MAKALAH
PANCASILA GEOPOLITIK WAWASAN NUSANTARA
Disusun oleh : kelompok 4
Amelia Malini
(11171130000082)
Fazlurrahman Sofyan
(11171130000079)
Gita Azzahra Aisyah
(11171130000099)
Muhammad Razka Ilahi B.
(11171130000090)
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum WR. WB
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Geopolitik: Wawasan Nusantara yang Insya Allah bermanfaat bagi mahasiswa maupun khalayak umum.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan proses analisis dan diskusi yang maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak serta beberapa sumber terpercaya sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan baik dari segi susunan kalimat, tata bahasanya serta isi dari makalah. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini sehingga mendekati kesempurnaan.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang Geopolitik: Wawasan Nusantara ini insyaallah bermanfaat terhadap pembaca.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...1
DAFTAR ISI...2
BAB I PENDAHULUAN...3
1.1 Latar Belakang...3
1.2 Rumusan Masalah...4
1.3 Tujuan Penulisan...4
BAB II PEMBAHASAN...5
2.1 Pengertian geopolitik...5
2.2 Politik multikultural...6
2.3 pengertian wawasan nusantara... 7
2.4 kedudukan wawasan nusantara...8
2.5 unsur dasar wawasan nusantara...8
2.6 Kaitan wawasan nusantara dengan otonomi daerah...10
2.7 Peranan wawasan nusantara di Indonesia...12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan. Negara Indonesia adalah Negara yang terdiri dari beberapa kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan ber-ideologi kan pancasila sebagai dasar Negara.
Ratzel mengemukakan bahwa geopolitik merupakan kekuatan total suatu Negara untuk mewadahi pertumbuhan kondisi dan kedudukan geografinya. Secara sederhana geopolitik tadi dapat didefinisikan sebagai, “ ilmu yang mempelajari tentang potensi, yang dimiliki suatu bangsa atas dasar jati dirinya dan merupakan kekuatan serta kemampuan untuk ketahanan nasional.
Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa geopolitik adalah penerapan geografi politik ke dalam praktik politik Negara.
Istilah wawasan nusantara terdiri dari dua buah kata yakni wawasan dan nusantara. Wawasan berasal dari kata “wawas” yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan inderawi. Akar kata ini membentuk kata “mawas” yang berarti memandang, meninjau atau melihat. Sehingga wawasan dapat berarti cara pandang, cara meninjau, atau cara melihat. Sedangkan Nusantara berasal dari kata “nusa” yang berarti pulau – pulau, dan “antara” yang berarti diapit di antara dua hal (dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia serta dua samudera yakni samudera Pasifik dan samudera Hindia).
Wawasan nusantara adalah sikap dan cara pandang warga negara Indonesia yang didasarkan pada UUD 1945 dan Pancasila. Dalam menjalankan wawasan nusantara, diutamakan untuk memenuhi kesatuan wilayah dan menghargai perbedaan yang ada untuk mencapai tujuan nasional.
1.2 Rumusan Masalah
1.Apa yang dimaksud dengan geopolitik Indonesia ? 2. Bagaimana perkembangan geopolitik di Indonesia ? 3. Apa yang dimaksud dengan wawasan nusantara ?
4. Bagaimana kedudukan wawasan nusantara di Indonesia ? 5. Bagaimana peranan wawasan nusantara di Indonesia ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan geopolitik Indonesia. 2. Untuk mengetahui perkembangan geopolitik di Indonesia.
3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan wawasan nusantara.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Geopolitik
Geopolitik secara etimologis berasal dari dua kata dalam bahasa yunani yaitu Geo
yang berarti Bumi dan politea yang berarti politik secara kasar dapat diartikan sistem atau hal yang berkaitan dengan perpolitikan di suatu kawasan di bumi, secara umum Geopolitik di Indonesia dapat diartikan pandangan masyarakat terhadap diri, lingkungan dan negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Geopolitik mendapat perhatian besar dalam masa sebelum Perang Dunia 2 dengan tokoh Rudolf Kiellen (1864-1933) yang menganggap bahwa disamping faktor ekonomi dan antropologi, geografi memengaruhi karakter dan kehidupan nasional dari rakyat dan karena itu mutlak harus diperhitungkan dalam menyusun politik luar negeri dan politik nasional, dengan menggunakan analisis dan argumentasi Geopolitik kekalahan Nazi dapat diperhitungkan seperti faktor ras, lebensraum, faktor ekonomi dan sosial
Di Indonesia yang termasuk archipelago-state atau negara kepulauan eksistensi Geopolitik sangat besar mencakup desentralisasi, distribusi ekonomi, bahasa dan budaya daerah, antropologi serta berhubungan dengan Geostrategis seperti menjaga garis pantai terhadap penangkapan ikan yang ilegal serta perbatasan negara untuk memelihara keamanan bangsa terhadap negara lain1
Pemikiran Rudolf Kiellen dengan teori kekuatan mengatakan bahwa negara adalah kesatuan politik yang menyeluruh serta satuan biologis yang memiliki intelektualitas yang jika dalam keindonesian adalah masyarakat heterogen dan multikultur, pendapat lain oleh friederich Ratzel dengan teori ruang mengatakan bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya manusia yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang primitif, menurut konteks ini bisa dimaknakan bahwa manusia akan melakukan perluasan wilayah untuk kelangsungan hidup dimana dalam masa abad pertengahan diwujudkan dengan penaklukan, penjajahan untuk mencari wilayah baru, lebensraum nazi juga bisa dikatakan termasuk kedalam teori ini dimana mereka mencari ruang baru untuk tinggal dan mendesak bangsa yang menurut mereka dibawah mereka.
2.2 Politik multikultural
Tantangan terhadap multikulturalisme adalah pengakuan terhadap kelompok minoritas yang menuntut identitas dan penerimaan terhadap perbedaan budaya. Banyak perdebatan mengenai multikultural misalnya mereka yang menentang multikultural sering mengatakan bahwa hal ini menjadikan minoritas terkotak-kotak dan mengganggu integrasi dalam masyarakat, para pendukung multikultural menanggapi bahwa kepedulian akan integrasi menceminkan imperialisme budaya.
Satu sumber keragaman budaya adalah kehadiran bersama lebih dari satu bangsa didalam suatu negara tertentu, dimana bangsa berarti komunitas historis, banyak demokrasi barat adalah multi bangsa, misalnya sejumlah minoritas di Amerika Serikat termasuk orang indian, Puerto Rico, keturunan cicanos yang memiliki keinginan mencari otonomi didalam negara itu bukan meningaglkan negara ketika mereka bergabung mereka memperoleh politik khusus dengan pemerintahan sendiri pengadilan hak dan perjanjian sendiri.
Kebanyakan dari kelompok-kelompok itu secara relativ kecil dan geografis terpencil. Banyak demokrasi barat lainnya juga multi bangsa karena telah secara paksa memasukan penduduk asli atau karena dibentuk oleh federasi yang kurang lebih suka rela dari dua atau kebudayaan Eropa. Beberapa pengamat mendeskripsikan loyalitas bersama sebagai bentuk identitas nasional untuk itulah negara multi bangsa dan perasaan loyalitas bersama
menunjukan patriotisme bersama.
Secara jelas suatu negara dapat menjadi multi bangsa karena penjajahan penaklukan atau konfederasi dari komunitas bangsa. Sebenarnya sejarah pengabaian minoritas bangsa di dunia terikat dengan kepercayaan Eropa mengenai imferioritas masyarakat asli yang
2.3 Pengertian Wawasan Nusantara
Menurut etimologis Wawasan Nusantara berasal dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang, meninjau atau melihat. Wawasan artinya pandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang, cara melihat.
Nusantara berasal dari kata Nusa dan Antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukan letak antara dua unsur. Nusantara artinya kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia dan dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata “nusantara” digunakan sebagai pengganti nama Indonesia.
Menurut terminologis wawasan nusantara menurut sebagai berikut. a. Pengertian wawasan nusantara menurut prof. Wan usman
“Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.” b. Pengertian wawasan nusantara dalam GBHN 1998
Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wailayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
c. Pengertian wawasan nusantara menurut kelompok kerja wawasan nusantara untuk diusulkan menjadi Tap. MPR, yang dibuat Lemhannas tahun 1999
“Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.”
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, secara sederhana wawasan berarti cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya. Diri yang dimaksud adalah diri bangsa Indonesia sendiri serta nusantara sebagai lingkungan tempat tinggalnya3
2.4 Kedudukan Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa.Visi adalah keadaan atau rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan.Wawasan Nusantara merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju masa depan.Visi bangsa Indonesia sesuai dengan konsep wawasan nusantara menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula. Wawasan nusantara juga merupakan ajaran yang diyakini kebenaranya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan peyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.
Kedudukan wawasan nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari stratifikasi sebagai berikut :
a. Pancasila (dasar negara) sebagai landasan idiil.
b. UUD 1945 (konstitusi negara) sebagai landasan kontitusional. c. Wawasan nusantara (visi bangsa) sebagai landasan visional.
d. Ketahanan nasional (konsepsi bangsa) sebagai landasan konsepsional. e. GBHN (kebijakan dasar bangsa) sebagai landasan operasional.
Paradigma di atas perlu dijabarkan lebih lanjut dalam peraturan perundang-undangan. Paradigma nasional ini secara struktural dan fungsional mewujudkan keterkaitan hierarkis piramidal dan secara instrumental mendasari kehidupan nasional yang berdimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara4.
2.5 Unsur dasar wawasan nusantara
Konsepsi wawasan nusantara mengandung 3 unsur dasar, yaitu wadah, isi, dan tata laku. Ketiga unsur dapat di jelaskan sebagai berikut
isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukuan UUD 1945.untuk mencapai aspirasi yang
berkembang di masyarakat maupun cita-cita dan tujuan nasional seperti yang di sebut di atas,bangsa indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dan dalam kehidupan nasional yang berupa politik,ekonomi,sosial budaya,dan hamkan.isi menyangkut 2 hal esensial.
1. Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan perwujudan pencapaian cita-cita.
2. Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
3. Tata Laku (conduct)
Merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi yang terdiri dari tingkah laku
batiniyah dan lahiriyah.tatalaku batiniyah mencerminkan jiwa semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa indonesia.adapun tatalaku lahiriyah terdiri dari tindakan perbuatan dan perilaku dari bangsa indonesia yang akan mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah air sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi semua aspek kehidupan nasional5.
2.6 Kaitan wawasan nusantara dengan otonomi daerah
Wawasan nusantara menghendaki adanya persatuan bangsa dan keutuhan wilayah nasional . pandangan untuk tetap perlunya persatuan bangsa dan keutuhan wilayah ini merupakan modal berharga dalam melaksanakan pembangunan.
Wawasan nusantara juga mengajarkan perlunya kesatuan sistem politik,sistem ekonomi,sistem sosial,sistem budaya,dan sistem keamanan pertahanan-keamanan dalam dilingkup negara nasional indonesia. Cerminan dari semangat persatuan itu di wujudkan dalam bentuk dalam
Namun demikian semangat perlunya kesatuan dalam berbagai aspek kehidupan itu jangan sampai menimbulkan negara kekuasaan negara menguasai segal aspek dalam kehidupan bermasyarakat trmasuk menguasai hal dan kewenangan yang ad di daerah di indonesia. Tiap tiap daerah sebagai wilayah (ruang hidup) hendaknya diberi kewenangan mengatur dan mengelola sendiri urusannya adlam rangka mendapatkan keadilan dan kemakmuran.
Oleh karena itu lah dalam menyelenggarakan pemerintahannya NKRI menganut asas desentralisasi, bukan sentralisasi. Desentralisasi artinya,penyerahan urusan pemerintah dari atas kebawah pemerintah dibawahnya untuk menjadi urusan rumah tangganya. Negara kesatuan degan sistem desentralisasi dalam menjalankan pemerntahannya memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan kekuasaan. Kekuasaan terbagi antara pemerintah pusat dan daerah . daerah memiliki hak otonomi untuk
meneyelenggarakan kekuaaan . deentralisasi inilah yang menghasilkan otonomi di indonesia Negara kita melaksanakan otonomi daerah karena melaksanakan UUD 1945 pasal 18. Jadi, landasan hukum melaksanakan otonomi daerah adalah pasal 18 UUD 1945 yang
4. Guberbur ,bupati,wali kota masing masing sebagai kepala pemerintah daerah propinsi,kabupaten,dan kota dipilih secara demokratis
5. Pemerinah daerah menjalankan otonomi seluas luasnya,kecuali urusan
pemerintahan yang oleh undang undang di tentukan sebagai urusan pemerintah pusat
6. Pemerintaha daerah berhak berhak meneapkan peraturan daerah dan peraturan lain untuk melaksanakn otonomi dan tugas pembantuan
7. Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam undang undang .
Untuk menyelenngarakan akan pemerintah didaerah dibentuk undang undang organik sebagai pelaksanaan dari pasal 18 UUD 1945. Undang tersebut adalah undang undang nomor 32 tahun 2004 tentag pemerintah daerah. Undang undang ini menggantikan undang undang nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintaha daerah. Pengganti dari undang undang nomor 5 tahun 1974 tentang pokok pemerintahan di daerah6
2.7 Peranan wawasan nusantara di Indonesia
a. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik, dalam arti:
1. Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan matra seluruh bangsa, serta menjadi modal dan milik bersama bangsa;
2. Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya;
3. Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib
sepenanggungan, se-Bangsa dan se-Tanah Air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa;
4. Bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan Negara yang melandasi, membimbing dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya; 5. Bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan hukum nasional
yang mengabdi kepada kepentingan nasional.
b. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan social dan budaya, dalam arti: 1. Bahwa masyarakat Indonesia adalah adala satu, peri kehidupan bangsa harus
merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan
masyarakat yang sama, merata dan seimbang serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan kemajuan bangsa;
1. Bahwa kekayaan wilayah Nusantara baik potensial mapn efektif adalah modal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air;
2. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri-ciri khas yang dimiliki oleh daerah-daerah dalam pengembangan kehidupan ekonominya.
d. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan keamanan, dalam arti:
1. Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan Negara;
2. Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa. 7
BAB III
KESIMPULAN
1. Geopolitiksecara etimologis berasal dari dua kata dalam bahasa yunani yaitu Geo
yang berarti Bumi dan politea yang berarti politik secara kasar dapat diartikan sistem atau hal yang berkaitan dengan perpolitikan di suatu kawasan di bumi, secara umum Geopolitik di Indonesia dapat diartikan pandangan masyarakat terhadap diri,
lingkungan dan negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
2. Tantangan terhadap multikulturalisme adalah pengakuan terhadap kelompok minoritas yang menuntut identitas dan penerimaan terhadap perbedaan budaya. Satu sumber keragaman budaya adalah kehadiran bersama lebih dari satu bangsa didalam suatu negara tertentu, dimana bangsa berarti komunitas historis, banyak demokrasi barat adalah multi bangsa.
3. Menurut etimologis Wawasan Nusantara berasal dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang, meninjau atau melihat. Wawasan artinya pandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang, cara melihat.
4. Konsepsi wawasan nusantara mengandung 3 unsur dasar, yaitu wadah, isi, dan tata laku.