OPTIMASI PROYEK PEMBANGUNAN KAPAL FIBER UKURAN 8 m DENGAN METODA PENGENDALIAN BIAYA DAN JADWAL TERPADU DI POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
Bebas
38
0
0
Teks penuh
(2) Latar Belakang . . Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga kebutuhan akan transportasi laut dengan menggunakan kapal kecil masih banyak dibutuhkan. Pembuatan kapal fiber menunjukan peningkatan baik dalam segi kualitas maupun jumlah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya merupakan salah satu pendidikan vokasi pembuatan kapal kecil mengaplikasikan proyek pembuatan kapal fiber sebagai salah satu materi praktek bagi mahasiswa.
(3) Dengan keterlibatan mahasiswa , ditinjau dari segi pembelajaran cukup effektif dengan memberikan pengalaman terkontroll. Akan tetapi dari proses produksi pengontrolan pelaksanaan proyek mengalami kesulitan dia karenakan : - Jadwal pembangunan proyek dengan jadwal kuliah kadang berbenturan, sehingga pengaturan keterlibatan mahasiswa tidak dapat mendukung secara optimal. -Ketersediaan material kadang berbagi dengan bahan habis praktek .
(4) - Pada saat kegiatan yang melibatkan mahasiswa kadang hasil pekerjaan belum sesuai standart , masih memerlukan proses penyempurnaan sehingga ada penambahan waktu pengerjaan. Dari berbagai kendala diatas maka perlu dikaji proyek pembangunan kapal fiber tersebut sehingga lebih dapat bersaing dipasaran.
(5) Perusahaan. Jumlah. Kisaran Harga Jual Waktu. produksi/th. casco. pembangunan. 4 unit. Rp. 85.000.000. 13 minggu. Fiberboat 6 unit. Rp. 65.000.000. 12 minggu. Rp. 76.000.000. 10 minggu. PPNS PT.. Sebagai gambaran :. Indonesia PT. Perkasa. Fiberglass 10 unit.
(6) Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalahnya adalah : Bagaimana membuat optimasi pelaksanaan proyek pembangunan kapal fiber 8m sehingga waktu pembuatan lebih cepat. Bagaimana mengeffisienkan biaya proyek pembangunan kapal fiber 8m yang sedang berlangsung sehingga lebih efektif dan effisien..
(7) TUJUAN PENELITIAN Membuat optimasi pelaksanaan proyek pembangunan kapal fiber 8m sehingga waktu pembuatan lebih cepat yaitu dengan cara mengurangi waktu penyelesaian proyek pembuatan kapal dengan menguraikan rincian pekerjaan pembangunan kapal untuk mengetahui waktu penyelesaian proyek dan lintasan kritis maupun lintasan bukan kritis yang kemudian dianalisa dengan menggunakan Critical path method (CPM) , Project Evaluation and Review Technique (PERT), dan Crash time method. Mengeffisienkan biaya proyek pembangunan kapal fiber 8m yang sedang berlangsung sehingga harga produk dapat bersaing dengan menganalisa percepatan waktu yang didapat dibanding dengan kondisi pembangunan normal dengan menggunakan methode cost control serta mengevaluasi setiap tahapan dengan metoda earned value. .
(8) Manfaat penelitian . untuk mendapatkan proses yang optimum untuk pembuatan kapal fiber baik dari segi waktu maupun biaya mengingat sumber daya manusia dan tenaga cukup melimpah apabila di sinergikan dengan proses perkuliahan praktek mahasiswa PPNS sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran..
(9) Batasan Masalah . . Penelitian hanya dilakukan pada proyek pembangunan pembangunan kapal fiber yang sedang berlangsung di Politeknik Perkapalan dengan ukuran 8m mengingat kapal ukuran ini yang paling banyak diminati oleh pemesan. Lokasi objek penelitian Bengkel Non Metal Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
(10) Asumsi yang digunakan . . Kebutuhan tenaga kerja dan peralatan pada proyek pembangunan pembangunan kapal fiber 8m telah tersedia. Tidak adanya keterlambatan kedatangan material. Harga material selama satu tahun tidak mengalami perunahan yang signifikan. Biaya JO mahasiswa praktek dianggap 25% dibanding JO tukang terampil. Satu kelompok praktek terdiri dari 30 mhs, dengan jam pertemuan 6 jam per minggu selama 16 kali tatap muka selama satu semester..
(11) Proses Pembuatan kapal fiber 1. Pembuatan cetakan .
(12) Pelapisan Fiber.
(13) Pembuatan tulang dan gading.
(14) Outfit Lambung.
(15) Finishing Interior dan permesinan.
(16) Metoda Penelitian Mulai. Survey awal. Perumusan masalah. Pengumpulan data: -Tahapan proyek -Waktu aktifitas proyek -Biaya aktifitas proyek -Tenaga kerja tiap aktifitas proyek -Fasilitas pendukung. Studi pustaka: •Perencanaan dan elemen proyek, network diagram, metode lintasan kritis dan project crashing •Cost control, earned value method.
(17) Pengolahan data: Mencari lintasan kritis Menghitung crash time dan crash cost untuk masing – masing aktifitas proyek Menganalisa biaya setiap aktifitas dengan metoda cost control. Analisa data:. Menganalisa lintasan kritis dengan metoda CPM dan PERT Menganalisa Crash Time yang paling memungkinkan. Menganalisa sejauh mana effektifitas proyek pembangunan kapal fiber 8m dengan melibatkan tenaga mahasiswa dengan menggunakan methode Project Evaluation and Review Technique (PERT), dan Crash time method.. Kesimpulan dan saran. Selesai.
(18) Pengolahan data . . Aktivitas-aktivitas proses pembuatan kapal fiber 8m Urutan aktivitas Durasi masing-masing aktivitas yang kemudian disusun faktor kemungkinan tercapainya penyelesaian (Optimistik, Ekspektasi, dan pesimistik) Jumlah tenaga kerja dan material yang dibutuhkan untuk masing-masing aktivitas serta masing-masing rate biaya..
(19) Penyusunan Aktifitas Pembangunan Kapal Proses Pembuatan kapal fiber 8m memiliki 204 aktivitas, dimulai dari proses desain hingga serah terima kepada customer. Dipimpin oleh seorang project manager, membutuhkan 3 project engineer, 4 orang yang ahli di bidang keistrikan dan mekanika mesin, serta 15 orang pekerja. aktivitasaktivitas serta urutan pembuatan kapal ini ditunjukkan pada Tabel 4.1.
(20) Analisa model 1. 2. 3. 4. 5. 6.. Proyek dengan kondisi normal Proyek dengan kondisi nomal dengan penyesuaian predesessor Proyek dengan crashing Proyek dengan crashing dan penyesuaian predesesor Proyek melibatkan mahasiswa Proyek melibatkan mahasiswa dengan penyesuaian predesessor.
(21) Proyek dengan kondisi normal total durasinya adalah 160.92 hari kerja dengan total biaya sebesar Rp 77,498,452. S curve Pengerjaan Kapal fiber 8m 120,0% 100,0% 80,0% 60,0% 40,0% 20,0% 0,0% 1 9 17 25 33 41 49 57 65 73 81 89 97 105 113 121 129 137 145 153 161. % biaya. . durasi pengerjaan kapal fiber.
(22) Proyek dengan kondisi nomal dengan penyesuaian predesessor . Perbaikan pertama dilakukan dengan melakukan perubahan urutan untuk aktivitas 19 dan 20, dengan tanpa merubah durasi. untuk aktivitas 19, yakni mempersiapkan alat kerja, tidak perlu menunggu selesainya persiapan material dan selesainya papan nama proyek, setelah breackdown gambar, persiapan alat kerja bisa langsung dilakukan. begitu pula persiapan listrik dan air, tidak perlu menunggu persiapan alat kerja selesai. •Perubahan predesesor ini menjadikan pembuatan kapal fiber 8 m ini lebih cepat menjadi 144.33 hari dari semula 160.92 hari, atau labih cepat 15 hari.
(23) S curve setelah perbaikan S curve Pengerjaan Kapal fiber 8m (alternatif perbaikan 1) 120,0% 100,0%. 60,0% 40,0% 20,0% 0,0% 1 6 11 16 21 26 31 36 41 46 51 56 61 66 71 76 81 86 91 96 101 106 111 116 121 126 131 136. % Biaya. 80,0%. durasi pengerjaan kapal fiber.
(24) Proyek dengan crashing . Crashing atau memperpendek aktifitas di mungkinkan pada 11 aktifitas sehingga waktu pengerjaan akan lebih pendek akan tetapi sebagai akibatnya ada kenaikan biaya crashing.
(25) No Aktivitas. Aktivitas crashing. 4 5. mould drawing shop drawing Pengikatan rangka cetakan Pemasangan formika surface repair waxing polishing Pengikatan bangunan atas dan lambung pemasangan penguat transom Pemasangan jendela Pemasangan radio komunikasi. 31 32 95 96 97 110. 130 146 161. penambahan tenaga kerja. durasi awal. 1 drafter & project engineer 1 drafter & project engineer. 8 8. durasi setelah crushing 4 4. 2 pekerja. 4.92. 3.51. 280800. 2 pekerja. 6.83. 4.88. 390400. 2 pekerja 2 pekerja 2 pekerja. 2.83 2.83 2.83. 2.02 2.02 2.02. 161600 161600 161600. 2 pekerja. 2.92. 2.08. 166400. 1 pekerja. 2.83. 1.89. 75600. 1 pekerja. 3.83. 2.88. 115200. 4. 2. 192000. 2 electricity. jumlah. penalty crush 320000 320000. 2345200.
(26) . Proses crushing ini berhasil memperpendek durasi total pengerjaan menjadi 151.92 hari, dengan biaya Rp 78,465,119.00 ditambah penalty crushing Rp 2,345,200.-. sehingga total biaya penyelesaian untuk alternatif perbaikan ini adalah Rp 80,810,319.- (lebih besar Rp 3,311,867.- dari biaya normal).
(27) Proyek dengan crashing dan penyesuaian predesesor . . Pada alternatif perbaikan ini adalah menggabungkan dua alternatif yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Yakni melakukan penyesuaian predecessor pada aktivitas 19 dan 20 serta melakukan crushing pada 11 aktivitas. Dengan biaya sebesar Rp 79,843,652.-, durasi total pengerjaan bisa dipercepat menjadi 142.58 hari..
(28) Proyek melibatkan mahasiswa . Mahasiswa tidak dilibatkan untuk semua aktivitas, hanya aktivitas Persiapan lapangan, Moulding, Fabrication, dan Erection. dan tidak dilepas sendirian. sealu didampingi oleh minimal 1 pekerja sebagai tentor sekaligus senior di lapangan..
(29) . keterlibatan mahasiswa ini berakibat pada durasi masing-masing aktivitas yang mahasiswa terlibat didalamnya lebih lambat daripada jika dikerjakan oleh pekerja (1 pekerja sebanding dengan 4 mahasiswa). Hal ini terjadi pada saat awal 3 aktivitas utama (moulding, fabrication dan erection) ketika sudah terbiasa, kemampuan mahasiswa akan setara dengan pekerja, namun tetap akan selalu didampingi.
(30) . Dengan mengasumsikan penalty keterlambatan sebesar 10% perbulan Kapal fiber 8 m ini harga jualnya sebesar Rp 85,000,000.-. sehingga keterlambatan setiap bulannya dikenai penalty sebesar Rp 8,500,000.-. Atau Rp 283,333.- per harinya..
(31) Sehingga total biaya pengerjaan kapal dengan melibatkan mahasiswa adalah sebesar Rp 60,317,297.- + Rp 9,593,666.67 = Rp 69,910,963.67 Berdasarkan perhitungan ini, didapatkan hasil bahwa dapat dilakukan effisiensi biaya sebesar Rp 7,587,488.33 atau 9.79% dari total biaya semula. namun keterlibatan mahasiswa ini menyebabkan semakin lamanya durasi pengerjaan aktivitas pembuatan kapal fiber 8m ini yakni 194.78 hari. .
(32) Pengerjaan Kondisi Awal = 160.92 hari Pengerjaan melibatkan mahasiswa = 194.78 hari Keterlambatan = 33.86 hari Penalty keterlambatan sebesar 33.86 x Rp 283,333.- = Rp 9,593,666.67 Sehingga total biaya pengerjaan kapal dengan melibatkan mahasiswa adalah sebesar Rp 60,317,297.00 + Rp 9,593,666.67 = Rp 69,910,963.67 Berdasarkan perhitungan ini, didapatkan hasil bahwa dapat dilakukan efisiensi biaya sebesar Rp 7,587,488.33 atau 9.79% dari total biaya semula. namun keterlibatan mahasiswa ini menyebabkan semakin lamanya durasi pengerjaan aktivitas pembuatan kapal fiber 8m ini yakni 194.78 hari. .
(33) Proyek melibatkan mahasiswa dengan penyesuaian predesessor . . . panjangnya durasi ini bisa disiasati dengan melakukan penyesuaian predecessor sebagaimana usulan perbaikan sebelumnya, sehingga didapatkan durasi sebesar 178.2 hari. Sehingga biaya penalty menjadi; Pengerjaan Kondisi Awal = 160.92 hari Pengerjaan melibatkan mahasiswa = 178.2 hari Keterlambatan = 17.28 hari Penalty keterlambatan sebesar 17.28 x Rp 283,333.- = Rp 4,896,000.Total biaya melibatkan mahasiswa dan penyesuaian predecessor adalah sebesar Rp 60,317,297.00 + Rp 4,896,000.- = Rp 65,213,297,Sehingga didapatkan efisiensi biaya sebesar Rp 12,285,155.atau 15.85%..
(34) Atribut Biaya Pengerjaan penghematan pengerjaan dari kondisi awal % penghematan Durasi Pengerjaan (hari). Kondisi Awal. Penyesuaian Predecessor. Crushing. Rp77,498,452.00 Rp77,498,452.00 Rp80,810,319.00 Rp0.00. Rp0.00 -Rp3,311,867.00. 0.00% 160.92. 0.00% 144.33. -4.27% 151.92. Melibatkan Mahasiswa Crushing dan dengan Penyesuaian Non Penyesuaian penyesuaian Predecessor predecessor predecessor Rp80,810,319.00 Rp69,910,963.67 Rp65,213,297.00 -Rp3,311,867.00 Rp7,587,488.33 Rp12,285,155.00 -4.27% 142.58. 9.79% 194.78. 15.85% 178.2.
(35) KESIMPULAN Waktu kritis penyelesaian keseluruhan aktivitas pembuatan kapal fiber 8m adalah total 160.92 hari kerja dengan total biaya sebesar Rp 77,498,452.00 dengan melakukan penyesuaian predecessor, waktu pengerjaan bisa dimampatkan menjadi 144.33 hari Project crashing hanya bisa dilakukan pada 4 aktivitas, yakni aktivitas mould drawing, shop drawing, Pengikatan rangka cetakan dan Pemasangan formika dan berhasil memperpendek durasi total pengerjaan menjadi 151.92 hari, dengan penambahan biaya Rp 2,345,200 dari biaya normal .
(36) KESIMPULAN . . . Keterlibatan Mahasiswa Praktek menghasilkan efisiensi biaya yang cukup besar, yakni sebesar Rp Rp 7,587,488.33 atau 9.79% dari total biaya semula, namun total pengerjaan menjadi lebih lambat yakni 194.78 hari. Dengan menggabungkan keterlibatan mahasiswa dan penyesuaian predecessor, didapatkan efisiensi sebesar Rp 12,285,155atau 15.85% dari total biaya semula. pengerjaan menjadi lebih cepat, yakni 178.2 hari. Keterlambatan dengan menggunakan mahasiswa dikarenakan butuh waktu untuk adaptasi saat pertamakali praktek dan waktu untuk memperbaiki hasil yang kurang begitu sempurna..
(37) Saran-saran . . Perlunya dilakukan standardisasi project untuk pembuatan kapal fiber 8 m yang dibuat oleh Politeknik Negeri Surabaya, sehingga harga dan lead time pengerjaan bisa lebih bersaing dengan competitor lainnya. Untuk kegiatan melibatkan praktek perlu kegiatan persiapan bagi mahasiswa sebelum terlibat dalam proses pembangunan kapal sehingga learning time dan proses perbaikan hasil kerja mahasiswa dapat dipersingkat waktunya..
(38) . TERIMA KASIH.
(39)
Dokumen terkait