Konsep
Tipe
Taxonomy Bloom
Matriks Kompetensi
Knowledge
Skill
Motives
Traits
Self-Concept
Knowledge
–
Informasi dalam diri seseorang
yang memiliki area konten yang spesifik.
Contoh : Sejarah RI, Budaya Organisasi, Keamanan Pangan, Undang-Undang Tenaga Kerja
Skills
–
adalah kecakapan untuk perform baik
dalam hal tugas fisik maupun mental.
Contoh : Menanggulangi keluhan pelanggan, Mengajar, Membuat presentasi, Membuat tabel Excel, Ketrampilan menghitung uang.
Motives
Sesuatu di dalam diri seseorang yang
secara konsisten pikirkan atau keinginan
yang menyebabkan tindakan. Motives
“drive, direct, and select” perilaku,
mengarah pada tindakan atau sasaran.
Contoh : orang yang memiliki tuntutan ekonomi dan
tanggung jawab keluarga, motivasi kerjanya lebih tinggi,
drive kerjanya baik dan cenderung konsisten.
Traits –
Karakteristik fisik dan respon yang
konsisten terhadap situasi atau informasi.
Contoh : Ketelitian merupakan
fisical trait
dari kasir,
keramahan dalam pelayanan merupakan kompetensi
fisical trait
yang dimiliki oleh
frontliners.
Self Concept –
Sikap-sikap, nilai-nilai, atau
citra diri pada diri seseorang.
1.
Penilaian lebih profesional,
standard dan obyektif, dapat
diukur secara kuantitatif.
2.
Dapat meminimalisir
kesenjangan antara
kapabilitas aktual dengan
yang diharapkan
3.
Perkembangan karyawan
dapat dimonitor
4.
Mendukung strategi
perusahaan
Core
Competency
Specific
Kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh seluruh job
roles yang ada di organisasi dari staff sampai direktur
• Business Driver
• Core Values
Kompetensi yang dibutuhkan oleh masing-masing job
role atau pekerjaan dalam organisasi
• Soft Competency (Managerial Competency)
• Hard Competency (Technical Competency)
Kompetensi Jabatan
FGD/Panel Kuisioner
Behavior
event
Metode
+
-
Keterangan
Behavior
Event
Interview
Detail, mendapatkan banyak informasi, lebih terstruktur, fokus pada kompetensi yang dicari Satu posisi membutuhkan waktu yang lama. Tepat untuk jabatan strategisKuisioner/
Survey
Lebih cepat, praktis tanpa tatap muka
Tidak detail, terbatas pada pertanyaan kuisioner Tepat untuk jabatan massal, staff yang banyak
FGD/Panel
Dalam menggali satukompetensi, dapat membedakan satu kompetensi dgn lainnya. Mengumpulkan resource dgn waktu yang sama, tidak banyak kompetensi yang dibahas Tepat untuk jabatan spesialist
Afektif
Psikomotorik
Kognitif
Struktur hierarkhi yang mengidentifikasi
skills
mulai
dari tingkat yang rendah hingga tingkat yang tertinggi
Eval
Synthesis
Analysis
Application
Comprehension
Knowledge
Low order
thinking
High order
thinking
No
Kategori
Penjelasan
Kata kerja kunci
1 Pengetahuan Kemampuan ataumenjelaskan kembali
Mendefinisikan, menyusun
daftar, menamai, menanyakan, mengidentifikasi, mengetahui, menyebutkan, membuat
kerangka, menggambarkan
2
Pemahaman Kemampuan memahamiinstruksi masalah,
mengintrepretasikan dan menyatakan kembali
dengan kata-kata sendiri. Contoh menuliskan kembali, merangkum kembali Menerangkan, menjelaskan, menguraikan, membedakan, menginterpretasikan, merumuskan, memperkirakan, meramalkan, menterjemahkan, mengubah memberi contoh, menganalogikan, merangkum 3 Penerapan Kemampuan
menggunakan konsep dalam praktek atau situasi baru. Contoh menggunakan pedoman, aturan dalam menghitung insentif karyawan Menerapkan, mengubah, menghitung, melengkapi, menemukan, mendemostrasikan, menyiapkan, menghasilkan, mengoperasikan, menyediakan, menghasilkan
No Kategori
Penjelasan
Kata kerja kunci
4 Analisa Kemampuan memisahkan konsep ke dalam beberapa komponen untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas atas dampak komponen
tersebut. Contoh : Menganalisa penyebab meningkatknya harga pokok penjualan dlm laporan dan memisahkan komponen-komponennya.
Menganalisa, mendiskriminasikan, membuat skema/diagram,
membedakan, membandingkan, menghubungkan, menunjukkan hubungan antara variabel, memecah menjadi beberapa bagian
5 Sintesa Kemampuan merangkai atau menyusun kembali komponen-komponen dalam rangka
menciptakan hal baru. Contoh: Membuat kurikulum dari
mengintegrasikan berbagai pendapat dan materi dari berbagai sumber Mengkategorikan mengkombinasikan, mengatur memodifikasi, mendisain, mengintegrasikan, mengorganisir, mengkompilasi, mengarang,
menciptakan, menulis kembali, merancang, menyimpulkan, mempolakan
6 Evaluasi Kemampuan mengevaluasi dan menilai berdasarkan norma dan acuan
Mengkaji ulang, membuktikan, menyesuaikan, mengkoreksi, menemukan, mempertahankan
No
Kategori
Penjelasan
Kata kerja kunci
1 Penerimaan Kemampuan untukmenunjukkan atensi dan penghargaan terhadap orang lain.
Contoh:mendengar pendapat orang lain.
Menanyakan, mengikuti, memberi, menahan/mengendalikan diri, mengidentifikasi, memperhatikan, menjawab
2
Responsif Kemampuan berpartisipasi aktifdalam pembelajaran dan selalu termotivasi untuk segera bereaksi dan mengambil tindakan. Contoh:berpartisipasi dalam diskusi kelas
Menjawab, membantu, mentaati, memenuhi, menyetujui, mendiskusikan, melakukan, memilih, menyajikan, mempraktekkan 3 Nilai yang dianut (Nilai diri) Kemampuan
menunjukkan nilai yang dianut untuk
membedakan mana yang baik dan kurang baik dan diekspresikan dalam perilaku Menunjukkan, mendemonstrasikan, memilih, membedakan, mengikuti, meminta, memenuhi, menjelaskan, membentuk, berinisiatif, melaksanakan, memprakrasai, menjustifikasi
No
Kategori
Penjelasan
Kata kerja kunci
4 Organisasi Kemampuan membentuksistem nilai dan budaya organisasi dengan
mengharmonisasikan
perbedaan nilai. Contoh : Menyepakati dan
mentaati etika profesi
Mematuhi, merancang, mengkombinasikan, merumuskan, mengorganisir, memperbaiki, menyepakati, menyusun, menyempurnakan, menyatukan pendapat, melengkapi, membandingkan
5
Karakterisasi Kemampuan mengendalikan perilaku berdasarkan nilai yang dianut dan memperbaiki hub.intrapersonal,interpersonal dan sosial. Contoh: rasa percaya diri, kooperatif dalam aktivitas kelompok Memperlihatkan, membedakan, memisahkan, menunjukkan, mengusulkan, merevisi, menyatakan, bertindak, membuktikan, mempertimbangkan, merevisi
No
Kategori
Penjelasan
Kata kerja kunci
1 Persepsi Kemampuan menggunakan saraf sensori dalam mengintreptertasikan dalam memperkirakan sesuatu. Contoh:menurunkan suhu chiller
Mendeteksi, mempersiapkan diri, memilih, menghubungkan, mengisolasi
2
Kesiapan Kemampuan untukmempersiapkan diri baik mental, fisik, dan emosi dalam menghadapi sesuatu. Contoh: melakukan pekerjaan sesuai urutan Memulai, memprakrasai, membantu, memperlihatkan, mempersiapkan diri 3 Reaksi yang diarahkan Kemampuan untuk memulai ketrampilan yang kompleks dengan bantuan/bimbingan dengan meniru.
Contoh:mengikuti arahan dari instruktur
Meniru, mencoba, memasang, bereaksi, menanggapi,
No
Kategori
Penjelasan
Kata kerja kunci
4 Reaksi natural Kemampuan dengantingkat ketrampilan yang lebih sulit. Contoh:menggunakan gergaji mesin Mengoperasikan, membangun, memasang, membongkar, merakit, mempertajam, memperlancar
5
Reaksi yang kompleks Kemampuan yang menunjukkan kecepatan, ketepatan, efisiensi dan efektivitasnyaMengendalikan, mempercepat, mengukur, mengoperasikan, melaksanakan sesuai standar, mengukur, membangun
6 Adaptasi Kemampuan
mengembangkan keahlian dan pola sesuai
kebutuhan
Mengubah, mengadaptasikan, memvariasikan, merevisi, mengatur kembali
7 Kreatifitas Kemampuan untuk
menciptakan hal baru dan juga kemampuan mengatasi masalah dengan mengeksplorasi Merancang, mendisain, membuat, memprakarsai, mengkombinasikan
A competency model is a valid, observable and
measurements list of the knowledge, skills, and
attributes demonstrated through behaviour that
results in outstanding performance in particular work
context.
1. Judul kompetensi
2. Definisi
3. Indikator
Perilaku/
Melakukan
identifikasi
dan
memahami
isu-isu,
permasalahan, dan peluang;membandingkan data serta
informasi yang relevan dari berbagai sumber untuk
mendapatkan
gambaran
kesimpulan;menggunakan
pendekatan yang efektif untuk mendapatkan alternatif
tindakan atau mengembangkan alternatif solusi yang
memadai
•
Mengidentifikasi isu-isu, permasalahan dan kesempatan
–
Mengenali isu-isu, permasalahan, atau peluang-peluang yang
mungkin ada dan menentukan kemungkinan tindakan yang
dibutuhkan.
•
Mengumpulkan informasi
– Mengidentifikasi kebutuhan dan
mengumpulkan informasi untuk mendapatkan pemahaman yang
lebih baik atas isu, permasalahan, dan peluang yang ada.
•
Menginterpretasikan informasi
– Mengintegrasikan informasi
dari berbagai sumber yang berbeda;mengenali tren, kesamaan,
dan/atau hubungan sebab akibat dari setiap informasi yang
ditemukan.
•
Mengembangkan alternatif-alternatif
– menciptakan
pilihan-pilihan yang relevan sesuai dengan permasalahan atau peluang
serta berupaya mendapatkan keluaran hasil akhir yang
Memberikan kontribusi sebagai seorang anggota tim,
terlibat
secara
aktif
dalam
proses
mencapai
kesuksesan tim secara efektif, dan membangun serta
memimpin tim mencapai obyektif
LEVEL OF
PROFICIENCY
BEHAVIORAL INDICATORS
Level 1:
Perilaku Kooperatif
Mampu bertindak sebagai team player, mengambil tindakan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan saran anggota kelompok, ikut membentuk dan menerima konsensus.
Melaksanakan tugas-tugas kelompok sesuai dengan bagiannya.
Berbagi informasi yang relevan dan berguna, mau mendengarkan dan merespon dengan empati.
Menunjukkan rasa hormat terhadap pendapat orang lain dan kesediaan belajar dari anggota kelompok.
Mendukung keputusan / kesepakatan keompok, dan meletakkan tujuan kelompok di atas tujuan pribadi.
Level 2:
Perilaku Partisipatif
Berpartisipasi secara aktif dan berbagi seluruh informasi yang relevan untuk mendukung
terbentuknya keputusan kelompok.
Memperlihatkan sikap menghargai perbedaan (suku, agama, ras, adat istiadat).
Menunjukkan minat yang besar terhadap kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi.
Aktif memberikan bantuan dan ide-ide dalam proses pemecahan masalah dalam kelompok.
Berbagi seluruh informasi yang relevan dan berguna bagi pencapaian sasaran kelompok.
Level 3:
Membangun Kelompok
Mengembangkan kerja sama dan mendorong kolaborasi kerja untuk mendapatkan solusi yang
menguntungkan semua pihak demi tercapainya tujuan kelompok
Membantu anggota untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka untuk memberikan hasil yang terbaik.
Melakukan pendekatan individu yang efektif terhadap anggota kelompok yang menunjukkan tindakan yang tidak kooperatif dalam proses kelompok.
Melibatkan orang lain baik dalam pemecahan masalah dan penuntasan tugas.
Mengintegrasikan pandangan-pandangan yang berbeda menjadi pandangan/persepsi bersama.
LEVEL OF
PROFICIENCY
BEHAVIORAL INDICATORS
Level 4:
Membangun Kelompok
Prima
Mengidentifikasi perbedaan dan nilai positif dari sistem yang dimiliki oleh setiap tim,
menciptakan dan mengembangkan iklim kerja yang nyaman.
Beradaptasi dengan efektif terhadap karakteristik tim yang unik.
Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tim, dan membuat sistem untuk mensinergikan kekuatan dan meminimasi dampak dari kelemahan.
Membetuk aturan main yang memungkinkan tim menunjukkan kinerja yang optimal.
Secara proaktif melibatkan orang, tim, departemen, fungsi dan level lain untuk menyelesaikan masalah dan mencapai hasil yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan secara keseluruhan.
Memberikan apresiasi kepada anggota tim dan lintas fungsi sehingga membangun kerjasama yang solid
Level 5:
Membangun Sinergi
Organisasi
Menggunakan pendekatan/ gaya yang sesuai untuk membangun hubungan kerja yang baik dan saling percaya. Mengembangkan dan menjaga hubungan jejaring kerja yang luas, menggabungkan faktor internal dan eksternal perusahaan.
Mengembangkan hubungan interpersonal yang kuat secara strategis dengan stakeholder penting dari dalam dan luar perusahaan.
Mengantisipasi situasi konflik dalam kelompok besar maupun antar tim lintas fungsi, dan menyediakan solusi untuk mengatasinya.
Mengelola kelompok yang terdiri dari berbagai departemen/perusahaan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
Membangun relasi dengan mitra/ stakeholder berlandaskan kepercayaan dan saling menghormati.
Data Organisasi
Visi-Misi, Strategi,
value
Data Primer
BEI, FGD, Panel
Data Sekunder
Proses Bisnis, Job
Profile
Coding
Kategorisasi
Naming
Grading
Clustering
Validasi
Model
Kompetensi
Strategi
organisasi dan
struktur
organisasi
Identifikasi
kompetensi
Membuat
kompetensi
model
Validasi dan
implementasi
•
Analisa peran
jabatan dan prosess
•
Mencari data dari BEI
dan FGD
Section Kode
Competency
M
a
n
a
g
e
r
A
M
a
n
a
g
e
r
B
M
a
n
a
g
e
r
C
M
a
n
a
g
e
r
D
M
a
n
a
g
e
r
E
TEW Team work
4
4
3
4
3
BUT Building Trust
3
3
4
5
4
DEO Development Others
4
3
3
4
5
COM Communication
2
4
2
4
5
NEG Negotiation
2
3
3
4
4
PRE Presentation
3
3
3
4
4
DRR Drive Result
3
2
4
3
3
Assessment
Co
mp
e
te
n
cy
•
Peran Senior Managerial
Dalam pembentukan kompetensi dibutuhkan support dari level
direktur hingga senior manager, dalam bentuk waktu, masukan
dan pemikiran bersama sehingga profiling yang diharapkan
dapat sesuai dan menunjang keberhasilan kinerja. Departemen
HR mengedukasi pentingnya melakukan proses kompetensi
model sehingga ada rasa kepemilikan kompetensi di
masing-masing fungsi
•
Strategi Perusahaan
Selaras dengan budaya perusahaan, visi misi dan tujuan
organisasi kunci sukses dari membuat kompetensi model. Pada
akhirnya strategi perusahaan yang menjalankan adalah jabatan
dan orang-orang yang membutuhkan kompetensi untuk
Nama : Luthfi Rochmatika Jabatan : HR Manager & Trainer Contact : 081319554465
Email : [email protected]
Universitas Jurusan Tahun
Insitut Pertanian Bogor Agribisnis 2002 - 2006 Universitas Indonesia Ekonomi Syariah 2009 - 2011
Perjalanan karir Luthfi diawali dari dunia perbankan selama 5 tahun. Mulai tidak menemukan passionnya, Luthfi mendapatkan tawaran program development dari Mahadasha (Trakindo Grup) untuk menjadi level managerial. Sistem rekrutmen menggunakan assessment center dan pelatihan bekerja sama dengan PPM management dengan kurikulum yang komprehensif membuat Luthfi semakin paham dunia HR. Lulus dari program tersebut, Luthfi mendapat tantangan untuk mengajar soft skill d ibidang Customer Service di bawah perusahaan Mahadya (Carl’s Jr, WingStop, Caribou Coffe brand) . Hingga saat ini, program-program soft skill merupakan andalan Luthfi di dalam mengajar. Karirnya tidak berhenti disitu, Mahadya memberikan kesempatan Luthfi untuk mengambil program HR sertifikasi yang diadakan oleh GML. Kesehariannya, Luthfi menjadi HR Business Partner di Mahadya mendukung keberhasilan operasional Bisnis.