NOMOR
46
KABUPATEN CIANJUR
TAHUN
2O1OPERATURAN
BUPATI
CIANJUR
NOMOR
39TAHUN
2O1OTENTANG
ORGANISASI DAN TATA KERJA
BALAI
PEMELIHARAAN DAN PENGAWASAN
JALAN PADA
DINAS
PEKERJAAN UMUM BINAMARGA
Menimbang
BUPATI CIANJUR,
bahwa dalam rangka
pelaksanaan Pasal3
PeraturanBupati Nomor
38 Tahun 2010 tentang PembentukanUnit
Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas PekerjaanUmum
Binamatga, perlu menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Balai Pemeliharaan dan Pengawasan Jalan dengan Peraturan Bupati;1.
Undang-Undang
Nomor 14
Tahun
1950
tentang
PembentukanDaerah-daerah Kabupaten
dalam Lingkungan Propinsi
Djawa
Barat(Berita Negara tahun 1950) sebagaimana telah diubah dengan
Undang-undang
Nomor
4
Tahun
1968 tentang
Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan Mengubah Undang-undangNomor
14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah KabupatenDalam Lingkungan Propinsi
Djawa
Barat (Lembaran Negara RepublikIndonesia
Tahun
1968
Nomor
31,
Tambahan Lembaran
NegaraRepublik Indonesia Nomor 2851);
2.
Undang-Undang
Nomor
8
Tahun 1974
tentang
Pokok-pokokKepegawaian (Lembaran
Negara Republik
Indonesia
Tahun
1974Nomor
55,
Tambahan Lembaran NegaraRepublik
IndonesiaNomor
3041)
sebagaimanatelah diubah
dengan Undang-undangNomor
43Tahun
1999 tentang PerubahanAtas
Undang-undangNomor
8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara RepublikIndonesia
Tahun
1999
Nomor
189,
Tambahan Lembaran
NegaraRepublik Indonesia Nomor 3890);
3.
Undang-UndangNomor
32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran
Negara
Republik
Indonesia
Tahun 2004
Nomor
125,Tambahan Lembaran Negara
Republik
Indonesia
Nomor
4437)sebagaimana
telah
beberapakali
diubah terakhir
dengan
Undang-UndangNomor
12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua AtasUndang-Undang
Nomor
32
Tahun
2004
tentang
Pemerintahan
Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor
59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);---4.
Undang-Undang
Nomor
33
Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan
AntaraPemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);
5.
Peraturan Pemerintah
Nomor
38
Tahun
2007
tentang
Pembagian
UrusanPemerintahan
Antara
Pemerintah, Pemerintahan DaerahPropinsi,
dan PemerintahanDaerah
Kabupaten/Kota
(Lembaran NegaraRepublik
Indonesia Tahun 2007Nomor
82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor
4737):6.
PeraturanPemerintah Nomor
4l
Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi PerangkatDaerah
(Lembaran Negara
Republik
Indonesia Tahun 2007
Nomor 89,
Tambahan Lembaran NegaraRepublik
IndonesiaNomor
4741);7.
PeraturanMenteri
Dalam
Negeri Nomor 57
Tahun 2007 tentang Petunjuk
TeknisPenataan Organisasi Perangkat Daerah;
8.
Peraturan
Daerah Kabupaten
Cianjur Nomor
02
Tahun 2001
tentang
Tata
Cam Penyusunan Peraturan Daerahdan
Penerbitan LembaranDaerah
(Lembaran Daerah KabupatenCianjur
Tahun 2001Nomor
43
Seri
D)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 02 Tahun 2006 tentang Perubahan PertamaAtas
Peraturan DaerahNomor 02
Tahun 2001 tentang (Lembaran Daerah KabupatenCianjur Tahun 2006 Nomor 02 Seri D);
9.
Peraturan
Daerah Kabupaten Cianjur
Nomor
03
Tahun 2008
tentang
Urusan Pemerintahan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Cianjur Tahun 2008 Nomor 03 SeriD);
10.
PeraturanDaerah
Kabupaten
Cianjur Nomor
07
Tahun
2008
tentang
OrganisasiPemerintahan
Daerah
dan
PembentukanOrganisasi Perangkat
Daerah
KabupatenCianjur
(Lembaran
Daerah
Kabupaten
Cianjur Tahun 2008
Nomor
07
Seri
D)sebagaimana
telah
diubah
dengan Peraturan DaerahNomor
02
Tahun 2010
tentangPerubahan
Atas
Peraturan
Daerah
Nomor
02
Tahun 2008
tentang
OrganisasiPemerintahan
Daerah
dan
PembentukanOrganisasi Perangkat
Daerah
KabupatenCianjur (Lembaran Daerah Kabupaten Cianjur Tahun 2010
Nomor
l0
SeriD);
11.
PeraturanBupati Cianjur
Nomor
13 Tahun 2009 tentang Tugas Fungsi dan Tata KerjaUnit
Organisasidi
Lingkungan Dinas
PekerjaanUmum
Binamarga
(Berita
Daerah Kabupaten CianjurNomor
13 Tahun 2009);12.
PeraturanBupati Cianjur Nomor
38 Tahun 2010 tentang PembentukanUnit
Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga;MEMUTUSKAN
:MenetapKan
:
PERATURAN BUPATI TENTANG
ORGANISASI
DAN TATA
KERJABALAI PEMELIHARAAN
DAN PENGAWASAN JALAN,
BABI
KETENTUAN
UMT]M
Pasal
I
Dalam Peraturan Bupati ini, yang dimaksud dengan :l.
Daerah adalah daerah otonom Kabupaten Cianjur.2.
PemerintahanDaerah adalah
penyelenggaraanpemerintahan daerah
otonom
oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut azas desentralisasi.3.
PemerintahDaerah adalah
Bupati
beserta perangkatDaerah otonom
sebagai Badan4.
Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahanyang
menjadi
hak
dankewajiban setiap tingkatan
dan/atau susunan pemerintahan
untuk
mengatur
danmengun$
fungsi-fungsi tersebut
yang
menjadi
kewenangannya
dalam
rangkamelindungi,
melayani, memberdayakan, dan mensejahterakan masyarakat.5.
Bupati adalah Bupati Cianjur.6.
Organisasi Perangkat Daerah adalah organisasi/lembaga
pada Pemerintah Daerah yang bertanggungjawab kepada Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan.7.
Dinas adalah Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Kabupaten Cianjur.8.
Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Kabupaten Cianjur.9.
Balai
Pemeliharaan dan Pengawasan Jalan yang selanjutnya disebutBalai
adalahUnit
Pelaksana Teknis
Dinas
pada Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Kabupaten Cianjur.10.
Kepala
Balai
adalahKepala
Balai
Pemeliharaandan
Pengawasan Jalanpada
Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Kabupaten Cianjur.11. Kelompok
JabatanFungsional
adalahKelompok
PegawaiNegeri Sipil
yang diberi
tugas, wewenang
dan
hak
secara
penuh
oleh
pejabat
yang
berwenang
untuk melaksanakankegiatan
yang
sesuaidengan profesinya
dalam
rangka
mendukungkelancaran tugas dan
fungsi
Balai.BAB
II
KEDUDUKAN,
TUGAS, FUNGSI
Bagian Kesatu
Kedudukan
Pasal
2(1)
Balai
adalahunsur
pelaksanateknis
operasionaldinas
di
bidang
pemeliharaan dan pengawasan jalan/jembatan di wilayah kerjanya.(2)
Balai sebagaimana dimaksud ayat(1), dipimpin
oleh seorang kepala balai, yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada kepala dinas.Bagian
Kedua
Tugas dan
Fungsi
Pasal
3(l)
Balai
mempunyai tugas
melaksanakan sebagiantugas
dan fungsi dinas
di
bidangpemeliharaan
jalan/jembatan,
pengawasan
dan
pengendalian
teknis
pelaksanaan pekerjaanjalarljembatan,
pemanfaatanjalan
sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yangberlaku.
."(2)
Dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat(1),
Balai
menyelenggarakanfungsi :
a.
pengkoordinasian penyiapan bahan penyusunan rencana kegiatan balai sesuai dengan program dan kegiatan dinas;b.
penyiapanbahan koordinasi
perumusanprogram
dan
kegiatan
dinas
di
bidangpemeliharaan
jalar/jembatan,
pengawasandan
pengendalianteknis
pelaksanaanpekerjaan
jalan/jembatan,
pemanfaatanjalan
sesuai dengan ketentuan
dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;4
c.
penyiapanbahan koordinasi
perumusankebijakan
teknis
operasionaldi
bidangpemeliharaan
jalan/jembatan,
pengawasandan
pengendalianteknis
pelaksanaanpekerjaan
jalan/jembatan,
pemanfaatanjalan/jembatan sesuai dengan
ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;d.
pelaksanaan
operasional pemeliharaan j alanlj embatan sesuai dengan ketentuan dar/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;e.
pelaksanaan operasional pengawasan dan pengendalian pemanfaatan jalan/jembatan sesuai dengan ketentuan dadatau peraturan perundang-undangan yang berlaku;f.
pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian,arsip dan
ketatausahaansesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;
g.
pelaksanaan tugaslain
yangdiberikan oleh
kepala dinas sesuai dengan ketentuandarlatau peraturan perundang-undangan yang berlaku;
h.
pelaksanaan evaluasi dan laporan kegiatanbalai
sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.BAB
III
ORGANISASI
Bagian Kesatu
Unsur-Unsur
0rganisasi
Pasal 4 Unsur-unsur organisasi
balai,
adalah sebagaiberikut
:a.
unsur pimpinan adalah kepala balai;b.
unsur pembantu pimpinan adalah sub bagian tata usaha;c.
unsur pelaksana adalah seksi dan kelompok jabatan fungsional.Bagian
Kedua
Susunan Organisasi
Balai
Pasal 5
(1)
Susunan organisasibalai, terdiri
dari
:a.
kepala balai;b.
sub bagian tata usaha;c.
seksi pemeliharaan;d.
seksi pengawasan;e.
kelompok jabatan fungsional.(2)
Bagan struktur organisasi balai sebagaimana tercantum dalamLampiran
dan merupakansatu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati iiri.
BAB
IV
TUGAS
KEPALA
BALAI
Pasal
6Kepala
Balai
mempunyai
tugas
membantu
kepala
dinas dalam
menyelenggarakan pemeliharaan jalan/jembatan, pengawasandan
pengendalianteknis
pelaksanaan pekerjaanjalan/jembatan, dan pemanfaatan
jalan
serta memimpin, mengkoordinasikan seluruh kegiatanbalai
BAB
V
TUGAS
DAN
FUNGSI
UNIT ORGANISASI
Bagian Kesatu Sub Bagian
Tata
UsahaPasal
7Sub Bagian
Tata
Usaha mempunyai tugas melaksanakanpengelolaan
urusan administrasiumum,
kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pengkoordinasian penyusunan
rencana kegiatan serta melaksanakan penyusunan evaluasi dan laporankegiatan
balai sesuai dengan ketentuan dar/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pasal 8
(1)
Dalam
melaksanakantugas
sebagaimanadimaksud Pasal
7,
sub
bagian
tata
usahamenyelenggarakan
fungsi
:a.
pengkoordinasian penyusunandan
pelaksanaan rencana kegiatan sub bagian tatausaha sesuai dengan rencana kegiatan balai;
b.
pengelolaanurusan administrasi
umum,
keuangan, perlengkapanumum,
rumahtangga, dan hubungan masyarakat;
c.
pengelolaan administrasi kepegawaian;d.
pengkoordinasian dan penyusunan bahan pembinaan pegawai;e.
pengelolaan administrasi keuangan dan perlengkapan;f.
pengkoordinasian dan penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan program dan kegiatan balai;g.
pelaksanaan tugaslain
yang diberikan oleh kepala balai;h.
pelaksanaan evaluasi dan laporan hasil kegiatan sub bagian tata usaha kepada kepala balai.Bagian
Kedua
Seksi Pemeliharaan
Pasal
9Seksi
Pemeliharaan,mempunyai tugas
melaksanakanteknis
operasional
pemeliharaanjalan/jembatan, sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan
perundang-undangan yang berlaku.Pasal
l0
Dalam
melaksanakan
tugas
sebagaimana
dimaksud
Pasal
9,
seksi
pemeliharaan menyelenggarakan fungsi :a
penyusunan dan pelaksanaan rencana kegiatan seksi pemeliharaan sesuai dengan rencana kegiatan balai ;b
melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan teknis operasional dinasdi
bidang
pemeliharaan
j alanljembatan sesuai dengan ketentuan darl/atau
peraturanperundang-undangan yang berlaku;
c
pelaksana operasional pemeliharaanjalan/jembatan,
sesuai dengan ketentuan dan/ataud
pengumpulandan
pengolahandata
status, panjangdan
kualitas
jalan/jembatan sesuaidengan ketentuan dar/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e
pelaksanaankoordinasi, konsultasi
denganunit
organisasidi
lingkungan
balai,
dinas dan/atau lembaga lain yang terkait dengan bidang tugas seksi pemeliharaan;f
pelaksanaan tugaslain
yang diberikan oleh kepalabalai
berdasarkan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;g
penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan seksi pemeliharaan kepada kepala balai.Bagian
Ketiga
Seksi Pengawasan
Pasal
11Seksi Pengawasan, mempunyai tugas melaksanakan pengawasan
dan
pengendalian teknis pelaksanaan pekerjaanjalar/jembatan,
pemanfaatanjalan
sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pasal
12Dalam
melaksanakan
tugas
sebagaimanadimaksud
Pasal
11,
seksi
pengawasan menyelenggarakan fungsi :a.
penyusunan dan pelaksanaan rencana kegiatan seksi pengawasan sesuai dengan rencana kegiatan balai;b.
penyiapanbahan koordinasi
perumusankebijakan
teknis
operasionaldinas
di
bidang pengawasan dan pengendalian teknis pelaksanaan pekerjaan jalan/jembatan sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;c.
penyiapanbahan koordinasi
perumusankebijakan
teknis
operasionaldinas
di
bidang pengawasan dan pengendalian pemanfaatan jalan;d.
pelaksanaanteknis
operasional
pengawasandan
pengendalian
teknis
pelaksanaan pekerjaan jalan/jembatan sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;e.
pelaksanaanteknis
operasional pengawasan dan pengendalianteknis
pemanfaatan jalan sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;f.
penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan prasaranadan
sarana pengawasan dan pengendalianteknis
pelaksanaan pekerjaan jalan/jembatan sesuai dengan ketentuan dan/ atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;g.
penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana pengawasan dan pengendalian pemanfaatanjalan
sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;h.
pelaksanaankoordinasi, konsultasi
denganunit
organisasidi
lingkungan
balai,
dinas dan/atau lembaga lain yang terkait dengan tugas seksi pengawasan;i.
penyiapan bahan koordinasi penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan balaidi
bidang pengawasan dan pengendalian teknis pemanfaatanjalan,
dan pengawasan dan pengendalianteknis
pelaksanaan pekerjaan jalan/jembatan sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;
Kelompok Jabatan Fungsional
Pasal
13Pada
balai
dapatdibentuk jabatan fungsional
sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang undangan yang berlaku.Pasal
14Kelompok
jabatan fungsional sebagaimana
dimaksud
Pasal
13,
mempunyai
tugasmelakukan kegiatan sesuai dengan jenis jabatan fungsional yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal
15(1)
Kelompok
j abatanfungsional
terdiri dari
sejumlahjabatan
fungsional yang
terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.(2)
Setiap kelompokjabatan fungsional
sebagaimanadimaksud
ayat(1),
dikoordinasikanoleh seorang tenaga fungsional yang ditunjuk oleh kepala balai.
(3)
Jumlah tenaga fungsional
sebagaimana dimaksudayat
(1),
ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(4)
Jenis
danjenjang
jabatan
tenagafungsional
akan diatur kemudian
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.BAB
VI
TATAKERJA
Bagian Kesatu
Umum
Pasal
16(l)
Dalam melaksanakan tugasnya kepalabalai,
kepala sub bagian tata usaha, kepala seksi,wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dalam lingkup balai.
(2)
Kepala sub bagian, kepala seksi dalam
melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala balai.(3)
Setiappimpinan
satuan organisasidi
lingkunganbalai
wajib
mengawasi pelaksanaan tugas bawahannya masing-masing dan apabilaterjadi
penyimpangan agar mengambillangkahJangkah
yang
diperlukan sesuai dengan
kitentuan
dan/atau
peraturan perundang-undangan yang berlaku.(4)
Setiap pimpinan satuan organisasidi
lingkungan balai bertanggung j awab memimpin danmengkoordinasikan bawahannya
masing-masing
serta
memberikan
bimbingan
dan petunjuk bagi pelaksanaan tugas.(5)
Setiappimpinan
satuan organisasidi
lingkungan balaiwajib
mengikuti
dan mematuhipetunjuk sesuai dengan
visi
danmisi
dinas serta menjabarkannya dalam program dan kegiatan opersional sesuai tugas dan fungsi serta bertanggungjawab
kepada atasannyamasing-masing
dan
menyampaikan
laporan
pelaksanaantugasnya secara
berkala maupun sewaktu-waktu.(6)
Setiap laporanyang diterima oleh pimpinan
satuan organisasidari
bawahan masing-masingdi
lingkungan balai,wajib
diolah dan dipergunakan sebagai bahan penlusunanlaporan lebih lanjut serta memberikan
petunjuk
dan/atau arahan kepada bawahan.(7)
Kepala Balai menyampaikan laporan kepada kepala dinas sesuai dengan ketentuan dan/ atau peraturan perundangundangan yang berlaku.(8)
Dalam
menyampaikan laporan sebagaimanadimaksud
ayat(7),
tembusan laporannyadapat disampaikan kepada organisasi perangkat daerah
lain
yang
secara fungsional mempunyai hubungan kerja.Bagian
Kedua
Hal
Mewakili
Pasal
17(1)
Sub Bagian Tata
Usahamewakili
kepalabalai
dalam
batas-batas kewenangan yangdilimpahkan apabila kepala balai berhalangan melaksanakan tugasnya.
(2)
Dalam
hal
sub
bagian
tata
usaha
berhalangan melaksaaakantugas
sebagaimanadimaksud
ayat
(1),
kepalabalai
dapatmenunjuk
salah seorangkepala
seksi untukmelaksanakan tugasnya sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan.
BAB
VII
Pasal
18(l)
Pengangkatan dan pemberhentian kepalabalai
serta para pemangku jabatan lainnya dilingkungan
balai dilakukan
sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.(2)
KepalaBalai
melaksanaanpembinaan
kepegawaian sesuai dengan ketentuan dan/atauperaturan perundang-undangan yang berlaku.
(3)
Ketentuanlain
mengenai masalah kepegawaian diatur sesuai dengan ketentuandm/atat
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BAB
VIII
KETENTUAN
PENUTUP
Pasal
19(1)
Dengan berlakunya Peraturan Bupatiini,
maka segala ketentuan dan/atau peraturan yang bertentangan dengan Peraturanini
dinyatakan tidak berlaku.(1)
Hal-hal lain
yang belum cukupdiatur
sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan ditetapkan kemudian dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari PeraturanPasal 20
Peraturan Bupati
ini
mulai berlaku pada tanggal diundangkan.Agar setiap orang mengetahuinya, memierintalkan pengundangan Peraturan Bupati
ini
dengan penempatarinya dalam Berita Daerah.Ditetapkan
di
Cianjurpada tanggal 15 Oktober 2010
BUPATI CIANJUR,