ANALISIS DAN PERANCANGAN
3.1 Analisis
Proses penerimaan risiko meliputi sales marketing, underwriting, claim dan
keuangan. Prosedur penerimaan risiko objek yang akan diasuransikan adalah melalui
pengajuan calon nasabah potensial oleh sales marketing/ broker/ agen/ maupun calon
nasabah yang datang sendiri. Setelah itu mereka mengisi formulir Surat Pemohonan
Penutupan Asuransi (SPPA) yang berisi data mengenai objek calon nasabah. Dilakukan
survey oleh staf underwriting mengenai kondisi objek dan data – data penunjangnya.
Hasil survey dianalisa dan disimpulkan oleh staf underwriting menggunakan metoda
yang digunakan di perusahaan asuransi tersebut. Untuk harga pertanggungan di bawah
nilai tertentu, dan sifat objek yang umum dan tidak kompleks, cukup staf underwriting
yang memutuskan diterima atau tidak diterimanya proposal objek tersebut. Untuk harga
pertanggungan di atas nilai tertentu, dan sifat objek yang kompleks, diajukan ke
manager underwriting untuk memutuskan diterima/ tidak diterimanya proposal. Calon
nasabah yang diterima membayar premi sesuai dengan perhitungan dan analisa
underwriting.
Claim diajukan oleh nasabah bila terjadi kerusakan yang disebabkan oleh faktor –
faktor yang diasuransikan pada objek sehingga memerlukan penggantian biaya untuk
memperbaikinya agar objek tersebut dapat berfungsi atau beroperasi seperti semula,
atau menggantinya dengan yang baru. Claim diajukan nasabah secara langsung ke
perusahaan asuransi, atau melalui marketing/ broker/ agen yang menjadi perantara
sewaktu mengajukan proposal penanggungan risiko. Nasabah mengisi formulir claim
yang berisi tuntutan resmi kepada perusahaan asuransi. Survey dilakukan oleh staf
claim untuk memastikan data – data kerusakan, menghitung nilai kerusakan,
menentukan penyebab dari kerusakan. Jika penyebab kerusakan terjamin oleh polis
(kontrak) asuransi, maka penggantian rugi diberikan kepada nasabah (tertanggung).
Untuk nilai kerugian claim di bawah nilai tertentu, dan sifat objek yang umum dan
tidak kompleks, cukup staf claim yang memutuskan diterima atau tidak diterimanya
nilai tersebut setelah dihitung dan dianalisa kerugiannya. Diatas nilai tertentu, dan sifat
objek yang kompleks, nilai tersebut diajukan ke manager claim untuk memutuskan
diterima atau tidak diterimanya nilai tersebut setelah dihitung dan dianalisa
kerugiannya. Bila lebih kompleks maka ditunjuk loss adjuster (badan independen
penilai kerugian). Loss adjuster akan melakukan survey, menganalisa penyebab
kerugian dan jaminan asuransi serta menghitung nilai kerugian. Jika nilai yang diajukan
oleh loss adjuster sesuai dengan kondisi polis (kontrak) asuransi, maka pihak asuransi
akan meneruskan penawaran ganti rugi ke tertanggung (nasabah). Jika terjadi sengketa
claim maka perselisihan akan diteruskan ke badan arbitrase yang akan memutuskan atas
persengketaan tersebut.
Pengelolaan nilai risiko dilakukan oleh staf underwriting, claim dan information
technology bersama- sama secara periodik, untuk mencari nilai risiko yang paling tepat
dan paling berlaku. Data – data hasil claim yang pernah terjadi dikumpulkan sesuai
dengan jenis objek nasabah, serta jenis faktor – faktornya. Klasifikasi dilakukan dan
nilai faktor disimpulkan secara periodik.
Contoh aplikasi sejenis telah banyak berkembang misalnya aplikasi FIS untuk
menganalisis tingkat resiko penyakit dalam. Aplikasi tersebut menggunakan logika
fuzzy dan permasalahannya juga hampir sama dengan aplikasi FIS dalam menentukan
tinggi atau rendah suatu proposal asuransi. Dalam dunia kedokteran FIS digunakan
untuk menentukan seberapa besar derajat objek yang diteliti terkena suatu penyakit
(Trivia, 2012).
Logikanya seorang dokter yang memberikan diagnosis terhadap pasien kerap kali
mengalami kesalahan dalam menganalisis gejala penyakit yang timbul. Begitu pula
seorang underwriter juga sering bersifat subjektif dalam memberikan penilaian terhadap
suatu proposal asuransi. Oleh karena itu aplikasi sistem pakar berbasis FIS menjadi
solusi dalam permasalahan yang timbul.
3.2
Wawancara Dengan Pakar
3.2.1 Realita Pakar
Dalam pengembangan system pakar ini, diperlukan pengetahuan dan informasi
yang diperoleh dari berbagai sumber, yaitu dari pakar itu sendiri, serta buku – buku
yang membahas mengenai sistem asuransi.
Seorang pakar adalah seorang yang ahli dalam bidang tertentu dan mempunyai
pengetahuan atau keahlian khusus, yang tidak dikuasai atau dimiliki oleh kebanyakan
orang, sehingga dapat memecahkan suatu permasalahan yang tidak dapat dipecahkan
oleh kebanyakan orang, atau dapat memecahkan masalah dengan metode yang lebih
efisien. Oleh karena itu ruang lingkup pembahasan resiko yang dialami oleh perusahaan
asuransi, tidak terlepas dari pengetahuan seorang pakar.
Dalam melakukan analisis faktor – faktor yang mempengaruhi resiko asuransi,
seorang pakar harus memahami dengan baik sistem dan prosedur yang berlaku terkait
dengan profesinya. Hal tersebut menjadi fondasi penting demi keberlangsungan proses
bisnis dari perusahaan. Poin penting yang perlu digaris bawahi adalah tidak semua
resiko asuransi tepat dianalisis oleh seorang pakar, oleh sebab itu sistem ini dapat
membantu kinerja manajer underwriting dalam pengambilan keputusan, serta
mempercepat staf underwriter dalam melakukan tugasnya.
3.2.2
Hasil Wawancara Dengan Pakar
Wawancara di bawah ini dilakukan dengan pakar yang menangani bidang
asuransi. Wawancara dilakukan dengan tiga orang pakar yang bekerja di perusahaan
asuransi yang berbeda. Berikut ini adalah hasil wawancara pengembang aplikasi
dengan direktur umum, yang bernama Bapak Wiyono Kurniawan di Perusahaan X :
1.
Apa saja masalah yang dihadapi selama ini dalam menentukan tingkat
tinggi rendahnya suatu resiko?
(What are the problems faced currently to determine the risk quality?)
Jawab:
Resiko ditentukan oleh underwriter sesuai dengan pengetahuan,
pengalamannya, dan seringkali bersifat subjektif. Bila underwriter kurang
berpengalaman sering terjadi kesalahan dalam penentuan tingkat resiko
tersebut yang dapat menyebabkan kerugian pada perusahaan asuransi.
2.
Selama ini bagaimanakah cara untuk menentukan tingkat tinggi
rendahnya suatu resiko?
(What is the method to determine the risk quality?)
Jawab:
Dengan melihat hasil survey di lapangan mengenai resiko tersebut
(physical risk) yang melingkupi struktur bangunan, fire protection,
occupancy hazard, geological, dan lain-lain, dan juga data – data klaim.
3.
Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat resiko?
(What are the factors that influencing the risk quality?)
Jawab:
Bangunan, fire protection, housekeeping, loss history, resiko politik,
security, moral hazard, occupancy hazard, dan natural hazard.
4.
Selama ini apa metode perhitungan yang digunakan dalam menentukan
tingkat resiko proposal untuk ditutup oleh perusahaan asuransi?
(What is the current method to consider a risk quality of a proposal to be
covered by the insurance company?)
Dengan melakukan risk survey dan membuat survey report yang berisi
data – data terperinci mengenai resiko tersebut. Penentuan akhir dengan
analisa secara manual.
5.
Apa selama ini perusahaan selalu mengikuti teknik – teknik baru yang
selalu dikembangkan dalam bidang perasuransian dan apa alasannya
terutama berkaitan dengan resiko perasuransian?
(Does insurance company follows the new developed technology in
insurance industry, and the reason to follow it in connection with the
company risk?)
Jawab:
Ya, agar dapat menentukan rate premi secara tepat untuk menghindari
resiko keuangan yang akan dialami jika terjadi klaim.
6.
Seberapa luas resiko yang dihadapi? Dianggap bahwa sebagian besar
informasi akan tersedia dari analisis terinci yang dilakukan. Ini meliputi
pertimbangan dan penilaian kemungkinan kerugian, derajat, serta
frekuensinya.
(What is the extent of risk exposure to be considered? Considering most
of information is available from the statistic analysis and the evaluation
of the loss probability, severity and frequency.)
Jawab:
Tidak semua resiko kerugian dapat diasuransikan. Resiko yang dapat
diasuransikan adalah resiko yang disebut “calculated risk” dimana
probability terjadinya kerugian dapat ditentukan dari analisa statistik yang
ada.
7.
Kira – kira setujukah perusahaan jika menggunakan sistem pakar untuk
perkiraan resiko asuransi?
(Does the insurance company willing to use expert\ system to predict the
insurance risk?)
Jawab:
Ya, karena dapat memberikan kontribusi keuntungan perusahaan.
8.
Dilihat atau ditinjau dari segi apa saja kejadian yang merugikan
perusahaan dengan melibatkan asuransi?
(What point of view is the case that makes the insurance company loses?)
Jawab:
Natural disaster, seperti kebakaran, banjir, longsor, dan sebagainya. Man
made disaster seperti kerusuhan dan sebagainya.
9.
Apakah dibutuhkan suatu aplikasi baru yang dapat membantu
menentukan tingkat tinggi rendahnya suatu resiko?
(Is a new application form required to determine the risk quality?)
Jawab:
Ya, karena teknologi yang berubah terus maka aplikasi baru yang
disesuaikan dengan kemampuan teknologi (bangunan, proses, fire
protection, dan lainnya) dapat digunakan untuk perhitungan resiko.
Berikut ini adalah hasil wawancara dengan salah satu staf product provider
yang bernama Edy Kamaludin di Perusahaan Y :
1.
Apa saja masalah yang dihadapi selama ini dalam menentukan tingkat
tinggi rendahnya suatu resiko?
(What are the problems faced currently to determine the risk quality?)
Jawab:
Selama ini, tinggi rendahnya resiko suatu properti banyak ditentukan
berdasarkan isi dari properti tersebut. Contoh : Apabila suatu gudang
berisi bahan yang mudah terbakar, seperti kertas, atau dan lain lain maka
resiko dari gudang itu sangatlah besar.
2.
Selama ini bagaimanakah cara untuk menentukan tingkat tinggi
rendahnya suatu resiko?
(What is the method to determine the risk quality?)
Jawab :
Tinggi rendahnya suatu resiko ditentukan berdasarkan survey ke properti,
yang lalu dilakukan penilaian oleh bagian underwriter mengenai besar
atau tidaknya resiko pada properti tersebut.
3.
Apa saja faktor–faktor yang mempengaruhi tingkat resiko?
(What are the factors that influencing the risk quality?)
Jawab :
Faktor-faktornya adalah Barang dari properti, occupancy. Contohnya :
Pada Restoran, letak tabung LPGnya apakah dekat dengan api.
4.
Selama ini apa metode perhitungan yang digunakan dalam menentukan
tingkat resiko proposal untuk ditutup oleh perusahaan asuransi?
(What is the current method to consider a risk quality of a proposal to be
covered by the insurance company?)
Jawab :
Penilaian dilakukan berdasarkan data-data yang telah ada di perusahaan
selama bertahun-tahun sebelumnya. Perusahaan memiliki history bagi
properti-properti yang dulu telah diasuransikan dan kemudian dipelajari
oleh underwriter sebagai dasar penentuan.
5.
Apa selama ini perusahaan selalu mengikuti teknik – teknik baru yang
selalu dikembangkan dalam bidang perasuransian dan apa alasannya
terutama berkaitan dengan resiko perasuransian?
(Does insurance company follows the new developed technology in
insurance industry, and the reason to follow it in connection with the
company risk?)
Jawab :
Selama ini perusahaan tetap dengan menggunakan history-history yang
telah terjadi dan belum ada cara lain dalam menentukan resiko.
6.
Seberapa luas resiko yang dihadapi? Dianggap bahwa sebagian besar
informasi akan tersedia dari analisis terinci yang dilakukan. Ini meliputi
pertimbangan dan penilaian kemungkinan kerugian, derajat, serta
frekuensinya.
(What is the extent of risk exposure to be considered? Considering most
of information is available from the statistic analysis and the evaluation
of the loss probability, severity and frequency.)
Jawab :
Kerugian yang dihadapi akibat kesalahan penerimaan asuransi sangat
fatal, karena dapat mengakibatkan kerugian besar hingga dapat membuat
suatu perusahaan asuransi dapat tutup. Terbukti bahwa
perusahaan-perusahaan asuransi yang bangkrut banyak diakibatkan oleh kerugian
yang didapat dari claim yang bernilai besar akibat kesalahan perhitungan
resiko.
7.
Kira – kira setujukah perusahaan jika menggunakan sistem pakar untuk
perkiraan resiko asuransi?
(Does the insurance company willing to use expert\ system to predict the
insurance risk?)
Jawab :
Ya, sangat setuju karena akan dapat mempermudah para underwriter
dalam menentukan resiko dan akan sangat membantu apabila dibuat
sistem pakarnya.
8.
Dilihat atau ditinjau dari segi apa saja kejadian yang merugikan
perusahaan dengan melibatkan asuransi?
(What point of view is the case that makes the insurance company loses?)
Jawab :
Kebakaran yang tidak disengaja maupun disengaja, banjir, dan bencana
alam lainnya. Berhentinya produksi karena terjadinya suatu kerugian dan
menyebabkan kehilangan pendapatan perusahaan
9.
Apakah dibutuhkan suatu aplikasi baru yang dapat membantu
menentukan tingkat tinggi rendahnya suatu resiko?
(Is a new application form required to determine the risk quality?)
Jawab :
Sangat dibutuhkan, kalau bisa sistem berdasarkan risk profile.
Berikut ini adalah hasil wawancara dengan salah satu staf underwriter yang
bernama Dian di Perusahaan Z :
1.
Apa saja masalah yang dihadapi selama ini dalam menentukan tingkat
tinggi rendahnya suatu resiko?
(What are the problems faced currently to determine the risk quality?)
Jawab:
Setiap underwriter menentukan dengan hasil yang berbeda-beda,
dikarenakan penilaiannya berbeda-beda, tidak ada patokan. Hal ini
disebabkan karena penilaian resiko lebih ke subjektivitas dan tidak pasti.
2.
Selama ini bagaimanakah cara untuk menentukan tingkat tinggi
rendahnya suatu resiko?
(What is the method to determine the risk quality?)
Jawab :
Dalam menentukan seleksi resiko dan proses menentukan klasifikasi
resiko, perusahaan memiliki sebuah standar, sub standar, postpone, atau
decline. Dalam proses seleksi untuk menentukan tinggi rendahnya resiko,
pihak asuransi melakukan survey, kemudian underwriter selanjutnya akan
melakukan proses seleksi.
Keputusan yang diambil saat melakukan identifikasi resiko dan klasifikasi
resiko yang ada pada properticalon sesuai dengan jenis atau produk
asuransi yang diambil (risk assessment). Keputusan yang diambil
mencakup dua sisi, yaitu keadilan bagi pemilik properti dan keadilan bagi
perusahaan.
Dalam
mengidentifikasi
resiko,
underwriter
harus
mengetahui adanya :
•
Physical hazard, yaitu karater fisik yang dapat meningkatkan
kecenderungan terjadinya kerugian atau kehilangan
•
Moral hazard, yaitu kecenderungan seseorang untuk berperilaku tidak
jujur dalam melakukan transaksi.
Contoh : memberikan keterangan palsu.
Pada risk assessment, misalnya dalam identifikasi kategori jenis
pertanggungan beberapa mempunyai resiko yang lebih tinggi. Surveyor
mengisi suatu form surat pengajuan asuransi, kemudian berkas tersebut
akan di-scan dan dimasukkan ke dalam komputer. Underwriter akan
melakukan proses pekerjaan dan analisa terhadap data yang ada.
3.
Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat resiko?
(What are the factors that influencing the risk quality?)
Jawab :
Kesalahan yang dilakukan oleh underwriter, sehingga jika premi tersebut
tidak sesuai, dan aplikasi pengajuan asuransi tersebut sudah terlanjur
di-issued, maka keputusan yang salah tersebut harus diubah sebelum buku
polis dicetak dan sampai ke tangan calon tertanggung.
4.
Selama ini apa metode perhitungan yang digunakan dalam menentukan
tingkat resiko proposal untuk ditutup oleh perusahaan asuransi?
(What is the current method to consider a risk quality of a proposal to be
covered by the insurance company?)
Jawab :
Surat pengajuan asuransi dan dokumen – dokumen yang dianggap perlu
akan di-scan, kemudian akan dimasukkan ke dalam sebuah file, lalu
diunggah. Nomor polis akan dimasukkan ke sistem penyimpanan data.
Ketika sampai di bagian underwriting, data – data tersebut akan dilakukan
verfikasi dan assessment process terhadap surat pengajuan asuransi
tersebut. Jika ada data – data yang kurang atau berdasarkan proses seleksi
resiko ternyata dikenakan ekstra premi terhadap calon tertanggung, maka
underwriter akan melakukan daftar tunggu terhadap nomor polis tersebut.
Sistem akan mengirimkan daftar tersebut kepada agen untuk diproses
lebih lanjut, setelah diproses oleh agen, maka akan dikirimkan data – data
yang kurang tersebut, untuk selanjutnya diproses analisis kembali oleh
underwriter sebelum polis tersebut di-approve.
5.
Apa selama ini perusahaan selalu mengikuti teknik – teknik baru yang
selalu dikembangkan dalam bidang perasuransian dan apa alasannya
terutama berkaitan dengan resiko perasuransian?
(Does insurance company follows the new developed technology in
insurance industry, and the reason to follow it in connection with the
company risk?)
Jawab :
Perusahaan selalu mengembangkan teknik – teknik baru, baik itu sistem
maupun non sistem untuk kelancaran proses.
6.
Seberapa luas resiko yang dihadapi? Dianggap bahwa sebagian besar
informasi akan tersedia dari analisis terinci yang dilakukan. Ini meliputi
pertimbangan dan penilaian kemungkinan kerugian, derajat, serta
frekuensinya.
(What is the extent of risk exposure to be considered? Considering most
of information is available from the statistic analysis and the evaluation
of the loss probability, severity and frequency.)
Jawab :
Yang lebih mengetahui hal ini adalah bagian klaim, terutama mengenai
kesalahan sistem underwriting, sehingga mempengaruhi proses klaim
nantinya. Tetapi, selama ini jika terjadi kesalahan, lebih besar
dikarenakan unsur manusianya, yang terkadang melewatkan poin – poin
penting yang perlu diperhatikan dalam surat pengajuan asuransi. Hal
tersebut biasanya mempengaruhi besar premi yang seharusnya diajukan.
7.
Kira – kira setujukah perusahaan jika menggunakan sistem pakar untuk
(Does the insurance company willing to use expert\ system to predict the
insurance risk?)
Jawab :
Boleh diusulkan dan diterapkan, jika memang itu dapat membantu proses
kegiatan bisnis di perusahaan.
8.
Dilihat atau ditinjau dari segi apa saja kejadian yang merugikan
perusahaan dengan melibatkan asuransi?
(What point of view is the case that makes the insurance company loses?)
Jawab :
Jawaban hampir sama dengan nomor 6, yaitu hampir sebagian kesalahan
karena unsur manusianya sendiri, seperti melewatkan poin penting yang
seharusnya diperhatikan saat melakukan survey.
9.
Apakah dibutuhkan suatu aplikasi baru yang dapat membantu
menentukan tingkat tinggi rendahnya suatu resiko?
(Is a new application form required to determine the risk quality?)
Jawab :
Ya, jika memang itu lebih baik. Perusahaan selalu melakukan perubahan
baik berupa sistem atau non sistem, yang bertujuan untuk keamanan dan
kelancaran terkait resiko yang akan diderita oleh perusahaan.
3.3
Permasalahan Yang Timbul
Permasalahan yang dihadapi dalam menentukan kriteria resiko bagi
perusahaan asuransi banyak terdapat dalam sistem underwriting. Underwriter
bisa salah melakukan penilaian yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu,
seperti :
1.
Experience
Hal ini disebabkan oleh karena kurangnya pengalaman dari underwriter,
sehingga sering melakukan kesalahan dalam melakukan proses kerja. Kesalahan
tersebut sangat fatal bagi perusahaan asuransi itu sendiri, karena dapat
mempertinggi resiko kerugian bagi perusahaan.
2.
Professionalism
Profesionalisme dari pekerja asuransi sangat penting, sebab hal – hal yang
paling mendasar mengenai faktor – faktor resiko kerugian bagi perusahaan
berasal dari data – data calon tertanggung. Agen dan underwriter wajib bersikap
jujur, bertanggung jawab, dan konsisten dalam bekerja. Sikap yang dimiliki oleh
seorang pekerja adalah tidak diperkenankan mementingkan diri sendiri atau
pribadi daripada kepentingan perusahaan, termasuk tidak diperkenankan untuk
melakukan tindak kecurangan dalam bentuk apapun.
3.
Analisys
Underwriter harus dapat melakukan analisis dengan tepat, terhadap data – data
yang didapatkan dari calon tertanggung, jika lalai atau tidak tepat dalam
mengakseptasi, maka hal ini juga akan mempertinggi resiko kerugian bagi
perusahaan.
3.4
Usulan Pemecahan Masalah
Kendala yang dihadapi untuk analysis, professionalism, dan experience
adalah seputar masalah pengembangan sistem, sebagai sistem pengambil
keputusan. Dalam kasus tersebut, dari data yang diambil, hasil dari wawancara
pengembang dengan pakar, rata – rata kesalahan yang terjadi adalah seputar
kesalahan manusiawi yang sulit untuk dihindari. Oleh karena itu tim
pengembang menciptakan aplikasi, sebagai sistem pengambilan keputusan, lebih
cenderung ke arah rujukan bagi manajer underwriting sebagai bahan
pertimbangan, dengan hasil analisys, experience, professionalism dari staff
underwriting.
3.5 Sequence Diagram
Skenario :
1.
User akan melakukan log in, kemudian akan tampil menu general
information, setelah mengisi menu general information, kemudian user
mengisi menu additional perils, building, dan fire protection. Setelah itu,
user akan menekan tombol “calculate”, lalu aplikasi akan menghitung data
yang telah diisi pada risk main building, lalu akan tampil menu overview
sebagai menu hasil dan setelah itu dilakukan penyimpanan.
Gambar 3.1 Diagram sequence untuk common user
2.
Admin melakukan kegiatan update rules, kemudian rules yang telah di –
update disimpan di dalam storage.
3.6 Use Case Diagram
User
Admin
Gambar 3.3 Use case diagram
Di bawah ini merupakan skenario use case yang menjelaskan apa saja yang
terjadi di dalam sistem serta penjelasannya.
Log in Fill General Information Fill Building Checklist Fill Fire Protection Fill Housekeeping Checklist Fill Additional Perils Risk Main Building Edit Rules Overview
1.
Log in pengguna
Tabel 3.1 Skenario use case satu
Use case
Deskripsi
Melakukan log in ke dalam sistem
Kegiatan log in ke dalam sistem
untuk mendapatkan akses fitur
general information.
Pre – condition
User harus mengisi user name dan
password dengan benar
Action actor
System response
User mengisi user name dan
password lalu menekan tombol
“log in”
Sistem akan memvalidasi apakah
data user yang diisikan sudah
benar. Jika sudah benar, maka user
akan menuju halaman utama, tetapi
jika belum maka user harus
mengisikan filed input kembali
User menekan tombol “exit”
User akan keluar dari sistem
2.
Menjawab pertanyaan yang diberikan
Tabel 3.2 Skenario use case dua
Use case
Deksripsi
Menjawab
pertanyaan
yang
diberikan
Kegiatan yang dilakukan oleh
sistem
dimana
sistem
akan
memberikan sejumlah pertanyaan
yang kemudian diharapkan user
diharapkan
untuk
menjawab
pertanyaan yang diberikan
Pre – condition
Setelah user dapat melakukan log
in dengan akun yang diberikan hak
akses
Actor action
System response
User menjawab semua pertanyaan
yang
ada
dalam
general
information
Sistem akan mulai menghitung
analisis resiko yang telah di- input
oleh user
3.
Menjawab pertanyaan yang diberikan
Tabel 3.3 Skenario use case tiga
Use case
Deksripsi
Menjawab
pertanyaan
yang
diberikan
Kegiatan yang dilakukan oleh
sistem
dimana
sistem
akan
memberikan sejumlah pertanyaan
yang kemudian diharapkan user
diharapkan
untuk
menjawab
pertanyaan yang diberikan
Pre – condition
Setelah user menjawab menu
general information
Actor action
System response
User menjawab semua pertanyaan
yang ada dalam menu buildings
Sistem akan mulai menghitung
analisis resiko yang telah di- input
oleh user
4.
Menjawab pertanyaan yang diberikan
Tabel 3.4 Skenario use case empat
Use case
Deksripsi
Menjawab
pertanyaan
yang
diberikan
Kegiatan yang dilakukan oleh
sistem
dimana
sistem
akan
memberikan sejumlah pertanyaan
yang kemudian diharapkan user
diharapkan
untuk
menjawab
pertanyaan yang diberikan
Pre – condition
Setelah user menjawab menu
buildings
Actor action
System response
User menjawab semua pertanyaan
yang
ada
dalam
menu
fire
protection
Sistem akan mulai menghitung
analisis resiko yang telah di- input
oleh user
5.
Menjawab pertanyaan yang diberikan
Tabel 3.5 Skenario use case lima
Use case
Deksripsi
Menjawab
pertanyaan
yang
diberikan
Kegiatan yang dilakukan oleh
sistem
dimana
sistem
akan
memberikan sejumlah pertanyaan
yang kemudian diharapkan user
diharapkan
untuk
menjawab
pertanyaan yang diberikan
Pre – condition
Setelah user menjawab menu fire
protection
Actor action
System response
User menjawab semua pertanyaan
yang
ada
dalam
menu
housekeeping
Sistem akan mulai menghitung
analisis resiko yang telah di- input
oleh user
6.
Menjawab pertanyaan yang diberikan
Tabel 3.6 Skenario use case enam
Use case
Deksripsi
Menjawab
pertanyaan
yang
diberikan
Kegiatan yang dilakukan oleh
sistem
dimana
sistem
akan
memberikan sejumlah pertanyaan
yang kemudian diharapkan user
diharapkan
untuk
menjawab
pertanyaan yang diberikan
Pre – condition
Setelah
user
menjawab
menu
housekeeping
Actor action
System response
User menjawab semua pertanyaan
yang ada dalam menu additional
perils
Sistem akan mulai menghitung
analisis resiko yang telah di- input
oleh user
7.
Menghitung risk main building
Table 3.7 Skenario use case tujuh
Use case
Deskripsi
Melihat
hasil
perhitungan
berdasarkan klasifikasi
Event ini akan menghitung semua
risk profile yang di- input oleh user
Pre – condition
Setelah user menjawab semua
pertanyaan yang diberikan oleh
system
Action actor
System response
User menekan tombol “calculate”
Sistem akan menampilkan hasil
perhitungan dari semua kelompok
risk profile. Sebelum menampilkan
hasil
overall
sistem
akan
memvalidasi
pertanyaan
yang
belum dijawab dengan benar
User menekan tombol “exit”
Sistem akan menghentikan seluruh
proses dan kemudian user akan
keluar dari aplikasi
8.
Melihat hasil (overview)
Table 3.8 Skenario use case delapan
Use case
Deskripsi
Melihat hasil perhitungan untuk
menarik
kesimpulan
dan
melakukan penyimpanan
Event
ini
akan
melakukan
penyimpanan hasil informasi yang
telah di dapatkan pada storage
Pre – condition
Setelah user menekan tombol
calculate pada risk main building
Action actor
System response
User menekan tombol “save”
User akan melakukan penyimpanan
data pada storage.
User menekan tombo “back”
Akan muncul form baru dengan
tampilan
awal
menu
general
information
9.
Update admin
Table 3.9 Skenario use case sembilan
Use case
Deskripsi
Admin melakukan update
Admin akan melakukan edit rules
Pre – condition
Setelah admin menekan tombol
edit pada form admin
Action actor
System response
Admin menekan tombol “edit”
Admin
akan
melakukan
penyimpanan data pada storage
Admin menekan tombol “exit”
Admin akan keluar dari sistem
3.7
Class Diagram
3.8
Perancangan Sistem Fuzzy
Faktor-faktor yang mempengaruhi resiko-resiko antara lain adalah :
-
Building
Faktor bahan bangunan dari properti tersebut. Bagian building dibagi lagi
menjadi :
•
Roof covering : Bahan atap yang digunakan. Combustible yang berarti
bahan atap yang mudah terbakar dan non combustible yang berarti bahan
atapnya tidak mudah terbakar.
•
Walls external : Bahan external dari tembok properti yaitu concrete,
brick, steel, dan wood.
•
Walls internal : Bahan internal dari tembok properti yaitu concrete,
brick, steel, dan wood.
•
Walls partitions : Bahan partisi tembok pembatas properti yang terbagi
menjadi concrete, brick, steel, dan wood.
•
Number of floor : Jumlah lantai yang ada di properti, terbagi menjadi 1,
2, 3, 4, dan >4.
•
Floor : Struktur lantai dari bangunan, yaitu concrete, steel, wood, dan
tile.
•
Doors : Yaitu bahan dari pintu yang ada di properti, dibagi menjadi steel,
glass, wood, dan aluminium.
-
Fire Protection
Faktor bahan bangunan dari properti tersebut. Bagian fire protection dibagi
lagi menjadi :
•
Distance to next fire brigade : Jarak menuju pemadam kebakaran, dibagi
menjadi less than 5 km, between 5 km – 10 km, dan more than 10 km.
•
Time required to arrive at site : Yaitu waktu yang diperlukan bagi
pemadam untuk sampai ke tujuan properti, yaitu less than 10 minute, 10–
20 minute, more than 20 minute.
•
Location : Lokasi disekitar properti, dibagi menjadi densely populated
area with high conflagration, suburban, housing area, business street,
real estate.
•
Surrounding exposure : Kepadatan area sekitar property, dibagi menjadi
high, moderate, dan low.
•
Lightning conducter : Ketersediaan penangkal petir, dibagi menjadi
available dan not available.
•
Perodical risk inspection : Pengecekan resiko yang rutin, yes dan no.
•
Emergency procedure plan/ team available : Rencana darurat, dan tim
penanganan bahaya, dibagi menjadi yes dan no.
•
Accessibility to enter risk : Kemudahan akses, easy dan difficult.
•
Hydrant for fire fighting available and working : Apakah hidran tersedia
dan berfungsi, terdiri dari yes dan no.
•
Portable fire extinguishers available : Ketersediaan pemadam api
portable, available dan not available.
•
Amount of extinguishers : Jumlah tabung pemadam kebakaran, enough,
moderate, insufficient.
•
Fire extinguishers checked on a regular basis : Apakah dilakukan
pengecekan regular pada tabung pemadam kebakaran, yes dan no.
•
Sprinkler system available : Ketersediaan sprinkler terdiri dari, in every
room, critical areas, not available.
•
Smoke detection system available : Ketersediaan detector asap terdiri
dari, in every room, critical areas, not available.
-
Housekeeping
•
Cleanliness : Kebersihan property yaitu, good, fair, dan bad.
•
Smoking prohibition or designated smoking areas : Ada atau tidaknya
area merokok dan apakah merokok diperbolehkan pada property, yes dan
no.
•
Electronic wire condition : Keadaan kabel wiring yaitu, good, medium,
bad.
•
Storage arrangement : penataan gudang, dibagi menjadi :
Free gangway : Apakah lorong gudang teratur dan kosong, yes
dan no.
Staple distance to ceiling : Jarak rak gudang dengan langit-langit,
less than 50 cm, more than 50 cm.
Storage Condition : Kondisi tempat penyimpanan, good, fair,
bad.
•
Stock card available : Ketersediaan list barang terdiri dari, yes, dan no.
•
Stock : Barang barang yang ada di dalam gudang
Furniture : Yes dan no.
Electronics : Yes dan no.
Highly flammable goods : Yes dan no.
-
Additional Perils
•
Flood : Kemungkinan terjadinya banjir
Distance to next river : Jarak property dengan sungai, less than 3
km, less than 5 km, no river.
Flood damage in the past : Apakah pernah mengalami banjir di
masa lalu, yes dan no.
•
Burglary : Pencurian
Security service : Ketersediaan Sekuriti, yes dan no.
24 hour guard : Ketersediaan pengamanan 24 jam, yes dan no.
CCTV : Ketersediaan kamera CCT, yes dan no.
•
Damage due political risk in the past : Apakah pernah mengalami
kerusakan resiko politik, seperti kerusuhan terdiri dari, yes dan no.
Dari kategori-kategori di atas dan hasil wawancara ditarik kesimpulan dengan
masing-masing kategori mempunyai bobot masing-masing dan dilakukan penghitungan
bobot kategori Building, Fire Protection, Housekeeping dan Additional perils secara
tersendiri-sendiri dan bisa dilihat pada halaman lampiran, tabel “KELAS RESIKO
berdasarkan SIFAT dari KOMPONEN FAKTOR ASURANSI”.
Dengan aplikasi yang dikembangkan ini, diharapkan bahwa sedikit banyak aplikasi
tersebut membantu kerja dari staf underwriting. Aplikasi mampu memberikan
gambaran dan perkiraan dari hasil input data yang dimiliki calon tertanggung, yang
dapat menjadi rujukan bagi manajer underwriting untuk memutuskan seputar akseptasi
calon tertanggung, dengan menggolongkannya ke dalam empat faktor yaitu :
1.
Bad. Dalam kategori ini kemungkinan bencana yang akan terjadi sangat besar
karena tingginya resiko. Range klasifikasi bad antara 71 – 100.
2.
Fair. Pada kategori ini kemungkinan bencana yang akan terjadi masih cukup
besar namun tidak sebesar pada kategori bad. Range klasifikasi fair antara 51 –
70.
3.
Good. Pada kategori ini nilai resiko cukup kecil dan kemungkinan bencana tidak
terlalu besar. Range klasifikais good antara 31–50.
4.
Very good. Dalam kategori Resiko yang dihadapi sangatlah kecil dan properti
tersebut aman dan sangat kecil kemungkinan terjadinya bencana. Range
klasifikasi very good antara 0-30.
3.8.1 Perancangan Aturan Fuzzy
Terdapat dua aturan fuzzy yang dipakai. Pertama adalah aturan fuzzy untuk
menentukan resiko kebakaran (fire risk), dan yang kedua adalah aturan yang
menentukan bagi resiko keseluruhan (overall risk).
Tabel 3.10 Rules Fire risk :
Rule Fire Risk
Rule 0 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS very_good);
Rule 1 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS very_good);
Rule 2 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS good);
Rule 3 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS good);
Rule 4 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS very_good);
Rule 5 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS good); Rule 6 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good)
AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS good); Rule 7 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good)
AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS good); Rule 8 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair)
AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good);
Rule 9 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS good); Rule 10 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair)
AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS good); Rule 11 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair)
Rule 12 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good);
Rule 13 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS good); Rule 14 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad)
AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS fair); Rule 15 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad)
AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS fair); Rule 16 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good)
AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS very_good);
Rule 17 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS good); Rule 18 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good)
AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS good); Rule 19 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good)
AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS good); Rule 20 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND
(housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good); Rule 21 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND
(housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS good); Rule 22 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND
(housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS good);
Rule 23 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 24 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good); Rule 25 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND
(housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS good); Rule 26 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND
(housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 27 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 28 IF (building IS good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good); Rule 29 IF (building IS good) AND (fire_protection IS bad) AND
(housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 30 IF (building IS good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 31 IF (building IS good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 32 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good);
Rule 33 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS good); Rule 34 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS very_good)
AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS good); Rule 35 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS very_good)
AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS fair); Rule 36 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS good) AND
(housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good); Rule 37 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS good) AND
(housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS good); Rule 38 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS good) AND
(housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS good);
Rule 39 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 40 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good); Rule 41 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS fair) AND
(housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS good); Rule 42 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS fair) AND
(housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 43 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS fair);
(housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good); Rule 45 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS bad) AND
(housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 46 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 47 IF (building IS fair) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 48 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good);
Rule 49 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS good); Rule 50 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS very_good)
AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS fair); Rule 51 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS very_good)
AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS fair); Rule 52 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS good) AND
(housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS good); Rule 53 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS good) AND
(housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 54 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 55 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 56 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS fair); Rule 57 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS fair) AND
(housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 58 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 59 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS bad);
Rule 60 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS very_good) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 61 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS good) THEN (fire_risk IS fair);
Rule 62 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS fair) THEN (fire_risk IS bad);
Rule 63 IF (building IS bad) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS bad) THEN (fire_risk IS bad);
Tabel 3.11 Rules faktor all risk :
Rule All Risk
Rule 0 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS very_good); Rule 1 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS
very_good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS very_good); Rule 2 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS
very_good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS very_good);
Rule 3 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 4 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS very_good);
Rule 5 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 6 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
very_good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 8 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS very_good);
Rule 9 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 10 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 11 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 12 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 13 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 14 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 15 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 16 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS very_good);
Rule 17 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS very_good);
Rule 18 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS fair)
THEN (all_risk IS good);
Rule 19 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 20 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS very_good);
Rule 21 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 22 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 23 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 24 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 25 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 26 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 27 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 28 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 29 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 30 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 31 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 32 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 33 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 34 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 35 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 36 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 37 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 38 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 39 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 40 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
(housekeeping IS fair) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 42 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 43 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 44 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 45 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 46 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS fair);
Rule 47 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 48 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 49 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 50 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 51 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 52 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS very_good)
THEN (all_risk IS good);
Rule 53 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 54 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 55 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 56 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 57 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 58 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS fair);
Rule 59 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 60 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 61 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS fair);
Rule 62 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS fair);
Rule 63 IF (building IS very_good) AND (fire_protection IS bad) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 64 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS very_good);
Rule 65 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS very_good);
Rule 66 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 67 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 68 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 69 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 70 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 71 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 72 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 73 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 74 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 76 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 77 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 78 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS fair);
Rule 79 IF (building IS good) AND (fire_protection IS very_good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 80 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 81 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 82 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 83 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS good);
Rule 84 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 85 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 86 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS fair) THEN
(all_risk IS good);
Rule 87 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 88 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 89 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 90 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS fair);
Rule 91 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 92 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 93 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS fair);
Rule 94 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS fair);
Rule 95 IF (building IS good) AND (fire_protection IS good) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 96 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 97 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 98 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS good);
Rule 99 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS very_good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 100 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 101 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 102 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS fair);
Rule 103 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS good) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 104 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);
Rule 105 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS good) THEN (all_risk IS good);
Rule 106 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS fair) THEN (all_risk IS fair);
Rule 107 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS fair) AND (other_perils IS bad) THEN (all_risk IS fair);
Rule 108 IF (building IS good) AND (fire_protection IS fair) AND (housekeeping IS bad) AND (other_perils IS very_good) THEN (all_risk IS good);