Dynamic Optimal Power Flow Arus Searah Menggunakan
Qudratic Programming
Qudratic Programming
Nursidi 2209100055 2209100055 Dosen Pembimbing :Dr. Eng. Rony Seto Wibowo, ST., MT. IGN Satriyadi Hernanda ST., MT.
OUTLINES
OUTLINES
Pendahuluan
Latar Belakang, Tujuan Penelitian, Permasalahan, Batasan Masalah
1
Dynamic Optimal Power Flow Arus Searah
Optimal Power Flow Arus Searah (DC OPF ),2
Optimal Power Flow Arus Searah (DC OPF ),Dynamic Optimal Power Flow Arus Searah (DC DOPF), Quadratic Programming
Penerapan QP pada DC DOPF
Inisialisasi permasalahan DC DOPF pada Qudratic programming
3
Hasil Penelitian
Validasi, Sistem 14 bus, Sistem Jawa Bali 500 KV
Hasil Penelitian
Validasi, Sistem 14 bus, Sistem Jawa Bali 500 KV
4
Penutup
KesimpulanPenutup
Kesimpulan5
KesimpulanKesimpulanLATAR
BELAKANG
Latar Belakang
Dalam STL Terinterkoneksi Pedjadwalan optimal ekonomi
DC Dynamic Optimal
Power Flow
E
i Di
t h
j p
sangat diperlukan
Power Flow
Economic Dispatch
Optimasi tidak
layak
Quadratic
Programming
Constraints saluranRamp Rate
Optimal Power Flow
DC Optimal Power
Flow
Statis
Beban dalam rentang
waktu
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Penelitian
Menentukan penjadwalan ekonomis pembangkit pada
sistem kelistrikan terinterkoneksi dengan
sistem kelistrikan terinterkoneksi dengan
memperhatikan kapasitas saluran dan ramp rate
Membuat program DC DOPF menggunakan Quadratic
Programming
Mengetahui pengaruh kapasitas saluran dan ramp rate
Mengetahui pengaruh kapasitas saluran dan ramp rate
terhadap daya terbangkit dan total biaya pembangkitan
PERMASALAHAN
Permasalahan
Bagaimana menentukan penjadwalan ekonomis
pembangkit pada sistem kelistrikan terinterkoneksi
p
g
p
dengan memperhatikan kapasitas saluran dan ramp
rate
Bagaimana membuat program DC DOPF menggunakan
Quadratic Programming
Apa pengaruh kapasitas saluran dan ramp rate
BATASAN MASALAH
Batasan Masalah
Losses jaringan diabaikan,
Menggunakan DC Power flow
Ramp up = Ramp down Data beban tidak melebihi kapasitas pembangkitan dan Kenaikan beban per satu jam
Semua generator selalu beroperasi
M k t d Q d ti
Menggunakan metode Quadratic Programming
OPTIMAL POWER FLOW
Optimal Power Flow Arus Searah
Optimal Power Flow (OPF) merupakan hal penting dalam perancanaan,
kontrol maupun operasi dalam sistem tenaga [2].
OPF
Arus
Searah
digunakan
untuk
melakukan
pembagian
OPF
Arus
Searah
digunakan
untuk
melakukan
pembagian
pembebanan pembangkit-pembangkit dalam sistem terinterkoneksi
secara optimal ekonomi dengan menggunakan studi aliran daya aktif
OPF Arus Searah mengoptimalkan biaya pembangkit :
Fi = Besar biaya pembangkitan pada pembangkit ke-i (Rp) Fi = Besar biaya pembangkitan pada pembangkit ke-i (Rp) Pi= Daya output dari pembangkit ke-i (MW)
Sesuai dengan batasan :
P d b kit t k I (MW)
PGi : daya pembangkitan generator ke-I (MW)
Pij : daya yang mengalir pada saluran ij (MW)
θi : sudut tegangan bus i (rad)
Pi : injeksi daya semua saluran di bus I (MW)
PDi : Beban pada bus i (MW)
O
S
( C
O
)
DYNAMIC OPTIMAL POWER
FLOW ARUS SEARAH
Dynamic Optimal Power Flow
Arus Searah
Dynamic Optimal Power Flow Arus Searah (DC DOPF) merupakan
implementasi operasi real-time dalam sistem tenaga [13].
DC DOPF dapat digunakan untuk melakukan pembagian pembebanan
Fungsi objektif DC DOPF :
DC DOPF dapat digunakan untuk melakukan pembagian pembebanan
pembangkit secara optimal ekonomi dalam rentang waktu tertentu tanpa
melanggar ramp rate pembangkit
Fungsi objektif DC DOPF :
T : interval waktu N : jumlah pembangkit
I
lit
t i t
Inequality constraint
Equality constaint
: ramp rate generator ke-i (MW/jam)
θit : sudut tegangan bus i saat -t (rad)
Pit : injeksi daya semua saluran di bus i saat -t (MW)
OPTIMAL POWER FLOW
Dynamic Optimal Power Flow
Arus Searah
150 MW P j d l 100 MW 175 MW Kapasitas = 200 MVA 200 MW Penjadwalan secara optimal ekonomi dalam rentang waktuJam-1 Beban800 MW Ramp Do n 200 MW 225 MW Jam-2 Beban700 MW Ramp Down Ramp Up Kapasitas = 800 MVA 450 MW Jam-3 Beban900 MW Ramp Up Sesuai dengan : 400 MW 500 MW & Kapasitas = 300 MVA
OPTIMAL POWER FLOW
…Lanjutan
R
t di
k
t k
t h
k
th
l
di
t d
Ramp rate adalah batasan yang menyatakan batas laju penambahan
maupun pengurangan daya output generator [13].
Ramp rate digunakan untuk mempertahankan thermal gradient dan pressure
gradient dalam turbin maupun boiler pada batasan aman sehingga life time
pembangkit dan peralatan pendukung pembangkit tidak menurun.
Asumsi ramprate yang digunakan dalam Tugas Akhir ini
menggunakan
acuan standar IEEE 762-2006 yang dimuat di [17].
PLTU
12%/j
PLTA PLTG d
PLTGU
100 % /j
PLTU = 12%/jam , PLTA, PLTG dan PLTGU = 100 % /jam
QUADRATIC PROGRAMMING
Quadratic Programming
Quadratic Programming (QP) adalah metode penyelesaian masalah
optimasi linear dengan fungsi objektif berupa fungsi kuadrat dari
p
g
g
j
p
g
beberapa variabel sesuai dengan costraints linear.
Secara umum QP dapat dinyatakan :
minimize
Sesuai constraints linier :
H G dan A adalah matrik H, G, dan A adalah matrik
Inisialisasi DC DOPF pada QP
Inisialisasi DC DOPF pada QP
Daya pembangkitan dan sudut tegangan bus sebagai variabel
Cost function sebagai fungsi objektif QP:
Dengan constraints linier :
Equality (Aeq): ( active power balance )
Inequality (Aineq): ( kapasitas saluran ) ( ramp rate )
( kapasitas pembangkitan )
….Lanjutan
…..Lanjutan
Misal untuk sistem sederhana dengan jumlah bus (nb)=3, jumlah
branch (nbr)=2, jumlah generator(ng)=2, level beban (t) = 2 jam,
B s 1 B s 3 B s 2
Bus 1 Bus 3 Bus 2
G 1 G 2 y13 y23 branch13 branch 23 θ θ θ2 L θ1 θ2 2
….Lanjutan
…..Lanjutan
Bus 2 Bus 11
Bus 31
FB flow TB flow Ramp Bus 2 Bus 1 Bus 22
Bus 3 FB flow TB flowHASIL SIMULASI dan
ANALISIS
Hasil Simulasi dan Analisis
Profil 1
Profil 1
Profil 2
Profil 3
Validasi
Sistem
14 Bus
Sistem
Jawa Bali
14 Bus
500 kV
Tahap I
Tahap II
DC OPF
DC DOPF
DC DOPF Kontingensi
VALIDASI TAHAP I
C O
Validasi
Sistem 14 Bus Sistem Jawa Bali 500 kVValidasi Tahap 1 : membandingkan apakah hasil simulasi DC DOPF memiliki hasil yang sama dengan hasil simulasi dengan DC OPF Matpower [15] secara individual. Sistem yang dipakai menggunakan contoh 4A halaman 104 pada buku “Power
G i O i d C l “ k All J W d k i
Generation,Operation and Control “ karangan Allen J. Wood, yang merupakan sistem
6 bus[12].
Hasil Simulasi :
Variabel output
DC OPF Matpower [15] DC DOPF
Jam 1 Jam 2 Jam 1 Jam 2
p θ1 0 0 0 0 θ2 -0.6686 -0.1531 -0.6686 -0.1531 θ33 -1.1156 -0.1904 -1.1156 -0.1904 θ4 -2.7177 -2.9974 -2.7177 -2.9974 θ5 -3.5150 -3.8686 -3.5150 -3.8686 θ66 -3.6176 -3.9742 -3.6176 -3.9742 P1 50.00 50.00 50.00 50.00 P3 75.34 103.53 75.34 103.53 P4 56.66 90.47 56.66 90.47 Total Cost 6172.06 6172.06
VALIDASI TAHAP II
Validasi
Sistem 14 Bus Sistem Jawa Bali 500 kVValidasi Tahap II adalah validasi terhadap constraints ramp rate.
Hasil Simulasi :
Daya (MW) pada jam
ke-R t Pembangkit y ( ) p j 1 2 3 4 5 Unit 1 50 62 66.606 62 50 Unit 2 74.2098 99.2098 115.0742 99.2098 74.2098 Ramp rate: Unit 1 30 MW/jam Unit 2 25 MW/jam Unit 3 25 MW/jam Unit 3 57.7902 82.7902 104.3198 82.7902 57.7902 Total (MW) 182 244 286 244 210 140 80 100 120 M W)
Jam Perubahan pembangkitan Keterangan Unit 1 Unit 2 Unit 3
1 2 12 2 2 S i 40 60 80 Daya ( M 1-2 12 25 25 Sesuai 2-3 4.606 15.8644 21.5296 Sesuai 3-4 -4.606 -15.8644 -21.5296 Sesuai 4-5 -12 25 -25 Sesuai 0 20 0 1 2 3 4 5
Waktu (jam ke-)
SISTEM 14 BUS
Validasi
Sistem 14
Bus
Sistem Jawa Bali 500 kV
Data
Data untuk simulasi Sistem 14 Bus :
600 700 300 400 500 eban (MW) 0 100 200 B 0 1 2 3 4 5 6 Waktu (Jam)
Profil 1 Profil 2 Profil 3
Profil 1 60 MW/jam Profil 2 120 MW/jam Profil 3 150 MW/jam
PROFIL 2
Profil 2
Validasi
Sistem 14
Bus
Sistem Jawa Bali 500 kV
ED DC OPF
Ramprate: Unit 1 45 MW/jam
Unit 2 40 MW/jam DC DOPF Unit 2 40 MW/jam Unit 3 30 MW/jam Unit 4 30 MW/jam Unit 5 30 MW/jam
Evaluasi ramp rate Evaluasi ramp rate
.. Lanjutan PROFIL 2
Validasi
Sistem 14
Bus
Sistem Jawa Bali 500 kV
Profil 2
Evaluasi aliran daya
Biaya Pembangkitan Biaya Pembangkitan
PROFIL 3
Validasi
Sistem 14
Bus
Sistem Jawa Bali 500 kV
Profil 3
ED DC OPF
Ramprate: Unit 1 45 MW/jam
Unit 2 40 MW/jam
Evaluasi ramp rate
Unit 2 40 MW/jam Unit 3 30 MW/jam Unit 4 30 MW/jam Unit 5 30 MW/jam
.. Lanjutan PROFIL 3
Validasi
Sistem 14
Bus
Sistem Jawa Bali 500 kV
Profil 3
Evaluasi aliran daya
Bi P b kit Biaya Pembangkitan
Analisis Hasil Simulasi
Analisis
Validasi
Sistem 14
Bus
Sistem Jawa Bali 500 kV
Perhitungan ED pada semua profil melanggar kapasitas
Saluran-1 Selain itu pada profil 2 dan 3 terjadi perubahan
Saluran 1. Selain itu pada profil 2 dan 3 terjadi perubahan
pembangkitan daya yang cukup besar dan tidak sesuai
dengan ramp rate unit.
Perhitungan DC OPF tidak ada pelanggaran kapasitas
saluran. Namun pada profil 2 dan 3 terjadi perubahan
pembangkitan daya yang cukup besar dan tidak sesuai
dengan ramp rate unit.
Sedangkan pada perhitungan DC DOPF tidak ada satupun
pelanggaran terhadap kapasitas saluran maupun batasan
ramp rate
p
SLD JAWA BALI 500 KV
Validasi Sistem 14 Bus
Sistem Jawa
SISTEM JAWA BALI 500 KV
Validasi Sistem 14 Bus
Sistem Jawa
Bali 500 kV
Data
Data profil beban yang di pakai untuk Simulasi Sistem
Jawa Bali 500 kv adalah :
10973 11018 11436 11500 12000 9392 10631 10729 10838 10702 10338 10924 10973 10777 11018 11494 11075 10633 10000 10500 11000 n (MW) 9493 9424 9357 9245 9539 9687 9392 10115 9749 9444 9040 8500 9000 9500 10000 Beba n 8000 8500 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 J Jam
..Lanjutan Sistem Jawa Bali
Validasi Sistem 14 Bus
Sistem Jawa
Bali 500 kV
Pembangkitan PLTU Suralaya Unit 5,6, 7:
Ramp rate : 35,16 MW/jam
600 700 400 500 M W) 67,93 50,08 84,65 200 300 Daya ( M 38,63 100 200 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Waktu (Jam)
DC OPF DC DOPF DC DOPF dengan Kontingensi Saluran DC OPF DC DOPF DC DOPF dengan Kontingensi Saluran
..Lanjutan Sistem Jawa Bali
Validasi Sistem 14 Bus
Sistem Jawa
Bali 500 kV
700
Pembangkitan PLTU Suralaya Unit 8:
Ramp rate : 35,16 MW/jam
500 600 71,05 300 400 ya ( x100MW) 67,93 , 84,65 100 200 300 Da y 0 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Waktu (Jam) Waktu (Jam)
..Lanjutan Sistem Jawa Bali
Validasi Sistem 14 Bus
Sistem Jawa
Bali 500 kV
Analisis
Pada
DC OPF, pembangkit PLTA Cirata, PLTA Saguling, PLTU
Gresik unit 1 sampai 4 selalu membangkitkan daya pada batasan
maksimal Terdapat pelanggaran terhadap ramp rate generator
maksimal. Terdapat pelanggaran terhadap ramp rate generator.
Akibatnya unit pembangkit lain dengan menanggung sisa daya
pembangkitan untuk memenuhi permintaan beban
pembangkitan untuk memenuhi permintaan beban.
Sedangkan pada DC DOPF, constraint ramp rate menyebabkan
perhitungan daya pembangkitan dari setiap unit pembangkit
Setiap unit pembangkit harus saling berkoordinasi untuk dapat
perhitungan daya pembangkitan dari setiap unit pembangkit
menjadi semakin ketat.
Setiap unit pembangkit harus saling berkoordinasi untuk dapat
membangkitkan daya untuk memenuhi semua beban tiap dalam
rentang waktu 24 jam tanpa melewati batasan ramp rate dari
i
i
i
b
ki d
b
k
i
l
..Lanjutan Sistem Jawa Bali
Validasi Sistem 14 Bus
Sistem Jawa
Bali 500 kV
Analisis
Perhitungan DC DOPF menghasilkan biaya pembangkitan 0,013
% lebih mahal dari hasil perhitungan DC OPF.
R
t
b bk
hi
j d
l
Ramp rate yang menyebabkan perhitungan penjadwalan
pembangkitan menjadi semakin ketat setiap level beban.
Sedangkan perhitungan DC DOPF dengan Kontingensi Saluran
menghasilkan biaya pembangkitan 0,583 % lebih mahal dari hasil
hit
DC DOPF
perhitungan DC DOPF.
Kontingensi Saluran : terdapat saluran yang lepas
Ali d l dib b k l l i l t b t di lihk k l Aliran daya yang semula dibebankan melalui saluran tersebut dialihkan ke saluran lainnya.
Perhitungan aliran daya pada jaringan dan perhitungan penjadwalan pembangkitan menjadi lebih komplek. j p
KESIMPULAN
Kesimpulan
Quadratic programming yang digunakan dapat melakukan perhitungan optimal power flow dengan akurat.
E i di t h d O ti l fl k i l b if t t ti tid k
Economic dispatch dan Optimal power flow konvensional yang bersifat statis tidak
dapat digunakan untuk melakukan perhitungan penjadwalan pembangkitan dalam rentang waktu tertentu jika ada parameter ramp rate dari unit pembangkit.
Program dynamic optimal power flow dengan quadratic programming dapat melakukan perhitungan penjadwalan pembangkitan dalam rentang waktu tertentu tanpa melanggar batasan saluran dan parameter ramp rate dari masing-masing unit
Ramp rate sangat berpengaruh terhadap daya terbangkit pada setiap unit pembangkit
karena daya yang terbangkit pada satu waktu akan mempengaruhi daya terbangkit tanpa melanggar batasan saluran dan parameter ramp rate dari masing masing unit pembangkit.
Parameter ramp rate menyebabkan variasi daya pembangkitan menjadi lebih ketat sehingga menyebabkan dynamic optimal power flow menghasilkan biaya total karena daya yang terbangkit pada satu waktu akan mempengaruhi daya terbangkit pada waktu yang lain
sehingga menyebabkan dynamic optimal power flow menghasilkan biaya total pembangkitan lebih mahal jika dibandingkan dengan economic dispatch dan optimal