• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI DISFUNGSI TUBA PADAPENDERITA RINITIS ALERGI PERSISTEN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI DISFUNGSI TUBA PADAPENDERITA RINITIS ALERGI PERSISTEN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 6. Bagan Rancangan penelitian crosssectional  (modifikasi dari Gordis, 2009). Faktor risiko dan efek diperiksa pada saat yang sama
Gambar 7. Bagan  Alur penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara lama sakit, umur, riwayat alergi/ISPA dan kadar glukosa darah dengan terjadinya kurang pendengaran

Pada penelitian ini pasien yang didiagnosis rinitis alergi dan melakukan tes kulit dengan hasil lebih dari satu macam alergen untuk kasus rinitis alergi persisten lebih banyak

Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian guna mengetahui pengaruh vaksinasi BCG terhadap kadar IgE total dan terhadap gejala klinik rinitis alergi dalam

hipertrofi yang dapat menyebabkan terjadinya disfungsi tuba misalnya adalah.. sinusitis, dimana terdapat gejala sistemik seperti demam dan rasa lesu,

Latar Belakang: Rinitis alergi (RA) adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atropi yang sebelumnya sudah tersensitasi dengan alergen

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rinitis alergi persisten, pemakaian AC, dan lingkungan paparan asap rokok bukan merupakan faktor risiko

Periode lama sakit >12 bulan mempunyai gambaran timpanogram abnormal lebih banyak dibandingkan dengan la Pada penelitian ini penderita rinitis alergi persisten hanya

yang mendukung hubungan rinitis alergi dengan obstruksi tuba, frekuensi otitis media efusi lebih tinggi terjadi pada anak-anak yang alergi dibandingkan dengan anak-anak yang