• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep. Tipe. Taxonomy Bloom. Matriks Kompetensi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Konsep. Tipe. Taxonomy Bloom. Matriks Kompetensi"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Konsep

Tipe

Taxonomy Bloom

Matriks Kompetensi

(3)
(4)
(5)

Knowledge

Skill

Motives

Traits

Self-Concept

(6)
(7)

Knowledge

Informasi dalam diri seseorang

yang memiliki area konten yang spesifik.

Contoh : Sejarah RI, Budaya Organisasi, Keamanan Pangan, Undang-Undang Tenaga Kerja

Skills

adalah kecakapan untuk perform baik

dalam hal tugas fisik maupun mental.

Contoh : Menanggulangi keluhan pelanggan, Mengajar, Membuat presentasi, Membuat tabel Excel, Ketrampilan menghitung uang.

(8)

Motives

Sesuatu di dalam diri seseorang yang

secara konsisten pikirkan atau keinginan

yang menyebabkan tindakan. Motives

“drive, direct, and select” perilaku,

mengarah pada tindakan atau sasaran.

Contoh : orang yang memiliki tuntutan ekonomi dan

tanggung jawab keluarga, motivasi kerjanya lebih tinggi,

drive kerjanya baik dan cenderung konsisten.

(9)

Traits –

Karakteristik fisik dan respon yang

konsisten terhadap situasi atau informasi.

Contoh : Ketelitian merupakan

fisical trait

dari kasir,

keramahan dalam pelayanan merupakan kompetensi

fisical trait

yang dimiliki oleh

frontliners.

Self Concept –

Sikap-sikap, nilai-nilai, atau

citra diri pada diri seseorang.

(10)
(11)

1.

Penilaian lebih profesional,

standard dan obyektif, dapat

diukur secara kuantitatif.

2.

Dapat meminimalisir

kesenjangan antara

kapabilitas aktual dengan

yang diharapkan

3.

Perkembangan karyawan

dapat dimonitor

4.

Mendukung strategi

perusahaan

(12)
(13)

Core

Competency

Specific

(14)

Kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh seluruh job

roles yang ada di organisasi dari staff sampai direktur

• Business Driver

• Core Values

(15)

Kompetensi yang dibutuhkan oleh masing-masing job

role atau pekerjaan dalam organisasi

• Soft Competency (Managerial Competency)

• Hard Competency (Technical Competency)

(16)
(17)

Kompetensi Jabatan

FGD/Panel Kuisioner

Behavior

event

(18)

Metode

+

-

Keterangan

Behavior

Event

Interview

Detail, mendapatkan banyak informasi, lebih terstruktur, fokus pada kompetensi yang dicari Satu posisi membutuhkan waktu yang lama. Tepat untuk jabatan strategis

Kuisioner/

Survey

Lebih cepat, praktis tanpa tatap muka

Tidak detail, terbatas pada pertanyaan kuisioner Tepat untuk jabatan massal, staff yang banyak

FGD/Panel

Dalam menggali satu

kompetensi, dapat membedakan satu kompetensi dgn lainnya. Mengumpulkan resource dgn waktu yang sama, tidak banyak kompetensi yang dibahas Tepat untuk jabatan spesialist

(19)
(20)

Afektif

Psikomotorik

Kognitif

Struktur hierarkhi yang mengidentifikasi

skills

mulai

dari tingkat yang rendah hingga tingkat yang tertinggi

(21)

Eval

Synthesis

Analysis

Application

Comprehension

Knowledge

Low order

thinking

High order

thinking

(22)
(23)

No

Kategori

Penjelasan

Kata kerja kunci

1 Pengetahuan Kemampuan atau

menjelaskan kembali

Mendefinisikan, menyusun

daftar, menamai, menanyakan, mengidentifikasi, mengetahui, menyebutkan, membuat

kerangka, menggambarkan

2

Pemahaman Kemampuan memahami

instruksi masalah,

mengintrepretasikan dan menyatakan kembali

dengan kata-kata sendiri. Contoh menuliskan kembali, merangkum kembali Menerangkan, menjelaskan, menguraikan, membedakan, menginterpretasikan, merumuskan, memperkirakan, meramalkan, menterjemahkan, mengubah memberi contoh, menganalogikan, merangkum 3 Penerapan Kemampuan

menggunakan konsep dalam praktek atau situasi baru. Contoh menggunakan pedoman, aturan dalam menghitung insentif karyawan Menerapkan, mengubah, menghitung, melengkapi, menemukan, mendemostrasikan, menyiapkan, menghasilkan, mengoperasikan, menyediakan, menghasilkan

(24)

No Kategori

Penjelasan

Kata kerja kunci

4 Analisa Kemampuan memisahkan konsep ke dalam beberapa komponen untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas atas dampak komponen

tersebut. Contoh : Menganalisa penyebab meningkatknya harga pokok penjualan dlm laporan dan memisahkan komponen-komponennya.

Menganalisa, mendiskriminasikan, membuat skema/diagram,

membedakan, membandingkan, menghubungkan, menunjukkan hubungan antara variabel, memecah menjadi beberapa bagian

5 Sintesa Kemampuan merangkai atau menyusun kembali komponen-komponen dalam rangka

menciptakan hal baru. Contoh: Membuat kurikulum dari

mengintegrasikan berbagai pendapat dan materi dari berbagai sumber Mengkategorikan mengkombinasikan, mengatur memodifikasi, mendisain, mengintegrasikan, mengorganisir, mengkompilasi, mengarang,

menciptakan, menulis kembali, merancang, menyimpulkan, mempolakan

6 Evaluasi Kemampuan mengevaluasi dan menilai berdasarkan norma dan acuan

Mengkaji ulang, membuktikan, menyesuaikan, mengkoreksi, menemukan, mempertahankan

(25)

No

Kategori

Penjelasan

Kata kerja kunci

1 Penerimaan Kemampuan untuk

menunjukkan atensi dan penghargaan terhadap orang lain.

Contoh:mendengar pendapat orang lain.

Menanyakan, mengikuti, memberi, menahan/mengendalikan diri, mengidentifikasi, memperhatikan, menjawab

2

Responsif Kemampuan berpartisipasi aktif

dalam pembelajaran dan selalu termotivasi untuk segera bereaksi dan mengambil tindakan. Contoh:berpartisipasi dalam diskusi kelas

Menjawab, membantu, mentaati, memenuhi, menyetujui, mendiskusikan, melakukan, memilih, menyajikan, mempraktekkan 3 Nilai yang dianut (Nilai diri) Kemampuan

menunjukkan nilai yang dianut untuk

membedakan mana yang baik dan kurang baik dan diekspresikan dalam perilaku Menunjukkan, mendemonstrasikan, memilih, membedakan, mengikuti, meminta, memenuhi, menjelaskan, membentuk, berinisiatif, melaksanakan, memprakrasai, menjustifikasi

(26)

No

Kategori

Penjelasan

Kata kerja kunci

4 Organisasi Kemampuan membentuk

sistem nilai dan budaya organisasi dengan

mengharmonisasikan

perbedaan nilai. Contoh : Menyepakati dan

mentaati etika profesi

Mematuhi, merancang, mengkombinasikan, merumuskan, mengorganisir, memperbaiki, menyepakati, menyusun, menyempurnakan, menyatukan pendapat, melengkapi, membandingkan

5

Karakterisasi Kemampuan mengendalikan perilaku berdasarkan nilai yang dianut dan memperbaiki hub.intrapersonal,

interpersonal dan sosial. Contoh: rasa percaya diri, kooperatif dalam aktivitas kelompok Memperlihatkan, membedakan, memisahkan, menunjukkan, mengusulkan, merevisi, menyatakan, bertindak, membuktikan, mempertimbangkan, merevisi

(27)

No

Kategori

Penjelasan

Kata kerja kunci

1 Persepsi Kemampuan menggunakan saraf sensori dalam mengintreptertasikan dalam memperkirakan sesuatu. Contoh:

menurunkan suhu chiller

Mendeteksi, mempersiapkan diri, memilih, menghubungkan, mengisolasi

2

Kesiapan Kemampuan untuk

mempersiapkan diri baik mental, fisik, dan emosi dalam menghadapi sesuatu. Contoh: melakukan pekerjaan sesuai urutan Memulai, memprakrasai, membantu, memperlihatkan, mempersiapkan diri 3 Reaksi yang diarahkan Kemampuan untuk memulai ketrampilan yang kompleks dengan bantuan/bimbingan dengan meniru.

Contoh:mengikuti arahan dari instruktur

Meniru, mencoba, memasang, bereaksi, menanggapi,

(28)

No

Kategori

Penjelasan

Kata kerja kunci

4 Reaksi natural Kemampuan dengan

tingkat ketrampilan yang lebih sulit. Contoh:menggunakan gergaji mesin Mengoperasikan, membangun, memasang, membongkar, merakit, mempertajam, memperlancar

5

Reaksi yang kompleks Kemampuan yang menunjukkan kecepatan, ketepatan, efisiensi dan efektivitasnya

Mengendalikan, mempercepat, mengukur, mengoperasikan, melaksanakan sesuai standar, mengukur, membangun

6 Adaptasi Kemampuan

mengembangkan keahlian dan pola sesuai

kebutuhan

Mengubah, mengadaptasikan, memvariasikan, merevisi, mengatur kembali

7 Kreatifitas Kemampuan untuk

menciptakan hal baru dan juga kemampuan mengatasi masalah dengan mengeksplorasi Merancang, mendisain, membuat, memprakarsai, mengkombinasikan

(29)
(30)

A competency model is a valid, observable and

measurements list of the knowledge, skills, and

attributes demonstrated through behaviour that

results in outstanding performance in particular work

context.

(31)

1. Judul kompetensi

2. Definisi

3. Indikator

Perilaku/

(32)

Melakukan

identifikasi

dan

memahami

isu-isu,

permasalahan, dan peluang;membandingkan data serta

informasi yang relevan dari berbagai sumber untuk

mendapatkan

gambaran

kesimpulan;menggunakan

pendekatan yang efektif untuk mendapatkan alternatif

tindakan atau mengembangkan alternatif solusi yang

memadai

(33)

Mengidentifikasi isu-isu, permasalahan dan kesempatan

Mengenali isu-isu, permasalahan, atau peluang-peluang yang

mungkin ada dan menentukan kemungkinan tindakan yang

dibutuhkan.

Mengumpulkan informasi

– Mengidentifikasi kebutuhan dan

mengumpulkan informasi untuk mendapatkan pemahaman yang

lebih baik atas isu, permasalahan, dan peluang yang ada.

Menginterpretasikan informasi

– Mengintegrasikan informasi

dari berbagai sumber yang berbeda;mengenali tren, kesamaan,

dan/atau hubungan sebab akibat dari setiap informasi yang

ditemukan.

Mengembangkan alternatif-alternatif

– menciptakan

pilihan-pilihan yang relevan sesuai dengan permasalahan atau peluang

serta berupaya mendapatkan keluaran hasil akhir yang

(34)

Memberikan kontribusi sebagai seorang anggota tim,

terlibat

secara

aktif

dalam

proses

mencapai

kesuksesan tim secara efektif, dan membangun serta

memimpin tim mencapai obyektif

(35)

LEVEL OF

PROFICIENCY

BEHAVIORAL INDICATORS

Level 1:

Perilaku Kooperatif

Mampu bertindak sebagai team player, mengambil tindakan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan saran anggota kelompok, ikut membentuk dan menerima konsensus.

 Melaksanakan tugas-tugas kelompok sesuai dengan bagiannya.

 Berbagi informasi yang relevan dan berguna, mau mendengarkan dan merespon dengan empati.

 Menunjukkan rasa hormat terhadap pendapat orang lain dan kesediaan belajar dari anggota kelompok.

 Mendukung keputusan / kesepakatan keompok, dan meletakkan tujuan kelompok di atas tujuan pribadi.

Level 2:

Perilaku Partisipatif

Berpartisipasi secara aktif dan berbagi seluruh informasi yang relevan untuk mendukung

terbentuknya keputusan kelompok.

 Memperlihatkan sikap menghargai perbedaan (suku, agama, ras, adat istiadat).

 Menunjukkan minat yang besar terhadap kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi.

 Aktif memberikan bantuan dan ide-ide dalam proses pemecahan masalah dalam kelompok.

 Berbagi seluruh informasi yang relevan dan berguna bagi pencapaian sasaran kelompok.

Level 3:

Membangun Kelompok

Mengembangkan kerja sama dan mendorong kolaborasi kerja untuk mendapatkan solusi yang

menguntungkan semua pihak demi tercapainya tujuan kelompok

 Membantu anggota untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka untuk memberikan hasil yang terbaik.

 Melakukan pendekatan individu yang efektif terhadap anggota kelompok yang menunjukkan tindakan yang tidak kooperatif dalam proses kelompok.

 Melibatkan orang lain baik dalam pemecahan masalah dan penuntasan tugas.

 Mengintegrasikan pandangan-pandangan yang berbeda menjadi pandangan/persepsi bersama.

(36)

LEVEL OF

PROFICIENCY

BEHAVIORAL INDICATORS

Level 4:

Membangun Kelompok

Prima

Mengidentifikasi perbedaan dan nilai positif dari sistem yang dimiliki oleh setiap tim,

menciptakan dan mengembangkan iklim kerja yang nyaman.

 Beradaptasi dengan efektif terhadap karakteristik tim yang unik.

 Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tim, dan membuat sistem untuk mensinergikan kekuatan dan meminimasi dampak dari kelemahan.

 Membetuk aturan main yang memungkinkan tim menunjukkan kinerja yang optimal.

 Secara proaktif melibatkan orang, tim, departemen, fungsi dan level lain untuk menyelesaikan masalah dan mencapai hasil yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan secara keseluruhan.

 Memberikan apresiasi kepada anggota tim dan lintas fungsi sehingga membangun kerjasama yang solid

Level 5:

Membangun Sinergi

Organisasi

Menggunakan pendekatan/ gaya yang sesuai untuk membangun hubungan kerja yang baik dan saling percaya. Mengembangkan dan menjaga hubungan jejaring kerja yang luas, menggabungkan faktor internal dan eksternal perusahaan.

 Mengembangkan hubungan interpersonal yang kuat secara strategis dengan stakeholder penting dari dalam dan luar perusahaan.

 Mengantisipasi situasi konflik dalam kelompok besar maupun antar tim lintas fungsi, dan menyediakan solusi untuk mengatasinya.

 Mengelola kelompok yang terdiri dari berbagai departemen/perusahaan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

 Membangun relasi dengan mitra/ stakeholder berlandaskan kepercayaan dan saling menghormati.

(37)
(38)

Data Organisasi

Visi-Misi, Strategi,

value

Data Primer

BEI, FGD, Panel

Data Sekunder

Proses Bisnis, Job

Profile

Coding

Kategorisasi

Naming

Grading

Clustering

Validasi

Model

Kompetensi

(39)

Strategi

organisasi dan

struktur

organisasi

Identifikasi

kompetensi

Membuat

kompetensi

model

Validasi dan

implementasi

Analisa peran

jabatan dan prosess

Mencari data dari BEI

dan FGD

(40)
(41)

Section Kode

Competency

M

a

n

a

g

e

r

A

M

a

n

a

g

e

r

B

M

a

n

a

g

e

r

C

M

a

n

a

g

e

r

D

M

a

n

a

g

e

r

E

TEW Team work

4

4

3

4

3

BUT Building Trust

3

3

4

5

4

DEO Development Others

4

3

3

4

5

COM Communication

2

4

2

4

5

NEG Negotiation

2

3

3

4

4

PRE Presentation

3

3

3

4

4

DRR Drive Result

3

2

4

3

3

Assessment

Co

mp

e

te

n

cy

(42)

Peran Senior Managerial

Dalam pembentukan kompetensi dibutuhkan support dari level

direktur hingga senior manager, dalam bentuk waktu, masukan

dan pemikiran bersama sehingga profiling yang diharapkan

dapat sesuai dan menunjang keberhasilan kinerja. Departemen

HR mengedukasi pentingnya melakukan proses kompetensi

model sehingga ada rasa kepemilikan kompetensi di

masing-masing fungsi

Strategi Perusahaan

Selaras dengan budaya perusahaan, visi misi dan tujuan

organisasi kunci sukses dari membuat kompetensi model. Pada

akhirnya strategi perusahaan yang menjalankan adalah jabatan

dan orang-orang yang membutuhkan kompetensi untuk

(43)

Nama : Luthfi Rochmatika Jabatan : HR Manager & Trainer Contact : 081319554465

Email : [email protected]

Universitas Jurusan Tahun

Insitut Pertanian Bogor Agribisnis 2002 - 2006 Universitas Indonesia Ekonomi Syariah 2009 - 2011

Perjalanan karir Luthfi diawali dari dunia perbankan selama 5 tahun. Mulai tidak menemukan passionnya, Luthfi mendapatkan tawaran program development dari Mahadasha (Trakindo Grup) untuk menjadi level managerial. Sistem rekrutmen menggunakan assessment center dan pelatihan bekerja sama dengan PPM management dengan kurikulum yang komprehensif membuat Luthfi semakin paham dunia HR. Lulus dari program tersebut, Luthfi mendapat tantangan untuk mengajar soft skill d ibidang Customer Service di bawah perusahaan Mahadya (Carl’s Jr, WingStop, Caribou Coffe brand) . Hingga saat ini, program-program soft skill merupakan andalan Luthfi di dalam mengajar. Karirnya tidak berhenti disitu, Mahadya memberikan kesempatan Luthfi untuk mengambil program HR sertifikasi yang diadakan oleh GML. Kesehariannya, Luthfi menjadi HR Business Partner di Mahadya mendukung keberhasilan operasional Bisnis.

(44)

Referensi

Dokumen terkait