• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. saat ini makin ketat, dalam tahun ini akan ada penambahan kamar dari 11

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. saat ini makin ketat, dalam tahun ini akan ada penambahan kamar dari 11"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

1.1. Latar Belakang Masalah

Persaingan hotel kelas bintang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini makin ketat, dalam tahun ini akan ada penambahan 1.000 kamar dari 11 hotel kelas bintang yang selesai dibangun. Dari sejumlah hotel baru itu, empat di antaranya bintang 5 dan sisanya bintang 2 hingga bintang 4.Setiap hotel kelas bintang di DIY memiliki ciri khas dan keunggulan sehingga dengan meningkatkan pelayanan yang diharapkan dapat menarik minat wisatawan untukmenginap di hotel itu. Di DIY saat ini terdapat 37 hotel kelas bintang yakni bintang satu hingga lima, serta sejumlah hotel baru yang sedang dibangun.

Daerah Istimewa Yogyakarta yang selama ini hanya mengandalkan wisata budaya (culture) kini mulai menggarap wisata petualang (adventure).Pengembangan ini diyakini bakal mendongkrak tingkat kunjungan wisata.Selama ini objek wisata yang ada di Yogyakarta hanya mengandalkan budaya. Keunggulan ini tidak dimiliki daerah lain. Namun belakangan ini dengan banyaknya muncul wisata minat khusus, mulai dari Lava Tour di Merapi, Cave Tubing di Gua Pindul dan Rafting di Sungai Progo mulai menjadi pilihan baru wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

Potensi dalam hal wisata yang sudah dimiliki oleh Yogyakarta hanya butuh dikembangkan lebih serius, hingga dapat masuk menjadi pilihan paket wisata yang menarik untuk wisatawan asing dan lokal.

(2)

Banyaknya objek dan daya tarik wisata di DIY telah menyerap kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Pada 2010 tercatat kunjungan wisatawan sebanyak 1.456.980 orang, dengan rincian 152.843 dari mancanegara dan 1.304.137 orang dari nusantara. Bentuk wisata di DIY meliputi wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), wisata budaya, wisata alam, wisata minat khusus dan berbagai fasilitas wisata lainnya seperti resort, hotel, dan restoran. Tercatat ada 37 hotel berbintang dan 1.011 hotel melati di seluruh DIY pada 2010. Adapun penyelenggaraan MICE sebanyak 4.509 kali per tahun atau sekitar 12 kali per hari. Keanekaragaman upacara keagamaan dan budaya dari berbagai agama serta didukung oleh kreativitas seni dan keramahtamahan masyarakat, membuat DIY mampu menciptakan produk-produk budaya dan pariwisata yang menjanjikan.Pada tahun 2010 terdapat 91 desa wisata dengan 51 di antaranya yang layak dikunjungi.1

Pihak pariwisata DIY menargetkan dapat menjaring 130 buyer mancanegara dan 55 buyer lokal yang berkenan mengikuti rangkaian Jogja Travel Mart 2013. Potensi market ASEAN saat ini masih sangat besar karena dukungan penerbangan langsung dari Singapura dan Malaysia ke Yogyakarta. Ditambah lagi hadirnya banyak hotel baru juga cukup menarik minat buyer domestik untuk datang ke Yogyakarta.

Di tengah persaingan hotel yang kian ketat di Yogyakarta, yang dibutuhkan adalah kreativitas. Pertumbuhan hotel baru tidak lepas dari peluang

1 http://www.ampta.ac.id/pertumbuhan-hotel-di-jogja, diunduh pada 28 September 2013, pukul

(3)

pasar yang masih cukup terbuka. Di sinilah manajemen hotel ditantang untuk kreatif dalam menjual kamar maupun produk lain yang dimiliki.

Pertumbuhan hotel berbintang yang demikian pesat yang tentu mau tak mau akan mempertajam tingkat persaingan usaha. Apalagi, jika laju pertumbuhan tersebut tidak disertai dengan pertumbuhan pasar/wisatawan.

Hal yang ditonjolkan oleh Jogjakarta Plaza Hotel adalah “Rich In Culture” yaitu sesuai dengan tagline yang dimiliki hotel. Sebagai hotel yang mengusung konsep budaya tradisional Jawa dapat dilihat dari arsitektur dan suasana hotel yang sangat ”njawani” serta pilihan menu makanan dan minuman yang mengusung menu-menu tradisional. Dengan konsep ini pihak hotel ingin seluruh tamu merasakan keanggunan karakteristik budaya Jawa ketika berada di Jogjakarta Plaza Hotel.2

Dalam upaya memenangkan persaingan, selain melakukan komunikasi internal yang dibuat sendiri seperti jurnal audio, jurnal video, video perusahaan dan koran elektronik untuk penyebaran informasi dan membangun goodwill di antara berbagai posisi vertikal dan horizontal di dalam hotel, pihak Jogjakarta Plaza Hotel juga melakukan komunikasi eksternal yang melibatkan pihak luar seperti tamu dan media seperti wartawan. Publikasi merupakan salah satu cara yang dipilih untuk menjangkau pihak eksternal.

Public Relations adalah kegiatan yang menciptakan hubungan baik dengan khalayak masyarakat dengan menggunakan alat komunikasi untuk

(4)

menciptakan citra atau image positif suatu perusahaan atau lembaga, baik internal maupun eksternal.

Publikasi diartikan sebagai: “the distribution of copies or phonorecords of a work to the public by sale or other transfer of ownership, or by rental, lease, or lending.” Yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai pendistribusian salinan-salinan ataupun rekaman-rekaman mengenai suatu pekerjaan kepada publik dengan penjualan atau dengan menyewa ruang publikasi di media massa.

Publikasi juga diartikan sebagai media yang mendukung kegiatan humas untuk menyebarkan informasi, kepada masyarakat luas dengan pemberitaan. Pemberitaan melalui publikasi media, pada umumnya dilakukan dengan mengadakan siaran pers atau siaran berita, wawancara. Publikasi yang dilakukan dengan siaran pers dengan berbagai metode yang digunakan, dirancang dengan tujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman positif mengenai berbagai kegiatan pribadi seseorang atau organisasi.3

Selain publikasi, publisitas juga merupakan istilah yang popular dalam dunia Public Relations. Publisitas adalah penempatan berupa artikel, tulisan, foto, atau tayangan visual yang sarat nilai berita baik karena luar biasa, penting, atau mengandung unsur-unsur emosional, kemanusiaan, dan humor) secara gratis dan bertujuan untuk memusatkan perhatian terhadap suatu tempat, orang, atau suatu institusi yang biasanya dilakukan melalui penerbitan umum.4

3 Fraser P. Seitel. The Practice of Public Relations, second editions (Charles E. Merril

Publishing Company, Columbus, Ohio). 1984. hal .331

(5)

Maka publikasi dibedakan menjadi dua yakni berbayar (advertising) dan tidak berbayar (publicity). Publisitas sebagai publikasi tidak berbayar karena sumber menyampaikan informasi kepada media, namun media tersebut tidak menarik bayaran kepada sumber dalam hal penyebaran informasi yang didapatkan dari sumber tersebut, sehingga apapun informasi yang akan keluar itu memang sepenuhnya merupakan hak dari media. Sedangkan publikasi berbayar adalah advertising, disini sumber menentukan informasi apa yang akan disampaikan oleh pihak media kepada publik.

Jenis publikasi yang dilakukan oleh pihak Public Relations Jogjakarta Plaza Hotel yaitu brosur, media internet dan iklan di media massa. Secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat media. Public Relations Jogjakarta Plaza Hotel juga melakukan publikasi dengan menggunakan media internet, yaitu dengan membuat website www.jogja.pphotels.com, mengelola facebook dan twitter.

Media publikasi yang dimaksud disini adalah media dengan sirkulasi lokal dan nasional yang telah mempublikasikan produk dan kegiatan yang telah dilakukan Jogjakarta Plaza Hotel seperti Harian Umum Nasional Kedaulatan Rakyat dan Radar dan. Dipilihnya media lokal dan nasional dikarenakan pembaca media tersebut berasal kalangan menengah ke atas yang merupakan target mumpuni dalam industri pariwisata, mengingat target pasar Jogjakarta Plaza Hotel bukan hanya tamu lokal namun dari seluruh regional di Indonesia.

(6)

Minat adalah pendorong yang menyebabkan seseorang memberi perhatian terhadap orang, sesuatu, aktivitas-aktivitas tertentu.5

Pada penelitian ini dipilihnya Jogjakarta Plaza Hotel sebagai salah satu properti milik Prime Plaza Hotels & Resorts yang berlokasi di bilangan Jl. Affandi – Gejayan Yogjakarta, karena Jogjakarta Plaza Hotel dikenal sebagai salah satu hotel bernuansa resort yang berlokasi persis di jantung kota pelajar namun terletak cukup jauh dari Malioboro yang digandrungi oleh para wisatawan. Jogjakarta Plaza Hotel memiliki tingkat kompetisi yang sangat tinggi dalam meningkatkan minat huni bersaing dengan beraneka macam merek hotel yang lebih dekat dengan Malioboro dan sama-sama melakukan publikasi ke media massa lokal. Public Relations Jogjakarta Plaza Hotel sering melakukan publikasi event-event sosial, dan publikasi fasilitas dengan cara yang unik, misalkan pada saat Jogjakarta Plaza Hotel mengadakan event promosi Kirana Health Club dan Arum Spa, di mana Public Relations Jogjakarta Plaza Hotel pada event tersebut dibagikan kesempatan trial treatment Kirana Health Club yang dapat digunakan oleh siswa ACICIS, untuk menarik minat mereka mencoba perawatan di Kirana Health Club. Dengan partisipasi Kirana Health Club dan Sekar Arum Spa, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para siswa untuk selalu menjaga kebugaran tubuh melalui berbagai metode unggulan di Kirana Health Club. Dalam jangka panjang, kebiasaan positif tersebut akan sangat berpengaruh pada performance keseharian karena di dalam tubuh yang kuat akan terdapat jiwa yang sehat. Langkah Public Relations Jogjakarta Plaza Hotel tersebut sangat unik,

5 L.D. Crow & Alice Crow.Educational Psychology.New York: American Book Company.2003.

(7)

karena biasanya health club selalu membidik pangsa pasar eksekutif muda atau orang-orang yang berumur dewasa, tidak ada Public Relations Hotel yang akan membidik pangsa pasar anak-anak usia sekolah / remaja.

Berdasarkan uraian diatas maka itu penulis melakukan penelitian yang berjudul:“Publikasi Public Relations dalam upaya meningkatkan minat huni

‘’Jogjakarta Plaza Hotel’’ di Yogyakarta’’.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, akhirnya peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:“Bagaimanakah Publikasi Public Relations dalam upaya meningkatkan minat huni "Jogjakarta Plaza Hotel" di Yogyakarta?”.

1.3. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui Publikasi Public Relations dalam Upaya Meningkatkan Minat Huni "Jogjakarta Plaza Hotel" di Yogyakarta.

1.4. Kegunaan Penelitian

1.4.1. Kegunaan Akademis

Untuk suatu pengembangan ilmu pengetahuan terutama ilmu komunikasi dan khususnya ilmu hubungan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat melengkapi tentang studi komunikasi khususnya

(8)

tentang publikasidalam upaya meningkatkan minat huni di Jogjakarta Plaza Hotel di Yogyakarta.

1.4.2. Kegunaan Praktis

1. Peneliti berharap penelitian ini dapat menambah pengetahuan, mampu memberikan gambaran, menjadi bahan masukan dan pertimbangan bagi Jogjakarta Plaza Hotel dalam Publikasi Public Relations dalam Upaya Meningkatkan Minat Huni "Jogjakarta Plaza Hotel” di Yogyakarta.

2. Penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan bagi pihak-pihak yang memerlukan pemahaman tentang Publikasi Public Relations.

(9)

3. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi ataupun tambahan informasi bagi masyarakat pada umumnya dan bagi rekan-rekan mahasiswa pada khususnya mengenai Publikasi Public Relations.

4. Penelitian ini diharapkan dapat membantu dan memberikan manfaat untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang yang sama untuk memperoleh informasi guna pengambilan kebijakan bagi pelaksanaan perusahaan.

Referensi

Dokumen terkait