FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI DISFUNGSI TUBA PADAPENDERITA RINITIS ALERGI PERSISTEN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara lama sakit, umur, riwayat alergi/ISPA dan kadar glukosa darah dengan terjadinya kurang pendengaran
Pada penelitian ini pasien yang didiagnosis rinitis alergi dan melakukan tes kulit dengan hasil lebih dari satu macam alergen untuk kasus rinitis alergi persisten lebih banyak
Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian guna mengetahui pengaruh vaksinasi BCG terhadap kadar IgE total dan terhadap gejala klinik rinitis alergi dalam
hipertrofi yang dapat menyebabkan terjadinya disfungsi tuba misalnya adalah.. sinusitis, dimana terdapat gejala sistemik seperti demam dan rasa lesu,
Latar Belakang: Rinitis alergi (RA) adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atropi yang sebelumnya sudah tersensitasi dengan alergen
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rinitis alergi persisten, pemakaian AC, dan lingkungan paparan asap rokok bukan merupakan faktor risiko
Periode lama sakit >12 bulan mempunyai gambaran timpanogram abnormal lebih banyak dibandingkan dengan la Pada penelitian ini penderita rinitis alergi persisten hanya
yang mendukung hubungan rinitis alergi dengan obstruksi tuba, frekuensi otitis media efusi lebih tinggi terjadi pada anak-anak yang alergi dibandingkan dengan anak-anak yang