• Tidak ada hasil yang ditemukan

20. Alive & Thrive. Impact of Early Initiation of Exclusive Breastfeeding on Newborn Deaths. A&T Technical Brief. 2010;1: Chaturved P.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "20. Alive & Thrive. Impact of Early Initiation of Exclusive Breastfeeding on Newborn Deaths. A&T Technical Brief. 2010;1: Chaturved P."

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

1. Purwaningsih E, Triandriyani R. Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini terhadap Kecepatan Pengeluaran Colostrum di Wilayah Puskesmas Polanharjo Klaten. Jurnal Involusi Kebidanan. 2012;2(3):46-57

2. Roesli. Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Ekslusif. Jakarta: Pustaka Bunda; 2008. p. 5-26.

3. Kementerian Kesehatan RI. Kesehatan dalam Rangka Sustainable

Development Goals (SDGs) [Internet]. [cited 2016 Jun 23]. Available from:

http://www.pusat2.litbang.depkes.go.id/pusat2_v1/wpcontent/uploads/2015/1 2/SDGs-Ditjen-BGKIA.pdf

4. Kementerian Kesehatan RI. Profil kesehatan Indonesia. 2010.

5. BkkbN. Angka Kematian Bayi (IMR) Nasional [Internet]. [cited 2015 Dec 2].

Available from:

http://www.bkkbn.go.id/kependudukan/Pages/DataSurvey/SDKI/Mortalitas/I MR/Nasional.aspx

6. Dinas Kesehatan Kota Semarang. Profil Kesehatan Kota Semarang 2014. 2014.

7. Santi MY. Implementasi Kebijakan Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Melalui Konseling Oleh Bidan Konselor. Kesehatan Masyarakat Nasional. 2014;8(8):1–7.

8. Sari NK. Hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Umur 6-12 Bulan di Puskesmas Tegalrejo Jogjakarta 2014 [skripsi]. Yogjakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisiyah; 2014.

9. Andriani, Nova Husni Nasution. Efektivitas Media Promosi Kesehatan (Leaflet) dalam Perubahan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Asi Ekslusif di kecamatan Padangsidimpuan

(2)

53

Selatan Kota Padangsidimpuan [skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2010.

10. Edmond KM. Delayed Breastfeeding Initiation Increases Risk of Neonatal Mortality. Pediatrics [Internet]. c2006. [cited 2015 Dec 5];117(3):380–6.

Available from:

http://pediatrics.aappublications.org/cgi/doi/10.1542/peds.2005-1496

11. Ni’mah S. Hubungan Inisasi Menyusu Dini (IMD) dengan Kepatuhan Praktik IMD pada Ibu Bersalin di BMP Endang Murniati Bulustalan Kota Semarang Tahun 2012 [skripsi]. Semarang: Unimus; 2012.

12. Melaniwat. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini dengan Sikap Ibu Terhadap Inisiasi Menyusu Dini di RS Bhakti Ibu Semarang [skripsi]. Semarang: Unimus; 2011.

13. Konsep Perilaku dan Perilaku Kesehatan. In: Notoatmodjo S, editors. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012. p. 131-46

14. Konsep Promosi Kesehatan. In: Notoatmodjo S, editors. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012. p. 17-23.

15. Faswita W. Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tantang Inisiasi Menyusu Dini di Poliklinik Ibu Hamil RSUD dr.R.M Djoelham Binjai [skripsi]. Medan: Universitas Sumatra Utara; 2010.

16. Ramlan S, Hadju V, Sirajuddin S. Edukasi Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Pengetahuan Sikap Ibu Hamil di RSIA Pertiwi Makassar. Makassar; 2014. 17. Bohari, A Asriani. Perubahan Pengetahuan, Sikap Ibu Hamil Setelah Edukasi

dan Praktek Inisiasi Menyusu Dini di RSIA Siti Fatimah Kota Makassar Tahun 2011. 2011.

18. Goma MS. Pengaruh Pemberian Pamflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Inisiasi Menyusu Dini [skripsi]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2012.

19. Virarisca S, Dasuki D, Sofoewan S. Metode Persalinan dan Hubungannya dengan Inisiasi Menyusu Dini. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2010;7(2):92–8.

(3)

20. Alive & Thrive. Impact of Early Initiation of Exclusive Breastfeeding on Newborn Deaths. A&T Technical Brief. 2010;1:1–6.

21. Chaturved P. “Breast Crawl” to Initiate Breast Feeding Within Half An Hour After Birth. J MGIMS. 2008;13(2):9–14.

22. Fikawati S, Syafiq A. Kajian Implementasi dan Kebijakan Air Susu Ibu Eksklusif dan Inisiasi Menyusu Dini di Indonesia. Makara Kesehatan. 14(1):17–24.

23. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

[Internet]. [cited 2015 Dec 5]. Available from:

http://idai.or.id/artikel/klinik/asi/10-langkah-menuju-keberhasilan-menyusui 24. Hidayat KA. Perbandingan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Berdasarkan

Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil [skripsi]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2012.

25. Chertok IRA, Raz I, Shoham I, Haddad H WA. Breastfeeding on Neonatal Glucose Levels of Term Infants Born to Women with Gestational Diabetes. Journal of Human Nutrition and Dietetics. 2009;22(2):166–9.

26. American Pregnancy Association. Breastfeeding and Jaundice [Internet].

[cited 2015 Dec 6]. Available from:

http://americanpregnancy.org/breastfeeding/breastfeeding-and-jaundice/ 27. Anne Smith. Jaundice In The Breastfed Baby [Internet]. c2013 [cited 2015

Dec 6]. Available from:

https://www.breastfeedingbasics.com/articles/jaundice-in-the-breastfed-baby 28. Lucas Ruth. Maternal Breastfeeding Experiences and Neonatal Breastfeeding

Behaviors of Children later Diagnosed with Autism [Internet]. c2011. [cited 2015 Dec 6]. Available from: http://indigo.uic.edu/handle/10027/8129

29. Budiman, Riyanto A. Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika; 2013. p. 1-18

30. Maulana HDJ. Promosi Kesehatan [Internet]. c2007. [cited 2015 Dec 4]. Available from: https://books.google.co.id/books?id=sDKnWExH6tQC 31. Metode dan Media Promosi. In: Notoatmodjo S, editors. Promosi Kesehatan

(4)

55

32. Sastroasmoro S. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi 5. Jakarta: Sagung Seto; 2014. p. 357-76.

33. Djaali Muljono. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo; 2000. p. 28-30

34. Anggraini. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap Ibu Hamil dalam Melakukan Inisasi Menyusu Dini. Kesehatan prima. 2010;3(1):1–13.

35. Anjasmara J, Dwi Henny S, Dwi Indah P. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan Partisipasi Ibu Melakukan IMD. Surya. 2015;7(1):1-10

36. Salca, Sungkar. Pengaruh penyuluhan terhadap tingkat Pengetahuan Masyarakat tetang ASI Eksklusif. Makara kesehatan. 2008; 14(2)

(5)
(6)

57

(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)

63

(13)
(14)
(15)
(16)

67

Lampiran 5. Kuesioner

KUESIONER PENELITIAN

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN

DAN SIKAP IBU HAMIL MENGENAI INISIASI MENYUSU DINI

1. Data Umum Responden

Petunjuk pengisian : isilah pernyataan dibawah ini dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang dipilih

1. Nama : 2. Usia ibu : 3. Alamat : 4. No.telp/HP : 5. Usia kehamilan : 6. Jumlah anak : 7. Pendidikan terakhir :

a. Tidak sekolah e. SMA

b. SD f. Diploma (D1,D3)

c. SMP g. Sarjana (S1,S2,S3)

8. Pekerjaan :

a. Ibu rumah tangga b. Wiraswasta c. PNS

(17)

9. Penghasilan : a. < Rp. 2.000.000,00 b. Rp. 2.000.000,00 – Rp. 5.000.000,00 c. Rp. 5.000.000,00 – Rp. 10.000.000,00 d. > Rp. 10.000.000,00 2. Paparan Informasi

1. Apakah pernah mendapatkan informasi mengenai inisiasi menyusu dini sebelumnya (media cetak atau elektronik)?

a. Pernah b. Belum pernah

2. Apakah pernah mendapatkan penyuluhan mengenai inisiasi menyusu dini sebelumnya?

a. Pernah

b. Belum pernah

3. Jika pernah, kapan mendapatkan penyuluhan tersebut? a. ≤ 6 bulan yang lalu

b. > 6 bulan yang lalu

4. Apakah pernah melakukan inisiasi menyusu dini pada kehamilan sebelumnya?

a. Pernah

(18)

69

3. Kuesioner Pengetahuan

Petunjuk pengisian : isilah pertanyaan dibawah ini secara tepat dan benar dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang dipilih

1. Apa yang dimaksud inisiasi menyusu dini? a. Bayi dibiarkan meyusu sendiri setelah lahir b. Bayi diberi susu formula

c. Bayi disusukan setelah lahir d. Bayi menyusu sampai 6 bulan

2. Kapan inisiasi menyusu dini sebaiknya dianjurkan? a. Setelah dibersihkan dan dimandikan

b. Segera setelah lahir c. Setelah bayi dibedong d. Setelah ibu cukup kuat

3. Berapa lama sebaiknya inisiasi menyusu dini dilakukan? a. 1 jam

b. 10 menit c. 100 menit d. > 100 menit

4. Apa alasaan utama dilaksanakan inisiasi menyusu dini? a. Menurunkan angka kematian bayi

b. Menurunkan angka kematian balita c. Menurunkan angka kesakitan bayi d. Menurunkan angka kesakitan balita

(19)

5. Apa manfaat inisiasi meyusu dini bagi bayi? a. Menurunkan daya tahan tubuh

b. Mencegah bayi dari risiko kedinginan c. Menurunkan berat badan bayi

d. Mencegah bayi menangis kuat

6. Apa manfaat inisiasi menyusu dini bagi ibu? a. Mencegah payudara ibu menjadi bengkak b. Mengurangi pendarahan setelah melahirkan c. Mencegah infeksi pada daerah payudara d. Mengurangi efek kelelahan setelah melahirkan 7. Bagaimana tata laksana inisiasi menyusu dini?

a. Setelah dibersihkan kemudian dibedong baru disusukan kepada ibu b. Setelah dimandikan kemudian beri kesempatan bayi kontak kulit dengan

ibu

c. Segera setelah lahir, bayi langsung diletakan di dada ibu tanpa dikeringkan d. Segera setelah lahir, bayi segera keringkan kulitnya kecuali telapak tangan

kemudian ditelungkupkan di dada ibu

8. Apa hubungan inisiasi menyusu dini dengan ASI eksklusif?

a. Inisiasi menyusu dini dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif sampai 6 bulan

b. Inisiasi menyusu dini dapat meningkatkan makanan bayi

c. Tidak ada hubungan antara inisiasi menyusu dini dan ASI eksklusif d. Hubungannya sama-sama disusukan

(20)

71

9. Berikut ini hal yang dianjurkan selama melakukan inisiasi menyusu dini? a. Mulut bayi dipaksa mendekati puting susu ibu

b. Memasukan puting susu ibu ke mulut bayi hingga menutupi hidung c. Bayi dibiarkan sendiri mencari puting susu ibu

d. Mulut bayi langsung dimasukan ke puting susu ibu 10. Apakah kerugian penundaan inisiasi menyusu dini?

a. Penundaan inisiasi menyusu dini dapat mengakibatkan berkurangnya reflek bayi dalam menyusu

b. Penundaan inisiasi menyusu dini dapat mengakibatkan ibu tidak siap menyusu

c. Penundaan inisiasi menyusu dini tidak menyebabkan kerugian bagi ibu dan bayi

d. Penundaan inisiasi menyusu dini dapat meningkatkan cakupan ASI

4. Kuesioner Sikap

Petunjuk pengisian : berikan tanda checklist (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan kecenderungan sikap anda terhadap pertanyaan itu

Keterangan :

SS = Sangat Setuju TS = Tidak Setuju

S = Setuju STS = Sangat Tidak Setuju

(21)

No Pertanyaan SS S KS TS STS 1. Setelah melahirkan ibu terlalu lelah

untuk segera menyusui bayinya, sehingga inisiasi menyusu dini tidak perlu segera dilakukan.

2. Bayi yang baru lahir akan merasa kedinginan sehingga bayi harus segera diberikan pakaian terlebih dahulu dan pemberian ASI pertama kali dapat ditunda sementara.

3. Ibu yang melahirkan dengan jalan operasi tidak memiliki masalah dalam melakukan inisiasi menyusu dini. 4. Obat dan vitamin untuk bayi baru lahir

lebih penting dilakukan terlebih dahulu daripada melakukan inisiasi menyusu dini.

5. Pada saat setelah bayi lahir, bayi harus segera dimandikan sehingga inisiasi menyusu dini dapat ditunda terlebih dahulu.

6. ASI yang pertama kali keluar dari payudara ibu berbahaya bagi bayinya sehingga inisiasi menyusu dini tidak baik untuk bayi.

7. Dalam melakukan inisiasi menyusu dini, dukungan dari suami diperlukan dalam memotivasi ibu.

8. Ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi akan lebih baik dilakukan saat 1 jam

(22)

73

pertama setelah bayi lahir sehingga inisiasi menyusu dini sangat penting untuk dilakukan.

9. Menurut saya, tidak perlu melakukan inisiasi menyusu dini karena tanpa melakukan inisiasi menyusu dini bayi pun akan tetap sehat.

10. Saya akan melakukan inisiasi menyusu dini pada setiap bayi baru lahir karena inisiasi menyusu dini dapat meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

(23)

Lampiran 6. Hasil analisis statistik

1. Karakteristik responden

usia ibu

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 1,00 14 43,8 43,8 43,8 2,00 6 18,8 18,8 62,5 3,00 12 37,5 37,5 100,0 Total 32 100,0 100,0 umur trimester

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid trimester 1 2 6,3 6,3 6,3 trimester 2 15 46,9 46,9 53,1 trimester 3 15 46,9 46,9 100,0 Total 32 100,0 100,0 jumlah anak

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 0 14 43,8 43,8 43,8 1 13 40,6 40,6 84,4 2 3 9,4 9,4 93,8 3 2 6,3 6,3 100,0 Total 32 100,0 100,0 Pendidikan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SD 3 9,4 9,4 9,4 SMP 7 21,9 21,9 31,3 SMA 18 56,3 56,3 87,5 Diploma 2 6,3 6,3 93,8 Sarjana 2 6,3 6,3 100,0 Total 32 100,0 100,0

(24)

75

Pekerjaan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

ibu rumah tangga 21 65,6 65,6 65,6

wiraswasta 6 18,8 18,8 84,4

lain-lain 5 15,6 15,6 100,0

Total 32 100,0 100,0

Penghasilan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid < Rp 2.000.000,00 23 71,9 71,9 71,9 Rp 2.000.000,00 - Rp 5.000.000,00 8 25,0 25,0 96,9 > Rp 10.000.000,00 1 3,1 3,1 100,0 Total 32 100,0 100,0 Informasi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid belum pernah 19 59,4 59,4 59,4 pernah 13 40,6 40,6 100,0 Total 32 100,0 100,0 2. Pengetahuan Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

pre pengetahuan 32 2,00 9,00 6,5000 1,90076

post pengetahuan 32 7,00 10,00 9,0625 ,91361

(25)

ppengetahuan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 1,00 19 59,4 59,4 59,4 2,00 13 40,6 40,6 100,0 Total 32 100,0 100,0 pspengetahuan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

1,00 28 87,5 87,5 87,5

2,00 4 12,5 12,5 100,0

Total 32 100,0 100,0

Uji normalitas data dengan Saphiro Wilk sebelum transformasi data Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

pre pengetahuan 32 100,0% 0 0,0% 32 100,0% post pengetahuan 32 100,0% 0 0,0% 32 100,0% Descriptives Statistic Std. Error pre pengetahuan Mean 6,5000 ,33601

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 5,8147 Upper Bound 7,1853 5% Trimmed Mean 6,5903 Median 7,0000 Variance 3,613 Std. Deviation 1,90076 Minimum 2,00 Maximum 9,00 Range 7,00 Interquartile Range 3,00 Skewness -,601 ,414 Kurtosis -,512 ,809

(26)

77

post pengetahuan

Mean 9,0625 ,16150

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 8,7331 Upper Bound 9,3919 5% Trimmed Mean 9,1250 Median 9,0000 Variance ,835 Std. Deviation ,91361 Minimum 7,00 Maximum 10,00 Range 3,00 Interquartile Range 1,00 Skewness -1,212 ,414 Kurtosis 1,188 ,809 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic Df Sig.

pre pengetahuan ,197 32 ,003 ,921 32 ,022

post pengetahuan ,348 32 ,000 ,729 32 ,000

a. Lilliefors Significance Correction

Uji normalitas data setelah dilakukan transformasi data Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

trans_prep 32 100,0% 0 0,0% 32 100,0% trans_postp 32 100,0% 0 0,0% 32 100,0% Descriptives Statistic Std. Error trans_prep Mean ,7898 ,02737

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound ,7340 Upper Bound ,8456

5% Trimmed Mean ,8042

(27)

Variance ,024 Std. Deviation ,15485 Minimum ,30 Maximum ,95 Range ,65 Interquartile Range ,20 Skewness -1,355 ,414 Kurtosis 1,875 ,809 trans_postp Mean ,9549 ,00831

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound ,9379 Upper Bound ,9719 5% Trimmed Mean ,9585 Median ,9542 Variance ,002 Std. Deviation ,04703 Minimum ,85 Maximum 1,00 Range ,15 Interquartile Range ,05 Skewness -1,448 ,414 Kurtosis 1,670 ,809 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig.

trans_prep ,233 32 ,000 ,856 32 ,001

trans_postp ,369 32 ,000 ,702 32 ,000

a. Lilliefors Significance Correction

Uji Wilcoxon untuk pengetahuan

Ranks

N Mean Rank Sum of Ranks

post pengetahuan - pre pengetahuan

Negative Ranks 0a ,00 ,00

Positive Ranks 32b 16,50 528,00

Ties 0c

(28)

79

a. post pengetahuan < pre pengetahuan b. post pengetahuan > pre pengetahuan c. post pengetahuan = pre pengetahuan

Test Statisticsa post pengetahuan - pre pengetahuan Z -4,973b

Asymp. Sig. (2-tailed) ,000 a. Wilcoxon Signed Ranks Test

b. Based on negative ranks.

3. Sikap

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

pre sikap 32 25,00 46,00 36,7188 5,63534

post sikap 32 30,00 50,00 41,7813 5,00796

Valid N (listwise) 32

tingkatan s_pre * tingkatan s_post Crosstabulation

tingkatan s_post Total negatif positif tingkatan s_pre negatif Count 1 6 7 % of Total 3,1% 18,8% 21,9% positif Count 0 25 25 % of Total 0,0% 78,1% 78,1% Total Count 1 31 32 % of Total 3,1% 96,9% 100,0% Uji normalitas data dengan Saphiro Wilk

Case Processing Summary Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

pre sikap 32 100,0% 0 0,0% 32 100,0%

(29)

Descriptives

Statistic Std. Error

pre sikap

Mean 36,7188 ,99620

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 34,6870 Upper Bound 38,7505 5% Trimmed Mean 36,8125 Median 37,5000 Variance 31,757 Std. Deviation 5,63534 Minimum 25,00 Maximum 46,00 Range 21,00 Interquartile Range 8,75 Skewness -,197 ,414 Kurtosis -,935 ,809 post sikap Mean 41,7813 ,88529

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 39,9757 Upper Bound 43,5868 5% Trimmed Mean 41,9167 Median 41,0000 Variance 25,080 Std. Deviation 5,00796 Minimum 30,00 Maximum 50,00 Range 20,00 Interquartile Range 6,00 Skewness -,278 ,414 Kurtosis -,425 ,809 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

pre sikap ,102 32 ,200* ,964 32 ,358

post sikap ,109 32 ,200* ,970 32 ,506

*. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction

(30)

81

Uji Paired T-Test untuk sikap

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1

pre sikap 36,7188 32 5,63534 ,99620

post sikap 41,7813 32 5,00796 ,88529

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig. Pair 1 pre sikap & post sikap 32 ,764 ,000

Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig.

(2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 pre sikap - post sikap -5,06250 3,70647 ,65522 -6,39882 -3,72618 -7,726 31 ,000

3. Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap

Correlations selisih_p selisih_s selisih_p Pearson Correlation 1 ,359* Sig. (2-tailed) ,044 N 32 32 selisih_s Pearson Correlation ,359* 1 Sig. (2-tailed) ,044 N 32 32

(31)

4. Variabel perancu

normalitas data paparan informasi- tingkat pengetahuan Case Processing Summary

informasi Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

selisih_p

belum pernah 19 100,0% 0 0,0% 19 100,0%

pernah 13 100,0% 0 0,0% 13 100,0%

Descriptives

Informasi Statistic Std. Error

selisih_p

belum pernah

Mean 3,0526 ,32868

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 2,3621 Upper Bound 3,7432 5% Trimmed Mean 3,0029 Median 3,0000 Variance 2,053 Std. Deviation 1,43270 Minimum 1,00 Maximum 6,00 Range 5,00 Interquartile Range 2,00 Skewness ,025 ,524 Kurtosis -,476 1,014 pernah Mean 1,7692 ,28088

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 1,1572 Upper Bound 2,3812 5% Trimmed Mean 1,6880 Median 1,0000 Variance 1,026 Std. Deviation 1,01274 Minimum 1,00 Maximum 4,00 Range 3,00 Interquartile Range 1,50 Skewness 1,107 ,616 Kurtosis ,242 1,191

(32)

83

Tests of Normality

informasi Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

selisih_p

belum pernah ,170 19 ,153 ,917 19 ,098

pernah ,315 13 ,001 ,776 13 ,004

a. Lilliefors Significance Correction

Normalitas data paparan informasi- sikap

Case Processing Summary

informasi Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

selisih_s

belum pernah 19 100,0% 0 0,0% 19 100,0%

pernah 13 100,0% 0 0,0% 13 100,0%

Descriptives

Informasi Statistic Std. Error

selisih_s

belum pernah

Mean 5,0000 ,88852

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 3,1333 Upper Bound 6,8667 5% Trimmed Mean 4,5556 Median 4,0000 Variance 15,000 Std. Deviation 3,87298 Minimum 1,00 Maximum 17,00 Range 16,00 Interquartile Range 3,00 Skewness 1,969 ,524 Kurtosis 4,720 1,014 pernah Mean 4,5385 ,73043

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 2,9470 Upper Bound 6,1299 5% Trimmed Mean 4,3761 Median 5,0000 Variance 6,936

(33)

Std. Deviation 2,63361 Minimum 1,00 Maximum 11,00 Range 10,00 Interquartile Range 3,50 Skewness ,919 ,616 Kurtosis 2,143 1,191 Tests of Normality

informasi Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

selisih_s

belum pernah ,240 19 ,005 ,794 19 ,001

pernah ,213 13 ,111 ,901 13 ,140

a. Lilliefors Significance Correction

Normalitas data yang sudah ditransformasi

Case Processing Summary

informasi Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

trans_selisihp belum pernah 19 100,0% 0 0,0% 19 100,0% pernah 13 100,0% 0 0,0% 13 100,0% trans_selisihs belum pernah 19 100,0% 0 0,0% 19 100,0% pernah 13 100,0% 0 0,0% 13 100,0% Descriptives

Informasi Statistic Std. Error

trans_selisihp belum pernah

Mean ,4251 ,05811

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound ,3030 Upper Bound ,5472 5% Trimmed Mean ,4291 Median ,4771 Variance ,064 Std. Deviation ,25328 Minimum ,00 Maximum ,78

(34)

85 Range ,78 Interquartile Range ,30 Skewness -,813 ,524 Kurtosis -,590 1,014 pernah Mean ,1892 ,06326

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound ,0513 Upper Bound ,3270 5% Trimmed Mean ,1768 Median ,0000 Variance ,052 Std. Deviation ,22810 Minimum ,00 Maximum ,60 Range ,60 Interquartile Range ,39 Skewness ,622 ,616 Kurtosis -1,266 1,191 trans_selisihs belum pernah Mean ,5870 ,07644

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound ,4264 Upper Bound ,7476 5% Trimmed Mean ,5838 Median ,6021 Variance ,111 Std. Deviation ,33320 Minimum ,00 Maximum 1,23 Range 1,23 Interquartile Range ,30 Skewness -,346 ,524 Kurtosis ,217 1,014 pernah Mean ,5735 ,08529

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound ,3876 Upper Bound ,7593

5% Trimmed Mean ,5793

(35)

Variance ,095 Std. Deviation ,30751 Minimum ,00 Maximum 1,04 Range 1,04 Interquartile Range ,39 Skewness -,895 ,616 Kurtosis ,326 1,191 Tests of Normality

informasi Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

trans_selisihp belum pernah ,266 19 ,001 ,840 19 ,005 pernah ,335 13 ,000 ,778 13 ,004 trans_selisihs belum pernah ,202 19 ,040 ,922 19 ,125 pernah ,229 13 ,060 ,880 13 ,071

a. Lilliefors Significance Correction

Uji Mann Whitney untuk paparan informasi dan pengetahuan Ranks

informasi N Mean Rank Sum of Ranks

selisih_p belum pernah 19 19,84 377,00 pernah 13 11,62 151,00 Total 32 Test Statisticsa selisih_p Mann-Whitney U 60,000 Wilcoxon W 151,000 Z -2,519

Asymp. Sig. (2-tailed) ,012 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] ,014b a. Grouping Variable: informasi

(36)

87

Uji Unpaired T-test untuk paparan informasi dan sikap Group Statistics

informasi N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

selisih_s

belum pernah 19 5,0000 3,87298 ,88852

pernah 13 4,5385 2,63361 ,73043

Independent Samples Test Levene's Test

for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. t Df Sig. (2-taile d) Mean Difference Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper selisih_s Equal variances assumed ,518 ,477 ,374 30 ,711 ,46154 1,23508 -2,06083 2,98391 Equal variances not assumed ,401 29,999 ,691 ,46154 1,15022 -1,88753 2,81060

(37)
(38)

89

Lampiran 8. Biodata mahasiswa

Identitas

Nama : Inas Sausan

NIM : 22010112130185

Tempat/tanggal lahir : Batang, 28 April 1994 Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Jalan Banjarsari 3 Tembalang, Semarang Nomor telepon : -

Nomor HP : 085865353934

Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan Formal

1. SD : SD N Keputran 6 Pekalongan Lulus tahun : 2006

2. SMP : SMP N 6 Pekalongan Lulus tahun : 2009

3. SMA : SMA N 1 Pekalongan Lulus tahun : 2012

4. FK UNDIP : Masuk tahun : 2012

Keanggotaan Organisasi

1. Rohis bidang KSKI tahun 2012 s/d 2014 2. KSM tahun 2012 s/d 2014

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi baru lahir di RSUP Haji Adam Malik tahun 2015 berdasarkan pendidikan, umur