• Tidak ada hasil yang ditemukan

perkembangan komunikasi nirkabel ubaya repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "perkembangan komunikasi nirkabel ubaya repository "

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI... iii

DAFTAR GAMBAR... iv

BAB 1 PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan Masalah...1

C. Tujuan... 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA... 3

A. Memasuki Era Teknologi Nirkabel...3

B. Sistem Komunikasi Nirkabel...4

1. Teknologi Telekomunikasi Wireless Awal / Zero Generation (0G)...4

2. First Generation (1G)...6

3. Second Generation (2G)...7

a) Generasi Second and Half (2.5G) HSCSD dari GSM...8

b) Generasi Second and Half (2.5G) GPRS dari GSM dan IS-136...8

c) Generasi Second and Half (2.5G) EDGE dari GSM dan IS-136...9

d) Generasi Second and Half(2.5G) IS-95B dari CDMA...10

4. Third Generation (3G)...10

a) Generasi 3.5 G...12

5. Fourth Generation (4G)...13

BAB III PENUTUP... 14

A. Kesimpulan... 14

B. Saran... 14

(3)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Telegraf... 3

Gambar 2 Penemuan Marconi...4

Gambar 3 Mobile Radio Telephone...5

Gambar 4 (a) Motorolla DYNA menggunakan AMPS (b) teknologi TACS...6

Gambar 5 sistem jaringan cdmaOne / IS-95...8

Gambar 6 Peta Evolusi 2G-3G...10

Gambar 7 jaringan 3G di China...11

(4)

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Komunikasi merupakan cara manusia untuk saling bertukar informasi kepada sesamanya. Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.

Manusia terus berupaya dalam mencari cara berkomunikasi secara efisien dan hemat. Mulai dari menggunakan bahasa isyarat tubuh, simbol-simbol dan sampai ditemukannya bahasa. Bahasa tersebut terus berkembang dan sampailah pada masa di mana manusia bertukar informasi melalui surat. Surat dahulu sampai sekarang ialah media yang bisa menyampaikan informasi ke tempat yang jauh melalui perantara seorang kurir atau burung.

Hingga datang masa dimana penemuan telegraph oleh Antonio Meucci yang memungkinkan percakapan dua orang melalui kawat. Setelah ditemukannya Telepon pertama oleh Alexander Graham bell, dengan cepat teknologi telekomunikasi semakin berkembang. pada tahun 1946 telepon seluler digunakan komersial di Amerika. Hal ini merupakan mulainya era komunikasi nirkabel yang terus berkembang sampai pada generasi ke-4 bahkan akan memasuki 5G.

Dari sekilas sejarah cara berkomunikasi manusia dari masa ke masa kita dapat menangkap gambaran bagaimana teknologi komunikasi kedepannya. Karena Indonesia telah memasuki era AFTA (Asean Free Trade Area), kita setidaknya mengerti bagaimana teknologi telekomunikasi digunakan dan tidak ketinggalan informasi terkini.

B. Rumusan Masalah

Berdasar dari latar belakang yang telah dikemukakan, maka saya membatasi penulisan supaya pembahasan tidak terlalu luas. saya merumuskan permasalahan sebagai berikut :

1. Bagaimana awal mula teknologi nirkabel?

2. Bagaimana perkembangan teknologi telekomunikasi nirkabel?

C. Tujuan

1. Pembaca dapat memahami penjelasan singkat mengenai awal mula dari teknologi nirkabel.

(5)

BAB II

(6)

A. Memasuki Era Teknologi Nirkabel

Telekomunikasi didefinisikan oleh International Telecommunication Union ( ITU ) sebagai transmisi, emisi, atau penerimaan tanda-tanda, sinyal, atau pesan dari sistem elektromagnetik . Demonstrasi telegrafi oleh Joseph Henry dan Samuel F.B Morse pada tahun 1832 diikuti tak lama setelah penemuan elektromagnetisme oleh Hans Christian Oersted dan Andre - Marie Ampere awal tahun 1820-an .

Telegraf seperti pada gambar 1.1 merupakan sebuah mesin atau alat yang menggunakan teknologi telegrafi untuk mengirim dan menerima pesan dari jarak jauh,biasanya menggunakan morse sebagai kode komunikasi. Kata "telegraf" yang sering didengar saat ini, secara umum merupakan telegraf elektrik. Pada 1840-an , jaringan telegraf dibangun di Pantai Timur AS dan di California . Perpanjangan cepat penggunaannya diikuti kabel transatlantik pertama diletakkan pada tahun 1858 .

Setelah terjadi kemajuan pesat pada ilmu gelombang elektromagnetik, penemuan-penemuan baru terus bermunculan. Di tahun 1864 James Clerk Maxwell merilis makalahnya " Teori Dinamis dari Medan Elektromagnetik " yang menyimpulkan bahwa cahaya , listrik dan magnet saling berhubungan. James Clerk Maxwell mendalilkan propagasi nirkabel, yang diverifikasi dan ditunjukkan oleh Heinrich Hertz pada tahun 1880 dan 1887.

Penemuan telepon adalah puncak dari pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang, sejarah yang melibatkan koleksi klaim dan balik. Perkembangan telepon listrik modern melibatkan berbagai tuntutan hukum yang didirikan atas klaim paten beberapa individu dan berbagai perusahaan. Penemuan ini mencakup tahun-tahun awal 1844-1898, dari konsepsi ide perangkat suara-transmisi listrik, untuk usaha yang gagal untuk menggunakan "make-and-break" saat ini, untuk percobaan sukses dengan telepon elektromagnetik oleh Alexander Graham Bell dan Thomas Watson, dan akhirnya telepon sukses secara komersial pada akhir abad ke-19.

Penemuan baru mengenai teknologi wireless di perbaharui oleh penemuan di tahun 1895, seorang siswa bernama Marchese Guglielmo Marconi yang berminat dengan teori gelombang radio yang dipelajari di dalam kelas. Didorong oleh minat yang tinggi pada ilmu radio, Marconi mengambil inisiatif sendiri dengan menciptakan prototipe telegraf radio pertama di dunia. 13 May 1987, Marconi sukses memancarkan sinyal Telegrafi pertama, dengan pesan “Apakah Anda bersedia?” Melintasi Selat Inggris, di mana ketika itu Guglielmo Marconi baru saja berumur 22 tahun Keberhasilan tersebut menjadi tonggak sejarah jaringan wireless yang atau titik awal evolusi teknologi telekomunikasi nirkabel.

(7)

Gambar 2 Penemuan Marconi

Pada tahun 1948, Shannon mempresentasikan teori batasan kapasitas (Shannon ‘s capacity limit) untuk pertama kalinya, industri wireless telah sangat berkembang. hal Ini didorong oleh kemajuan teknologi fabrikasi sirkuit terpadu (IC), pemrosesan sinyal digital dan peruntukkan frekuensi spektrum radio yang efisien, sehingga memungkinkan pemasaran alat portabel pada skala yang lebih besar pada biaya yang lebih rendah kepada pengguna. Namun, aspek transmisi, terutama pada lapisan fisik saluran telekomunikasi tetap menjadi tantangan utama dalam mencapai kapasitas mendekati batasan Shannon. Ini oleh karena fitur-fitur perambatan yang ada pada saluran telekomunikasi tidak dapat diprediksi, lalu memberikan berbagai tantangan dan peluang ke para-para peneliti, baik dari akademisi atau industriawan untuk mengeksploitasi fitur-fitur perambatan, agar mencapai kapasitas yang maksimal.

B. Sistem Komunikasi Nirkabel

1. Teknologi Telekomunikasi Wireless Awal / Zero Generation (0G)

(8)

Gambar 3 Mobile Radio Telephone

Yang merupakan generasi awal ( 0G ) meliputi :

a. PTT (Push to Talk atau Press-to-Transmit)

Merupakan teknologi jaringan komunikasi dengan metode half-duplex (sangat mirip walkie-talkie, hanya ini terhubung dengan jaringan Selular) yang digunakan untuk berkomunikasi.

b. MTS (Mobile Telephone System)

Teknologi radio telephone half-duplex ini di implemetasikan pertama kali di kota St.Louis pada tanggal 17 Juni 1946, dengan permulaan hanya 3 saluran untuk melayani komunikasi seluruh pelangannya, kemudian bertambah sampai 32 saluran dengan 3 frekuensi. Jaringannya terbatas hanya diarea perkotaan saja.

c. IMTS (Improved Mobile Telephone Service)

Merupakan radiotelephone yang diperkenalkan pada tahun 1969 sebagai pengganti teknologi MTS yang telah menggunakan full duplex dan dengan gelombang Low VHF (35–44 MHz, 9 Saluran), High VHF (152–158 MHz, 11 Saluran), dan UHF (454–460 MHz, 12 saluran).

d. AMTS (Advanced Mobile Telephone System)

(9)

e. OLT (Offentlig Landmobil Telefoni,” Public Land Mobile Telephony”)

Merupakan jaringan komunikasi bergerak pertama kali yang diperkenalkan pada 1 Desember 1966. Beroperasi pada gelombang VHF 160 Mhz dan sudah mendukung komunikasi full duplex dan tahun 1976 sudah melayani seluruh wilayah Skandavia.

f. MTD (Mobilelefonisystem D, atau Mobile telephony system D)

Merupakan teknologi manual telepon bergerak yang beroperasi pada frekuensi 450 MHz yang diperkenalkan tahun 1971.

g. Autotel /PALM (Public Automated Land Mobile)

Merupakan jaringan radiotelephone non selular yang beroperasi di gelombang VHF, dikembangkan di daerah pedesaan British Columbia, Kanada.

h. ARP (Autoradiopuhelin, "telepon radio mobil")

ARP diperkenalkan pada tahun 1971 , menggunakan frekuensi 150 MHz (80 saluran pada gelombang 147.9 - 154.875 MHz) untuk beroperasi dan masih menggunakan transmisi half-duplex pada masa awalnya, tetapi dalam perkembangannya mendukung full4 duplex. ARP terkenal dengan jangkuan jaringannya yang meliputi 100% wilayah Finlandia dan banyak penggunanya.

i.B-Netz

Diperkenalkan tahun 1972 di Jerman Barat.sebagai jaringan komersial komunikasi bergerak umum Negara kedua selain jaringan telepon umum biasa. B-Netz tergantikan CNetz.

2. First Generation (1G)

(10)

Selain NMT dan TACS, beberapa sistem analog lainnya juga diperkenalkan di 1980 di seluruh Eropa. Semua sistem ini menawarkan handover dan kemampuan roaming tapi jaringan selular ini tidak mampu untuk beroperasi antar negara. Hal Ini ialah salah satu kerugian yang tak terelakkan dari jaringan mobile generasi pertama.

Di Amerika Serikat, Advanced Mobile Phone System (AMPS) diluncurkan pada tahun 1982. Sistem ini dialokasikan pada bandwidth 40-MHz dalam rentang frekuensi 800-900 MHz oleh Federal Communications Commission (FCC) untuk AMPS. Pada tahun 1988, 10 MHz bandwidth tambahan, disebut Expanded Spectrum (ES) dialokasikan ke AMPS. Hal Ini pertama kali digunakan di Chicago, dengan area layanan dari 2.100 mil persegi. AMPS menawarkan 832 saluran, dengan data rate 10 kbps. Meskipun Antena omni directional digunakan dalam implementasi AMPS, disadari bahwa menggunakan antena directional akan menghasilkan reuse sel yang lebih baik. Bahkan, faktor

reuse terkecil yang akan memenuhi rasio 18dB signal-to-interference ratio (SIR) menggunakan 120 derajat antena directional ditemukan menjadi tujuh. Oleh karena itu, Pola

reuse tujuh-sel diadopsi untuk AMPS. transmisi dari BTS ke ponsel terjadi melalui saluran terdepan menggunakan frekuensi antara 869-894 MHz. Saluran terbalik digunakan untuk transmisi dari ponsel ke base station, menggunakan frekuensi antara 824-849 MHz.

AMPS dan TACS menggunakan teknik modulasi frekuensi (FM) untuk transmisi radio. Lalu lintas multiplexing ke sebuah sistem FDMA (frequency division multiple access).

3. Second Generation (2G)

Teknologi generasi kedua muncul karena tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas yang semakin baik. Generasi ke-2 sudah menggunakan teknologi digital. Tidak seperti generasi pertama yang mengandalkan pada FDMA dan analog FM, Generasi ini menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA) dalam teknik komunikasinya. Standar 2G sudah bisa mensupport penggunaan internet terbatas dan short message service (SMS).

Standar generasi kedua yang paling populer adalah tiga Standar TDMA dan satu standar CDMA, Antara lain:

Global System Mobile (GSM)

GSM mendukung delapan kali tempat pengguna untuk masing-masing saluran radio 200 kHz dan telah digunakan secara luas oleh penyedia layanan di Eropa , Asia , Australia , South Ameria , dan beberapa bagian dari Amerika Serikat ( dalam band PCS spektrum saja).

(11)

Interim Standard 136 (IS-136)

juga dikenal sebagai North American Digital Cellular (NADC), yang mendukung tiga kali penempatan pengguna untuk masing-masing saluran radio 30 kHz dan merupakan pilihan populer untuk operator di Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Australia (di kedua band selular dan PCS)

Pacific Digital Cellular (PDC)

sistem 2G yang digunakan di Jepang, The Personal Digital Seluler atau Pacific Digital Seluler (PDC) sistem adalah teknologi telepon selular generasi kedua diperkenalkan pada tahun 1991. Meskipun hanya ditemukan di Jepang, penggunaannya ada sangat luas dan ada sejumlah besar pengguna. Dengan demikian itu menyumbang lebih dari 10% dari pasar dunia untuk generasi kedua pengguna ponsel. PDC diperkenalkan di Jepang pada tahun 1991 dengan pindah dari analog ke teknologi digital. Menggunakan teknologi TDMA dan sangat mirip dengan Amerika "TDMA" atau IS-54 / IS-136 sistem tetapi beroperasi di 800 dan 1500 MHz. Skema modulasi, ukuran frame suara, durasi bingkai TDMA, dan interleaving tetap sama. Perbedaan utama adalah bahwa ia menggunakan saluran 25 kHz bukan 30 kHz.

Interim Standard 95 Code Division Multiple Acces (IS-95)

Diketahui juga sebagai cdmaOne, mensupport sampai dengan 64 pengguna yang terkode secara ortogonal dan simultan ditransmisikan pada setiap saluran 1,25 MHz. CDMA secara luas digunakan oleh operator di Amerika Utara (di kedua band selular dan PCS), serta di Korea, Jepang, Cina, Amerika Selatan, dan Australia.

a) Generasi Second and Half (2.5G) HSCSD dari GSM

High Speed Circuit Switched Data (HSCSD) adalah evolusi dari teknologi GSM. Teknologi ini memiliki mekanisme transfer data circuit-switched yang mirip dengan GSM, namun memiliki kelebihan dalam kemampuan untuk menggunakan lebih dari satu timeslot dari 8 timeslot pada paket data GSM untuk satu kali koneksi (GSM hanya dapat

(12)

menggunakan satu timeslot untuk satu koneksi). Kemampuan ini menjadikan HSCSD dapat mencapai kecepatan transfer data hingga 57,6 kbps. HSCSD sangat ideal untuk dedikasi akses Internet streaming atau sesi real-time web interaktif dan hanya memerlukan penyedia layanan untuk mengimplementasikan perubahan software di BTS GSM yang ada.

b) Generasi Second and Half (2.5G) GPRS dari GSM dan IS-136

Standar GPRS menyediakan paket jaringan yang didedikasikan pada saluran radio GSM atau IS-136. GPRS mempertahankan format modulasi asli yang ditetapkan dalam standar asli 2G TDMA. GPRS merupakan teknologi overlay yang disisipkan di atas jaringan GSM untuk menangani komunikasi data pada jaringan. Dengan kata lain dengan menggunakan handset GPRS, komunikasi data tetap berlangsung di atas jaringan GSM dengan GSM masih menangani komunikasi suara dan transfer data ditangani oleh GPRS. Pengembangan teknologi GPRS di atas GSM dapat dilakukan secara efektif tanpa menghilangkan infrastruktur lama, yaitu dengan penambahan beberapa hardware dan upgrade software baru pada terminal/station dan server GSM. Kecepatan transfer data GPRS dapat mencapai hingga 160 kbps.

Perlu diketahui bahwa tidak ada GPRS yang pada awalnya dirancang untuk menyediakan akses overlay data paket hanya untuk jaringan GSM, namun atas permintaan operator IS-136 Amerika Utara, GPRS diperluas untuk mencakup standar TDMA. Pada akhir 2001, GPRS telah diinstal di pasar yang melayani lebih dari 100 juta pelanggan, dan siap untuk menjadi solusi paket data jangka pendek yang paling populer untuk teknologi 2G berbasis TDMA. Berdedikasi puncak 21,4 kbps per data rate channel yang ditentukan oleh GPRS bekerja dengan baik pada GSM dan IS-136.

GPRS dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan kemampuannya, yaitu :

 Kelas A, dapat dihubungkan ke jaringan GPRS dan GSM (suara, SMS) pada waktu bersamaan penggunannya.

 Kelas B, dapat dihubungkan ke jaringan GPRS dan GSM (suara, SMS) tetapi hanya satu yang dapat digunakan pada waktu yang sama. Ketika layanan GSM (telepon / SMS) digunakan, maka GPRS harus menunggu dan akan otomatis aktif kembali setelah layanan GSM (telepon / SMS) diakhiri. Kebanyakan perangkat GPRS termasuk dalam kelas ini.

(13)

c) Generasi Second and Half (2.5G) EDGE dari GSM dan IS-136

Enhanced Data rates for GSM(or Global) Evolution (EDGE) adalah upgrade yang lebih maju dengan standar GSM, dan membutuhkan penambahan hardware dan software baru di base station yang ada. Menariknya, EDGE dikembangkan dari keinginan baik dari operator GSM dan IS-136 untuk memiliki jalur teknologi umum untuk kecepatan tinggi akses data 3G, tapi dorongan awal datang dari komunitas pengguna GSM.

Evolusi GSM EDGE dapat memberikan kecepatan data hingga 384 kbps, dan ini berarti bahwa ia menawarkan data rate jauh lebih tinggi dari GPRS. Ada sejumlah elemen kunci dalam upgrade dari GSM atau GPRS untuk EDGE. GSM teknologi EDGE memerlukan sejumlah elemen baru yang akan ditambahkan ke sistem:

 Penggunaan 8-PSK(octal phase shift keying) modulasi: Dalam rangka mencapai kecepatan data yang lebih tinggi dalam GSM EDGE, format modulasi dapat diubah dari GMSK ke 8PSK. Ini memberikan keuntungan yang signifikan untuk dapat menyampaikan 3 bit per simbol, sehingga meningkatkan laju data maksimum. Upgrade ini membutuhkan perubahan ke base station. Terkadang upgrade perangkat keras mungkin diperlukan, meskipun sering hanya perubahan perangkat lunak.

 Base station: Selain upgrade untuk menggabungkan kemampuan modulasi 8-PSK, perubahan kecil lainnya yang diperlukan untuk base station. Ini biasanya relatif kecil dan sering dapat dicapai dengan upgrade software.

 Upgrade ke arsitektur jaringan: GSM EDGE memberikan kemampuan untuk transfer data berbasis IP. Akibatnya, elemen jaringan tambahan yang diperlukan. Ini adalah sama dengan yang dibutuhkan untuk GPRS dan kemudian untuk UMTS. Dengan cara ini pengenalan teknologi EDGE merupakan bagian dari jalur migrasi keseluruhan dari GSM ke UMTS.

Dua node tambahan utama yang dibutuhkan untuk jaringan adalah Gateway GPRS Layanan Node (GGSN) dan GPRS Melayani Layanan Node (SGSN). GGSN terhubung ke packet-switched jaringan seperti jaringan internet dan GPRS lainnya. SGSN menyediakan link packet-switched untuk stasiun bergerak.

(14)

d) Generasi Second and Half(2.5G) IS-95B dari CDMA

Berbeda dengan jalur evolusi untuk akses data kecepatan tinggi dari GSM dan IS-136 , CDMA memiliki jalur upgrade tunggal untuk operasi 3G akhirnya. Solusi Data sementara untuk CDMA disebut IS-95B. Seperti GPRS, IS-95B ini sudah digunakan di seluruh dunia, dan menyediakan kecepatan tinggi akses paket dan circuit switch data pada saluran radio CDMA umum dengan mendedikasikan beberapa saluran pengguna orthogonal (fungsi Walsh) untuk pengguna tertentu dan tujuan tertentu.

Gambar 6 Peta Evolusi 2G-3G

4. Third Generation (3G)

(15)

Jaringan 3G komersial pertama diluncurkan oleh NTT DoCoMo di Jepang bermerek FOMA, berbasis teknologi W-CDMA pada 1 Oktober 2001. Jaringan kedua untuk dikomersialkan adalah pada teknologi 1xEV-DO (evolusioner Optimized Data) pada bulan Januari 2002 oleh SK Telecom di Korea Selatan diikuti oleh Jaringan 3G Korea Selatan yang lain adalah dengan KTF EV-DO di Mei 2002. Di Eropa, pasar massal layanan 3G komersial diperkenalkan mulai bulan Maret 2003 oleh 3 (Bagian dari Hutchison Whampoa) di Inggris dan Italia. Hal ini didasarkan pada W-CDMA teknologi. Jaringan komersial 3G Amerika Serikat pertama diperkenalkan oleh Monet Mobile Networks, pada teknologi CDMA2000 1x EV-DO dan operator kedua jaringan 3G di Amerika Serikat adalah Verizon Wireless pada bulan Oktober 2003 juga pada CDMA2000 1x EVDO. Jaringan 3G komersial pertama di belahan bumi selatan diluncurkan oleh Hutchison Telecommunications yang dikenal dengan "Three" menggunakan UMTS pada bulan April 2003. Peluncuran jaringan 3G komersial pertama di Afrika diluncurkan oleh EMTEL di Mauritius pada standar W-CDMA. Di Afrika Utara (Maroko), layanan 3G diberikan oleh perusahaan baru Wana pada akhir Maret 2006.

 W-CDMA (UMTS)

The Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) adalah standar antarmuka udara visioner yang telah berkembang sejak akhir 1996 di bawah naungan European Telecommunications Standards Institute (ETSI). Operator Eropa, produsen, dan regulator pemerintah secara kolektif mengembangkan versi awal UMTS sebagai standar air-interface terbuka kompetitif untuk telekomunikasi nirkabel generasi ketiga.

 cdma2000

visi CDMA2000 menyediakan evolusi upgrade jalur data rate tinggi yang mulus bagi pengguna teknologi 2G dan 2.5G CDMA, menggunakan pendekatan blok bangunan yang berpusat pada bandwidth channel 2G CDMA yang asli 1,25 MHz per channel radio. Berdasarkan standar asli IS-95 dan IS-95A (cdmaOne) standar CDMA, serta antarmuka udara 2.5G IS-95B , standar 3G CDMA2000 memungkinkan operator nirkabel untuk memperkenalkan keluarga dari kemampuan akses internet baru dengan data rate tinggi secara bertahap dengan cdmaOne dan IS-95B pada peralatan pelanggan. Dengan demikian, operator CDMA saat ini mungkin mulus dan selektif memperkenalkan kemampuan 3G di setiap seluler tanpa harus mengganti seluruh BTS atau mengalokasikan spektrum.

 TD-SCDMA

Di Cina, GSM adalah standar antarmuka udara nirkabel yang paling populer, dan pertumbuhan pelanggan nirkabel di China tak tertandingi di mana saja di dunia. Sebagai contoh, pada akhir tahun 2001 lebih dari delapan juta pelanggan telepon seluler ditambahkan hanya dalam satu bulan di Cina saja. Mengingat potensi pasar yang besar untuk layanan nirkabel di Cina,

(16)

dan keinginan China untuk merancang visi nirkabelnya sendiri. The China Academy of Telecommunications Technology (CATT) dan Siemens Corporation bersama-sama mengajukan usulan proposal standar 3G IMT-2000 pada tahun 1998, berdasarkan pada Time Division-Synchronous Code Division Multiple Access (TD-SCDMA). Proposal ini disetujui oleh ITU sebagai salah satu pilihan 3G pada akhir 1999.

a) Generasi 3.5 G

3,5G atau dikenal juga sebagai super 3G merupakan peningkatan dari teknologi 3G, terutama dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari teknologi 3G (>2Mbps) sehingga dapat melayani komunikasi multimedia seperti akses internet dan bertukar data video (video sharing).

Teknologi ini merupakan penyempurnaan teknologi sebelumnya dengan menutupi semua keterbatasan 3G. Contohnya layanan panggilan video 3,5G mengalami penyempurnaan dengan meniadakan penundaan suara maupun penundaan pada tayangan wajah lawan bicara di layar ponsel (yang sering terjadi pada 3G), sehingga melakukan panggilan video (video call) melalui jaringan 3,5G jauh lebih terkesan hidup.

Teknologi 3,5G

Teknologi 3,5G ini merupakan teknologi transmisi data pita lebar yang dapat digunakan secara berpindah-pindah (mobile broadband) yang berbasis HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access). Teknologi ini mampu mengirimkan data awal (initial data transmission speed) dengan kecepatan hampir sepuluh kali lipat dari kecepatan teknologi 3G. Teknologi 3,5G berbasis HSDPA dikembangkan dari W-CDMA (Wideband CDMA) dan memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System

(UMTS). Dikatakan demikian, karena melalui HSDPA terbentuklah saluran W-CDMA yang baru, yaitu high-speed downlink shared channel (HS-DSCH) yang hanya digunakan untuk

transmisi beragam informasi arah bawah menuju ponsel.

Beberapa penggunaan teknologi 3,5 G

1. HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). HSDPA merupakan Evolusi WCDMA dari Ericsson dimana teknologi ini merupakan protokol tambahan pada sistem WCDMA (wideband CDMA) yang mampu mentransmisikan data berkecepatan tinggi.

2. WiBro (Wireless Broadband). WiBro merupakan bagian dari kebijakan bidang teknologi informasi Korea Selatan yang dikenal dengan kebijakan 839. WiBro mampu mengirimkan data dengan kecepatan hingga 50 Mbps.

(17)

Teknologi 3,5G ini memungkinkan penggunanya untuk mengunduh beragam sajian

multimedia, seperti streaming video, streaming musik, mobile TV, permainan daring (online game) , cuplikan film, animasi, video klip, permainan, video klip olahraga, berita keuangan, memainkan kumpulan lagu secara penuh, dan unduh karaoke dengan kecepatan tinggi. Seluruhnya dapat dilakukan sambil tetap melakukan telepon video dengan tanpa mengganggu proses transfer data. Kegunaan lain teknologi 3,5G yang paling sering dimanfaatkan saat ini adalah menjadi internet broadband HSDPA. Dengan teknologi ini, kita dapat mengakses data/internet dengan lebih cepat.

5. Fourth Generation (4G)

4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada standar generasi keempat dari teknologi

telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G dan 2G. Sistem 4G menyediakan jaringan pita lebar ultra untuk berbagai perlengkapan elektronik, contohnya telpon pintar dan laptop menggunakan modem USB.

Terdapat dua kandidat standar untuk 4G yang dikomersilkan di dunia yaitu standar

WiMAX (Korea Selatan sejak 2006) dan standar Long Term Evolution (LTE) (Swedia sejak 2009).

Di Indonesia, WiMAX pertama kali diluncurkan oleh PT. FirstMedia dengan merek dagang Sitra WiMAX sejak Juni 2010. Kemudian teknologi LTE pertama kali diluncurkan oleh PT. Internux dengan merek dagang Bolt Super 4G LTE sejak 14 November2013.

Sistem 4G menyediakan solusi IP menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4 GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular.

(18)

Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kemampuan berkomunikasi manusia terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semenjak banyaknya penelitian di bidang gelombang elektromagnetik, ilmuwan terus memperbaharui teori-teori dan berusaha menciptakan alat yang bisa membuat manusia berkomunikasi pada jarak yang jauh. Setelah ditemukannya radio telegraf, perkembangan telekomunikasi nirkabel semakin cepat.

Didukung pula oleh kemajuan di elektronika, system telekomunikasi mulai memasuki sinyal analog. Diteruskan oleh generasi kedua dengann menggunakan system digital dan terus berkembang hingga sampai pada generasi ke-4. Informasi sangat cepat menyebar dikarenakan kemajuan pada bidang telekomunikasi sampai menghilangkan batas wilayah negara. Orang-orang saling bertukar informasi dari belahan dunia mana saja pada dewasa ini. Penelitian dan pengembangan teknologi menuju generasi ke-5 sekarang sedang dilakukan.

B. Saran

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Rappaport, Theodore S. 2002. Wireless communications principles and practice. New Jersey: Pearson Education International.

Amit Kumar, Yunfei Liu, Jyotsna Sengupta, Divya. 2010. “Evolution of Mobile Wireless Communication Networks: 1G to 4G”. International Journal of Electronics & Communication Technology. Vol 1(1): pp 68-72.

Prakosa, Adi. 2008. Pengertian Komunikasi. http://adiprakosa.blogspot.com/2008/09/ pengertian -komunikasi.html (diakses pada 11 Februari 2015).

Anonim. 2011. Sejarah Wireless Perkembangan Teknologi Nirkabel 1G-4G. http://jaringan komputer.org/sejarah-wireless-perkembangan-teknologi-nirkabel-1g-4g/ (diakses pada tanggal 11 Februari 2015).

Wikipedia. 2015. Invention of The Telephone.http://en.wikipedia.org/wiki/ Invention_ of_the _telephone (diakses pada tanggal 13 Februari 2015).

Brahma, Dede. 2011. Sejarah Perkembangan Teknologi Mobile. http://dedebrahma. blogspot. com/2011/10/ sejarah-perkembangan-teknologi-mobile.html (diakses pada tanggal 13 februari 2015).

Anonim. GSM EDGE Tutorial.http://www.radio-electronics.com /info/cellulartelecomms /gsm-edge/basics-tutorial-technology.php (diakses pada tanggal 15 februari 2015).

Wikipedia. 3.5G. http://id.wikipedia.org/wiki/3,5G (diakses pada tanggal 15 februari 2015).

(20)

Gambar

Gambar  2 Penemuan Marconi
Gambar  3 Mobile Radio Telephone
Gambar  4 (a) Motorolla DYNA menggunakan AMPS
Gambar  5 sistem jaringan cdmaOne / IS-95
+2

Referensi

Dokumen terkait