Jurnal llmu
Pengetahuan Telrnologi dan Seni
Terbit
secaraperiodik
3
(tiga)
kali
setahun pada
bulan
September,
Januari dan
Mei
: Direktur Politeknik Darussalam
: Pembantu Direktur I
Pemimpin Umum/ Penanggung Jawab:
Kepala LPPM Polireknik Darussalam
Sri Porwani, S.E.,
M.
Si.Yike Diana Putri. S.8., Ak.
L
Dr. H. Suheriyatmono, S.E., M.M., Ak. (STIE Prasetiya Mandiri Lampung)2. Rita Martini, S.8., Ak., M.Si. (Politeknik Negeri Sriwijaya)
3. Sri Porwani, S.E.M.Si (Politeknik Darussalam)
4. A. Jalaludin Sayuti, S.E.,
M.
Hum., Res (politeknik Negeri Sriwijaya)5. Mahdi Hendrich, S.E.,
M.
Si. (Polireknik Darussalam) 6. Sri Winarni, S.E.,M.
Si. (Polireknik Darussalam) 7. Filria Damayanti, S. Pd.M.
Pd. (Politeknik Darussalam)Tata Usaha Bidang Sirkulasi/Produksi :
l.
Debby Marthalia, S.Pd.,M.M.
2.
Widya Destina, A.Mdffi
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat TuhanYang Maha
Esa atas Rahmat-Nya sehingga JumalILMIAH
(JurnalIlmu
Pengetahuan Teknologi dan Seni) VolumeVIII
No.
I
Periode September-Desember Tahun 2015 inidapat terbit.
Salah satu bentuk karya
ilmiah
yaitu penulisankarya ilmiah
berupa
Jumal
Ilmu
PengetahuanTeknologi
&
Seni. Dirnana penulisankarya
ilnriah merupakansuatu kewajiban yang dilakukan
oleh Dosen yang manaini
salah satu kegiatanTri
Darma Perguruan Tinggi.Tim
penyunting menyampaikan ucapan terimakasih
kepada semua
pihak yang terkait
dalam penyusunanjurnal ini.
Jurnalini juga
masih banyak kekurangannya,untuk
itu
sarandan
kritik
yang membangundari para
pembaca sangat diharapkan agarjumal
ini
lebih
sempurna dimasayang
akan datang.Akhir
kata,Tim
Penyunting berharap semogajumal ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Tim Penyunting
Redaksi menerima tulisan hasil penelitian atau kajian ihniah yang berhubungan derrgan ipteks, ekonomi dan bisnis serta pendidikan yang belum pernah dimuat pada majalah atau
jurnal lain.
Redaksibirhak
mengubah naskah tanpa mengurangi makna isinya.Isi
tulisan merupakan tanggungjawab penulis. Keaslian tulisan adalah hasil tulisan sendiri (bebas unsur plagiatisme yang dibuat oleh penulis. Apabiladi
kemudian terbukti pada tulisanini
mengandung unsur plagiatisrne dari hasil karya/ tulisan orang lain dan atau terdapat gugatan dari pihak lain terhadaptulisanlni
meiupakan tanggung jawab sepenuhnya penulis. Segala dampak dari plagiatisme tidak ada sangkutpautnya dengan Dewan Reaarci JumalIlmu
Pengetahuan Teknologi dan SeniLPPM Politeknik
Darussalam. Redat<sijuga
memU".i kesempatan bagi perusahaan yang ingin mempromosikan usaha.Alamat Redaksi: Kampus Politeknik Darussalam
'
Jalan Basuki Rahmat No. 1608 E-F Simpang Polda Palembang Telp. (071 I ) 350 333/
Fax. (071 I )374002 I
374003.
E-Mail: [email protected].
Contak Person:l.
DebbyMarthalia,S.pd., M.M.(0g15
13305311)ILMIAH
Volume VIII No.I
,2015 Faridq Husin- Wanita KorierDolart
:
:
a-</
cn
Hrq
*
:]
-D
1-€
t-WANITA KARIER DALAM PANDANGAN
ISLAM
Farida Husin
Dosen UP.MPK Politeknik Negeri Sriwijaya Email : faridahusin72 @gmail. com
ABSTRACT
The aim
of
this research was to defermine the role and function of career women in the view of the Islamic religionii
terms of positive and negative perspectivesfor
thefamily,
community, nation and state, and howIslim
is addressing this. The background of this research was thqt the general public views on career women who are considerid not according to nature asa
wife and mother to herfamily
and household issues that arisein
the community werecoiidered a
resultof
therole of
career women.For
example' mothers *'hopursue
a
career
outside homecould potentially
causeproblems
in
child
educationdue
to
lack
of
communication and approach due to time constraints
for
the child os well as suspicion of the husband to thewife
of
anotherideil'
man.Kind
of
data
in
this
research was covering the qualitative descriptions bypirfoiming
the literature method byfinding
informative varieties on the role and function of career women -throughime
literature containing material accordinglo
the theme. The discussionin
this research wasaboulthe role andfunction of career women in Islam and the position is a coreer woman as a mother, whose
role as
an
educator,a
career womanas
a
wife as a protector and
complementary advantages and disadvantagesof
the husband and the woman's career asa
society member asa
determinontof
success expectatiois and the ideals of society. The conclusion was that a Muslim woman can have a career outsideth-e home, when the cdreer women still take in charge of their families and have the foundation deoling with
the noble objectives, namely to help the
family
and her brother by not leaving her nature as wife and motherfor
her children and her responsibilities to her religion. Keywo rds:
)/'oman, C areer, Islamic PerspectivesABSTRAK
Pandangan masyarakat umum mengenai wanita karier yang dianggap tidak sesuai kodratnya sebagai istri dan ibu bagi keluarganya serta persoalan rumah tangga
yang
muncul ditengah masyarakat yang dianggap akibat dari pJran*unitu
karier. Oata yang dipergunakan adalah studi pustaka yang dilakukan dengan cara meneliti berbagai informasi mengenaip".un
dun fungsi wanitakarier
melalui buku-buku ataupun internet sesuai denga-n masalah yang dibahas. Solusi setiap permasalahan mengenai peran dan fungsi wanita karier dalampuriungu,
Islam yaiiul)
wanita karier sebagai ibu, yang berperan sebagai pendidik, 2) Wanita karier sebagaiistri
seiagai pelindung dan pelengkap kelebihan dan kekurangan suami,3)
Wanita karier sebagai anggota masyarakit sibagai penentu i<eberiasilan harapan dan cita-cita masyarakat. Kesimpulannya wanita muslimah dapatmelakukurik*i.r di
luar rumah, manakala profesi dilakukan sejalan dengan tanggung jawab keluarga dan berpondasi pada tujuan yang luhur yaitu membantu keluarga dan saudaranya dengan tidak meninggalkan kodratnya sebagai istri, dan ibu bagi anak-anaknya serta tanggungjawabnya terhadap agamanya.Kata kunci:
WanitanKarir,
Pandangan Islamj
PENDAHULUAN
Latar
BelakangSebagai
wujud
kesetaraan
Yangdiperjuangkan Raden
Ajeng Kartini
tentang kesetaraankaum wanita yang dikenal
dengan emansipasiwanita.
Hal
tersebut, menjadi cikal bakal wanita untuk berkarier diluar rumah. Halini
diakibatkandari
kebutuhanuntuk
menghidupi keluarga dan semakin meningkatnya keterdidikan kaum perempuan.Dari
sinilah
kemudianmuncul
komunitaspekerja
perempuanatau yang lebih
populerdisebut
denganwanita
karier.
Wanita
karier memperluas dunia pengabdiannya, bukan saja dirumah tangga sebagai ibu (peran domestik), tetapi juga di tengah masyarakat dengan berbagai fungsi
dan jabatan (peran
publik).
Pandangan yangselama
ini
diawetkan bahwa
setinggi-tinggi perempuan sekolah, akhimya akan ke dapur juga sudahmulai
dipersoalkan, bahkan sudah mulaidibongkar. Dapur
tidak
lagi dipahami dalam arti kerja domestik, seperti memasak, mengasuh anak, dan mengatur rumah tangga serta melayani suamidi
kasur. Dapur
sudah mengalami pergeseran penafsiran dengan memasuki penafsiran metafora, yakni kewajiban membiayai rumah tangga.Peran
laki-laki
sebagai kepala rumah tangga sudah pula mulai bergeser. Posisi suami dan istrimulai
disetarakan,tidak
lagi
dalam
posisi didominasidan
mendominasi. Karena ternyatadalam konteks
wanita
karier, banyak fenomenapenghasilan
istri
lebih
besardari
penghasilansuami. Namun
fungsi
sebagai wanitakarier
initernyata
tidak
sepi
dari
persoalan. Persoalan tersebut antaralain
adalah tentang pengasuhan anak. Secara emosional anak lebih dekat kepadaibunya, ketimbang kepada ayahnya.
Oleh
sebabILMIAH
VolumeVIII
No.I
,2015 Farida Husin. Wanita Karier Dalambekerja
di
luar rumah. Makabila ibu
bekerja dilluar
rumahitu
berarti
perhatian terhadap anak serta yang menjadi berkurang.Oleh
sebab
itu,
tidak
berlebihan
bila dikatakan bahwa ibu yang berkarierdi
luar rumahberpotensi
menimbulkan problem dalam
polapendidikan
anak. Dalam
hal
Intensitasberkomunikasi dengan
anak
menjadi
sangat berkurang dan minim. Kenyataan bahwa seorang anak lebih terbuka kepada teman atau orang lain,tentang
masalah-masalah
pribadi
yangdihadapinya, ketimbang kepada ibunya. Problem
lain
adalah kerumahtanggaan. Denganistri
yangberkarier sering diasumsikan akan mengganggu
keharmonisan
rumah
tangga.
Meninggalkan rumah karena sibuk bekerja, bisa memicukonflik
rumah tangga. Suasana hangatdi
rumah
yangdidambakan
oleh suami ketika
ia
pulang
dari pekerjaan, akantidak
didapatlagi
bila
istrinya masih bekerja di luar rumah.Tidak
kalah
seriusnyaadalah
terbukanyapotensi
tentang munculnyaPria
Idaman Lain. Walaupun problemaini
tidak
dapat ditimpakan semata-mata kepada wanita, tetapi akibat seringbertemu
diluar
rumah,mengadakan meeting
dalam rangka
bisnis,menjadi sebab
yang
sangat
signifikan
akanterj adiaya perselingkuhan. Andaikata wanita tidak
bekerja
di
luar
rumah tentulah situasi tersebuttidak muncul dan peluang ke arah perselingkuhan tidak akan terjadi.
Perumusan Masalah
Dari
latar belakang dan gambaranumum tentangwanita karier diatas, dapat dirumuskan beberapa masalah antara lain:
l.
Apakahyang
dimaksud dengan wanitakarier dan
Bagaimana dampakpositif
dan
negatif
nya bagi
keluarga,masyarakat, bangsa dan negara?
2. Bagaimana islam
menyikapipermasalahan wanita karier ini? Pembatasan Masalah
Namun demikian mengingat terbatasnya waktu, keilmuan dan pengalaman
yang
penulismiliki,
maka penulis akan
mengangkatmasalah: Bagaimanakah peran dan fungsi wanita karier dalam pandangan agama Islam?
TINJAUAN PUSTAKA
DefinisiWanita Karier
Wanita karier ialah wanita yang
memiliki keahlian, keterampilan, dan profesi khususdi
luarkegiatan
kerumahtanggaan.Namun
demikian tidak semua wanita yang bekerja atau tenaga kerjawanita dapat
diklaim
sebagaitenaga
karier. Karena mereka yang hasil karyanya sebatas dapat menghasilkan imbalan keuangan disebut sebagaiwanita bekerja, meskipun imbalan tersebut tidak diterima secara langsung.
Secara
lebih jelas,
wanita
karier
adalah wanita yang menekuni dan mencintai sesuatu atau beberapa pekerjaan secara penuh dalam waktuyang
relatif
lama,
untuk
mencapai
sesuatu kemajuan dalam hidup, pekeq'aan atau, jabatan. Umumnya karier wanita ditempuh oleh wanita diluar
rumah,
sehinggawanita karier
tergolongmereka
yang
berkiprah
di
sektor
publik.Disamping
itu,
untuk
berkarier berarti
harusmenekuni
profesi
tertentu yang
membutuhkan kemampuan, kapasitas, dan keahlian dan acap kalihanya
bisa diraih
dengan
persyaratan telah menempuh pendidikan tertentu.AI-Qur'an
dan Hadits
tentang
PosisiPerempuan
Banyak ayat al-Qur'an dan Hadits Nabi yang memberi penekanan akan peran wanita dan kaum
laki-laki yang
harus
seimbang.
Al-Qur'an menegaskanbahwa
anlara
laki-laki
denganperempuan
terdapat kesetaraan.
Tidak
adaperbedaan
antara keduanya dalam
perbuatan.Siapa saja
melakukanamal
(perbuatan) akan mendapat ganjaranyang setimpal
dengan apa yang mereka perbuat. Inilah yang ditegaskan olehAllah
SWT dalam al-Qur'an surat Al-Ahzab (33) ayat 35:"Sesungguhnya
laki-laki dan
perempuan yang muslim,loki-laki
dan perempuonyang
mukmin,laki-laki
dan
perempuan
yqng
tetap
dalamketaatannya,
laki-laki dan
perempuan
yang benar,lqki-laki
dan perempuan yqng sabar,laki-laki
dqn perempuan yang khusyuk,laki-loki
danperempuan
yang
bersedekah,
lqki-laki
danperempuan
yqng
berpuasa,
laki-laki
danperempuan
yqng
memelihara
kehormatannya,lqki-laki
dan perempuqnyang
banyak menyebut(nama)
Allqh,
Ailah
telah
menyediakan untuk mereha qmpunqn dan pahala yang besar."Jelas sekali dalam ayat
di
atas, tslam tidak membedakanantara
lakiJaki dan
perempuan.Tidak ada
penempatanyarrg
lebih
ataupun penempatanyang kurang
dalamposisi
itu.
Ini
juga yang ditegaskan olehAllah
dalam suratAn-Nisa (4) ayat 124:
"Barangsiapa
yang
mengeriakan
amal-amal saleh,baik laki-laki
maupunwanita
sedang ia orang yang beriman, maka merekaitu
masuk kedalam
surga dan
merekatidak
dianioya walau sedikitpun.".Bahkan al-Qur'an
menegaskan
bahwa keduanya haruste{alin
kerja
samadan
saling bantu membantu. FirmanAllah
dalam suratAt-Taubah (9)
ayatTl:
"Dan
orang-orangyqng
beriman,
lelaki
dan perempuqn, sebahagian mereka (adalah) meniadipenolong bagi
sebahagianyang lain.
Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegahdari yqng
munkar,
mendirikan
shalat,ILMIAH
Volume VIII No.I
,2015 Farida Husin. Wqnita Karier Dalqmi i
oleh
Allah;
sesungguhnyaAllah Mohq
Perkasalogi Maha Bijaksana."
Hadits
tersebut memberikan gambaran yang sangatjelas,
betapa kaum perempuan semenjakNabi telah
memegang peranpublik
mereka ditengah
masyarakat.Posisi
yang
setara
danseimbang
antara
laki-laki
dan
perempuandipelihara
dan
dibangun secaraterus
menerus oleh Rasulullah SAW. Hal ini bukan hanya dalamdoktrin dan
ajaran, tetapijuga
dalam
praktek pelaksanaan di tengah kehidupan sehari-hari. Peranan dan Fungsi SeorangWanita
Sejak al-Qur'an diturunkan
kepada Nabi MuhammadSAW, wanita telah menjadi
salahsatu wacana penting.
Dalam al-Qur'an
terdapatdua
surat: an-Nrsadan
Maryamyang
bertajukwanita
dan
isinya
banyak
membicarakanpersoalan-persoalan
yang
berkaitan
denganwanita.
Hal ini
membuktikan
bahwaIslammenaruh
perhatian
yang
besar
terhadapwanita
dan
menjunjung harkat
dan
martabat seorang wanita.Adapun Peran dan Fungsi wanita dalam perspektiflslam adalah sebagai berikut :1.
Wanita
sebagaiIbu
Islam memandang dan memposisikan wanita sebagai
ibu
ditempat yang
luhur dan
sangat terhormat. Ibu adalah satudi
antara dua orang tuayang
mempunyaiperan
sangatpenting
dalamkehidupan
setiap individu.
Di
tangan
ibu-lah setiapindividu
dibesarkan dengan kasih sayangyang
tak
terhingga. Secara tegas
al-Qur'an memerintahkan setiap manusia untuk menghayatidan mengapresiasi
ibu
atas jasa-jasanya dengan berbuat baik kepadanya.2.
Wanita sebagaiIstri
Peran
lain
wanita dalam kehidupan sehari-hari, adalah sebagai istri. Dalam Q.S.Al-Baqarah :187 yang artinya:
"....mereka
adalah pakaian
bagimu,
dan kamupun adalah pakaian bagi mereka...Antara suami
istri
kedekatannya dan fungsinya adalah bagaikan pakaianyang melekat
tubuhpemakainya;
saling
menutupi
kekuranganpasangannya
dan
saling
melindungi.
Islammemandang
perkawinan
melalui
jalinanpernikahan
dalam rangka
mensejahterakanmanusia serta menjamin
kelangsungan hidup manusia melalui reproduksi dan regenerasi dalam sistem yang sehat.3.
Wanita
sebagai
Pribadi
dan
Anggota MasyarakatMasyarakat adalah sekelompok
manusiayang berkumpul dan berinteraksi dalam rangka
memenuhi kebutuhan bersama. Setiap individu membentuk keluarga
dan
keluarga-keluarga itu merupakan komponen masyarakat.Tidak
dapatdielakkan
bahwa
masyarakat tersebut
lebihkurang
separuh anggotanya
adalah
wanita. Dengandemikian, kokoh tidaknya
masyarakatdantercapai
tidaknya
harapan
dan
cita-citamasyarakat ditentukan pula oleh wanita. Bahkan,
moralitas, sebagai
salah salah
satu
senditerpenting
dalam
masyarakat dipahami
olehbanyak
pihak
sebagai sesuatu
yang
sangat ditentukan oleh wanita. Walaupunini
tidak bolehdipahami bahwa
kehidupan masyarakat hanya menjadi tanggung jawab wanita.lslam lahir dengan suatu konsepsi hubungan
manusia
yang
berlandaskan
keadilan
ataskedudukan
pria dan wanita.
Keadilan menurutIslam
adalah terpenuhinya
hak bagi
yangmemiliki
secara sah, sebaliknya bagipihak
lain adalah kewajiban. Kesejajaran hak dan kewajibanpria
dan wanitatidak
didengungkanoleh
Baratyang
diserukan
adalah
pervrmaan
hak.Kesejajaran
dalam
hak
dan kewajiban
antara suamiistri
sebagaimana digambarkan oleh Nabi bahwa hakistri
merupakan kewajiban suami dan sebaliknya hak suami menpakan kewajiban istri.Karena
itu
suami
istri
sama-sarra memakai pakaian, merasakan kenikmatan makanan, tidaksaling berlaku kasar
menjelekkan/merendahkandan tidak akan
meninggalkan tanggung jawab masing-masing.PEMBAHASAI\
WANITA KARIER DALAM
PAITDANGANISLAM
Islam tidak hanya rrelingkupi dan mengatur perbuatan manusia dalam hubungannya dengan
Tuhan, tetapi
juga
dalam hubungannya dengandirinya
sendiri,
sesamamanusia
dan
alam,termasuk
di
dalamnya tentang bekerja
yangtampaknya bersifat drmiawi- Bekerja
adalah segala usaha maksimal yang dilakukan manusia,baik
lewat gerak anggoa tubuh
ataupun akal untuk menambah kekayaan, baik dilakukan secara perseoranganatau
secarakolektif,
baik
untuk pribadi ataupun untuk orang lain.Manusia diciptakan
Allah
SWT,
sebagaimakhluk yang mempunyai
kebutuhan berupamakan, minurn,
pakaian,tempat
tinggal,
danketurunan.
Sementara
itu Allah
SWT menyediakan semua kebumhan itu, tetapi manusiaharus
bekerja
untuk
mendapatkannya, takterkecuali
para
nabi.Menurut
Islam
bekerja bernuansaduniawi dapat bernilai ibadah
biladilakukan dengan
tujuan
yang
benar
yaitu mencariridla Allah SrilT. Hal
ini
sesuai dengan FirmanAlllah
SWT, surat al-Jum'ah: 10."Apabilo
telah
ditunaikan
shalat,
maka bertebaranlah kamudi
muko bumi; dan carilah karuniaAllah
dan ingotlahAllah
banyak-banyak supayq kamu beruntung. ".Dalam kondisi
sepertiini
seorang wanitadapat
dikatakan
wajib
terjun
ke
duniaprofesiuntuk menanggung biaya hidupnya beserta
keluarganya
jika
sipenanggungjawab
sudah tiada/tidak berdaya. Sementara dalam kesempatanILMIAH
Volume VIII No.I
, 2015 Farida Husin. Wanita Karier DalamI
t-kegiatan
profesi.
Manakala
kegiatan
profesi (karier) dilakukan sejalan dengan tanggung jawab keluargadan
berpedomanpada
tujuantujuanyang
luhurnya
membantusuami, ayah,
atausaudaranya
yang miskin,
mewujudkan kepentingan masyarakat banyak, berkorban pada jalan yang baik dan sebagainya.Setelah mencermati berbagai
motif
berkarierbagi
wanita maka
penelusuran
selanjutnya diarahkan pada pandangan Islam terhadap karierwanita.
Sebagaimanatelah
diuraikan terdahulu, bahwa wanita mempunyai hak, kewajiban yangsama dengan
pria,
wanita
juga
mempunyai peluang berkarier sebagaimana pria. banyak ayatAl-Qur'an
maupun hadis Nabi yang memberikan pemahamanbahwa
Islam
mendorong
wanita maupun pria untuk berkarier. Dalam surat an-Nisa : 32, Allah SWT berfirman :"Danjanganlah kamu
iri
hati terhadap apo yangdikaruniakan
Allah
kepada
sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagianyang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apayang
mereka usahakan,dan bagi
para
wanita(pun)
ada
bahagian
dari
apa yang
mereka usahakan, dqn mohonlah kepadaAllah
sebagiandari
karunia-Nya.
SesungguhnyaAllah
Maha Mengetahui segala sesuqtu ".Dari
ayatini
dapat dikatakan bahwa dalam beribadah maupun berkarya, wanita memperolehimbalan dan pahala yang
tidak
berbeda denganpria.
Islam tidak
membedakan pengakuan danapresiasi terhadap
kine{a
atasa dasar
jenis kelamin. Dengan demikian, jelaslah bahwa wanita bisa berkarier dan dapat mencapai prestasi samadengan
pria
atau
bahkan melebihinya
yang tergantung pada usaha dan doanya.Penegasan
Allah
SWT
bahwawanita
dan pria diberi hak dan peluang yang sama baik dalam hal beramal, bekerja maupun berprestasi tertuang dalam Q.S.An-Nisa:
124"Barangsiapa
yang
mengerjakan
amal-amal saleh,baik laki-laki
maupunwanita
sedang ia orang yang beriman, maka merekaitu
masuk kedalam
surga dan
merekatidak dianiaya
walau sedikitpun."
Ayat
Al-Qur'an
tersebutcukup menjadi
bukti bahwa ajaranIslam
menjunjungtinggi
hak-hakwanita. Islam
memberikanmotivasi yang
kuat agar para musliamah mampu berkarierdi
segala bidang sesuai dengan kodrat martabatnya. Dengan demikian, Islam memang agama pembebasan dariperbudakan
antar
manusia maupun
hawa nafsunya.Masalah yang
timbul kini
berkaitan denganketerlibatan
wanita
dalamdalam dunia
profesi(karier) yang ruang
geraknyadisektor
publik,sedangkan
di sisi lain
wanita
sebagai penanggungiawab dalam masalah-masalah internrumah
tangga.
Abbas
Mahmud
al-Aqqad misalnya,tidak
memperbolehkanwanita
(istri)bekerja
di
luar rumah,alasannya karena pria telahdiberi kelebihan kemampuan dalam menghadapi
hidup
daripadawanita. Karena
itu
"kerajaan"wanita terletak
di
rumah
tangga, meskipun iamemiliki
kesanggupan intelektual maupunfisik
yang
sama denganpria,
namun dalam kondisi tertentuwanita harus mundur
dari
perjuanganhidup
selamahamil,
melahirkan, dan menyusui anak. Kecualibila
wanita terpaksa harus mencarinafkah sendiri. Mustafa al-Siba'i
berpendapa:yakni
membolehkanwanita bekerja
manakalatidak
ada
seseorangyang
menjamin
nafkahpadanya.
Itupun
hanya
pekerjaan-pekerjaantertentu
yang
relatif
mudah wajar
dan
tidakmengandung
resiko.
Baginya
wanita
lebih terhormat untuktinggal
di
rumah terutama bilayang bersangkutan mempunyai anak.
Dalam
kegiatan
sosial
maupun politik,
meskipuntidak
ada
larangan secara eksplisit, namun pada masa Rasul SAW, dan masa Sahabattidak ada
wanita yar.g
berprofesi
sebagaipolitikus.
Keterlibatan merekadi
medan peranguntuk
menjadi perawat danjuru
masak sekedar partisipasi dan bukan pemegang posisi strategis. Ia beranggapan bahwa wanita yang bekerjadi
luarrumah,
lebih
banyak
maaratnya dibandingkanmanfaat
yang
diraihnya,
yaitu
mendatangkanfitnah yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan rumah tangganya.
Abdurahman Taj berpendapat bahwa apabila seorang
istri
bekerja sehari penuh atau sebagianwaktu siang, kemudian pada malam
hari
beradadi
rumah (suaminya) atau bekerjadi
malam hari dan menggunakan sisa waktu malamnya bersamasuami; maka apabila
hak
suami
rela
dengankeadaan tersebut,
gugurlah haknya
dalam menahanistri
agar tinggaldi
rumah dan ia wajib memberinya(istri)
nafkah, sebaliknya manakalaia
(suami)
tidak rela
maka
ia
tidak
(wajib) memberinya(istri)
nafkah. Bahkan apabila suamipada mulanya
rela
istri
bekerja lantas berubahpikiran untuk mencegahnya dan manakala istrinya menolak untuk berhenti bekerja, maka gugudah kewajiban suami memberi nafkah.
Sedangkan dipihak lain antara lain al-Hatimi menyatakan bahwa wanita boleh bekerja, bahkan
dibolehkan menduduki jabatan strategis/peranan
penting
di
masyarakatdengan catatan
tetaptunduk pada
ajaransyariat yang
menghidupi kesuciannyaserta
tidak
menelantarkan peran utamanya sebagai ibu rumah tangga. Pendapatnyabertolak
dari
historis tentang partisifasi
parawanita
di
zaman Nabi SAW, dalam peperangan,misalnya: "mengangkaVmenyediakan
air
minumpara
prajurit,
memasak/menyediakan makanan, menjaga,/merawatprajurit yang sakit,
menjagadan
memelihara kenadaraan,
memata-matai musuh, menjahit pakaian dan sebagainya".Seorang
wanita
yang
bernama
Ummu'Atiyah
ikut berperang bersama Rasulullah SAW,ILMIAH
VolumeYIII
No.I
,2015 Farida Husin. Wanita Karier Dalamsebanyak 7 kali sebagaimana pengakuannya yang
termaktub
dalam
Hadis
berikut:Darl
Ummu ' At iyah al-Ans hariyyqh berkata, " Saya b erperangbersama Rasulullah
SAll',
sebanyak7 kali;
qku membantu mereka (pasukan) dalam barak mereka dengan menyiapkan makanan mereka, mengobatiyang
terluko,
dan
menjagoyang
sakit".(HR.
Bukhari dan Muslim)
Dengan fakta-fakta
historis
tersebut makatidak
perlu
ada
lagi
alasan-alasan yang mengahalangi/melarang seorangwanita
terjun dalam profesi apapun, manakala tidak keluar darikoridor
kewajaranmenurut syariat Islam
dantidak
meninggalkan/ mengabaikan tugas utamamereka sebagai
ibu
rumah
tangga.
Dalam keluarga Rasulullah SAW, empat orang dariistri-istri
beliaujuga
profesional dalam menjalankan tugasnya. Mereka itu adalah:l.
Aisyah r.a.
Guruilmu
kedokteran yallg mahirdi
bidang pengobatan, ahli sejarah danjuga
sastra,ahli ilmu-ilmu
agama,ahli
ilmu politik
bahkan pernah menjadi Panglima dalam Perang Jamal. SetelahNabi SAW, wafat beliau
mengajar di kediamannya. Dengan demikian Aisyahdapat
dikategorikan
sebagaicendekiawan,
ulama
dan
budayawan.Aisyah
adalah
tokoh
msyarakat
dizamanflya
yang
tidak
kalah
dengan sahabat-sahabat Nabi lainnya.2. Hafsah. Guru
al-Qur'an
danpengetahuan
umum. Beliau
terkenalcerdas
dan
pernah
terlibat
dalam kegiatanpolitik.
Bersama Aisyah pernahmemberikan
teguran
kepada KhalifahUtsman
r.a.
Hanya karena
dihalangi adiknya (Abdullah bin Umar r.a), beliautidak
ikut
terjun
dalam Perang Jamal. Bagaimana kelebihannyadi
mata umat terlihat dari kepercayaan mereka kepadaHafsah
untuk
menyimpan naskah al-Qur'an yang ditulisdi
zaman Abu Bakar r.a.3.
Ummu Salumsh. Guruilmu politik
danhubungan antar bangsa
ketika
Nabi menghadapisituasi
kritis
menghadapiumat Islam yang
kecewa
denganPerjanjian Hudaibiyah
dan
tidak
mauber+ahallul.
Ummu
Salamahlah
yang tampil untuk memberi saran kepada Nabiuntuk
bersikap
tegasmemulai tahallul yang kemudian semua sahabat mengikuti tahallul.
4.
Zainab
binti
Zahsy. Adalah
guruketerampilan terutama kerajinan tangan. Sedangkan
istri-istri
yang
lain
yaituSaudah, Safiyah, Juwairiyah,
UmmuHabibah,
dan
Maimunah
berperan menjadi ibu rumah tangga mumi.Tokoh bekerja di
yang
membolehkan
wanita rumah adalah al-Sakhawi yangmengatakan
bahwa
wanita-wanita
yangmempunyai keahlian
atau
kepandaian tertentu, seharusnyadiabdikan
kepada masyarakat agarmanfaatnya
menyebar kepada orang
banyak.Jamal
al-Din
MuhammadMahmud
sependapatdengan
al-Sakhawi
bahwa
wanita
berhak mendapatkan kesempatan untuk bekerja(di
sektorpublik)
apabila yang bersangkutan membutuhkanpekerjaan
itu, atau
peke{aan
tersebutmembutuhkan orang-orang
seperti
dia
(dalamkeahlian tertentu) bahkan
seharusnya dibuat undang-undang yang sesuai dengan hukum Islamuntuk melindungi dan
menjamin kesejahteraan pekerja-pekerja wanita itu.Namun
demikian ada beberapahal yang
perlu diperhatikan oleh wanita dalammeniti
karier diluar rumah. Antara lain:
A.
PergaulanWanita
Islam
merupakan agama yangsyamil (utuhdan
sempurna).Tak
satupun
aspek kehidupanmanusia
yang
tidak diatur
dalam
sumberhukumnya,
yaitu al-Qur'an dan
Sunnah RasulSAW; maka dalam hal
ini
tidak bisa tidak, setiap pembicaraan tentangwanita
dalamIslam
tentu akan "memaksa"kita
untuk merujuk kepadaal-Qur'an
dan Hadist.Disini
kehidupan muslimah, perandan
tanggungjawabnya dalam
keluarga serta masyarakat tidak luput dari jangkauan Islam.Jadi
dapat dikatakan muslimah dalam
segalagerak-geriknya
terikat
dengan
nilai-nilai keislaman, suatu ikatan yang tidak membelenggufitrahnya, melainkan
justru
akan
membawa kepada kebahagiaan hakiki.Berbicara mengenai
al-Qur'an dan
hadits sebagai sumber hukum, tentu juga tidak bisa lepasdari
pembicaraan
mengenai
fikih
yangmempunyai
nilai
normatif dan historis.
Fikihdalam
hal
ini
harus
juga
dibedakan dengansyariah. Karena
pada
kenyataannya realitas kehidupan manusia yang nampak (umat Islam),adalah
merupakan
cermin
dari
berbagai refresentasifikih
yang ada. Adanya pembedaansistem
dan pola
relasi,
menunjukkan adanya perbedaan pemahaman terhadap nash al-Qur'an dan sunnah dalam bentukfikih
sebagai produk hukum.Jadi
dalam konteks kehidupan wanita, realitas kehidupan muslimah yang ada merupakanbentuk
fikih
wanita"yang hidup"
karena segala seluk beluk yang menyangkut masalah kehidupantermasuk
pola
relasi
mereka dengan
pria, berangkatdari
nashal-Qur'an
dan hadits yang terimplementasi dalam bentukfikih.
Sayangnyafikih
yang dijadikan acuan normatif oleh sebagianbesar
komunitas
muslim,
sangat
diwarnaisemangat
patriarki,
sehingga
cenderung menempatkan posisi wanita yang tidak seimbang denganpria
dalam berbagai sektor kehidupan.Untuk
itu
dalam membicarakan pergaulan wanita lainILMIAH
l/olume VIII No.I
, 2015 Farida Husin. Wanita Kqrier Dalamseyogyanya
bukan
fikih
yang
semata-mata dijadikan acuan, apalagifikih
klasik.
al-eur,an dan hadistlebih
memberikan pencerahan dalam membicarakan persoalan yang senantiasa aktual ini.Berkaitan dengan pola pergaulan muslimah, al-Qur'an dan hadits
telah
memaparkan denganjelas
ketentuan-ketentuanyang harus
dipatuhioleh
setiap muslimah.Dalil-dalil
ini
juga
telahdikutip
oleh para"ulama"
sebagaimana tertuangbuku-buku
fikih.
Dari
berbagai ayat dan sabda Nabi, dapat disimpulkan prinsif-prinsif dasar yangmenjadi
landasan
pola pergaulan muslimah.dalam hubunganini,
hal-hal berikut ini perlu direnungkan.Salah satu ayat al-Qur'an (Surat
Al-Ahzab/33
:33)
menyatakanwanita
diperintahkan
untuk tinggal dirumah dantidak
diperkenankan keluarrumah
dengan tabarntj sepertijahiliyah. orang-orang
"dan
hendqklahkamu tetap
di
rumahmu danjanganlah kamu berhias
dan
bertingkah
takus eperti orang-orqng Jahiliyah yang dahulu...',
Namun
dilihat
dari asbabal
nujulnya,
ayatini
turun dalam konteksistri-istri
Nabi. Istri-istriNabi SAW
diperintahkan untuk tetap berada di rumahnyakecuali ada
keperluanyang
bersifat darurat,dan
ini
juga
berlakupula bagi
wanita muslimah lainnyajika
tidak
adadalil lain
yang menyatakan berbeda.Ayat
ini
diturunkan untuk melindungi dan memuliakan wanita.Untuk
kehidupan masakini,
meninggalkanrumah
bagi
sebagianwanita muslimah
tidakhanya
darurat
tetapi
merupakan
kebutuhan.Bahkan
meninggalkanrumah untuk
berkarier, sama sekalitidak
menjadikan wanita terancam;bahkan
bisa "mulia"
menurut
persepsimasyarakat.
Dengan
kata
lain
wanita
yangberkarier
dan
suksesjustru
dinilai
positif
dan direspek tentu saja selama wanitaifu
memegangteguh
nilainilai
Islam,
baik
dalam
pergaulan,pakaian
maupun
dalam
bekerja.Dalamberinteraksi
dengan
kaum
pria,
wanita diperintahkan untuk merendahkan suaranya, dandilarang
mengekspresikan
suara
yangmenimbulkan rangsangan
bagi
pria
selain muhrimnya. Firman Allah:"Hai
isteri-isteri Nabi,
kamu sekalian tidaktahseperti
wanitayang lain,
jika
kamu
bertah,va.Maka
janganlah
kamu
tunduill2til dalamberbicqra sehingga berkeinginanlah orang yang
ada penyokit dalam hatinya
dan
ucapkanlah perkataan yangbaik,"
(Q.S.
Al-Alzabl33:32)
Masih terkait
dengan interaksi wanita-pria, wanita tidak diperkenankan berduaan dengan priabukan muhrimnya, demikian
pula
sebaliknya. Dalam sebuah hadits disebutkan.Dari
Uqbah binAmir
dari
Nabi
SAII/
mengatakan, "Tidaklahseorang
prta
berkhalwat (berduaan)
denganseorqng
wanita, kecuali
setan
yqng
ketiga diantara mereka". (HR. Bukhari, Ahmad danAt-Turmudzi).
Ketika
berjalan, wanita harus menunjukkan sikap tawadu, penuh rasa malu namun sopan dantidak
menampakkan kelemahan
yang
bisamendorong pria untuk menggodanya. Tidak boleh memakai sesuatu yang menimbulkan suara ketika berjalan, sehingga menarik perhatian orang yang
mendengarnya,
seperti memakai gelang
kaki,sepatu
yang
bisa
menimbulkan
suara
dan sebagainya. Dalam al-Qur'an dinyatakan:"...Dan
janganlah
mereka memukulkan kakinyaagar
diketahui perhiasan
yang
merekasembunyikan.
Dan
bertaubatlah kamu sekalian kepadaAllah,
hai
orang-orangyang
beriman supqya kamu beruntung. " (Q.S. An-Nur :3l)
Islam telah
menggariskanetika
sempurnatentang
peran wanita dalam
kehidupan sosialdengan segala
konsekuensinya,seperti
harus bertemu dengan kaum pria. Dalam hal ini terdapat beberapa faktor yang menjadi karakter dasar etika tersebut, diantaranya:l.
Tidak
menghambatproses
keseriusanhidup serta tetap
mempertahankanakhlak dan harga
diri
manusia.2.
Menumbuhkembangkan
kesejahteraandan kemakmuran, menjauhkan manusia
dari kemunkaran sekaligus menempanya sehingga tidak terseret arus kejahatan.
3.
Menjamin
kesehatanmental
pria
danwanita
secara merata, karena
tidak membuka peluang bagi sikap berlebihan,melanggar
norna suslila,
ataumemancing syahwat.
Selain
itu,
etikaitupun tidak
menimbulkansikap
pura-pura malu,tidak
menimbulkan perasaansensitif yang berlebihan terhadap lawan
jenis,
serta
tidak
menjadikan seorang wanita menutupdiri
dari seorang pria. B. Ketentuan Berbusana dalam IstamSebagai
muslimah wanita yang
menekunikarier
juga
harus menjunjungtinggi
nilai-nilaiyang
berhubungandengan
tzta
busana
ataupakaian. Pakaian merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia disamping makan dan tempat
tinggal. Pakaian merupakan penutup yang dapat menyembunyikan hal-hal yang membuatnya rnul, (aurat) bila
dilihat
orang lain. Inilah fungsi dasar mengapa manusia mengenakan pakaian, dimanapada hakikatnya menutup aurat adalah
fitrah manusiayang
diaktualisasikan saatia
memilikikesadaran.
Selain
untuk
menutup aurat, pakaian jugaberguna sebagai
pelindung
untuk
menjagakesehatan
tubuh.
ia
juga
berfungsi
sebagaiperhiasan.
Pakaian sebagai perhiasan
adalahpakaian yang
membuat pemakainya memilikiwarna keindahan. Namun tidak kalah peatingnya adalah
pribadi
yang dibungkusnya, termasuk diILMIAH
VolumeVIII
No-I
, 2015 Farida Husin. ll'anita Kqrier Dalamdalamnya perangai
dan
hati
yang ada
didalamnya.
1.
Pakaian sebagai PenutuPAurat
Salah satu usaha
preventif
agar tidak timbulmadaratbagi
wanita
yang
dalamtugas
kesehariannyaberada
di
tengah komunitas pria adalah perlunya menegakkan perintah(waiib)
menutup aurat atau dengankata
lain
berbusanayang islami,
denganbeberaPa
alasan
antaralain'. Pertama.
menutup aurat
oleh
wanitamerupakan
faktor
Penunjang
utamakewajiban
pria untuk
menahan pandanganyang
diPerintahkan
AllahSWl.Kedua,
menutup aurat menjadi wajibkarena
sad
al-zara'lyaitu
menutup
pintukepada
dosa
yang
lebih
besar
seperti beizina, sebagaimana tertuangdi
dalam QS'al-lsrall7
:32:
"Dan
janganlah
kamu
mendekati
zina;sesungguhnya
zina itu
adalah
suqtuperbuatan dosa Yang besar".
Oteh
karena
itu,
Para ulama
sePakatmengatakan, menutuP
aurathukumnya
waiibbagi setiap muslim,
baikpria maupun wanita. -Brtanu
yang dikenakan sehari-hari
di
ruangpublik bagi wanita karier
khususnya danwanita
pada
umumnya'
hendaknYamemenuhi kriteria sebagai berikut:
1.
Busana yang menutup seluruh aurat yangwajib ditutuP.
2.
Busana yangtidak
menyolok mata danmenjadi
kebanggaan PemakainYa didepan orang lain.
3.
Busana yang tidak tipis, agar warnakulit
pemakainya tidak nampak dari [uar'
4.
Busana yang agak longgar/tidak terlaluketat
agartidak
menampakkan bentuk tubuhnYa.5.
Busana
yang
tidak
menyerupai'/sama dengan busana untuk Pria6.
Busana yang bukan merupakan perhiasanbagi
kecantikan
Yang menjadi
alat kesombongan/ tabarruj'
2.
Pakaian sebagai PerhiasanSalah satu tujuan manusia mengenakan
pakaian, adalah sebagai perhiasan,
yaitusesuatu yang dipakai untuk memberikan kesan keindahan pada
diri
pemakainya. Sekalipunkeindahan merupakan dambaan
manusia,kriterianya adalah
relatif,
bergantung dari sudut pandang masing-masingindividu'
Halini
merupakansalah satu
sebab al-Qur'antidak
menjelaskan secararinci
apa
yang dinilainya indah. Ukuran keindahan itu relatif,sehingga
Para
Perancang
busanamemunculkan berbagai model pakaian yang
dinilai
indah untuk dipakai
termasuk oleh wanita muslimah.Berhias adalah
naluri
setiap
manusia,baik pria maupun wanita. Islam
tidak
pernahmelarang apapun
yang
sifatnya
naluriah,karena
Islam
adalah agama
yang
ajaran-ajarannya sejalan dengan
naluri
manusia' Yang menjadi concern Islam adalah mengaturpemenuhan kebutuhan-kebutuhan naluriyah
itu
sedemikianrupa,
sehingga berlangsungdengan yang baik
dan hormat.islam
memberi
tuntunan
yangharus
diperhatikan
agar
orang
menjauhi kesombongandan
berlebih-lebihan (israfl
dalam berhias, termasuk dengan pakaian yang
3.
Jilbab
Sebagai ldentitasMuslimah
Pakaian dapat menunjukkan
identitasserta
membedakan seseorangdari
lainnya' Bahkan tidak jarang dapat membedakan status sosial seseorang.Di
sisi lain, pakaian memberi pengaruh psikologis bagi pemakainya' Orangyung *"ng"nakan kostum olah raga
akanterdorong semangamya
untuk
berolah raga'Begitu pula, orang yang
memakai pakaiantidur
akan
terangsanguntuk
tidur'
Wanitayang
memakai busanamuslimah atau
pria yang bersarung dan bersurban akan terdorong untuk merasa malu berbuat maksiat. Meskipunharus
diakui,
pakaian
tidak
menciptakan"santri",
tetaPi
ia
daPat
mendorong pemakainya untuk "berPrilaku santri"' Pakaianierhormat
mengundang seseorang
untukberprilaku
dan
mendatangi
terhormat,sekaligus
mencePhnYa
berbuat
danmendatangi tempat-tetrPat
yang tidak
baik'Inilah
salah
satu tujuan
al-Qur'anmemerintahkan
wanita-wanita
muslimah memakai jilbab. Jilbab bagi wanita merupakangambaran
identias
seorang
muslimah, Jebagaimanayang
disebutkan
dalam
al-Qur'an:" H q
i
N ab i, kotokon lah ke p ada is t eri - i s t e rimu'anak-anok perempunnmu
dan
isteri-isteriorang
mukrnin:
"Hendaklah
merekamengulurkan
jilbabnya
ke
seluruh
tubuh*"riko."
Yang demikianitu
supaya mereka lebih mudah untuk dikenql, karena itu merekatidak
di
ganggu.Dan
Allah
qdalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"'(Q'S'Al-Ahzab:59)
Jilbab
adalahkain luar yang
berfungsi untuk menutup tubuh wanita dari atas hingga bawah.Ahmad
Muhammad Jamal memberi pengertianjilbab
sebagaijenis
pakaian yangiebih
besar ukurannya dibanding
dengan kerudung yang dikenakan oleh wanitadi
luarpakaian-pakaian
yang
biasa
dikenakan'ILMIAH
YolumeVIII
No.I
, 2015 Farida Husin. Wanita Karier Dalamtelapak tangan. Pada prinsipnya
jilbab
adalah pakaian yang dapat menutup aurat.Bagi
wanitakarier
atau muslimah yang beraktivitasdi
sektor publik, busana muslimah mempunyai urgensiyang
signifikan. Busanayang
menutup aurat dapat menciptakan rasaaman kepada pemakainya
di
satusisi,
dan menyelamatkan oranglain dari
zina mata di sisi lainnya. Dengan penampilan yang Islami, seorangwanita akan dihormati orang
lainkarena
disamping
penuh
wibawa
jugamenumbuhkan
rasa
segan,
sehinggamenciptakan
jarak
yang wajar
untuk berinteraksi antarapria
dan wanita. Dengan demikian gosip dan fitnah serta godaan dapat dihindari.C. Optimalisasi Peran
Wanita
Berkaitan dengan
kerja, pada
setiapmasyarakat
telah
terbentuk pembagian
kerjasecara
seksual
arrtarapria
dan
wanita,
ini
kemudian dikenal dengan peran gender. Secarabiologis wanita
dianugerahi
alat
reproduksiberupa
vagina,
ovum, rahim
dan
payudara. Dengan demikian tugas reproduksi mengandung, melahirkan, dan menyusui telah ditakdirkan untuk dijalani oleh wanita. Hanya saja, tugas reproduksiitu
berkembanglebih lanjut dalam
masyarakatmenjadi peran
gender,peran "utama"
wanitaadalah sebagai perawat
dan
pendidik
anak. Konsekuensilogis dari
perantadi,
pekerjaan dirumah
tangga
merupakan
tugas
dan
dan kewajiban pokok perempuan.Mencermati
kondisi
sosialwanita
saat ini, dimana semakin banyakwanita
yang mencapaitaraf
pendidikan
yang
tinggi, tentu
merekamembutuhkan
wadah
untuk
berkarya.
Jika seandainya rumah sudah dianggap terlalu sempitbagi ruang gerak
sosialwanita,
kenapa ketikamereka
mempunyai
kesempatan
untukmemberikan kontribusi langsung langsung untuk
pembangunan
justru dibatasi
dengan menggunakan alasan agama. Masih terbuka luas peluang bagi wanita untuk berkarya, tidak hanya pada bidang-bidang yang selamaini
diidentikkan dengan wanita.Kekhawatiran yang muncul
jika
perempuanbekerja
di
luar
rumah
akan
menyebabkanpendidikan
anak
terabaikan
dan
itu
bisaberimplikasi kepada kemerosotan
moral
karenakeluarga
adalah wadah
pembinaan
inti
masyarakat, seharusnya
tidak perlu
terjadijika
masyarakat memahami bahwa dalam kehidupanrumah tangga peran
yang
dijalankanpria
dan wanita bukanlah bernuansa dikotomis atau bahkankontradiktif. Islam memang telah membagi tugas
antara
suami-istri dengan
sebaik-baiknya. Pembagianini
tidak
dimaksudkan bahwa wanitatidak
mungkin
melakukan pekerjaan
yangdilakukan oleh pria atau sebaliknya.
Pembagian
fugas
altara
suami-istri
danpenjelasan
tentang
kelebihan
pria-wanita dijelaskan dalam al-Qur'an surat An-Nisa:34 danAl-Baqarah:233. ayat pertama menj elaskan tugas suami dan kelebihan pria, sedangkan ayat kedua menegaskan
tugas
istri
dan
kelebihan wanita. Kedua tugas rumah tanggayaitu
suami mencarinafkah
dan
istri
mengasuh
dan merawat anaksama
mulianya, karena
keduanya
salingmelengkapi.
Bila
seorang
istri
tergerak
untuk
turut meringankan beban keluarga dengan bekerja di luar rumah, seharusnya suami tidak perlu merasa rendahuntuk turut
membantu pekeq'aan rumah tangga. Karena, bila suami bersikap enggan makatujuan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, danrahmah
sulit untuk
dicapai, karena salah satu fungsinya tidak berjalan secara maksimal.Dengan adanya pembagian tugas
ini,
makatugas-tugas
domestik seperti
pengasuhan dan pendidikan anak menjadi tanggung jawab berduasehingga
tidak
terbengkalai walaupun
istri menekunikarier.
Sejatinya,anak
tidak
hanyabutuh kasih sayang dan perhatian
dari ibu,
tapi merekajuga
membutuhkannyadari
ayah. Jadi,hanya
dengan
kerjasama
antara
ayah-ibu, pendidikananak
dapat terlaksana secara lebihefektif,
dibandingkan dengan pendidikan yang hanya dilaksanakan oleh ibu saja.KESIMPULAN DAN
SARANWanita muslimah dapat melakukan kegiatan
karier
di
luar rumah, manakala kegiatan profesi (karier) dilakukan sejalan dengan tanggung jawab keluarga dan berpondasi padatujuan{ujuan
yangluhur yaitu
membantu keluarga dan saudaranyadengan
tidak
meninggalkan kodratnya sebagaiistri,
danibu
bagi anak-anaknya serta tanggungj awabnya terhadap agamanya.
Tidak ada lagi
alasan-alasan
yangmengahalangi/melarang seorang
wanita
tedun dalam profesi apapun, manakala tidak keluar darikoridor
kewajaranmen[rut syariat Islam
dantidak
meninggalkan/mengabaikantugas
utama mereka sebagai ibu rumah tangga.DAFTARPUSTAKA
Abdurrauf Saimima, Iqbal
(Edi:or),1988. Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam. Jakarta : Putaka Panjimas.
Albar,
Muhammad, 1999.lVanitaKarier
dalom TimbanganIslam, Kodrat
Kewanitaan, Emansipasidan
PelecehanSel<sual,
terjemahan
Amir
HamzahFachrudin. Jakarta: Pustaka Azzam.
Dahri, Ibnu Ahmad, 1985. "Peran Ganda Wanita
dalam
Keluarga" dalamEmansipasiWanita
dan
Peran Ganda
Wanita Indonesia. Yogyakarta,UII
Press.