• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pusdiklat Spimnas 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pusdiklat Spimnas 2011"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN

Kewirausahaan Sektor Publik Menjadikan

Pemerintah Lebih Berwatak Wirausaha

Pemerintah Lebih Berwatak Wirausaha

Penerapan di KKP

Oleh :

Dr. Ir. Fadel Muhammad Menteri Kelautan dan Perikanan Menteri Kelautan dan Perikanan

Disampaikan pada Diklatpim Lembaga Administrasi Negara  “Kebijakan Strategik Pengelolaan Sektor Kelautan dan Perikanan”

Jakarta, 20 September 2011 

(2)

Mengapa

Mengapa Pemerintah

Pemerintah Harus

Harus Lebih

Lebih

E t

i l?

E t

i l?

Entrepreneurial?

Entrepreneurial?

1. Lingkungan eksternal yang berubah menuntut efesiensi,

keekonomian, dan efektivitas kinerja pemerintah dalam

menyediakan barang dan jasa publik. Terobosan yang dilakukan misalnya melalui outsourcing dan privatisasi. Contoh: Pengadaan

i f t kt t l k ik i j l t l

infrastruktur telekomunikasi, jalan tol

2. Public Interest yang cenderung berubah dan sulit diidentifikasi dan dipetakan.p Ini membutuhkan cara-cara swasta untuk menyelesaikan masalah publik.

3. Sektor Publik membutuhkan efisiensi dan inovasi karena telah kehilangan relevansi dan akuntabilitas Dalam berkinerja

telah kehilangan relevansi dan akuntabilitas. Dalam berkinerja

doing business as usual padahal tingkat permasalahan yang

dihadapi publik semakin rumit dan canggih.

(3)

Tampil

Tampil Rupa

Rupa Kewirausahaan

Kewirausahaan Sektor

Sektor Publik

Publik

Tampil

Tampil Rupa

Rupa Kewirausahaan

Kewirausahaan Sektor

Sektor Publik

Publik

1. Kewirausahaan sektor publik mewujud ke dalam aneka kegiatan.

Seperti:

a. Mengubah lingkungan kelembagaan atau rules of the games b. Menciptakan organisasi baru

c. Menciptakan dan mengelola new public resources d. Mengambil manfaat dari luberan kegiatan swasta

2 Inti kewirausahaan sektor publik:

2. Inti kewirausahaan sektor publik:

a. Inovasi, kreativitas, dan membuat organisasi baru atau cara-cara baru, atau memperlkenalkan sesuatu yang baru dibandingkan dengan

sebelumnya.

b. Membuat keputusan tentang investasi ditengah ketidak pastian c. Inovasi produk, proses, dan pasar

(4)

Implementasi Kewirausahaan

Implementasi Kewirausahaan

Kewirausahaan sebagai kemampuan mengindentifikasi peluang.

Peluang kewirausahaan adalah suatu situasi di mana orang dapat

menciptakan kerangka kerja baru untuk mengoptimumkan sarana p g j g p

guna mencapai tujuan dengan mengombinasikan resources yang ada sehingga dapat menghasilkan manfaat. Public Entrepreneur mengatur resources dan menyebarkan agar dapat memenuhi kebutuhan atau tuntutan masyarakat terutama yang berkaitan kebutuhan atau tuntutan masyarakat terutama yang berkaitan dengan aspek sosial ekonomi masyarakat.

Kewirausahaan sebagai seni membuat keputusan. Intinya adalah bagaimana secara efektif mewujudkan tujuan ke depan

bagaimana secara efektif mewujudkan tujuan ke depan.

Entrepreneur memiliki kesadaran tentang adanya peluang berlaba dalam situasi yang tidak pasti. Public Entrepreneur menerjemahkan gagasannya dengan melihat bahwa inovasi itu membutuhkan

g g y g

investasi dalam situasi yang tidak pasti. Oleh karenanya perlu dikawal melalui badan pengatur agar memberikan manfaat besar bagi publik. Keberhasilan membuat keputusan yang tepat dan benar akan meningkatkan reputasi pejabat publik

akan meningkatkan reputasi pejabat publik

(5)

Implementasi

Implementasi Kewirausahaan

Kewirausahaan ((lanjutan

lanjutan))

Kewirausahaan sebagai INOVASI.

Tindakan kreatif dapat menghancurkan sesuatu yang telah terpola dan mapan. Dalam sektor publik perubahan public interest

(k ti blik) j dik i i blik d t

(kepentingan publik) menjadikan organisasi publik yang ada terasa menjadi kuno atau ketinggalan jaman. Inovasi baik dari segi

teknologi maupun organisasi dibutuhkan Misalnya: Kementerian teknologi maupun organisasi dibutuhkan. Misalnya: Kementerian Kelautan dan Perikanan melihat produksi perikanan yang ada saat ini masih belum memuaskan dibandingkan dengan potensi yang ada ini masih belum memuaskan dibandingkan dengan potensi yang ada maka dilakukan inovasi peningkatan produksi melalui KEBIJAKAN MINAPOLITAN.

(6)

KERANGKA UNTUK MEMAHAMI KEWIRAUSAHAAN SEKTOR PUBLIK KERANGKA UNTUK MEMAHAMI KEWIRAUSAHAAN SEKTOR PUBLIK

LINGKUP KEWIRAUSAHAAN SEKTOR PUBLIK CONTOH, ISSUE, MASALAH YANG DAPAT

DIDEKATI DG PENDEKATAN KEWIRAUSAHAN

Rule of the game -Menciptakan atau melaksanakan aturan, prosedur

administrative, norma informal yang baru

-Menetapkan rules of the games, dimana lembaga swasta dapat “ikut” dalam the game of resource

allocation dan value creation allocation dan value creation

New Public Organizations -Menetapkan organisasi publik baru atau lembaga

nirlaba atau perusahaan

-Masalah yang berkaitan dengan pembuatan keputusan tentang resources yang dimiliki oleh swasta atau

tentang resources yang dimiliki oleh swasta atau publik

-Masalah yang berkaian dengan sulitnya mengukur sasaran dan kinerja, hambatan anggaran

Creative Management of Public Resourcesg -Organisasi dan reorganisasi publik dan lembaga g g p g publik.

-Bentuk baru interaksi publik-swasta

Spillovers of private action to the public domain -Mencapai sasaran sosial dan nirlaba melalui kegiatan perorangan dan perusahaan

-Termasuk menetapkan norma-norma dan nilai-nilai sosial

(7)

Kajian

Kajian Kewirausahaan

Kewirausahaan Sektor

Sektor Publik

Publik

Kajian

Kajian Kewirausahaan

Kewirausahaan Sektor

Sektor Publik

Publik

• Rules of the Game. Public entrepreneurship mengidentifikasikan

tujuan, menetapkan waktu, dan seperangkat framework untuk mengakomodasikan kepentingan swasta dan kepentingan publik agar memberikan manfaat bagi masyarakat. Public

t hi t k l f th d k i t

entrepreneurship menetapkan rule of the game, sedangkan private entrepreneurship memainkan game tersebut.

• New Public Organization. Manifestasi lain dari public

t hi d l h i t i i blik b I i tid k

entrepreneurship adalah penciptaan organisasi publik baru. Ini tidak mudah karena akan memunculkan masalah baik pada level orang maupun organisasi. Kajian tentang new public organization saat ini difokuskan pada subjek yang berkaitan dengan peluang

difokuskan pada subjek yang berkaitan dengan peluang,

pengaturan resources, dan menetapkan struktur atau institusi

dengan memperhatikan aspek governance agar memenuhi tuntutan publik

publik.

(8)

Lanjutan

• Creative management of public resources.

Indentifikasi, penciptaan, dan pengembangan resources baru melalui

aktor publik Aktor itu bisa berupa lembaga yang sepenuhnya

aktor publik . Aktor itu bisa berupa lembaga yang sepenuhnya

dimiliki publik atau yang merupakan bagian integral dari kepentingan publik.

• Spillovers from private actions to the public domain.

Wirausaha swasta berusaha mewujudkan tujuan pribadinya. Oleh karena pencapaian tujua pribadi ini kerap bersinggungan dengan karena pencapaian tujua pribadi ini kerap bersinggungan dengan kepentingan publik maka diperlukan kebijakan yang mengatur kiprah swasta agar memberi benefit kepada masyarakat.

(9)

Reformasi Birokrasi Untuk Mendorong

Reformasi Birokrasi Untuk Mendorong

I

i S kt

P blik

I

i S kt

P blik

Inovasi Sektor Publik

Inovasi Sektor Publik

• Ada gap antara kapasitas manajemen sektor publik yang

g p

p

j

p

y

g

ada dan yang seharusnya

• Kelembamban birokrasi menyebabkan praktek

l

i t h

ti “d i

b

i

penyelenggaraan pemerintahan seperti “doing business

as usual” sehingga outcome pelayanan publik tidak

mengalami peningkatan kualitas yang

signifikan.(anggaran semakin besar output dan outcome

tidak berubah).

• Terobosan dan Inovasi yang berbasis scientific adalah

• Terobosan dan Inovasi yang berbasis scientific adalah

keharusan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik.

(10)

Fokus & Lokus Reformasi Birokrasi Daerah dan

Penerapan Model Fadel

Kapasitas Manajemen Yg ada Kapasitas Manajemen Y dii i k Kesenjangan Kapasitas

p

Yg ada Yg diinginkan

Reinventing Local Government melalui Peningkatan Kapasitas Manajemen Kewirausahaan

Manajemen Kewirausahaan

Fokus:

•Peningkatan Kapasitas Manajer

Lokus

•SDM Peningkatan Kapasitas Manajer

•Peningkatan Kapasitas Sistem

SDM,

•Keuangan,

•Teknologi Informasi

Strategi Reinventing Local Government memperkenalkan Manajemen Kewirausahaan untuk memujudkan Kinerja Pemerintah Daerah yang mampu meningkatkan kualitas pembangunan manusia dengan proxy

10

p g p g g p y

peningkatan HDI

(11)

Model FM sebagai landasan untuk melakukan Reformasi Birokrasi

FAKTOR

V. INDEPENDEN V. ANTARA V. DEPENDEN

FAKTOR LINGKUNGAN MAKRO FAKTOR BUDAYA ORGANISASI KAPASITAS MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH O G S S FAKTOR US FAKTOR ENDOWMENT DAERAH 11

Pusdiklat Spimnas 2011

(12)

INOVASI & TEROBOSAN 1 TAHUN PEMBANGUNAN

KELAUTAN DAN PERIKANAN

Ekonomi biaya tinggi dan retribusi yang memberatkan

Ekonomi biaya tinggi dan retribusi yang memberatkan

Penghapusan retribusi untuk

Koordinasi intensif dengan Pemda

LATAR BELAKANG INOVASI & TEROBOSAN CAPAIAN

• Optimasi dan maksimisasi

produk kelautan dan perikanan

• kebijakan yang konvergen dan • Optimasi dan maksimisasi

produk kelautan dan perikanan

• kebijakan yang konvergen dan

retribusi yang memberatkan nelayan

retribusi yang memberatkan nelayan

Kontrak Produksi

et bus u tu meningkatkan pendapatan nelayan

Pengembangan wira usaha mandiri

Restrukturisasi armada perikanan

P b ik

Pemda

Pemberian insentif program/ kegiatan kepada Pemda

fokus Pusat - Daerah secara serentak

• Zero red tapes kebijakan

anggaran dan perijinan fokus Pusat - Daerah secara

serentak

• Zero red tapes kebijakan

anggaran dan perijinan

dengan Pemerintah Daerah

Pengembangan prasarana perikanan

Pengembangan Minapolitan,

Percepatan pengembangan Percepatan pengembangan

Pengembangan kawasan budidaya

Pengembangan pelabuhan perikanan sebagai sentra perikanan

Kebutuhan BBM untuk nelayan 2 5 j t KL/t h b t hi

Kebutuhan BBM untuk nelayan 2 5 j t KL/t h b t hi

Penyediaan

kecukupan BBMKerjasama dengan

Pengembangan Usaha Mina Pedesaan, dan Pengembangan Usaha

Garam Rakyat

Percepatan pengembangan kawasan potensi perikanan Percepatan pengembangan kawasan potensi perikanan

g p

Pengembangan sentra pengolahan dan pemasaran

Pengembangan sentra garam rakyat

2,5 juta KL/tahun baru terpenuhi 1,5 juta KL/tahun

2,5 juta KL/tahun baru terpenuhi 1,5 juta KL/tahun

Nelayan sulit pada saat musim tidak melaut

Nelayan sulit pada saat musim tidak melaut

kecukupan BBM bersubsidi untuk kepentingan nelayan

Jaring Pengaman Sosial Nelayan

j g

Pertamina

Akselerasi pembangunan SPDN

• Kartu Tanda Anggota Nelayan

• Jamsostek/Asuransi Nelayan • Pengembangan mata pencaharian

12 • Nelayan tidak punya agunan

untuk mendapatkan modal usaha

Nelayan tidak punya agunan untuk mendapatkan modal

usaha

- Kartu Nelayan - Asuransi - Sertifikat tanah

• Pengembangan mata pencaharian

alternatif

• Pembangunan rumah nelayan • Sertifikasi hak atas tanah nelayan

(13)

Program Aksi KKP 2009

Program Aksi KKP 2009 -- 2011

2011

(14)

2011 1 2 3 9 11 1 7 8 2011 2012 4 5 6 10 2 9 7 8 3 4 5 6 2011

1. PPS Belawan, Kota Medan, Sumut

2. PPN Sungai Liat, Kab. Bangka, Babel

2012

1. PPN Sibolga (Kab. Tapanuli

Tengah 7.

PPN Pekalongan (Kota Pekalongan)

3. PPN Pelabuhan Ratu, Kab. Sukabumi, Jabar

4. PPS Cilacap, Kab. Cilacap, Jateng

5. PPP Tamperan, Kab. Pacitan, Jatim

6 PPP Muncar Kab Banyuwangi Jatim

2. PUD Danau Toba (Kab.

Simalungun) 8.

PPN Brondong (Kab. Lamongan)

3. PPS Bungus (Kota Padang) 9. PPN Pemangkat (Kab.

Sambas)

4. PUD Danau Kerinci (Kab.

K i i) 10.

PPI Kajang (Kab. Bulukumba)

6. PPP Muncar, Kab. Banyuwangi, Jatim

7. PPS Bitung, Kota Bitung, Sulut

8. PPN Ternate, Kota Ternate, Malut

9. PPN Ambon, Kota Ambon, Maluku

4.

Kerinci) 10.

5. PUD Sungai Musi (Kab. Muba) 11. PPI Amurang (Kab. Minsel) 6. PPN Tanjung Pandan (Kab.

Belitung)

14

(15)

MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP CLUSTER EKONOMI PESISIR DENGAN

MOTOR KEGIATAN USAHA PERIKANAN TANGKAP MOTOR KEGIATAN USAHA PERIKANAN TANGKAP

The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.

(16)

2011

1. Kab. Kampar (Patin) - RIAU 2. Kab. Bintan (kerapu) – KEPRI 3. Kab. Muoro Jambi (Patin)

-JAMBI

4. Kab. Musi Rawas (nila , mas) – SUMSEL

2012 2011

5. Kab. Pesawaran (kerapu) -LAMPUNG

6. Kab. Pandeglang (rumput laut & kekerangan) – BANTEN

7. Kab. Serang (rumput laut & kekerangan) - BANTEN 8 Kab Bogor (Lele) JABAR 8. Kab. Bogor (Lele) - JABAR 9. Kab. Banyumas (Gurame)

-JATENG

10. Kab. Boyolali (lele) - JATENG 11. Kab. Klaten (Nila) - JATENG 12. Kab. Blitar (Ikan Koi) - JATIM 13 K b G ik ( d ) 13. Kab. Gresik (udang vanamae)

-JATIM

14. Kab. Lamongan (udang vanamae) - JATIM

15. Kab. Gunung Kidul (Lele) - DIY 16. Kab. Bangli (nila) – BALI

17 Kab Sumbawa (Rumput Laut) 1. Kab. Bireun, ACEH 11. Kab. Sambas, KALBAR

2012

17. Kab. Sumbawa (Rumput Laut) -NTB

18. Kab. Sumba Timur (Rumput Laut) - NTT

19. Kab. Banjar (Patin & Nila) – KALSEL

20 Kab Kapuas (patin) - KALTENG

2. Kab. Aceh Tenggara, ACEH 3. Kab. Tapanuli Utara, SUMUT 4. Kab. Batanghari, JAMBI 5. Kab. Bangka Selatan, BABEL 6. Kab. Bengkulu Utara, BENGKULU ,

12. Kab. Penajam Paser Utara, KALTIM 13. Kab. Minahasa Utara, SULUT 14. Kab. Gorontalo Utara, GORONTALO 15. Kab. Mamuju, SULBAR

16. Kab. Pinrang, SULSEL 20. Kab. Kapuas (patin) KALTENG

21. Kab. Pohuwatu (Udang) -GORONTALO

22. Kab. Maros (udang) - SULSEL 23. Kab. Pangkep (udang)

-SULSEL

24. Kab. Morowali (Rumput Laut)

-7. Kab. Indramayu, INDRAMAYU 8. Kab. Sidoarjo, JATIM 9. Kab. Tabanan, BALI 10. Kab. Lombok Tengah, NTB 17. Kab. Kolaka, SULTRA 18. Kab. Seram Bagian Barat, MALUKU 19. Kab. Morotai, MALUKU UTARA 16

Pusdiklat Spimnas 2011

(17)

BUDIDAYA DI INDONESIA

The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again. The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.

Catfish ‐‐ Boyolali, Central Java Carp – Sukabumi, West Java

17 Seaweed ‐‐ East Timur, East Nusa Tenggara

(18)

KAWASAN MINAPOLITAN BUDIDAYA

KAWASAN MINAPOLITAN BUDIDAYA –

– AWAL PEMBENTUKAN

AWAL PEMBENTUKAN

CLUSTER USAHABERBASIS PERIKANAN BUDIDAYA

CLUSTER USAHABERBASIS PERIKANAN BUDIDAYA –

TEMPAT PERSEMAIAN WIRAUSAHA PEDESAAN

TEMPAT PERSEMAIAN WIRAUSAHA PEDESAAN

TEMPAT PERSEMAIAN WIRAUSAHA PEDESAAN

TEMPAT PERSEMAIAN WIRAUSAHA PEDESAAN

(19)

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN

MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI

Melalui :

(

)

1.

1. PENGEMBANGAN

PENGEMBANGAN USAHA

USAHA MINA

MINA

PEDESAAN (P

PEDESAAN (PU

UMP)

MP)

1.

1. PENGEMBANGAN

PENGEMBANGAN USAHA

USAHA MINA

MINA

PEDESAAN (P

PEDESAAN (PU

UMP)

MP)

- PUMP BUDIDAYA

= 300 KAB/KOTA

- PUMP TANGKAP

= 110 KAB/KOTA

- PUMP P2HP

= 51 KAB/KOTA

- PUMP BUDIDAYA

= 300 KAB/KOTA

- PUMP TANGKAP

= 110 KAB/KOTA

- PUMP P2HP

PUMP P2HP

= 51 KAB/KOTA

51 KAB/KOTA

2.

2. PENGEMBANGAN USAHA GARAM

PENGEMBANGAN USAHA GARAM

RAKYAT (

RAKYAT (PUGAR

PUGAR))

PUMP P2HP

51 KAB/KOTA

2.

2. PENGEMBANGAN USAHA GARAM

PENGEMBANGAN USAHA GARAM

RAKYAT (

RAKYAT (PUGAR

PUGAR))

RAKYAT (

RAKYAT (PUGAR

PUGAR))

PUGAR KP3K

= 40 KAB/KOTA

RAKYAT (

RAKYAT (PUGAR

PUGAR))

PUGAR KP3K

= 40 KAB/KOTA

(20)

Swasembada Garam Rakyat

Memfasilitasi proses

intensifikasi ekstensifikasi

intensifikasi, ekstensifikasi,

dan revitalisasi tambak garam

rakyat untuk meningkatkan

produksi menuju

produksi menuju

swasembada berbasis

pemberdayaan masyarakat

The image cannot be displayed. Your computer may not have enough memory to open the image, or the image may have been corrupted. Restart your computer, and then open the file again. If the red x still appears, you may have to delete the image and then insert it again.

(21)
(22)

PENGEMBANGAN SENTRA GARAM PERCONTOHAN TAHUN 2011 CIREBON INDRAMAYU REMBANG PATI SAMPANG PAMEKASAN SUMENEP NAGAKEO TUBAN

9 lokasi kab di 4 Provinsi

PENGEMBANGAN SENTRA GARAM : PENGEMBANGAN SENTRA GARAM :

NAGAKEO TUBAN

9 lokasi kab di 4 Provinsi

1. Kab. Cirebon - JABAR 2. Kab. Indramayu - JABAR 3. Kab. Rembang - JATENG

4. Kab. Pati - JATENG

5. Kab. Pamekasan - JATIM

6 Kab Sampang JATIM

1. Kab. Cirebon - JABAR 2. Kab. Indramayu - JABAR 3. Kab. Rembang - JATENG

4. Kab. Pati - JATENG

5. Kab. Pamekasan - JATIM

6 Kab Sampang JATIM

22

6. Kab. Sampang - JATIM 7. Kab. Sumenep - JATIM

8. Kab. Tuban - JATIM

9. Kab. Nagekeo - NTT 6. Kab. Sampang - JATIM 7. Kab. Sumenep - JATIM

8. Kab. Tuban - JATIM

9. Kab. Nagekeo - NTT

(23)

M

Mi

lit

M

t i

M

Mi

lit

M

t i

Mega Minapolitan Morotai

Mega Minapolitan Morotai

M t i k k t d

Morotai merupakan kawan terdepan Indonesia di bibir Samudera Pasifik yang memiliki sumber daya ikan melimpah.

Ikan bernilai ekonomi tinggi dapat dengan mudah dikirim dari Morotai ke pasar utama (Taiwan Jepang Korea) karena adanya

Morotai (Taiwan, Jepang, Korea) karena adanya

infrastruktur penerbangan warisan McArthur.

Mendorong Morotai menjadi economic hub kawasan Timur Indonesia

(24)

Morotai sebagai Hub Ekonomi di Pasifik Barat

Taiwan

Japan

Jakarta

(25)

MELALUI MEGA MINAPOLITAN DIHARAPKAN MAMPU

MELALUI MEGA MINAPOLITAN DIHARAPKAN MAMPU

MEMICU PERKEMBANGAN KAWASAN

MEMICU PERKEMBANGAN KAWASAN

(26)

Referensi

Dokumen terkait

Pada hasil MP3 yang telah disisipkan suara tidak banyak berubah pada saat MP3 tersebut dimainkan pada aplikasi pemutar MP3 baik pada komputer maupun pada pemutar MP3 portabel,

300 Ruang kerja perkantoran, ruang sekolah dengan ketepatan visual tinggi, ruang pusat perhatian gedung ibadah, ruang pemeriksaan di rumah sakit, penerangan laboratorium, dan

Setelah proses skrining, setiap pasien, termasuk pasien STEMI, dipilah menjadi “Covid-19 positif/sangat mungkin ( positive/probable Covid-19) ” dan “Covid-19 kecil kemungkinan

Dalam Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima di Wilayah Kota Malang, disebutkan bahwa yang dimaksud sebagai PKL

laki-laki juga menyebutkan bentuk rasio yang membentuk suatu proporsi yang lain, yaitu dalam bentuk ( between ratio ) dan juga bentuk ( within ratio ); (C) Pada

Untuk segmentasi psikologis menunjukan bahwa kelas sosial pada cluster-1 dan cluster-2 terbanyak adalah memiliki mobil, motor dan sepeda, dengan gaya hidup

Dalam simulasi Wind Tunnel ini dilakukan studi tentang pengaruh parameter kecepatan aliran freestream, tinggi elemen kekasaran, dan kerapatan elemen kekasaran terhadap

Dari penelitian tentang kemampuan generik pada pembelajaran Biologi yang dilakukan oleh Rahman (2008) diperoleh hasil bahwa Program Pembelajaran Praktikum Berbasis Kemampuan