Mei 2012
Newsletter
AMPL
Monitoring Evaluasi Berbasis Web ... hal 2
CSR AMPL sebagai Win-Win-Win
Partnership! ... hal 5
Bersama Mengasah Keterampilan
Komunikasi ... hal 6
M
eningkatnya cakupan layanan air minum per-pipaan tidak serta merta menjamin adanya peningkatan akses air minum perpipaan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini di-karenakan masih tingginya biaya penyambungan sehingga tidak terjangkau oleh kebanyakan MBR. Setiap pelang-gan umumnya harus mengeluarkan Rp.1,5 juta untuk me-masang sambungan rumah (SR) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).Indonesia Urban Water and Sanitation Hygiene (IUWASH) menggiatkan kembali inisiatif yang dilakukan United State Aid for International Devopment (USAID) terdahulu mela-lui Environmental Services Program (ESP), yang memung-kinkan pelanggan baru mengangsur biaya SR melalui kemi-traan antara PDAM dan penyedia pembiayaan mikro lokal. IUWASH bersama penyedia pembiayaan mikro dan PDAM membangun kemitraan agar lebih banyak orang yang dapat “membuka keran air” melalui angsuran ringan, salah satunya yang dilakukan di Kabupaten Kudus.
PDAM Kudus saat ini baru dapat melayani 19 per-sen dari 758.000 penduduk di Kabupaten Kudus. Biaya
pendaftaran sambungan rumah PDAM bervariasi, mulai dari Rp.850.000 hingga Rp.1,5 juta. Harga tersebut ter-gantung dari jarak lokasi rumah calon pelanggan yang di-dasarkan dari hasil survei. Untuk memudahkan calon pe-langgan, PDAM Kudus menyediakan skema pembayaran melalui angsuran. Namun demikian PDAM Kudus belum memiliki sumber pendanaan untuk dapat memenuhi daftar minat 80 persen calon pelanggan PDAM yang ada.
Sejalan dengan kesempatan pembiayaan dari Bank Syariah Mandiri (BSM), PDAM Kudus menunjuk Kope-rasi PDAM Tirta Makmur untuk melaksanakan usaha sewa-guna-usaha (leasing) SR bagi pelanggan yang tidak mampu membayar secara tunai. Koperasi PDAM Tirta Makmur berperan penting dalam menjamin rendahnya tingkat kredit bermasalah dan kelancaran angsuran pe-langgan. Hal ini menentukan keberhasilan kerjasama pem-biayaan mikro sambungan air PDAM.
“Kami semakin mudah melayani permintaan sam-bungan dari masyarakat, karena sudah ada kepastian pen-danaan dari BSM untuk tahun 2012. Insya Allah, kami siap mendukung target PDAM tahun ini,” tegas Ayatullah
Hu-Membuka Keran Air
untuk Masyarakat
Berpenghasilan Rendah
di Kudus
2
| Newsletter AMPL | Mei 2012Laporan Terkini
Membuka Keran... dari hal 1
maini, Manajer Hubungan Langganan PDAM serta Ketua Koperasi PDAM Tirta Makmur.
Konsep pembiayaan mikro BSM sangat berbeda de-ngan konsep pembiayaan bank konvensional dan lembaga pembiyaan mikro lain. BSM menerapkan murabaha, kon-sep jual beli dengan sistem margin, sedangkan pembiayaan mikro konvensional menerapkan sistem bunga.
Konsep murabaha BSM dilaksanakan dengan BSM membeli paket SR air minum dari PDAM dan menjual paket tersebut ke pelanggan yang membutuhkan melalui Koperasi Tirta Makmur selaku perantara yang ditunjuk PDAM dan sebagai wakil BSM.
BSM juga berkomitmen menyediakan pagu dana pembiayaan mikro untuk satu tahun, sesuai target bisnis PDAM. Persyaratan administrasi BSM juga lebih seder-hana. Selain itu, BSM menyediakan peranti lunak sistem pembiayaan mikro yang dipasang pada sistem mitra ko-perasi. Sistem tersebut mempermudah proses pengajuan dan persetujuan kredit sehingga kredit untuk 100 pelang-gan dapat cair hanya dalam 2-3 hari.
Pada tahun 2012, PDAM Kudus memiliki target pe-nambahan 2.500 pelanggan baru. BSM menyediakan pagu pembiayaan sebesar Rp.3 milyar atau Rp.1,5 juta per SR. Pendanaan sambungan baru membuat PDAM bisa fokus pada pekerjaan teknis pelayanan dan strategi pemasaran bagi calon pelanggan.
Setelah melalui beberapa kali pertemuan dengan BSM Kudus dan BSM Pusat, PDAM dan Koperasi Tirta Makmur PDAM Kudus menandatangani kerjasama dengan BSM Kudus pada tanggal 9 Januari 2012.
“Kami melakukan persiapan matang untuk mendis-kusikan rincian teknis dengan PDAM dan Koperasi Tirta Makmur PDAM Kudus agar skema pembiayaan benar-benar dapat dilaksanakan. Hasilnya cukup bagus,” tutur Agung Wibowo, Pimpinan Cabang BSM Kudus.
Hingga April 2012, sudah 775 sambungan rumah yang telah terpasang melalui pembiayaan mikro hasil kerjasama PDAM Kabupaten Kudus, Koperasi Tirta Makmur PDAM Kudus dan BSM Kudus. Gusril Bahar/Ardita Caesari - IUWASH Jakarta
Monitoring Evaluasi Berbasis Web
Tantangan untuk Meningkatkan Kualitas Pokja Provinsi
D
alam pelaksanaan Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP), meningkatkan kualitas Pokja Provinsi adalah kebutuhan dan tan-tangan tersendiri. Ini yang mendorong di selenggarakan-nya Pelatihan Sistem Helpdesk, Monev Berbasis Web dan Perangkat Qualitas Assurance bagi Pokja Provinsi pada tanggal 1-3 Mei 2012 di Hotel Aston Marina Jakarta.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memampu-kan Pokja Provinsi sebagai pengguna perangkat dan juga pelatih, sehingga mampu membekali Pokja AMPL/Sani-tasi Kabupaten/Kota sebagai pengguna perangkat tersebut dalam kegiatan PPSP selanjutnya.
Peserta pelatihan ini adalah Pokja AMPL/Sanitasi di 26 Provinsi peserta PPSP 2012, yang terdiri dari perwa-kilan Bappeda, Dinas PU, dan Dinas Kesehatan. Dari 26 provinsi tersebut hanya 3 provinsi yang tidak hadir yaitu Papua, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Pada pelatihan ini peserta langsung uji coba penggu-naan perangkat dengan materi pelatihan yang diberikan adalah:
(1) Helpdesk, sistem komunikasi berbasis web untuk me-nampung berbagai isu/pertanyaan khususnya dari ka-bupaten/kota dan sekaligus menjadi saluran respons atas jawaban isu-isu terkait dari Provinsi dan Pusat. Helpdesk merupakan sistem informasi dan komunikasi yang dirancang untuk melayani kebutuhan daerah da-lam menyusun dokumen perencanaannya;
Mei 2012 | Newsletter AMPL |
3
Laporan Terkini
T
erdorong atas keinginan kuat untuk meningkatkan dan mempercepat pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), para pemangku kepentingan di Kabupaten Ende, NTT berinisiatif menyusun payung hukum pembangunan AMPL. Hal ini telah menda-pat dukungan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Dae-rah (DPRD) dimana DPRD bersedia untuk menjadikannya sebagai salah satu inisiatif legislatif dan diupayakan masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2012. Harber-tus Gani, Ketua Komisi C, DPRD Kabupaten Ende me-ngatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk membawa ren-cana ini masuk ke dalam Prolegda 2012. “Air minum dan sanitasi sangat penting untuk kesehatan dan produktifitas masyarakat, jadi wajar ada payung hukum untuk percepatan program ini” kata Gani. Terkait itu, Pokja AMPL dan Him-punan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Cabang Ende memberikan dukungan dalam proses penyusunan Naskah Akademis (NA) yang menjadi syarat mutlak penyusunan Perda AMPL. Keterlibatan pelaku AMPL menjadi sangat penting karena secara substansi pelaku AMPL lebih menge-tahui hal-hal apa yang seharusnya masuk dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tersebut.“Mari kita sama-sama mengkritisi naskah akademis ini, agar lebih substantif dan sesuai kondisi lokal kita” kata Gani saat memimpin diskusi pembahasan Naskah Akademik Pe-nyusunan Perda AMPL Kabupaten Ende, di kantor Bappeda Ende, 26 April 2012 yang lalu. Diskusi dimoderatori oleh Ibu Ernesta, Kepala Bagian Sosial Budaya Bappeda Ende, dan dihadiri pemangku kepentingan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan, Dinas Kehu-tanan, PNPM, Children Fund, FRID (LSM), HAKLI,
UNI-CEF, perwakilan kecamatan dan pelaku AMPL lainnya.
Konsep pemberdayaan masyarakat, strategi keberlan-jutan pelayanan AMPL, penge-lolaan kelembagaan layanan AMPL, peran pemangku kepen-tingan, tanggung jawab peme-rintah daerah, SKPD dan desa, serta bagaimana pelibatan
pu-blik dan pengkomunikasian Ranperda kepada masyarakat adalah beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Dormaringan Saragih, seksi Water and Sanitation Hygiene (WASH) dari UNICEF Jakarta yang hadir pada kesempat-an itu menyatakkesempat-an bahwa subtkesempat-ansi tentkesempat-ang perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi perhatian dalam Ranperda tersebut dan pengaturannya harus memperhatikan kondisi masyarakat setempat. Ditekankan pula tentang pelibatan masyarakat sejak awal dan dukungan anggota DPRD secara luas. Hal ini disepakati oleh Harbertus Gani, seraya me-ngatakan “Dalam waktu dekat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyamakan persepsi anggota DPRD tentang isu, materi dan kebijakan terkait AMPL. Tanpa itu proses penyusunannya akan menjadi lama”. Gani meng-harapkan agar Ranperda AMPL bisa disetujui pada tahun 2012 ini.
Pada akhir pertemuan disepakati bahwa Pokja AMPL akan menyusun jadwal proses penyusunan dan pembahasan Ranperda, sedangkan Harbertus memastikan masuknya Ranpenda AMPL ini dalam Prolegda 2012. Dormaringan Saragih - UNICEF
Kabupaten Ende
Susun Naskah Akademik Perda AMPL
dan penjaminan bahwa isi dari Strategi Sanitasi Kota/ Kabupaten (SSK) telah sesuai dengan kebutuhan. Salah satu peran Pokja Provinsi adalah untuk memo-nitor dan mengevaluasi pelaksanaan PPSP kabupaten/kota di wilayahnya dengan melakukan penjaminan atas kualitas dokumen Buku Putih Sanitasi (BPS), SSK, Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS) melalui NAWASIS dan
memberikan input kepada kabupaten/kota atas hasil veri-fikasi dokumen tersebut serta menjawab pertanyaan kabu-paten/kota melalui sistem helpdesk.
Untuk permintaan username dan password, da-pat menghubungi sekretariat PMU PPSP di email [email protected], Telp: 021-31936615 dan SMS: 0817 0345 1320. Sekretariat PMU PPSP
Harbertus Gani
M
enindaklan-juti serang- kaian diskusi dan lokakarya untuk pengembangan konsep Rencana Pengamanan Air Minum (RPA) Indo-nesia yang akan menga-dopsi Water Safety Plan (WSP) yang dikembang-kan oleh World HealthOrganization (WHO),
pada tanggal 16 Mei 2012 lalu dilakukan per-temuan untuk sosialisasi
konsep kepada para anggota Kelom-pok Kerja Air Minum dan Penyehat-an LingkungPenyehat-an (Pokja AMPL) Na-sional serta diskusi untuk penyiapan rencana uji coba lapangan. Saat ini, telah teridentifikasi 3 (tiga) lokasi uji coba lapangan yang akan mewakili lokus-lokus pelaksanaan RPA mulai dari RPA Sumber, RPA Operator dan Komunitas, serta RPA Konsumen. Uji coba implementasi seluruh lokus RPA akan dilakukan di wilayah su-ngai Cikapundung, Jawa Barat. Se- mentara untuk uji coba implementasi RPA Operator akan dilakukan di Pe-rusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Banjarmasin dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu-kota Kecamatan (IKK) Bakam terpilih menjadi lokasi implementasi uji coba RPA Komunitas.
Pada lokakarya yang dilaksana-kan di Jakarta tersebut, Direktur
Per-mukiman dan Perumahan Bappenas, Nugroho Tri Utomo, menyampaikan bahwa rumusan konsep dan kebijakan RPA perlu kita susun bersama agar da-pat menjadi salah satu kebijakan yang dituangkan dalam Rencana Pemba-ngunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Selain itu, uji coba implementasi RPA ini juga harus dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik secara visual seper-ti perbaikan kualitas air sungai atau dalam skala yang lebih besar dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Masing-masing kegiatan yang akan dilakukan dalam uji coba implemen-tasi RPA perlu diukur dampaknya ter-utama yang berkaitan dengan pening-katan kualitas lingkungan khususnya terhadap peningkatan kualitas sumber air baku air minum.
Perwakilan dari PDAM Ban-darmasih serta Badan
Pengenda-lian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat menyampaikan kesiapan mereka untuk melaksanakan uji coba di lokasi. BPLHD Jawa Ba-rat menyampaikan bahwa saat ini telah banyak pro-gram-program dibawah koordinasi BPLHD Jawa Barat yang dilaksanakan di Cikapundung. Forum Peduli Cikapundung juga menyatakan siap beker-jasama dalam implemen-tasi RPA ini. Sementara itu, Muslich, Direktur Utama PDAM Bandarmasih menyatakan kesiapannya dalam mengimplementasikan RPA dimana saat ini PDAM Bandarmasih hanya menunggu kesiapan modul-modul yang akan diujicobakan. Uji coba RPA di SPAM IKK Bakam juga meru-pakan inisiasi yang berasal dari minat Pemerintah Kabupaten Bangka da-lam mengimplementasikan RPA kon-sumen.
Pada sesi diskusi kelompok, di-susun rencana kerja yang akan dilaku-kan pada masing-masing lokasi uji coba dan rencana tindak lanjut yang diperlukan. Salah satu tindak lanjut yang akan dilakukan adalah pelak-sanaan lokakarya untuk persiapan teknis pelaksanaan uji coba di masing- masing lokasi dan updating Rencana Kerja Menyeluruh untuk RPA. Dyota Condrorini - WASPOLA Facility
Rencana Pengamanan Air Minum Indonesia
Menuju Persiapan Uji Coba
4
| Newsletter AMPL | Mei 2012D
emi keberlanjutan pendanaan pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan, pemerin-tah terus menggali berbagai peluang pendanaan. Pihak swasta melalui program CSR adalah salah satu target sasaran Pemerintah. Dalam Rapat Koordinasi Corporate Social Responsibility (CSR) Pembangunan Air Minum dan Sanitasi yang diselenggarakan 7 Mei lalu di Jakarta, Nugroho Tri Utomo selaku Ketua I Pokja AMPL menyam-paikan bahwa CSR yang dilaksanakan dengan memanfaat-kan konsep program-program AMPL dapat menawarmemanfaat-kan kesempatan Win-Win-Win Partnership. Kerja sama ini mampu menjawab solusi keterbatasan pemerintah sekali-gus juga memberikan keuntungan kepada perusahaan dan masyarakat.Dari sisi pemerintah, CSR dapat menjadi solusi dalam keterbatasan kemampuan, jangkauan, dan periode peng-anggaran yang sifatnya tahunan. Sedangkan dari sisi pe-rusahaan, konsep dan pendekatan yang ditawarkan sejalan dengan pendekatan sustainability dalam prinsip CSR dan merupakan pengembangan dari model program AMPL yang sudah ada sehingga resiko kegagalan pun rendah. Poin paling penting, kegiatan CSR AMPL ini sejalan den-gan apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah sehingga dapat menggabungkan keahlian dan sumberdaya dari ber-bagai sektor. Program-program yang potensial untuk di-kerjasamakan diantaranya yaitu Pamsimas, Sanimas, Hi-bah Kinerja HIPPAM, Sanitasi Sekolah dan STBM.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh 12 perusahaan yang sudah lama bergelut dalam kegiatan pengembangan komu-nitas di bidang air minum dan sakomu-nitasi, beberapa diantara-nya yaitu PT. Freeport Indonesia, PT. Arutmin, BPR Kota
Malang, PT. Nestle Indonesia, Coca Cola Amatil Indone-sia dan AXA IndoneIndone-sia. Perwakilan perusahaan menyam-paikan bahwa untuk meningkatkan sinergi dan kerjasama antara program pemerintah dan pihak swasta dibutuhkan pengembangan blue print dan rencana kerja yang men-jelaskan potensi kerja sama secara lebih detail oleh peme-rintah. Selain itu, diperlukan pertemuan rutin lanjutan un-tuk meningkatkan hubungan koordinasi antara pemerintah dengan perusahaan maupun antar perusahaan.
Kegiatan koordinasi antara pemerintah dan swasta terkait pembangunan air minum dan sanitasi bukanlah hal yang baru pertama kali dilakukan. Dwityo Akoro, Kasub-dit Kerja Sama Luar Negeri, Ditjen Cipta Karya menyata-kan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum telah membuat kesepakatan MoU dengan perusahaan-perusahaan mitra Corporate Forum for Community Development (CFCD). Mekanismenya adalah dengan “mengawinkan” program dan kebutuhan perusahaan dengan program dan kebu- tuhan daerah.
Ditjen Cipta Karya juga telah mengeluarkan pedoman pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kriteria teknis Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam sesi penu-tup, Nugroho juga menambahkan bahwa CSR tidak boleh dipandang sebagai alternatif pendanaan saja, namun suatu bentuk partisipasi swasta untuk pengembangan keberlan-jutan program. “Selemah-lemahnya kerja sama yang perlu dilakukan adalah dengan melalui sinergi pendekatan pro-gram Air Minum dan Sanitasi yang tercantum dalam 11 poin kebijakan nasional AMPL Berbasis Masyarakat,” katanya. Louise Desrainy - Sekretariat Pokja AMPL Nasional
CSR AMPL
sebagai
Partnership!
Mei 2012 | Newsletter AMPL |
5
Laporan Terkini
Contoh peranan CSR dari Coca Cola
Amatil Indonesia
6
| Newsletter AMPL | Mei 2012Laporan Lapangan
P
engalaman berhadapan dengan media tak hanya dialami oleh Nur Aisyah, se-jumlah anggota Pokja AMPL Nasional secara berkala harus menjadi narasumber me-dia dalam berbagai kegiatan strategis baik di pusat maupun daerah. Inilah yang mendorong Pokja AMPL Nasional mengadakan sejumlah kegiatan pengembangan kapasitas, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mening-katkan kemampuan komunikasi para anggota pokja.“Sejumlah keberhasilan dan upaya-upaya pembangunan air minum dan sanitasi harus terus dikumandangkan. Semakin banyak agen-agen advokasi dan kampanye yang han-dal di bidang AMPL semakin besar dukungan yang akan diperoleh terhadap pembangunan AMPL,” jelas Direktur Permukiman dan Pe-rumahan Bappenas, Nugroho Tri Utomo, pada saat pembukaan Seminar dan Pelatihan Ke-terampilan Komunikasi Media tanggal 8 Mei 2012.
Pelatihan dua hari (8-9 Mei 2012) terse-but berlangsung seru. Para peserta belajar mengelola isu-isu AMPL menjadi informasi yang penting dan menarik. Para peserta juga berkesempatan menggali tips dan trik dalam berbicara dan berhadapan dengan media se-cara langsung dari praktisi media seperti Rizal
KOMUNIKASI
Bersama Mengasah Keterampilan
Mei 2012 | Newsletter AMPL |
7
Laporan Lapangan
Musthari, Syafiq Assegaf dan penyiar radio dan presenter ternama, Farhan.
“Mas Farhan menjelaskan pentingnya smilling voice agar bisa memberikan gelombang menyenangkan untuk pendengar yang kita tidak bisa lihat orangnya. Tidak mu-dah, tapi menyenangkan,” kata Cucu Cakrawati, Kasubdit dari Direktorat Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan.
Merumuskan Strategi untuk Mempromosikan AMPL
Gairah dalam mencari metode tepat untuk mengubah perilaku masyarakat dan mendapatkan dukungan dalam pelaksanaan PPSP juga dirasakan di daerah. Pelatihan Metode Advokasi dan Kampanye AMPL dirancang untuk menjawab semangat ini. Pelatihan diselenggarakan di Se-marang dan Yogyakarta dan ditujukan untuk Kabupaten/ Kota peserta PPSP tahun 2012 serta perwakilan PMU-PIU PPSP.
Pelatihan berlangsung dalam tiga gelombang, ma-sing-masing diadakan selama empat hari (Gelombang I pada 22-25 Mei, Gelombang II pada 29 Mei - 1 Juni dan Gelombang III pada 5-8 Juni 2012). Bersama-sama peser-ta berlatih merumuskan strategi komunikasi. Strategi yang dimaksud adalah intervensi komunikasi tepat bagi
peru-bahan perilaku yang diharapkan dari para pemangku ke-pentingan dan masyarakat yang menjadi kelompok sasa-ran program pembangunan sanitasi seperti PPSP.
Para tim pelatih penyusunan strategi komunikasi ber-asal dari konsultan komunikasi USDP, Waspola Facility dan Sekretariat Pokja AMPL. Eksekutif Produser Trans 7, Saor Simanjuntak, juga
berkesempat-an membawakberkesempat-an materi tentberkesempat-ang menghadapi media. Bagian yang paling ditunggu peserta adalah praktek produksi media komu-nikasi. Dibantu oleh sejumlah tenaga profesional dari Dream-light Media, para peserta diajak untuk membuat naskah produksi dan berlatih membuat langsung media seperti poster, cergam, banner, radio dan video.
“Pelatihan yang keren, good, enerjik, memberikan wawasan baru cara pembuatan media yang tepat sasaran sesuai program PPSP sehingga mudah dimengerti oleh kelompok sasaran kita,” tutur Happy Risdian, salah satu peserta dari Bappeda Kota Salatiga. Nissa Cita - Sekre-tariat Pokja AMPL Nasional
Saor Simanjuntak
Berbagai kegiatan selama Pelatihan Metode Advokasi dan Kampanye AMPL
Publikasi
Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional sebagai media informasi pembangunan air minum dan sanitasi di Indonesia | Pengarah: Nugroho Tri Utomo | Pimpinan Redaksi: Maraita Listyasari | Staf Redaksi: Aldy Mardikanto, Nur Aisyah Nasution, Hendra Murtidjaja, Lisa Imrani, Kelly A. Ramadhanti | Desain: Meddy CH | Alamat redaksi: Sekretariat Pokja AMPL, Jl. RP Soeroso No.50, Gondangdia Lama, Menteng - Jakarta 10350 | Telp/Fax: (6221) 31904113, 31903909 | Email: [email protected] | Website: http://www.ampl.or.id
Didukung oleh:
Agenda AMPL
Juni 2012
- Rapat Koordinasi Reguler Pokja AMPL - Eselon 2 (Pokja AMPL Nasional)
- Pertemuan Koordinasi Advokasi dan Sosialisasi STBM bagi Pokja AMPL Provinsi dan Kabupaten (Kemenkes)
- Kampanye CTPS Dalam Rangka Peningkatan Indonesia Bersih (Kemenkes)
- Rapat Koordinasi Pembinaan Kelembagaan Berbasis Masyarakat (Kemendagri)
- Rapat Koordinasi Nasional Program WASH (WASH - UNICEF)
- Lokalatih Advokasi dan Komunikasi (WASPOLA Facility)
- Lokakarya Sosialisasi Rencana Pengamanan Air Minum Kawasan
Sungai Cikapundung (WASPOLA
Facility)
- Rapat Kerja Tengah tahun Tim Pengarah Pembangunan AMS
- Eselon 1 (Pokja AMPL Nasional - Bappenas)
- Pelatihan Advokasi dan Kampanye Sektor Air Minum dan Sanitasi Gelombang III (PPSP - Bappenas) - Pelatihan Identifikasi Sumber dan Mekanisme Pendanaan Sanitasi (PPSP - Kemendagri)
- Workshop Review Kinerja Pelak-sanaan RAD AMPL (Pamsimas - Kemendagri)
- Pertemuan Tingkat Policy / Imple-mentasi - Sekber / PIU / Forum Eselon I dan II (Pamsimas - CPMU)
Teknik Praktis Mengolah Air Kotor
Menjadi Air Bersih Hingga Layak Minum
Kesehatan Lingkungan
Dari Limbah Menjadi Rupiah Mudah & Praktis Mengolah Limbah Industri Skala Rumah Tangga
Newsletter Cetak AMPL
Edisi April 2012 Ke
Untuk informasi lebih lengkap dapat langsung dilihat di http://www.ampl.or.id atau http://digilib-ampl.net Anda juga dapat bergabung dalam milis AMPL [[email protected]]
Kami juga menerima tulisan berita yang terkait AMPL, kirimkan tulisan Anda ke [email protected] atau [email protected] Tulisan yang terpilih akan di muat dalam newsletter cetak tiap bulannya.
D M L R
Ne Ed