• Tidak ada hasil yang ditemukan

S KOR 1002956 Chapter3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S KOR 1002956 Chapter3"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

24 Restu Widya Pratama, 2016

PERBANDINGAN STANDING SHOOT, JUMP SHOOT, SIDE SHOOT DENGAN FLYING SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk

mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, hal dijelaskan oleh

Sugiyono (2011, hlm.02).

Penggunaan metode dalam suatu penelitian disesuaikan dengan

masalah dan tujuan penelitian. Masalah dan tujuan yang ingin dicapai dalam

penelitian, yaitu apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara standing

shoot, jump shoot, side shoot, flying shoot terhadap hasil tembakan pada

cabang olaharga bola tangan. Sedangkan tujuan penelitiannya yaitu, untuk

mengetahui perbandingan antara standing shoot, jump shoot, side shoot,

flying shoot terhadap hasil tembakan pada cabang olahraga bola tangan.

Atas hal-hal yang sudah diuraikan sebelumya dan dilihat dari tujuan

penelitian, maka peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif.

Dimana tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil

tembakan antara standing shoot, jump shoot, side shoot, dan flying shoot.

Metode ini tepat digunakan dalam memperoleh data dan menganalisis data

untuk menarik kesimpulan sesuai dengan masalah yang dikaji. Dalam

Sukmadinata (2012, hlm. 54) menyatakan bahwa:

“Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlansung pada saat ini atau saat yang lampau. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau perubahan pada variable-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya”.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian

deskriptif adalah penelitian yang memiliki tujuan untuk menggambarkan

(2)

Restu Widya Pratama, 2016

PERBANDINGAN STANDING SHOOT, JUMP SHOOT, SIDE SHOOT DENGAN FLYING SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dengan mencari perbandingan antara variable-variabel. Secara spesifik

dapat dikemukakan bahwa penelitian ini ingin meneliti perbedaan antara

standing shoot, jump shoot, side shoot, flying shoot terhadap hasil tembakan

pada cabang olahrga bola tangan.

B. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi Penelitian

. Populasi adalah sekumpulan orang, hewan, tumbuhan atau benda

yang mempunyai karakteristik tertentu yang akan diteliti Mulyatiningsih,

(2013, hlm.9). Sedangkan menurut Sugiyono (2013, hlm.119) yang

dimaksud dengan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas

obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu

yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya. Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini

adalah anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Tangan Universitas

Pendidikan Indonesia yang berjumlah 52 orang mahasiswa, 30 orang

berjenis kelamin laki-laki dan 22 orang berjenis kelamin perempuan.

2. Sampel Penelitian

Sampel merupakan bagian dari populasi Mulyatiningsih (2012,

hlm.10) sedangkan menurut Sugiyono (2009, hlm.81) sampel adalah

bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi terebut.

adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini

adalah teknik Purposive Sampling, yaitu sasaran sampel yang diteliti telah

memiliki karakteristik tertentu sehingga tidak mungkin diambil sampel

lain yang tidak memenuhi karakteristik yang telah ditetapkan.

Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa

UPI Bandung sejumlah 15 orang yang tergabung dalam UKM Bola

(3)

Restu Widya Pratama, 2016

PERBANDINGAN STANDING SHOOT, JUMP SHOOT, SIDE SHOOT DENGAN FLYING SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Jenis kelamin Laki-laki

2. Anggota UKM Bola Tangan UPI Bandung

3. Aktif dalam mengikuti latihan

4. Pernah mengkuti kejurnas atau berbagai kejuaraan Bola Tangan

C. Desain Penelitian

Untuk memperlancar proses penelitian maka perlu dilakukan

langkah-langkah yang akan peneliti lakukan dalam penelitian ini. Desain penelitian

ini diharapkan bisa menjadi pedoman bagi peneliti dalam melaksanakan

setiap langkah-langkah penelitian yang akan diambil agar proses penelitian

berjalan sesuai dengan prosedur yang benar dalam rangka melakukan

penelitian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, desain penelitian

yang digunakan adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1

Desain Penelitian

Keterangan :

X : Standing shoot, jump shoot, side shoot, dan flying shoot

Y : Hasil tembakan

(4)

Restu Widya Pratama, 2016

PERBANDINGAN STANDING SHOOT, JUMP SHOOT, SIDE SHOOT DENGAN FLYING SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Gambar 3.2

Langkah-langkah Penelitian

D. Instrumen Penelitian

Populasi

Sampel

Pengambilan Data

Pengolahan Data dan Analisis Data

(5)

Restu Widya Pratama, 2016

PERBANDINGAN STANDING SHOOT, JUMP SHOOT, SIDE SHOOT DENGAN FLYING SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Instrument adalah alat untuk memperoleh informasi. Instrument ini

banyak ragamnya, sesuai dengan jenis informasi yang akan dikumpulkan.

Suatu syarat yang harus diperhatikan dalam memilih instrument adalah

instrument tersebut harus valid (dapat mengukur apa yang hendak di ukur)

dan reliabel (ketetapan hasil). Dalam Arby (2011, hlm.35) menguji tingkat

validitas 0.91 dan Reliabilitas 0.92

Sebagai usaha untuk meningkatkan prestasi dalam cabang olahraga

bola tangan, diperlukan tes dan pengukuran untuk menganalisis dan

mengetahui sejauh mana materi latihan yang telah diberikan. Karena peran

serta tes dan pengukuran akan memberikan gambaran yang pasti akan

kondisi penguasaan teknik/kondisi fisik atlet tersebut. Adapun pengertian

tes menurut Nurhasan dan Cholil (2007, hlm.3) mengartikan bahwa “ Tes

adalah merupakan suatu alat atau prosedur yang digunakan untuk

mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana dengan cara dan

aturan-aturan yang sudah ditentukan”. Sedangkan pengertian pengukuran menurut

Nurhasan (2007, hlm.5) adalah “Pengukuran adalah proses pengumpulan

data/informasi dari suatu objek tertentu, dalam proses pengukuran

diperlukan suatu alat ukur”.

Berkaitan dengan penelitian ini, maka instrumen yang penulis

gunakan adalah:

1. Pelaksanaan tes standing shoot,jump shoot, side shoot dan flying

shoot adalah sebagai berikut :

Testee harus melakukan standing shoot, jump shoot, side shoot dan

flying shoot masing-masing 6 kali berturut-turut dari tiga tempat pos yang

(6)

Restu Widya Pratama, 2016

PERBANDINGAN STANDING SHOOT, JUMP SHOOT, SIDE SHOOT DENGAN FLYING SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Alat : 1. Gawang

2. Meteran

3. Tali

4. Peluit

5. Bola

Pelaksanaan : 1. Menyiapkan perlengkapan administrasi

2. Testee diberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum

melakukan tes Standing shoot

3. Setelah mendengar aba-aba “ya” testee melakukan

Standing Shoot 6x berturut-turut dan langkah harus

bertolak/bertumpu di dalam kotak tumpuan (1x1 m)

yang berada di tengah (di garis hukuman 7 meter).

Penilaian : 1. Shooting dinyatakan berhasil apabila bola secara

langsung mengenai sasaran/kolom point yang ada di

gawang

2. Skor yang diperoleh kemudian diambil sesuai

hasil tembakan yang paling terbaik.

3. Bila bola mengenai sasaran pada bagian garis

batas daerah skor, maka diambil yang paling besar.

4. Shooting dianggap gagal apabila testee melewati

kotak tumpuan, tidak melakukan dengan usaha yang

maksimal, bola memantul ke tanah, dan bola tidak

(7)

Restu Widya Pratama, 2016

PERBANDINGAN STANDING SHOOT, JUMP SHOOT, SIDE SHOOT DENGAN FLYING SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Mengenai gambar gawang dan letak skor untuk tes Standing shoot

dapat dilihat pada gambar 3.3

.

0,5 0,5 1m 0,5 0,5

� � �

Keterangan :

5 7

5 3 1 3

7

(8)

Restu Widya Pratama, 2016

PERBANDINGAN STANDING SHOOT, JUMP SHOOT, SIDE SHOOT DENGAN FLYING SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu � , � , � : Testee yang melakukan Standing shoot

: Arah lari testee ke kotak tumpuan

: Kotak tumpuan di garis hukuman 7 meter dari

gawang

E. Prosedur Pengolahan Data

Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan

program Statistical Product and Service Solution (SPSS) Series 23. Asumsi

hasil penelitian terdiri atas beberapa hal sebagai berikut :

1. Deskripsi Data

Deskripsi data dalam hal ini mengungkap mengenai gambaran data

hasil penelitian. Pengolahan dilakukan dengan menggunakan menu analyze

description explore data pada program SPSS.

Data yang yang menghitung besaran-besaran statistika seperti;

rata-rata, median, modus, simpangan baku (standar deviasi) pada standing shoot,

jump shoot, side shoot, dan flying shoot. Kemudian menyajikan

besaran-besaran tersebut dalam bentuk tabel. Selain itu, pada statistika deskriptif

dilakukan juga penyajian data tentang karateristik-karakteristik yang

dimiliki subjek penelitian.

Dalam penyajian deskripsi data, penulis hanya menyampaikan lima

item saja, yaitu rata-rata, standar deviasi, skor terendah, skor tertinggi.

Tetapi untuk mempermudah pembaca dalam mengetahui hasil penelitian

yang penulis lakukan, maka wajib hukumya untuk menyusun hasil data

(9)

Restu Widya Pratama, 2016

PERBANDINGAN STANDING SHOOT, JUMP SHOOT, SIDE SHOOT DENGAN FLYING SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Inferential Data

Inferensial berisi uraian tentang rancangan pengujian hipotesis,

seperti:

a. Merumuskan hipotesis penelitian menjadi hipotesis statistik,

sehingga muncul hipotesis nol H0 dan hipotesis alternatif H1.

b. Menguji asumsi-asumsi yang diisyaratkan sebelum menggunakan

suatu rumus statistik uji

c. Menghitung nilai statistika uji

d. Mencari nilai statistik tabel

e. Membandingkan nilai statistik uji dengan statistik tabel atau

membandingkan nilai sig. (p-value) dengan taraf signifikansi α

yang diambil untuk menguji apakah hipotesis nol H0 diterima atau

ditolak pada taraf signifikansi α tertentu.

f. Pengambilan kesimpulan.

3. Teknik Analisis Data

a. Uji Normalitas

Uji normalitas data dilakukan untuk pengolahan data selanjutnya

apakah kaidah statistik parametrik atau nonparametrik. Dalam program

SPSS ada dua teknik pengujian normalitas, yaitu uji Kolmogorov-Smirnov

dan uji Shaipro-Wilk.

Kriteria Uji : Terima H0 jika nilai Sig.(p-value) ≥ α (0,01 s.d 0,05) dan

Tolak H0 jika nilai Sig.(p-value) < α (0,01 s.d 0,05).

Hipotesis standing shoot, jump shoot, side shoot, dan flying shoot :

H0 : Data hasil tembakan standing shoot, jump shoot, side shoot, dan flying

(10)

Restu Widya Pratama, 2016

PERBANDINGAN STANDING SHOOT, JUMP SHOOT, SIDE SHOOT DENGAN FLYING SHOOT TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA CABANG OLAHRAGA BOLA TANGAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

H1 : Data hasil tembakan standing shoot, jump shoot, side shoot, dan flying

shoot Berdistribusi tidak normal

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk pengolahan data selanjutnya, apakah

digunakan uji parametrik atau nonparametrik. Dalam program SPSS, uji

homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji Levene.

Kriteria Uji : Terima H0 jika nilai Sig.(p-value) ≥ α (0,01 s.d 0,05) dan

Tolak H1 jika nilai Sig.(p-value) < α (0,01 s.d 0,05).

Hipotesis formatif assesmen dengan umpan balik :

H0: Data hasil tembakan standing shoot, jump shoot, side shoot, dan flying

shoot bervariansi homogen

H1 : Data hasil tembakan standing shoot, jump shoot, side shoot, dan flying

shoot bervariansi tidak homogen

c. Uji Hipotesis Komparatif Lebih dari Dua Variabel Independent

Sebelum melakukan pengujian dengan ANAVA, terlebih dahulu harus

diuji data keempat kelompok sampel yang akan diperbandingkan

berdistribusi normal atau tidak, dan variansi data keempat kelompok sampel

homogen atau tidak. Jika diketahui bahwa salah satu atau keempat data

kelompok sampel tidak berdistribusi normal maka uji-t tidak dapat

dilakukan, sehingga dalam pengujian hipotesis anda harus menggunakan

kaidah-kaidah statistika nonparametrik H Kruskal-Wallis. Sedangkan jika

keempat kelompok sampel yang akan diperbandingkan berdistribusi normal

maka uji-t layak untuk digunakan.

Kriteria uji:

Gambar

Gambar 3.2 Langkah-langkah Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan power tungkai dan jarak tembakan terhadap ketepatan jump shoot pada tim basket putra UPI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Hubungan power tungkai dan jarak tembakan terhadap ketepatan jump shoot pada tim basket putra UPI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Hubungan power tungkai dan jarak tembakan terhadap ketepatan jump shoot pada tim basket putra UPI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Hubungan power tungkai dan jarak tembakan terhadap ketepatan jump shoot pada tim basket putra UPI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Hubungan power tungkai dan jarak tembakan terhadap ketepatan jump shoot pada tim basket putra UPI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

PERBANDINGAN FLYING SHOOT DENGAN AWALAN DAN FLYING SHOOT TANPA AWALAN TERHADAP HASIL KETEPATAN DAN KECEPATAN TEMBAKAN PADA ATLET UKM BOLA TANGAN

PERBANDINGAN HASIL TEMBAKAN ANTARA DRIBBLE JUMP SHOOT DENGAN PASSING JUMP SHOOT DALAM PERMAINAN BOLA BASKET.. Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan adalah tes dribble jump shoot dan passing jump shoot, jump shoot dilakukan dalam daerah tembakan medium shoot yang berjarak 4,6 meter