• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA MINING PENERAPAN K-MEANS ALGORITM CLUSTERING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DATA MINING PENERAPAN K-MEANS ALGORITM CLUSTERING"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN TUGAS DATA MINING

PENERAPAN K-MEANS ALGORITM CLUSTERING

PADA DATA PRODUKSI GARAM SETIAP PROVINSI DI INDONESIA

Disusun Oleh :

Yogi Anggara [1500018073]

Rynto E. S. [1500018074]

Ridho Febrian [1500018083]

Mayang Notri.S [1500018102]

Vita Silvia [1500018114]

Indriyanto A. P [1500018118]

Prodi Teknik Informatika

Fakultas Teknologi Industri

Universitas Ahmad Dahlan

Yogyakarta

(2)

Latar Belakang

garam adalah salah satu bahan poko dalam masakkan. Indonesia salah satu produksen garam yang masih terbatas

produksinya di karenakkan asih menggunakkan cara tradisional dalam produksinya, yaitu dengan cara penyinaran

sinar matahari. Produksi garam di Indonesia ini hanya mampu memenuhi kebutuhan garam dalam negeri, in juga

salah satu dampak dari masih tradisionalnya cara produksi garam. Bahkan pada waktu-waktu sebelumnya di

Indonesia di katakkan sedang krisis garam, sehingga pemerintah meimpor garam dari Australia untuk memenuhi

kebutuhan garam di Indonesia. Dengan adanya keputusan tersebut berdampak pada harga garam local yang bisa

merugikan petani garam di Indonesia.

Dengan adanya data set ini kami bisa menghitung dan memperkirakkan dengan luas lahan, tingkat produktifitas

dapat mengetahui seberapa banyak garam yang bisa di produksi. Sehingga data set ini bisa jadi acuhan

pemerintahan untuk mengembangkan system pembuatan garam dan impor garam luar negeri yang bisa membebani

ptani garam.

Tujuan

Dengan menghitungan data set “Data Produksi Garam Setiap Provinsi Di Indonesia Menggunakkan K-Means Algoritm Clustering” :

1. Untuk mengetahui tingkat produktivitas pembuatan garam di setiap daerah

2. Untuk mengetahui tingkat produksi garam di setiap daerah

3. Untuk medapatkkan data yang telah dikelompokkan sehingga dapat menghasilkan informasi

(3)

Dasar teori

K-Means

K-Means adalah suatu metode penganalisaan data atau metode Data Mining yang melakukan proses pemodelan

tanpa supervisi (unsupervised) dan merupakan salah satu metode yang melakukan pengelompokan data dengan

sistem partisi. Metode k-means berusaha mengelompokkan data yang ada ke dalam beberapa kelompok, dimana

data dalam satu kelompok mempunyai karakteristik yang sama satu sama lainnya dan mempunyai karakteristik

yang berbeda dengan data yang ada di dalam kelompok yang lain. Dengan kata lain, metode ini berusaha untuk

meminimalkan variasi antar data yang ada di dalam suatu cluster dan memaksimalkan variasi dengan data yang ada

di cluster lainnya.

CLustering

Clustering atau klasterisasi adalah metode pengelompokan data. Menurut Tan, 2006 clusteringadalah sebuah

proses untuk mengelompokan data ke dalam beberapa cluster atau kelompok sehingga data dalam

satu cluster memiliki tingkat kemiripan yang maksimum dan data antarcluster memiliki kemiripan yang minimum.

Clustering merupakan proses partisi satu set objek data ke dalam himpunan bagian yang disebut

dengan cluster. Objek yang di dalam cluster memiliki kemiripan karakteristik antar satu sama lainnya dan berbeda

dengan cluster yang lain. Partisi tidak dilakukan secara manual melainkan dengan suatu algoritma clustering. Oleh

karena itu, clustering sangat berguna dan bisa menemukan group atau kelompokyang tidak dikenal dalam

data. Clustering banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti misalnya pada business inteligence, pengenalan

pola citra, web search, bidang ilmu biologi, dan untuk keamanan (security). Di dalam business

inteligence, clusteringbisa mengatur banyak customer ke dalam banyaknya kelompok. Contohnya

mengelompokan customer ke dalam beberapa cluster dengan kesamaan karakteristik yang kuat. Clustering juga

dikenal sebagai data segmentasi karena clustering mempartisi banyak data set ke dalam banyak group berdasarkan

(4)

Data Produksi Garam

Terdapat 415 data dengan 8 atribut :

1. Id : varchar 5 auto increatmen

2. Kabupaten : varchar 25

3. Nama provinsi : varchar 25

4. Param garam : varchar 15

5. Tahun : date

6. Luas lahan : int 15

7. Produksi : int 15

(5)

Data produksi garam setelah di filter

Data yang telah di clastering, yang awal 415 menjadi 351 data yang telah di filter, dengan 8 atribut :

1. Id : varchar 5 auto increatmen

2. Kabupaten : varchar 25

3. Nama provinsi : varchar 25

4. Param garam : varchar 15

5. Tahun : date

6. Luas lahan : int 15

7. Produksi : int 15

(6)

Penerapan dalam aplikasi anaconda

A.

Melakukan Import Library yang akan digunakan untuk clustering

B.

Melakukan Import data excel alumni kedalam python

Gambar 1 : hasil dari import data produksi garam, dengan jumlah data 415

C.

Seleksi kolom dari data frame yang akan dilakukan clustering keseluruhan

Gambar 2 : setting untuk mengatur berapa banyak kolom dan baris yang di gunakkan,

(7)

D.

Check kembali hasil formating data table apakah sudah sesuai

Gambar 3: pada gambar tersebut dapat di ketahu bahwa type data produksi dan produktivitas harus di

ubah ke float.

E.

Merubah type data obyek ke float pada data produksi dan produktivitas

Gambar 4 : hasil dari perubahan

F.

Cek kembali type data

Gambar 5 : data telah berubah dari objek ke float

G.

Ubah index dataframe agar lebih memudahkan dalam melakukan clustering.

(8)

H.

Ambil data PRODUKSI dan PRODUKTIVITAS untuk dilakukan cluster.

Gambar 7 : .as_matrix() merupakan konversi dataframe ke format matrix. Terbentuk matrik-matrik

I.

Proses clustering, clustering akan dilakukan pada data alumni dengan 2 jumlah feature

diantaranya IPK dan MASA STUDI. Jumlah cluster yang ditentukan adalah 3. Dengan ploting

graph 2 dimensi, dikarenakan menggunakan 2 jumlah feature. Perintah dapat dilihat sebagai

berikut.

(9)
(10)

Uji Coba Secara Manual

Gambar: contoh data dari data produksi garam di ambil 5 sempel data untuk di hitung

Langkah pertama algoritma K-means Menanyakan kepada pemakai algoritma k-means,

catatan-catatan yang ada akan dibuat menjadi berapa kelompok. Jika diambil

pengkelompokannya dengan jumlah tiga, nilai k-nya adalah 3 atau k=3

Kabupaten Produksi Produktivitas

Gambar : table yang telah di kelompokkan

Langkah Kedua algoritma K-Means

Pada langkah kedua algoritma ini, kita akan secara sembarang memilih k=3 buah titik pusat

(dari 5 data yang ada) sebagai pusat-pusat kelompok awal, misalnya:

a.

Catatan B sebagai pusat kelompok 1 sehingga m

1

= (2719.08 , 78),

b.

Catatan C sebagai pusat kelompok 2 sehingga m

2

= (1972.50 , 75),

c.

Catatan E sebagai pusat kelompok 3 sehingga m

3

= (1320 , 22),

Gambar: yang telah di symbol data kabupaten, untuk mempermudah perhitungan

Catetan :

ID Kabupaten NamaProvinsi ParamGara

m

(11)

Perhitungan rasio ke-1

 Langkah Ketiga algoritma K-Means kelompok

Pada langkah ini setiap data akan ditentukan pusat kelompok terdekatnya. Data tersebut akan ditetapkan

sebagai anggota kelompok yang terdekat pusat kelompoknya menggunakan rumus sebagai berikut:

Kabupaten Produksi Produktivitas

a. A1 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m1 (2719.08 , 78)

A1 = d (x,y) =√ √ √

b. A2 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m2 (1972.50 , 75)

A2 = d (x,y) =√ √ √

a. A3 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m3 (1320 , 22)

A3 = d (x,y) =√ √ √

Untuk penghitungan B1 sampai E3 dilakukan langkah yang sama seperti di atas. Dan Menghasilkan seperti yang

tampak dalam table dibawah ini:

(12)

Untuk setiap data akan ditentukan pusat kelompok terdekatnya dengan cara membandingkan nilai jarak setiap data dengan pusat M, dengan mencari nilai paling terkecil. Sehingga di dapatkan table dibawah ini :

Jarak ke pusat

Dari table 2 didapatkan keanggotaan sebagai berikut:

a.

Kelompok 1 (atau m1) ={A, B, D}

b.

Kelompok 2 (atau m2) = {C}, dan

c.

Kelompok 3 (atau m3) = {E}.

Pada langkah ini dihitung pula rasio antara besaran Between Cluster Variation (BCV) dengan Within

Cluster Variation (WCV), seperti berikut:

a.

Rumus untuk menghitung Between Cluster Variation (BCV) sebagai berikut:

Dimana i dan j adalah pusat kelompok. Karena pusat kelompok ada 3 dan d(m

i

,m

j

)

Menyatakan jarak Euclidean dari m

i

ke m

j

, Maka penyelesaian BCV menjadi sebagai berikut:

BCV= d(m1,m2) + d(m1,m3) + d(m2,m3)

Dengan m1 (2719.08 , 78), m2(1972.50 , 75), dan m3(1320 , 22), sehingga :

d (m1, m2) = √ √ √ d (m1, m3) = √ √ √ 1400.200288 d (m2, m3) = √ √ √

Sehingga didapatkan hasil sebagai berikut :

BCV= d(m

1

,m

2

) + d(m

1

,m

3

) + d(m

2

,m

3

)

(13)

b.

Rumus untuk menghitung Within Cluster Variation (WCV) sebagai berikut:

Dari table di atas didapatkan

Jarak terkecil A = 7558.820066

(14)

Perhitungan Rasio Ke-2

Langkah keempat Algoritma K-means (iterasi ke1)

Pada langkah ini, pembaruan pusat-pusat kelompok yang baru akan dilakukan seperti berikut:

Jarak ke pusat

Pada langkah ini, pembaruan pusat-pusat kelompok yang baru akan dilakukan seperti berikut:

a) m1 = rata-rata(mA, mB, mD) = 5527.3 , 77.66666667)

b) m2 = rata-rata(mC) = (1972.5 , 75)

c) m3 = rata-rata(mE) = (1320, 22)

selanjutnya, kita akan kembali ke langkah 3 untuk mencari pembadingan

Langkah ketiga Algoritma K-Means (iterasi-2)

A.

Pada langkah ini setiap nasabah akan ditentukan pusat kelompok terdekatnya. Nasabah tersebut

akan ditetapkan sebagai anggota kelompok yang terdekat pusat kelompok yang baru (cara

seperti langkah 3 diatas)

.

Contoh penghitungan:

a) A1 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m1 5527.3 , 77.66666667)

A1 = d (x,y) =√ √ √

b) A2 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m2 (1972.5 , 75)

A2 = d (x,y) =√ √ √

(15)

Dari table diatas didapatkan keanggotaan sebagai berikut:

Sehingga didapatkan hasil sebagai berikut :

BCV= d(m

1

,m

2

) + d(m

1

,m

3

) + d(m

2

,m

3

)

BCV = 3554.801 + 4207.668246 + 654.6489517 = 8417.118198

(16)

Perhitungan Rasio Ke-3

Langkah keempat Algoritma K-means (iterasi ke1)

Pada langkah ini, pembaruan pusat-pusat kelompok yang baru akan dilakukan seperti berikut:

Pada langkah ini, pembaruan pusat-pusat kelompok yang baru akan dilakukan seperti berikut:

m1 = rata-rata(mA) = (10277.9, 79)

m2 = rata-rata(, mB, mC , mD) =

m3 = rata-rata(mE) = (1320, 22)

Langkah ketiga Algoritma K-Means (iterasi-2)

Pada langkah ini setiap nasabah akan ditentukan pusat kelompok terdekatnya. Nasabah tersebut

akan ditetapkan sebagai anggota kelompok yang terdekat pusat kelompok yang baru (cara

seperti langkah 3 diatas)

.

Contoh penghitungan:

a) A1 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m1 (10277.9, 79)

A1 = d (x,y)=√ √

b) A2 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m2 (2758.833333 , 76.33333333)

A2 = d (x,y)=√ √

(17)

Dari table diatas didapatkan keanggotaan sebagai berikut:

a)

Kelompok 1 (atau m1) ={A}

b)

Kelompok 2 (atau m2) = {B, D}, dan

c)

Kelompok 3 (atau m3) = { C, E}.

Pada langkah ini dihitung pula rasio antara besaran Between Cluster Variation (BCV) dengan within

Cluster Variation (WCV), seperti berikut:

BCV= d(m

1

,m

2

) + d(m

1

,m

3

) + d(m

2

,m

3

)

Dengan m1

(10277.9, 79),

m2(2758.833333 ,76.33333333) dan m3(1320 , 22), sehingga :

d (m1, m2) =√

Sehingga didapatkan hasil sebagai berikut :

BCV= d(m

1

,m

2

) + d(m

1

,m

3

) + d(m

2

,m

3

)

BCV = 7519.06714 + 8958.081346 + 1439.858838 = 17917.00732

C.

Besar Rasio 3

WCV =

0 + 39.78825567+ 654.6489517 + 826.0867339+ 0 = 1520.523941

Sehingga besarnya rasio adalah

=

(18)

Perhitungan Rasio Ke-4

 Langkah keempat Algoritma K-means (iterasi ke1)

Pada langkah ini, pembaruan pusat-pusat kelompok yang baru akan dilakukan seperti berikut:

Jarak ke pusat

Pada langkah ini, pembaruan pusat-pusat kelompok yang baru akan dilakukan seperti berikut:

m1 = rata-rata(mA) = (10277.9, 79)

m2 = rata-rata(mB , mD) =

m3 = rata-rata(mC , mE) =

Langkah ketiga Algoritma K-Means (iterasi-2)

Pada langkah ini setiap nasabah akan ditentukan pusat kelompok terdekatnya. Nasabah tersebut

akan ditetapkan sebagai anggota kelompok yang terdekat pusat kelompok yang baru (cara

seperti langkah 3 diatas)

.

Contoh penghitungan:

a) A1 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m1 (10277.9, 79)

A1 = d (x,y)=√ √

b) A2 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m2 (3152 , 77)

A2 = d (x,y)=√ √

c) A3 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m3 (1646.25 , 48.5)

A3 = d (x,y)=√ √

m3(1646.25 , 48.5) Jarak terdekat ke kelompok

A1 0 A2 7125.900281 A3 8631.703886 m1

B1 7558.820066 B2 432.9211549 B3 1073.23551 m2

C1 8305.400963 C2 1179.501696 C3 327.3244759 m3

D1 6692.980672 D2 432.9211549 D3 1938.865034 m2

E1 8958.081346 E2 1832.825414 E3 327.3244759 m3

(19)

Dari table diatas didapatkan keanggotaan sebagai berikut:

d)

Kelompok 1 (atau m1) ={A}

e)

Kelompok 2 (atau m2) = {B, D}, dan

f)

Kelompok 3 (atau m3) = { C, E}.

Pada langkah ini dihitung pula rasio antara besaran Between Cluster Variation (BCV) dengan within

Cluster Variation (WCV), seperti berikut:

8305.400963 C2 1179.501696 C3 327.3244759 m3

D1

6692.980672 D2 432.9211549 D3 1938.865034 m2

E1

8958.081346 E2 1832.825414 E3 327.3244759 m3

Sehingga didapatkan hasil sebagai berikut :

BCV= d(m

1

,m

2

) + d(m

1

,m

3

) + d(m

2

,m

3

)

BCV = 7125.900281 + 8631.703886 + 1506.019692 = 17263.62386

Besar Rasio 4

WCV =

0 + 432.9211549 + 327.3244759 + 432.9211549 + 327.3244759 = 1520.491262

Sehingga besarnya rasio adalah

=

(20)

Perhitungan Rasio Ke-5

 Langkah keempat Algoritma K-means (iterasi ke1)

Pada langkah ini, pembaruan pusat-pusat kelompok yang baru akan dilakukan seperti berikut:

Jarak ke pusat

Pada langkah ini, pembaruan pusat-pusat kelompok yang baru akan dilakukan seperti berikut:

m1 = rata-rata(mA) = (10277.9, 79)

m2 = rata-rata(mB , mD) =

m3 = rata-rata(mC , mE) =

Langkah ketiga Algoritma K-Means (iterasi-2)

Pada langkah ini setiap nasabah akan ditentukan pusat kelompok terdekatnya. Nasabah tersebut

akan ditetapkan sebagai anggota kelompok yang terdekat pusat kelompok yang baru (cara

seperti langkah 3 diatas)

.

Contoh penghitungan:

d) A1 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m1 (10277.9, 79)

A1 = d (x,y)=√ √

e) A2 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m2 (3152 , 77)

A2 = d (x,y)=√ √

f) A3 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m3 (1646.25 , 48.5)

A3 = d (x,y)=√ √

m3(1646.25 , 48.5) Jarak terdekat ke kelompok

A1 0 A2 7125.900281 A3 8631.703886 m1

B1 7558.820066 B2 432.9211549 B3 1073.23551 m2

C1 8305.400963 C2 1179.501696 C3 327.3244759 m3

D1 6692.980672 D2 432.9211549 D3 1938.865034 m2

E1 8958.081346 E2 1832.825414 E3 327.3244759 m3

(21)

Dari table diatas didapatkan keanggotaan sebagai berikut:

g)

Kelompok 1 (atau m1) ={A}

h)

Kelompok 2 (atau m2) = {B, D}, dan

i)

Kelompok 3 (atau m3) = { C, E}.

Pada langkah ini dihitung pula rasio antara besaran Between Cluster Variation (BCV) dengan within

Cluster Variation (WCV), seperti berikut:

8305.400963 C2 1179.501696 C3 327.3244759 m3

D1

6692.980672 D2 432.9211549 D3 1938.865034 m2

E1

8958.081346 E2 1832.825414 E3 327.3244759 m3

Sehingga didapatkan hasil sebagai berikut :

BCV= d(m

1

,m

2

) + d(m

1

,m

3

) + d(m

2

,m

3

)

BCV = 7125.900281 + 8631.703886 + 1506.019692 = 17263.62386

Besar Rasio 5

WCV =

0 + 432.9211549 + 327.3244759 + 432.9211549 + 327.3244759 = 1520.491262

Sehingga besarnya rasio adalah

=

(22)

Perhitungan Rasio Ke-6

 Langkah keempat Algoritma K-means (iterasi ke1)

Pada langkah ini, pembaruan pusat-pusat kelompok yang baru akan dilakukan seperti berikut:

Jarak ke pusat

Pada langkah ini, pembaruan pusat-pusat kelompok yang baru akan dilakukan seperti berikut:

m1 = rata-rata(mA) = (10277.9, 79)

m2 = rata-rata(mB , mD) =

m3 = rata-rata(mC , mE) =

Langkah ketiga Algoritma K-Means (iterasi-2)

Pada langkah ini setiap nasabah akan ditentukan pusat kelompok terdekatnya. Nasabah tersebut

akan ditetapkan sebagai anggota kelompok yang terdekat pusat kelompok yang baru (cara

seperti langkah 3 diatas)

.

Contoh penghitungan:

g) A1 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m1 (10277.9, 79)

A1 = d (x,y)=√ √

h) A2 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m2 (3152 , 77)

A2 = d (x,y)=√ √

i) A3 didapatkan dari titik nasabah A(10277.9 , 79) dengan titik pusat m3 (1646.25 , 48.5)

A3 = d (x,y)=√ √

m3(1646.25 , 48.5) Jarak terdekat ke kelompok

A1 0 A2 7125.900281 A3 8631.703886 m1

B1 7558.820066 B2 432.9211549 B3 1073.23551 m2

C1 8305.400963 C2 1179.501696 C3 327.3244759 m3

D1 6692.980672 D2 432.9211549 D3 1938.865034 m2

E1 8958.081346 E2 1832.825414 E3 327.3244759 m3

(23)

Dari table diatas didapatkan keanggotaan sebagai berikut:

j)

Kelompok 1 (atau m1) ={A}

k)

Kelompok 2 (atau m2) = {B, D}, dan

l)

Kelompok 3 (atau m3) = { C, E}.

Pada langkah ini dihitung pula rasio antara besaran Between Cluster Variation (BCV) dengan within

Cluster Variation (WCV), seperti berikut:

8305.400963 C2 1179.501696 C3 327.3244759 m3

D1

6692.980672 D2 432.9211549 D3 1938.865034 m2

E1

8958.081346 E2 1832.825414 E3 327.3244759 m3

Sehingga didapatkan hasil sebagai berikut :

BCV= d(m

1

,m

2

) + d(m

1

,m

3

) + d(m

2

,m

3

)

BCV = 7125.900281 + 8631.703886 + 1506.019692 = 17263.62386

Besar Rasio 6

WCV =

0 + 432.9211549 + 327.3244759 + 432.9211549 + 327.3244759 = 1520.491262

Sehingga besarnya rasio adalah

=

(24)

Kesimpulan

Jarak ke pusat m1(10277.9 , 79)

jarak ke pusat m2(3152 , 77)

jarak ke pusat m3(1646.25 , 48.5)

Jarak terdekat ke kelompok

A1

0 A2 7125.900281 A3 8631.703886 m1

B1

7558.820066 B2 432.9211549 B3 1073.23551 m2

C1

8305.400963 C2 1179.501696 C3 327.3244759 m3

D1

6692.980672 D2 432.9211549 D3 1938.865034 m2

E1

8958.081346 E2 1832.825414 E3 327.3244759 m3

Pada perhitungan ke 4, 5 , 6 memiliki nilai batas yang sama dan nilai rasio yang sama maka perhitungan di

hentikan. Sebab nilai batas telah di temukan, yaitu :

m1 = rata-rata(mA) =C1 = (10277.9 , 79)

m2 = rata-rata(mB , mD) =C2 = (3152 , 77)

m3 = rata-rata(mC , mE) =C3 = (1646.25 ,48.5)

sehingga nilai batas tersebut di jadikkan sebagai acuhan data untuk menentukan pengelompokkan data setiap

claster.

Gambar

Gambar 1 : hasil dari import data produksi garam, dengan jumlah data 415
Gambar 6 : .reset_index(drop=True) merupakan reset index pada dataframe
Gambar 7 : .as_matrix() merupakan konversi dataframe ke format matrix. Terbentuk matrik-matrik
Gambar : table yang telah di kelompokkan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Metode ini mempartisi data ke dalam cluster/kelompok sehingga data yang memiliki karakteristik yang sama dikelompokkan ke dalam satu cluster yang sama dan data

3) Setelah menetukan titik pusat awal cluster langkah selanjutnya yaitu hitung jarak centroid setiap data ke masing-masing centroid menggunakan persamaan

Clustering adalah proses pengelompokan satu set objek data ke dalam beberapa kelompok atau cluster sehingga objek dalam sebuah cluster memiliki jumlah kemiripan

[1] Tujuan dari proses clustering yaitu untuk mengelompokkan data ke dalam suatu cluster , sehingga objek pada suatu cluster memiliki kemiripan yang sangat

Jarak hasil perhitungan akan dilakukan perbandingan dan dipilih jarak terdekat antara data dengan pusat cluster, jarak ini menunjukkan bahwa data tersebut berada dalam satu

Metode K-Means Clustering adalah salah satu metode cluster analysis non hirarki yang berusaha untuk mengelompokkan data- data yang ada kedalam satu atau lebih cluster atau kelompok,

Pemilihan Centroid Secara Acak Centroid Jam Operasi Alat Frekuensi Kerusakan C1 2 0,1 C2 12 0,25 C3 24 0,85 Cluster 1 : diambil dari data ke-6 Cluster 2 : diambil dari data ke-2

Pada metode K-Means data di kelompokan menjadi beberapa kelompok dimana setiap kelompok mempunyai karakteristik yang mirip atau sama dengan lainnya namun dengan kelompok lainnya