KETAHANAN LIMA JENIS KAYU ASAL CIANJUR TERHADAP JAMUR (The Resistance of Five Wood Species from Cianjur Against Decaying Fungi)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Berdasarkan hasil uji beda Tukey terhadap posisi contoh uji menunjukkan bahwa rata-rata kehilangan berat pada kayu bagian dalam yaitu 14,99% lebih rendah namun tidak berbeda nyata
Sedangkan hasil uji beda Tukey terhadap posisi contoh uji menunjukkan bahwa rata- rata kehilangan berat pada kayu bagian dalam yaitu 10,89%, lebih rendah dibandingkan dengan
Hasil uji beda Tukey (p<0.05) terhadap interaksi antara jenis kayu dan bagian kayu menunjukkan bahwa persentase kehilangan berat kayu tertinggi dijumpai pada contoh uji
Djarwanto (2011) menyatakan bahwa kehilangan berat sekrup tertinggi dijumpai pada contoh uji kayu putih bagian tengah (B) dari pohon II yaitu 5,96%, dan kehilangan berat sekrup
Hasil uji beda Tukey (p 0,05) terhadap posisi contoh uji menunjukkan bahwa rata-rata kehilangan berat pada kayu bagian dalam yaitu 9,67% termasuk kelompok kayu agak-tahan (kelas
Enam jenis kayu yang diteliti ketahanannya terhadap jamur menunjukkan bahwa kayu mimba termasuk ke dalam kayu tahan (kelas II), kayu tunggereuk dan huru mentek termasuk kelompok
Pertambahan dimensi basah dan kering akibat laburan bahan pengisi kayu pada contoh uji tangensial tidak berbeda nyata dengan pertambahan berat pada contoh uji radial baik pada kayu
Hasil uji beda Tukey p 0,05 terhadap posisi contoh uji menunjukkan bahwa rata-rata kehilangan berat pada kayu bagian dalam yaitu 9,67% termasuk kelompok kayu agak-tahan kelas III, lebih