• Tidak ada hasil yang ditemukan

positioning paper klaster perikanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "positioning paper klaster perikanan"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

POSI TI ON PAPER KPPU

TERKAI T KEBI JAKAN

KLASTER PERI KAN AN TAN GKAP

KOM I SI PEN GAW AS PERSAI N GAN USAH A

REPUBLI K I N D ON ESI A

(2)

POSI TI ON PAPER KPPU

TERKAI T KEBI JAKAN KLASTER PERI KAN AN TAN GKAP

Sekt or per ikanan m erupakan sekt or st r at egis dalam per ekonom ian I ndonesia

m engingat I ndonesia m em iliki pot ensi kelaut an dan fishing gr ound yang sangat

luas. Selain it u, k eanek ar agam an biot a di laut I ndonesia yang sangat ber agam

m enam bah pot ensi ekonom i t inggi bagi bangsa I ndonesia. Nam un dem ikian,

sifat indust r i per ikanan t angkap yang open acess t elah m em unculkan adanya

isu over fishing. Kondisi t er sebut t ent u sangat m engkhaw at irkan kar ena secar a

ekonom i dapat m enim bulkan inefisiensi ser t a penur unan st ok sum ber daya

per ikanan. Oleh k ar ena it u, KPPU m em aham i bahw a pem erint ah per lu

m elakukan t indakan unt uk m engelola sum ber daya per ikanan t er sebut supaya

t et ap m em ber ikan m anfaat yang ber kelanj ut an bagi r akyat I ndonesia.

Nam un dem ikian, set iap kebij akan yang dit uj ukan Pem er int ah unt uk m engelola

sum ber daya per ikanan, t et ap harus m em ber ikan kesem pat an yang luas bagi

set iap pelak u usaha unt uk m asuk dan keluar dar i pasar at au indust r i per ikanan

t angkap. Sehingga kebij akan pem er int ah t et ap m endukung adanya kom pet isi.

Pada akhir nya, kom pet isi t er sebut dihar apkan dapat m eyediakan pr oduk yang

cukup dengan har ga t er j angkau bagi konsum en.

Mencer m at i kondisi t er sebut , KPPU m enem ukan fakt a bahw a t er dapat kebij akan

Pem er int ah yang ber pot ensi m engakibat kan pr akt ek m onopoli dan per saingan

usaha t idak sehat , yait u Per at ur an Ment er i Nom or 5 Tahun 2008 Tent ang Usaha

Per ikanan Tangkap, khususnya Pasal 74, y ang ber isi t ent ang usaha

penangkapan ik an yang diat ur dalam sist em kalst er .

Penger t ian klast er pada pasal t er sebut m enim bulkan ker ancuan kar ena dapat

diint er pr et asikan ber beda. Sist em klast er dim aknai sebagai ket er paduan sist em

indust r i dalam sat u kaw asan, sehingga pengelolaan per ikanan dengan sist em

klast er ber ar t i m em bangun pusat indust r i penangkapan ik an yang t er int egr asi

dengan indust r i penduk ung lainnya dalam suat u kaw asan, sehingga efisiensi

ak an t ercipt a. Nam un di sisi lain, t erdapat penger t ian klast er per ikanan yang

ber beda. Klast er per ikanan yang dibat asi pada koor dinat t er t ent u m enj adi

suat u w ilayah yang dapat dikuasai oleh pihak t er t ent u.

Per bedaan pem aham an m engenai klast er t er sebut m enim bulkan kekhaw at iran

ber bagai pihak kar ena dianggap ber pot ensi m enim bulkan pr akt ek m onopoli dan

(3)

dar i dam pak kebij akan m engenai pengelolaan indust r i per ikanan t angkap

dengan sist em klast er ini.

1 . I n du st r i Pe r ik a n a n Ta n gk a p di I n don e sia

I ndust r i per ikanan t angkap m er upakan indust r i dengan sum ber daya yang

m em iliki akses t er buka sehingga dapat dim anfaat kan oleh siapa saj a. Sifat

indust r i per ikanan yang t er buk a t er sebut m engakibat kan t idak adanya

ham bat an bagi pelaku usaha unt uk m asuk dan keluar dar i indust ri t er sebut .

Selain it u, t idak ada pula ham bat an unt uk m engek sploit asi sebany ak m ungk in

sum ber daya per ikanan yang t er sedia.

Sum ber daya per ikanan m er upakan sum ber daya t erbar ukan. Sehingga

j um lah st ok ik an di laut sebenarnya akan t er us ber kem bang hingga bat as daya

dukung lingk ungannya. Nam un, laj u penam bahan j um lah populasi ik an

t er sebut sangat t er gant ung pada fakt or int er nal ik an t er sebut ser t a fakt or

ekst er nal lingkungannya. Selain dua hal t er sebut , fakt or m anusia sebagai

pelaku yang m engam bil m anfaat dar i sum ber daya per ikanan, akan sangat

m em pengar uhi.

Perilak u m anusia dalam m engeksploit asi sum ber day a perik anan ak an t urut

m em pengar uhi j um lah st ok ikan yang ber ada di laut . Laj u per t um buhan

populasi akan t er us m eningkat dan akan m enur un set elah m encapai t it ik

opt im um per t um buhannya, sedangkan per ilaku m anusia dalam m engekst r aksi

per ikanan akan t er us m eningkat selam a pelaku usaha m asih m elihat adanya

keunt ungan dar i kegiat an penangkapan ik an. Pada akhir nya akan t erj adi

inefisiensi ek onom i k arena pelak u usaha t idak m endapat kan k eunt ungan y ang

opt im um dar i kegiat an ekst r aksi sum ber daya per ikanan.

Dengan m elihat k ondisi sum ber day a perikanan dan per ilaku pelaku usaha yang

t er us ber upaya unt uk m em aksim um kan hasil t angkapan, per lu dilakukan

pengelolaan per ikanan supaya t et ap lest ar i dan m em berik an hasil y ang

ber kelanj ut an. Unt uk m encapai t uj uan t erebut per lu dilakukan pem bat asan

baik dari sisi out put m aupun input . Beberapa pem bat asan dari sisi input dan

out put yang bisa dilakukan m enur ut pendapat beber apa ahli pengelolaan

perik anan ant ara lain :

1. I nput Cont r ol, yait u pengat ur an j um lah effor t ( usaha) yang dikeluar kan

dalam m elakukan kegiat an penangkapan ik an m eliput i :

a. Lim m it ing ent ry , yait u m em bat asi j um lah nelayan yang dapat

(4)

b. Lim m it ing capacit y per vessel, y ait u m em bat asi j enis sert a ukuran k apal

dan alat t angkap yang digunakan

c. Lim m it ing t im e and locat ion, yait u m em bat asi w ak t u dan lok asi penangkapan ik an

2. Out put Cont rol, yait u pem bat asan hasil t angkapan set iap nelayan. Meliput i:

a. Tot al Allow able Cat ch ( TAC) , yait u bat asan j um lah ik an m aksim um yang

dapat dit angkap oleh selur uh nelayan per t ahun

b. I ndividual Quot as, yait u pem ber ian kuot a penangkapan ik an kepada

set iap individu yang m elakukan penangkapan ikan

c. Com m unit y Quot as, yait u pem ber ian kuot a penangkapan ik an kepada

suat u kelom pok.

Gam bar . Pengelolaan Sum ber Daya Per ikanan

Sum ber : Diskusi KPPU dengan Dr . Ar if Sat r ia, t anggal 6 Ok t ober 2010

Beberapa best pr act ice pengelolaan sum ber daya per ikanan di dunia

m enunj uk an bahw a ham pir sem ua negar a m elakukan pem bat asan pada sisi

out put . Misalny a Aust ralia y ang m enerapk an I TQ ( I ndividual Transfer able

Quot a) , dan beber apa negar a lain yang m em bat asi hasil t angkapan par a pelaku usahanya. Adapun Jepang m ener apkan TURF ( Ter r it or ial Use Right Fisher ies)

m er upakan kebij akan pengelolaan per ikanan dengan m em bagi w ilayah

pengelolaan kepada koper asi at au kelom pok m asyar akat set em pat dan bukan

(5)

Pot ensi per ikanan t angkap yang besar di I ndonesia t elah m enar ik banyak

pelak u usaha baik inv est or dalam negeri m aupun inv est or asing unt uk

ber invest asi dalam usaha per ikanan t angkap di I ndonesia. Jika dilihat dar i

pot ensinya, sum ber daya per ikanan yang t erk andung dalam w ilayah per airan

Nasional dan Zona Ekonom i Eksklusif I ndonesia ( ZEEI ) yang seluas 5,8 j ut a Km2 adalah sebesar 6,26 j ut a t on/ t ahun. Dar i Jum lah ini sekit ar 26,3 % berada

diper air an Maluku dan m enyebar pada beberapa laut pot ensial seper t i Laut

Banda, sebesar 240.948 t on/ t ahun, Laut Ser am , sebesar 45.199 t on/ t ahun, dan

Laut Ar afura sebesar 171.093,6 t on/ t ahun ( Sum ber : DKP, 2008, disam paikan

dalam per t em uan dengan KPPU t anggal 19 Okt ober 2009) . Gam baran t ersebut

diat as m enunj uk an bahw a per airan Laut Arafur a m em ilik i pot ensi per ikanan

yang sangat besar unt uk dikem bangkan lagi dem i kesej aht er aan m asyar akat .

Laut Ar afura m enj adi fishing gr ound unt uk beber apa j enis ikan pelagis besar

dan kecil, udang, ser t a ikan dem er sal dengan j um lah yang besar seper t i t elah

disebut kan sebelum nya. Dat a Kem ent erian Kelaut an dan Per ikanan t ahun 2006

m enunj uk kan bahw a Wilayah Penangkapan Per ikanan Laut Ar afur a unt uk j enis

udang ber ada pada kondisi over exploit ed, sert a unt uk ik an j enis lain berada

pada posisi fully exploit ed. Laj u peningkat an upay a penangkapan di Laut

Ar afur a t elah m elebihi laj u per t um buhan populasi ik an di laut t ersebut . Kondisi

sepert i ini t ent u dapat m engancam k eberlanj ut an dan kelest ar ian sum ber day a

ikan yang pada akhir nya akan m er ugikan bagi m asyar akat . Hal ini, t idak hanya

ber laku di laut Ar afur a, kondisi t er sebut t erj adi j uga di ham pir selur uh w ilay ah

penangkapan ikan di indonesia. Sehingga kem ungkinan dam pak kegiat an

penangkapan ikan t er hadap kelest ar ian sum ber daya akan sam a di selur uh

w ilayah I ndonesia.

2 . Pa sa l 7 4 Pe r m e n N o.5 Ta h u n 2 0 0 8 Te n t a n g Usa h a Pe r ik a n a n Ta n gk a p

Unt uk m engem bangkan indust r i pengolahan hasil per ikanan di I ndonesia

m elalui pengem bangan usaha penangkapan ikan secar a t er padu, m aka Ment er i

Kelaut an dan Per ikanan pada t ahun 2008 t elah m er evisi Per at ur an Ment er i

Kelaut an dan Per ikanan Nom or : PER.17/ MEN/ 2006 m enj adi Per m en

Nom or : PER.05/ MEN/ 2008 t ent ang Usaha Per ikanan Tangkap. Dalam per at ur an

ini, I ndonesia didor ong unt uk m eningkat kan st at us I ndonesia dar i negar a

pr odusen bahan baku m enj adi negar a indust r i per ikanan yang dapat

m encipt akan lapangan ker j a di dalam neger i. Ber ikut adalah kut ipan dar i Pasal

(6)

Pasal 74

Usaha Per ikanan Tangkap Ber basis Klast er

1. Usaha per ikanan t angkap t er padu dapat dilaksanakan m elalui pola usaha per ikanan t angkap ber basis klast er .

2. Usaha per ikanan t angkap ber basis klast er sebagaim ana dim aksud pada ayat ( 1) m eliput i ket er paduan kegiat an usaha penangkapan ikan dan UPI di w ilayah t er t ent u di dalam neger i.

3. Ka w a sa n k la st e r dit e t a pk a n be r da sa r k a n ba t a sa n

k oor din a t da e r a h pe n a n gk a pa n ik a n .

4. Kegiat an usaha per ikanan t angkap ber basis klast er har us m em per hat ikan kepent ingan nelayan lokal set em pat dan/ at au nelayan yang t elah m em iliki SI PI sebelum nya dengan daer ah penangkapan di kaw asan klast er t er sebut .

5. Per izinan unt uk kegiat an usaha per ikanan t angkap ber basis klast er dit er bit kan oleh Dir ekt ur Jender al set elah m endapat kan per set uj uan pr insip dar i Ment er i.

6. Ket ent uan lebih lanj ut m engenai usaha per ikanan t angkap ber basis klast er diat ur oleh Dir ekt ur Jender al.

Pasal 74 m engat ur m engenai daer ah penangkapan ikan yang akan dikelola

m elalui pola usaha per ikanan ber basis klast er . Pengelolaan ber basis klast er

m enur ut Michael Por t er adalah suat u kaw asan indust r i t er padu t er dir i dar i

indust r i ut am a ser t a indust r i pendukungnya, yang dibangun dalam suat u

kaw asan dengan t uj uan unt uk m eningkat kan efisiensi dan daya saing indust r i

t er sebut . Pem bangunan usaha per ikanan t angk ap m elalui pasal ini t elah

diar ahkan unt uk m engik ut i konsep klast er indust r i t er sebut .

Dalam Undang- undang Nom or 31 Tahun 2004 t ent ang Per ikanan, t elah

didefinisikan bahw a Per ikanan adalah sem ua kegiat an yang ber hubungan

dengan pengelolaan dan pem anfaat an sum ber daya ikan dan lingkungannya

m ulai dar i pr apr oduksi, pr oduksi, pengolahan sam pai dengan pem asar an, yang

dilaksanakan dalam suat u sist em bisnis per ikanan ( Pasal 1 ayat 1) . Sedangkan

yang dim aksud dengan Penangkapan I kan adalah Kegiat an unt uk m em per oleh

ikan di per air an yang t idak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat at au car a

apapun, t er m asuk kegiat an yang m enggunakan kapal unt uk m em uat ,

m engangkut , m enyim pan, m endinginkan, m enangani, m engolah, dan/ at au

m engaw et kannya ( Pasal 1 ayat 5) . Ber dasar kan definisi t er sebut , per ikanan

t angkap m er upakan suat u sist em yang t erdir i at as beberapa elem en at au

subsist em yang saling ber kait an dan m em pengar uhi sat u dengan lainnya.

Per ikanan t angkap kom er sial sebagai suat u sist em yait u sar ana pr oduksi, usaha

penangkapan, pr asar ana ( pelabuhan) , unit pengolahan, unit pem asar an, dan

unit pem binaan. Keselur uhan sist em t er sebut per lu dikelola secar a t er padu.

Set elah m elakukan disk usi dengan st akeholder s, KPPU m endapat i beber apa

(7)

klast er - klast er at au dim aknai sebagai pengkavlingan laut yang dibat asi

ber dasar kan koor dinat t er t ent u ( ayat 3) dan diser ahkan pengelolaannya kepada

pelaku usaha secar a eksklusif. Sehingga dikhaw at ir kan bent uk pengklast er an

t er sebut dapat m encipt akan posisi dom inan pelaku usaha t er t ent u.

3 . An a lisis Pot e n si D a m pa k Ke bij a k a n M e n ge n a i Kla st e r Pe r ik a n a n Te r h a da p Pe r sa in ga n Usa h a

Pengelolaan per ikanan klast er yang diart ikan sebagai pengkavlingan laut dan

dianggap sebagi konsesi dinilai t idak akan m em ber ikan kesej aht er aan bagi

m asyar akat luas. Lebih lanj ut , ada ber berapa alasan m engapa klast er sepert i ini

dit olak. Pada um um nya par a penolak m enyat ak an bahw a klast er yang m em bagi

per airan dalam kavling- kavling pengelolaan ber pot ensi m enim bulkan konflik

ant ar nelayan kar ena sifat ik an yang selalu ber ger ak sehingga har us dibur u.

Pem bat asan w ilayah penangkapan akan m enim bulkan konflik per ebut an sum ber

daya ant ar nelayan. Pengelolaan klast er j uga dikhaw at irkan akan m enim bulkan

eksploit asi sum ber daya per ikanan secar a besar - besar an guna m eningkat kan

pendapat an. Hal ini ber pot ensi m engancam keber langsungan sum ber daya

per ikanan.

Sem ent ar a it u, alasan yang m enyebut kan bahw a pener apkan klast er per ikanan

t angkap ber guna unt uk m em udahkan pengaw asan per airan j uga dinilai t idak

akan efekt if kar ena sar ana pengaw asan hingga kini m asih m inim dan apar at

pengaw asan belum opt im al. Secar a yur idis for m al ber dasar kan konvensi

Hukum Laut PBB Tahun 1982 yang kem udian dir at ifik asi oleh Pem er int ah

dengan Undang- undang No. 17 Tahun 1985, m enyebabkan negar a I ndonesia

sebagai negara k epulauan m em ilik i kew aj iban m enyediakan Alur Laut

Kepulauan I ndonesia ( ALKI ) at au ar chipelagic sea line passages yang

m er upakan j alur lint as dam ai bagi kapal- kapal asing.

m er upakan t ant angan dan ancam an ser ius kar ena dapat dim anfaat kan sebagai

alur perlint asan k rim inal sepert i peny elundupan barang ilegal ( illegal logging/

fishing/ im igrant s) , pengungsi, t r afficking dan akhir - akhir ini per om pakan di laut hingga t er or ism e. Tidak m ust ahil j ika laut - laut t er sebut dikelola oleh sw ast a

t anpa pengaw asan pem er int ah akan m enim bulkan kerugian negar a akibat

(8)

Di sisi lain, pengelolaan per ikanan sist em klast er dihar apkan akan

m eningkat kan pendapat an negar a dar i sisi paj ak m aupun pendapat an devisa

yang lebih besar . Pengelolaan per ikanan yang baik j uga dihar apkan akan

m enghasilk an efisiensi dan k onserv asi sum ber day a laut yang lebih baik . Sist em

klast er per ikanan yang diber lakukan di negara lain yang m enj adi best pr act ice

di selur uh dunia adalah pengint egr asian invest asi penangkapan ikan dengan

indust r i pengolahan ikan. Bent uk klast er seper t i ini j uga sesuai dengan

PER.05/ MEN/ 2008 t ent ang Usaha Per ikanan Tangkap pasal 74 ayat 2 yang

ber bunyi “ Usaha per ikanan t angkap ber basis klast er sebagaim ana dim aksud

pada ayat ( 1) m eliput i ket er paduan kegiat an usaha penangkapan ikan dan UPI di w ilayah t er t ent u di dalam neger i” .

Set iap usaha penangkapan ik an har us diik ut i oleh invest asi indust r i pengolahan

sehingga selur uh hasil t angkapan dapat dipr oses m enj adi pr oduk yang ber nilai

t am bah t inggi dan m em iliki kualit as ekspor . Ber kem bangnya indust r i

pengolahan t er sebut dihar apkan dapat m encipt akan iklim yang kondusif,

m engger akkan ekonom i lokal dan m em per luas penyediaan lapangan pekerj aan

bagi m asyar akat set em pat . Klast er sem acam ini m em er lukan dukungan

m anaj em en per izinan, alokasi dist r ibusi kapal per w ilayah pengelolaan

per ikanan, kapal angkut , at aupun bahan bakar m inyak.

Upay a Pem erint ah dapat dilak uk an m elalui m eningk at k an ket ersediaan

pr asar ana pendukung, sedangkan invest asi dar i pihak sw ast a t er ut am a unt uk

pengem bangan indust ri per ikanan t angkap, baik pada kegiat an hulu, pr oses

pr oduksi m aupun kegiat an hilir . Berbagai kegiat an pem bangunan per ikanan

t angkap dilakukan m elalui upaya peningkat an pr oduk t ivit as dan efisiensi usaha

per ikanan yang diar ahkan unt uk m eningkat kan konsum si, pener im aan devisa

dan m eningkat kan peny ediaan bahan baku indust r i di dalam neger i.

Laut yang m er upakan habit at r ibuan ikan, ber dasar kan r ezim hak kepem ilikan

m erupakan ( com m on pr opert y) , sehingga wilayah per airan dan laut t er sebut

t idak m ungkin dikavling seper t i halnya dar at an. Pem bagian WPP seper t i yang

dilakukan oleh Kom isi Nasional Pengkaj ian St ok Sum ber daya I kan Laut lebih

dit uj ukan unt uk m em udahkan sist em pendat aan yang selanj ut nya digunakan

unt uk est im asi st ok, sehingga siapapun dapat m em anfaat kan sum ber daya

ikan yang ada. Akan t et api, per ebut an lokasi penangkapan ik an yang pot ensial

dapat saj a t er j adi. Oleh kar ena it u, diper lukan pengat ur an oleh pem er int ah

(9)

Di sisi lain hasil k aj ian KPPU m enem ukan bahw a t er dapat per m asalahan

per saingan usaha yang dapat t ur ut t er cipt a ak ibat im plem ent asi regulasi

t er sebut . Masalah t er sebut ant ar a lain:

1. Pem ber ian hak pengelolaan w ilay ah penangkapan secar a ekslusif kepada

pelaku usaha t er t ent u, ber pot ensi m enj adi ham bat an m asuk bagi pelaku

usaha pot ensial yang ingin m asuk ser t a ber pot ensi m engeluar kan pelaku

usaha ek sist ing ( m ar ket for eclosur e) di w ilay ah penangk apan ik an.

2. Pem ber ian hak secar a ekslusif ak an m encipt akan posisi dom inan bagi

pelak u usaha at au kelom pok pelak u usaha t ert ent u, y ang m em ilik i

pot ensi unt uk disalahgunakan dalam bent uk pr akt ek bisnis yang

dik rim inat if dan ek ploit at if. Peny alahgunaan posisi dom inan ini ber pot ensi

m engganggu kelangsungan pelaku usaha pesaingnya.

3. Pem berian hak m onopoli m elalui hak ek sk lusif k epada pelak u usaha at au

kelom pok pelaku usaha berdasarkan r egulasi, ber pot ensi j uga

m enyer ahkan fungsi pengaw asan, pem binaan dan seleksi pelaku usaha di

sekt or indust r i t er sebut oleh pener im a hak m onopoli/ eksklusif yang

sehar usnya t et ap m enj adi kew enangan Pem er int ah.

4. Pem ber ian hak ekslusif oleh Pem er int ah kepada pelaku usaha apabila

t idak dir egulasi secar a ket at , ber pot ensi dim anfaat kan pelaku usaha

unt uk m encar i keunt ungan m elalui licence t r ansfer at au penj ualan hak

eksklusif t ersebut .

5. Pem ber ian hak m onopoli kepada sat u at au beber apa pelaku usaha

m em ilik i j ust ifik asi sebagai cara unt uk m enanggulangi per m asalahan over

fishing ser t a m enj aga keber lanj ut an sum ber daya per ikanan dengan car a m engur angi j um lah pelaku usaha dan alat t angkap ( effort ) . Nam un,

apabila hal t ersebut perlu dilak uk an, m aka dalam m elak uk an proses

t er sebut pem er int ah har us m ener apkan pr insip com pet it ion for t he

m ar ket .

Ber dasar kan per m asalahan t er sebut di at as, KPPU m em ber ikan sar an dan

r ekom endasi bagi pem er int ah m engenai Per at ur an m ent er i Nom or 5 Tahun

2008 Tent ang Usaha Per ikanan Tangkap supaya t idak m engham bat per saingan

usaha. Ber ik ut ada lah sar an dan rekom endasi dar i KPPU :

1. Bahw a pem er int ah hendakny a m em perj elas dan m em per t egas definisi

dan m aksud dar i pener apan kebij akan klast er per ikanan, yang

(10)

clust er , dengan fokus pada t er cipt anya ket er paduan ant ar indust r i t er kait

guna m eningkat k an value added dan efisiensi di set iap lini indust r i.

Dengan dem ikian m aka m enj adi j elas bahw a klast er yang dim aksud

bukanlah klast er dalam penger t ian ” pengkav lingan” w ilayah laut yang

dik elola oleh pelak u usaha secara ek slusif.

2. Bahw a Pem er int ah per lu m em buat r egulasi yang ket at t erhadap

kebij akan per ikanan, unt uk m enghindarkan t er j adinya pr akt ek j ual beli

izin ant ar pelak u usaha. Pada prinsipny a izin pengelolaan y ang dit erim a

pelaku usaha hanya diber ikan Pem er int ah dan bukan didapat kan dar i

pelak u usaha lainny a.

Kebij akan pem bangunan dan pengelolaan per ikanan per lu t et ap m em ber ik an

r uang bagi per saingan usaha yang sehat sehingga t et ap dapat m em ber ikan

kesem pat an yang luas bagi par a pelaku usaha unt uk m asuk at au keluar dar i

pasar t anpa ada ham bat an.

Gambar

Gambar. Pengelolaan Sumber Daya Perikanan

Referensi

Dokumen terkait

The worksheet then assigned (implementation) limitedly to Biology students to obtain performance assessment and legibility response.Result of the study was

2 Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Pengadaan dapat diwakilkan dengan membawa surat tugas dari Direktur utama / pimpinan perusahaan/kepala cabang dan membawa kartu pengenal

[r]

Dengan memperhatikan ketenyuan-ketenyuan dalam Peraturan Presiden Republik I ndonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintahan yang terakhir diubah

Jadwal Pelaksanaan Ujian akan disesuaikan dengan jumlah mahasiswa peserta ujian.. Perubahan jadwal akan

Berdasarkan hasil Koreksi Aritmatik dan Evaluasi Penawaran terhadap 4 peserta yang memasukan dokumen penawaran, Kelompok Kerja Pekerjaan Konstruksi BLP Kabupaten Bolaang

Usaha kesehatan sekolah mempunyai 3 (tiga) program, yang dikenal sebagai TRIAS UKS, yang terdiri dari: (1) pendidikan kesehatan, (2) pelayanan kesehatan di sekolah, (3)

Variabel Tingkat Kedisiplinan Belajar memberikan Sumbangan Relatif (SR) sebesar 77% dan Sumbangan Efektif (SE) sebesar 15,785% (3) Pengaruh positif dan signifikan