SURAT EDARAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NOMOR SE-19/BC/2003, TANGGAL 9 JUNI 2003
TENTANG
PEMBERLAKUAN KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN NOMOR 276/MPP/KEP/4/2003 TANGGAL 9 APRIL 2003 JO
NOMOR 389/MPP/KEP/5/2003 TANGGAL 29 MEI 2003 ATAS IMPORTASI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL
Yth.
1. Kepala Kantor WIlayah
2. Kepala Kantor Pelayanan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sehubungan dengan terbitnya Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (KMPP) No. 276/MPP/Kep/4/2003 Tanggal 9 April 2003 tentang Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) jo. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan NO. 389/MPP/Kep/5/2003 tanggal 29 Mei 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 276/MPP/Kep/4/2003 tentang Verifikasi Atau Penelusuran Teknis Impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Terhadap importasi TPT sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (KMPP) No. 276/MPP/Kep/4/2003 tanggal 9 April 2003 yang akan diberlakukan efektif setelah tanggal 9 Juni 2003 , wajib terlebih dahulu dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis sebelum pengapalan.
2. Dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 389/MPP/Kep/5/2003 tanggal 29 Mei 2003 kewajiban verifikasi dan penelusuran teknis tersebut tidak diberlakukan terhadap importir TPT sebagai berikut:
a. yang dimaksukkan kedalam KB atau GB dan Kawasan Perdagangan Bebas Sabang;
b. yang merupakan:
1. barang keperluan Pemerintah dan Lembaga Negara Lainnya; 2. barang keperluan penelitian dan pengembangan teknologi;
3. barangbantuan teknik dan bantuan proyek bedasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1995;
4. barang hibah; 5. barang contoh; 6. barang pindahan;
7. barang pribadi penumpang atau awak sarana pengangkut atau pelintas batas dan barang promosi;
8. barang kiriman melalui jasa kurir dengan menggunakan pesawat udara;
9. barang kiriman tanpa melalui jasa kurir dengan menggunakan pesawat udar yang bernilai sebesar FOB US$ 1.000 atau kurang.
3. Verifikasi dan Penelusuran Teknis dilakukan oleh Surveyor di pelabuhan muat dan khusus untuk importasi TPT dimaksud dari KB dan GB ke DPIL, dilakukan di KB dan GB tempat barang tersebut berada.
4. Hasil verifikasi dan penelusuran teknis oleh Surveyor dituangkan dalam bentuk Laporan Surveyor (LS) yang merupakan dokumen importir yang wajib dilampirkan pada pengajuan Pemberitahuan Impor Barang (PIB).
5. Kewajiban melampirkan LS dalam pengajuan PIB diberlakukan terhadap PIB yang diberi nomor pendaftaran sejak tanggal 10 Juni 2003.
6. Berdasarkan uraian di atas, mulai tanggal 10 Juni 2003 pengajuan PIN atas importasi TPT sebagaimana dimaksud dalam KMPP No. 276/MPP/Kep/4/2003 jo. No. 389/MPP/Kep/5/2003 di KPBC pelabuhan bongkar dan KPBC yang mengawasai KB dan GB wajib dilampirkan LS.
7. Pada pengajuan dokumen pelengkap pabean dalam rangka pengeluaran dengan fasilitas PIB Berkala, untuk importasi TPT sebagaiamana dimaksud dalam KMPP No. 276/MPP/Kep/4/2003 jo. No. 389/MPP/Kep/5/2003 wajib dilampirkan LS. 8. Apabila pengajuan PIB dan dokumen pelengkap pabean dalam rangka pengeluaran
dengan fasilitas PIB Berkala berlaku untuk importasi sebagaimana dimaksud Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 276/MPP/Kep/4/2003 jo. No. 389/MPP/Kep/5/2003 tidak dilampirkan LS maka TPT dimaksud harus dilakukan reekspor.
9. Kegiatan Verifikasi atai Penelusuran teknis oileh Surveyor dan kewajiban melampirkan LS tersebut di atas tidak mengurangi kewenangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk melakukan pemeriksaan pabean.
Demikian disampaikan untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. DIREKTUR JENDERAL,
ttd