• Tidak ada hasil yang ditemukan

fix ppt buat evaluasi gizi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "fix ppt buat evaluasi gizi"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA

FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BIJI

TERONG BELANDA (

Solanum

betaceum, syn)

DALAM

MENGHAMBAT REAKSI PEROKSIDASI

LEMAK PADA PLASMA DARAH TIKUS

WISTAR

(2)

Membran lemak sangat rawan terhadap serangan

radikal bebas terutama radikal hidroksil sehingga

dapat menimbulkan reaksi peroksidasi lemak. buah

terong belanda memiliki manfaat sebagai antioksidan

karena mengandung vitamin A, vitamin E, Vitamin C,

vitamin B6, karotenoid, flavonoid, dan serat.

Banyak penelitian yang telah menyatakan bahwa

senyawa flavonoid memiliki potensi sebagai

antioksidan karena memiliki gugus hidroksil yang

terikat pada karbon cincin aromatik sehigga dapat

menangkap radikal bebas yang dihasilkan dari reaksi

peroksidasi lemak. Oleh karena itu, dalam penelitian

ini akan mengkaji bagian biji buah terong belanda

untuk mengetahui aktivitas antioksidannya dalam

menghambat reaksi peroksidasi lemak.

(3)

Bahan dan Peralatan

Bahan

Alat

1. buah terong belanda, 2. Etanol

3. metanol ,

4. aquades, DPPH, 5. logam magnesium,

6. asam klorida pekat, asam sulfat, 7. asam asetat anhidrat,

8. aluminium klorida, 9. natrium asetat, 10. natrium hidroksida 11. asam borat,

12. silika gel GF 254 dan silika gel

60 H.

1.

Toples kaca,

2.

Pisau

3.

kain kasa

4.

saringan

5.

corong pisah

6.

blender

7.

pipet

8.

pipet mikro

9.

sonde

(4)
(5)
(6)

 Uji aktivitas antioksidan terhadap ekstrak pekat etil asetat

dan ekstrak pekat n-butanol menunjukkan bahwa ekstrak pekat etil asetat memiliki aktivitas antioksidan relatif lebih besar dibandingkan dengan ekstrak n-butanol dengan nilai IC50 pada ekstrak etil asetat 1162,608 ppm dan 2250,769 ppm untuk ekstrak n-butanol.

 Semakin kecil nilai IC50, maka semakin besar aktivitas

antioksidan pada sampel uji dalam mereduksi radikal

bebas. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak pekat etil asetat lebih cepat mereduksi senyawa radikal bebas yang ada

pada DPPH sehingga memiliki aktivitas antioksidan yang lebih besar sedangkan ekstrak pekat n-butanol

membutuhkan konsentrasi yang lebih besar untuk mereduksi senyawa radikal bebas pada DPPH.

(7)
(8)

Pemberian ekstrak etil asetat biji terong belanda

memberikan pengaruh yang bermakna terhadap

penurunan kadar MDA. Itu bisa dilihat dari analisis

uji

Least

Significance

Differrence

(LSD)

menunjukkan bahwa pemberian aquadest (kontrol

negatif) tidak memberikan pengaruh yang berbeda

dengan kontrol positif, P1, P2, dan P3. Sedangkan

pemberian perlakuan 3 (200mg/kgBB tikus)

memberikan pengaruh yang berbeda dengan

kontrol positif (vitamin E, 100mg/kgBB) terhadap

penurunan kadar MDA darah tikus Winstar.

(9)

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh

dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat

biji terong belanda memiliki aktivitas

antioksidan dengan nilai IC50 1162,608

ppm.

Ekstrak etil asetat biji terong belanda

dengan dosis 200 mg/kgBB setara dengan

vitamin E (100 mg/kgBB) dalam

menghambat reaksi peroksidasi lemak yang

ditandai dengan menurunnya kadar MDA

plasma darah tikus Wistar.

(10)

Ni Wayan Oktarini A.C.Dewi, Ni Made

Puspawati, I Made Dira Swantara, I.A.R.Astiti

Asih, Wiwik Susana Rita.

Aktivitas

Antioksidan Senyawa Flavonoid Ekstrak

Etanol Biji Terong Belanda (Solanum

Betaceum, Syn) Dalam Menghambat Reaksi

Peroksidasi Lemak Pada Plasma Darah Tikus

Wistar.

Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of

Applied Chemistry) ISSN 2302-7274 Volume

2, No 1, Mei 2014

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Ekstrak etanol mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak n -heksan dan etil asetat, hal ini diduga karena adanya kandungan

Apabila dibandingkan dengan hasil pengujian aktivitas antioksidan terhadap ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksana kulit buah jeruk sambal menunjukkan bahwa

Profil KLT ekstrak metanol, ekstrak partisi n-heksan, etil asetat dan n-butanol daun Jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis) dengan eluen n-heksan : etil asetat (3:1) dan etil

Nilai aktivitas antioksidan fraksi etil asetat ekstrak etanolik daun benalu dengan menggunakan radikal bebas DPPH yang dinyatakan sebagai IC50 sebesar (12,57 ±0,7

Apabila dibandingkan dengan hasil pengujian aktivitas antioksidan terhadap ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksana kulit buah jeruk sambal menunjukkan bahwa

mempunyai aktivitas antioksidan paling tinggi dengan nilai IC 50 518.57 ppm dan total fenol 26.73 mg GAE/g ekstrak dibandingkan dengan ekstrak kasar etil asetat, n-heksan

Ekstrak etanol mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak n-heksan dan etil asetat, hal ini diduga karena adanya kandungan

Aktivitas antioksidan senyawa yang terdapat pada ekstrak etil asetat lebih besar dibandingkan dengan fraksi hasil pemisahan dengan kromatografi kolom, dimana % hambatan ekstrak etil