• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (Ctl) Untuk Mengatasi Miskonsepsi Siswa SMP Pada Materi Fotosintesis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (Ctl) Untuk Mengatasi Miskonsepsi Siswa SMP Pada Materi Fotosintesis"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

21

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

UNTUK MENGATASI MISKONSEPSI SISWA SMP PADA MATERI FOTOSINTESIS

Ita Viana Dwi

1)

, Yuni Sri Rahayu

2)

, Erman

3)

1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sains FMIPA UNESA. e-mail: [email protected] 2) Dosen Jurusan Biologi FMIPA UNESA. e-mail: [email protected]

3) Dosen Program Studi Pendidikan Sains FMIPA UNESA, e-mail: [email protected]

Abstrak

Penelitian tentang penerapan pendekatan CTL untuk mengatasi miskonsepsi pada materi fotosintesis bertujuan untuk mendeskripsikan profil miskonsepsi pada materi fotosintesis, mendeskripsikan keterlaksanaan dan pengelolaan pembelajaran, mendeskripsikan aktivitas siswa, dan mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah “One Group Pre-Test Post-Test Design” yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 32 siswa SMP Negeri 1 Babat. Hasil penelitian menunjukkan persentase miskonsepsi terbesar adalah konsep yang menyatakan malam hari tumbuhan melakukan respirasi dan menghasilkan CO2 yaitu sebesar 56%. Miskonsepsi yang paling kuat yang dialami oleh siswa adalah pada konsep yang menyatakan hanya daun yang berwarna hijau yang mampu melakukan fotosintesis diketahui dari nilai CRIS sebesar 3,11. Untuk langkah-langkah pembelajaran pada RPP telah terlaksana dengan baik. Aktivitas siswa yang paling dominan adalah mendengarkan penjelasan guru dengan presentase rata-rata sebesar 35,80%. Untuk ketuntasan belajar siswa pada waktu pre-test hanya terdapat 1 siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal sebesar 3,12%, sedangkan ketuntasan hasil belajar siswa pada waktu postest terdapat 29 siswa yang tuntas dan 3 siswa yang tidak tuntas dengan ketuntasan klasikal sebesar 90,63%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat peneliti simpulkan bahwa dengan pembelajaran menggunakan pendekatan CTL mampu mengatasi miskonsepsi pada siswa untuk materi fotosintesis. Kata Kunci: Pendekatan Contextual Teaching and Learning; Profil Miskonsepsi; dan fotosintesis.

Abstract

Research on the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to overcome misconception on photosynthesis process aimed to describe the misconception profile on photosynthesis process, describe the teaching learning process, describe the activity of students, and describe the student achievement. Research design was one group pre-test post-test design, which was analyzed of descriptively. This research has been accomplished in two meetings with the number of research subjects 32 student of SMP Negeri 1 Babat. The result shows that the largest percentage of misconception that plant conduct the respiration during the night and conduct the photosynthesis during the day as that of 56%. The most strong of misconception experienced in students are the concept that only the green leaves are able to conduct photosynthesis process, that is known from the value of CRIS of 3,11. The steps of teaching learning process in RPP have done well. The most dominant students activity is listening teacher explanation with the average percentage of 35,80%. There was one student who could not master the content during the pre-test, it could with classical mastery of 3,12%, while 29 student could master the content during the post-test with classical mastery of 90,63%. From these result be concluded that the CTL approach could overcome the student misconception in photosynthesis process.

Keywords: Contextual Teaching and Learning approaches; Profile Misconception; and Photosynthesis.

PENDAHULUAN

Pemahaman terhadap suatu konsep sangatlah penting bagi siswa SMP, agar tidak timbul suatu konsep yang salah. Ironisnya sering kali terjadi kesalahan-kesalahan dalam pemahaman terhadap konsep oleh siswa (Ibrahim, 2012). Pemahaman terhadap konsep yang salah tersebut dinamakan miskonsepsi. Menurut Brown (dalam Sumaji, 1998) miskonsepsi didefinisikan sebagai suatu pandangan yang naif dan suatu gagasan yang tidak cocok dengan pengertian ilmiah yang sekarang diterima.

Clements (dalam Sumaji, 1998) menyebutkan miskonsepsi itu juga tidak hilang dengan metode mengajar yang klasik yaitu metode ceramah, maka dari itu dianjurkan untuk menggunakan cara mengajar yang baru yang lebih menantang pengertian siswa. Bukan hanya metode pembelajaran yang dapat menyebabkan terjadinya miskonsepsi namun penyebabnya bisa berasal dari guru yang mengajar dan banyak disebabkan oleh siswa itu sendiri. Faktor yang menyebabkan miskonsepsi dari siswa antara lain konsep awal yang

(2)

d t m m M t p a t m m d k l R m b k k b t a 2 p y K m d i m P p m d d m p m p k m f m h d M R d t p d p m salah, tahap dengan konse terbatas dan s memahami ko sehari-hari y mempelajari Miskonsepsi b terjadi pada g pembelajaran ajar atau m tentang suatu mengalami m melaksanakan dan hanya m konsep yang lingkungan si Renner (dalam menyebarkan bahwa beberap Permas kali ditemui da kesulitan dala bersifat abstrak siswa, guru m topik yang be adalah fotosint 2010). Dalam pada siswa in yaitu pendeka Kelebihan dar membuat hubu dengan penera itu pembelaja menumbuhkan Pendekatan CT pembelajaran menemukan, m dan penilaian dapat diguna miskonsepsi p peneliti perlu menerapkan permasalahan kelas VIII SMP Dalam mendeskripsik fotosintesis, m mendeskripsik hasil belajar dengan pendek METODE Rancangan pe design). Desai test One Group pada satu kelom dalam desain pelacakan m miskonsepsi a Jurnal perkembanga ep yang dipela salah, kemamp onsep yang di yang salah, konsep yang bukan hanya te guru. Guru y yang tidak ses emiliki pemah u konsep a miskonsepsi. kegiatan ek memberikan dipelajari dal swa (Yulianti m Sumaji, 19 salah pengertia pa salah penger alahan tentan alam pembelaj am memahami k dan sulit unt maupun dalam ersifat abstrak tesis (Johnston proses mengat ni peneliti men atan CTL dala ri pendekatan ungan antara p apannya dalam aran ini leb n penguatan TL ini melibat efektif yaitu masyarakat be sebenarnya, akan sebagai pada siswa. B untuk melakuk pendekatan miskonsepsi P Negeri 1 Bab penelitian kan profil m mendeskripsikan kan aktivitas s siswa setela katan CTL.

enelitian ini pra n penelitianny p Design” yait mpok saja tanp

ini observasi miskonsepsi a akhir. Sasaran Pendidikan Sa an kognitif ajari, penalara puan siswa m ipelajari, peng dan minat diberikan d erjadi pada sisw yang menggu suai, tidak me haman yang akan menyeb Selain itu, ksperimen atau contoh-contoh lam kehidupan , 2010). Men 998) buku tek

an. Para peneli rtian datang da g miskonseps jaran sains di i konsep-kons tuk dipahami b m buku ajar. D k dan sulit un ne & Mahmou tasi miskonsep nggunakan sua am proses bel ini adalah me engetahuan ya m kehidupan seh ih produktif konsep ke tkan tujuh pila konstruktivis elajar, permod dari ketujuh i cara untu Berdasarkan u kan suatu pene CTL dalam pada materi bat. ini bertu miskonsepsi n pengelolaan siswa serta m ah dilakukan a-ekperimen (p ya adalah “Pre tu eksperimen y pa kelompok p dilakukan 2 awal dan t dalam penelit ains

e-Pensa

. V

tidak sesua an siswa yang menangkap dan ggunaan istilah siswa untuk dan diajarkan wa namun juga unakan metode enguasai bahan tidak benar babkan siswa guru jarang u demonstras h penerapan n sehari-hari d nurut Iona dan

ks dapat juga iti menemukan ari buku teks. si yang sering

sekolah adalah ep sains yang baik dari pihak Diantara topik-ntuk dipaham ud, dalam Repi psi yang terjad atu pendekatan ajar mengajar ndorong siswa ang dimilikinya hari-hari selain dan mampu epada siswa. ar utama dalam sme, bertanya delan, refleksi pilar tersebu uk mengatas uraian di atas elitian dengan m mengatas fotosintesis d ujuan dapa pada mater pembelajaran endeskripsikan pembelajaran reexperimenta -test and Post-yang dilakukan pembanding. D

kali yaitu tes tes pelacakan tian ini adalah

Volume 01 Nom ai g n h k n. a e n r a g i n di n a n g h g k -mi i, di n r. a a n u . m a, i, ut i , n i di at ri n, n n l -n i s n h siswa kel siswa. Te adalah te setelah s pelacakan pembelaj untuk me siswa, se hasil bel CTL dan Teknik a deskriptif siswa, p wawanca Negeri 1 siswa di merupaka dengan c seseorang diberikan Tabel Skala 0 1 2 3 4 5 Ni untuk me atau misk Tabel 2 setiap komb Kriteri Jawaba Jawaba benar mor 02 Tahun las VIII-A di S eknik pengum es pelacakan m siswa memper n miskonsepsi aran dengan pe engamati penge rta tes hasil b lajar siswa se n setelah diaj analisis yang d f. Analisis ini m peningkatan h ara yang dilaku

Babat. Untuk m gunakan Cert an teknik untuk cara mengukur g dalam men n sebagai beriku l 1. Kategori K Certainty R Ka Totally G (Benar-be jawa Almo (Hampi No (Tida (Y Almo (Ham C (P ilai CRI yang embedakan ant konsepsi.

2. Ketentuan u p pertanyaan y binasi dari jawa re ia an CRI Ren an Jawaban b CRI renda tidak tahu (lucky gue 2013, 21-29 SMPN 1 Babat mpulan data p miskonsepsi aw roleh materi f akhir setelah endekatan CTL elolaan pembe elajara untuk m ebelum mengg jarkan dengan digunakan mel

meliputi tes pel hasil belajar ukan pada sisw

mengidentifika tainty Of Resp k mengukur mi r tingkat keyak njawab setiap ut (Hasan dalam Keyakinan Me Response Index ategori Guess Answer enar menebak aban) ost Guess ir menduga) ot Sure ak Yakin) Sure Yakin) st Certain mpir Pasti) Certain Pasti) diperoleh kem ara tahu konse untuk peroranga yang diberikan

aban benar atau endahnya CRI ndah (<2,5) benar, tetapi ah berarti u konsep ess) t yang berjuml pada penelitia wal yang dilak fotosintesis da siswa mendap L, Lembar obs lajaran dan ak melihat pening gunakan pende n pendekatan iputi teknik an lacakan miskon siswa dan wa kelas VIII-A asi miskonseps ponse Index iskonsepsi sese kinan atau kep p pertanyaan m Arief, 2011) enjawab deng x (CRI) Persen Tebak 100 % 75-99 50-74 25-49 1-24 0 % mudian digolon ep, tidak tahu k

an siswa dan u didasarkan pad u salah dan ting

CRI Ting (>2,5) Jawaban bena dan CRI tingg berarti mengu konsep denga lah 32 an ini akukan an tes patkan servasi ktivitas gkatan ekatan CTL. nalisis nsepsi hasil A SMP i pada (CRI) eorang pastian yang . gan tase kan % 9 % 4 % 9 % % % ngkan konsep untuk da ggi gi ar gi uasai an

(3)

23 Kriteria

Jawaban CRI Rendah (<2,5)

CRI Tinggi (>2,5) baik. Jawaban

salah

Jawaban salah dan CRI rendah berarti tidak tahu konsep

Jawaban salah tetapi CRI tinggi berarti terjadi miskonsepsi. Identifikasi secara kelompok ini ditentukan dari:

….(1)

…...(2) ….(3) Miskonsepsi terjadi jika nilai CRIS (2,5<CRIS≤5). Jika CRIS sebesar atau mendekati 2,5, maka untuk menentukan miskonsepsi atau tidaknya siswa dilihat dari nilai Fb. Jika Fb<0,5 berarti CRIS tergolong tinggi, sehingga siswa dianggap tidak tahu konsep. Jika Fb>0,5 berarti CRIS tergolong rendah, sehingga siswa dianggap miskonsepsi (Hasan dalam Arief, 2011).

Dalam penelitian ini juga digunakan analisis, keterlaksanaan dan pengelolaan pembelajaran. Keberhasilan pengelolaan pembelajaran (aktivitas guru) ini dilihat dari skor rata-rata tiap tahap kegiatan belajar mengajar yang dihitung dengan rumus:

………...(4) Keterangan:

sk1 = skor dari pengamat 1 sk2 = skor dari pengamat 2

Kriteria penilaian skor rata-rata didasarkan pada ketentuan sebagai berikut (Nihayati, 2009).

1,00 - 1,50 = kurang baik 2,51 - 3,50 = baik 1,51 - 2,50 = cukup baik 3,51 - 4,00 = sangat baik

Sedangkan untuk analisis aktivitas siswa dilakukan pengamatan selama kegiatan belajar mengajar dianalisis dengan menghitung persentase (%), yaitu banyaknya frekuensi aktivitas yang muncul dibagi dengan jumlah total keseluruhan frekuensi aktivitas dikalikan 100 % HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan dari hasil penelitian terhadap siswa di kelas VIII-A SMP Negeri 1 Babat tentang miskonsepsi pada siswa materi fotosintesis yang telah peneliti lakukan diperoleh pembahasan sebagai berikut:

a. Profil Miskonsepsi

Berdasarkan 20 soal yang ditargetkan, siswa mengalami miskonsepsi pada soal bernomor 7, 10, 11, 13, 15, 17, dan 20. Penerapan dengan pendekatan CTL dapat mengurangi miskonsepsi yang terjadi pada materi fotosintesis. Hal ini diketahui dari perbandingan antara persentase siswa yang mengalami miskonsepsi pada tes pelacakan miskonsepsi awal dan tes pelacakan miskonsepsi akhir yang ditunjukkan pada Tabel 3.

Tabel 3. Perbandingan Miskonsepsi antara Tes Awal dan Tes Akhir

No. Kesalahan Konsep Fotosintesis

Persentase Miskonsepsi (%) Tes Awal Tes Akhir 1. Pada siang hari tumbuhan melakukan fotosintesis dan

malam hari melakukan respirasi 41 9 2. Fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan yang

berwarna hijau 22 19

3. Klorofil hanya terdapat pada daun 47 38 4. Hanya daun yang berwarna hijau yang mampu melakukan

fotosintesis 50 19

5. Perbedaan antara reaksi terang dan reaksi gelap 22 12 6. Reaksi kimia sederhana yang terjadi dalam proses fotosintesis 47 19 7.

Pada malam hari tumbuhan melakukan respirasi dan menghasilkan CO2

56 22

Berdasarkan Tabel 3. tentang perbandingan miskonsepsi di atas hasil analisis sebagai berikut

a. Persentase miskonsepsi terbesar adalah konsep yang menyatakan “malam hari tumbuhan melakukan respirasi dan menghasilkan CO2” ditunjukkan pada soal bernomor 20 yaitu sebesar 56%. Hal ini menunjukkan bahwa pada konsep tersebut, sebagian besar siswa menjawab salah tetapi siswa yakin jawaban tersebut dengan diberikan alasan logis. b. Persentase miskonsepsi terkecil adalah pada konsep

yang menyatakan “fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan yang berwarna hijau” ditunjukkan pada soal bernomor 10 dan konsep yang menjelaskan “perbedaan reaksi terang dan reaksi gelap” yang ditunjukkan pada soal bernomor 15 yaitu sebesar 22%.

c. Setelah dilakukan pembelajaran dengan pendekatan CTL konsep tentang “siang hari tumbuhan melakukan fotosintesis dan malam hari melakukan respiresi” memiliki persentase miskonsepsi sebesar 9%. Hal ini menunjukkan bahwa miskonsepsi yang terjadi pada konsep ini mengalami penurunan yang signifikan. d. Meskipun tidak keseluruhan konsep mengalami

(4)

a d f b k p m p p d p m i b 2 3 4 semua k miskonseps Berdasa awal dan akh ditargetkan di fotosintesis ya bahwa telah te konsep fotos pendekatan C mampu dihilan pendekatan CT pada konsep dihilangkan. Setelah pendekatan miskonsepsi p individu maup berikut. 1. Pada kesal hari tumb malam har soal berno sebesar 41 yang benar asal ada c yang dip berfotosint dapat digu Bernapas fotosintesis intensitas d kebutuhan 2. Pada kesal hanya dapa hijau ditun mengalami menjadi 1 klorofil t menyerap c Klorofil bu dalam pro juga pigme lainnya ya dalam pros 3. Pada kesa hanya terd bernomor dan berku benar ada terdapat di tumbuhan s (Susanti, memiliki k reaksi fot berlangsun stroma (Ca 4. Pada kesal yang berw fotosintesis yang misk Jurnal konsep sudah si. arkan perbandi hir dari 20 so iperoleh 7 kes ang disajikan erjadi penurun sintesis setel CTL. Ada jug

ngkan. Hal ini TL telah berha ini, bahkan m h dilakukan

CTL dipero pada materi f pun secara kelo lahan konsep y buhan melaku ri melakukan omor 7, sisw 1% dan berku r adalah fotosin cahaya dengan perlukan oleh esis. Dengan d unakan tumbu dilakukan s dilakukan dan panjang ge tumbuhan ters ahan konsep y at dilakukan ol njukkan pada i miskonsepsi 9% siswa. K erdapat dalam cahaya untuk d ukanlah satu-sa ses fotosintes en karoten dan ang secara tid ses fotosintesis alahan konsep dapat pada d 11, siswa yan urang menjadi alah sebuah t

mana saja dan seperti di batan 2009). Secara kloroplas berpo tosintesis. Pa ngnya fotosint ampbell, 2002) ahan konsep y warna hijau s ditunjukkan p konsepsi seb Pendidikan Sa h mengalam ingan persenta oal materi fot salahan konsep dalam Tabel nan miskonsep lah pembelaj ga kesalahan menunjukkan asil menurunka miskonsepsi ya pembelaja oleh penurun fotosintesis ba ompok, dapat yang menyatak ukan fotosinte respirasi ditu wa mengalam urang menjadi ntesis dapat terj n gelombang h tumbuhan demikian caha uhan untuk b setiap saat kalau ada c elombang yang sebut ( Ibrahim yang menyatak leh tumbuhan soal bernom sebesar 22% Konsep yang m kloroplas diubah menjad atunya pigmen is. Selain klo n pigmen-pigm dak langsung (Repi, 2010). yang menya aun ditunjukk ng miskonseps 38% siswa. tumbuhan klo n menyebar ke ng contoh Bay a umum sem otensi untuk m da organel esis, tepatnya . yang menyatak yang mamp pada soal berno

esar 50% d ains

e-Pensa

. V

mi penurunan se miskonseps tosintesis yang p pada mater l 3. diketahu psi pada semua

jaran dengan konsep yang bahwa dengan an miskonseps

ang ada dapa aran dengan nan terhadap aik itu secara dilihat sebaga kan pada siang esis dan pada unjukkan pada i miskonseps i 9%. Konsep rjadi kapan saja dan intensitas yang akan aya lampu juga berfotosintesis t, sedangkan ahaya dengan g sesuai dengan m, 2012: 29-30) kan fotosintesis yang berwarna mor 10, siswa dan berkurang benar adalah yang dapa di energi kimia yang berperan orofil, terdapa men pelengkap berperan juga atakan klorofi kan pada soa i sebesar 47%

Konsep yang orofil ini bisa e seluruh tubuh am dan Kaktus mua sel yang melangsungkan inilah tempa a pada bagian kan hanya daun pu melakukan omor 13, siswa dan berkurang Volume 01 Nom n i g ri ui a n g n i at n p a ai g a a i p a s n a s. n n n s a a g h at a. n at p a l al % g a h s g n at n n n a g menja mema fotosi prose terdap tumbu (Susa memi reaksi berlan strom satuny fotosi karote secara fotosi 5. Pada reaksi misko 12%. cahay daun NADP gelap) diperj bahwa NADP tenaga bukan reaksi yang memb reaksi hari. ( 6. Pada sederh misko 19%. siswa yang benar 6CO2 hubun dihasi 1999: meng dapat beriku 7. Pada hari tu CO2 d misko 22%. meng yang respir berda bahwa fotosi mor 02 Tahun adi 19% siswa. asak (membu intesis yang snya. Dalam s pat dimana saj uhan seperti di anti, 2009). S iliki kloroplas i fotosintesis ngsungnya fot ma. (Campbell, ya pigmen intesis. Selain en dan pigmen a tidak langsu intesis (Repi, 2 konsep yang i terang dan onsepsi sebesa Konsep yang ya matahari di dan kemudi PH untuk ke ), reaksi fiks jelas oleh Cam a pada siklus PH sebagai su a pereduksi nlah reaksi yan i gelap ber-lan benar adalah r butuhkan caha i gelap dapat b (Repi, 2010). konsep yang hana dalam onsepsi sebesa Berdasarkan a, semua siswa terdapat dalam r adalah persa (g)+ 6H2O(aq) Æ ngan antara z ilkan oleh 180). Menuru gunakan gluk dituliskan per ut : 6CO2(g) + 6 kesalahan kon umbuhan mela ditunjukkan pa onsepsi sebesa Konsep yang hasilkan gluko merupakan b rasi aerob (Pa asarkan percob a tumbuhan intesis. (Kimba 2013, 21-29 . Konsep yang uat makanan melibatkan sebuah tumbuh a dan menyeb i batang contoh Secara umum berpotensi un . Pada orga tosintesis, tep , 2002). Klor yang berper n klorofil, terd n-pigmen pele ung berperan 2010). g membahas reaksi gelap, ar 22% dan benar adalah d iserap oleh pi ian diubah m elanjutan reak sasi CO2 (Rep mpbell (2002) Calvin meng umber energi d pembuatan gu ng berlangsung ngsung pada m reaksi terang m aya secara la berlangsung pa membahas te proses fotosin ar 47% dan hasil wawanca a mampu menje m proses fotosin amaan untuk Æ C6H12O6(s)+ zat-zat yang d proses foto ut Kimball kosa sebagai rsamaan bagi 6H2O(aq) Æ C6 nsep yang meny

akukan respiras ada soal berno ar 56% dan g benar adalah osa juga mengh bahan vital u arera, 2011). baan Ingen-Ho melepaskan all, 1999:173). benar adalah p n) adalah p klorofil d han, klorofil in bar ke seluruh h Bayam dan K m semua sel ntuk melangsun anel inilah t patnya pada b ofil bukanlah ran dalam p dapat juga pi ngkap lainnya juga dalam p tentang perb , siswa meng berkurang me dalam reaksi te igmen-pigmen menjadi ATP ksi sintesis ( pi, 2010). Ha yang menyeb ggunakan ATP dan NADPH se ula. Reaksi t g pada siang ha malam hari. K merupakan fase angsung, seme ada siang dan m entang reaksi ntesis, siswa berkurang me ara kepada 5 elaskan reaksi ntesis. Konsep fotosintesis a 6O2(g) menunju dipakai selama osintesis (Kim (1999:173) d produk karbo fotosintesis se 6H12O6(s) + 6O2 yatakan pada m si dan mengha omor 20, siswa berkurang me h fotosintesis hasilkan gas ok untuk melaksa

Hal ini dipe ousz mempera oksigen s proses proses dalam ni bisa tubuh Kaktus yang ngkan empat bagian satu-proses igmen a yang proses bedaan galami enjadi erang, hijau P dan reaksi al ini butkan P dan ebagai terang ari dan Konsep e yang entara malam kimia yang enjadi orang kimia p yang adalah ukkan a dan mball, dengan ohidrat ebagai (g). malam asilkan a yang enjadi selain ksigen anakan erkuat agakan elama

(5)

b b. Pengelolaa Berda dilakukan menunjukk pertemuan pertemuan pada pertem pembelajar pemanfaata Sedan hasil analis telah men tersebut da pembelajar Keter pembelajar ini. Pertem setiap ke pendahulua inti dipero kegiatan pe pengelolaan kelas selam pada sisw maupun si diperoleh s Pertem kegiatan p diperoleh diperoleh kegiatan pe pengelolaan kelas selam pada sisw maupun si diperoleh s Pertem dalam mel baik maka karena itu pelajaranny Gambar 1 P P R il i an Pembelajar asarkan analis oleh dua pen kan presenta pertama sebe kedua. Kegi muan pertama ran. Hal ini an alokasi wak ngkan untuk

sis menunjukk ngelola pembe apat dilihat dar ran.

rlaksanaan pem ran dapat lihat

muan pertama egiatan pemb an diperoleh sk oleh skor sebe enutup diperol n waktu diper ma pembelajar wa serta dalam iswa sama-sam skor sebesar 3,3 muan kedua di pembelajaran, u skor sebesar skor sebesar enutup diperol n waktu diper ma pembelajar wa serta dalam iswa sama-sam skor sebesar 3,6 muan pertama lakukan persia a guru dapat m setiap pengaja ya secara baik 1. Grafik Keter Pemb 0 1 2 3 4 Pertemuan 1  (94%) 4 Pertemuan 2  (100%) 4 R at a ra ta   n ila i ran

sis hasil peng ngamat, keterl ase keterlaks esar 94 % dan iatan yang tid adalah membe disebabkan ku ktu yang dilaku

pengelolaan an bahwa seca elajaran deng ri skor masing mbelajaran da t pada Gamba a diperoleh belajaran, un kor sebesar 3,0 esar 3,27. Sed leh skor sebes roleh skor 3,5 ran telah baik m pembelajar ma antusias de 38. iperoleh skor r untuk kegiatan r 3,75 dan r 3,50. Seda leh skor sebes roleh skor 3,0 ran telah baik m pembelajar ma antusias de 62. dan kedua gu apan, dengan p mengajar deng ar hendaknya m k dan sungguh rlaksanaan dan belajaran 1 2 3 4 4 3 3,2 3,7 4 3,7 3,5 3 gamatan yang aksanaan RPP sanaan pada n 100% untuk dak terlaksana erikan evaluas urang baiknya ukan oleh guru.

pembelajaran ara umum guru gan baik. Ha g-masing tahap an pengelolaan ar 1. di bawah skor rata-rata ntuk kegiatan 00 dan kegiatan dangkan untuk sar 3,75; untuk 0 dan suasana k dan berpusa ran baik guru

engan rata-rata rata-rata setiap n pendahuluan kegiatan int angkan untuk sar 3,00; untuk 0 dan suasana k dan berpusa ran baik guru

engan rata-rata uru sangat baik persiapan yang gan baik. Oleh mempersiapkan h-sungguh. Ha n Pengelolaan 5 6 3,5 3,3 3 3,6 g P a k a i a . n, u al p n h a n n k k a at u a p n ti k k a at u a k g h n al ini se meny pemb prose seada terorg T tampa konte pertam Keber prose center memb keterl bukan siap d anak a sendir sendir (Baha denga bahwa diberi penge Penge meng konse P masya tampa Pada dalam namu Siswa belaja oleh inform hasil s P (mode sebelu memo perco dari p memu 2011: pertem baik baik. S pilar Kegia esuai dengan yatakan bahwa elajaran berlan s pembelaja anya, tetapi aka ganisir. Tahap pendah ak saat guru m ktual dengan ma dan sangat radaan pilar in s belajar meng red sehingga bangun penge libatan aktif nlah serangkaia dipraktikkanny akan belajar le ri, menemuka ri pengetahua aruddin, 2010 an penjelasan a menurut te i kesempatan s etahuan berdas etahuan awal arahkan kons ep yang benar. Pada fase ketig arakat berke ak saat guru m pertemuan p m mengatur un pertemuan a yang terlib ar, dapat mem

temannya da masi dari tema

sharing dengan Pada fase k eling) tampak um siswa odelkan cara baan. Melalui pembelajaran ungkinkan te 268). Saat muan pertama dan pertemua Setelah guru m menemukan atan yang dila

pernyataan Sa perencanaan a ngsung secara aran tidak an berlangsung huluan pada p menampilkan m kategori bai baik pada per i, dapat menun gajar yang leb dapat mendo etahuan merek dalam bel an fakta, kons ya. Kembangka ebih bermakna an sendiri, d an dan kete 0:138). Pernya n Nur (1999 ori konstrukti secara informa sarkan skemat siswa dapat ep yang dim ga dalam kegi lompok (lea membentuk sisw pertama guru siswa pemb kedua menda bat dalam ke mberi informa an sekaligus annya. Hasil be n orang lain (S keempat yaitu saat guru me melakukan menyusun al i modeling sis yang teoritis-erjadinya ver melakukan guru mendapa an kedua me memberikan p sendiri (inqui akukan guru a anjaya (2010) akan dapat mem a sistematis ar akan berlan g secara terara pilar kontrukti motivasi awal ik pada perte rtemuan selanju njang keterlaks bih diwarnai st orong siswa ka sendiri m lajar. Penget sep dan kaidah an pemikiran b

dengan cara be dan mengkon erampilan bar ataan itu dipe 9) mengungk

ivisme siswa asi dan memb

a yang dimilik t membantu miliki siswa m atan inti, yaitu arning comm wa dalam kelom sudah sangat entukan kelo apat kategori egiatan masy asi yang diper

bisa mendap elajar diperole Sanjaya, 2011:2 u pilar pemo emberikan pet percobaan. lat dan melak swa dapat terh abstrak yang rbalisme (San pemodelan, atkan kategori s endapatkan ka petunjuk perco iry) sudah te adalah membe yang mbuat rtinya, ngsung ah dan ivisme yang emuan utnya. sanaan tudent untuk melalui tahuan h yang bahwa ekerja ntruksi runya. erkuat kapkan harus angun kinya. untuk menuju u pilar munity) mpok. t baik ompok baik. arakat rlukan patkan h dari 267). odelan tunjuk Guru kukan hindar dapat njaya, pada sangat ategori obaan, erlihat. erikan

(6)

perintah p melakukan dilakukan, mengarahk Kegiatan keterampila mengingat menemuka sejumlah m merancang dapat me dipahaminy Pada (questionin hasil disku dianjurkan dan guru tersebut. P dalam me siswa, keg dalam mel yaitu meng sudah dike aspek yang bertanya s pertanyaan mengarahk yang dipela Pada sebenarnya diberikanny saat akhir Namun pa diberikan, dalam pe bertujuan (performan sehingga kemampua mengetahu materi pela Pada (reflection) guru dan diajarkan. pengetahua dan dapat siswa. Gur refleksi pa Sanjaya (2 belajar itu siswa yang pengetahua Jurnal pada masing n percobaan. P guru sud kan siswa un inquiry ini an yang dip seperangkat f an sendiri. Gur materi yang h g pembelajaran enemukan sen ya (Sanjaya, 20 fase keemp ng) terlihat saat usi di depan ke untuk aktif b membimbing Pada pilar ber engarahkan sis giatan bertanya laksanakan pe ggali informas etahui, dan m g belum diketah angat penting n guru d kan siswa untu

ajarinya (Sanja fase kelim a (Autentic A ya siswa soal pembelajaran da pertemuan dikarenakan g engelolaan w menilai peng nce) yang dipe penilaian aut an siswa dala ui seberapa ja ajaran (Sanjaya tahapan pen ) dilakukan s siswa untuk Pilar refle an yang dipero tersimpan dal ru sudah san da siswa. Hal 2011) melalui akan dimasuk g pada akhirny an yang dimilik Pendidikan Sa g-masing kelo Pada kedua pe dah sangat ntuk melakuka dapat me peroleh siswa fakta-fakta, te ru bukanlah m harus dihafalka n yang memun ndiri materi 011:265). pat yaitu p t siswa melaku elas. Pada tah bertanya pada g dalam jala rtanya ini gur swa dalam b a merupakan b embelajaran be si, mengkonfirm mengarahkan p huinya (Trianto , sebab melal apat memb uk menemukan aya, 2011:266) ma, yaitu pi Assessment) t evaluasi mate n dengan pen pertama soal guru masih kur waktu. Penila getahuan dan eroleh siswa (T tentik ini dap am menguasa auh siswa tel a, 2011:268).

nutup yaitu secara bersam k membahas eksi ini be oleh siswa dap lam memori j ngat baik dala

ini sesuai den proses refleks kkan dalam str ya akan menja kinya. ains

e-Pensa

. V

ompok untuk ertemuan yang baik dalam an percobaan engembangkan bukan hasi etapi hasil dar mempersiapkan an, akan tetap ngkinkan siswa

yang harus pilar bertanya ukan presentas hapan ini siswa

kelompok lain annya diskus ru sudah baik bertanya. Bag bagian penting erbasis inquiry masi apa yang perhatian pada o, 2007). Peran ui pertanyaan bimbing dan n setiap mater . ilar penilaian terihat dengan eri fotosintesis ndekatan CTL evaluasi tidak rang maksima aian autentik keterampilan Trianto, 2007) pat mengukur i konsep dan lah menguasa pilar refleks ma-sama antara materi yang ertujuan agar pat mengendap angka panjang am melakukan ngan peryataan si, pengalaman ruktur kognitif adi bagian dar

Volume 01 Nom k g m n. n l ri n i a s a i a n i k i g y g a n -n ri n n s L. k al k n ), r n ai i a g r p g n n n f ri c. Aktiv Pe meng pemb data a bawah aktivi pemb persen melak Aktiv yang penda penge meng sendir guru b harus yang mater diperk meng penge sendir fisik. mend denga siswa banya mater d. Hasil Ha dan a meng telah belaja Ga 0 10 20 30 40 50 Per e senta se   Ak ti vi ta s   mor 02 Tahun vitas Siswa engamatan a etahui aktivita elajaran deng aktivitas guru h ini. Berdasarkan G itas siswa y elajaran adala ntase sebesar kukan inquiry vitas ini telah s

diterapkan ole apat Sanjaya etahuan bukan ingat, akan tet ri. Dengan dem bukanlah mem dihafal, akan memungkinka ri yang harus kuat denga ungkapkan etahuan sebaga ri melalui bah Aktivitas lain dengarkan dan an persentase s a untuk menda aknya dari gu ri fotosintesis y Belajar asil belajar di akhir pembela etahui pemaha dipelajari dan ar siswa ya ambar 2. Grafi 0 0 0 0 0 0 1 2 3 Si sw a   (%) Akt 2013, 21-29 aktivitas sisw as siswa yang t gan pendekatan dapat dilihat Gambar 2. dap ang dominan ah melakukan 26.36%. Pada dalam sebuah esuai dengan s eh peneliti. Ha a (2011) y nlah sejumlah tapi hasil dari mikian dalam p mpersiapkan se n tetapi meran an siswa dapat s dipahami. P an pendapat bahwa si ai hasil pikiran hasa dan peng yang dilakuka memperhatik sebesar 35,80% apatkan inform

uru untuk me yang telah diaja

ilakukan pada ajaran. Tes in aman siswa te n mengetahui ang dinyataka ik Persentase A 4 5 6 7 tivitas Siswa wa yaitu erjadi selama p n CTL. Ring pada Gambar pat diketahui b n selama keg percobaan d aktivitas ini, h kelompok be salah satu pilar al ini sesuai d yang menya h fakta hasil proses menem proses perenca ejumlah materi ncang pembel menemukan s Pernyataan ter t Nur ( swa memb n dari kegiatan galaman-pengal an oleh siswa a kan penjelasan %. Hal ini dilak masi yang seba

emperjelas ke arkan. awal pembel ni digunakan entang materi tingkat ketun an dalam b Aktivitas Siswa 7 8 Pertemuan 1 Pertemuan 2 untuk proses gkasan r 2. di bahwa giatan dengan siswa elajar. r CTL dengan atakan l dari mukan anaan, i yang ajaran sendiri rsebut (1999) bentuk siswa laman adalah n guru kukan anyak-embali ajaran untuk yang ntasan bentuk a 1 2

(7)

presentase. dapat diliha Berdasa diperoleh h dan 31 s demikian, VIII-A saat untuk tes b siswa yang terendah a skor minim di SMP Ne persentase adalah sebe Faktor belajar sis siswa dan dengan pe (2003), ha faktor, dia faktor yang Seperti; kematangan yang berad sekolah ata di atas fak siswa yaitu beberapa si sepenuhnya yang digun tetapi lebih seorang sis telah diber bertindak s Selain bisa dikatak guru deng tidak selalu dikarenaka ”noise” at saat mene informasi dari pesert Gambar 3 0 10 20 30 40 Ba n ya k   sisw a Ha . Hasil analisi at di grafik ber arkan hasil hanya 1 siswa siswa lain y presentase ke t pre-test adala belajar siswa p g tuntas dan 3 adalah 60, nila mum ketuntasan egeri 1 Babat ketuntasan b esar 90,63%. yang menyeb wa kemungki datang dari lu endapat yang asil belajar d antaranya; (1) g berada dala kesehatan, n. (2) Faktor da di luar diri au lingkungan ktor yang dimak

u kemampuan iswa yang tidak a pembelajara nakan oleh p h cenderung swa dalam men

rikan oleh pe sebagai guru.

itu dalam sua kan sebagai su an siswa, inf u dapat diterim an banyak fakt tau gangguan erima informa didukung juga ta didik. Hal 3. Grafik Perse Si 1

sil belajar pret

s dari data te rikut ini. tes belajar s a dari 32 siswa ang tidak tu etuntasan hasil ah sebesar 3,12 post-test dipero siswa lain yan ai tersebut san n siswa yang te yaitu 75. Den belajar pada babkan tidak t nan adalah d uar diri siswa.

dikemukakan dapat dipengar Faktor Intern m diri pebelaj minat, baka Eksternal, mer pebelajar. Sep pembelajaran. ksud adalah fa n siswa. Sehin k tuntas, hal in an dengan pen peneliti tidak kepada cepat nerima bahan eneliti yang d atu pembelajar uatu proses kom formasi dalam ma oleh peserta tor penyebabn yang terjadi asi. Selain it a oleh ingatan ini sesuai den entase Ketunta iswa

2

test dan poste

es hasil belajar siswa pre-tes a yang tuntas untas. Dengan l belajar kelas 2%. Sedangkan oleh 29 dari 32 ng tuntas. Nila

ngat jauh dar elah ditetapkan ngan demikian

kelas VIII-A tuntasnya hasi

ari dalam dir Hal ini sesua oleh Slameto ruhi oleh dua nal, merupakan jar itu sendiri at, motivasi rupakan faktor perti; keluarga

Dari pendapa aktor dalam dir ngga bila ada ni bukan berart ndekatan CTL berhasil, akan atau tidaknya pelajaran yang dalam hal in ran yang juga munikasi antara m pembelajaran a didik. Hal in nya antara lain

di lingkungan tu penerimaan n atau memor ngan pendapa san Belajar est Pretest Postest r t s n s n 2 ai ri n n, A l ri ai o a n i. i, r a, at ri a ti L n a g ni a a n ni n n n ri at yang menim karen mener prose Pe menin konse dibuk menin pende pilar konte denga melih Menu prose meng juga terseb konse berma yang terten e. Penur CTL Pe apaka misko ditera siswa Untuk misko persen awal d B misko yang telah konse pende P siang malam penur perco misko siswa hingg pende menu signif perco yang baru sesuai yang penga meng kenya dikemukakan mbulkan berb na akan bergan rimanya serta s penyampaian embelajaran d ngkatkan has eptual yang l ktikan dengan ngkat hingga ekatan CTL in pembelajara kstual yakni an kehidupan hat makna dari urut Arifin (200

s belajar tidak hafal konsep-k

harus dapat but. Jika sisw ep, maka aka

akna dan sisw dimiliki untu ntu. runan Miskon enurunan misk ah dengan onsepsi pada apkan pembela a diberikan te k mengetahu onsepsi, maka ntase jumlah si dan akhir. Berdasarkan onsepsi awal d disajikan dal terjadi penur ep fotosintesis ekatan CTL. Pada kesalahan hari tumbuh m hari mel runan yang

baan. Hal ini onsepsi, persen a masing-masin ga mencapai 3 ekatan CTL kh urunkan misko fikan. Berdasar baan oleh gur awalnya salah yang ilmiah b i dengan penda menyatakan alaman lapang kontraskan ataan. oleh Yusup agai arti yan ntung pada p ada dan tida n pesan tersebu dengan pende sil belajar d lebih baik pa n persentase a 90,63. Pem ni tidak hanya an, tetapi j mengkaitkan sehari-hari se apa yang seda 05), mengungk k hanya dilaku konsep yang di benar-benar wa sudah bena an tercapai p wa dapat meng uk memecahk nsepsi Siswa d konsepsi ini pendekatan a materi fo ajaran dengan es pelacakan ui apakah a dilakukan p iswa yang men perbandin dan akhir dari lam Tabel 4.6 runan miskon s setelah pem n konsep yang han melakuka lakukan resp signifikan i dibuktikan p ntase miskonse ng adalah 41% 32% menunjuk hususnya pilar i onsepsi pada

rkan pilar inku ru yang bertuj h dapat tergant berdasarkan e apat Gilbert (d n bahwa p gan adalah car

pengertian (1990) pesan ng saling berl ersepsi orang aknya noises d ut. ekatan CTL dalam pemah ada siswa, ha ketuntasan mbelajaran d menggunakan uga pembel n materi pel ehingga siswa ang mereka pe kapkan bahwa ukan dengan se iajarkan, akan memahami k ar-benar mema pembelajaran gaplikasikan k kan suatu ma dengan Pendek untuk meng CTL menuru otosintesis. S n pendekatan miskonsepsi terjadi penu perbandingan ngalami miskon gan perse i materi fotosi 6, diketahui b nsepsi pada s mbelajaran d g menyatakan an fotosintesis pirasi” meng berdasarkan pada tes pela epsi awal dan

dan 9%. Penu kkan bahwa d inkuiri telah be

konsep ini s uiri, siswa dibe juan supaya k tikan dengan k eksperimen. H dalam Sumaji, percobaan at ra yang baik mereka d dapat lainan yang dalam dapat haman al ini yang dengan tujuh ajaran ajaran a bisa elajari. suatu ekedar tetapi konsep ahami yang konsep asalah katan etahui unkan etelah CTL akhir. urunan antara nsepsi entase intesis bahwa semua dengan “pada s dan galami hasil acakan akhir urunan dengan erhasil secara erikan konsep konsep Hal ini 1998) aupun untuk dengan

(8)

P B d Berda bahwa bu menguatka berdasarkan dengan pi dipertegas mengungka pengetahua sendiri me fisik. Apa menanamk pendapat I usaha untu proses kon guru yang mediator. masyarakat Pada mengalami signifikan, melakukan siswa artin autentik miskonseps pendapat S digunakan Kemampua terhadap p ini diperku menyatakan menjelaska menanyain bertanya. berkurang meskipun k melakukan ada pada pembelajar pendapat I resisten at apalagi dila diperkuat Mahmoud fotosintesis sehingga ap jelas dan d dialami si Berdasarka yang telah miskonseps bahkan dap PENUTUP Simpulan Berdasarkan h disimpulkan ba 1. Profil misk pada 7 k Jurnal asarkan pendap ukan hanya an konsep n pengalaman ilar kontruktiv sesuai pen apkan bahw an sebagai hasi elalui bahasa d abila dengan kan konsep y Ibrahim, (201 uk mencari p nfrontasi melalu pada kapasita Hal ini sesu t belajar.

konsep yang i penurunan

hal inididasa n tanya-jawab,

nya pilar berta dapat digu si pada sisw Sumaji (1998) dalam an bertanya si enguatan kons uat dengan pen

n baik juga bi an di depan k nya. Hal ini se

Ada kesalah beberapa per kesalahan kon n percobaan. P siswa sebelu ran yang sud Ibrahim (2012 au sulit diuba akukan hanya 2 juga dengan (dalam Repi s ini merupa pabila tidak di dapat dibuktik iswa akan te an pembelajara h diajarkan si yang dialam pat dihilangkan hasil pembahas ahwa: konsepsi pada konsep dari 2 Pendidikan Sa

pat ahli tersebu pilar inkuiri siswa mel n lapangan, h visme. Pernya ndapat Nur wa siswa il pikiran dari dan pengalama percobaan yang benar, s 12:51) meny enjelasan dila ui diskusi deng asnya sebagai ui dengan pila lain miskonse meskipun arkan pada usa

refleksi dan anya, refleksi unakan untuk wa. Hal ini s

problem solv mengatasi swa juga dapa sep yang dimil njelasan Sumaj ila siswa diber kelas dan tem suai dengan p han konsep rsen saja yaitu nsep ini sudah Prakonsepsi sisw

umnya lebih dah guru beri 2), miskonsep ah dan cender 2 kali pertemu n pendapat i, 2010) yang akan materi iajarkan denga kan maka mis etap bertahan an dengan pen

dapat dik mi siswa dapat

n.

san dari peneli materi fotosi 20 soal yang ains

e-Pensa

. V

ut, menyatakan yang dapa lainkan juga hal ini sesua ataan tersebu (1999) yang membentuk kegiatan siswa an-pengalaman belum dapa sesuai dengan yatakan bahwa akukan dengan gan teman atau fasilitator dan ar CTL yaitu epsi juga dapa

tidak secara aha guru untuk evaluasi pada dan penilaian k mengatas sesuai dengan

ing dapat juga miskonsepsi at berpengaruh liki siswa. Ha aji (1998) yang ri waktu untuk man-teman lain ilar CTL yaitu yang hanya u sebesar 3% diatasi dengan wa yang sudah kuat daripada ikan. Menuru psi itu bersifa rung bertahan an saja. Hal in Johnstone & g menyatakan yang abstrak an sesuatu yang skonsepsi yang pada siswa ndekatan CTL ketahui bahwa berkurang dan

itian ini, dapa intesis terdapa g ditargetkan Volume 01 Nom n at a ai ut g k a n at n a n u n u at a k a n i n a i. h l g k n u a %, n h a ut at n, ni & n k, g g a. L a n at at n. Persen meny respir Misko siswa berklo diketa 2. Penila denga dalam pertem bahwa denga sintak 3. Aktiv perco penjel 26.36 pilar C 4. Pada p yang ketun terdap tuntas belaja belaja meng Saran Dari pen diambil a 1. Bag seba misk pem 2. Perl men kon foto yang 3. Perl mem misk mem khu dapa hijau 4. Pen dila dika tera DAFTAR Artikel i “Penerap Learning Siswa Ma artikel ini mor 02 Tahun ntase miskons yatakan pada m

rasi dan meng onsepsi yang a adalah tent

orofil yang ma ahui dari nilai C aian terhadap an pendekatan m RPP pada per muan kedua s a keterlaksana an pendekatan ks dalam RPP. vitas siswa pa baan dan me lasan guru de % dan 35,80% CTL yaitu inqu

pre tes terdapa tidak tuntas, ntasan belajar k pat 29 siswa y s, sehingga d ar sebesar 90, ar siswa me gunakan pende nelitian yang te adalah sebagai gi guru dapat agai metode konsepsi yang mbelajaran. lu dilakukan ngidentifikasi sep dalam p osintesis untuk g lebih jauh da lu dilakukan mbuktikan beb konsepsi, se mbayangkan susnya pada at dilakukan u”. gamatan untuk kukan denga arenakan tidak mati selama pr R PUSTAKA ni adalah ring pan Pendekat g (CTL) untu ateri Fotosinte i, yaitu: 2013, 21-29 sepsi terbesar a malam hari tu ghasilkan CO2 paling kuat tang hanya b ampu melakuk CRIS sebesar 3 p keterlaksan n CTL yang rtemuan pertam sebesar 100% aan dan pengel n CTL sudah aling dominan endengarkan d engan present %. Hal ini su uiry. at 1 siswa yang , sehingga di kelas sebesar 3 ang tuntas dan diperoleh pre ,63%. Dalam eningkat, den ekatan CTL. elah dilakukan berikut. mempertimba untuk meng g terjadi pada penelitian l profil miskon pelajaran IPA mencegah terj alam mempelaj n kegiatan berapa konsep ehingga sisw dan berpiki kesalahan ” oleh tumbuh k aktivitas sis an selisih keseluruhan k roses pembelaj gkasan dari sk tan Contextu k Mengatasi esis”. Referens adalah konsep umbuhan melak yaitu sebesar yang dialami bagian daun kan fotosintesis 3,11. naan pembel telah direnca ma sebesar 94% yang menunju lolaan pembel baik sesuai d adalah melak dan memperh tase masing-m udah sesuai d g tuntas dan 31 iperoleh perse 3,12%. Pada po n 3 siswa yang esentase ketun

hal ini ketun ngan pembel

n, saran yang angkan metode gidentifikasi

saat akhir keg lebih lanjut nsepsi pada ko khususnya m jadinya miskon jari IPA. praktikum p yang meng wa tidak ir secara ab Fotosintesis han yang berw swa sebaiknya waktu 5 m kegiatan siswa aran. kripsi dengan ual Teaching Miskonsepsi si yang dipakai p yang kukan 56%. i oleh yang s yang ajaran anakan % dan ukkan ajaran dengan kukan atikan masing dengan siswa entase ost tes g tidak ntasan ntasan ajaran dapat e CRI profil giatan untuk onsep-materi nsepsi untuk galami hanya bstrak hanya warna tidak menit, dapat judul and pada i pada

(9)

29 Arief, M. A. 2011. Penerapan Strategi Konflik Kognitif

dalam Mengatasi Miskonsepsi pada Materi Pokok Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Siswa kelas X SMA Khadijah Surabaya. Skripsi tidak dipublikasikan.

Arifin, M. 2005. Strategi Belajar Mengajar Kimia. Malang: UM Press

Baharuddin dan Nur Esa. 2010. Teori Belajar & Pembelajaran. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.

Campbell, N.A. 2002. Biologi edisi V. Jakarta : Erlangga. Ibrahim, M. 2012. Seri Pembelajaran Inovatif Konsep,

Miskonsepsi, dan Cara Pembelajarannya.Surabaya : Unesa University Press.

Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta.

Nihayati, F.H. 2009. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berbahasa Inggris Pada Materi Pokok Alat–Alat Optik yang Berorientasi pada Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Di SMP Negeri 6 Surabaya. Skripsi tidak dipublikasikan.

Nur, M. dan Wikandari. 1999. Teori Belajar. Surabaya : University press.

Parera, A. 2011. Peran Klorofil dalam Fotosintesis. (online).(http://andreparera.wordpress.com/2011/09/0 9/peran-klorofil-pada-fotosintesis/, diakses tanggal 15 Februari 2013).

Repi, R. A. 2010. Profil Kemampuan Awal dan Miskonsepsi IPA Biologi Siswa SMA Se-Kota Manado, (online), (http://www.geocities.com/J_

sains/Vol1_No1/, diakses 23 November 2011). Sanjaya, W. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi

Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenata Media.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Soegiharto. 2013. Teori Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya.(online).

(

http://konspend.blogspot.com/2012/10/teori-hasil-belajar-dan-faktor-yang.html diakses 2 Februari

2013).

Sumaji. 1998. Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogjakarta : Kanisius.

Susanti, Anik. 2009. Miskonsepsi Buku Ajar Sains di SD. (online) ( http:///miskonsepsi-buku-ajar-sains-di-sd.html, diakses 25 Oktober 2012).

Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

UNESA. 2000. Pedoman Penulisan Artikel Jurnal, Surabaya: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Surabaya.

Yulianti L. 2010. Miskonsepsi dan Remediasi

Pembelajaran IPA (online). (http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/1/repository/dikti/B

A_DIP-BPJJ_BATCH_1/Pengembangan%20Pembelajaran%

20IPA%20SD/05.%20Inisiasi%20Online%205.pdf,

Gambar

Tabel 3. Perbandingan Miskonsepsi antara Tes Awal  dan Tes Akhir

Referensi

Dokumen terkait

HASIL KAJIAN DAN PERBINCANGAN 4.1 Pengenalan 4.2 Maklumat Latar Belakang Responden 4.3 Kepuasan terhadap Pendapatan 4.3.1 Tahap Kepuasan terhadap Pendapatan 4.4 Pola Perbelanjaan

Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Lelang Nomor : 07/TAP/DPU/SDA-18/POKJA/2015 tanggal 19 Juni 2015 tentang Penetapan Pemenang Lelang Paket Pekerjaan Peningkatan Jaringan

Dari tampilan luasan lahan ini tampak bahwa usaha di bidang peternakan memiliki potensi yang sangat besar karena memiliki vegetasi tanaman yang cukup luas yang

News reader : Program kerja perpustakaan kota Yogyakarta Tahun 2010 Perpustakaan kota Yogyakarta Pada tahun 2010 ini mempunyai program kerja Pembinaan dan penggembangan

Telah dipertahankan di depan Tim Penguji Pada Tanggal 26 Februari 2013. yang dinyatakan telah memenuhi syarat

Ketebalan mulsa jerami padi dapat meningkatkan hasil tanaman tomat walaupun pada pengamatan pertumbuhan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata.. Hal ini

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbandingan keterampilan sosial dalam keterlibatan olahraga atlet dan non atlet disabilitas. Penelitian ini

Artinya, anggota kelompok pada tingkat pendidikan SMP peluang aksi kolektif berkurang menjadi 0,23 kali semula dari rendah ke sedang atau sedang ke tinggi dibandingkan dengan