KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR.176/Kpts/Tp.310/3/2003 tanggal 12 Maret 2003
HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR
PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2003
MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :
a. bahwa dalam rangka meningkatkan produksi komoditas pertanian menuju kemandirian pangan nasional, dengan Keputusan Menteri Pertanian No.08/Kpts/TP.260/1/2003 telah ditetapkan Kebutuhan Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian;
b. bahwa sesuai Pasal 10 ayat (4) Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.70/MPP/Kep/2/2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian, penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi menjadi kewenangan Menteri Pertanian;
c. bahwa atas dasar hal-hal tersebut diatas dipandang perlu menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2003 dengan Keputusan Menteri Pertanian;
Mengingat :
1. Undang-undang No.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman; 2. Undang-undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; 3. Peraturan Pemerintah No.8 Tahun 2001 tentang Pupuk Budidaya Tanaman;
4. Keputusan Presiden No.228/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong; 5. Keputusan Presiden No.102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan,
Susunan Organisasi dan Tugas Departemen;
6. Keputusan Presiden No.109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen; 7. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.634/MPP/Kep/9/2002 tentang Ketentuan
dan Tata Cara Pengawasan Barang Dan Atau Jasa Yang Beredar di Pasar;
8. Keputusan Menteri Pertanian No.08/Kpts/TP.260/1/2003 tentang Kebutuhan Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2003;
9. Keputusan Menteri Pertanian No.09/Kpts/TP.260/1/2003 tentang Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pupuk An-Organik;
10. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.70/MPP/Kep/2/2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian;
Memperhatikan :
Hasil Kesepakatan antara Pemerintah dengan Panitia Anggaran DPR-RI
M E M U T U S K A N :
Menetapkan : KESATU :
Menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2003;
KEDUA :
Pupuk bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU yaitu Pupuk Urea, SP-36, ZA dan NPK dengan komposisi N:P:K = 15:15:15 dan 20:10:10, yaitu disediakan oleh produsen pupuk untuk pertanian yang meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, dan atau hijauan makanan ternak.
KETIGA :
KEEMPAT :
HET sebagaimana dimaksud dalama diktum KETIGA ditetapkan sebagai berikut : a. Pupuk Urea = Rp. 1.150,- per kg;
b. Pupuk SP-36 = Rp. 1.500,- per kg; c. Pupuk ZA = Rp. 1.000,- per kg; d. Pupuk NPK = Rp. 1.750,- per kg.
KELIMA :
Produsen, distributor dan pengecer dalam penjualan pupuk bersubsidi sebagaimana dimaksud diktum KESATU harus mempertimbangkan HET sebagaimana dimaksud dalam diktum KEEMPAT.
KEENAM :
Pengecer sebagaimana dimaksud dalam diktum KELIMA harus mencantumkan HET pupuk bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam diktum KEEMPAT pada papan harga yang mudah terlihat dan terbaca oleh pembeli.
KETUJUH :
Pengecer sebagaimana dimaksud dalam diktum KELIMA yang menjual pupuk bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU melebihi HET sebagaimana dimaksud dalam diktum KEEMPAT pengakuannya sebagai pengecer akan dicabut.
KEDELAPAN :
Komisi Pengawasan Pupuk Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap penyaluran, penggunaan dan pelaksanaan HET Pupuk Bersubsidi yang dilakukan oleh produsen, distributor dan pengecer sebagaimana dimaksud dalam diktum KELIMA.
KESEMBILAN :
Keputusan ini mulail berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 12 Maret 2003
MENTERI PERTANIAN,
ttd