• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Risiko Musculoskeletal Disorders dengan Pendekatan Biomekanika pada Operator Pemindahan Pallet Paving Block di PT. X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Kajian Risiko Musculoskeletal Disorders dengan Pendekatan Biomekanika pada Operator Pemindahan Pallet Paving Block di PT. X"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

(2)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

v

Kata Pengantar

Seminar Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-59 USU (SI-DIES 2011) diisi oleh para

peneliti penerima

research grant

, baik dari DIKTI, USU, Industri, Pemda, dan lain-lain. Seminar

ini menampilkan penelitian terbaru ataupun karya inovatif dari para peneliti/dosen muda, para

mahasiswa (S1, S2 dan S3), dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu sains, teknik, dan humaniora.

SI-DIES 2011 ini akan diadakan setiap tahunnya untuk memperingati Dies Natalis USU.

Topik-topik seminar mencakup, dan tidak terbatas pada

Light and Heavy Structure Assesment, Impact

and Fracture Mechanics, Polymer and Composite Materials, Polymeric Foam, High Rate Impact

Forming, Noise and Vibration, Ergonomic Design and Structure, Architecture and Design,

Behavioral Science, Biomedical and Life Sciences, Business and Econimics, Chemistry and

Materials Science, Computer Science, Earth and Environmental Science, Humanities, Social

Sciences and law, Mathematics and Statistics, Medicine, Psychology, Physics, and ICT.

Fasilitas

yang diberikan adalah Seminar Kit, Sertifikat,

Lunch & Snack

. Peserta seminar tidak dipungut

biaya apapun untuk seminar ini. Ini merupakan bentuk terima kasih USU untuk sivitas

akademikanya.

Jumlah makalah yang masuk dibatasi oleh batas pengiriman abstrak pada tanggal 15 juli

2011, dan makalah pada tanggal 18 Juli 2011. Makalah yang masuk melewati batas waktu yang

ditentukan tidak dapat diterbitkan dalam prosiding ini. Jumlah abstrak yang masuk adalah 69,

makalah yang masuk 65. Makalah yang dipresentasikan dalam seminar ini kemudian di-review

lagi oleh tim editor, dan yang dinilai cukup baik ditampilkan dalam Prosiding ini. Makalah yang

tampil dalam prosiding ini sebanyak 58. Makalah-makalah yang tidak dapat ditampilkan dalam

prosiding ini adalah: (1) Makalah yang masuk melewati batas pengiriman tanggal 18 Juli 2011,

(2) Makalah yang dianggap tidak layak oleh editor.

Seminar Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-59 USU (DI-DIES 2011) diselenggarakan

pada tanggal 20 Juli 2011 bertempat di Biro Rektor USU tepatnya di Ruang IMT-GT untuk bidang

engineering, Ruang Dewan Guru Besar untuk bidang science, dan Ruang Video Conference untuk

bidang humaniora. Seminar didahului dengan Kuliah Umum oleh Prof. Dr. Hiroomi Homma

(

ICCEED TUT Japan/ Visiting Professor Faculty of engineering

USU) sebagai

keynote speaker

dengan judul

JABEE Accreditation of Engineering Education Program (Toward Education

Quality at International Standard Level”

.

Untuk kepentingan dokumentasi, hasil seminar ini diterbitkan dalam bentuk prosiding ini,

softcopy akan di-upload di USU

Open Courseware

(

www.usu.ac.id

dan

www.library.usu.ac.id

).

Diharapkan dengan terbitnya prosiding ini dapat menambah koleksi perpustakaan dan bahan

referensi ilmiah.

Seminar dan Prosiding ini dari segi ilmiah maupun segi teknis pencetakan tidak luput dari

kekurangan dan kesalahan. Untuk itu kami dari pihak penyelenggara mohon maaf

sebesar-besarnya. Kritik dan saran untuk perbaikan penerbitan selanjutnya sangat diharapkan.

Terima kasih kami ucapkan untuk semua pihak yang telah berpartisipasi, mendukung dan

bekerjasama dalam terlaksananya Seminar dan Prosiding SI-DIES 2011.

Panitia Pelaksana,

(3)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

vi

ISSN 2088 – 8244

Daftar Isi

HALAMAN JUDUL

... i

EDITOR

………. iii

PANITIA SEMINAR

……… iv

KATA PENGANTAR

………

v

DAFTAR ISI

……….. vi

I.

ENGINEERING

1. SIMULASI NUMERIK MATERIAL KOMPOSIT PF DIPERKUAT SERAT TKKS PADA DAERAH KEPATAHAN AKIBAT BEBAN IMPAK LAJU REGANGAN TINGGI Zulfikar, Bustami Syam, Samsul Rizal, Krishna S. Buana ... 2

2. DEGRADATION OF NATURAL RUBBER LATEX FILMS USING BANANA SKIN POWDER AS FILLER WITH AGING PROCESS Hamidah Harahap ... 6

3. DEVELOPING LOW NOISE AUTOMOTIVE SILENCER: USING COMPOSITE MATERIAL AND DOUBLE EXHAUST PIPE Ikhwansyah Isranuri, Supriyadi, Eka Sunitra ... 9

4. PERANCANGAN ALAT BANTU BERJALAN MULTI FUNGSI UNTUK BALITA BERDASARKAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI DAN ASPEK SOSIOTEKNOLOGI Listiani Nurul Huda , Kristoffel C. P, Dedy Fredianta ... 35

5. NEWTON-RAPHSON PARALEL LOAD FLOW DI SISTEM JARINGAN JAWA TIMUR 150 KV Yulianta Siregar ... 42

6. KAJIAN TERMAL UNTUK MENGETAHUI PENGARUH HEAT STRESS PADA PRODUKTIVITAS PEKERJA PABRIK TAHU Listiani Nurul Huda, William, Jenny Tarigan ... 48

7. EFFECT OF SINTERING ON THE MECHANICAL PROPERTIES OF γ-ALUMINA (γ- Al2O3) POWDERS Indra ... 55

(4)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

vii

9. PERANCANGAN FILTER LC UNTUK MEREDUKSI HARMONISA DI SISI INPUT UPS

Syiska Yana ... 69

10. MENGURANGI HARMONISA PADA PENYEARAH SATU FASA DENGAN FILTER INDUKTOR

Satria Ginting, Usman Bafai, Ashuri, Syiska Yana ... 75

11. ANALISIS DEKOMPOSISI SPEKTRAL DATA SEISMIK DENGAN

TRANSFORMASI WAVELET KONTINU

Ori Novanda, Marzuki Sinambela ... 81

12. PENDIDIKAN TECHNOPRENEURSHIP UNTUK MAHASISWA (Kajian di Departemen Teknik Elektro, Universitas Sumatera Utara)

Surya Tramizi Kasim, Syiska Yana ... 90

13. STUDY ON VIRTUAL PROCESS IN PRODUCTION AND LOGISTIC BY USING SIMULATION

Nelly Emalia Harahap ... 96

14. ANALISIS RESONANSI HARMONISA DAN RANCANGAN SINGLE TUNED FILTER

PADA SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK PT. GROWTH SUMATERA INDUSTRY LTD.

Masykur Sjani, Usman Bafai, Riswan Dinzi, Suprapto, Syiska Yana ... 105

15. KAJIAN EKSPERIMENTAL BETON DENGAN PENAMBAHAN ADMIXTURE

LSC315®

Rahmi Karolina ... 114

16. PENGEMBANGAN SISTEM PEMBACA NILAI UJIAN MAHASISWA OTOMATIS DENGAN MEMANFAATKAN APLIKASI OPTICAL CHARACTER RECOGNITION

Ori Novanda ... 121

17. PEMBUATAN DAN PENYELIDIKAN POLA KERUSAKAN PAPAN SANDWICH KOMPOSIT GFRPDENGAN CORE POLYMERIC FOAM DIPERKUAT SERAT TKKS AKIBAT BEBAN IMPAK JATUH BEBAS

Ade Irwan, Bustami Syam ... 127

18. ANALISA RESPON MATERIAL KOMPOSIT PF DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) BERBENTUK PIPA AKIBAT BEBAN IMPAK Danu I., Bustami Syam ... 134

19. UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH JUMLAH SUDU DAN VARIASI KECEPATAN ANGIN TERHADAP DAYA DAN PUTARAN TURBIN ANGIN SAVONIUS DENGAN LUAS SAPUAN ROTOR 0,9 m2

Muhammad Alfian, Farel H. Napitupulu ... 139

20. THE SOCIO-ECONOMIC IMPACTS OF LARGE-SCALE DEVELOPMENT: A CASE OF KUALA NAMU INTERNATIONAL AIRPORT, SUMATERA UTARA, INDONESIA

(5)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

viii

21. ANALISA SIFAT MEKANIK DAN KEGAGALAN MATERIAL KOMPOSIT PF DIPERKUAT SERAT TKKS BERBENTUK PIPA AKIBAT BEBAN TEKAN STATIK Sutan, Bustami Syam ... 150

22. PROSES PEMBUATAN PARKING BUMPER DAN BAHAN POLYMERIC FOAM DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT

Syurkarni Ali, Zainal Arif, Bustami Syam ... 154

23. BENTUK KEPATAHAN PAPAN KOMPOSIT PF DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) AKIBAT BEBAN IMPAK JATUH BEBAS

Khairul F., Bustami Syam ... 160

II.

SCIENCE

1. CARING FOR CRITICALLY ILL PATIENTS IN INDONESIA: FAMILY MEMBERS’ PERSPECTIVES

Setiawan, Urai Hatthakit, Nongnut Boonyoung, Joan C. Engebretson ... 166

2. WORKPLACE STRESSORS AMONG PUBLIC HOSPITAL NURSES IN MEDAN, INDONESIA

Achmad Fathi ... 171

3. RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI GOGO TERHADAP TINGKAT PEMBERIAN AIR

Syarifa Mayly B. Dachban ... 175

4. THE RELATIONSHIP OF MOTIVATION WITH SELF-EFFICACY IN PATIENT WITH TYPE 2 DIABETES IN CONTEXT OF NURSING AT H. ADAM MALIK HOSPITAL IN MEDAN

Yesi Ariani ... 182

5. EFEKTIVITAS ELEKTRODA TEMBAGA (Cu) PADA PROSES

ELEKTROKUAGULASI DALAM PENJERNIHAN AIR SUNGAI DI DESA AIR HITAM KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA

Moraida Hasanah, Susilawati, Hamonangan Nainggolan ... 191

6. VARIABILITAS DAN HERITABILITAS TETUA BETINA TERHADAP BERBAGAI SUMBER SERBUK SARI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)

Eva Sartini Bayu, Luthfi A.M. Siregar, Aldebaran Raifina ... 198

7. INCREASED OF QUALITY COMPOST FROM FARM WASTE TO SUPPORT THE ENVIRONMENTALLY FRIENDLY AGRICULTURE

Hapsoh dan T. Sabrina ... 203

8. ADAPTASI 2 VARIETAS KEDELAI (Glycine max L.) HASIL MUTASI KOLKISIN PADA KONDISI NAUNGAN

(6)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

ix

9. KERAGAMAN GENETIK, HERITABILITAS DAN KEMAJUAN GENETIK TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) DARI HASIL PERSILANGAN INTRASPESIFIK

Yusuf Husni, Rosmayati, Sekar Woelan dan Koko Mardianto ... 211

10. UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETANOL HERBA RANTI (Solanum nigrum L.) DAN ISOLASI SENYAWA

Rosidah, Herawaty Ginting, Emilda Khairunisa ... 215

11. TEST THE EFFICACY OF FUNGICIDES AGAINST FUNGI ON SEED STORAGE RUBBER (Hevea Brasilliensis Muell.Arg.) SHELLED

Charloq ... 227

12. STABILITAS DIMENSI PAPAN SEMEN-SERAT DARI LIMBAH KERTAS KARDUS PADA BERBAGAI RASIO SEMEN/SERAT DAN JENIS KATALIS

Luthfi Hakim dan Tito Sucipto ... 232

13. SUGARCANE (Saccharumofficinarum) PHYSIOLOGY CHARACTER IN NORTH SUMATERA RESULTING DECREASE SOIL WATER AVAILABILITY

Riyanto Sinaga ... 240

14. PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) UNTUK PENATAGUNAAN LAHAN DI DAS ULAR, SUMATERA UTARA

Siti Latifah, Riswan, Yan Alfred Sigalingging ... 246

15. ROLE OF ISOFLAVONOID, ARBUSCULAR MYCORRHIZAL FUNGI AND

Bradyrhizobium japonicum ON SOYBEAN GROWTH

Yaya Hasanah and Nini Rahmawati ... 254

16. UJI TOLERANSI BEBERAPA VARIETAS KEDELAI PADA BERBAGAI KONSENTRASI NaCl

Nini Rahmawati dan Rosmayati ... 261

17. PEMETAAN TINGKAT KERUSAKAN MANGROVE DI KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Moehar Maraghiy Harahap, Rahmawaty dan Yunus Afifuddin ... 269

18. APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM MENGKAJI PENYEBARAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PADA KAWASAN HUTAN

Rahmawaty, Yunus Afiffudin, Harry Kurniawan ... 275

19. PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT SEKITAR TAMAN HUTAN RAYA BUKIT BARISAN

Oding Affandi, Ridwanti Batubara, dan Siti Nora Sembiring ... 280

20. KARAKTERISASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADU HUTAN LHOKNGA, MONTASIK DAN SARE KABUPATEN ACEH BESAR SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL

(7)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

x

21. EVALUATION OF NUTRIENTS RELEASED FROM VERMIPHOSPHOCOMPOST USING SETARIA GRASS

Sabrina, D.T., M. M. Hanafi, T.M.M. Mahmud, and A.A. Nor Azwady ... 294

22. PENINGKATAN MUTU MIE INSTAN DARI TEPUNG KOMPOSIT BIJI-BIJIAN BERGERMINASI

Herla Rusmarilin ... 302

23. PRODUKSI DAN KUALITAS DUA VARIETAS UBI JALAR AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KALIUM DAN KOMPOS LIMBAH PERTANIAN

Luthfi Aziz Mahmud Siregar, Hapsoh, Linda Tri Wira Astuti ... 308

24. THE CORRELATION BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND PRECEPTORS MANAGEMENT CAPABILITIES WITH THE CLINICAL LEARNING EFFECTIVENESS AT THE NURSING FACULTY OF UNIVERSITY OF SUMATERA UTARA

Rika Endah Nurhidayah ... 318

III.

HUMANIORA

1. TEAM LEARNING DITINJAU DARI TEAM DIVERSITY DAN TEAM EFFICACY

Vivi Gusrini Rahmadani Pohan ... 328

2. DAMPAK BURNOUT TERHADAP KUALITAS KEHIDUPAN BEKERJA PADA PEKERJA PUBLIC SERVICE

Zulkarnain ... 338

3. KARAKTERISTIK PSIKOMETRI SUBTES RECHENAUFGABEN (RA) PADA

INTELLIGENZ STRUKTUR TEST (IST)

Kiki Fatmala Sari and Etty Rahmawati ... 347

4. SOFT SKILLS MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Liza Marini, Tarmidi, Dian Ulfasari ... 353

5. PENGARUH MUSIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SPASIAL DITINJAU DARI DIMENSI KEPRIBADIAN

Nur Amsila and Etty Rahmawati ... 364

6. PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFIS DAN DEPRESI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK

Lili Garliah and Etty Rahmawati ... 374

7. GAMBARAN EFEKTIVITAS FUNGSI INTERNET PADA PEMBELAJARAN E-LEARNING MATA KULIAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Filia Dina Anggaraeni, dan Fasti Rola... 385

8. GAMBARAN E-READINESS PADA MAHASISWAFAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(8)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

xi

9. PERBEDAAN KEMATANGAN KARIR DITINJAU DARI LOCUS OF CONTROL

PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TANJUNGPINANG

Aprilenny Rahma Chandra dan Sri Supriyantini ... 397

10. GAMBARAN COPING STRES PADA DOKTER PTT

Juliana I. Saragih dan Edra Putri Ayuningtiaz ... 404

11. PERSEPSI KELUARGA DAN INTERAKSI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (Suatu Tinjauan Teoritis Komunikasi Antarbudaya)

Lusiana Andriani Lubis ... 411

(9)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

12

KAJIAN RISIKO

MUSCULOSKELETAL DISORDERS

DENGAN

PENDEKATAN BIOMEKANIKA PADA OPERATOR

PEMINDAHAN

PALLET

PAVING BLOCK

DI PT. X

Fahri Zulmy

1

, Listiani Nurul Huda

2

1 Mahasiswa Departemen Teknik Industri 2 Dosen DepartemenTeknik Industri

Fakultas Teknik

Universitas Sumatera Utara (USU)

Jl. Almamater, Gedung Fakultas Teknik, Lt. II, Kampus USU Medan 20155 INDONESIA Phone:/Fax: +62-61-8213251

E-mail: [email protected]

Abstrak

PT. X adalah suatu industri pembuatan paving block. Salah satu kegiatan pada proses pembuatan paving block tersebut adalah memindahkan pallet yang berisi produk paving block setengah jadi dari stasiun kerja pencetakan ke meja penampungan sementara. Pemindahan dilakukan secara manual (manual material handling). Pemindahan tersebut dilakukan oleh dua operator dengan beban kerja sebesar 13,9 kg dengan perpindahan sejauh 1 m selama 7 jam kerja. Coupling (pegangan) dari pallet tergolong kondisi poor (sangat buruk). Dari hasil pengamatan pendahuluan, operator mengalami keluhan musculoskeletal disorders (MsDs ). Oleh karena itu perlu dilakukan pengkajian faktor-faktor yang dapat menimbulkan resiko MsDs dari aktivitas tersebut agar dapat direduksi. Sebuah pendekatan biomekanika dengan metode Recommended Weight Limit (RWL), Lifting Index (LI), dan Maximum Permissible Limit (MPL) digunakan untuk menganalisis keluhan MsDs yang terjadi. Kuesioner Standard Nordic (SNQ) diberikan ke operator untuk mengetahui tingkat resiko MsDs. Hasil yang diperoleh adalah terdapat level risiko pada nilai RWL dan LI masing-masing sebesar 5,87 kg dan 2,37 untuk kondisi origin serta 4,45 kg dan 3,12 untuk kondisi destination yang berarti berat beban yang diangkat operator melebihi batas pengangkatan yang direkomendasikan oleh standar NIOSH. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan pemindahan pallet tersebut dapat mengandung risiko cidera tulang belakang. Nilai MPL berupa gaya yang terjadi pada otot perut mencapai sekitar 8758,412 Newton untuk kondisi origin dan 16294,070 Newton untuk kondisi destination yang berarti sangat melebihi ambang batas toleransi nilai MPL yang ditetapkan NIOSH sebesar 6500 Newton. Jika hal ini dibiarkan dan operator terus melakukan pekerjaannya secara repetitif dalam masa kerja yang panjang akan dapat menimbulkan cedera otot permanen. Usulan desain alat bantu untuk memindahkan pallet yang awalnya secara manual menjadi semi-manual dapat dilakukan untuk mereduksi nilai LI dan MPL sehingga keluhan MsDs juga dapat direduksi.

Keywords: Manual Material Handling, Musculoskletal Disorders,

Recommended Weight

Limit (RWL), Lifting Index (LI), dan Maximum Permissible Limit (MPL)

1.

Pendahuluan

PT. X yang bergerak dalam bidang pembuatan

paving block merah, ditemukan banyak aktivitas yang dilakukan secara manual. Salah satu aktivitas manual yang dilakukan pada perusahaan tersebut adalah pengangkatan dan pemindahan

(10)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

13 berupa Musculoskeletal Disorders (MsDs ). Keluhan MsDs terjadi karena otot menerima tekanan akibat beban kerja fisik terus menerus secara berulang (repetitif) tanpa memperoleh kesempatan untuk relaksasi. Selain itu, keluhan MsDs dapat terjadi karena adanya sikap kerja tidak alamiah, peregangan otot yang berlebihan, getaran dengan frekuensi tinggi, dan adanya tekanan langsung dari jaringan otot lunak.

Proses produksi pada PT. X dibagi menjadi enam tahap proses, yaitu proses penakaran bahan baku, pencampuran bahan baku, pencetakan bahan baku, pengeringan tahap pertama, penyiraman, dan pengeringan tahap kedua. Dari semua tahapan proses pembuatan paving block

merah terdapat dua aktivitas pemindahan material secara manual secara repetitif, yaitu proses pemindahan paving block merah dari stasiun pencetakan ke stasiun pengeringan tahap pertama dan dari stasiun pencetakan tahap pertama ke stasiun penyiraman. Dari hasil pengamatan, dapat dilihat bahwasanya beban kerja yang paling berat terdapat pada aktivitas pemindahan paving block merah dari stasiun pencetakan ke stasiun pengeringan tahap pertama. Pekerjaan ini dilakukan oleh dua orang operator yang bekerja secara repetitif (berulang-ulang) selama 7 jam kerja per hari. Kedua operator tersebut mengambil pallet yang sudah berisi paving block merah dari stasiun pencetakan. Selanjutnya, kedua operator tersebut membawa pallet menuju ke stasiun pengeringan tahap pertama dengan jarak pemindahan yang dilakukan berkisar antara 10-15 meter. Pegangan (coupling) dari papan cetakan (pallet) paving block merah tidak ada, sehingga dikategorikan sangat buruk (poor).

Dari gambaran di atas, maka perlu untuk dilakukan kajian cara kerja operator dengan pendekatan biomekanika, yaitu dengan metode

Recommended Weight Limit (RWL), Lifting Index (LI), dan Maximum Permissible Limit

(MPL).

2. Rumusan Masalah

Pemindahan paving block merah secara manual dengan menggunakan tangan yang dilakukan berulang-ulang (repetitif) selama 7 jam/hari dengan beban antara 13-20 kg menyebabkan

muskuloskletal disorders pada pergelangan

tangan, lengan bawah, dan lengan atas operator, sehingga perlu dilakukan perhitungan beban angkat maksimum yang dapat mereduksi keluhan tersebut.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Penilaian keluhan MsDs yang dialami

operator pemindahan paving block merah dari stasiun pencetakan ke meja penampungan sementara.

2. Penentuan beban kerja maksimum yang dapat diangkat operator berdasarkan pekerjaan repetitif.

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian adalah:

1. Operator yang diukur berada dalam kondisi yang sehat, baik jasmani maupun rohani. 2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian

ini berada pada kondisi baik dan sesuai standar.

3. Proses produksi tidak mengalami perubahan selam penelitian berlangsung.

4. Prosedur kerja tidak mengalami perubahan selama penelitian berlangsung.

5. Tidak ada pergantian operator selama penelitian berlangsung.

6. Tempat kerja dan susunan fasilitas kerja tidak menjadi penghambat, artinya operator leluasa bekerja.

7. Dilakukan dengan gerakan normal dan tidak berada dalam tekanan.

Batasan-batasan pada penelitian ini antara lain:

1. Penelitian hanya dilakukan pada pengukuran dan evaluasi pemindahan paving block merah dari stasiun pencetakan ke stasiun pengeringan tahap pertama.

2. Pengukuran hanya dilakukan pada operator yang bertugas mengeluarkan paving block

merah dan memindahkannya ke satsiun pengeringan tahap pertama.

3. Faktor lingkungan kerja tidak mempengaruhi hasil dari penelitian yang dilakukan.

4. Tidak memperhatikan penggunaan alat pelindung diri operator.

3. Metodologi Penelitian

(11)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

14 Adapun objek penelitian yang diamati adalah dua orang operator yang bekerja untuk mengangkat tumpukan pallet yang berisi paving block merah dari stasiun pencetakan menuju ke stasiun pengeringan tahap pertama. Kedua operator ini memindahkan beban tersebut secara manual dengan jarak lebih kurang 10-15 m.

3.2. Data Pengamatan

Jenis data yang dikumpulkan dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data primer, yaitu data pengukuran biomekanika yang terdiri atas variabel-variabel berat beban, lokasi tangan vertikal antara operator dengan beban, lokasi tangan horizontal antara operator dengan beban, jarak vertikal, sudut asimetri, frekuensi angkat per menit, durasi kerja, dan pegangan objek untuk RWL. Selain itu diambil juga data sudut-sudut operator di pergelangan tangan, lengan bawah, lengan atas, punggung, dan paha serta panjang kepalan tangan, panjang lengan bawah, panjang lengan atas, panjang punggung, berat badan dan berat objek untuk MPL. Variabel-variabel tersebut diukur untuk situasi origin dan destination.

Pengumpulan data ini dilakukan terutama pada bagian pemindahan paving block merah yang baru siap dicetak ke stasiun pengeringan tahap pertama. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data secara observasi ini adalah goniometer dan meteran.

2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pimpinan atau karyawan untuk mendapatkan informasi dan data yang berhubungan dengan penelitian, seperti jam kerja, laju produksi, target produksi, fasilitas kerja, dan sebagainya.

3.3. Pengumpulan dan Pengolahan Data

Gambar 1. Aktivitas Meletakkan Pallet yang Berisi Paving Block Merah dari Stasiun Pencetakan ke Meja Penampungan Sementara

Setelah dilakukan pengukuran terhadap variabel-variabel pekerjaan, akan dihitung nilai RWL dari operator. Untuk mendapatkan RWL, maka terlebih dahulu ditentukan pengukuran faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengangkatan beban dengan acuan ketetapan NIOSH. Faktor-faktor yang akan diukur untuk menentukan beban yang direkomendasikan untuk diangkat seorang pekerja dalam kondisi tertentu menurut NIOSH adalah konstanta pembebanan, faktor pengali horizontal, faktor pengali vertikal, faktor pengali perpindahan, faktor pengali asimetrik, faktor pengali frekuensi, dan faktor pengali kopling (handle). Adapun data variabel RWL dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Data Variabel RWL Aktivitas Peletakan Pallet yang Berisi Paving Block Merah dari Stasiun Pencetakan ke Meja Penampungan Sementara

Perhitungan RWL (operator 1):

1. Nilai LC atau konstanta pembebanan, dimana LC = 23 Kg.

Berat Objek Lokasi Tangan Jarak Vertikal

(cm)

Sudut Asimetrik Frek. Angkat/

(12)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

15 2. Faktor pengali horizontal (HM). Dalam

penghitungan, digunakan nilai Horizontal Location (H) yang merupakan jarak horizontal dari titik tengah antara dua tumit ke jarak beban yang terdekat. Nilai Horizontal Location (H) terbagi dua situasi, yaitu H pada situasi origin merupakan jarak horizontal dari titik pusat antara dua tumit ke beban sebelum operator mengangkat beban.

Sedangkan H pada situasi destination

merupakan jarak horizontal dari titik pusat antara dua tumit ke beban setelah operator mengangkat beban. Berikut ini adalah perhitungan nilai HM dengan H saat situasi

3. Faktor pengali vertikal (VM).

Dalam penghitungan, digunakan nilai Vertical Location (V) yang merupakan jarak vertikal posisi genggaman tangan yang memegang beban (diukur dari titik pangkal jari tengah) terhadap lantai. Nilai Vertical Location (V) terbagi dalam dua situasi, yaitu V pada situasi

origin yang merupakan jarak vertikal posisi genggaman tangan dari operator pada saat menggenggam beban terhadap lantai sebelum operator memindahkan beban. Sedangkan V pada situasi destination merupakan jarak vertikal posisi genggaman tangan dari operator pada saat menggenggam beban terhadap lantai setelah operator memindahkan beban.

Berikut ini adalah perhitungan nilai VM dengan V pada situasi origin dan destination: a. Nilai V pada saat origin adalah 80,2, maka:

VM = 1 – 0,00326 │V-69│ VM = 1 – 0,00326 │80,2-69│ VM = 0,98

b. Nilai V pada saat destination adalah 55,4, maka:

VM = 1 – 0,00326 │V-69│ VM = 1 – 0,00326 │55,4-69│ VM = 0,94

4. Nilai faktor perpindahan (DM). Dalam penghitungan, digunakan nilai Vertical Travel Distance (D) yang merupakan jarak perpindahan beban secara vertikal antara tempat asal ke tempat tujuan. Berikut ini adalah perhitungan nilai faktor pengali perpindahan (DM):

Nilai D adalah 54,7, maka: DM = 0,82 + 4,5/D DM = 0,82 + 4,5/54,7 DM = 0,9

5. Nilai faktor pengali asimetrik (AM). Dalam penghitungan, digunakan nilai A (sudut asimetrik) yang merupakan sudut yang dibentuk antara garis asimetrik dan pertengahan garis sagital. Berikut ini adalah perhitungan nilai faktor pengali perpindahan (AM):

a. Nilai A pada saat origin adalah 0°, maka: AM = 1 – 0,0032 A

AM = 1 – 0,0032 (0) AM = 1

b. Nilai A pada saat destination adalah 10,2°, maka:

AM = 1 – 0,0032 A AM = 1 – 0,0032 (10,2) AM = 0,97

6. Nilai faktor pengali frekuensi (FM). Untuk menentukan nilai faktor pengali frekuensi dapat dilihat melalui tabel faktor pengali frekuensi. Nilai FM terbagi atas dua, yaitu: a. Nilai FM pada saat origin dengan

frekuensi pengangkatan/menit adalah 6, durasi waktu 2-8 jam, dan Vertical Location = 80,2 (V > 75), maka nilai FM adalah sebesar 0,270.

(13)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

16 Setelah semua faktor pengali diketahui maka RWL dapat ditentukan, dengan cara sebagai berikut:

a.

Nilai RWL pada saat origin adalah sebagai berikut:

b.

Nilai RWL pada saat origin adalah sebagai berikut: dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

L = Berat beban yang diangkat operator LI = Lifting Index

RWL =Recommended Weight Limit

Adapun perhitungan nilai Lifting Index (LI) ini dilakukan untuk mengetahui apakah aktivitas pengangkatan memberikan risiko cedera bagi operator. Aktivitas pengangkatan akan memberikan resiko cedera jika nilai Lifting Index

(LI) > 1. Berikut adalah perhitungan Lifting Index

(LI) pada meletakkan pallet yang berisi paving

Perhitungan Maximum Permissible Limit

(14)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

17 Gambar 2. Free Body Diagram Segmen Tubuh

Telapak Tangan pada Situasi Origin

∑Fy = 0 ∑Fx = 0 ∑M = 0

WH = 0,6% x Wbadan = 0,6% x 60 N = 0,360 N Wo = 13,9 N Fyw = Wo/2 + WH

= 13,9 N /2 + 0,360 N = 7,310 N

Mw = (Wo + WH) x ½ x PKT x cos θ1 = (13,9 N + 0,360 N) x ½ x 11 cm x cos 60o

= 39,215 Ncm Keterangan:

WH = Berat Telapak Tangan (N) Wbadan = Berat Badan (BB) (N) Wo = Berat Beban (N) MW = Momen Berat (Ncm)

1 = Jarak Titik Massa Kepalan Tangan dari Bagian Atas (cm)

SL1 = Panjang Kepalan Tangan (PKT) (cm) 1 = Sudut Telapak Tangan (Q1)

2. Lengan bawah

Gambar 3. Free Body Diagram Segmen Tubuh Lengan Bawah pada Situasi Origin

∑Fy = 0

∑Fx = 0

∑M = 0

λ2 = 43%

WLB = 1,7% x Wbadan = 1,7% x 60 N = 1,020 N Fye = Fyw + WLB = 7,310 N + 1,020 N = 8,330 N

Me = Mw + (WLB x λ2 x PLB x cos 2) + (Fyw x PLB x cos 2)

= 39,215 N + (1,020 N x 43% x 26,1cm x cos 40,1o) + (7,310 N x 26,1 cm x cos 40,1o)

= 193,912 Ncm

Keterangan:

WLB = Berat Lengan Bawah (N) Wbadan = Berat Badan (BB) (N) MW = Momen Berat (Ncm)

2 = Jarak Titik Massa Lengan Bawah dari Bagian Atas (cm)

SL2 = Panjang Lengan Bawah (PLB) (cm) 2 = Sudut Lengan Bawah (Q2)

3. Lengan atas

Gambar 4. Free Body Diagram Segmen Tubuh Lengan Atas pada Situasi Origin

∑Fy = 0

∑Fx = 0

∑M = 0

λ3 = 43,6%

(15)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011) Bagian Punggung pada Situasi Origin

∑Fy = 0 dahulu mengitung variabel nilai Tekanan Perut (PA) dengan rumusan:

PA = 10-4 [43 - 0,36(H + T)] [ML5/S1]1,8 / 75 = 10-4 [43 0,36(59,7 + 46,8)] x

[2150,238]1.8 / 75 = 6,192 N/cm2

Kemudian setelah mencari nilai Tekanan Perut (PA), maka selanjutnya mencari Gaya Perut (FA) adalah:

Kemudian berat total (Wtotal) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Wtotal = WO + 2WH + 2WLB + 2WLA + WT

(16)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

19

8. Pembahasan Hasil dan Evaluasi

Hasil yang diperoleh dari pengolahan data RWL di atas memperilhatkan adanya perbedaan antara situasi origin (nilai 5,87) dan destination (nilai 4,45). Hal ini dipengaruhi oleh variable-variabel RWL, yaitu nilai LC, HM, VM, DM ,AM, FM, dan CM. Setelah nilai RWL diketahui, selanjutnya analisis terhadap tingkat risiko pekerjaan dapat dilakukan. Lifting Index digunakan untuk mengetahui index pengangkatan yang tidak mengandung risiko cidera tulang belakang. Nilai LI pada situasi origin sebesar 2,37 dan pada situasi destination sebesar 3,12. Jika LI > 1, berat beban yang diangkat melebihi batas pengangkatan yang direkomendasikan, maka aktivitas tersebut mengandung risiko cidera tulang belakang. Sedangkan, jika LI < 1, berat beban yang diangkat tidak melebihi batas pengangkatan yang direkomendasikan, maka aktivitas tersebut tidak mengandung risiko cidera tulang belakang (standard dari NIOSH).

Dari perhitungan MPL diperoleh nilai Fc (8758,412 N) > 6500 N pada kondisi origin dan Fc (16924,070 N) > 6500 N pada kondisi

destination, maka posisi operator pertama sebelum dan sesudah pengangkatan beban 13,9

kg dikategorikan “Sangat Berbahaya” (standard

NIOSH).

Evaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi RWL sangat diperlukan untuk perbaikan sistem kerja. Adapun evaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi besar RWL dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Evaluasi pada Faktor Pengali Horizontal (HM)

Nilai faktor pengali horizontal bergantung pada Horizontal Location (H). Di mana jika

nilai H besar maka nilai HM yang dihasilkan kecil begitu juga sebaliknya jika nilai H kecil maka nilai HM yang dihasilkan besar. Faktor pengali horizontal (HM), di mana jarak antara beban dan operator diperbaiki menjadi 25 cm karena jarak ini merupakan jarak yang direkomendasikan dan juga agar nilai RWL

mendekati nilai RWL yang

direkomendasikan. Agar nilai RWL semakin besar, maka jarak antara operator ke beban harus didekatkan lagi agar nilai HM menjadi lebih besar, sehingga RWL juga semakin besar.

2. Evaluasi pada Faktor Pengali Vertikal

Nilai faktor pengali vertikal bergantung pada nilai Vertical Location (V). Di mana semakin besar selisih antara V dengan nilai yang terdapat pada rumus perhitungan VM, maka nilai VM yang dihasilkan akan semakin kecil. Sebaliknya makin kecil selisihnya, maka nilai VM yang dihasilkan akan semakin besar. Maka untuk mendapatkan nilai RWL yang besar maka selisih antara jarak genggaman tangan operator pada saat menggenggam beban terhadap lantai harus diperpendek, dengan begini nilai RWL yang dihasilkan pun akan semakin besar dan tingkat terjadinya risiko cedera kerja semakin kecil. Faktor pengali vertikal (VM), di mana beban diangkat sampai ketinggian genggaman tangan, yang berada pada jarak 75 cm. Agar nilai RWL semakin besar, maka jarak antara operator ke beban harus mendaki nilai 75 cm agar nilai HM menjadi lebih besar, sehingga RWL juga semakin besar.

3. Evaluasi pada Faktor Pengali Perpindahan Nilai faktor perpindahan dipengaruhi oleh

Vertical Travel Distance (D). Di mana pengaruh nilai D terhadap besarnya DM

adalah semakin besar nilai D yang didapat pada penelitian, maka semakin kecil nilai DM

(17)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

20 kecil. Agar nilai RWL semakin besar, maka jarak antara operator ke beban harus didekatkan lagi agar nilai DM menjadi lebih besar, sehingga RWL juga semakin besar.

4. Evaluasi pada Faktor Pengali Asimetrik Nilai faktor pengali asimetrik dipengaruhi oleh sudut yang dibentuk operator dari posisi awal ke posisi akhir setelah pengangkatan (A). Semakin besar nilai A maka nilai AM akan semakin kecil. Begitu juga sebaliknya jika nilai A kecil maka nilai AM yang diperoleh akan semakin besar, dengan begitu nilai RWL yang dihasilkan pun akan semakin besar satu. Faktor pengali asimetrik (AM), dengan melakukan perubahan pada lokasi pemindahan beban, di mana lokasi pemindahan beban, beban, dan operator dibuat pada keadaan lurus tanpa melibatkan perputaran tubuh (AM=1). Hal ini akan membuat nilai RWL akan menjadi lebih besar.

5. Evaluasi pada Faktor Pengali Frekuensi (FM) Nilai FM dipengaruhi oleh frekuensi pengangkatan/menit, durasi waktu, dan

Vertical Location. Pada penelitian frekuensi pengangkatan per menit masih sangat tinggi sehingga perlu dikurangi. Dengan diturunkan frekuensi pengangkatan, maka nilai FM akan meningkat sehingga nilai RWL akan semakin besar. Untuk membuat nilai FM semakin besar, maka frekuensi pengangkatan/menit, durasi waktu, dan Vertical Location harus diperkecil agar nilai FM yang diperoleh akan semakin besar.

6. Evaluasi pada Faktor Pengali Coupling (CM) Faktor pengali coupling sangat mempe- ngaruhi besarnya nilai RWL seseorang. Pada percobaan tipe coupling masih tergolong dalam keadaan poor. Sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman pada saat operator memegangnya. Oleh karena itu pegangannya perlu diperbaiki dengan cara memasang pegangan yang nyaman sehingga tipe

coupling tergolong dalam keadaan good . Hal ini akan menyebabkan faktor pengali coupling

akan menjadi 1. Dengan meningkatnya nilai CM, maka nilai RWL akan semakin besar.

Untuk menghindari nilai LI > 1, maka nilai

RWL dibuat menjadi besar. Maka dari itu, faktor-faktor yang mempengaruhi RWL juga harus

sebanding dengan RWL, yaitu harus bernilai besar.

Faktor utama yang mempengaruhi besarnya MPL seseorang adalah posisi tubuh operator saat sebelum melakukan pengangkatan maupun sesudah melakukan pengangkatan. Posisi tersebut menyebabkan sudut yang dibentuk pada segmen tubuh akan bernilai maksimum. Oleh karena itu, sebaiknya saat sebelum atau melakukan pengangkatan beban, besar sudut kepada segmen tubuh dibuat membentuk sudut yang bernilai 90 atau tegak lurus dengan segmen tubuh lainya sehingga gaya yang akan dikeluarkan juga tidak maksimum dari kekuatan otot tersebut.

Usulan desain alat bantu untuk memindahkan pallet yang awalnya secara manual menjadi semi-manual dapat dilakukan untuk mereduksi nilai LI dan MPL sehingga keluhan MsDs juga dapat direduksi. Usulan terebut menggunakan prinsip desain antropometri agar operator nyaman dan aman dalam menggunakan rancangan tersebut.

Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini antara lain: 1) Nilai RWL dengan nilai LI adalah berbanding

terbalik, semakin besar nilai RWL, maka nili LI semakin kecil. Pada situasi origin, nilai RWL = 5,87 membuat nilai LI = 2,37. Sedangkan pada situasi destination, nilai RWL = 4,45 membuat nilai LI = 3,12. 2) Hasil perhitungan, nilai LI pada situasi origin

dan detination berturut-turut 2,37 dan 4,45 adalah > 1, sehingga dikategorikan mengandung risiko cidera tulang belakang. 3) Hasil perhitungan nilai FC padaMPL pada

situasi origin dan detination berturut-turut 8758,412 N dan 16294,07 N yang dikategorikan sangat berbahaya karena FC > 6500 N.

Daftar Pustaka

[1]. Ronald dan William. 1990. Biomechanics of Musculoskeletal Injury. California: Human Kinetics.

(18)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

21 [3]. Stanton, Neville, et.al., 2005, Handbook of

Human Factors and Ergonomics Methods, CRC Press. (OK)

[4]. Susan J. Hall. 2004. Basic Biomechanics. Fourth Edition. Newark: The McGraw – Hill Companies.

(19)

Prosiding Seminar Ilmiah Dies Natalis USU Ke-59 (SI-Dies 2011)

Gambar

Gambar 1.  Aktivitas Meletakkan Pallet yang
Tabel 4.  Data MPL pada Situasi Origin (O) dan
Gambar 3.  Free Body Diagram Segmen Tubuh   Lengan Bawah pada Situasi Origin
Tabel 5.  Rekapitulasi Nilai MPL pada Situasi Origin dan Destination

Referensi

Dokumen terkait