Lampiran 1.
Tabel Daftar Nama Biara/Situs dan Nama Daerah Administrasi
No Nama Biara/situs Desa/ Kalurahan Kecamatan Kabupaten
1 Aek Haruaya Aek Haruaya Portibi Pdnglawas Utara
2 Aek Korsik Aek Tolong Padangbolak Pdlawas Utara 3 Aek Sangkilon Sangkilon Lubuk Barumun Padanglawas 4 Aek Tolong
Huta Jae
Aek Tolong Padangbolak Pdlawas Utara 5 Batu Gana Batu Gana Padangbolak Julu Pdnglawas Utara
6 Bahal I Bahal Portibi Pdlawas Utara
7 Bahal II Bahal Portibi Pdlawas Utara
8 Bahal III Bahal Portibi Pdlawas Utara
9 Biaro Bara Bara Portibi Pdlawas Utara
10 Biaro Pulo Bahal Portibi Padnglawas Utara
11 Biaro Si Pamutung
Siparau Barumun
Tengah
Padanglawas 12 Tandihat I Tandihat Barumun Tengah Padanglawas 13 Tandihat II Tandihat BarumunTengah Padanglawas 14 Tandihat III Tandihat Barumun Tengah Padanglawas
15 Gunung Tua Ibu Kota Ibu Kota Pdlawas Utara
16 Lobu Dolok Aek Tolong Padangbolak Pdlawas Utara 17 Makam Keramat
Jiret Mertuah/ Pageran Bira
Pageran Bira Jae Sosopan Padanglawas
18 Manggis Manggis Batang Lobu Sutam Padanglawas 19 Nagasaribu Bangun Purba Padangbolak Pdnglawas Utara 20 Padang Bujur Padangbujur Padangbolak Julu Pdlawas Utara 21 Porlak Dolok Pagaran Bira Sosopan Pdlawas Utara
22 Rondaman Tanjungbangun Portibi Pdlngawas Utara
23 Si Soldop Tanga-Tanga Hambeng
Padangbolak julu Pdlawas Utara 24 Sitopayan I & II Sitopayan Portibi Pdnglawas Utara 25 Tor Na Tambang/
Mangaledang
Mangaledang Godang
Tabel Daftar Nama dan Koordinat Biara/Situs
No Nama Biara/Situs Lintang Selatan Bujur Timur
1. Aek Haruaya 01 27 45 99 39 06
2. Aek Korsik 01 27 26 99 32 13
3. Aek Sangkilon 01 07 10 99 45 20
4. Aek Tolong Huta Jae 01 28 08 99 32 25
5. Batu Gana 01 27 35 99 28 35
6. Biaro Bahal I 01 24 33 99 43 36
7. Biaro Bahal II 01 24 18 99 44 04
8. Biaro Bahal III 01 24 21 99 43 49
9. Biaro Bara 01 24 27 99 42 21 10. Biaro Pulo 01 24 42 99 43 20 11. Si Pamutung 01 23 36 99 45 07 12. Tandihat I 01 22 25 99 45 12 13. Tandihat II 01 22 41 99 45 20 14. Tandihat III 01 22 59 99 45 30 15. Gunung Tua 01 29 40 99 37 09 16. Lobu Dolok 01 28 22 99 32 40
17. Makam Keramat Jiret Mertuah/Pagaran Bira 01 06 54 99 36 49 18. Manggis 00 56 08 99 59 26 19. Nagasaribu 01 24 07 99 35 48 20. Padang Bujur 01 25 46 99 30 70 21. Porlak Dolok 01 04 20 99 39 40 22. Rondaman 01 26 15 99 41 10 23. Si Soldop 01 29 21 99 30 43 24. Sitopayan I dan II 01 28 59 99 38 23 25. Tor Na Tambang /Mangaledang 01 24 89 99 38 78
Tabel Daftar Ketinggian Biara/Situs
No Nama Biara/Situs Ketinggian (m)
1. Situs Aek Haruaya 70
2. Aek Korsik 130
3. Aek Sangkilon 136
4. Aek Tolong Huta Jae 162
5. Batu Gana 130 6. Bahal I 71 7. Bahal II 60 8. Bahal III 56 9. Bara 71 10. Pulo 75 11. Si Pamutung 65 12. Tandihat I 70 13. Tandihat II 99 14. Tandihat III 62 15. Gunung Tua 114 16. Lobu Dolok 240
17. Makam Keramat Jiret Mertuah/Pagaran Bira 289 18. Manggis 143 19. Nagasaribu 113 20. Padang Bujur 114 21. Porlak Dolok 208 22. Rondaman 58 23. Si Soldop 190 24. Sitopayan I dan II 93 25. Tor Na Tambang/ Mangaledang 90
Tabel Daftar Nama Biara/Situs dan Jarak Dari Sungai
No Nama Biara/Situs Jarak Dari Sungai (m)
Nama Sungai
1. Aek Haruaya 200 Batang Pane
2. Aek Korsik 150 Sirumambe
3. Aek Sangkilon 20-30 Sangkilon
4. Aek Tolong Huta Jae 5000 Sirumambe
5. Batu Gana 100 Sirumambe
6. Bahal I 50 Batang Pane
7. Bahal II 100 Batang Pane
8. Bahal III 350 Batang Pane
9. Biara Bara 2000 Sirumambe
10. Pulo 200 Batang Pane
11. Si Pamutung 400 Barumun – Pane
12. Tandihat I 300 Barumun
13. Tandihat II 380 Barumun
14. Tandihat III 20 Barumun
15. Gunung Tua 250 Batang Pane
16. Lobu Dolok 500 Panantanan
17. Makam Keramat Jiret Mertuah /Pagaran Bira
200 Sorimangapu
18. Manggis 100 Sutam
19. Nagasaribu 200 Sirumambe
20. Padang Bujur 200 Sirumambe
21. Porlak Dolok 800 Barumun
22. Rondaman 200 Batang Pane
23. Si Soldop 5000 Sirumambe
24. Sitopayan I dan II 150 Batang Pane 25. Tor Na Tambang/
Mangaledang
Tabel Daftar Nama Prasasti N
o
Nama Prasasti Waktu Asal Aksara Bahasa
1 Gunung Tua 30 Maret 1039
Gunung Tua Jawa Kuna Jawa Kuna 2 Batu Gana I Abad XII Batu Gana,
Padangbolak
Jawa Kuna Jawa Kuna
3 Batu Gana II Batu Gana,
Padangbolak
Batak Kuna Angkola 4 Sitopayan I 1157 S =
1235 M
Baiara Sitopayan
Batak Kuna Batak
Melayu Kuna 5 Sitopayan II 1157 S =
1235 M
Biara Sitopayan
Batak Kuna Batak-Melayu Kuna
6 Tandihat I Abad 13 Biara Tandihat II Devanagari Sanskrta 7 Tandihat II Abad 13 Biara Tandihat II Jawa Kuna Jawa Kuna
8 Raja Soritaon Makam
Padangbujur
Batak Kuna Batak Kuna 9 Lobu Dolok I Lobu Dolok Batak Kuna Batak Kuna 10 Lobu Dolok II Lobu Dolok Batak Kuna Batak Kuna 11 Lobu Dolok III Lobu Dolok Batak Kuna Batak Kuna 12 Sangkilon Abad 14 Sangkilon Devanagari Sanskrta 13 Porlak Dolok Abad 14 Porlak Dolok Jawa Kuna Jawa Kuna
Tabel Daftar Flora
No Nama Indonesia/Lokal Nama Latin
1 Balaka/Balangka Phyllanthus emblica L. 2 Kelapa/Mapa/Harambir Cocos nucifera
3 Bamboo/Bulu Bambusa spinosa, Giganthochloa apus, Dendrocalamus asper
4 Enau/Aren/Bagot Arenga pinnata 5 Pinang/Pining Arecca catecu
6 Mangga Kueni Mangifera adorata, mangifera indica
7 Pisang Musa paradisiacal
8 Karet/Gota/Hapea Ficus elastic
9 Kopi Coffea Arabica
10 Kapuk Ceiba pentandra
11 Jior/Juar Cassia siamea Lam.
12 Hapadan Macaranga sp.
13 Haloban/Aloban Vitex pubescens 14 Jelutung/Goti Dyena costulata 15 Mayang/Kelapa Cocos nucifera 16 Jati/Hayu Jati Tectona grandis L 17 Kelapa Sawit Elaeisguineensis
18 Jarak Ricinus communis L
19 Blimbing Wuluh Averrhoa bilimbi L
20 Nangka Artocarpus heterophyllus
21 Rumput Gajah /Rupput Pennisetum purpureum 22 Ibus/Pandan Duri Pandanus tectorius 23 Bunga Bangkai Rafflesia arnoldi
24 Karet Haveabrassi liensis
25 Meranti Dipterocarpaceae
26 Alang-alang Imperata cylindrical 27 Karamunting Rhodomyrtus tomentosa
28 Galoga Sacharum spontaneum
29 Jengkol Pithecelobium jiringa
30 Sukun Artocarpus communis
31 Durian Belanda Annona muricata
32 Ibus Corypha elata
33 Kapuk Randu Ceiba petandra
34 Capot Macaranga gigantean
35 Lontar Borassus flabelifer
39 Kembang bangkai Amorphopallus sp. 40 Beringin/haruaya Ficus benyamina Sumber : Vita: 2010
Lampiran 7.
Tabel Daftar Fauna No Nama Indonesia/
lokal
Nama latin Keterangan
1 Babi hutan Sus scrofa tidak dilindungi
2 Kancil Tragulus dilindungi
3 Musang Paradoxurus hermaphroditus tidak dilindungi 4 Musang kesturi Viverra Zibetha tidak dilindungi
5 Rusa Cervus equunus dilindungi
6 Lutung Phytecus pyrrahus dilindungi
7 Kelelawar/kalong Pterocarpus edulis tidak dilindungi
8 Biawak Varanus tidak dilindungi
9 Gajah Elephas indicus dilindungi
10 Harimau Sumatera Panthera tigris sumatrae dilindungi
Sumber : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Gambar Kondisi Biara Sitopayan I dan II pada tahun 1920
kelapa sawit Biara Bahal I Pohon Balaka (Phyllanthus emblica) pagar keliling
Gambar jembatan di atas Sungai Barumun
Gambar bentuk pengerusakan bangunan bata oleh manusia
KUESIONER PENELITIAN
Responden yang terhormat, kiranya bersedia mengisi kuesioner ini. Kontribusi Anda dalam mengisi kuesioner ini sangat kami hargai dan akan kami gunakan sebagaimana mestinya. Terima kasih atas kerjasama yang diberikan.
JUDUL PENELITIAN :
MODEL PENGELOLAAN EKOMUSEUM
DALAM KERANGKA PEMANFAATAN KAWASAN PADANGLAWAS Ringkasan
Kawasan Padanglawas merupakan salah satu tinggalan budaya yang terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan yang potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai objek dan daya tarik wisata. Tinggalan budaya dapat berupa 25 biara dan situs serta sumber daya alam berupa hutan kerangas, sungai, padang, klimatologi, flora dan fauna yang khas, tradisi yang tangible.
Dalam konteks studi tentang manajemen pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, keberadaan kawasan Padanglawas, makam-makam kuna, flora-fauna, masyarakat yang ada di sekitar Kawasan Padanglawas merupakan sumber daya lingkungan yang sudah membentuk satu kesatuan dalam ruang. Pemilihan tempat untuk lokasi suatu bangunan biara beserta lingkungannya mempertimbangkan potensi sumberdaya alam. Oleh karena sebaran situs biara berkorelasi kuat dengan pola sebaran potensi sumberdaya alam. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Lingkungan Hidup nomor 32 Tahun 2009 Tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dimana dalam Pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup.
Kawasan Padanglawas sekarang sudah menjadi suatu ODTW (Obyek dan Daya Tarik Wisata) di daerah Kabupaten Pandang Lawas dan Padang Lawas Utara dan masyarakat setempat belum dilibatkan secara aktif dan kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat setempat akibat tidak siapnya masyarakat setempat menerima arus wisatawan dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata. Padahal potensi sumber daya yang ada sangat potensial dan dikembangkan untuk kegiatan pariwisata.
Berkaitan dengan topik penelitian yang akan dilaksanakan maka penelitian dibatasi pada pemanfaatan pariwisata di sekitar Kawasan Padanglawas, sedangkan permasalahan yang akan diteliti dibatasi pada masalah potensi sumber daya lingkungan, baik sumber daya fisik, biotis, maupun budaya.
1. Nama Responden ... 2. Agama :... 3. Umur : ... tahun
4. Jenis Kelamin : Laki-laki Wanita
5. Alamat sekarang (Desa, Kecamatan, Kota/Kabupaten) : ... 6. Asal (Kecamatan, Kota/Kabupaten) : ...
7. Lokasi di dekat Candi ... 8. Tahun berapa mulai tinggal di alamat sekarang : ... 9. Pendidikan Terakhir SD SMP SLTA/SMU D3 Perguruan Tinggi (Sarjana) Lainnya (sebutkan : ……… 10. Pekerjaan Utama :
Perkebunan Karyawan Swasta Wiraswasta
Petani Pengrajin Lain-lain ………
(sebutkan) PNS/TNI/Polri Pegawai/Karyawan
Swasta B KONDISI SOSIAL – EKONOMI
11. Pendapatan Pokok per bulan Rp : ... 12. Tingkat pengeluaran rata-rata per bulan
<Rp. 600.000,- Rp. 1.250.000,- s/d Rp. 2.000.000,- > Rp. 3.000.000,- Rp. 600.000,- s/d Rp. 1.200.000,- Rp. 2.100.000,- s/d Rp. 3.000.000,-
13. Apakah anda mempunyai mata pencaharian lain selain mata pencaharian pokok (pekerjaan sampingan)?
Ya Tidak
Apabila ya, tolong sebutkan pekerjaan tersebut :
………, sudah berapa lama ? : ... tahun 14. Berapa pendapatan sampingan Anda per bulan ?
< Rp. 500.000,- Rp. 1.050.000,- s/d Rp. 1.500.000,- > Rp. 2.000.000,- Rp. 500.000,- s/d Rp. 1.000.000,- Rp. 1.550.000,- s/d Rp. 2.000.000,-
15. Apakah anda mengetahui bahwa Kawasan Padanglawas merupakan situs purbakala ?
Ya tidak
Tidak,…mengapa ? (sebutkan alasannya) : ………
17. Bagaimana persepsi Anda terhadap pengelolaan Kawasan Padanglawas dan perkembangannya dewasa ini ?
Belum mampu meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi
Pengelolaan terus ditingkatkan
Mampu meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi
Pengelolaan Buruk
Pengelolaan cenderung tidak berubah
18. Apakah Anda melihat adanya perkembangan pengelolaan Kawasan Padanglawas ?
Ya… mengapa ? (sebutkan alasannya) : ……… Tidak,…mengapa ? (sebutkan alasannya) : ……… 19. Apakah kesejahteraan ekonomi Anda meningkat dengan adanya aktivitas
pariwisata di Kawasan Padanglawas ?
Meningkat Tidak Meningkat Berkurang/Tidak Lebih Baik 20. Apakah anda merasa lebih/semakin leluasa dalam mencari penghasilan di
sekitar Kawasan Padanglawas ?
Ya… mengapa ? (sebutkan alasannya) : ……… Tidak,…mengapa ? (sebutkan alasannya) : ……… 21. Bagaimana peran pemerintah setempat dalam rangka memanfaatkan
Kawasan Padanglawas bagi masyarakat ?
Tidak Ada Cukup Tidak tahu
C. KONDISI SOSIAL – BUDAYA
22. Bagaimana perkembangan kerukunan antar tetangga dengan adanya kegiatan Pariwisata di Kawasan Padanglawas ?
Semakin akrab Semakin individual Terbentuk
kelompok-kelompok/Paguyuban
Tidak ada bedanya dengan dahulu (tetap)
23. Apakah ada wadah kelompok/perkumpulan/organisasi kemasyarakatan di wilayah tempat tinggal anda ?
Ya Tidak
kesenian
keamanan pertanian lain-lain sebutkan ………… 25. Apakah anda menjadi anggota kelompok/perkumpulan/organisasi tersebut? Ya Tidak Apa alasannya (sebutkan) ? ……… 26. Apakah di wilayah tempat tinggal anda masih sering dilakukan upacara adat/
kesenian tradisional ? Ya Tidak
27. Kalau ya, seberapa sering upacara tersebut dilakukan dalam setahun ? 1 x 2 x 3 x > 3x
28. Apakah upacara tersebut melibatkan wisatawan/pengunjung dari luar desa ? Ya Tidak
29. Apakah anda pernah mengalami pergantian mata pencaharian dalam kurun 15 tahun terakhir ?
Ya Tidak Apa alasannya (sebutkan) ? ……… 30. Apakah anda merasa terganggu dengan adanya kegiatan pariwisata di sekitar
Kawasan Padanglawas ?
Ya Tidak Jika ya, dalam hal apakah bentuk gangguan tersebut ……….
31. Apakah anda pernah mengalami relokasi (pemindahan) tempat tinggal, akibat pengembangan Kawasan Padanglawas ?
Ya Tidak
32. Adakah kontribusi potensi pariwisata Kawasan Padanglawas sebagai salah satu obyek wisata bagi masyarakat setempat maupun bagi daerah ?
Ya Tidak
33. Adakah nilai – nilai budaya di Kawasan Padanglawas mengalami kemesrosotan ?
Ya Tidak
34. Adakah inisiatif masyarakat setempat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan di wilayah sekitar obyek wisata ?
Ya ada Tidak ada
35. Adakah kearifan lokal yang berkembang berkaitan dengan pelestarian di Kawasan Padanglawas ?
Ya Tidak
36. Adakah kegiatan masyarakat setempat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup, selain dari pemanfaatan Kawasan Padanglawas ?
38. Tahukah anda tentang bentuk Kebijakan atau regulasi yang berkaitan dengan pemanfaatan obyek dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai penerima manfaat (pemberdayaan masyarakat lokal) ?
Ya Tidak
39. Adakah manfaat yang sudah dirasakan masyarakat dari adanya kebijakan/regulasi tersebut ?
Ya Tidak
40. Adakah bentuk-bentuk pelibatan masyarakat dalam rangka melaksanakan pelestarian dan pemanfataan Kawasan Padanglawas ?
Ya Tidak
41. Adakah wujud peran serta pemerintah setempat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Kawasan Padanglawas ?
Ya ada Tidak ada
42. Adakah kebijakan konservasi berbasis masyarakat (bertumpu dan mengacu pada peningkatkan kapasitas dan ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar) ?
Ya Tidak
43. Adakah kegiatan masyarakat setempat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup, selain dari pemanfaatan Kawasan Padanglawas ?
Ya Tidak
D PERBANDINGAN KONDISI SEBELUM DAN SESUDAH DIMANFAATKAN SEBAGAI PARIWISATA
Berilah tanda (X) pada jawaban yang Anda pilih !
< (Sebelum) 1991 1991 – Sekarang 0 = tidak tahu 1 = sangat buruk 2 = buruk 3 = cukup 4 = baik 5 = sangat baik
Aktivitas 0 = tidak tahu
1 = sangatburuk 2 = buruk 3 = cukup 4 = baik 5 = sangat baik 0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5
1. Aktivitas kepariwisataan di Kawasan Padanglawas
Sekarang 0 = tidak tahu 1 = sangat buruk 2 = buruk 3 = cukup 4 = baik 5 = sangat baik
Aktivitas 0 = tidak tahu
1 = sangatburuk 2 = buruk 3 = cukup 4 = baik 5 = sangat baik 2. Sosialisasi program pengembangan
terkait dengan Kawasan Padanglawas 3. Manfaat Kawasan Padanglawas secara
sosial ekonomi bagi warga sekitar 4. Dampak terhadap sosial budaya
pengembangan Kawasan Padanglawas 5. Dapatkah status keberadaan Kawasan
Padanglawas sebagai Warisan Dunia 6. Kelayakan Kawasan Padanglawas sebagai
daya tarik wisata internasional
7. Nilai-nilai edukasi, budaya, dan sejarah 8. Dampak kunjungan wisataan pendapatan
masyarakat
9. Pengembangan Kawasan Padanglawas 10. Pembangunan sarana dan prasarana yang
disebabkan oleh pengembangan Kawasan Padanglawas
11. Nilai-nilai sosial kemasyarakatan pada warga sekitar Kawasan Padanglawas 12. Fasilitas dan lokasi untuk usaha di
lingkungan Kawasan Padanglawas 13. Program-program pemberdayaan
masyarakat di sekitar Kawasan Padanglawas
14. Program-program pemberdayaan bagi UKM di Kawasan Padanglawas
15. Keterlibatan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja pada pengelolaan Kawasan Padanglawas
Sekarang 0 = tidak tahu 1 = sangat buruk 2 = buruk 3 = cukup 4 = baik 5 = sangat baik
Aktivitas 0 = tidak tahu
1 = sangatburuk 2 = buruk 3 = cukup 4 = baik 5 = sangat baik 16. Partisipasi dan atensi masyarakat dalam
menjaga kelestarian Kawasan Padanglawas
17. Kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar Kawasan Padanglawas
18. Status pengamanan Kawasan
Padanglawas oleh warga masyarakat 19. Kebersihan atau keterawatan Kawasan
Padanglawas sebagai ODTW 20. Adanya atraksi wisata di Kawasan
Padanglawas
44. Menurut Anda apa yang harus dilakukan terhadap Kawasan Padanglawas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar
……… ……… ……… ……… ………..
45. Berikan komentar/saran/kritik/ atau pendapat yang berkaitan dengan Kawasan Padanglawas, baik negatif ataupun positif.
Model Pengelolaan Warisan Budaya di Indonesia Periode Kolonial 1901 sampai dengan 1945 Artefak Sentris Laporan Ilmiah; Casting; Dokumentasi; Restorasi Oudkundige Dienst Kepentingan Akademis
Model Pengelolaan
Sumber Daya Arkeologi Tahun 1999 - sekarang
Kepentingan Ideologis Nilai; Simbol; dan Unsur Local Genius Laporan Penelitian dan Terbitan Lembaga
Arkeologi ArtefakSitus
Wilayah Casting; Dokumentasi Restorasi Masyarakat Museum dan Situs Kepentingan Akademis Infra Struktur Lainnya Kepentingan Ekonomis
Lampiran 21
Tabel Kronologis Penelitian di Kawasan Padanglawas
No Nama peneliti Tahun Uraian Penelitian
1. Franz Junghun 1846 - Peneliti geologi di Kawasan Padanglawas
2. H. von Rosenberg 1854 - Pelakukan perjalanan ke Padanglawas terutama ke biara Tandihat I
3. van Stein Callenfels 1920 - melakukan perjalanan ke Padanglawas dan menanggapi laporan inventarisasi benda kuna
- Temuan makara dan arca singa yang di simpan kantor kontrolir.
- menemukan prasasti Sitopayan I dan II 4. N.J. Krom 1925 - menyebutkan ’on javaansch’ bagi
tinggalan budaya di Kawasan Padanglawas
5. Van Stein Callenfels 1925 - denah biaro Sitopayan, Bahal I, II, dan III
6. F.D.K. Bosch 1930 - meninjau biaro Sitopayan dan Biaro Bahal I.
- menemukan arca bodhisatwwa - arca wanita dari perungu - temuan arca Heruka di Bahal I 7. F.M. Schnitger 1937 - menemukan arca Vairocana
- menemukan prasasti Tandihat i - biaro-biaro dibangun pada sekitar
abad ke-12 8. Satyawaty Suleiman 1954
dan 1976
- menggunakan istilah ’Hindu Batak’ untuk hasil budaya di Kawasan Padanglawas
- biaro dibangun pada abad ke-11-14 berdasarkan prasasti 9. Tim Lembaga Purbakala 1973 dan 1975
- deskripsi bangunan di Padanglawas
10. Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
1993 - sungai Barumun dan Batang Pane telah mengalami perubahan karena
dan Pemda Tk I Propinsi Sumut
tinggalan budaya di Padanglawas.
12. Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
1994 - menampakan bentuk dan ukuran denah biaro Tandihat II
13. Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
1995 - sisa pemukiman di luar Tandihat II, sisi timur laut ’tembok’ keliling bangunan 14. Sukowati Susetyo 2001 - sisa pemukiman di biaro Si Pamutung
berada di dalam areal benteng tanah yang mengelilingi kompleks. 15. Sukowati Susetyo
dkk
2004 - pemukiman kuna di Biaro Mangaledang
16. Daniel Perret dkk 2007 - Situs pemukiman seluas minimal 30 hektar dan situs menghasilkan banyak pecahan keramik asal Tiongkok dari abad ke-10 hingga awal abad ke-14. 17. Vita 2010 - lingkungan tumbuhan masa lalu
merupakan ekosistem hutan hujan tropik tanah rendah dengan berbagai jenis tumbuhan yang beranekaragam. - kemiri (Aleurites moluceana)
merupakan salah satu hasil komoditi wilayah Padanglawas untuk
diperdagangkan.
18. Sukowati Susetyo 2010 - stambha yang ada di Kawasan Padang-lawas merupakan bentuk variasi stupa 19. Muh. Fadhlan S.
Intan
2010 - hasil analisis menunjukan bahwa lokasi sumber bahan baku batupasir untuk pembuatan bangunan berasal dari sekitar biara Si Pamutung atau dalam wilayah Kawasan Padanglawas. - hasil analisis mineralalogi terhadap
sampel bata, lempung, dan pasir, dapat disimpulkan bahwa bahan bakunya berasal dari sekitar Sungai Barumun yang mengalir di sekitar biara Si Pamutung
Tabel Jarak Antar Biara/situs Diambil dari Bahal I
No Nama Biara/Situs Ke biara/situs jarak arah
1. Bahal I Bahal II 1 km tenggara
2. Bahal I Bahal III 500 m tenggara
3. Bahal I Pulo 600 m barat laut
4. Bahal I Si Pamutung 3,2 km tenggara
5. Bahal I Bara 2,3 km barat
6. Bahal I Tandihat III 4,3 km tenggara
7. Bahal I Tandihat II 4,6 km tenggara
8. Bahal I Tandihat I 4,8 km tenggara
9. Bahal I Sitopayan I dan II 12,6 km barat laut 10. Bahal I Aek Haruaya 10,2 km barat laut
11. Bahal I Rondaman 5,5 km barat laut
12. Bahal I Mangaledang 8,2 km barat laut
13. Bahal I Gunung Tua 15,3 km barat laut
14. Bahal I Nagasaribu 14,5 km barat
15. Bahal I Manggis 59,5 km tenggara
16. Bahal I Aek Sangkilon 37,5 km selatan 17. Bahal I Porlak Dolok 34,5 km selatan 18. Bahal I Padang Bujur 23,3 km barat laut
19. Bahal I Aek Korsik 21,9 km barat laut
20. Bahal I Aek Tolong Huta Jae 22,5 km barat laut
21. Bahal I Lobu Dolok 21,5 km barat laut
22. Bahal I Si Soldop 25,2 km barat laut
23. Bahal I Batu Gana 28,7 km barat laut
Anonim. 1985. Prasasti Koleksi Museum Nasional. Jakarta : Proyek Pengembangan Museum Nasional Anonim. 1999, Agenda 21 Indonesia, Strategi Nasional Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta :
Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup.
Anonim. 1997. Sustainable Development - Theory and Practice dalam Adobe Acrobat Document -[pn091 .pdf] dan http://parliament.uk/post/home.htm
Alikondra, Hadi S., 2002. Tipologi Lingkungan Hutan, dalam makalah disampaikan pada Pelatihan Penyusunan Amdal B Pusat Sumberdaya Manusia dan Lingkungan. Jakarta: Universitas Indonesia (belum diterbitkan).
---. 2006. Pengembangan Institusi Lingkungan Hidup. Bogor : Fakultas Kehutanaan Institut Pertanian Bogor
Archarya, Prasanna Kumar. 1927. Indian Architecture According to Mānasara –Śilpaśāstra. London : Oxford University Press
---. 1933. Architecture of Mānasara. London : Oxford University Press
Asdak, C. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Berner Kempers, A.J. 1956. Ancient Indonesian Art. Amsterdam : van der Peet
Boechari. 1977. Candi dan Lingkungannya, dalam Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia VII (2) . Jakarta : UI, Hal. 89 – 114.
---1983. Hirarki Politis dan Teritorial dalam Tafsiran Arkeologi, makalah disampaikan dalam Pertemuan Arkeologi III. Jakarta : Puslitarkenas
Bosch, FDK. 1930 ; Verslag van door Sumatra, dalam Oudheidekundige Verslag (OV). Bosch, FDK & Schnitger. 1936. Oudheidkundige Vondsten in Padanglawas.
Brandes, J.L.A. 1913. Oud Javaansche Oorkonden. Nagelaten Transscripties. ‘s Hage : M. Nijhof. Busby, Graham. 2003. The Concept of Sustainable Tourism within the Higher Education : A British Case
Study. Dalam Jurnal Of Hospitality, Leisure, Sport and Tourism Education. Vol. 2 No. 2 dalam Adobe Acrobat Document - [0057.pdf}
Chambers, Robert. 1996. PRA Participatory Rural Appraisal. Memahami Desa Secara Partisipatif. Yogyakarta : Kanisius
Damanik Janianton dkk (ed). 2005. Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pariwisata. Yogyakarta : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada dan Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia.
Ford, Andrew. 1973. Modeling The Environment An Introduction to System Dynamics Model of Environmental Systems. Washington DC : Island Press
Giere, Ronald. N. 1979. Understanding Scientific Reasoning. New York : Holt, Rinehart and Winston Grim, John A dan Mary Evelyn Tucker. 2003. Agama, Filsafat, & Lingkungan Hidup. Yogyakarta :
Kanisius
Hadinoto, Kusudianto, 1996. Perencanaan Pengambangan Destinasi Pariwisata, Jakarta : UI Press Hall, A.S. Charles (ed). 1977. Ecosystem Modeling in Theory and Practice, New York : John Wiley +
Sons
Hardjasoemantri, Koenadi, 1997, Hukum Tata Lingkungan, Yogyakarta : Gadjah Mada Universiy Press Hendrie Adji Kusworo dan Sotya Sasongko. 2004. Pengelolaan Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW)
yang berkelanjutan : Sebuah Utopi ? Dalam Menuju Paradigma Baru Pariwisata Indonesia. Yogyakarta : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada.
Hidayati, Deny, dkk. 2003. Ekowisata Pembelajaran dari Kalimantan Timur. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kependudukan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Janianton Damanik dkk (Editor) . 2005. Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pariwisata. Yogyakarta : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indnesia.
Jhamtani Hira & Hariadi Kartodiharjo (penyunting). 2006. Politik Lingkungan dan Kekuasaan di Indonesia : Jakarta – Singapura : Equinox
Jones, Antoinette M. Barret. 1984. Early Tenth Century Java from the Inscriptions. Dordrecht- Holland : Foris Publications
Kahveci Gulzake, Kenan OK and Ersin Yylmaz. 2005. Ecototurism an SD of Forest and Forest Villagers in Turkey. Diambil dari F:\Ecotorism and Sust. D of Forest Villagers in Turkey.htm diakses November 2006.
Keraf, Sonny. A. 2002. Etika Lingkungan. Jakarta : Kompas
Kern, H. Twee Buddhistiche inscriptie van Sumatra nader verklaard, uit ± 900 A.D. en 946 Çãka, dalam Verspriede Geschreiften zevende Deel. ’s-Gravenhage : Martinus Nijhoff
Koesnadi, Hardjasoemantri. 1997. Hukum Tata Lingkungan. Yogyakarta : Gadjah Mada Universitas Press.
Koestoro, Lucas Partanda, dkk. 2001. Biaro Bahal, Selayang Pandang. Medan : Maparasu
Koestoro, Lucas Partanda . 2004. "Pemberdayaan Benda Cagar Budaya Dalam Kepariwisataan di Sumatera Utara", dalam Berkala Arkeologi: Sangkhakala, Medan; Balai Arkeologi Medan, 2004.
Kusumohartono, Bugie M.H. 1986. Pemahaman tentang Analisis Geografi Keruangan dan pemanfaatannya bagi Telaah Arkeologi, dalam Berkala Arkeologi VII (1) : 70 – 86. Yogyakarta : Balai Arkeologi Yogyakarta
Kramrisch, Stella. 1946 . The Hindu Temple. Calcutta : University of Calcutta Lubis, H. Syahmerdan. 1997. Adat Hangoluan Mandailing.
Mitchell, Bruce, dkk. 1997. Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Muhammadi. 2001. Analisis Sistem Dinamis Lingkungan Hidup, Sosial, Ekonomi, Manajemen. Jakarta : UMJ Press
Mundardjito. 1990. Metode Penelitian Permukiman Arkeologi, dalam Edy Sedyawati et.al, Monumen, 19-31. Depok : Lembaran Sastra Fakultas Sastra Universitas Indonesia
---, 1995, Pendekatan Integratif dan Partisipatif Dalam Pelestarian Budaya, Jakarta: FS Universitas Indonesia
---. 2002. Pertimbangan Ekologis Penempatan Situs Masa Hindu-Buda di Daerah Yogyakarta. Jakarta : Wedatama Widya Sasatra dan Ecole Francaise D'extreme-Orient.
Mulyadi & Setiawan, Johny. 1999. Sistem Perencanaan & Pengendalian Manajemen. Yogyakarta : UGM
Kompas
Nuryanti, Wiendu, 1997, Perencanaan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan, Makalah dalam Pendidikan dan Pelatihan Mengenai Dampak Lingkungan, Kerja Sama Antara Deparpostel dan PUSPAR UGM, Yogyakarta
Nasikun. 1970. Sebuah Pendekatan Untuk Mempelajari Sistem Sosial Indonesia, Yogyakarta: Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada.
---. 1997. Model Pariwisata Pedesaan : Pemodelan Pariwisata Pedesaan Untuk Pembangunan Pedesaan yang Berkelanjutan, dalam Myra P. Gunawan (ed), Perencanaan Pariwisata Berkelanjutan. Bandung: ITB
---. 1997. "Globalisasi Dan Pembangunan Pariwisata Berbasis Komunitas" dalam Pengusahaan Ekowisata. Mukhlison dan Frederich C. (ed). Yogyakarta : Fakultas Kehutanan UGM, Pustaka Pelajar dan Unit Konservasi Sumberdaya Alam DIY.
Nasution, Pandapotan. 2001. Acara Mangupa di Mandailing, Angkola, Siprirok dan Padanglawas. Medan : Yayasan Pasarrimpuan ni Tondi
Oduan. 1970. Dasar Ekologi
Peraturan Pemerintah RI Nomor 10 Tahun 1993 Tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya. Jakarta : Direktorat Jendral Kebudayaan Depdikbud. Pigeaud, Th. G.TH. 1960-1963. Java in The 14th Century : A Study in Cultural History. The Hague :
Martinus Nijhoff.
Pitana, I Gde, dan Putu G. Gayatri. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta : Andi
Putra, Ida Bagus Wyasa, dkk. 2003. Hukum Bisnis Pariwisata. Bandung : PT Refika Aditama
Rita Margaretha Setianingsih. 2002. Prasasti Koleksi Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara. Medan : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Museum Negeri Sumatera Utara.
Rita Margaretha Setianingsih, dkk. 2003. Prasasti Dan Bentuk Pertulisan Di Wilayah Kerja Balai Arkeologi Medan. Medan : Balai Arkeologi Medan
Rao, T.A. Gopinatha. 1971. Hindu Iconography. India : Indological Book House
Rumbi Mulia. 1980. The Ancient Kingdom of Pannai and The Ruins of Padang Lawas. Bulletin of The Research Center of Archaeology of Indonesia No. 14. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
——-————1976. Survei Sumatra Utara. Berita Penelitian Arkeologi No. 4. Jakarta : Proyek Penelitian Purbakala.
Satriago Handry. 1996 : Himpunan Ilstilah Lingkungan Untuk Manajeman. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Satyawati Suleiman. 1985. Peningalan-peninggalan Purbakala di Padanglawas. Amerta No. 2. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
Schnitger, F.M. 1964. Forgottten Kingsdom in Sumatra. Leiden : E.J. Brill Siregar, D. Doli. 2004. Manajemen Aset. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Soedjito Herwasono. 2004. Panduan Cagar Biosfer Di Indonesia. Jakarta : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Soekmono. 1974. Candi, Fungsi dan Pengertiannya. Disertasi. Jakarta : Universitas Indonesia
Java and Yogyakarta. Jakarta : Directorate Jendral Tourism, UNESCO/UNDP ---. 1997. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta : Djambatan
---. 2004. Atur Diri Sendiri. Paradigma Baru Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yogyakarta : Gadjah Mada Universitasy Press
---. 2005. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Spilane, James J. 1977. Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Perspektif. Yogyakarta: Kanisisus.
Sugandhy Aca dan Rustam Hakim. 2007. Prinsip Dasar Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan. Jakarta : Bumi Aksara
Suhardjo, H. Dradjat. 2004. Mengaji Ilmu Lingkungan Kraton. Safiria Insani Press Suhartono, Suparlan. 2005. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta : Ar-ruzz Media
Sukawati Susetyo dan Bambang Budi Utomo. 2002. Laporan Penelitian Pemukiman Kuna Kompleks Percandian Padang Lawas di Tepian Daerah Aliran Sungai Sirumambe. Jakarta : Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata.
Sukawati Susetyo. dkk. 2004. Laporan Penelitian Pemukiman Kuna di Biaro Mangaledang, Kompleks Percandian Padang Lawas, Tapanuli Selatan. Jakarta : Kementrian Negara Kebudayaan dan Pariwisata.
Tim Penelitian . 2003. Penelitian Pemukiman Kuna Di Biaro Naga Saribu, Kompleks Percandian Padang Lawas, Kabupaten Tapanuli Selatan. Jakarta : Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta : Balai Pustaka
Thohir. Kaslan, A. 1985 : Butir-butir Tata Lingkungan Sebagai Masukan Untuk Arsitektur Landsekap dan Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Jakarta : PT. Bina Aksara
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya Undang Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan
Undang Undang Nomor 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan . Jakarta : Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi
Undang Undang Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya, Jakarta : Direktorat Jendral Kebudayaan Depdikbud.
Wahab, Salah. 1992. Manajemen Kepariwisataan. Jakarta : PT Pradnya Paramita
Whitten J. Anthony. 1984. The Ecology of Sumatra. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Wiendu, Nuryanti. 1993. Concept, Perpective and Challenge Desa Wisata. Yogykarta : Gadjah Mada University Press dalam F:\Desa wisata -wikipedia Indonesia, Ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.htm
————— 1997. Perencanaan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan, makalah dalam Pendidikan dan Pelatihan Mengenai Dampak Lingkungan, kerjasama antara Deparpostel dan PUSPAR UGM, Yogyakarta : 4 - 21 Agustus 1997.