A.
A. Anatomi dAnatomi dan Fisioloan Fisiologi Jantgi Jantungung
Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung
jantung memompa memompa 2000 2000 galon galon darah darah atau atau setara setara dengan dengan 7.571 7.571 liter liter darah.darah. Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu pada diaphragma thoracis
bertumpu pada diaphragma thoracis dan berada kira-kira dan berada kira-kira 5 cm diatas 5 cm diatas processusprocessus iphoideus. Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis iphoideus. Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa !!! detra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Pada tepi kanan caudal berada costa !!! detra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Pada tepi kanan caudal berada pada
pada tepi tepi cranialis cranialis pars pars cartilaginis cartilaginis costa costa "! "! detra, detra, 1 1 cm cm dari dari tepi tepi laterallateral sternum. #epi kiri cranial jantung berada pada tepi caudal pars cartilaginis sternum. #epi kiri cranial jantung berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa !! sinistra di tepi lateral sternum, tepi kiri caudal berada pada ruang costa !! sinistra di tepi lateral sternum, tepi kiri caudal berada pada ruang intercostalis 5, kira-kira $ cm di kiri linea mediocla%icularis.
intercostalis 5, kira-kira $ cm di kiri linea mediocla%icularis.
Secara &isiologi, jantung adalah salah satu organ tubuh yang paling %ital Secara &isiologi, jantung adalah salah satu organ tubuh yang paling %ital &ungsinya dibandingkan dengan organ tubuh %ital lainnya. 'engan kata lain, &ungsinya dibandingkan dengan organ tubuh %ital lainnya. 'engan kata lain, apabila &ungsi jantung mengalami gangguan maka besar pengaruhnya terhadap apabila &ungsi jantung mengalami gangguan maka besar pengaruhnya terhadap org
organ-an-ororgan gan tubtubuh uh lailainya nya terterutautama ma ginginjal jal dan dan otaotak. k. (ar(arena ena &un&ungsi gsi utautamama jantung untuk
jantung untuk pump the blood pump the blood atau memompa darah ke organ pulmo)paru-paru atau memompa darah ke organ pulmo)paru-paru da
kardio%askuler. *antung dibentuk oleh organ-organ muscular, ape dan basis kardio%askuler. *antung dibentuk oleh organ-organ muscular, ape dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta %entrikel kanan dan kiri.+kuran jantung cordis, atrium kanan dan kiri serta %entrikel kanan dan kiri.+kuran jantung kira-kira panjang 12 cm, lebar -$ cm seta tebal kira-kira cm. erat jantung kira-kira panjang 12 cm, lebar -$ cm seta tebal kira-kira cm. erat jantung sek
sekititar ar 7-7-15 15 onons s ataatau u 20200 0 samsampapai i /2/25 5 grgram am dadan n sedsedikikit it leblebih ih bebesasar r dadariri kumpalan tangan.
kumpalan tangan. a.
a. RuRuanang Jang Jantutungng *an
*antuntung g manmanusiusia a terterdiri atas diri atas / / ruaruang ng dendengan sekat gan sekat dan katup dan katup yanyangg sempurna. uang tersebut yakni
sempurna. uang tersebut yakni 1.
1. Serambi (anan)atrium deter.Serambi (anan)atrium deter.
#erletak pada jantung bagian kanan atas dan embelan kecil, menyerupai #erletak pada jantung bagian kanan atas dan embelan kecil, menyerupai telinga kanan, ber&ungsi sebagai bilik penyimpana sementara sehingga telinga kanan, ber&ungsi sebagai bilik penyimpana sementara sehingga darah dapat tersedia untuk %entrikel kanan.'arah tidak teroksigen dari darah dapat tersedia untuk %entrikel kanan.'arah tidak teroksigen dari sirkulasi sistemik memasuki serambi kanan leat tiga %ena, %ena ca%a sirkulasi sistemik memasuki serambi kanan leat tiga %ena, %ena ca%a in&erior,%ena ca%a superior)%ena ca%a
in&erior,%ena ca%a superior)%ena ca%a anterior, dan sinus koroner.anterior, dan sinus koroner. 2.
2. ilik (anan)%entrikel ilik (anan)%entrikel deterdeter..
ilik pemompa bagi sirkulasi paru paru, dengan dinding yang lebih tebal ilik pemompa bagi sirkulasi paru paru, dengan dinding yang lebih tebal dan
dan leblebih ih berberotootot t dardari i padpada a seraserambimbi, , berberkonkontraktraksi si dan dan memmemompompakaakann darah tidak teroksigen leat katup paru-paru memaruh bulan bertaring darah tidak teroksigen leat katup paru-paru memaruh bulan bertaring tiga dan menuju
tiga dan menuju arteri besar, cabang arteri besar, cabang paru-paru.3paru-paru.3ang ber&ungsi memompaang ber&ungsi memompa darah ke pulmo melalui %al%ula pulmonalis dan disalurkan ke pulmo oleh darah ke pulmo melalui %al%ula pulmonalis dan disalurkan ke pulmo oleh pembuluh arteri pulmonalis sinister
pembuluh arteri pulmonalis sinister.. 3.
3. Serambi (iri)atrium sinister Serambi (iri)atrium sinister Ser
Serambambi i kirkiri i adaadalah lah ruaruang ng janjantuntung g yanyang g menmenerimerima a dardarah ah yanyang g kaykayaa oksigen dari pulmo melalui pembuluh %ena pulmonalis sinister dan darah oksigen dari pulmo melalui pembuluh %ena pulmonalis sinister dan darah ter
tersebsebut ut kemkemudiudian an disdisalualurkarkan n ke ke %en%entriktrikel el sinsinisteister r melmelalualui i %al%al%ul%ulaa bikuspidalis)%al%ula mitral.
bikuspidalis)%al%ula mitral. 4.
4. ilik kiri)%entrikel sinister ilik kiri)%entrikel sinister
ilik kiri adalah bilik pemompa bagi sirkulasi sistemik.(arena tekanan ilik kiri adalah bilik pemompa bagi sirkulasi sistemik.(arena tekanan darah yang lebih besar di butuhkan untuk memompa darah yang melalui darah yang lebih besar di butuhkan untuk memompa darah yang melalui sirk
sirkulaulasi si sistsistemiemik k jaujauh h leblebih ih besabesar r dardari i padpada a melmelalualui i sirksirkulaulasi si parparu- u- paru,%entrikel
paru,%entrikel kiri kiri lebih lebih besar besar dan dan dinding-dindingnya dinding-dindingnya lebih lebih tebal tebal daridari pada
pemompa darah teroksigen leat katup aorta memaruh bulan menuju arteri besar, aorta dan keseluruh tubuh. Peristia berikut terjadi di %entrikel kiri, secara serentak dan sama dengan apa yang terjadi pada %entrikel kanan.
b. Kantung Jantung
4ungsi katup jantung adalah untuk mempertahankan aliran satu arah. 'iantara atrium kanan dan %entrikel kanan ada katup yang memisahkan keduanya yaitu katup trikuspid, sedangkan pada atrium kiri dan %entrikel kiri juga mempunyai katup yang disebut dengan katup mitral) bikuspid. (edua katup ini ber&ungsi sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari atrium ke %entrikel.
1. (atup #rikuspid
(atup trikuspid berada diantara atrium kanan dan %entrikel kanan. ila katup ini terbuka, maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju %entrikel kanan. (atup trikuspid ber&ungsi mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi %entrikel. Sesuai dengan namanya, katup trikuspid terdiri dari daun katup.
2. (atup Pulmonalis
Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam %entrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. #runkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari daun katup yang terbuka bila %entrikel kanan berkontraksi dan menutup bila %entrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari %entrikel kanan menuju arteri pulmonalis.
. (atup ikuspid
(atup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju %entrikel kiri. Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi %entrikel. (atup bikuspid terdiri dari dua daun katup.
/. (atup 6orta
(atup aorta terdiri dari daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. (atup ini akan membuka pada saat %entrikel kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir keseluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada saat %entrikel kiri relaksasi, sehingga mencegah darah masuk
kembali kedalam %entrikel kiri. c. Lapisan Jantung
'inding jantung terdiri dari lapis yaitu 1. pikardium 8Pericardium %isceral9
:apisan bagian luar jantung ini terdiri dari 2 lapisan yaitu perikardium &ibrosa dan serosa. 'i dalam kantong perikardium terdapat cairan yang memudahkan gerakan dan sangat mengurangi gesekan jantung terhadap jaringan sekitarnya. Perikardium &ibrosa, yaitu lapisan luar yang melekat pada tulang dada, dia&ragma dan pleura. Perikardium serosa, yaitu lapisan dalam dari perikardium yang terdiri dari lapisan parietalis;melekat pada perikardium &ibrosa dan lapisan %iseralis yang melekat pada jantung yang juga disebut epikardium. 'iantara keduanya terdapat rongga yang disebut rongga perikardium yang berisi sedikit cairan pelumas atau yang disebut cairan perikardium kurang lebih 10 atau 0 ml yang berguna untuk mengurangi gesekan yang timbul akibat pergerakan jantung.
2. <yocardium
<yocardium 8myo = otot9 yaitu jaringan utama otot jantung yang bertanggung jaab atas kemampuan kontraksi jantung, yang terdiri dari
sel-sel otot dan membentuk bagian terbesar dinding dari masing-masing bilik. <yocardium %entrikel kiri lebih tebal dari kanan. 6kibatnya,
%entrikel kiri dapat membuat tekanan lebih besar saat berkontraksi. . ndokardium
:apisan tipis dan halus yang menjadi pembatas dalam jantung bagian dalam otot jantung yang berhubungan langsung dengan darah dan juga bersi&at sangat licin untuk aliran darah, seperti halnya pada sel-sel
(etika darah bergerak meleati jantung, darah memasuki empat bilik dan memiliki empat kutup. 'ua ruang bagian atas, serambi8antrium9 kanan dan kiri, dipisahkan secara longitudinal oleh sekat antar serambi8septum interatrium9, dua ruang bagian baah, %entrikel kanan dan kiri adalah mesin pemompa jantung dan dipisahkan secara longitudinal oleh sekat antar %ertikel8septum inter%entrikel9. Sebuah katup terdapat pada setiap bilik untuk mencegah darah mengalir kembali kedalam bilik tempat darah berasal.
A. Pengertian
>enti jantung atau cardiac arrest adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan hilangnya &ungsi jantung secara tiba-tiba dan tidak terduga, diikuti hilangnya kesadaran dan akhirnya hilangnya kemampuan untuk berna&as. iasanya hal ini terjadi karena gangguan elektrik pada jantung yang
mempengaruhi kegiatan pompaan, sehingga menghalangi darah mengalir ke bagian tubuh lainnya. 8+djianti, 20119
(ematian jantung mendadak merupakan kematian yang tidak terduga atau proses kematian yang terjadi cepat, yaitu dalam aktu 1 jam sejak timbulnya gejala. 6rtinya, kematian terjadi akibat timbulnya gangguan irama jantung yang menyebabkan kegagalan sirkulasi darah.
Serangan jantung mendadak adalah hilangnya &ungsi jantung secara mendadak pada orang yang didiagnosis mungkin atau tidak mengidap penyakit jantung. ?aktu dan cara kematian yang tak terduga. >al ini terjadi segera atau
segera setelah gejala muncul 86>6 @uidelines 4or AP and AA, 20109. B. Etiologi
4aktor-&aktor isiko 1. +sia
!nsiden A' meningkat dengan bertambahnya usia bahkan pada pasien yang bebas dari A6' simtomatik.
#ampak baha pria mempunyai insiden SA' yang lebih tinggi dibandingkan anita yang bebas dari A6' yang mendasari.
. <erokok
<erokok telah dilibatkan sebagai suatu &actor yang meningkatkan insiden SA' 8ada e&ek aritmogenik langsung dari merokok sigaret atas miokardium %entrikel9. #etapi menurut pengertian 4ramingham, peningkatan resiko akibat merokok hanya terlihat pada pria. 3ang menarik, peningkatan resiko ini menurun pada pasien yang berhenti merokok. <erokok juga meningkatkan insiden A6' yang tampil pada kebanyakan pasien yang menderita henti jantung.
Penyakit jantung yang mendasari
1. #idak ada penyakit jatung yang diketahui.
Pasien ini mempunyai pengurangan resiko SA', bila dibandingkan dengan pasien A6' atau pasien dengan pengurangan &ungsi %entrikel kiri.
2. Penyakit arteri koronaria 8A6'9
'ata dari penelutian 4ramingham telah memperlihatkan pasien A6' mempunyai &rekuensi SA' Sembilan kali pasien dengan usia yang sama tanpa A6' yang jelas. The Multicenter Post Infarction Research Group menge%aluasi beberapa %ariable pada pasien yang menderita <!. (elompok ini berkesimpulan baha pasien pasca <! dengan &raksi ejeksi %entrikel kiri yang kurang dari /0B, 10 atau lebih kontraksi premature %entrikel 8"PA9 per jam, sebelum <! dan ronki dalam masa periin&ark mempunyai peningkatan mortalitas 81-2 tahun9 dibandingkan dengan pasien tanpa masalah ini. *elas pasien A6' 8terutama yang menderita <!9 dengan resiko SA' yang lebih besar.
#es elektro&isiologi 8P9 pada pasien <"PS telah memperlihatkan tingginya insiden aritmia %entrikel yang dapat di induksi, terutama pada pasien dengan riayat sinkop atau prasinkop. #erapi anti aritmia pada pasien ini biasanya akan mengembalikan gejalanya.
/. >ipertro&i septum yang asimetrik 86S>9
Pasien 6S> mempunyai peningkatan insiden aritmia atrium dan %entrikel yang bisa menyebabkan kematian listrik atau hemodinamik 8peningkatan obstruksi aliran keluar9. iayat "# atau bahkan denyut kelompok %entrikel akan meningkatkan risiko SA'.
5. Sindrom ?ol&&-Parkinson-?hite 8?P?9
Perkembangan &lutter atrium dengan hantaran 6" 11 melalui suatu jalur tambahan atau 64 dengan respon %entrikel sangat cepat 8juga karena hantaran jalur tambahan antegrad9 menimbulkan &rekuensi %entrikel yang cepat, yang dapat menyebabkan "4 dan bahkan kematian mendadak.
. Sindrom C-# yang memanjang
Pasien dengan pemanjangan C-# yang kongenital atau idiopatik mempunyai peningktan resiko SA'. (ematian sering timbul selama masa kanak-kanak. <ekanisme ini bisa berhubungan dengan kelainan dalam perna&asan simpatis jantung yang memprodisposisi ke "4.
:ain-lainnya
1. >ipertensi peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolic merupakan predisposisi SA'
2. >iperkolesteremia tidak ada hubungan jelas antara kadar kolesterol serum dan SA' yang telah ditemukan
. 'iabetes mellitus dalam penelitian 4ramingham hanya pada anita ditemukan peningkatan insiden SA' yang menyertai intoleransi glukosa.
/. (etidakakti&an &isik gerak badan mempunyai man&aat tidak jelas dalam mengurangi insiden SA'.
5. Dbesitas menurut data 4ramingham, obesitas meninggkatkan resiko SA' pada pria, bukan anita.
4aktor pencetus
1. 6kti%itas
>ubungan antara SA' dan gerak badan masih tidak jelas. 6nalisis 5$ pasien yang meninggal mendadak memperlihatkan baha setengah dari kejadian ini timbul selama atau segera setelah gerak badan. #ampak baha gerak badan bisa mencetuskan SA', terutama jika akti%itas berlebih dan selama tidur SA' jarang terjadi
2. !skemia
Pasien dengan riayat <! dan !skemia pada suatu lokasi yang jauh 8iskemia dalam distribusi arteri koronaria nonin&ark9 mempunyai insiden aritmia %entrikel yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien iskemia yang terbatas pada Eona in&ark. 'aerah iskemia yang akti& disertai dengan tidak stabilnya listrik dan pasien iskemia pada suatu jarak mempunyai kemungkinan lebih banyak daerah beresiko dibandingkan pasien tanpa iskemia pada suatu jarak.
. Spasme arteri koronaria
Spasme arteri koronaria 8terutama arteri koronaria destra9 dapat menimbulkan brakikardia sinus, blok 6" yang lanjut atau 64. Semua aritmia dapat menyokong henti jantung. #ampak baha lebih besar derajat peningkatan segmen S-# yang menyertai spasme arteri koronaria, lebih
besar resiko SA'. #etapi insiden S'A pada pasien spasme arteri koronaria berhubungn dengan derajat A6' obsrukti& yang tetap. 3aitu pasien A6' multipembuluh darah yang kritis ditambah spasme arteri koronaria lebih mungkin mengalami henti jantung dibandingkan pasien spase arteri koronaria tanpa obstuksi koronaria yang tetap.
. !anda dan "e#ala
1. Drgan-organ tubuh akan mulai berhenti ber&ungsi akibat tidak adanya suplai oksigen, termasuk otak.
2. >ypoia cerebral atau ketiadaan oksigen ke otak, menyebabkan korban kehilangan kesadaran 8collapse9.
3. (erusakan otak mungkin terjadi jika cardiac arrest tidak ditangani dalam 5 menit, selanjutnya akan terjadi kematian dalam 10 menit.
4. Fapas dangkal dan cepat bahkan bisa terjadi apnea 8tidak berna&as9.
$. #ekanan darah sangat rendah 8hipotensi9 dengan tidak ada denyut nadi yang dapat terasa pada arteri.
%. #idak ada denyut jantung.
&. Kompli'asi
1. >ipoksia jaringan peri&er 2. >ipoksia cerebral
. kematian
E. Pato(isiologi a. )arasi
Pato&isiologi cardiac arrest tergantung dari etiologi yang mendasarinya. Famun, umumnya mekanisme terjadinya kematian adalah sama. Sebagai akibat dari henti jantung, peredaran darah akan berhenti. erhentinya peredaran darah mencegah aliran oksigen untuk semua organ
tubuh. Drgan-organ tubuh akan mulai berhenti ber&ungsi akibat tidak adanya suplai oksigen, termasuk otak. >ypoia cerebral atau ketiadaan oksigen ke otak, menyebabkan korban kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas normal. (erusakan otak mungkin terjadi jika cardiac arrest tidak ditangani dalam 5 menit dan selanjutnya akan terjadi kematian dalam 10 menit 8Sudden cardiac death9.
erikut akan dibahas bagaimana pato&isiologi dari masing-masing etiologi yang mendasari terjadinya cardiac arrest.
1. Penyakit *antung (oroner
Penyakit jantung koroner menyebabkan !n&ark miokard atau yang umumnya dikenal sebagai serangan jantung. !n&ark miokard merupakan salah satu penyebab dari cardiac arrest. !n&ark miokard terjadi akibat arteri koroner yang menyuplai oksigen ke otot-otot jantung menjadi keras dan menyempit akibat sebuah materia8plak9 yang terbentuk di dinding dalam arteri. Semakin meningkat ukuran plak, semakin buruk sirkulasi ke jantung. Pada akhirnya, otot-otot jantung tidak lagi memperoleh suplai oksigen yang mencukupi untuk melakukan &ungsinya, sehingga dapat terjadi in&ark. (etika terjadi in&ark, beberapa jaringan jantung mati dan menjadi jaringan parut. *aringan parut ini dapat menghambat sistem konduksi langsung dari jantung, meningkatkan terjadinya aritmia dan cardiac arrest.
2. Stress 4isik
Stress &isik tertentu dapat menyebabkan sistem konduksi jantung gagal ber&ungsi, diantaranya
a. Perdarahan yang banyak akibat luka trauma atau perdarahan dalam sengatan listrik
b. (ekurangan oksigen akibat tersedak, penjeratan, tenggelam ataupun serangan asma yang berat
c. (adar (alium dan <agnesium yang rendah
d. :atihan yang berlebih. 6drenalin dapat memicu SA6 pada pasien yang memiliki gangguan jantung.
e. Stress &isik seperti tersedak, penjeratan dapat menyebabkan %agal re&leks akibat penekanan pada ner%us %agus di carotic sheed.
. (elainan aaan
6da sebuah kecenderungan baha aritmia diturunkan dalam keluarga. (ecenderungan ini diturunkan dari orang tua ke anak mereka. 6nggota keluarga ini mungkin memiliki peningkatan resiko terkena cardiac arrest. eberapa orang lahir dengan de&ek di jantung mereka yang dapat mengganggu bentuk8struktur9 jantung dan dapat meningkatkan kemungkinan terkena SA6.
/. Perubahan struktur jantung
Perubahan struktur jantung akibat penyakit katup atau otot jantung dapat menyebabkan perubahan dari ukuran atau struktur yang pada akhirnrya dapat mengganggu impuls listrik. Perubahan-perubahan ini meliputi pembesaran jantung akibat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung kronik. !n&eksi dari jantung juga dapat menyebabkan perubahan
struktur dari jantung. 5. Dbat-obatan
6ntidepresan trisiklik, &enotiaEin, beta bloker, calcium channel blocker, kokain, digoin, aspirin, asetominophen dapat menyebabkan aritmia. Penemuan adanya materi yang ditemukan pada pasien, riayat medis pasien yang diperoleh dari keluarga atau teman pasien, memeriksa medical record untuk memastikan tidak adanya interaksi obat, atau mengirim sampel urin dan darah pada laboratorium toksikologi dapat membantu menegakkan diagnosis.
. #amponade jantung
Aairan yang yang terdapat dalam perikardium dapat mendesak jantung sehingga tidak mampu untuk berdetak, mencegah sirkulasi berjalan sehingga mengakibatkan kematian.
7. #ension pneumothora
#erdapatnya luka sehingga udara akan masuk ke salah satu ca%um pleura. +dara akan terus masuk akibat perbedaan tekanan antara udara luar dan tekanan dalam paru. >al ini akan menyebabkan pergeseran mediastinum. (etika keadaan ini terjadi, jantung akan terdesak dan pembuluh darah besar 8terutama %ena ca%a superior9 tertekan, sehingga
a. *'ema
tiologi
Penyakit *antung (elainan aaan Dbat-obatan
6ritmia
Aardiac 6rrest +K , Penurunan
ura- Jantung Suplai D2 <enurun
>ipoksia serebral +K, "angguan Per(usi #aringan Penurunan (esadaran
*antung mati mendadak
+K, Pola )a(as !ida'e(e'ti( (ematian jika tidak ditangani selama 10 menit
F. Penatala'sanaan
1. espon aal
espons aal akan memastikan apakah suatu kolaps mendadak benar-benar disebabkan oleh henti jantung. Dbser%asi gerakan respirasi, arna kulit, dan ada tidaknya denyut nadi pada pembuluh darah karotis atau arteri &emoralis dapat menentukan dengan segera apakah telah terjadi serangan henti jantung yang dapat membaa kematian. @erakan respirasi agonal dapat menetap dalam aktu yang singkat setelah henti jantung, tetapi yang penting untuk diobser%asi adalah stridor yang berat dengan nadi persisten sebagai petunjuk adanya aspirasi benda asing atau makanan. *ika keadaan ini dicurigai, maneu%er >eimlich yang cepat dapat mengeluarkan benda yang menyumbat. Pukulan di daerah prekordial yang dilakukan secara kuat dengan tangan terkepal erat pada sambungan antara bagian sternum sepertiga tengah dan sepertiga baah kadang-kadang dapat memulihkan takikardia atau &ibrilasi %entrikel, tetapi tindakan ini juga dikhaatirkan dapat mengubah takikardia %entrikel menjadi &ibrilasi %entrikel. (arena itu, telah dianjurkan untuk menggunakan pukulan prekordial hanya pada pasien yang dimonitor; rekomendasi ini masih contro%ersial. #indakan ke tiga selama respons inisial adalah membersihkan saluran na&as. @igi palsu atau
benda asing yang di dalam mulut dikeluarkan, dan maneu%er >eimlich dilakukan jika terdapat indikasi mencurigakan adanya benda asing yang terjepit di daerah oroå. *ika terdapat kecurigaan akan adanya henti respirasi 8respiratory arrest 9 yang mendahului serangan henti jantung, pukulan prekordial kedua dapat dilakukan setelah saluran napas dibersihkan. 2. #indakan dukungan kehidupan dasar 8bassic li&e support9
#indakan ini yang lebih popular dengan istilah resusitasi kardiopulmoner 8(P;AP;Cardiopulmonary Resuscitation9 merupakan dukungan kehidupan dasar yang bertujuan untuk mempertahankan per&usi organ sampai tindakan inter%ensi yang de&initi%e dapat dilaksanakan. +nsur-unsur dalam tindakan (P terdiri atas tindakan untuk menghasilkan serta mempertahankan &ungsi %entilasi paru dan tindakan kompresi dada. espirasi mulut ke mulut dapat dilakukan bila tidak tersedia perlengkapan penyelamat yang khusus misalnya pipa napas oroå yang terbuat dari plastic, obturator esophagus, ambu bag dengan masker. #eknik %entilasi kon%ensional selama (P memerlukan pengembangan paru yang dilakukan dengan menghembuskan udara pernapasan sekali setiap 5 detik, kalau terdapat dua orang yang melakukan resusitasi dan dua kali secara berturut, setiap 15 detik kalau yang mengerjakan %entilasi maupun kompresi dinding dada hanya satu orang.
(ompresi dada dilakukan berdasarkan asumsi baha kompresi jantung memungkinkan jantung untuk mempertahankan &ungsi pemompaan dengan pengisian serta pengosongan rongga-rongganya secara berurutan sementara katup-katup jantung yang kompeten mempertahankan aliran darah ke depan. #elapak yang satu diletakkan pada sternum bagian baah, sementara telapak tangan yang lainnya berada pada permukaan dorsum tangan yang di sebelah baah. Sternum kemudian ditekan dengan kedua lengan penolong tetap berada dalam keadaan lurus. Penekanan ini dilakukan dengan kecepatan kurang lebih 0 kali per menit. Penekanan dilakukan dengan kekuatan yang cukup untuk menghasilkan depresi sternum sebesar hingga 5 cm, dan relaksasi dilakukan secara tiba-tiba. #eknik (P kon%ensional ini sekarang sedang dibandingkan dengan teknik baru yang
didasarkan pada %entilasi dan kompresi simultan. Sementara aliran arteri karotis yang dapat diukur dapat dicapai dengan (P kon%ensional, data eksperimental dan pemikiran teoritis mendukung baha aliran dapat dioptimalkan melaui kerja pompa yang dihasilkan oleh perubahan tekanan pada seluruh rongga torasikus, seperti yang dicapai dengan kompresi dan %entilasi simultan. Famun, tidak jelas apakah teknik ini menyebabkan impedansi aliran darah koroner dan apakah peningkatan aliran karotis menghasilkan peningkatan yang ekui%alen pada per&usi serebral.
. #indakan dukungan kehidupan lantuj 8ad%an%e li&e suppport9
#indakan ini bertujuan untuk menghasilkan respirasi yang adekuat, mengendalikan aritmia jantung, menyetabilkan status hemodinamika 8tekanan darah serta curah jantung9 dan memulihkan per&usi organ. 6kti%itas yang dilakukan untuk mencapai tujuan ini mencakup
a. #indakan intibasi dengan endotracheal tube
b. 'e&ibrilasi) kardio%ersi dan atau pemasangan pacu jantung c. Pemasangan in&us
"entilasi dengan D2atau udara ruangan bila D2 tidak tersedia dengan
segera, dapat memulihkan keadaan hipoksemia dan asidosis dengan segera. (ecepatan melakukan de&ibrilasi atau kardio%ersi merupakan elemen penting untuk resusitasi yang berhasil. (alau mungkin, tindakan de&ibrilasi harus segera dilakukan sebelum intubasi dan pemasangna selang in&use. esusitasi kardiopulmoner harus dikerjakan sementara alat de&ibrillator diisi muatan arusnya. Segera setelah diagnosis takikardia atau &ibrilasi %entrikel ditentukan, kejutan listrik sebesar 200-* harus diberikan. (ejutan tambahan dengan kekuatan yang lebih tinggi hingga maksimal 0-*, dapat dicoba bila kejutan pertama tidak berhasil menghilangkan takikardia atau &ibrilasi %entrikel. *ika pasien masih belum sadar sepenuhnya setelah dilakukan re%ersi, atau bila 2 atau kali percobaan tidak membaa hasil, maka tindakan intubasi segera, %entilasi dan analisis gas darah arterial harus segera dilakukan. Pemberian larutan Fa>AD intra%ena yang sebelumnya diberikan dalam jumlah besar kini tidak dianggap lagi sebagai keharusan yang rutin dan bisa berbahaya bila diberikan dalam jumlah yang lebih besar. Famun, pasien yang tetap
mengalami asidosis setalah de&ibrilasi dan intubasi yang berhasil harus diberikan 1 mmol)kg Fa>AD pada aalnya dan tambahan 50B dosis diulangi setiap 10-15 menit.
/. Peraatan pacsa resusitasi
4ase penatalaksanaan ini ditentukan oleh situasi klinis saat terjadinya henti jantung. 4ibrilasi %entrikel primer pada in&ark miokard akut umumnya sangat responsi%e terhadap teknik-teknik dukungan kehidupan 8life support 9 dan mudah dikendalikan setelah kejadian permulaan. Pemberian in&use lidokain dipertahankan dengan dosis 2-/ mg)menit selama 2/-72 jam setelah serangan. 'alam peraatan rumah sakit, bantuan respirator biasanya tidak perlu atau diperlukan hanya untuk aktu yang singkat dan
stabilisasi hemodinamik yang terjadi dengan cepat setelah de&ibrilasi atau kardio%ersi. 'alam &ibrilasi %entrikel sekunder pada !<6 8kejadian dengan abnormalitas hemodinamika menjadi predisposisi untuk terjadinya aritmia yang dapat membaa kematian9, upaya resusitasi kurang begitu berhasil dan pada pasien yang berhasil diresusitasi, angka rekurensinya cukup tinggi. @ambaran klinis didominasi oleh ketidak stabilan hemodinamik. 'alam kenyataan, hasil akhir lebih ditentukan oleh kemampuan untuk mengontrol gangguan hemodiunamik dibandingkan dengan gangguan elektro&isiologi. 'isosiasi elektromekanis, asitol dan bradiaritmia merupakan peristia sekunder yang umum pada pasien yang secara hemodinamis tidak stabil dan kurang responsi%e terhadap inter%ensi.
5. Penatalaksanaan jangka panjang
entuk peraatan ini dikembangkan menjadi daerah utama akti%itas spesialisasi klinis karena perkembangan system penyelamatan emergency berdasar-komunitas. Pasien yang tidak menderita kerusakan system sara& pusat yang ire%ersibel dan yang mencapai stabilitas hemodinamik harus
dilakukan tes diagnostik dan terapeutik yang ekstensi& untuk tuntutan penatalaksanaan jangka panjang. Pendekatan agresi& ini dilakukan atas dasar dorongan &akta bahadata statistikdari tahun 1$70 mengindikasikan kelangsungan hidup setelah henti jantung di luar rumah sakit diikuti oleh angka henti jantung rekuren 0 persen pada 1 tahun, /5 persen pada 2
tahundan angka mortalitas total hampir 0 persen pada 2 tahun. Perbandingan historis mendukung baha statistik buruk ini dapat diperbaiki dengan inter%ensi yang baru. #etapi seberapa besar perbaikannya idak diketahui karena kurangnya uji inter%ensi bersamaan
yang terkendali.
Konsep Keperaatan A. Peng'a#ian
1. (aji respon klien
a/ Periksa ketiadaan respon dengan menepuk atau menggoyangkan pasien sambil bersuara keras G6pakah anda baik-baik sajaHI.*ika tidak berespon berikan rangsangan nyeri.
b/ Dbser%asi gerakan respirasi, arna kulit, dan ada tidaknya denyut nadi pada pembuluh darah karotis atau arteri &emoralis dapat menentukan
dengan segera apakah telah terjadi serangan henti jantung yang dapat membaa kematian.
2. Periksa arteri carotis,jika tidak ada denyutan segera lakukan *P)AP.Aek kembali arteri carotis,jika sudah berdenyut.
3. Periksa perna&asan pasien
4. Aara pemeriksaan :ook-:isten-4eel 8::49 dilakukan secara simultan. Aara ini dilakukan untuk memeriksa jalan na&as dan perna&asan. $. Setelah memastikan jalan na&as bebas, penolong segera melakukan
cek perna&asan. eberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan cek perna&asan antara lain
%. Aek perna&asan dilakukan dengan cara look 8melihat pergerakan pengembangan dada9, listen 8mendengarkan na&as9, dan &eel 8merasakan
hembusan na&as9 selama 10 detik.
0. 6pabila dalam 10 detik usaha na&as tidak adekuat 8misalnya terjadi respirasi gasping pada SA69 atau tidak ditemukan tanda-tanda perna&asan, maka berikan 2 kali na&as buatan 8masing-masing 1 detik dengan %olume yang cukup untuk membuat dada mengembang9.
. *ika pasien berna&as,maka lakukan posisikan korban ke posisi reco%ery 8posisi tengkurap, kepala menoleh ke samping9.
#ahap kegiatan dalam penaggulanganpenderita gaat darurat telah mengantisipasi hal tersebut. Pertolongan kepada paseien gaat darurat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan sur%ei primer untuk mengidenti&ikasi masalah-masalah yang mengancam hidup pasien, barulah selanjutnya dilkukan sur%ei sekinder.
#ahap kegiatan meliputi
1. 6ray, mengecek jalan na&as dengan tujuan menjaga jalan na&as disertai kontrol ser%ikal.
2. reathing, mengecek perna&asan dengan tujuan mengelola perna&asan agar oksigen adekuat.
. Airculation, mengecek sistem sirkulasidisertai kontrol perdarahan. /. 'isability, mengecek satus neurologis.
5. posure, en%iromental control, buka baju penderita tapi cegah hipotermia. Sur%ei primer bertujuan untuk mengetahuidengan segera kondisi yang mengancam nyaa pasien. Sur%ei primer dilakukan secara sekuensial sesuai dengan prioritas. #etapi dalam prateknya dilakukan secara bersama dalam tempo aktu yang singkat 8kurang dari 10 detik9. 6pabila teridenti&iaksi henti na&as dan henti jantung maka resusitasi harus segera dilakukan.
6pabila menemukan pasien dalam keadaan tidak sadar maka pertama kali amankan lingkungan pasien atau bila memungkinkan pindahkan pasien ke tempat yang aman. Selanjutnya posisikan pasien ke dalam posisi netral 8terlentang9 untuk memudahkan pertolongan.
*alan na&as adalah yang pertama kali harus dinilai untuk mengkaji kelancaran na&as. (eberhasilan jalan na&as merupakan salah satu &aktor yang mempengaruhi proses %entilasi 8pertukaran gas antara atmos&er dengan paru- paru. *alan na&as seringkali mengalami obstruksi akibat benda asing, serpihan tulang akibat &raktur pada ajah, akumulasi sekret dan jatuhnya lidah ke belakang. Selama memeriksa jalan na&as harus melakukan kontrol ser%ikal, barangkali terjadi trauma pada leher. Dleh karena itu langkah aal untuk
membebaskan jalan na&as adalah dengan melakukan manu%er head tilt dan chin li&t.
'ata yang berhubungan dengan satus jalan na&as adalah 19 Sianosis 8mencerminkan hipoksemia9
29 etraksi interkosta 8menandakan peningkatan upaya na&as9 9 Perna&asan cuping hidung
/9 unyi na&as abnormal 8menandakan ada sumbatan jalan na&as9
59 #idak ada hembusan udara 8menandakan obstruksi jalan na&as atau henti na&as9
b. reathing
(ebersihan jalan na&as tidak menjamin baha pasien dapat berna&as secara adekat. !nspirasi dan eksprasi penting untuk terjadinya pertukaran gas, terutama masuknya oksigen yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. !nspirasi dan ekspirasi merupakan tahap %entilasi pada proses respirasi. 4ungsi %entilasi mencerminkan &ungsi paru, dinding dada dan dia&ragma.
Pengkajian perna&asan dilakukan dengan mengidenti&ikasi 19 Pergerakan dada
29 6danya bunyu na&as
9 6danya hembusan atau aliran udara c. Airulation
Sirkulasi yang adekat menjamin distribusi oksigen ke jaringan dan pembuangan karbondioksida sebagai sisa metabolisme. Sirkulasi tergantung
dari &ungsi sistem kardio%askuler. Status hemodinamika dapat dilihat
19 #ingkat kesadaran 29 Fadi
9 ?arna kulit
/9 Pemeriksaan nadi dilakukan pada arteri besar seperti pada arteri karotis dan arteri &emoral.
B. &iagnosa Keperaatan
1. @angguan per&usi jaringan berhubungan dengan penurunan suplai oksigen ke otak.
2. @angguan pertukaran gas berhubungan dengan suplai oksigen tidak adekuat.
. Penurunan curah jantung berhubungan kemampuan pompa jantung menurun.
. nterensi dan Rasional
'iagnosa ! @angguan per&usi jaringan berhubungan dengan penurunan suplai oksigen ke otak.
#ujuan sirkulasi darah kembali nornal sehingga transport oksigen kembali lancar
(riteria hasil
1. Pasien dapat mempertahankan tanda-tanda %ital dalam batas normal 2. ?arna dan suhu kulit normar
. A# J 2 detik
Fo !nter%ensi asional
1. Pantau adanya pucat, sianosis dan kulit dingin atau lembab
Sirkulasi yang terhenti menyebabkan transport D2 ke seluruh tubuh juga terhenti sehingga akral sebagai bagian yang paling jauh dengan jantung menjadi pucat dan dingin.
2. Pantau pengisian kapiler 8A#9 Suplai darah kembali normal jika A# J 2 detik dan menandakan suplai D2 kembali normal
. Posisikan kaki lebih tinggi dari jantung
<empercepat pengosongan %ena super&icial, mencegah distensi berlebihan dan meningkatkan aliran balik %ena
/. erikan %asodilaor sepertinitrogliserin, ni&edipin sesuai indikasi
Dbat diberikan untuk meningkatkan sirkulasi miokardia
'iagnosa !! @angguan pertukaran gas berhubungan dengan suplai oksigen tidak adekuat.
#ujuan Sirkulasi darah kembali normal sehingga pertukaran gas dapat berlangsung
(riteria hasil
1. Fiali @'6 normal
2. #idak ada distress perna&asan
Fo !nter%ensi asional
1. Pantau perna&asan klien <enge%aluasi distress pernapasan 2. Pantau @'6 pasien Filai @'6 yang normal menandakan
pertukaran gas semakin membaik . erikan D2 sesuai indikasi <eningkatkan konsentrasi oksigen
al%eolar dan dapat memperbaiki hipoksemia jaringan
'iagnosa !!! Penurunan curah jantung berhubungan dengan kemampuan memompa jantung menurun
#ujuan meningkatkan kemampuan pompa jantung (riteria hasil
1. Fadi peri&er teraba
2. #ekanan darah dalam batas normal
Fo !nter%ensi asional
1. (aji kulit terhadap pucat dan sianosis
Pucat menunjukkkan menurunnya per&usi sekunder terhadap tidak
adekuatnya curah jantung.
2. Pantau tekanan darah Pada pasien Aardiac 6rrest tekanan darah menjadi rendah atau mungkin tidak ada.
. Palpsi nadi peri&er Penurunan curah jantung dapat menunjukkan menurunnya nadi radial, dorsalis pedis dan postibial. Fadi mungkin hilang atau tidak teratur untuk dipalpasi.
/. erikan oksigen tambahan dengan kanula nasal)masker
<eningkatkan sediaan oksigen untuk kebutuhan miokard untuk melaan
dan obat sesuai indikasi 8kolaborasi9
e&ek hipoksia)iskemia. anyak obat dapat digunakan untuk meningkatkan %olume sekuncup, memperbaiki kontraktilitas.
5. :akukan pijat jantung <engakti&kan kerja pompa jantung
&. Ealuasi
%aluasi yang diharapkan
1. Sirkulasi darah kembali normal sehingga transport D2kembali lancar
2. Sirkulasi darah kembali normal sehingga pertukaran gas dapat berlangsung . (emampuan pompa jantung meningkat dan kebutuhan oksigen ke otak
terpenuhi
&AF!AR P*!AKA
1. 'oengoes, <arilynn . 2000. encana 6suhan (eperaatan. *akarta@A 2. 'r. Fugroho, #au&an. 2011. 6suhan keperaatanmaternitas, anak, bedah,
dan penyakit dalam . yogyakarta Fuhu medika
. <osby. 200. (amus (edokteran <osby. *akarta @A
/. <uttaKin, ari&.200$. penghantar asuhan keperaatan klien dengan gangguan sistem kardio%askuler. *akarta salemba medika
. +djianti, ?ajan *uni. 2011. (eperaatan kardio%askuler. *akarta Salemba <edika