BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Nifas merupakan proses alamiah yang dialami oleh wanita setelah persalinan yang berlangsung kira-kira 6 minggu. Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan fisiologis, yaitu Perubahan fisik, Involusi Uterus dan Pengeluaran Lochea, Perubahan Psikis, Laktasi/ Pengeluaran Air Susu Ibu (ASI). Laktasi merupakan suatu masa dimana terjadi perubahan pada payudara ibu, sehingga mampu memproduksi ASI dan merupakan suatu interaksi yang sangat kompleks antara rangsangan mekanik, saraf, dan berbagai macam hormon sehingga ASI dapat keluar (Wiknjosastro, 2009).
Komposisi ASI tidak konstan dan beberapa faktor fisiologi dan faktor non fisiologi berperan secara langsung dan tidak langsung. Faktor non fisiologi meliputi aspek lingkungan, konsumsi rokok dan alkohol. Faktor fisiologi meliputi umur penyusuan, waktu penyusuan, status gizi ibu, penyakit akut, dan pil kontrasepsi. Menurut Afifah, 2007, Hal- hal yang mempengaruhi Produksi ASI antara lain : Status Gizi Ibu, Ketenangan Jiwa dan Pikiran, Penggunaan Alat Kontrasepsi, Perawatan Payudara, Anotomis Fisiologis Buah Dada, Faktor Isirahat dan Faktor Obat-obatan. Aspek gizi ibu yang dapat berdampak terhadap komposisi ASI adalah intik pangan aktual, cadangan gizi, dan gangguan dalam penggunaan zat gizi. Perubahan status gizi ibu yang mengubah komposisi ASI dapat berdampak positif, netral, atau negatif terhadap bayi yang disusui. Bila asupan gizi ibu berkurang tetapi kadar zat gizi dalam ASI dan volume ASI tidak berubah maka zat gizi untuk sintesis ASI diambil dari cadangan ibu atau jaringan ibu. Rendahnya Cakupan ASI Eksklusif di karenakan karena kurangnya produksi ASI yang baik, hal tersebut yang menjadikan ASI Eksklusif masih menjadi suatu masalah yang besar di suatu daerah.
peranan penting dalam menjaga kesehatan dan mempertahankan kelangsungan hidup bayi. Oleh karena itu, bayi yang berumur kurang dari enam bulan dianjurkan hanya diberi ASI tanpa makanan pendamping. Makanan pendamping hanya diberikan pada bayi yang berumur enam bulan ke atas (Suraji, 2003).
Keberhasilan pembangunan pada sektor kesehatan ditentukan berdasarkan indikator Angka Kematian Bayi (AKB) termasuk tantangan untuk mencapai SDGs pada tahun 2030. Target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 untuk AKB adalah sebanyak 12 per 1000 kelahiran hidup. (Kementrian Kesehatan Indonesia, 2015) Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Bayi sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Kawasan ASEAN sehingga menjadikan Indonesia menjadi peringkat tertinggi di ASEAN (Kemenkes RI, 2014).
Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan RI tahun 2015 menyebutkan bahwa 10,2 % bayi di indonesia lahir dengan berat badan rendah (<2500 gram), 19,6% dengan gizi kurang, 37,2% dengan balita pendek. Permasalahan kekurangan gizi ini merupakan permasalahan besar yang di hadapi bangsa indonesia. Upaya untuk memutuskan rantai kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat diputuskan melalui upaya salah satunya dengan ASI Eksklusif.
sejak dilahirkan sampai 6 bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan (Permenkes, 2012), akan tetapi, dalam kenyataannya cakupan ASI di negara Indonesia belum sesuai dengan target yang diharapkan yaitu sebesar 80%, seperti pada tahun 2011 cakupan ASI di Indonesia ada 61,50%, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2012 menjadi 48, 62%. Tahun 2013 cakupan ASI di Indonesia mengalami peningkatan dari cakupan ASI 2012 yaitu sebesar 54,3% kemudian terjadi penurunan kembali pada tahun 2014 yaitu menjadi 52,30, dan pada Tahun 2015 mengalami peningkatan menajdi 55,7% (Kementrian Kesehatan RI, 2015).
Jawa Tengah sendiri dari tahun ke tahun memiliki cakupan ASI ekslusif yang terus meningkat, seperti pada tahun 2011 cakupan ASI di jawa tengah sebanyak 45,86%. Tahun 2012 cakupan ASI sebanyak 47,47 kemudian pada tahun 2013 mengalami peningkatan lagi yaitu 60,66, akan tetapi ditahun 2015 angka cakupan ASI di Jawa Tengah mengalami penurunan yaitu menjadi 52,11% (Dinas Kesehatan Jawa Tengah, 2015).
Wilayah Kota Semarang terdiri dari 37 wilayah puskesmas, dimana cakupan terendah dari Kota Semarang adalah pada wilayah puskesmas Sekaran. Puskesmas Sekaran dalam rangka meningkatkan cakupan ASI di wilayahnya, mengadakan pendataan langsung ASI eksklusif di wilayahnya satu tahun 2 kali yaitu tiap bulan Februari dan Agustus serta memberikan promosi ASI eksklusif mulai dari keluarga, kader, dukun serta membuat baliho-baliho ASI eksklusif di tempat umum. Cakupan ASI di puskesmas Sekaran pada 3 bulan terakhir dengan jumlah bayi 129 bayi, pada bulan September sebanyak 51 anak, bulan Agustus sebanyak 38 anak, Juli sebanyak 40 anak. Rendahnya Cakupan ASI Eksklusif di karenakan karena kurangnya produksi ASI yang baik, hal tersebut yang menjadikan ASI Eksklusif masih menjadi suatu masalah yang besar di suatu daerah tersebut, salah satunya Kecamatan Sekaran yang menjadi Cakupan ASI terendah di Kota Semarang.
tidak cukup, dibuktikan dengan adanya bayi yang menangis setiap selesai menyusu, serta banyak ibu nifas di daerah tersebut yang pengeluaran ASInya kurang lancar dikarenakan kurangnya asupan nutrisi yang seimbang (buah-buahan, sayur-sayuran), pengetahuan yang kurang, ekonomi keluarga serta psikologis ibu yang kurang percaya diri ketika memberikan ASI kepada bayinya, 2 orang ibu menyusui yang tidak menyusui bayinya secara Eksklusif karena ibunya berkerja, dan 1 orang ibu menyusui menyusui bayinya secara Eklskusif. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu untuk bisa meningkatkan produksi ASI nya tanpa harus menambahkan susu formula.
Sehingga peneliti tertarik mengetahui bagaimana pengaruh jumlah konsumsi makanan berupa buah pepaya untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Karena pada buah pepaya merupakan jenis tanaman yang mengandung vitamin A dan mengandung laktagogumyang memiliki potensi dalam menstimulasi hormon oksitoksin dan prolaktin seperti alkaloid, polifenol, steroid, flavonoid dan substansi lainnya paling efektif dalam meningkatkan dan memperlancar produksi asi. Laktagogum sintetis tidak banyak dikenal dan relatif mahal. Hal ini menyebabkan peneliti mengantinya dengan buah pepaya yang mudah di dapat dan relatif murah, upaya dalam peningkatan produksi ASI.
Dalam penelitian yang dilakukan Sri Banun Titi Istiqomah, Dewi Triloka Wulanadari, Ninik Azizah (2014) melakukan penelitian yang berjudul pengaruh buah pepaya terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di Desa Wonokerto Wilayah Puskesmas Peterongan Jombang Tahun 2014. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa rata-rata produksi ASI sebelum dan sesudah konsumsi buah pepaya adalah berbeda. dengan demikian dapat dinyatakan bahwa pemberian buah pepaya dapat mempengaruhi peningkatan produksi ASI Ibu menyusui di Desa Wonokerto di Wilayah Puskesmas Peterongan Kabupaten Jombang.
prolaktin di dalam epitel otak dan mengaktifkan sel-sel epitel pada alveoli untuk menampung air susu di dalam payudara (Soetariniet al.2009).
Menurut bibi ahmad chahyanto dan katrin roosita (2013) melakukan penelitian yang berjudul kaitan asupan vitamin A dengan produksi air susu ibu (asi) pada ibu nifas hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin A berhubungan signifikan dengan produksi asi (p < 0,05). Semakin tinggi asupan vitamin A pada ibu nifas, maka produksi air susu ibu untuk bayi akan semakin tercukupi.
Hal tersebut yang menjadikan alasan saya untuk meneliti hubungan jumlah konsumsi buah papaya dengan produksi ASI.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Bagaimanakah deskriptif jumlah konsumsi buah pepaya dalam peningkatan berat badan anak di Puskesmas Sekaran Kota Semarang?”
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Mengetahui deskriptif jumlah konsumsi buah pepaya dalam peningkatan berat badan anak di Puskesmas Sekaran Kota Semarang.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui karakteristik ibu menyusui di Puskesmas Sekaran.
b. Mendeskripsikan jumlah konsumsi buah papaya pada ibu menyusui di Puskesmas Sekaran.
c. Mendeskripsikan peningkatan berat badan anak pada ibu menyusui di Puskesmas Sekaran.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Klien (Ibu Menyusui)
Untuk memberikan masukan tetang upaya peningkatan berat badan anak pada ibu menyusui salah satunya yaitu dengan cara mengonsumsi buah papaya sehingga produksi ASI bisa meningkat, diharapkan ibu bisa memberikan ASI Eksklusif secara 6 bulan
2. Bagi Masyarakat
Manfaat penelitian bagi masyarakat, yaitu untuk memberikan informasi tentang cara memperlancar produksi ASI pada ibu menyusui salah satunya yaitu dengan cara mengonsumsi buah pepaya sehingga produksi ASI bisa meningkat, diharapkan ibu bisa memberikan ASI Eksklusif secara 6 bulan.
3. Bagi Tenaga Kesehatan
Manfaat penelitian ini bagi tenaga kesehatan yaitu untuk memberikan informasi dan menambah variasi penatalaksanaan pada ibu menyusui yaitu dengan cara mengonsumsi buah papaya sehingga produksi ASI bisa meningkat, diharapkan ibu bisa memberikan ASI Eksklusif secara 6 bulan 4. Bagi Akademik
Hasil penelitian diharapkan dapat menambah referensi bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang di dalam meningkatkan pengertahuan tentang penatalaksanaan pada Ibu menyusui yaitu dengan cara mengonsumsi buah papaya sehingga produksi ASI bisa meningkat, diharapkan ibu bisa memberikan ASI Eksklusif secara 6 bulan.
5. Bagi Peneliti
a. Sebagai penerapan mata kuliah meteodologi penelitian dan menamabah pengalaman dalam penulisan proposal penelitian.
b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam proses pembelajaran tentang penatalaksanaan produksi ASI dengan cara mengonsumsi buah papaya. Sehingga produksi ASI bisa tercukupi, diharapkan ibu bisa memberikan ASI Eksklusif secara 6 bulan.
6. Bagi Peneliti Selanjutnya
Dapat dijadikan literatur untuk penelitian selanjutnya.
E. Bidang Ilmu
Penelitian ini termasuk dalam bidang ilmu keperawatan maternitas.
F. Keaslian Penelitian
Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian Pengaruh
Desain pada penelitian ini adalah pre and post test design, dengan. Populasi ibu-ibu menyusui di Desa Wonokerto Wilayah Puskesmas Peterangan Kabupaten Jombang Tahun 2014, Sample sejumlah 60 orang, dengan menggunakan Teknik random sampling.
Desain pada penelitian ini adalah desain cross sec¬tiona. Data Penelitian : data primer. Uji normalitas data : menggunakan uji one sample
Judul dan Nama penelitian
Variabel
Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian Pengaruh
Desain penelitian pada penelitian menggunakan pre and post test design.Populasi : seluruhibu post partum < 40 hari yang menyusui Tengah, dengan sample berjumlah
Desain pada penelitian ini menggunakan One Group Pra Post Test Designyang artinya menggunakan satu kelompok .Populasi pada penelitian ini: ibuNifas yang melakukan persalinan di BPM Yuni Widaryanti, dengan sample sebanyak 30orang, Teknik : pada penelitian ini diambil dengan cara non probability sampling type purposive