• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMISKINAN KONSEP - PENGUKURAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEMISKINAN KONSEP - PENGUKURAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

KEMISKINAN

KONSEP - PENGUKURAN

FKM UNIVERSITAS JEMBER

ANDREI RAMANI, S.KM., M.KES.

(2)

DEFINISI UMUM

• KONDISI KETIDAKMAMPUAN UTK MENCAPAI ‘KESEJAHTERAAN’ (WORLD BANK, 2000) 1. PENDEKATAN FINANSIAL (KONVENSIONAL)  PERBANDINGAN JML PENDAPATAN INDIVIDU DNG BATAS TTT, JK TDK MENCAPAI BATAS TSB MAKA DIKATAKAN MISKIN

2. PENDEKATAN KESEJAHTERAAN (WELL-BEING)  APAKAH MEREKA MENDAPATKAN MAKANAN YG CUKUP? KONDISI RUMAH? BGMN DNG YANKESH? TK PENDIDIKAN YG DITEMPUH?

MAKANAN  NUTRISI, DILIHAT BERAPA YG PENDEK/KURUS

3. PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL (AMARTYA SEN, 1987)  KEMAMPUAN FUNGSI SOSIAL, SELAIN ASPEK PENDAPATAN, PENDIDIKAN, KESEHATAN, TERMASUK JG ASPEK KEAMANAN, KEPERCAYAAN DIRI, HAK UTK BERPENDAPAT, DLL. JK TDPT KEKURANGAN FUNGSI SOSIAL  MISKIN

3

DEFINISI UMUM

• BPS DAN DEPSOS  KETIDAKMAMPUAN UNTUK MENCUKUPI KEBUTUHAN POKOK MINIMUM YANG DIUKUR DARI SISI PENGELUARAN. PENDUDUK MISKIN ADALAH PENDUDUK YANG MEMILIKI RATA-RATA PENGELUARAN PERKAPITA PERBULAN DIBAWAH GARIS KEMISKINAN (GK).

TINGKAT KEMISKINAN DIDASARKAN PADA JUMLAH RUPIAH KONSUMSI BERUPA MAKANAN (KURANG DARI 2100 KKALORI PER ORANG PER HARI) DAN KONSUMSI NON MAKANAN • PROF SAYOGJO (IPB) : GARIS KEMISKINAN

TIDAK MAMPU MEMPEROLEH PENGHASILAN PERKAPITA PERTAHUN SETARA 320 KG BERAS (DESA) ATAU 480 KG BERAS (KOTA)

(3)

JENIS KEMISKINAN

• KEMISKINAN ABSOLUT  PENENTUAN MISKIN/TIDAK BERDASARKAN UKURAN YG PASTI, MISAL: WORLD BANK MENETAPKAN BATAS KEMISKINAN (GARIS KEMISKINAN/POVERTY LINE) ADL MASYARAKAT YG PPP (PURCHASING POWER PARITY) KURANG DARI US$ 1/HARI, MAKA DI NEGARA MANAPUN YG PENDAPATANNYA KURANG DARI BATAS TSB DIKATAKAN MISKIN. KEBUTUHAN POKOK (BASIC NEEDS) TDK TERCUKUPI

• KEMISKINAN RELATIF  PENETAPAN MISKIN ATAU TDK BERDASARKAN PENDAPATAN ORANG YG ADA DISEKITARNYA. DAERAH YG MEMILIKI PENDAPATAN TINGGI MEMILIKI BATAS

KEMISKINAN YG LEBIH TINGGI JIKA DIBANDINGKAN DNG DAERAH LAIN YG MEMILIKI PENDAPATAN YG LEBIH RENDAH. PENGARUH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN YANG BELUM MAMPU MENJANGKAU SELURUH LAPISAN MASYARAKAT

5

JENIS KEMISKINAN

• KEMISKINAN NATURAL  PENYEBAB KEMISKINAN ADL KETERBATASAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN SCR ALAMI, MISAL: TANAH YG TIDAK SUBUR, CURAH HUJAN RENDAH, HAMA TANAMAN, DSB

• KEMISKINAN KULTURAL  PENYEBAB KEMISKINAN ADALAH FAKTOR BUDAYA. CONTOH: DI NIAS KRN PESTA ADAT TLL SERING SHG TERJADI UTANG ADAT DAN AKHIRNYA MENJADI MISKIN. KEMISKINAN INI SANGAT SULIT DAN MEMBUTUHKAN WAKTU YG LAMA UNTUK DI ATASI .

• KEMISKINAN STRUKTURAL  KETIDAKBERDAYAAN TERHADAP SISTEM ATAU TATANAN SOSIAL YANG TIDAK ADIL DAN TIDAK MEMILIKI AKSES UNTUK MEMBEBASKAN DIRI DARI KEMISKINAN. MISAL: FENOMENA KORUPSI, PENGUASAAN ASSET OLEH SEKELOMPOK KECIL GOLONGAN

(4)

PENYEBAB KEMISKINAN

(DAVID COX, 2004)

• KEMISKINAN YANG DIAKIBATKAN GLOBALISASI YANG

MENIMBULKAN NEGARA MENANG DAN KALAH AKIBAT

PERSAINGAN PASAR BEBAS SEBAGAI PRASAYARAT GLOBALISASI.

• KEMISKINAN YANG BERKAITAN DENGAN PEMBANGUNAN

(KEMISKINAN SUBSISTEN AKIBAT RENDAHNYA PEMBANGUNAN;

KEMISKINAN PEMINGGIRAN PERDESAAN DALAM PROSES

PEMBANGUNAN; KEMISKINAN PERKOTAAN AKIBAT HAKEKAT

DAN PERCEPATAN PERTUMBUHAN PERKOTAAN).

7

PENYEBAB KEMISKINAN

(DAVID COX, 2004)

• KEMISKINAN SOSIAL (KEMISKINAN YANG DIALAMI PEREMPUAN,

ANAK-ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS AKIBAT KONDISI SOSIAL

YANG TIDAK MENGUNTUNGKAN MEREKA SEPERTI BIAS JENDER,

DISKRIMINASI ATAU EKSPLOITASI EKONOMI)

• KEMISKINAN KONSEKUENSIAL AKIBAT KEJADIAN ATAU FAKTOR

EKSTERNAL SEPERTI KONFLIK, BENCANA ALAM, KERUSAKAN

LINGKUNGAN DAN TINGGINYA JUMLAH PENDUDUK

(5)

POVERTY CYCLE (HARRINGTON, 1962)

9

(6)

DEPRIVATION TRAP (JOHN FRIEDMAN)

• KETIDAKSAMAAN KESEMPATAN UNTUK MENGAKUMULASIKAN BASIS KEKUASAAN SOSIAL YG MELIPUTI

1. MODAL YG PRODUKTIF ATAS ASET

2. SUMBER KEUANGAN

3. ORGANISASI SOSIAL

4. JARINGAN SOSIAL

5. INFORMASI

11

DEPRIVATION TRAP (OSCAR LEWIS)

KEBUDAYAAN KEMISKINAN

•TIDAK TERINTEGRASI DENGAN MASYARAKAT

•APATIS, KURANG MEMPUNYAI DAYA JUANG

•CENDERUNG MENYERAH NASIB

(7)

KONSEP MAKRO

• KONSEP YANG DIPAKAI BPS DAN JUGA BEBERAPA NEGARA LAIN ADALAH KEMAMPUAN MEMENUHI KEBUTUHAN DASAR (BASIC NEEDS APPROACH)

“KEMISKINAN DIPANDANG SEBAGAI KETIDAKMAMPUAN DARI SISI EKONOMI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DASAR MAKANAN DAN BUKAN MAKANAN (DIUKUR DARI SISI PENGELUARAN)”

• PENDUDUK MISKIN ADALAH PENDUDUK YANG MEMILIKI RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA PERBULAN DI BAWAH GARIS KEMISKINAN.

• GARIS KEMISKINAN MERUPAKAN REPRESENTASI DARI JUMLAH RUPIAH MINIMUM YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK MINIMUM MAKANAN YANG SETARA DENGAN 2100 KKAL PER KAPITA PER HARI DAN KEBUTUHAN POKOK BUKAN MAKANAN.

13

Data Kemiskinan Makro (1976 – sekarang) Data Kemiskinan Mikro (2005, 2008) Metodologi:

- Konsep Basic Needs Approach

- Didasarkan pada Garis Kemiskinan: Makanan (2100 kkal/org/hari) + Non makanan

Metodologi:

- Pendekatan kualitatiif

- Didasarkan pada ciri RT miskin (14++ indikator) Sbr data: Susenas Modul Konsumsi dan Kor, var lain

utk menyusun indikator kemiskinan diperoleh dari Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar (SPKKD). (sampel)

Sumber data: Sensus

Data menunjukkan jml penduduk miskin per wilayah

-ESTIMASI

Data menunjukkan jml RT miskin dan hampir miskin scr

by name, by address

Kegunaan:

- Perencanaan dan evaluasi program kemiskinan dng target geografis

- Tdk bisa menunjukkan siapa & dimana shg tdk operasional dan tdk bisa digunakan utk program bantuan langsung

Kegunaan:

- Berguna utk target sasaran rumah tangga scr langsung (BLT, PKH, Beras miskin – raskin, Jamkesmas, dll)

(8)

15

PENGKATEGORIAN KELUARGA (BKKBN)

• KELUARGA YANG DIBENTUK BERDASARKAN ATAS PERKAWINAN YANG SAH, MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP SPIRITUAL DAN MATERIIL YANG LAYAK, BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA, MEMILIKI HUBUNGAN YANG SERASI, SELARAS DAN SEIMBANG ANTAR ANGGOTA DAN ANTAR KELUARGA DENGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN (UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2009). • TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA DIKELOMPOKKAN MENJADI 5 (LIMA) TAHAPAN, YAITU:

• TAHAPAN KELUARGA PRA SEJAHTERA (KPS) YAITU KELUARGA YANG TIDAK MEMENUHI SALAH SATU DARI 6 (ENAM) INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA I (KS I) ATAU INDIKATOR ”KEBUTUHAN DASAR KELUARGA” (BASIC NEEDS).

• TAHAPAN KELUARGA SEJAHTERA I (KSI) YAITU KELUARGA MAMPU MEMENUHI 6 (ENAM) INDIKATOR TAHAPAN KS I, TETAPI TIDAK MEMENUHI SALAH SATU DARI 8 (DELAPAN) INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA II ATAU INDIKATOR ”KEBUTUHAN PSIKOLOGIS” (PSYCHOLOGICAL NEEDS) KELUARGA.

• TAHAPAN KELUARGA SEJAHTERA II YAITU KELUARGA YANG MAMPU MEMENUHI 6 (ENAM) INDIKATOR TAHAPAN KS I DAN 8 (DELAPAN) INDIKATOR KS II, TETAPI TIDAK MEMENUHI SALAH SATU DARI 5 (LIMA) INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA III (KS III), ATAU INDIKATOR ”KEBUTUHAN PENGEMBANGAN” (DEVELOMENTAL NEEDS) DARI KELUARGA.

• TAHAPAN KELUARGA SEJAHTERA III YAITU KELUARGA YANG MAMPU MEMENUHI 6 (ENAM) INDIKATOR TAHAPAN KS I, 8 (DELAPAN) INDIKATOR KS II, DAN 5 (LIMA) INDIKATOR KS III, TETAPI TIDAK MEMENUHI SALAH SATU DARI 2 (DUA) INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA III PLUS (KS III PLUS) ATAU INDIKATOR ”AKTUALISASI DIRI” (SELF ESTEEM) KELUARGA.

• TAHAPAN KELUARGA SEJAHTERA III PLUS YAITU KELUARGA YANG MAMPU MEMENUHI KESELURUHAN DARI 6 (ENAM) INDIKATOR TAHAPAN KS I, 8 (DELAPAN) INDIKATOR KS II, 5 (LIMA) INDIKATOR KS III, SERTA 2 (DUA) INDIKATOR TAHAPAN KS

(9)

INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA I (KS I)

• PADA UMUMNYA ANGGOTA KELUARGA MAKAN DUA KALI SEHARI ATAU LEBIH.

• ANGGOTA KELUARGA MEMILIKI PAKAIAN YANG BERBEDA UNTUK DI RUMAH, BEKERJA/SEKOLAH

DAN BEPERGIAN.

• RUMAH YANG DITEMPATI KELUARGA MEMPUNYAI ATAP, LANTAI DAN DINDING YANG BAIK. • BILA ADA ANGGOTA KELUARGA SAKIT DIBAWA KE SARANA KESEHATAN.

• BILA PASANGAN USIA SUBUR INGIN BER KB PERGI KE SARANA PELAYANAN KONTRASEPSI (HANYA UNTUK KELUARGA YANG BERSTATUS PASANGAN USIA SUBUR).

• SEMUA ANAK UMUR 7-15 TAHUN DALAM KELUARGA BERSEKOLAH

17

INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA II (KS II)

SEMUA INDIKATOR KS I

PADA UMUMNYA ANGGOTA KELUARGA MELAKSANAKAN IBADAH SESUAI DENGAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN MASING-MASING.

PALING KURANG SEKALI SEMINGGU SELURUH ANGGOTA KELUARGA MAKAN DAGING/IKAN/TELUR.

SELURUH ANGGOTA KELUARGA MEMPEROLEH PALING KURANG SATU STEL PAKAIAN BARU DALAM SETAHUN.

LUAS LANTAI RUMAH PALING KURANG 8 M2 UNTUK SETIAP PENGHUNI RUMAH.

TIGA BULAN TERAKHIR KELUARGA DALAM KEADAAN SEHAT SEHINGGA DAPAT MELAKSANAKAN TUGAS/FUNGSI MASING-MASING.

ADA SEORANG ATAU LEBIH ANGGOTA KELUARGA YANG BEKERJA UNTUK MEMPEROLEH PENGHASILAN.

SELURUH ANGGOTA KELUARGA UMUR 10 - 60 TAHUN BISA BACA TULISAN LATIN.

(10)

INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA III (KS III)

• SEMUA INDIKATOR KS II

• KELUARGA BERUPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN AGAMA.

• SEBAGIAN PENGHASILAN KELUARGA DITABUNG DALAM BENTUK UANG ATAU BARANG.

• KEBIASAAN KELUARGA MAKAN BERSAMA PALING KURANG SEMINGGU SEKALI DIMANFAATKAN UNTUK

BERKOMUNIKASI.

• KELUARGA IKUT DALAM KEGIATAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL. • KELUARGA MEMPEROLEH INFORMASI DARI SURAT KABAR/MAJALAH/ RADIO/TV/INTERNET.

19

INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA III+ (KS III+)

• SEMUA INDIKATOR KS III

• KELUARGA SECARA TERATUR DENGAN SUKA RELA MEMBERIKAN SUMBANGAN MATERIIL UNTUK KEGIATAN

SOSIAL.

• ADA ANGGOTA KELUARGA YANG AKTIF SEBAGAI PENGURUS PERKUMPULAN SOSIAL/YAYASAN/ INSTITUSI

(11)

PENGUKURAN KEMISKINAN

• KENAPA DIBUTUHKAN PENGUKURAN KEMISKINAN?

1. UTK MENGETAHUI SIAPA YG MISKIN? BERAPA JUMLAHNYA? DIMANA LETAKNYA?

RAVALLION (1998), “[A] CREDIBLE MEASURE OF POVERTY CAN BE A POWERFUL INSTRUMENT FOR

FOCUSING THE ATTENTION OF POLICY MAKERS ON THE LIVING CONDITIONS OF THE POOR.”

 IT IS EASY TO IGNORE THE POOR IF THEY ARE STATISTICALLY INVISIBLE !!!!

2. PENGUKURAN HASIL/DAMPAK DARI KEBIJAKAN PUBLIK PENANGGULANGAN KEMISKINAN

3. AGAR PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN BISA LEBIH TERARAH/TARGET SPESIFIK 4. PENGUKURAN EFEKTIFITAS KINERJA LEMBAGA (YG BERGERAK DI BID KEMISKINAN)  MISAL: DNG MEMBANDINGKAN JML PENDUDUK MISKIN ANTAR PERIODE APAKAH NAIK/TURUN

21

HEADCOUNT INDEX (P

0

)

• MENGUKUR PERSENTASE PENDUDUK MISKIN TERHADAP PENDUDUK TOTAL • CONTOH, DIKETAHUI DATASEPERTI BERIKUT

• WILAYAH TERDIRI DARI 5 ORANG, GARIS KEMISKINAN = 125. JML PENDUDUK YG

PENGELUARAN KURANG DARI 125 HANYA 1 ORANG YAITU INDIVIDU A. MAKA HEADCOUNT INDEX ADALAH 20% (1/5 * 100%)

(12)

POVERTY GAP INDEX (INDEKS KEDALAMAN KEMISKINAN/P

1

)

DARI DATA WILAYAH A BERIKUT, HITUNG BERAPA POVERTY GAP INDEX JIKA DIKETAHUI GARIS KEMISKINAN WILAYAH A = 125, DAN WILAYAH B = 150. BAGAIMANA TK KESENJANGAN ANTARA KEDUA WILAYAH TERSEBUT?

MERUPAKAN UKURAN RATA-RATA KESENJANGAN PENGELUARAN

MASING-MASING PENDUDUK MISKIN THD GARIS KEMISKINAN. SEMAKIN TINGGI NILAI

INDEKS, SEMAKIN JAUH RATA-RATA PENGELUARAN PENDUDUK DARI GARIS

KEMISKINAN

N = JML PENDUDUK

GI= SELISIH ANTARA PENDAPATAN

DENGAN GARIS KEMISKINAN Z = GARIS KEMISKINAN

Wil A Wil B

Individu Pengeluaran Individu Pengeluaran

A 100 AA 100

B 135 BB 125

C 150 CC 175

D 160 DD 200

E 175 EE 300 23

POVERTY GAP INDEX (INDEKS KEDALAMAN KEMISKINAN/P

1

)

PENYELESAIAN:

** LIHAT PENGHITUNGAN TABEL DIBAWAH UTK WIL A & B

DIPEROLEH PI- WIL A = 0,04 DAN PI– WIL B = 0,1. SEHINGGA BISA DIKATAKAN WILAYAH A MEMILIKI TINGKAT KESENJANGAN TERHADAP GARIS KEMISKINAN YANG LEBIH RENDAH DARIPADA WILAYAH B

(13)

POVERTY SEVERITY INDEX (INDEKS KEPARAHAN KEMISKINAN/P

2

)

DARI DATA WILAYAH A BERIKUT, HITUNG BERAPA P2JIKA DIKETAHUI GARIS KEMISKINAN

WILAYAH A = 125, DAN WILAYAH B = 150. BAGAIMANA TK KESENJANGAN ANTARA KEDUA WILAYAH TERSEBUT?

SEMAKIN TINGGI NILAI INDEKS , SEMAKIN TINGGI KETIMPANGAN

PENGELUARAN DIANTARA PENDUDUK MISKIN

N = JML PENDUDUK

GI= SELISIH ANTARA PENDAPATAN

DENGAN GARIS KEMISKINAN Z = GARIS KEMISKINAN

Wil A Wil B

Individu Pengeluaran Individu Pengeluaran

A 100 AA 100 B 135 BB 125 C 150 CC 175 D 160 DD 200 E 175 EE 300 25 PENYELESAIAN:

** LIHAT PENGHITUNGAN PADA TABEL

DIPEROLEH P2WIL A = 0,008 DAN P2WIL B = 0,0278. KESENJANGAN PENGELUARAN ANTAR PENDUDUK MISKIN LEBIH TINGGI PADA WILAYAH B

(14)

PENGUKURAN KETIMPANGAN PENDAPATAN

GINI RASIO

• UKURAN YANG MENUNJUKKAN KETIMPANGAN PENDAPATAN, DENGAN MENGGUNAKAN SKALA 0 – 100% • DIBUAT OLEH CORRADO GINI (STATISTICIAN ITALIA) PADA 1912

• SKALA 0: KESEIMBANGAN SEMPURNA, SEMUA ORANG MEMILIKI TK PENDAPATAN YANG SAMA • < 20%: KETIMPANGAN SANGAT RENDAH

• 20-39%: KETIMPANGAN RENDAH • 40-59%: KETIMPANGAN SEDANG • 60-79%: KETIMPANGAN TINGGI • >80%: KETIMPANGAN SANGAT TINGGI

• SKALA 100%: KETIDAKSEIMBANGAN SEMPURNA, 1 ORANG MENGUASAI SELURUH PENDAPATAN SEDANGKAN LAINNYA TDK MEMILIKI PENDAPATAN SAMA SEKALI

27

(15)

REFERENSI

• EUIS SUNARTI, INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA: SEJARAH PENGEMBANGAN, EVALUASI, DAN KEBERLANJUTANNYA, 2006, INSTITUT PERTANIAN BOGOR

• GARIS KEMISKINAN – HTTP://SIRUSA.BPS.GO.ID/INDEX.PHP?R=INDIKATOR/VIEW&ID=50 • HANDBOOK ON POVERTY AND INEQUALITY, WORLD BANK

• HTTP://BANTEN.BPS.GO.ID/DOWNLOAD/KEMISKINAN.PDF • HTTP://APLIKASI.BKKBN.GO.ID/MDK/BATASANMDK.ASPX

• HTTP://EN.WIKIPEDIA.ORG/WIKI/MULTIDIMENSIONAL_POVERTY_INDEX

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian praktik pengalaman kerja bertujuan untuk melakukan evaluasi atas capaian ukuran kompetensi yang tertuang dalam learning outcomes aspek keahlian

Pada sub bab berikutnya akan ditampilkan data-data output yang terjadi selama program aplikasi simulasi berjalan dan juga waktu tempuh elevator secara bertahap dengan

Komponen utama dari VAIC TM yang dikembangkan Pulic tersebut dapat dilihat dari sumber daya perusahaan, yaitu physical capital (VACA – Value Added Capital Employed ),

Yang paling utama, terimakasih kepada Allah SWT yang Maha segalanya. Atas kasih sayang dan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan skripsi ini untuk memenuhi syarat dalam

Berdasarkan hasil penilaian pembelajaran menyimak berita melalui media televisi yang digambarkan dalam hasil analisis deskriptif,kemudian dinilai pula tingkat ketutasan

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www.bsn.go.id dan tidak untuk di komersialkan”.. Standar

Tabel 27 Jumlah Penduduk dan Kepala Keluarga di Kelurahan di Kecamatan Payakumbuh Barat 38 Tabel 28 Jumlah Penduduk dan Kepala Keluarga di Kelurahan di Kecamatan Payakumbuh Utara

Apabila RUPO yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Pasal 10.5 Perjanjian Perwaliamanatan memutuskan untuk mengadakan perubahan atas Perjanjian Perwaliamanatan