seluruh Jawa Barat (guru penjas)., dengan harapan bahwa dengan khalayak yang terbatas ini dapat diambil pelajaran tentang kemungkinannya untuk dilaksanakan kepada khalayak sasaran yang lebih luas.
I. KETERKAITAN
Adapun dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bekerja sama dengan :
1. Pengda Persani Jawa Barat
2. Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) Jawa Barat 3. Pengcab Persani di Jawa Barat
4. Guru Pendidikan Jasmani
J. METODE YANG DIGUNAKAN
Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah ceramah, demonstrasi, simulasi, diskusi atau tanya jawab. Dalam kegiatan simulasi perwasitan, peserta langsung memberikan penilaian terhadap para peserta yang tampil dalam simulasi lomba antar kelompok.
K. RANCANGAN EVALUASI
Adapun rancangan evaluasi selama proses penataran teori maupun praktek berlangsung terbagi atas :
1. Evaluasi teori dan praktek dilakukan hari terakhir dalam penataran ini.
2. Evaluasi sikap dilakukan berdasarkan prosentasi kehadiran dan keefektifan dalam simulasi dan diskusi atau tanya jawab.
3. Kriteria evaluasi teori :
- Kecepatan penyerahan tugas
- Ketepatan penyusunan program latihan
4. Kriteria evaluasi praktek dalam simulasi kelompok : - Teknik gerak
- Kepemimpinan/Instruktur - Daya Tahan (Endurance) - Fleksibilitas
5. Kriteria evaluasi perwasitan - Teknik Gerakan Pemanasan - Teknik Gerakan Inti
- Teknik Gerakan Pendinginan - Panitera
L. RENCANA DAN JADWAL KEGIATAN
Adapun jadwal pengabdian kepada masyarakat ini, dibuat sejak penyusunan proposal sampai pembuatan laporan dapat dilihat sebagai berikut :
No. Jenis Kegiatan Bulan – Tahun 2004
Jun Jul Ags. Sep Okt Nop Des 1 Pembuatan Proposal ***
2 Tahap Persiapan Penyuluhan *** *** ***
3 Tahap Pelaksanaan : ***
4 Tahap Penyerahan Laporan ***
5 Tahap Evakuasi Kegiatan ***
6 Penulisan Draf Laporan ***
7 Penulisan Laporan Akhir ***