BAB II
SATE NAULI SIDEMPUAN 2.1 Profil Usaha
Data Usaha “Sate Nauli Sidempuan” 1. Nama Usaha 2. Bidang Usaha 3. Jenis Produk/Jasa 4. Alamat Usaha 5. Nomor Telepon 6. Alamat E-mail 7. Mulai Berdiri
2.2 Biodata Pemilik/Pengurus Usaha 1. Nama
2. Jabatan
3. Tempat dan Tanggal Lahir
4. Alamat Rumah 5. Nomor Telepon 6. Alamat E-mail
7. Pendidikan Terakhir D3
“SATE NAULI SIDEMPUAN” Dagang
Makanan
Jalan Iskandar Muda 087769349589 www.satenaulisidempuan.com Tahun 2012 MANAN SIREGAR Pemilik Usaha Padangsidempuan, 05 April 1989
Jl. Abd. Hakim Kp. Susuk 6 No. 34 P.Bulan Medan 087769349589
2.3 Struktur Organisasi dan Pemegang Saham
Pengorganisasian adalah pengaturan setelah ada plan (rencana). Dalam hal ini diatur dan di tentukan tentang apa tugas pekerjaan, macam/jenis serta sifat pekerjaan, unit-unit kerja (pembentukan bagian-bagian), tentang siapa yang akan melakukan, apa alat-alatnya, bagaimana pengaturan keuangan dan fasilitasnya dengan kata lain setelah tujuan perusahaan di tentukan, perusahaan perlu merumuskan tindakan-tindakan yang akan dijalankan untuk mewujudkan berbagai tujuan tersebut.
Struktur organisasi mengidentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan yang di pekerjakan oleh setiap perusahaan. Oleh karenanya setiap perusahaan akan memiliki struktur yang berbeda tergantung skala perusahaan dan jenis perusahaan. Struktur perusahaan yang baik adalah struktur yang mampu memfasilitasi orang untuk membuat kerjasama tanpa terjebak menciptakan birokrasi yang berbelit-belit. Sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan kelebihan dan menutupi kelemahan dari setiap bagian/individu.
Pengorganisasian yang di lakukan secara efektif dapat menghasilkan keuntungan dan manfaat tentang kejelasan ekspektasi-ekspektasi kinerja individual dan tugas-tugas yang terspesialisasi, serta pembagian kerja, yang menghindari timbulnya duplikasi, konflik dan penyalahgunaan sumber-sumber daya material maupun sumber-sumber daya manusia. Dengan pengorganisasian yang efektif akan terbentuk suatu arus aktivitas kerja yang logical, yang dapat dilaksanakan dengan baik oleh individu-individu atau kelompok, saluran-saluran komunikasi yang dapat membantu pengambilan keputusan dan pengawasan.
Strukrur organisasi pada usaha “Sate Nauli Sidempuan”
STRUKTUR ORGANISASI 1.
2.4. Aspek Pasar
Rasa tiap-tiap sate terkadang sulit untuk diungkapkan. Namun,para penggemar fanatik sate bisa sangat setia dengan cita rasa sate pilihannya. Cita rasa Sate Nauli Sidempuan umunya memiliki ciri khas yaitu Sate Nauli memakai bahan daging dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas. Yang membedakannya dengan sate Padang adalah terdapat pada kuah sate nya yang berwarna kuning dan berwarna merah. Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan Sate Nauli Sidempuan mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate diatas.
Sate Nauli Sidempuan banyak mengambil bahan dasar dari daging Sapi dan daging Ayam, daging Kambing dan kami juga menawarkan sate jerowan sapi, seperti usus, jantung, dan lidah. Keunikan dari Sate Nauli Sidempuan ini terdapat pada bumbunya yang kuat akan rasa rempah-rempah asli Indonesia.
PEMILIKUSAHA MANAN SIREGAR MANAJER USAHA Kemal Batubara BAGIAN SDM Emmy BAGIAN KEUANGAN Citra Rahayu BAGIAN PEMASARAN Fivien Risya BAGIAN PERLENGKAPAN Juang
Begitu juga dengan ketupat/lontong yang begitu legit, panganan ini juga hasil buatan sendiri. Ketika dibelah, ketupatnya sangat bersih dan menyatu. Bahkan, setelah direbus dan matang, daun kelapa pembungkusnya tidak berwarna coklat. Dalam sehari, kami membutuhkan sekitar 10 kg beras untuk ketupat. Klebihan dari ketupat kami, biar pun sudah seminggu dimasukkan di dalam kulkas, masih enak. Atau dua hari di suhu ruang tidak akan basi. Kami tidak memakai penyedap rasa atau bahan pengawet. Rahasianya terletak pada saat perebusan ketupat.
Rasanya tidak lengkap jika makan sate tanpa kerupuk kulit/jangek dan kripik singkong yang pastinya akan menambah kelezatan sate padang. Satu porsi sate di hargai Rp 10.000/5 tusuk. Kami juga menerima pesanan untuk acara pesta pernikahan, khitanan, catering dan lain-lain.
Gambar 2-1. Sate (sumber www.google.com)
2.4.1 Keunggulan Produk
Suatu cara untuk memenangkan persaingan salah satunya dengan mempunyai ciri khas produk yang dihasilkan dengan produk saingan. Dalam hal ini keunggulan dari produklah yang membedakan produk kami dengan produk lainnya. Keunggulan dari produk kami antara lain:
• Memberikan cita rasa khas bumbu asli dari kota Sidempuan yang lezat.
• Terbuat dari bahan-bahan alami, tanpa penyedap dan bahan pengawet
• Harga terjangkau dan dijamin halal
• Memberikan rasa gurih disetiap gigitannya
• Memberikan variasi pada sate, yang tidak hanya menyediakan sate daging saja, tapi kami jg menyediakan sate lidah, hati, jantung dan kerang.
2.4.2 Gambaran Pasar
Bisnis makanan cukup menjanjikan selama menjalankan bisnis makanan ini dengan serius, maka akan menghasilkan keuntungan yang besar.
Saat ini banyak para pedagang yang menjual berbagai macam jenis makanan, yang modren seperti steak, spagethi, kfc, burger dan lain-lain. Hal menjadi peluang yang potensial bagi saya untuk membuka bisnis makanan yang bernuansa tradisional.karena setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda
Para pesaing banyak menyediakan beberapa makanan yang berbeda-beda, namun untuk mennghasilkan makanan yang cocok dengan selera konsumen sangatlah sedikit, karena kebanyakan pedagang hanya mengandalkan harga yang murah saja, tanpa memikirkan cita rasa keaslian dari makanan tersebut.
Bisnis yang saya rencanakan ini akan membuat konsumen tidak hanya puas dengan harga yang relative murah, namun konsumen juga akan puas dengan cita rasa yang lezat dari makanan tersebut. Sehingga konsumen akan menjadi loyal, hal ini akan di pantau dengan selalu mempertahankan cita rasa yang alami, lezat dan disukai para konsumen. Dan kami akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen, baik dari segi kualitas makanan, serta kualitas karyawan dalam melayani setiap keinginan konsumen, maupun dalam hal menciptakan tempat makan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk di gunakan.
Penambahan fasilitas juga menjadi pilihan bagi konsumen yang datangagar merasa nyaman, dimana di sediakan juga washtapel, toilet yang bersih, tempat shalat dan tempat bermain untuk anak-anak. Agar terciptanya suasana yang bersih, nyaman dan menyenangkan hati para konsumen.
Saat ini kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen, untuk terus meningkatkan penjualan dengan tujuan akan mendapatkan laba yang dinginkan.
2.4.3 Segmen Pasar
Segmen pasar yang dituju ialah para pencinta makanan tradisional dan yang memiliki kegemaran untuk selalu mengubah menu makanan setiap harinya. Ini termasuk segmen pasar menyeluruh, karena tidak hanya tertuju kepada sekelompok segmen saja. Namun orang dewasa, remaja dan anak-anak juga bisa menikmati makanan yang kami sediakan.
2.4.4 Trend Perkembangan Pasar
Dilihat dari pertumbuhan ekonomi warga Medan, kebanyakan orang senang berkumpul di tempat-tempat makan yang berada di pusat kota. Tepatnya di jalan Iskandar Muda yang selalu ramai dilewati kenderaan dan dekat dengan pusat pasar. Disana banyak para pedagang yang berjualan, mulai dari pedagang kaki lima sampai restoran pun ada disana. Jenis makanannya pun bermacam-macam, mulai dari makanan yang bercita rasa tradisional sampai cita rasa luar negri, yang saat ini juga banyak digemari masyarakat. Begitu juga dengan harga yang di tawarkan bermacam-macam, dari yang murah sampai yang mahal pun tersedia disana.
Khusus bagi para remaja dan anak kuliahan yang senang berjalan-jalan untuk sengaja mencicipi jajanan luar rumah. Biasanya mereka akan memilih makanan yang enak, namun harganya tidak menguras kantong. Kebanyakan pedagang menjual dagangannya dengan harga yang relative lebih mahal dari biasanya, tetapi tidak sedikit juga pedagang yang menujal dagangannya dengan
harga yang relative lebih murah, tetapi tetap mementingkan rasa dan kualitas yang lezat, untuk mendatangkan pelanggan/ konsumen yang banyak.
Selera konsumen akan sangat mempengaruhi tren perkembangan pasar, maka dari itu kami akan berusaha untuk menarik perhatian dan simpati dari para konsumen, agar bersedia membeli sate yang kami jual. Perubahan prilaku sering kali terjadi disebabkan karena perubahan pendapatan seseorang, dan pergeseran selera.
2.4.5 Proyeksi Penjualan
Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan dihasilkan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam). Dari data yang kita miliki kita harus manyusun proyeksi penjualan dengan melihat pertumbuhan pasar. Jika pertumbuhan pasar meningkat maka proyeksi penjualan juga akan meningkat. Growth Market = Revenue tahun ini – Revenue tahun lalu x 100%
Revenue tahun lalu
Tabel 2-1 Proyeksi Penjualan “Sate Nauli Sidempuan“
Bulan Perkiraan Penjualan
(Dalam Unit/kilogram) Juli 85 Agustus 95 September 150 Oktober 90 Nonember 95 Desember 95 Januari 110 Februari 115 Maret 90 April 125 Mei 170 Juni 100
Gambar Diagram 2-2
Proyeksi Penjualan “Sate Nauli Sidempuan”
2.4.6 Strategi Pemasaran
Strategi yang unggul akan menghasilkan keunggulan dalam berbisnis. Bisnis makanan ini akan dipromosikan melalui media cetak, dan juga promosi dari mulut kemulut. Karena promosi dari mulut kemulut lebih besar pengaruhnya dari pada media cetak. Dan kebanyakan orang akan lebih percaya apabila seseorang telah membuktikan kelezatannya, maka akan lebih banyak konsumen lainnya yang penasaran akan rasa khas sate padang Nasional, dan konsumen pasti akan datang untuk mencicipi kelezatan sate tersebut.
Harga mencerminkan kualitas dari suatu produk, tetapi tidak semua harga yang tinggi berkualitas bagus dan sebaliknya, harga yang murah berkualitas buruk. Penetapan harga untuk sate padang nasional ini termasuk harga yang mampu dijangkau oleh semua kalangan. Namun dengan harga yang terjangkau
85 95 150 90 95 95 110 115 90 125 170 100 2,42 4,42 1,83 2,85
bisa mendapatkan rasa yang tidak kalah enak dengan makanan yang menetapkan harga yang tinggi.
2.4.7 Pesaing
Tabel 2-2. Daftar pesaing
Pesaing Keunggulan Kelemahan
Sate grobak 1. Harga murah 1.Tempat makan yang kurang memadai
2. Kebersihan tidak terjamin Restoran Padang 1. Fasilitasnya bagus 1. Harga mahal
2. Rasa sate kurang nikmat Café 1. Menyediakan failitas
wifi
2. Menyediakan berbagai macam makanan.
1. Rasa masakan kurang nikmat.
2.5 Aspek Produksi
Bahan baku utama pembuatan makanan
Table 2-3. Daftar Bahan Baku
BAHAN BAKU BANYAK
Daging 18 kilo untuk 5.000 tusuk sate
Beras 15 kilo untuk 750 ketupat
Lidi 5.000
Bumbu Secukupnya
Air Secukupnya
2.5.1 Proses Produksi
1. Daging (Sapi, Ayam, Kambing dan jeroan) segar dimasukkan dalan drum besar
berisi air dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air yang
berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah.
Sementara air rebusan digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate.
2. Lalu kuah kaldu ini dicampur dengan 19 macam bumbu rempah-rempah yang
telah dihaluskan (bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan serai) dicampur
dengan berbagai macam cabai. Seluruh bumbu kemudian dijadikan satu dan
dimasak selama 15 menit. Sate sendiri hanya dibakar saat dipesan, menggunakan arang dari tempurung kelapa. Panaskan minyak goreng dalam wajan. Tumis bumbu halus, masukkan daun kunyit, serai, daun jeruk, lengkuas,
dan bumbu kari, aduk hingga baunya harum, angkat. masukkan 2/3 bagian
3. Larutkan tepung beras dan tepung kanji dalam air hingga tercampur. Setelah kaldu mendidih, perlahan masukkan larutan tepung sambil diaduk terus hingga adonan licin. Masak hingga mendidih dan meletup-letup serta bau tepungnya hilang, angkat.
4. Campur potongan daging/lidah bersama sisa bumbu tumis, aduk sebentar di atas api hingga rata, angkat. Tusukkan potongan daging/lidah pada tusuk satai, masing-masing 3-4 potong.
5. Panggang satai di atas bara api hingga baunya harum ± 3 menit, balik-balikkan, angkat. Taruh satai, taburi bawang goreng.
6. Makan selagi panas dengen ketupat di tambah keripik.
2.5.2 Alat-alat yang di butuhkan untuk produksi
Table 2-4. Daftar Nama Alat Produksi
Nama alat Jumlah
Kompor 2 Gas elpigi 2 Dandang 1 Kuali 2 Panci 2 Pisau 5
Tempurung Kelapa/Arang Secukupnya Alat Bakar Sate 1 (ukuran besar)
2.5.3 Daftar Harga Peralatan
Table 2-5. daftar Harga Peralatan
NO Peralatan Banyak @ Jumlah Harga
1 Meja 15 50.000 750.000 2 Kursi 30 40.000 1.200.000 3 Steling 1 1.000.000 1.000.000 4 Piring 5 lusin 50.000 250.000 5 Gelas 5 lusin 30.000 150.000 6 Sendok 5 lusin 50.000 250.000 7 Kulkas 1 1.500.000 1.500.000 8 Pisau 4 20.000 80.000 9 Talam 5 20.000 100.000 10 Sudip 1 50.000 50.000 11 Centong 1 50.000 50.000 12 Kompor gas 1 275.000 275.000 13 Kuali 1 200.000 200.000 14 Gas elpigi 2 110.000 220.000 15 Panci 1 150.000 150.000 16 Kipas angin 2 275.000 550.000 Total 6.775.000
2.6 Analisis SDM
SDM/ karyawan yang di pekerjakan untuk membantu berjalannya bisnis sate ini dibutuhkan 4 sampai 5 karyawan/ SDM, yang salah satunya bertugas sebagai seorang maneger untuk mengontrol berjalannya bisnis sate ini dan selalu mengawasi tingkah laku para pelayan/ karyawan dalam melayani para pelanggan/ konsumen.
Dalam memproduksi sate di butuhkan tiga orang pekerja/ koki yang benar-benar handal dan ahli dalam meracik bumbu-bumbu sate, merebus daging hingga daging terasa empuk, dan memasak ketupat/ lontong, sehingga hasil yang di peroleh benar-benar enak dan gurih rasanya.
Bagian keuangan akan di kontrol oleh satu orang kasir atau bendahara yang benar-benar mampu mengoprasikan mesin cashir dan mengerti jalannya arus kas keuangan bisnis sate ini, dan yang paling penting adalah sifat jujur dan amanah yang harus dimiliki oleh seorang bendahara. Agar bisnis ini bisa berjalan dengan baik, dengan tidak adanya kecurangan dalam mengoprasikan keuangan bisnis sate ini, serta memperoleh profit yang diinginkan.
Karyawan/pelayan untuk melayani para pembeli atau konsumen dibutuhkan tiga orang pelayan, yang memiliki sifat ramah terhadap pelangan, rajin, bekerja keras dan mampu berkomunikasi dengan baik kepada para konsumen/pelanggan. Sehinnga konsumen akan merasa puas dengan pelayanan yang kami berikan, dan bersedia menjadi pelanggan tetap kami.
SDM/karyawan harus memiliki tanggung jawab yang besar dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dan mau bekerja sama antara yang satu dengan yang lainnya. Agar membantu pemilik usaha dalam mencapai harapan dan tujuan yang ingin di capainya.
2.6.1 Analisis Kebutuhan Kompetensi SDM
Table 2-6. Analisis kebutuhan kompetensi SDM
Jabatan Tingkat pendidikan Pengalaman kerja Keterampilan khusus
Manager Amd/Sarjana Minimal 1 tahun • Mampu berkomunikasi dengan baik
• Jujur
Bendahara Amd/Sarjana Minimal 1 tahun • Mampu mengoprasikan computer
• Jujur
Koki SMK Minimal 2 tahun • Pintar memasak • Rajin, dan kreatif
• Harus memiliki keahlian khusus dalam meracik bumbu-bumbu sate
Pelayan SMA/Sederajat • Rajin
• Pekerja keras • Jujur
baik
• Memiliki sifat penyabar dan friendly
2.6.2 Rencana Pengembangan Usaha
Sate Nauli Sidempuan akan melakukan perluasan usaha dengan membuka cabang usaha di Carefour, agar usaha ini terus berkembang dan maju rencana penambahan fasilitas bermain untuk anak-anak akan di laksanakan, seperti; plosotan, ayunan, bola dunia, mandi bola dan lain-lain merupakan salah satu strategi yang bagus untuk menarik perhatian para konsumen, begitu juga dengan adanya tempat beribadah/ mushallah yang nyaman dan bersih, serta pelayanan yang baik dan ramah juga akan membuat para pelanggan merasa senang, dan puas. sehingga mereka tidak akan berpikir dua kali untuk datang kembali.
Strategi yang di gunakan untuk memasarkan Sate nauli Sidempuan ini dengan menyebarkan brosur-brosur kepada konsumen, membuat papan reklame pengumuman yang menarik, mudah dibaca dan enak di pandang, sehingga konsumen tertarik untuk mencoba sate padang nasional.
Untuk memberikan informasi tempat makanan yang enak dan berkualitas, cara ini lebih efisien untuk membantu meningkatkan usaha bisnis.
Keuangan bisnis akan di pegang oleh orang yang di percaya dan di anggap mampu untuk mengoprasionalkan keuangan bisnis ini, agar tidak terjadi kesalahan atau pun kecurangan dalam suatu bisnis atau organisasi.
2.7 Analisis Keuangan 2.7.1 Sumber Pendanaan
Tabel 2-7 Sumber Pendanaan
Uraian Persentase (%) Jumlah
A (c=a)
Modal Sendiri 30.000.000 30.000.000
Pinjaman 20.000.000 20.000.000
Jumlah (1+2) 50.000.000
2.7.2 Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi
Table 2-8. Kebutuhan Pembiayaan dalam 1 tahun
Uraian Jumlah
Persedian 65.000.000
Sewa Bangunan 7.500.000
Mesin/peralatan 6.775.000
Gaji karyawan 1.950.000
Biaya Pra Operasi 5.500.000
Angsuran pokok 20.769.000
Transport 12.000.000
Alat Tulis 1.500.000
2.7.3 RENCANA ARUS KAS (dalam jutaan rupiah)
Tabel 2-9 Rencana Arus Kas USAHA “SATE NAULI SIDEMPUAN”
UNTUK TAHUN 2012 Bln I Bln II Bln III Bln IV Bln V Bln VI Bln VII Bln VIII Bln IX Bln X Bln XI Bln XII A. PENERIMAAN Penerimaan Penjualan 0 22.500 17.500 19.000 16.900 17.500 18.500 18.000 18.900 20.000 23.500 25.000 Modal sendiri 30.000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Modal pinjaman 20.000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Sub Total Penerimaan 50.000 22.500 17.500 19.000 16.900 17.500 18.500 18.000 18.900 20.000 23.500 25.000 B. PENGELUARAN
Persedian 15.000 10.000 3.000 2.000 4.000 2.000 2.000 5.000 6.000 5.000 6.000 5.000
Sewa Bangunan 7.500 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Gaji karyawan 1.950 1.950 1.950 1.950 1.950 1.950 1.950 1.950 1.950 1.950 1.950 1.950 Biaya Pra Operasi 5.500 5.500 5.500 5.500 5.500 5.500 5.500 5.500 5.500 5.500 5.500 5.500
Angsuran pokok 1.733 1.733 1.733 1.733 1.733 1.733 1.733 1.733 1.733 1.733 1.733 1.733
Transpot 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000
Alat Tulis 250 50 150 20 180 120 50 50 120 150 30 180
Listrik, air, telepon 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Biaya pemasaran 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150
Sub Total Pengeluaran 39,958 20.483 13.583 12.603 14.613 12.553 12.483 15.483 16.551 15.583 16.463 15.613 C. SELISIH KAS 10,042 2.017 3.917 6.397 2.287 4.947 6.017 2.517 2.349 3.417 7.037 9.387 D. SALDO KAS AWAL 0 10,042 12,059 15,976 22,373 22,660 29,607 35,624 38,141 40,490 43,907 50,944 E.SALDO KAS AKHIR 10,042 12,059 15,976 22,373 24,660 29,607 35,624 38,141 40,490 43,907 50,944 60,331
2.7.4 Laporan Keuangan
Tabel 2-10 Proyeksi Arus Kas
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS 5 TAHUN KE DEPAN USAHA”Sate Nauli Sidempuan”
(dalam jutaan rupiah)
Proyeksi Aliran Kas Usaha (Berdasarkan proyeksi peningkatan proyek penjualan sebesar 10% per tahun)
Uraian Tahun
1 2 3 4 5
a.Sumber dana ( in flow ) 267.300.000 283.030.000 308.760.000 334.490.000 360.220.000
b. Penggunaan dana (Cash out flow)
205.969.000 213.616.200 223.788.400 233.960.600 244.132.800
c. Arus kas bersih (net flow = a – b) 61.331.000 69.413.800 84.971.600 100.529.400 116.087.200 d. Keadaan kas awal 0 61.331.000 130.744.000 215.715.600 316.245.000 e. Keadaan kas akhir (c + d) 61.331.000 130.744.000 215.715.600 316.245.000 432.332.200
2.8 Break Even Point
Break Even Point merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa lama modal yang dikeluarkan akan kembali.
Rumus :
Total Pendapatan = Total Pengeluaran (Harga Jual x Qty ) = Total Pengeluaran Estimasi dalam 1 bulan.
Asumsikan keuntungan rata-rata dalam per hari Rp 300.000,00
Rp 300.000,00 x 30 hari Rp 9.000.000,00 Biaya-biaya Pembelian barang Rp 2.600.000,00 Sewa bangunan Rp 625.000,00 Gaji pegawai Rp 1.950.000,00 Listrik Rp 200.000,00 + Rp 5.375.000,00 Laba bersih Rp 9.000.000,00 – Rp 5.375.000,00 = Rp 3.625.000,00 Modal awal : Rp 50.000.000 Laba bersih : Rp 3.625.000 Jadi perkiraan modal akan kembali yaitu :
Modal Awal
-
50.000.00 = 13,8 bulan Laba Bersih 3.625.000Biaya Variabel
Biaya Variabel merupakan biaya yang bertambah jika kuantitas penjualan atas suatu produk bertambah.
Biaya variabel pada bisnis Sate Nauli Sidempuan ini: 1. Beras 2. Daging 3. Lidi 4. Bumbu-bumbu 5. Air Biaya Tetap
Biaya Tetap merupakan biaya yang tetap dan tidak terpengaruh dengan kuantitas penjualan atas suatu produk.
Biaya tetap pada bisnis Sate Nauli Sidempuan ini: 1. Peralatan 2. Sewa Bangunan 3. Biaya Pemasaran 4. Biaya Listrik 5. Biaya Air 6. Biaya Telepon
2.8.1 Analisis Resiko Usaha
Resiko yang timbul sering kali diakibatkan Karena tidak adanya kepastian. Ketidakpastian ini diakibatkan karena adanya keraguan terhadap suatu hal dimasa depan atau kelemahan sebuah organisasi atau usaha dalam memprediksi masa depan usaha/ bisnis.
Ketidakpastian ekonomi dimasa yang akan datang menjadi salah satu factor penting yang dapat mempengaruhi proses berjalannya sebuah usaha/ bisnis. Seperti krisis ekonomi yang berkepanjangan dan kenaikan harga BBM, akan sangat mempengaruhi prilaku konsumen terhadap suatu organisasi/ bisnis.
Sebuah organisasi/ bisnis harus mewaspadai pengelolaan bisnis resiko operasional, yaitu resiko yang disebabkan kurangnya informasi atau system pngawasan internal yang bisa merugikan setiap organisasi/ bisnis. Resiko ini bisa terjadi disebabkan kesalahan manusiawi (human error), ketidakcukupan prosedur dan kontrol serta pengawasan internal pada setiap organisasi/ bisnis. Yang sering kali membuat suatu organisasi/ bisnis rugi dan hancur.
2.8.2 Resiko Usaha
1. Resiko bersaing, banyaknya pesaing yang menjual makanan yang sama,
2. Harga bahan baku yang tidak stabil, 3. Gagal dalam memproduksi ketupat,
4. Bahan baku makanan tidak tahan lama, 5. Makanan tidak habis terjual,
2.8.3 Antisipasi resiko usaha
1. Kami akan membuat makanan dengan rasa yang khas, sehingga rasanya akan berbeda dengan penjual atau pesaing lainnya.
2. Untuk bahan baku kami akan membeli dan mencari bahan baku yang murah, tapi tidak menguragi kualitas bahan baku.
3. Kami akan menekankan kepada koki untuk lebih meningkatkan kualitas makanan.
4. Untuk bahan baku yang tidak tahan lama, maka kami akan menyediakan mesin pendingin atau kulkas agar bahan baku tetap segar dan tahan lama.
5. Bagi makanan yang masih bisa disimpan akan dsimpan untuk di jual esok hari, dan makanan yang tidak mungkin disimpan lagi maka akan di berikan secara cuma-cuma kepada karyawan.
6. Kami akan memberikan peringatan bagi karyawan yang menyalahi aturan yang telah ditetapkan.