• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Kebidanan Pada BBLASR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Asuhan Kebidanan Pada BBLASR"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLSR) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami pada sebahagian masyarakat yang ditandai dengan berat lahir kurang dari 1500 gram.Kejadian berat lahir rendah berhubungan dengan kurangnya pemenuhan nutrisi pada masa kehamilan ibu dan hal ini berhubungan dengan banyak factor dan lebih utama pada permasalahan ekonomi keluarga sehiggga pemenuhan kebutuhan nutrisi konsumsi makanan pun kurang.

Namun kejadian berat lahir rendah (BBLSR) juga dapat terjadi tidak hanya karena aspek perekonomian, dimana kejadian berat sangat lahir rendah (BBLSR) dapat saja terjadi pada mereka dengan status perekonomian yang cukup.Hal ini berkaitan dengan paritas, jarak kelahiran, kadarhemoglobin dan pemanfaatan pelayanan antenatal care.BBLSR termasuk factor utama dalam peningkatan mortalitas, morbiditas dan diabilitas neonatus, bayi dan anak serta memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupannya dimasa depan.

Berat bayi lahir sangat rendah (BBLSR) yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan timbulnya masalah pada semua system organ tubuh meliputigangguan pada pernafasan (aspirasi meconium, asfiksia neonatorum), gangguan pada system pencernaan (lambung kecil), gangguan system perkemihan (ginjal belum sempurna), gangguan system persyarafan (respon rangsangan lambat).Selain itu berat lahir rendah dapat mengalami gangguan mental dan fisik serta tumbuh kembang.BBLSR berkaitan dengan tingginya angka kematian bayi dan balita, juga dapat berdampak serius pada kualitas generasi mendatang, yaitu akan memperlambat pertumbuhan dan perkembangan anak, serta berpengaruh pada penurunan kecerdasan (Depkes RI, 2005).

Berat bayi lahir rendah (BBLSR) memerlukan perawatan yang tepat agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan bayi seperti disebutkan diatas.Bidan dan perawat adalah bagian dari pemberi pelayanan yang ikut berperan penting dalam memberikan perawatan pada bayi dengan berat lahir rendah (BBLSR).Perkembangan bayi dengan BBLSR yang dirawat di RS ini sangat

(2)

tergantung pada ketepatan tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.Oleh karena itu penulis tertarik membahas tentang kasus berat bayi lahir sangat rendah (BBLSR) pada bayi Ny.”E” yang akan penulis bahas pada BAB berikutnya. B. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Dapat memberikan asuhan kebidanan menurut Varney pada BBLSR (Berat bayi lahir sangat rendah)

2. Tujuan khusus

Dengan pembuatan makalah ini maka mahasiswa mampu : a. Mampu melakukan pengumpulan data pada BBLSR b. Mampu menegakkan diagnosa pada BBLSR

c. Mampu mengidentifikasi masalah potensial pada BBLSR d. Mampu mengidentifikasi kebutuhan segera pada BBLSR e. Msmpu mengintervensi tidakan yang dilakukan pada BBLSR f. Mampu mengimplementasi tindakan pada BBLSR

g. Mampu mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan pada BBLSR h. Mampu mengidentifikasi pendokumentasian pada bayi Ny.E dengan

BBLSR

BAB II

TINJAUAN TEORITIS A. Berat Bayi Lahir Rendah

(3)

Berat bayi lahir rendah (BBLSR) ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 1500 gram (sampai dengan 2499). (Sarwono Prawirohardjo), Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2004).

Berat bayi lahir sangat rendah (BBLSR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurag dari 1500 gram tanpa memandang masa gestasi (berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang alam 1 jam setelah lahir).

Mengganti istilah premature dengan bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR), karena disadari tidak semua bayi dengan bayi dengan berat badan kurang dari 1500 gram pada waktu lahir.

B. Klasifikasi BBLSR digolongkan menjadi 1. Prematuritas murni

Adalah bayi lahir pada kehamilan kurang dari 37 minggu dengan BB sesuai

2. Small For Date (SFD) atau kecil untuk masa kehamilan

Adalah bayi yang BB rendah kurang dari seharusnya umum kehamilan. 3. Retardasi pertumbuhan janin uterus

Adalah bayi yang lahir dengan BB rendah dan tidak sesuia dengan tuanya kehamilan.

4. Dismaturitas

Adalah suatu sindrom klinik dimana terjadi ketidakseimbangan antara pertubuhan janin dengan lanjutan kehamilan

5. Large for date

Adalah bayi yang dilahirkan lebih besar dari seharusnya tua kehamilan misal penderita DM. (Wiknjosastro, H 2007)

C. Etiologi

BBLSR dapat disebabkan oleh beberapa factor (dr. Arief ZR, dkk, 2009:22-23), yaitu :

1. Penyakit ibu a. Penyakit

Toxemia gravidarum, perdarahan ante partum, trauma fisik atau psikologis, nefritis akut, diabetes mellitus.

b. Usia ibu

Kurang dari 16 tahun atau lebih dari 35 tahun, multigravida dengan jarak kehamilan dekat

c. Keadaan ekonomi social rendah 2. Faktor janin

(4)

3. Faktor lingkungan

Radiasi, tinggal di dataran tinggi, zat racun D. Komplikasi

1) Sindrom aspirasi meconium 2) Asfksia neonatorum

3) Sindrom diabetes respirasi 4) Penyakit membran hialin

5) Dismaturitas Preterm terutama bila masa gestasinya kurang dari 35 minggu

6) Hiperbilirubinemia, patent ductus arteriosus, perdarahan ventrikel otak 7) Hipotermi, hipoglikemia, anemia, gangguan pembekuan darah

8) Infeksi, retrolental fibroplasa

9) Bronchopulmonary dysplasia, malformasi kongenital E. Penanganan awal BBLSR

1) Keringkan secepatnya dengan handuk kering 2) Ganti kain basah dengan kain kering

3) Bungkus bayi dengan kain dan sebelumnya lakukan perawatan tali pusat 4) Untuk menghangatkan bayi, rawat dalam incubator

5) Kemudian tutup kepala bayi dengan topi bila perlu berikan oksigen

6) Bila bayi tidak bias menghisap pasangkan NGT/OGT dan berikan ASI/PASI melalui sesuai kebutuhan

7) Bila bayi dalam keadaan pasang infus dex 10 % dengan kecepatan 6tts/I dan berikan antibiotika

(buku panduan manajemen masalah bayi baru lahir untk Dokter, Bian, dan Perawat, di Rumah sakit)

F. Perawatan bayi BBLSR

Yang perlu di perhatikan adalah pengaturan suhu lingkungan.Pemberian makanan dan siap sedia dengan tabung oksigen.Pada bayi premature makin pendek masa kehamilan, makin sulit dan makin banyak persoalan yang di hadapi.Biasanya kematian disebabkan oleh gangguan pernafasan, infeksi cacat bawaan dan trauma pada otak.

1) Pengaturan suhu lingkungan

Dapat dilakukan dengan pemanasan lampu atau dengan memasukkan dalam incubator dengan suhu yang diatur :

a. Berat badan di bawah 2 kg suhu 33,9 - 34,10C b. Berat badan 2 kg sampai 2,5 kg suhu 32,8 - 33,8 0C

Suhu incubator diturunkan 1’c setiap minggu sampai bayi ditempatkan pada suhu lingkungan sekitar 24 sampai 27 0C.

(5)

2) Makanan bayi berat lahir rendah

Umumnya bayi premature belum sempurna reflek menghisapnya, kapasitas lambung masih kecil dan daya enzim pencernakan terutama lipase masih kurang, maka makanan diberikan dengan NGT sedikit demi sedikit tapi sering atau setiap 2 jam.(Manuaba, 2008).

3) Perawatan bayi berat badan lahir rendah juga dapat menggunakan Kanggoro Mother Care (KMC)

KMC adalah kontak kulit diantara ibu dan bayi secara dini, terus menerus dan di kombinasikan dengan pemberian ASI. Metode ini bertujuan agar bayi kecil tetap hangat DURASI :

a. Di jalankan sampai bayi berat badan 2500gram atau mendekati 40 minggu. b. Bila ibu perlu istirahat dapat digantikan ayah ataupun saudara.

c. KMC dapat dilakukan setiap saat ketika bayi menginginkan.

Menurut (pengantar ilmu keperawatan anak 1, hidayat A, 2009: hal 191) 4) Pakaian dan posisi bayi

a. Berikan bayi pakaian, topi, popok, dan kaos kaki yang telah dihangatkan lebih dahulu.

b. Letakkan bayi di dada ibu :

 Dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu dan lihat apakah kepala bayi sudah berfiksasi.

 Posisikan bayi dalam frog position yaitu fleksi pada siku dan tungkai kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak ekstensi.

 Tutupi bayi dengan pakaian ibu ditambah selimut yang sudah cukup hangat, dalam metode KMC ini tidak memerlukan baju khusus dapat juga menggunakan baju yang lebih besar dari badan ibu. Kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak terjatuh.

G. GAMBARAN KLINIS PADA BBLSR 1. Berat badan kurang dari 1.500 gram 2. Panjang badan kurang dari 45cm 3. Lingkaran kepala kurang dari 33cm 4. Lingkaran dada kurang dari 30cm 5. Umur kehamilan kurang dari 37minggu 6. Kepala relatif lebih besar dari badannya

7. kulit tipis dan transparan, rambut lanugo banyak, lemak kulit kurang 8. pernapasan tak teratur dan dapat terjadi apnea (gagal nafas)

(6)

H. PENCEGAHAN

Hal-hal yang dapat dilakukan :

1) Meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kurun kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda. Ibu hamil yang diduga beresiko, terutama faktor resiko yang mengarah melahirkan bayi dengan BBLSR harus cepat dilaporkan, dipantau dan rujuk pada institusi pelayanan kesehatan yang lebih mampu.

2) Penyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, tanda-tanda Selama kehamilan dan perawatan diri selama kehamilan agar mereka dapat menjaga kesehatannya dan janin yang di kandung dengan baik.

3) Hendaknya ibu dapat merencanakan persalinan pada kurun umur reproduksi sehat (20-35 tahun)

4) Perlu dukungan sektor lain yang terkait untuk turut berperan dalam meningkatkan pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga agar mereka dapat meningkatkan akses terhadap pemanfaatan pelayanan antental dan status gizi ibu selama kehamilan.

(winkajosastro, H.2007)

B. Manajemen Kebidanan 7 langkah Varney I. Pengumpulan Data atau Pengkajian

Pada langkah pertama ini dilakukan pengkajian dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan pasien secara lengkap yaitu :

a. Riwayat kesehatan b. Pemeriksaan fisik

c. Meninjau catatan terbaru atau catatan sebelumnya

d. d. Meninjau data laboratorium dan membandingkannya dengan hasil studi II. Interpretasi Data Dasar

Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap masalah atau diagnosa dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.Data dasar yang sudah dikumpulkan di Interpretasikan sehingga ditemukan masalah atau diagnosa yang spesifik.

(7)

Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnose potensial lain berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan, sambil mengamati klien bidan diharapkan dapat bersiap-siap bila diagnose/masalah potensial ini benar-benar terjadi.

IV. Identifikasi Kebutuhan yang memerlukan penanganan segera

Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan/atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.

V. Merencanakan Asuhan yang menyeluruh

Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh, ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya.Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi, pada langkah ini informasi/data dasar yang tidak lengkap dapat dilengkapi.

VI. Melaksanakan Perencanaan

Pada langkah ke enam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke 5 dilaksanakan secara efisien dan aman. Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian dilakukan oleh bidan dan sebagian lagi oleh klien, atau anggota tim kesehatan lainnya. Jika bidan tidak melakukannya sendiri, ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya (misalnya: memastikan agar langkah-langkah tersebut benar-benar terlaksana). Dalam situasi dimana bidan berkolaborasi dengan dokter, untuk menangani klien yang mengalami komplikasi.

VII. Evaluasi

Pada langkah ke VII ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam masalah dan diagnosa.

BAB III TINJAUAN KASUS

(8)

Hari/Tanggal : Kamis / 14-01-2016 Pukul : 16.36 WIB Ruang : NICU No. MR :112731 I. PENGUMPULAN DATA A. Identitas/Biodata

Nama bayi : Bayi Ny. E Umur Bayi : 1 hari Tanggal Lahir :14-01-2016 Nama Ibu :Ny. E

Umur :35th

Suku/bangsa : Aceh Indonesia Agama : Islam Pendidikan : SMP Pekerjaan : IRT Alamat :Peunaron Nama Ayah :Tn. R Umur :39th

Suku/bangsa : Aceh / Indonesia Agama : Islam

Pendidikan : SMP

Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Peunaron

B. Anamnesa (Data Subyektif)

Tanggal :14-01-2016

Pukul : 16.35 Wib

- Riwayat ibu

1) Riwayat penyakit kehamilan Perdarahan :Ada Pre-eklampsia :Tidak Ada Eklampsia : TIdak Ada Penyakit Kelamin : Tidak ada 2) Kebiasaan waktu hamil

Makanan : Teratur Obat-obatan : Tidak ada Merokok : Tidak ada 3) Riwayat Kehamilan

HPHT : 10-06-2015

TTP : 17-03-2016

Keadaan Kesehatan Ibu selama Hamil : Tdk ada Penyakit Yg serius

(9)

TT selama hamil : 2 kali Tablet besi selama Hamil : Ada Tempat pemeriksaan kehamilan : Puskesmas 4) Riwayat persalinan dahulu : Normal 5) Riwayat persalinan sekarang

Jenis Persalinan : pervaginam

Ditolong oleh : Bidan

Komplikasi persalinan : Solutio plasenta

C. Pemeriksaan Fisik 1. Nilai APGAR

Nilai APGAR Waktu

Tanda 0 1 2 1 5

Denyut jantung(pulse) Tidak ada Lambat <

100 >100 1 1

Usaha nafas(respisration) Tidak ada Lambat, tidak teratur

Menangis dengan

keras 1 1

Tonus otot(activity) Lemah Fleksi pada

ekstremitas Gerakan aktif 1 1 Kepekaan reflek

(gremace) Tidak ada Merintih Menangis kuat 0 1

Warna(apperence) Biru pucat

Tubuh merah muda, ekstremitas biru Seluruhnya merah muda 1 1 JUMLAH 4 5 2. Antropometri a. Berat Badan : 1100 gr b. Panjang Badan : 35 cm

(10)

c. Lingkar Kepala : 24 cm d. Lingkar Dada : 21 cm

e. LILA : 5 cm

3. Refleks

a. Morrow : ada

b. Tonic Neck : tidak ada c. Palmagraps : ada d. Rooting : tidak ada 4. Tanda Vital

a. Temp : 34,4 oC

b. HR : 110x/i

c. RR : 63x/i

d. Kesadaran : Compos mentis e. Keadaan Umum : Lemah

5. Kepala

a. Bentuk : Simetris b. Ubun-ubun : Cembung c. Kelainan : tidak ada d. Luka : tidak ada 6. Mata

a. Warna : ikterik

b. Bentuk : setengah terbuka c. Posisi : simetris kiri dan kanan d. Kotoran : tidak ada

e. Perdarahan : Tidak ada 7. Hidung

a. Lubang : Ada

b. Sekret : Tidak ada 8. Mulut

a. Bentuk : Simetris atas dan bawah b. Kelainan : tidak ada

c. Saliva : tidak ada hipersaliva

d. Lidah : bersih

9. Telinga

a. Bentuk : simetris kiri dan kanan, bila di lipat tidak bisa kembali kebentuk semula

b. Daun telinga : ada kiri dan kanan c. Serumen : tidak ada

10. Leher

a. Kelainan : tidak ada b. Pergerakan : ada 11. Dada

a. Bentuk : simetris kiri dan kanan b. Payudara : belum teraba

c. Areola : tidak tampak d. Puting susu : tidak tampak

(11)

12. Abdomen

a. Bentuk : simetris kiri dan kanan b. Kelainan : Tidak ada

13. Tali Pusat

a. Warna : putih kehijauan b. Perdarahan : tidak ada 14. Kulit

a. Warna : tubuh merah muda, ektremitas biru

b. Turgor : ada

c. Verniks : Tidak ada d. Lanugo : tipis 15. Punggung

a. Bentuk : normal b. Kelainan : tidak ada 16. Ekstremitas

a. Tangan : simetris kiri dan kanan b. Kaki : simetris kiri dan kanan c. Gerakan : ada

d. Kuku : lengkap

e. Bentuk kaki : lurus f. Bentuk tangan : lurus g. Kelainan : tidak ada 17. Genetalia

a. Clitoris : menonjol b. Labia minora : kecil

c. Labia mayora : belum menutup labiya minora

d. Anus : ada

II. INTERPRESTASI DATA DASAR Diagnosa Kebidanan :

By.Ny. E lahir secara spontan, neonatus kurang bulan, tidak sesuai masa kehamilan dengan berat lahir sangat rendah umur 1 hari

III. ANTISIPASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Bayi Hipotermi, resiko infeksi

IV. TINDAKAN SEGERA

Kolaborasi dengan dokter spesialis anak untuk melakukan perawatan bayi dalam incubator

V. RENCANA MANAJEMEN

1. Bersihkan jalan nafas 2. Jaga suhu tubuh bayi

3. Atur posisi bayi senyaman mungkin 4. Berikan 02

5. Memasang OGT 6. Memasang infus

(12)

7. Menginjeksi antibiotik 8. Berikan injeksi vit K

9. Menjaga kebersihan pakaian bayi agar tetap kering dan bersih 10. Merawat tali pusat

11. Merawat bayi dalam incubator sesuai dengan suhu yang dianjurkan MTE 12. Mencuci tangan setiap kontak dengan bayi

13. Mengontrol TTV bayi

14. Memantau input dan output bayi 15. Timbang BB bayi setiap hari 16. Lakukan pendokumentasian

VI. IMPLEMENTASI / PELAKSANAAN

1. Membebaskan jalan nafas dengan suction : untuk melancarkan bayi dalam bernafas

2. Meletakkan bayi dalam incubator dengan suhu 31,8oC

3. Mengatur posisi bayi senyaman mungkin miring kiri dan miring kanan 4. Memberikan O2 ½-1 liter untuk mencegah kekurangan oksigen pada bayi 5. Memasang OGT : untuk memudahkan bayi dalam pemenuhan nutrisi

seperti ASI/PASI karena daya hisap bayi masih lemah

6. Memasang infuse Dex 10% 6 tts/i mikro : untuk memenuhi cairan tubuh bayi dan memudahkan pemberian obat injeksi antibiotik

7. Memberikan injeksi vit K : dosis 0,5 mg / 0,25 cc

8. Memberikan injeksi antibiotik : ampicillin 100 mg/ 12 jam, gentamicin 5 mg/ 12 jam

9. Menjaga pakaian bayi agar tetap kering dan bersih : mengganti popok apabila BAB dan BAK dan menjaga kelembaban kulit bayi agar tidak iritasi

10. Merawat tali pusat dengan kasa steril : ganti kassa setiap hari dan jika terkena BAB dan BAK

11. Merawat bayi dalam incubator dengan suhu 31,8oC sesuai dengan NTE 12. Mencuci tangan setiap kontak dengan bayi : untuk mencegah penularan

penyakit melalui tangan dikarenakan daya tahan tubuhnya masih lemah 13. Pemberian ASI/PASI : setiap 3 jam diberikan ASI/PASI sebanyak 3 cc

untuk pemenuhan nutrisi dan menambah berat badan bayi

14. Lakukan pemantauan dan observasi pada bayi dan menjelaskan hasil pemeriksaan pada keluarga, suhu : 34,4 oC, BB: 1100gr, PB : 35 cm, HR : 110 x/I, RR :63 x/I .Memantau keaadaan umum bayi, warna kulit : merah, K/u : lemah, menghisap (-), menangis (+), meconium (-), refleks : baik

(13)

15. Menimbang BB/ hari : untuk memantau peningkatan BB setiap harinya 16. Melakukan pendokumentasian dibuku laporan perawat dalam bentuk

SOAP VII. EVALUASI

1. Bayi sudah bisa bernafas lebih baik dengan bantuan O2 2. Suhu tubuh bayi sudah lumayan stabil yaitu 36,3 oC 3. nutrisi ASI/PASI melalui OGT /3 jam

4. Pemenuhan cairan parentral sudah terpenuhi

5. Bayi terlihat bersih dan tidak ada tanda-tanda infeksi

6. Bayi sudah dirawat dalam incubator dengan suhu 32,30C ,pemantauan dan observasi pada bayi sudah dilakukan

7. Kolaborasi dalam pemberian terapi dan obat antibiotik sudah dilakukan 8. Pendokumentasian sudah dilakukan

CATATAN PERKEMBANGAN SOAP Hari/Tanggal : Jumat 15 Januari 2016

Waktu : 10.00 WIB 1. Subyektif : 2. Obyektif k/u : lemah BB : 1100 gr Temp : 34,40C HR : 152x/i RR : 55x/i Menangis : lemah

Gerakan : kurang aktif

Sementara terpasang : infus, cairan glukosa 10% 6tt/ i Sementara terpasang : OGT

Sementara terpasang : 02 Nassal kanul 0,5 – 1 Liter ekstremitas : merah kebiruan

kulit : kulit tampak tipis dan transparan

Reflek : baik

BAB : (-)

BAK : (-)

Menghisap : (-)

Rawat : Inkubator ,suhu 31,80C Tali pusat : berwarna putih kehijauan 3. Assasment

Bayi umur 2 hari dengan BBLSR (berat bayi lahir rendah), Asfiksia ringan, K/U lemah

(14)

a. Memantau keadaan umum bayi setiap 2 jam

b. Kolaborasi dengan tim medis tentang perawatan bayi dalam incubator c. Mengatur posisi bayi miring kanan miring kiri

d. Mengontrol Oksigen yang diberikan e. Mempertahankan suhu incubator 31,80C f. Mengontrol tetesan infus 6tt/ i mikro

g. Mengganti popok bayi setiap BAB dan BAK h. Memberi asupan ASI/PASI pada bayi 2-5 cc/3 jam i. Merawat tali pusat dengan kasa steril

j. Memberikan injeksi gentamicin 5gr/12 jam dan Ampicillin 100gr/12jam k. Menjaga kebersihan bayi

CATATAN PERKEMBANGAN SOAP Hari/Tanggal : Sabtu, 16 Januari 2016

Waktu : 12.00 WIB 1. Subyektif : 2. Obyektif k/u : lemah BB : 1100 gr Temp : 35,1oC HR : 142x/i RR :43x/i Menangis : lemah

Menghisap : tidak ada Gerakan : kurang Aktif Menghisap : (-)

Sementara terpasang : infus, cairan glukosa 10% 6tt/ i Sementara terpasang : OGT

Sementara terpasang : 02 Nassal kanul 0,5 – 1 Liter Ekstremitas : merah kebiruan

Kulit : kulit tampak tipis dan transparan

Reflek : baik

BAB : (-)

BAK : (+)

Menghisap : (-)

Rawat : Inkubator ,suhu 32,30C Tali pusat : berwarna putih kehijauan

3. Assasment :

Bayi umur 3 hari dengan BBLSR (berat bayi lahir rendah) K/U lemah 4. Planning

1. Memantau keadaan umum bayi setiap 2 jam

2. Kolaborasi dengan tim medis tentang perawatan bayi dalam incubator 3. Mengatur posisi bayi miring kanan miring kiri

(15)

4. Mengontrol Oksigen yang diberikan 5. Mempertahankan suhu incubator 32,30C 6. Mengganti popok bayi setiap BAB dan BAK 7. Memberi asupan ASI/PASI pada bayi 2-5 cc/3 jam 8. Merawat tali pusat dengan kasa steril

9. Memberikan injeksi gentamicin 5gr/12 jam dan Ampicillin 100gr/12jam

CATATAN PERKEMBANGAN SOAP Hari/Tanggal : Minggu, 17 Januari 2016

Waktu : 09.00 WIB 1. Subyektif : 2. Obyektif k/u : lemah BB : 900 gr Temp : 36,3oC HR : 140x/i RR : 47x/i Menangis : lemah

Gerakan : kurang aktif

Sementara terpasang : infuse, cairan glukosa 10% 6tt/ i Sementara terpasang : OGT

Sementara terpasang : 02 Nassal kanul 0,5 – 1 Liter ekstremitas : merah

kulit : kulit tampak tipis dan transparan

Reflek : baik

BAB : (+)

BAK : (+)

Menghisap : (-)

Rawat : Inkubator ,suhu 32,80C Tali pusat : putih pucat

3. Assasment

Bayi umur 4 hari dengan BBLSR (berat bayi lahir rendah), Asfiksia ringan, K/U lemah

4. Planning

a. Memantau keadaan umum bayi setiap 2 jam

b. Kolaborasi dengan tim medis tentang perawatan bayi dalam incubator c. Mengatur posisi bayi miring kanan miring kiri

(16)

e. Mempertahankan suhu incubator 32,80C f. Mengganti popok bayi setiap BAB dan BAK g. Memberi asupan ASI/PASI pada bayi 2-5 cc/3 jam h. Merawat tali pusat dengan kasa steril

i. Memberikan injeksi gentamicin 5gr/12 jam dan Ampicillin 100gr/12jam

CATATAN PERKEMBANGAN SOAP Hari/Tanggal : Senin, 18 Januari 2016

Waktu : 10.00 WIB 1. Subyektif : 2. Obyektif k/u : lemah BB : 800 gr Temp : 36,7oC Pols :130x/i RR : 45x/i Menangis : lemah

Gerakan : kurang aktif

Sementara terpasang : infus, cairan glukosa 10% 6tt/ i Sementara terpasang : OGT

Sementara terpasang : 02 Nassal kanul 0,5 – 1 Liter ekstremitas : merah

kulit : kulit tampak tipis dan transparan

Reflek : baik

BAB : (+)

BAK : (+)

Menghisap : (-)

Rawat : Inkubator ,suhu 32,80C Tali pusat : coklat kering

3. Assasment

Bayi umur 5 hari dengan BBLSR (berat bayi lahir rendah),Asfiksia ringan, K/U lemah

4. Planning

a) Memantau keadaan umum bayi setiap 2 jam

b) Kolaborasi dengan tim medis tentang perawatan bayi dalam incubator c) Mengatur posisi bayi miring kanan miring kiri

d) Mengontrol Oksigen yang diberikan e) Mempertahankan suhu incubator 32,80C f) Mengganti popok bayi setiap BAB dan BAK g) Memberi asupan ASI/PASI pada bayi 2-5 cc/3 jam h) Memberikan vit zamel drop dosis 2 x 0.3cc

(17)

j) Memberikan injeksi gentamicin 5gr/12 jam dan Ampicillin 100gr/12jam

CATATAN PERKEMBANGAN SOAP Hari/Tanggal : Selasa, 19 Januari 2016

Waktu : 20.00 1. Subyektif : 2. Obyektif k/u : sedang BB :800 gr Temp : 36,1oC Pols : 145x/i RR : 50x/i Menangis : sedang Gerakan : aktif

Sementara terpasang : infus, cairan glukosa 10% 6tt/ i Sementara terpasang : OGT

Sementara terpasang : 02 Nassal kanul 0,5 – 1 Liter ekstremitas : merah

kulit : kulit tampak tipis dan transparan

Reflek : baik

BAB : (+)

BAK : (+)

Menghisap : (-)

Rawat : Inkubator ,suhu 32,80C Tali pusat : coklat tua / kering 3. Assasment

Bayi umur 6 hari dengan BBLSR (berat bayi lahir rendah) K/U sedang 4. Planning

a) Memantau keadaan umum bayi setiap 2 jam

b) Kolaborasi dengan tim medis tentang perawatan bayi dalam incubator c) Mengatur posisi bayi miring kanan miring kiri

d) Mengontrol Oksigen yang diberikan e) Mempertahankan suhu incubator 32,80C f) Mengganti popok bayi setiap BAB dan BAK g) Memberi asupan ASI/PASI pada bayi 2-5 cc/3 jam h) Memberikan vit zamel drop dosis 2 x 0.3cc

i) Merawat tali pusat dengan kasa steril

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Nursalam.(2008).Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak Jakarta : Salemba Medika. FKUI.1985. Ilmu Kesehatan Anak buku I. Jakarta : FKUI.

Taber, Ber-Zion.1994. Kapita Selekta Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi.Jakarta : EGC.

Rustam, Mochtar. 2005. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC.

Referensi

Dokumen terkait

34 Pada penelitian kami semua subyek adalah gizi baik (100%), sehingga uji statistik tidak dapat dilakukan untuk melihat hubungan antara status gizi dengan kadar

Oleh karena itu apabila ada orang lain yang atau salah satu ahli waris mengaku bahwa ia telah menerima hibah maka hibahnya itu dipandang tidak sah, sebab dikhawatirkan

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara Peran Ibu Dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI dengan Status Gizi Balita usia 6 ± 24 bulan di

Beberapa penelitian mengenai Sistem Informasi Geografis di Indonesia telah dilakukan, antar lain oleh Angelasari (2010), Naqi (2010), Soyusiawaty (2007) dan Tanaamah

He gave Earl and Susan Q clear instructions on how to find the waiting zone and Priscilla P, and told them what to do when they arrived.. In the meantime, he would take Ace back

pestisida pada bahan yang akan digunakan dalam proses produksi adalah dengan cara. menganalisa kandungan pestisida di

Observasi ini dikukan di Laboratorium ICT Terpadu, Unit 7 Lantai 4, Universitas Budi Luhur. Kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin yang

Aneka souvenir yang dibuat di antaranya adalah bros dar sedotan plastik, tempat pensil dari bekas botol plastik, tas dari bekas kemasan minyak goreng, dan piring anyaman