• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Mutu PEMILIHAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI. Pengesahan. Nama Dokumen : PROSEDUR MUTU. No Dokumen : SKBP-PM-05/05. No Revisi : Disiapkan oleh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Prosedur Mutu PEMILIHAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI. Pengesahan. Nama Dokumen : PROSEDUR MUTU. No Dokumen : SKBP-PM-05/05. No Revisi : Disiapkan oleh"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Pengesahan

Nama Dokumen :

PROSEDUR MUTU

PEMILIHAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI

No Dokumen :

SKBP-PM-05/05

No Revisi :

00

Disiapkan oleh ...

Ketua Tim Perenc. dan Pengembangan Diperiksa oleh ... Ketua BPM Disahkan oleh ... Ketua

Dokumen Sistem Mutu ini milik STIE KEUANGAN PERBANKAN DAN PEMBANGUNAN

dan TIDAK DIPERBOLEHKAN dengan cara dan alasan apapun membuat salinan tanpa

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Tujuan

Prosedur ini dibuat untuk mengatur tata cara pelaksanaan pemilihan Pimpinan Perguruan Tinggi dalam upaya mewujudkan Visi, Misi sesuai dengan aturan yang di standarkan

1.2. Ruang Lingkup

Prosedur ini mengatur pemilihan pimpinan Perguruan Tinggi 1.3. Referensi

- Statuta STIE “KBP” Padang

- ISO 9001:2008 pasal 5 Tanggung Jawab Manajemen 1.4. Definisi.

- BPPTS adalah badan hukum/yayasan yang bersifat nir laba yang menyelenggarakan perguruan tinggi swasta (PTS).

- Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pimpinan perguruan tinggi adalah Ketua/Pembantu Ketua pada sekolah tinggi.

- Pimpinan Program Studi adalah Ketua Prodi pada Sekolah Tinggi

- Senat Akademik adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi pada Sekolah Tinggi. 1.5. Penanggung Jawab

1) Senat bertanggung jawab dalam :

- Menjamin kelancaran prosedur pemilihan pimpinan Perguruan Tinggi. 2) Panitia bertanggung jawab dalam :

- Pelaksanaan Prosedur Pemilihan Pimpinan Perguruan Tinggi 1.6. Ketentuan Umum

(3)

PERSYARATAN Minimal untuk diangkat jadi pimpinan PTS: 1. Persyaratan Umum.

a. Minimal berijazah Magister (S2)

b. Minimal telah 4 (empat) tahun menjadi dosen di perguruan tinggi;

c. Mendapat penilaian layak menjadi pimpinan PTS melalui pertimbangan senat perguruan tinggi.

2. Persyaratan Administrasi

a. Pertimbagnan Senat Akademik

b. Persetujuan dari atasan instansi yang bersangkutan bagi calon yang tidak berstatus dosen tetap PTS tersebut (artinya disetujui oleh pimpinan tempat dia bertugas sebagai tenaga tetap).

c. Berdomisili di kota PTS yang akan dipimpin dan sanggup bertugas penuh sebagai pimpinan dan tidak merangkap sebagai Pengurus Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (BP-PTS) yang bersangkutan.

(4)

BAB II

PROSEDUR PEMILIHAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI

2.1. Alur Proses Pemilihan Ketua.

Pertimbangan Kelayakan Calon

Ketua

1. Senat Perguruan Tinggi menyelenggarakan Rapat Senat untuk memberi pertimbang-an kelayakan calon pimpinan PT sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Statuta Perguruan Tinggi dan/atau Ketentuan yang disepakati oleh Senat Perguruan Tinggi dan BP-PTS (Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta)

Memilih Calon

Ketua

2. BP-PTS memilih salah seorang dari calon-calon pimpinan perguruan tinggi yang telah mendapat pertimbangan senat perguruan tinggi;

Pengangkatan Ketua

3. BP-PTS mengangkat Pimpinan PTS setelah memenuhi persyaratan Umum dan Administrasi tersebut di atas;

Pelaporan kepada Dikti

4. BP-PTS melaporkan pengangkatan tersebut pada point 1 diatas kepada Dikti melalui Kopertis setempat dengan melampirkan :

a. SK pengangkatan dan naskah pelantikan;

b. Berita acara rapat senat tentang proses pertimbangan oleh Senat dan daftar hadir

c. Fotocopy ijazah S2 dan ijazah terakhir, serta fotocopy SK Penyetaraan ijazah dari Dirjen Dikti bagi kelulusan luar negeri; d. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP);

e. Riwayat hidup/pekerjaan dan pendidikan (curriculum vitae); f. Surat ijin dari atasan bagi yang tidak berstatus dosen tetap PTS

yang bersangkutan;

g. Surat pernyataan yang berisi:

1) sanggup bertugas penuh sebagai pimpinan PTS yang bersangkutan,

2) tidak merangkap sebagai pimpinan pada PTS lain;

3) tidak merangkap sebagai pengurus BP-PTS yang bersangkutan.

(5)

Masa Jabatan Ketua

5. Masa jabatan pimpinan PTS adalah 4 (empat) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan sesudahnya dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan berturut-turut;

Jabatan Sementara Ketua

6. Apabila pimpinan PTS berhalangan tetap/meninggal dunia, maka jabatan pimpinan dimaksud dijabat sementara oleh Wakil Ketua Bidang Akademik sampai ditetapkan penggantinya secara difinitif.

Pemberhentian Ketua

7. Pemberhentian pimpinan PTS sebelum masa jabatan berakhir harus memenuhi persyaratan sebagaimana persyaratan pengangkatannya dan dilaporkan kepada. Dirjen Dikti.

2.2. Alur Proses Pemilihan Ketua Progran Studi

Penjaringan Calon Ketua Prodi

1. Untuk mengangkat Ketua Prodi, Ketua perlu melakukan penjaringan (searching) Calon dan seleksi melaluai asesmen terhadap para calon tersebut. Untuk melaksanakan hal tersebut Ketua dibantu oleh Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi

Pembentukan Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi

2. Panitia Seleksi calon Ketua Prodi dibentuk oleh Ketua dan terdiri dari sedikitnya 5 dan sebanyak-banyaknya 15 orang anggota berdasarkan ketetapan Ketua disesuaikan dengan kondisi.

1) Anggota Panitia memiliki seorang ketua dan seorang sekertaris dan Anggota Seleksi Calon Ketua Prodi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

- Memiliki pemahaman atas visi, misi, sasaran, dan tujuan serta kebijakan umum perguruan tinggi.

- Memiliki integritas moral yang tinggi. - Bersikap adil dan tidak memihak.

- Memiliki pengetahuan tentang manajemen Fakultas

- Memiliki pemahaman atas dunia kerja yang sesuai dengan bidang ilmu fakultas yang bersangkutan.

2) Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi

3) Masa kerja Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal efektif pengangkatan, dan dapat diperpanjang atas persetujuan Ketua.

4) Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi bertanggung jawab kepada Ketua..

(6)

Seleksi Calon Ketua Prodi oleh

Panitia

3. Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi melakukan pemeriksaan atas kelengkapan persyaratan administratif bakal calon Ketua Prodi dapat diminta untuk melengkapi persyaratan administratif dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam jadual. Bakal calon Ketua Prodi yang tidak dapat melengkapi persyaratan administratif dinyatakan gugur

1) Panitia seleksi calon Ketua Prodi melakukan seleksi mengenai kesesuaian persyaratan calon Ketua Prodi. Bakal calon Ketua Prodi yang tidak memenuhi persyaratan Calon Ketua Prodi dinyatakan gugur.

2) Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi melakukan assesmen terhadap para Bakal Calon Ketua Prodi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan untuk mendapatkan 3 (tiga) orang yang dianggap paling sesuai untuk diajukan sebagai Calon Ketua Prodi kepada Ketua.

3) Panitia Seleksi Calon Ketua Prodi menyerahkan 3 nama Calon Ketua Prodi kepada Ketua STIE paling lambat 30 hari setelah tanggal pengumuman kebutuhan dan penjaringan Calon Ketua Prodi

Seleksi Calon Ketua Prodi oleh

Ketua STIE

4. Ketua STIE menyusun kriteria assesmen Calon Ketua Prodi Ketua STIE mengundang masing-masing calon Ketua Prodi untuk melakukan pemaparan tentang motivasi, visi, misi dan program kerjanya jika terpilih sebagai Ketua Prodi di depan forum yang dihadiri oleh Ketua STIE dan bersifat terbuka untuk umum.

Ketua STIE melakukan assesmen terhadap kompetensi para calon Ketua Prodi berdasarkan persyaratan dan kriteria yang telah disusun.

Ketua STIE memutuskan Ketua Prodi terpilih dari 3 Calon Ketua Prodi tersebut.

Ketua STIE mengumumnkan Ketua Prodi terpilih dan membuat Berita Acara hasil assesmen Calon Ketua Prodi.

Penetapan SK Ketua Prodi

5. Ketua STIE membuat SK Ketua Prodi terpilih.

5.1. Dokumen Terkait 1) Diagram Alir

2) Daftar hadir Rapat 3) Notulen Rapat 4) Surat Keputusan

Referensi

Dokumen terkait

Ahli materi pembelajaran diminta masukan relevansi atau ketepatan materi, pembelajaran, metode, dan media pembelajaran yang digunakan, (4) revisi produk, pada

Untuk pengukuran gain maksimum antena wajanbolic ini dilakukan dengan cara membandingkan level sinyal maksimum yang diterima modem USB 3G dengan level sinyal maksimum yang

KELOMPOK DPL NO PRODI NIM NAMA JK NO KETUA 2 T... KELOMPOK DPL NO PRODI NIM NAMA JK NO KETUA

Panitia melakukan sosialisasi program kerja yang diajukan calon kepada seluruh anggota IAGI melalui media Berita PEMILU IAGI (edisi khusus) serta IAGI-net pada tgl

BPMA memperbaharui Daftar Dokumen Master dan memberi stempel “DOKUMEN MASTER” pada lembar pengesahan dokumen hasil revisi yang telah disetujui, dan melakukan pencatatan

1. Setiap Ketua Unit Kerja terkait meninjau kecenderungan akan terjadinya ketidaksesuaian yang diidentifikasi dengan melakukan investigasi guna menentukan akar

- Tingginya atau kecenderungan meningkatnya ketidaksesuaian. - Perubahan yang signifikan dalam manajemen, organisasi, kebijakan, atau teknik yang dapat mempengaruhi sasaran mutu. -

Dalam hal bakal calon yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) lebih dari 5 (lima) orang, panitia melakukan seleksi tambahan dengan