• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Austin, J.E Agroindustrial Project Analysis. EDI Series in Economic Development, Washington D.C.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Austin, J.E Agroindustrial Project Analysis. EDI Series in Economic Development, Washington D.C."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Ardana, I.K. 2009. Model Pengelolaan Energi Berwawasan Lingkungan di Pulau – Pulau Kecil: Kasus Pengembangan Tanaman Jarak Pagar Mendukung Sistem Listrik Berbasis Energi Terbarukan di Nusa Penida, Bali. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Arsyad, M. 2007. The impact of fertilizer subsidy and export tax policies on Indonesia cocoa exports and production. Ryukoku Journal of Economic Studies, 47 (3): 1 – 21.

Arsyad, M., and S. Yusuf. 2008. Assessing impact of oil prices and interest rate policies: The case of Indonesian cocoa. Ryukoku Journal of Economic Studies, 48 (1): 65 – 92.

Athanasoglou, P., C. Backinezos and E.A. Georgiou. 2010. Export performance, competitiveness and commodity composition. MPRA Paper No. 31997. http://mpra.ub.uni-muenchen. de/31997/

Austin, J.E. 1981. Agroindustrial Project Analysis. EDI Series in Economic Development, Washington D.C.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi [Bappebti]. 2011a. Analisis perkembangan harga: Harga kakao dunia kembali naik. http://www.bappebti.go.id/administrator/ pdf/Harga% 20 Kakao%20 Dunia%20Kembali%20Naik.pdf.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi [Bappebti]. 2011b. Analisis perkembangan harga: Harga kakao berjangka terus alami penurunan. http://www.bappebti.go.id/administrator/pdf/Harga%20Kakao%20Berjangk a%20Terus%20Alami%20Penurunan.pdf

Badan Pusat Statistik [BPS]. 2011. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Edisi 13, Juni 2011. Badan Pusat Statistik, Jakarta.

Brooks, J. 2010. Agricultural Policy Choices in Developing Countries: A Synthesis. OECD Headquarters, Paris.

Chaidir, I. 2007. Rancang Bangun Model Dinamis Pengelolaan Agroindustri Kerapu. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Chen, J.H. and T.S. Jan. 2005. A system dynamics model of the semiconductor industry development in Taiwan. Journal of the Operational Research Society, 56: 1141 – 1150.

Christy, R., E. Mabaya, N. Wilson, E. Mutambatsere and N. Mhlanga. 2009. Enabling environments for competitive agro-industries. In: Agro-Industries for Development. Editor: C.A. da Silva, D. Baker, A.W. Shepherd, C. Jenane and A.M. da-Cruz. Published by CAB International and Food and Agriculture Organization, Rome.

(2)

Coyle, R.G. 1995. System Dynamics Modeling: Practical Approach. Chapman & Hall, London.

Departemen Perindustrian [Depperin]. 2008. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2008 Tentang Kebijakan Industri Nasional. Departemen Perindustrian Republik Indonesia, Jakarta.

Dhillon, S.S. and N. Singh. 2006. Contract farming in Punjab: An analysis of problem, challenge and opportunities. Pakistan Economic and Social Riview. Vol. XLIV, No. 1: 19 - 38.

Direktorat Jenderal Industri Agrokimia [Ditjen Agrokim]. 2009. Statistik 2009 Agrokim. Direktorat Jenderal Industri Agrokimia, Departemen Perindustrian, Jakarta.

Direktorat Jenderal Perkebunan [Ditjenbun]. 2010. Statistik Perkebunan 2009 – 2011: Kakao. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Jakarta.

Direktorat Jenderal Perkebunan [Ditjenbun]. 2011. Kebangkitan Industri Kakao dan Cokelat Nasional. http://ditjenbun.deptan.go.id/index.php/ component/content/article/36-news/227-kebangkitan-industri-kakao-dan-cokelat-nasional-.html. Diakses tanggal 15 September 2011.

Djamhari, C. 2004. Orientasi Pengembangan Agroindustri Skala Kecil dan Menengah; Rangkuman Pemikiran. Infokop, 25 (XX): 121 – 132.

Dradjat, B. dan T. Wahyudi. 2008. Prospek dan Strategi Pengembangan Industri Hilir. Dalam: Kakao: Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Editor: T. Wahyudi, T.R. Panggabean dan Pujiyanto, p. 294 – 313. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.

Dunn, W.N. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Estherhuizen, D. 2006. Measuring and Analyzing Competitiveness in the Agribusiness Sector: Methodological and Analytical Framework. University of Pretoria.

Eriyatno. 2003. Ilmu Sistem: Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen. Jilid 1. IPB Press, Bogor.

Eriyatno dan F. Sofyar. 2007. Riset Kebijakan: Metode Penelitian untuk Pascasarjana. IPB Press, Bogor.

Fatah, L. 2007. The potentials of agro-industry for growth promotion and equality improvement in Indonesia. Asian Journal of Agriculture and Development, 4 (1): 57 – 73.

Firdaus, M. dan Ariyoso. 2010. Keterpaduan pasar dan faktor-faktor yang mempengaruhi harga kakao Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 3(1): 69-79.

(3)

Gandhi, V., G. Kumar and R. Marsh. 2001. Agroindustry for rural and small farmer development: Issues and lesson from India. International Food and Agribusiness Management Review, 2(3/4): 331 – 344.

Gandhi, V.P., and D. Jain. Institutional innovations and nodels in the development of agro-industries in India: Strengths, weakness and lessons. In: Innovative Policies and Institutions to Support Agro-Industries Development. Food and Agriculture Organization of The United Nations, Rome.

Garcia, J.M. 2006. Theory and Practical Exercises of System Dynamics. Juan Martín García, Barcelona. http://www.dinamica-de-sistemas.com/ libros/dynamics.htm.

Goenadi, D.H., J.B. Baon, S. Abdullah, Herman dan A. Purwoto. 2007. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Kakao. Edisi Kedua. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta.

Goldin, I. 1990. Comparative advantage: Theory and application to developing country agriculture. Working paper No. 16, OECD Development Centre. Hanson, S. and J. Cranfield. 2009. Building the political case for agro-industries

and agribusiness in developing countries. In: Agro-Industries for Development. Editor: C.A. da Silva, D. Baker, A.W. Shepherd, C. Jenane and A.M. da-Cruz. Published by CAB International and Food and Agriculture Organization, Rome.

Indrawanto, C. 2008. Penentuan pola pengembangan agroindustri jambu mete. Jurnal Littri,14 (2): 78 – 86.

International Cocoa Organization [ICCO]. 2010. The World Cocoa Economy: Past and Present. ICCO, London, UK.

International Cocoa Organization [ICCO]. 2011. ICCO quarterly bulletin of cocoa statistics. Vol. XXXVII, No. 2, Cocoa Year 2010/2011. ICCO, London, UK. International Trade Centre [Intracen]. 2011. Trade map-International trade

statistics: Cocoa and cocoa preparations. http://www.trademap. org/tradestat/Country_SelProduct_TS.aspx. Diakses tanggal 30 Desember 2011.

Irawan. 2005. Analisis Ketersediaan Beras Nasional: Suatu Kajian Simulasi Pendekatan Sistem Dinamis. Prosiding Seminar Nasional Multifungsi Pertanian dan Ketahanan Pangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, Bogor.

Jan, T.S. and C.T. Hsiao. 2004. A four-role model of automotive industry development in developing countries: a case in Taiwan. Journal of the Operational Research Society, 55: 1145 – 1155.

(4)

Katchova, A.L., C. Gonzalez–Vega, and M.J. Miranda. 2001. A dynamic model of micro lending in the developing countries. Paper Presented at the AAEA Meetings in Chicago, Illinois, August 5-8, 2001.

Kementerian Keuangan [Kemenkeu]. 2010. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.011/2010 Tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea keluar dan Tarif Bea Keluar. Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta.

Kementerian Perindustrian [Kemenperin]. 2010. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 60/M-IND/PER/6/2010 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 45/M-IND/PER/5/2009 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Kakao Bubuk Secara Wajib. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Jakarta.

Kementerian Perdagangan [Kemendag]. 2011. Constant market share analysis (CMSA). http://www.kemendag.go.id/addon/depdag_cmsa/. Diakses tanggal 30 Desember 2011.

Kementerian Pertanian [Kementan]. 2010. Rencana Strategis Kementerian Pertanian: Tahun 2010 - 2014. Kementerian Pertanian, Jakarta.

Kilkenny, M. and G. Schluter. 2001. Value-added agriculture policies across the 50 state. Rural America, 16 (1): 12 – 18.

Kirkwood, C.W. 1998. System Dynamics Method: A Quick Introduction. College of Business, Arizona State University.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha [KPPU]. 2009. Background Paper: Kajian Industri dan Perdagangan Kakao. Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Jakarta.

Letaubun, M.S., E. Suhendang dan D. Darusman. 2005. pengembalian ekonomi dalam pengelolaan hutan alam produksi: Suatu pendekatan dinamika sistem. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, XI (2): 42 – 54.

Lubis, A.D. dan S. Nuryati. 2011. Analisis dampak ACFTA dan kebijakan perdagangan kakao di pasar domestik dan China. Analisis Kebijakan Pertanian, 9(2): 143-156.

Manggabarani, A. 2010. Bukan Sebuah Mimpi: Menjadi Produsen Kakao Terbesar Dunia. PT. Ideals Agro Abrar.

Mariana, A. 2005. Rancang Bangun Sistem Penunjang Keputusan Investasi pada Industri Biodiesel Kelapa Sawit Menggunakan Model Sistem Dinamis. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Marimin dan N. Maghfiroh. 2010. Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan dalam

(5)

McLeod, R. and G.P. Schell. 2008. Management Information Systems. Tenth Edition. Pearson Education, Inc., New Delhi.

Media Industri. 2010. Penerapan Bea Keluar Dorong Industri Hilir Domestik. Media Industri No. 2. Biro Umum dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Perindustrian.

Moenius, J. 2006. Measuring comparative advantage: A Richardian approach. School of Business, University of Redlands.

Muhammadi, M., E. Aminullah. dan B. Soesilo. 2001. Analisis Sistem Dinamis: Lingkungan Hidup, Sosial, Ekonomi, Manajemen. UMJ Press, Jakarta. Munandar, J.M., J. Purwono dan N, Nadirman. 2008. Pemodelan ekonometrik

guna pengembangan daya saing ekspor agroindustri lemak dan bubuk kakao di Indonesia. Jurnal Manajemen Agribisnis, 3(1): 31 – 36.

Mutakin, F dan T. Sihaloho. 2007. Iklim usaha industri pengolahan biji kakao. Buletin Ilmiah Perdagangan; 1(1); 3-26

Muttaqin, Z. 2011a. Ekspor kakao olahan terhambat bea masuk. http://www.indonesiafinancetoday.com/read/3350/Ekspor-Kakao-Olahan-Terhambat-Bea-Masuk-. Diakses tanggal 15 September 2011.

Muttaqin, Z. 2011b. Opportunity loss pengusaha kakao capai us$260 juta per tahun. http://www.indonesiafinancetoday.com/read/2993/Opportunity -Loss-Pengusaha-Kakao-Capai-US260-Juta-per-Tahun-. Diakses tanggal 15 September 2011.

Nurasa, T. dan C. Muslim. 2005. Perkembangan kakao Indonesia dan dampak penerapan kebijakan eskalasi tarif di pasaran dunia: Kasus Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Selatan. SOCA, 2(3).

Nurmalina, R. 2007. Model Neraca Ketersediaan Beras yang Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Oladipo, J.A. 2008. Agro-industry as strategy for rural development: an impact assessment of Nigeria oil-palm industry. European Journal of Social Science: 7 (1): 75 – 87.

Permani, R., D. Vanzetti and N. R. Setyoko.2011. Optimum level and welfare effects of export taxes for cocoa beans in Indonesia: A partial equilibrium approach. Paper presented at the 2011 AARES Annual Conference 8-11 February 2011 in Melbourne.

Poppe, K.J. 2010. Business dynamics with scenarios on Dutch agriculture and its institutional arrangements. International Journal Food System Dynamics 2: 176 – 181.

(6)

Purnomo, H. 2003. Model dinamika sistem untuk pengembangan alternatif kebijakan pengelolaan hutan yang adil dan lestari. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, Vol. IX No. 2 : 54 – 62.

Purnomo, H. 2006. Degradasi hutan dan pengangguran: Menuju pengelolaan hutan skala kecil. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, Vol. XII No. 2 : 44 – 56.

Pusat Data dan Informasi Pertanian [Pusdatin]. 2010. Outlook Komoditas Pertanian: Perkebunan. Pusat Data dan Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian, Jakarta.

Rifin, A. 2010. Export competitiveness of Indonesia’s palm oil product. Trends in Agriculture Economics, 3(1): 1-8.

Rossi, R.S., M.F. Neves, and L.T. Castro. 2004. Quantification and coordination of agro-industry systems: The case of wheat in Brazil. In: Dynamics in Chains and Networks: 219 - 225.

Sa’id, E.G. 2010. Review kajian, penelitian dan pengembangan agroindustri strategis nasional: kelapa sawit, kakao dan gambir. J. Tek. Ind. Pert. 19(1): 45 - 55.

Saragih, B. 2010. Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian. Editor: R. Pambudy dan F.B.M. Dabukke. IPB Press, Bogor. Schmitz, A., H. Furtan and K. Baylis. 2002. Agricultural Policy, Agribusiness, and

Rent-Seeking Behaviour. University of Toronto Press, Toronto.

Shamsudin, M.N., C.T. Ann and M.L. Rosdi. 1992. An econometric analysis of cocoa prices: A structural approach. Jurnal Ekonomi Malaysia 25: 3 - 17. Sinaga, B.M. dan S.H. Susilowati. 2007. Dampak kebijakan ekonomi di sektor

agroindustri terhadap distribusi pendapatan sektoral, tenaga kerja dan rumah tangga di Indonesia: Analisis sistem neraca sosial ekonomi. Media SOCA, 7(2).

Sterman, J.D. 2000. Business Dynamics: Systems Thinking and Modeling for a Complex World. McGraw Hill, 982pp.

Sukmananto, B. 2007. Dampak Kebijakan Perdagangan terhadap Kinerja Ekspor Produk Industri Pengolahan Kayu Primer Indonesia. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sundari, S. 2000. Analisis Dampak Agroindustri Tebu terhadap Peningkatan Pendapatan Petani dan Pengembangan Perekonomian Wilayah di Jawa Timur. Tesis Magister Sains. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Suprihatini, R. 2004. Perkembangan dan pemilihan prioritas jenis industri hilir teh di Indonesia. Media SOCA 4(3): 299 – 304.

(7)

Suprihatini, R., B. Drajat dan U. Fajar. 2004. Kebijakan percepatan pengembangan industri hilir perkebunan: Kasus teh dan sawit. Analisis Kebijakan Pertanian 2(1): 54 – 66.

Supriyati dan E. Suryani. 2006. Peranan, peluang dan kendala pengembangan agroindustri di Indonesia. Forum Penelitian Agroekonomi 24 (2): 92 – 106. Susila, W.R. 2005. Pengembangan Industri Gula Indonesia: Analisis Kebijakan dan Keterpaduan Sistem Produksi. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Susilowati, S.H. 2007. Dampak Kebijakan Ekonomi di Sektor Agroindustri terhadap Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan di Indonesia. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Susilowati, S.H., B.M. Sinaga, W.H. Limbong dan Erwidodo. 2007. Dampak kebijakan ekonomi di sektor agroindustri terhadap kemiskinan dan distribusi pendapatan rumah tangga di Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi, 25 (1): 11 – 36.

Syam, H. 2006. Rancang Bangun Model Sistem Pengembangan Agroindustri Berbasis Kakao melalui Pola Jejaring Usaha. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Syam, H., M. S. Maarif, Eriyatno dan I. Sailah. 2006. Strategi pengembangan agroindustri berbasis kakao di Indonesia. Forum Pascasarjana, 29 (3): 179 – 190.

System Dynamic Society. 2011. The field of system dynamics. http:// www. systemdynamics.org / what_is_system_dynamics. html# overview. Last edited by n 2/17/11. Accessed date May 16th 2011.

Tambunan, M. 2010. Membangun industrialisasi yang tangguh berbasis agroindustri dalam menghadapi perdagangan bebas. Dalam: Refleksi Agribisnis: 65 Tahun Profesor Bungaran Saragih. Editor: B. Krisnamurthi, R. Pambudy dan F.B.M. Dabukke. IPB Press, Bogor.

Taufik, Y., L. Nuryati dan E. Repati. Outlook Komoditas Pertanian: Perkebunan. Pusat Data dan Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian, Jakarta. United Nations Environment Programme [UNEP]. 2009. Integrated Policymaking

for Sustainable Development: A Reference Manual. United Nations Environment Programme, Genève.

Utkulu, U. and D. Seymen. 2004. Revealed comparative advantage and competitiveness: Evidence for Turkey vis-à-vis the EU/15. In Europe Trade Study Group 6th Annual Conference ETSG, Nottingham, UK. van Tongeren, F. 2008. Agricultural Policy Design and Implementation: A

Synthesis. OECD Food, Agriculture and Fisheries Working Papers, No. 7, OECD Publishing. doi:10.1787/243786286663

(8)

Wahyudi, T dan Misnawi. 2007. Peluang dan tantangan komoditi kakao dan kopi untuk pasar Uni Eropa. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 23(3): 118 - 130.

Wahyudi, T. dan P. Rahardjo. 2008. Sejarah dan Prospek. Dalam: Kakao: Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Editor: T. Wahyudi, T.R. Panggabean dan Pujiyanto, p. 11 – 28. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.

Wigena, I.G.P., H. Siregar, Sudrajat dan S.R.P. Sitorus. 2009. Desain model pengelolaan kebun kelapa sawit plasma berkelanjutan berbasis pendekatan sistem dinamis: Studi kasus kebun kelapa sawit plasma PTP Nusantara V Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Jurnal Agro Ekonomi, Vol. 27 No. 1: 81 – 108.

Wilkinson, J. and R. Rocha. 2009. Agro-industry trends, patterns and development impacts. In: Agro-Industries for Development. Editor: C.A. da Silva, D. Baker, A.W. Shepherd, C. Jenane and A.M. da-Cruz. Published by CAB International and Food and Agriculture Organization, Rome. Wilson, R. 2006. Policy Analysis as Policy Advice. In: The Oxford Handbook of

Public Policy. Editor: M. Moran, M. Rein, and R.E. Goodin. Oxford University Press.

Winarti, C., M.P Laksamanahardja, dan D. Sumangat. 2005. Kajian status pengembangan agroindustri minyak nilam terhadap tingkat kepuasan petani di Majalengka. J.Pascapanen, 2 (2): 36 – 44.

World Bank. 2012. Commodity price forecast update: Released: January 17, 2012. http://siteresources.worldbank.org/INTPROSPECTS/Resources / 334934-1304428586133/Price_Forecast.xls.

Zuhdi, A. 2007. Peran pemodelan sistem dalam pengambilan keputusan untuk aplikasi manufaktur dan energi. Seminar Nasional III SDM Teknologi Nuklir, Yogyakarta, 21 – 22 November 2007.

Referensi

Dokumen terkait