DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
RENCANA KERJA
TAHUN 2016
PEMERINTAH PROPINSI KALIMANTAN SELATAN
DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI
JL. Pangeran Suriansyah No. 7 Banjarbaru Telp. (0511) 4772479 Fax. (0511) 4774155
Pertambangan Umum
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga Penyusunan Rencana Kerja Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016 dapat diselesaikan dengan baik. Rencana Kerja (RENJA) merupakan dokumen perencanaan pembangunan yang berisi rencana program kegiatan yang akan digunakan sebagai tolak ukur pencapaian kinerja dalam kurun waktu tertentu.
Rencana Kerja disusun dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
Rencana Kerja Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016memuat visi, misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya serta berpedoman pada Rencana Strategis (RENSTRA) tahun 2016 – 2020. Selanjutnya Renja menjadi landasan atau pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) tahun anggaran 2016.
Akhir kata, semoga penyusunan Rencana Kerja ini dapat bermanfaat dan juga pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengevaluasi, untuk itu masukan serta saran sangat kami harapkan dan terima kasih.
Banjarbaru, Maret 2015
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan
Ir. H. Kustono Widodo Pembina Utama Muda NIP. 19581211 198903 1 003
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Landasan Hukum ... 1
1.3. Maksud dan Tujuan ... 2
1.4. Sistematika Penulisan ... 3
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA ... 4
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD ... 4
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Distamben Prov. Kalsel ... 18
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Distamben Prov. Kalsel... 20
2.4. Review Terhadap Rancangan Awal SKPD ... 21
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ... 28
BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN... 29
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ... 29
3.2. Tujuan dan Sasaran ... 30
3.3. Program dan Kegiatan ... 31
iii DAFTAR TABEL
2.1. Capaian Kinerja Program/Kegiatan dan Realisasi Anggaran Tahun 2014 ... 5
2.2. Evaluasi Program Prioritas Pencapaian Kinerja Distamben Prov. Kalsel Pelaksanaan Renja Menurut Target RPJMD 2011 - 2015 ... 17
2.3. Pencapaian Kinerja Distamben Prov. Kalsel dalam rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat ... 19
2.4. Realisasi Target Indikator Misi III Ekonomi ... 23
2.5. Realisasi Target Indikator Misi III Lingkungan ... 23
2.6. Realisasi Target Indikator Misi IV ... 24
2.7. Sasaran Pembangunan RKPD Tahun 2016 ... 27
2.8. Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat Distamben Prov. Kalsel Tahun 2016 ... 28
3.1. Rumusan Usulan Rencana Program dan Kegiatan Distamben Prov. Kalsel Tahun 2016dan Prakiraan Maju Tahun 2017 ... 35
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Rencana Kerja Satuan Kerja Pemerintah Daerah (Renja SKPD) merupakan salah satu dokumen perencanaan pembangunan daerah yang diarahkan untuk pelayanan SKPD dalam waktu 1 (satu) tahun ke depan. Renja SKPD menjadi dokumen perencana pelayanan yang menekankan kompetensi dalam penyusunan program sesuai dengan tupoksi SKPD. Tahapan penyusunan hingga penetapan dokumen Renja juga telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pembangunan Daerah.
Rencana Kerja Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan menjabarkan visi dan misi serta arah pembangunan yang mengacu pada Rencana Strategis (Renstra). Adapun Visi dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan yaitu “Terwujudnya Pengelolaan Energi Dan Usaha Pertambangan Yang Baik Dan Benar Berbasis Informasi Geologi Dalam Upaya Mendukung Peningkatan Kontribusi Pendapatan Daerah Serta Kesejahteraan Masyarakat”.
Dalam melaksanakan visi dan misi tersebut Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel memiliki Tugas dan Pokok antara lain melaksanakan urusan pemerintahan daerah dibidang pertambangan dan energi sesuai dengan azas desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Dengan adanya Renja ini diharapkan dapat menyusun kegiatan yang mengarah pada pembangunan di sektor pertambangan dan energi sehingga dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi peningkatan pendapatan asli daerah yang pada gilirannya akan memberikan kesejahteraan masyarakat.
1.2. Landasan Hukum
Landasan hukum penyusunan Rencana Kerja Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan adalah :
1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
4. Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah perubahan dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyususnan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
7. Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tata cara Penyusunan Dokumen Perencanaan.
9. Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral nomor 1453.K/29/MEM/2000 tentang pedoman teknis penyelenggaraan tugas pemerintahan di bidang pertambangan umum.
10. Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral nomor 1454.K/27/MEM/2000 tentang pedoman teknis penyelenggaraan pemerintahan di bidang migas dan kelistrikan.
11. Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral nomor 1451.K/10/MEM/2000 tentang pedoman teknis penyelenggaraan pemerintahan di bidang pengelolaan air tanah.
12. Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 039 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Unsur-Unsur Organisasi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan dan Unit Pelayanan Jasa Sumberdaya Mineral dan Energi.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud disusunnya Rencana Kerja Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan adalah sebagai dokumen perencanaan dan penganggaran untuk periode satu tahun anggaran. Kebijakan dan program kegiatan telah disesuaikan antara program daerah dengan program nasional sektor pertambangan dan energi sehingga pelaksanaan program pembangunan akan semakin efektif dan efisien.
Adapun tujuan dari Rencana Kerja sebagai berikut :
1. Sebagai panduan penyusunan rencana program kegiatan tahunan yang sasaran dan targetnya mengacu pada renstra dan RPJMD tahun 2016-2020, agar program kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. 2. Meningkatkan akuntabilitas kerja melalui perencanaan dan pelaksanaan yang
bertanggung jawab.
3. Mewujudkan efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan alokasi sumber daya serta produktifitas dalam rangka peningkatan kinerja.
4. Meningkatkan kemampuan daerah melalui proses perencanaan pembangunan untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Rencana Kerja Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2016 adalah sebagai berikut :
BAB I. PENDAHULUAN
Berisi uraian tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan , dan sistematika penulisan.
BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA
Berisi uraian evaluasi Renja tahun lalu dan capaian renstra, analisa kinerja, isu-isu penting tugas dan fungsi SKPD, review terhadap rancangan awal RKPD, serta penelaahan usulan program dan kegiatan masyarakat.
BAB III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
Memuat tentang telaahan terhadap kebijakan nasional, tujuan dan sasaran renja, serta program dan kegiatan.
BAB IV. PENUTUP
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD
Kegiatan review hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian kinerja Renstra ditujukan untuk mengidentifikasi sejauh mana kemampuan SKPD dalam melaksanakan program dan kegiatannya, mengidentifikasi realisasi pencapaian target kinerja program dan kegiatan Renstra SKPD, serta hambatan dan permasalan yang dihadapi.
Pada tahun 2014 Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan 11 program dan 59 kegiatan melalui dana APBD sebesar Rp 17.155.270.000,-. Adapun serapannya sebesar Rp. 14.110.621.603,- dengan persentase realisasi keuangan sebesar 82,25 % dan persentase realisasi fisik sebesar 96,77 %.
Beberapa faktor penyebab tidak terpenuhinya pencapaian realisasi keuangan antara lain :
Sisa anggaran dari perjalanan dinas, selisih dana Esselon digunakan untuk staf dan biaya tarif hotel.
Adanya harga penawaran yang lebih rendah dari HPS pada pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik.
Untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan tahun lalu pada Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan, maka perlu adanya gambaran mengenai kinerja pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan.
Berikut tabel 2.1 mengenai capaian kinerja program/kegiatan dan realisasi anggaran tahun 2014, dan tabel 2.2 mengenai evaluasi program prioritas pencapaian kinerja Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan pelaksanaan Renja menurut RPJMD.
Tabel 2.1
Capaian Kinerja Program/Kegiatan dan Realisasi Anggaran Tahun 2014
Nama SKPD : Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan
SASARAN
No. PROGRAM/KEGIATAN
INDIKATOR PROGRAM/KEGIATAN KINERJA KEUANGAN DAN FISIK
PERMASAL AHAN DAN PEMECAHA N RPJMD RENSTRA SKPD INDIKATOR
KINERJA TARGET CAPAIAN
ANGG. APBD (Rp.) REALISASI KEUANGAN (Rp.) REALIS ASI KEUAN GAN (%) REALIS ASI FISIK (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Lancarnya administra si kantor Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Meningkatnya Pelayanan Administrasi Perkantoran 1 Penyediaan jasa surat
menyurat
Jumlah surat yang terkirim Terlaksananya kegiatan administrasi kantor dengan baik 8,910,000 8,905,500 99.95 100 2 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
Jumlah suplay jasa air dan listrik
Tersedianya jasa komunikasi telepon, air dan listrik
186,420,000 149,437,963 80.16 100 3 Penyediaan jasa administrasi keuangan Jumlah pengelolaan administrasi keuangan SKPD, laporan bulanan Adanya peningkatan kesejahteraan 181,200,000 180,800,000 99.78 100
4 Penyediaan jasa kebersihan kantor Jumlah alat kebersihan yang dibeli Lingkungan kantor yang bersih 17,250,000 17,250,000 100 100
5 Penyediaan alat tulis kantor Banyaknya pemakaian alat tulis kantor Terlaksananya kegiatan administrasi kantor dengan baik 66,000,000 66,000,000 100 100
6 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
Jumlah cetakan Terlaksananya kegiatan administrasi dengan baik 41,470,000 41,469,750 200 100 7 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
Jumlah suplay jasa Tersedianya alat-alat listrik
35,000,000 35,000,000 100 100
8 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
Jumlah media yang tersedia
Bertambahnya pengetahuan umum PNS
50,000,000 33,460,000 66.92 100
9 Penyediaan bahan logistik kantor
Jumlah alat pemadam yang ada
Alat pemadam yang siap dipakai
199,226,800 195,806,460 98.28 100
10 Penyediaan makanan dan minuman Jumlah makanan dan minuman Terpenuhinya makanan dan minuman PNS 163,880,000 126,765,000 77.35 100
11 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah
Jumlah perjalanan dinas yang dapat terlaksana
Menghadiri 690,000,000 607,404,470 88.03 91,67
12 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah
Jumlah keberangkatan Dapat menghadiri undangan 225,000,000 224,245,000 99.66 91,67 13 Penataan pembenahan arsip-arsip
Daftar arsip dinamis Tertatanya arsip dinamis 50,750,000 38,910,000 76.67 100 Meningkat nya sarana dan prasarana Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Terpenuhinya sarana penunjang dalam
kantor melaksanakan tugas 14 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Jumlah perlengkapan kantor yang dibeli Tersedianya alat pendingin, alat studio dan alat ukur
252,935,000 221,899,500 87.73 100
15 Pengadaan komputer Jumlah sarana dan prasarana yang terpenuhi
Adanya peningkatan kualitas kerja
315,650,000 276,892,000 87.72 100
16 Pemeliharaan rutin berkala gedung kantor
Luas gedung kantor yang diperbaiki
Gedung kantor baru 184,550,000 175,150,000 94.91 100
17 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Jumlah kendaraan yang terpelihara Terjaminya transportasi yang baik 193,973,200 104,422,950 53.83 100 18 Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor Jumlah yang diperbaiki Inventarisasi kantor yang baik 40,000,000 40,000,000 100 100 Meningkat nya disiplin aparatur Program Peningkatan Disiplin Aparatur Terwujudnya Peningkatan Kualitas Disiplin Aparatur 19 Pengadaan pakaian kerja
lapangan Jumlah pakaian yang terpenuhi Kerapian pakaian kerja non PNS 66,350,000 65,272,000 98.38 100 Meningkat nya sumber daya aparatur Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Terwujudnya sumber daya aparatur yang berkualitas
20 Kursus, pendidikan, pelatihan, sosialisasi dan bimbingan teknis PNS Jumlah pegawai yang mengikuti kursus Peningkatan keterampilan PNS 603,000,000 601,225,300 99.71 100 Lancarnya pelaporan kinerja dan keuangan Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capian Kinerja dan Keuangan
Terwujudnya Perencanaan dan Pelaporan yang akuntabilitas 21 Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran Realisasi anggaran dan kegiatan tahun 2013 Distamben Prov Kalsel, laporan pelaksanaan kegiatan tahun berjalan
Tersedianya data kegiatan dan anggaran yang telah dihasilkan
7,000,000 6,915,000 98.79 100
22 Penyusunan rencana kerja SKPD
Program kerja satu tahun kedepan
Terpenuhinya rencana kerja
236,370,000 226,867,050 95.98 100
23 Penilaian angka kredit jafung PIT
Terlayaninya secara optimal kedudukan organisasi
Angka kredit jafung 6,300,000 6,300,000 100 100
Meningkat nya usaha pertamban gan sesuai kaidah pertamban gan Meningkat nya usaha pertamban gan sesuai kaidah pertamban gan
Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan dan Energi Terwujudnya persentase usaha pertambangan per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan
24 Promosi dagang/pameran Terlaksananya kegiatan promosi dagang/pameran Masyarakat dan investor mendapatkan informasi pertambangan dan energi kalsel 263,540,000 101,611,500 38.56 80 25 Koordinasi pengusahaan pertambangan batubara se-Kalsel Terlaksananya kegiatan koordinasi pengusaha pertambangan batubara Persamaan persepsi dalam pelaksanaan pengusahaan pertambangan batubara 24,235,000 4,070,000 16.79 20.92 26 Pengawasan pengangkutan dan distribusi BBM bersubsidi Tersedianya data dan informasi tentang pengangkutan dan distribusi BBM bersubsidi per Kabupaten Meningkatnya persentase usaha pertambangan per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 153,605,000 132,719,000 86.40 88.16
27 Pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja dan lindung lingkungan lembaga penyalur BBM Tersedianya data dan informasi tentang upaya pengelolaan dan pemantauan K3L pada lembaga penyalur BBM per Kabupaten Meningkatnya persentase usaha pertambangan migas per kabupaten memenuhi kaidah lingkungan
135,000,000 118,039,800 87.44 95.28
28 Pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja dan lindung lingkungan PT. Pertamina (Persero) UB Tersedianya data dan informasi tentang upaya pengelolaan dan Meningkatnya persentase usaha pertambangan migas per kabupaten
Pertamina EP Tanjung pemantauan K3L memenuhi kaidah lingkungan 29 Peningkatan kerjasama
program dengan instansi dalam rangka pertukaran program kerja dan data
Menigkatnya wawasan tentang bidang pertambangan Meningkatnya persentase usaha pertambangan per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 166,240,000 154,524,400 92.95 100 30 Pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan terhadap PKP2B Laporan kepatuhan PKP2B untuk mengelola K3 Usaha pertambangan per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 218,000,000 175,000,000 80.28 100
31 Pengawasan produksi dan penjualan terhadap PKP2B Laporan produksi batubara Usaha pertambangan per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 245,235,000 203,942,900 83.16 100 32 Pengawasan lindung lingkungan pertambangan PKP2B Laporan kepatuhan pemegang ijin PKP2B untuk mengelola lingkungan Usaha pertambangan per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 129,000,000 105,222,000 81.57 100
33 Verifikasi produksi terhadap pemegang IUP di Kabupaten/Kota Laporan hasil verifikasi produksi batubra pemegang IUP Usaha pertambangan Per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 202,160,000 170,207,600 84.19 100 34 Pengembangan informasi/updating Terdatanya informasi tentang Meningkatnya persentase usaha 349,980,000 248,085,800 70.89 80
pertambangan dan energi melalui teknologi informasi
dinas pertambangan pertambangan per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 35 Pengawasan pengakutan
dan distribusi BBM non bersubsidi pada sektor industri Tersedianya data dan informasi tentang pengangkutan dan distribusi BBM non subsidi per Kabupaten Meningkatnya persentase usaha pertambangan per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 113,655,000 84,558,400 74,40 76.19 36 Sosialisasi tentang konservasi energi Didapat kemampuan pemahaman tentang konsrvasi energi Meningkatnya persentase usaha pertambangan per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 205,680,000 186,233,400 90.55 100 37 Pengawasan penimbunan dan niaga pada terminal BBM
Tersedianya data dan informasi tentang penimbunan dan niaga BBM per Kabupaten Meningkatnya persentase usaha pertambangan per Kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 123,840,000 119,390,000 96.41 95.19 38 Pemantauan program CSR terhadap PKP2B Laporan kepatuhan pemegang ijin PKP2B untuk melaksanakan program CSR Usaha pertambangan per Kabupaten memenuhi kewajiban program CSR 87,610,000 71,355,000 81.45 74.59
39 Pengawasan kegiatan pengembangan eksplorasi pada KP/PKP2B Termonitornya kegiatan pengembangan eksplorasi pada KP/PKP2B di wilayah Kalsel
Buku laporan hasil monitoring pengembangan eksplorasi pada KP/PKP2B di wilayah Kalsel 338,990,000 274,269,600 80.91 100 40 Sosialisasi jabatan fungsional inspektur tambang Tersosialisasinya 15 calon inspektur tambang Meningkatnya persentase usaha pertambangan per kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 92,165,000 75,401,300 81.81 100
41 Rapat koordinasi teknis pertambangan dan energi Prov. Kalsel Terlaksananya kegiatan rakontek Meningkatnya persentase usaha pertambangan per kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 67,600,000 47,370,000 70.07 100
42 Monitoring dan evaluasi kegiatan/program bantuan hibah Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel
Terlaksananya program kegiatan monev Distamben Terserapnya aspirasi masyarakat penerima bantuan, terkumpulnya data hasil monev, mengetahui manfaat program bantuan Distamben 211,200,000 115,180,000 54.54 80 43 Penyusunan regulasi mengenai bidang pertambangan dan energi
Jumlah buku peraturan sektor ESDM sebanyak 100 buah Tersedinya produk hukum bidang pertamben 85,100,000 50,487,000 59.33 100
44 Bimbingan teknis pengusahaan pertambangan di Kabupaten Terlaksananya bimbingan penyusunan DUPAK IT Para Inspektur Tambang dapat mengetahui cara penyusunan DUPAK 96,850,000 34,600,000 35.73 36.79 Meningkat nya pengelolaa n ketenagali strikan
Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Kelistrikan Terwujudnya pembinaan dan pengembanga n tentang kelistrikan 45 Pembinaan dan pengawasan usaha ketenagalistrikan Terlaksananya pengawasan pengelolaan K2 dan lingkungan ketenagalistrikan Pelaksanaan pengelolaan K2 dan lingkungan ketenagalistrikan 466,000,000 410,040,070 87.99 86 46 Inventarisasi dan monitoring captive power, usaha jasa penunjang tenaga listrik dan Komite Nasional Keselamatan Instalasi Listrik (KONSUIL)
Laporan, data captive power/usaha jasa penunjang tenaga listrik/hasil pemeriksaan dan menertibkan sertifikasi laik operasi instalasi pemanfaatan tenaga listrik konsumen tegangan rendah Diketahuinya total pembangkit listrik dan daya listrik non PLN, total konsultan dan kontraktor di bidang ketenagalistrikan, total pemeriksaan dan menertibkan sertifikasi laik operasi instalasi pemanfaatan tenaga listrik konsumen tegangan rendah 500,855,000 448,324,800 89.51 100
Meningkat nya pemanfaat an energi alternatif Meningkat nya pemanfaat an energi alternatif Program Pengembangan Energi Lokal Jumlah Pemanfaatan Biogas 47 Pengembangan pemanfaatan energi alternatif biogas Tersedianya instalasi energi alternatif biogas Masyarakat dapat memanfaatkan energi alternatif (biogas) untuk mengurangi ketergantungan dengan BBM 949,325,000 913,612,400 96.24 100 48 Pemantauan pemanfaatan energi alternatif biogas
Terpantaunya penggunaan energi biogas Untuk mengetahui kondisi instalasi energi biogas 115.810,000 104,829,140 90.52 100
49 Inventarisasi potensi energi biomassa dari sekam padi
Terinventarisasinya potensi energi biomassa Tersedianya potensi energi biomassa 187,090,000 162,026,200 86.60 100 50 Pengembangan pemanfaatan energi alternatif biogas dari eceng gondok Tersedianya instalasi energi alternatif biogas Masyarakat dapat memanfaatkan energi alternatif (biogas) untuk mengurangi ketergantungan dengan BBM 352,570,000 285,357,420 80.94 100
51 Inventarisasi potensi energi biogas dari ternak sapi
Terinventarisasinya potensi energi biogas ternak sapi
Tersedianya data potensi energi biogas di daerah Kalsel
52 Inventarisasi potensi energi biogas dari eceng gondok
Terinventarisasinya potensi energi biogas eceng gondok Tersedianya data potensi energi biogas di daerah Kalsel 67,665,000 46,191,800 68.60 100 Meningkat nya jumlah desa yang berlistrik dan ratio elektrifikas i Meningkat nya jumlah desa yang berlistrik dan ratio elektrifikas i Program Pengembangan Listrik Perdesaan Meningkatnya rasio desa berlistrik dan ratio elektrifikasi 53 Monitoring pemanfaatan listrik perdesaan Data kondisi PLTS dan jaringan distribusi listrik, meningkatnya rasio desa berlistrik dan rasio elektrifikasi Masyarakat dapat memanfaatkan PLTS dan listrik PLN 216,115,000 197,324,200 91,31 100 54 Pengadaan dan pemasangan PLTS Terlaksananya pemasangan PLTS Meningkatnya rasio desa berlistrik dan rasio elektrifikasi 1,605,295,000 1,342,043,500 83.60 100 Meningkat nya pemenuha n kebutuhan air bersih di daerah yang sulit air Meningkat nya pemenuha n kebutuhan air bersih di daerah yang sulit air Program pengembangan, pembinaan, pengawasan sumberdaya mineral dan air tanah serta lingkungan geologi
Jumlah sumur untuk daerah krisis air bersih
55 Pengawasan pemanfaatan air tanah 1 dokumen pemanfaatan air tanah Dietahuinya data administrasi dan teknis pemanfaatan air tanah di Prov Kalsel
337,200,000 195,852,670 58.08 64
56 Pemboran eksplorasi air tanah
16 unit sumur bor eksplorasi air tanah
Tersedianya sumur bor air tanah untuk kepentingan masyarakat
4,642,600,000 3,634,597,400 78.29 100
57 Pengawasan pemanfaatan air tanah di kawasan pertambangan mineral, batubara, minyak dan gas bumi
Terlaksananya pengawasan pemanfatan air pada perusahaan Tersedianya data pemanfaatan air tanah kawasan pertambangan, batubara, minyak dan gas bumi
139,450,000 73,548,000 52.74 75
58 Monitoring dan pendataan kawasan bencana geologi
Terlaksananya monitoring dan pendataan kawasan rawan bencana geologi Diketahuinya tingkat kerawanan bencan geologi 161,000,000 135,337,300 84.06 100
59 Pertemuan teknis kegiatan geologi sumberdaya mineral dan air tanah
Jumlah peserta Terlaksananya pertemuan teknis kegiatan geologi sumberdaya mineral dan air tanah
71,350,000 63,740,000 89.33 100
Tabel 2.2
Evaluasi Program Prioritas Pencapaian Kinerja Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan Pelaksanaan Renja Menurut Target RPJMD Tahun 2011-2015
Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome)/Kegiatan (output) Target Kinerja Capaian Program (RPJMD) Tahun 2015 Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan tahun 2011 Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan tahun 2012 Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan tahun 2013 Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan tahun 2014
Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun
2015 Target Renja SKPD tahun 2015 Realisasi Renja SKPD s.d tahun 2015 Tingkat Realisasi (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11=(10/4) 2. Urusan Pilihan
2.03. Energi dan Sumber Daya Mineral 2.03.01.00. Dinas Pertambangan dan Energi
Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan dan energi Terwujudnya persentase usaha pertambangan per kabupaten memenuhi kaidah pertambangan 75% 15% 30% 45% 60% 15% 75% 100% Program pengembangan potensi energi lokal Jumlah pemanfaatan biogas
300 unit 0 unit 30 unit 150 unit 62 60 unit 302 unit 100% Program
pengembangan listrik pedesaan
Meningkatnya Rasio desa berlistrik dan Rasio elektrifikasi 93,8% dan 79% 91,82% dan 73,09% 92,8% dan 75% 95,5% dan 80,5% 95,5% dan 83,48% 93,3% dan 77% 95,5% dan 85,18% 100% Program pengembangan, pembinaan, pengawasan sumberdaya mineral dan air tanah serta lingkungan geologi
Jumlah sumur untuk daerah krisis air bersih
2.2. Analisis kinerja pelayanan Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel Acuan Dinas Pertambangan dan Energi telah disesuaikan dengan peraturan yang mengatur dalam SPM dan IKK. Dalam hal ini SPM yang digunakan lebih bersifat bantuan kepada masyarakat dan pengawasan pertambangan. Sesuai dengan visi dan misi Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel, memberikan kesejahteraan dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat.
Untuk menentukan indikator SPM, Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel menggunakan cara perhitungan sebagai berikut : Jumlah Permohonan Masyarakat dan Pertimbangan Kemampuan Penyediaan Dana Oleh Pemerintah Daerah.
Angka yang dianalisis adalah untuk kondisi tahun lalu dan prakiraan capaian tahun berjalan, serta proyeksi untuk tahun rencana dan prakiraan maju tahun berikutnya.
Berikut tabel 2.3 mengenai pencapaian kinerja Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel adalah sebagai berikut :
Tabel 2.3
Pencapaian Kinerja Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
No Kegiatan Realisasi Target Catatan
Analisa Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Biogas 0 unit 30 unit 150 unit 62 unit 60 unit
2 PLTS 138 unit 153 unit 150 unit 150 unit 150 unit
3 Sumur bor 5 unit 5 unit 16 unit 14 unit 12 unit
Sumur produksi dan eksplorasi
2.3. Isu-isu penting dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel
1. Tingkat kinerja Pelayanan Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel
Dalam rangka pelayanan Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel memberdayakan sumber daya manusia meliputi :
Kepala Dinas Sekretaris Sekretariat
- Sub Bag Umum dan Kepegawaian - Sub Bag Program
- Sub Bag Keuangan Bidang Geologi dan SDM
- Seksi Air Tanah dan Lingkungan Geologi - Seksi SDM dan Batubara
- Seksi Geologi dan Mitigasi Bidang Pertambangan Umum
- Seksi Pembinaan Usaha Pertambangan - Seksi K3 dan Lingkungan Pertambangan - Seksi Produksi Pertambangan
Bidang Energi
- Seksi Energi Migas - Seksi Energi non Migas - Seksi Konservasi Energi Bidang Listrik
- Seksi Usaha Listrik
- Seksi Pengawasan dan Pengendalian - Seksi Pengembangan Listrik
Sumber daya manusia tersebut telah mencakupi untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat disamping itu pelayanan kinerja SKPD semakin meningkat dengan tersedianya tenaga teknis yang melayani keperluan masyarakat secara riil dilapangan sebagai ujung tombak sehingga pelayanan tersebut terlaksanan dengan baik, sebagaimana keinginan masyarakat.
2. Permasalahan dan hambatan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel
Permasalahan
- Kurangnya fasilitas kerja baik di kantor maupun di lapangan.
- Kurangnya koordinasi dinas terkait dalam hal pelaksanaan kegiatan lintas sektoral.
- Masih kurangnya sosialisasi terhadap bantuan yang diberikan oleh dinas kepada masyarakat mengenai pemeliharaan serta perbaikan.
Hambatan
- Tingkat pemahan aparatur pelaksanaan terhadap tugas dan fungsi belum maksimal.
- Koordinasi yang masih fersial antar lingkup dinas.
- Penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan kompetensinya. - Kurangnya pendanaan dalam pelaksanaan program dan kegiatan.
3. Isu-isu strategis Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel
Perusahaan pertambangan belum optimal dalam menerapkan paradigma Good Mining Pratice.
Belum optimalnya pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat.
Belum terpenuhinya kebutuhan energi listrik sesuai tingkat perkembangan yang ada.
Belum terinventarisasinya secara maksimal potensi energi baru terbarukan sebagai sumber energi pengganti minyak bumi dalam rangka mendukung diversifikasi energi.
Belum termanfaatkannya CBM sebagai sumber energi alternatif serta energi terbarukan sebagai sumber energi yang murah dan ramah lingkungan.
2.4. Review terhadap rancangan awal RKPD
Telaahan terhadap rancangan awal RKPD dimaksudkan untuk membandingkan antara rumusan hasil indentifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah mempertimbangkan kinerja pencapaian target Renstra SKPD dan tingkat kinerja yang dicapai oleh SKPD, dengan arahan Kepala Daerah terkait prioritas program/kegiatan dan pagu indikatif yang disediakan untuk setiap SKPD berdasarkan rancangan awal RKPD.
Review terhadap rancangan awal RKPD, meliputi kegiatan indentifikasi prioritas program dan kegiatan, indikator kinerja program/kegiatan, tolak ukur atau target sasaran program/kegiatan, serta pagu indikatif yang dialokasikan untuk setiap program/kegiatan untuk SKPD yang bersangkutan.
Penyusunan RKPD berpedoman pada arah kebijakan pembangunan nasional, arah kebijakan pembangunan daerah, tahapan dan tata cara penyusunan, tahapan dan tata cara perubahan, pengendalian dan evaluasi, serta konsistensi perencanaan dan penganggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tema pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2016 adalah “Melanjutkan Peningkatan Pencapaian Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat”. Untuk menujang tema pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2016, tema tersebut diturunkan menjadi sub tema sesuai dengan pembagian bidang-bidang sebagai berikut :
A. Bidang Sosial Budaya
1. Pembangunan Bidang SDM, Sosbud dan Agama
2. Pembangunan Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan B. Bidang Ekonomi
Peningkatan pendapatan masyarakat dengan indicator peningkatan pendapatan perkapita.
C. Bidang Infrastruktur dan Penataan Ruang
1. Penyelesaian pembangunan instrastruktur strategis agroindustry 2. Peningkatan kualitas lingkungan hidup
Dinas Pertambangan dan Energi termasuk dalam Misi ketiga dan Misi Keempat. Indikator kinerja makro pada misi ketiga yaitu mengembangkan daya saing ekonomi daerah berbasis lingkungan dan masyarakat, dengan memanfaatkan sumberdaya lokal dan posisi geografis. Indikator kinerja makro digunakan untuk mengukur kinerja pembangunan yang telah dicapai melalui berbagai program dan kegitan dalam mewujudkan Misi Ketiga seperti table dibawah ini :
2.4 Realisasi Target Indikator Misi III Ekonomi
INDIKATOR SAT KONDISI
AWAL TARGET 2015 KONDISI SAAT INI EKONOMI Pertumbuhan PDRB Sektor % 2009 2013 a. Pertanian b. Pertambangan c. Industri Pengolaan d. Perdagangan 7,12 1,73 2,31 5,80 6,02 5,10 9,50 7,48 6,8 3,5 8,4 13,9 Kontribusi PDRB Sektor % 2009 2013 a. Pertanian b. Pertambangan c. Industri Pengolaan d. Perdagangan 22,34 21,06 9,87 15,00 24,4 13,6 12,4 15,1 18,79% 22,25% 8,93% 16,93%
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa pertumbuhan PDRB pada dua sektor utama yakni pertambangan dan industri pengolahan angka pertumbuhannya masih dibawah target.
Untuk kegiatan pertambangan pertumbuhan memiliki angka yang kecil karena inisiatif pemerintah untuk mengendalikan kegiatan tambang yang apabila dihitung lebih banyak merugikan pembangunan.
Untuk kegiatan industri pengolahan perlu ditingkatkan dalam pembangunan kedepan karena kegiatan industri ini dapat menyerap tenaga kerja maupun meningkatkan nilai produk hasil alam.
2.5 Realisasi Target Indikator Misi III Lingkungan
INDIKATOR SATUAN KONDISI
AWAL
TARGET 2015
KONDISI SAAT INI
Indeks kualitas lingkungan Peringkat 26 20 21
lahan
Indeks kualitas air Indeks Tercemar berat (36,67)
Tercemar sedang (60)
53,26
Kualitas udara Indeks Baik (97,11) Baik (98,5) 77,46
Berdasarkan tabel diatas dapat diperkirakan bahwa indeks kualitas lingkungan perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk menjaga kualias lingkungan yang ada. Dalam pembangunan selanjutnya penanganan pencemaran air dan udara dapat menjadi fokus dalam menjaga lingkungan dan kesimbangan ekosistem.
Indikator kinerja makro misi keempat yaitu meningkatkan ketersediaan kuantitas dan kualitas serta aksesibilitas infrastruktur wilayah. Indikator kinerja makro yang digunakan untuk mengukur kinerja pembangunan yang akan dicapai melalui berbagai program dan kegiatan dalam mewujudkan misi keempat seperti tabel dibawah ini :
2.6 Realisasi Target Indikator Misi IV
INDIKATOR SAT KONDISI
AWAL
TARGET 2015
KONDISI SAAT INI Jalan Kondisi Baik(%)
Nasional (866,086 km) 93,0 99,70 99,47 (2013) Provinsi (851,80 km) 78,27 > 75 82,39 (2013) Kelistrikan Surplus/Defisit Defisit 60 MW Surplus 65 MW Rasio elekrifikasi (%) 70,15 (2010) 80,5
Rasio Desa Berlistrik (%) 90 (2010)
95,50
Air Bersih
Diperkotaan(PDAM) 75,98(2012)
Berdasarkan tabel diatas, yang perlu menjadi perhatian dalam rencana pembangunan berikutnyaadalah infrastruktur di bidang penyediaan air bersih. Selain itu dalam pengembangan infrastruktur di RPJMD selanjutnya juga memfokuskan penanganan drainase, sanitasi, dan persampahan karena infrastruktur tersebut secara tidak langsung berfungsi untuk menangani masalah banjir dan menjaga kondisi lingkungan tetap baik.
Adapun isu-isu strategis pada rancangan awal pembangunan daerah tahun 2016 antara lain
A. Bidang ekonomi :
1. Melambatnya perumbuhan ekonomi (berdasarkan data yang ada tergambar bahwa terjadi penurunan nilai tambah dari sektor yang selama ini dominan memberikan kontribusi pada pembentukan perekonomian daerah dalam hal ini pertambangan);
2. Masyarakat ekonomi ASEAN;
3. Implementasi Rencana Pemerintah Pusat; 4. Penurunan nilai eksport hasil tambang; B. Bidang infrastruktur dan penataan ruang
1. Ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan air bersih/air minum. 2. Kesenjangan penyediaan infrastruktur bagian wilayah barat dengan wilayah
timur/tenggara Prov. Kalsel.
Selain isu strategis, terdapat juga beberapa permasalahan yang di hadapi antara lain
A. Bidang ekonomi
Permasalahan daerah yang perlu mendapatkan perhatian adalah mulai melambatnya angka pertumbuhan ekonomi. Melambatnya pertumbuhan ekonomi berdasarkan data yang ada tergambar bahwa terjadi penurunan nilai tambah dari sektor yang selama ini dominan memberi kontribusi pada pembentukan perekonomian daerah dalam hal ini pertambangan.
Perlambatan ini pada gilirannya akan berpengaruh pada pembentukan pendapatan masyarakat dengan indikator berupa pendapatan perkapita. Untuk mengimbangi penurunan kontribusi dari sektor pertambangan, seyogyanya ada peningkatan sumbangan dari sektor lain seperti pertanian dalam arti luas, industri pengolahan, perdagangan maupun dengan upaya pengendalian inflasi.
B. Bidang infrastruktur
Belum optimalnya keterpaduan pemberantasan illegal logging, illegal mining dan illegal fishing; banyaknya daerah rawan bencana; dan belum opimalnya pembangunan pembangkit dan jaringan untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah.
Untuk dapat menyelesaikan permasalahan itu, maka disusun lah arah kebijakan sebagai berikut:
A. Bidang ekonomi
Guna mewujudkan peningkatan pendapatan perkapita maka sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah
1. Meningkatnya nilai tambah perdagangan 2. Meningkatnya nilai tambah sektor industri
3. Meningkatnya nilai tambah sektor pertanian dalam arti luas 4. Memantapkan ketahanan pangan
5. Mengendalikan inflasi B. Bidang infrastruktur
1. Membangun infrastruktur konektivitas, aksesibilitas dan mobilitas untuk ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air minum/air bersih/air baku, ketahanan industri, perdagangan dan jasa
2. Penurunan tingkat degradasi kuantitas dan kualitas bahan pencemar SDA, LH 3. Kepastian penyelenggaraan penataan ruang
Penyusunan target hasil pembangunan disusun berdasarkan target yang ditetapkan dalam RPJMD tahun 2015-2019 dan RPJPD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2005-2025 pada tahap III. Penyusunan Target ini disesuaikan dengan kebijakan yang masih berlaku dan dapat diuukur hasil kinerja pembangunannya. Target pembangunan tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut.
2.7 Sasaran Pembangunan RKPD Tahun 2016
INDIKATOR KONDISI SAAT INI TARGET 2016 BIDANG EKONOMI Pendapatan perkapita 9,5 jt
Nilai tambah perdagangan 6,6 T
Nilai tambah sektor pertanian 8,3 T
Cadangan pangan provinsi 40 ton
Rentang inflasi 5,0 – 5,5%
Pertumbuhan ekonomi 5,18 5,9
Tingkat kemiskinan 4,68 4,5
Tingkat pengangguran 3,8 3,7
Indeks gini ratio 0,326 0,5
BIDANG INFRASTRUKTUR DAN PENATAAN RUANG Jalan kondisi baik
- Nasional 99,47 99,50
- Provinsi 82,39 83,5
Kelistrikan
- Surplus/defisit Surplus 65
- Rasio elektrifikasi 80,5 81,2
- Rasio desa berlistrik 95,50 96
Air bersih
- Di perkotaan (PDAM) 75,98 76,5 - Di perdesaan (Pansimas) 35,94 40
Telematika - 15
Nilai tutupan revegetasi lahan 43,80 44
Program prioritas pembangunan dalam RKPD Prov. Kalsel Tahun 2016 ini disusun berdasarkan arah kebijakan pemerintah, baik ditingkat pusat maupun daerah. Penyusunan program prioritas pembangunan juga tidak lepas dari aspek potensi dan masalah yang ada di Kalimantan Selatan. Dengan menggunakan potensi pembangunan yang ada dan mengatasi permasalahan pembangunan, diharapkan program pembangunan Prov. Kalsel dapat mensejahterakan masyarakat. Adapun program prioritas Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel sebagai berikut : 1. Program Pembinaan dan Pengawasan Pertambangan dan Energi
2. Program Pengembangan Potensi Energi Lokal 3. Program Pengembangan Listrik Perdesaan
4. Program Pengembangan, Pembinaan, Pengawasan, Sumber Daya Mineral dan Air Tanah serta Lingkungan Geologi
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan akan menambah usulan program dan kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat yang terkait langsung dengan pelayanan, LSM, asosiasi-asosiasi, perguruan tinggi maupun dari SKPD Kabupaten/Kota yang langsung ditujukan kepada SKPD maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi SKPD dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan musrenbang.
Usulan program/kegiatan masyarakat pada tahun 2016 dapat diakumulasikan pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.8
Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016
No. Program/kegiatan Indikator Kinerja Volume Catatan 1. Program pengembangan potensi energi lokal Pengembangan pemanfaatan energi alternatif biogas
Jumlah biogas 30 unit Pengembangan
pemanfaatan energi alternatif biogas dari eceng gondok
Jumlah biogas 2 unit
2. Program
pengembangan listrik pedesaan
Pengadaan dan pemasangan PLTS
Jumlah pemasangan PLTS 150 unit
3. Program pengembangan, pembinaan, pengawasan
sumberdaya mineral dan air tanah serta lingkungan geologi Pemboran ekplorasi
air tanah
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional
Sektor ESDM memiliki peranan penting dalam pembangunan dan perekonomian nasional yaitu sebagai penjamin sumber pasokan (energi dan minerba) yang didukung oleh harga energi yang terjangkau dan kemampuan meningkatkan nilai tambah.
Dalam perekonomian nasional, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) memegang peran yang sangat stategis. Di satu sisi, sektor ESDM merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap penerimaan negara, namun di sisi lain sektor ESDM dalam tugasnya menjamin ketersediaan energi juga mengakibatkan konsekuensi subsidi dalam alokasi anggaran negara yaitu dalam bentuk subsidi BBM dan listrik sehingga terjangkau bagi masyarakat.
Konsumsi energi Indonesia menunjukkan peningkatan rata-rata 7-8% per tahun seiring dengan pertambangan populasi dan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik. Kondisi ini menuntut ketersediaan energi baik untuk mendukung aktifitas perekonomian dan dinamika sosial masyarakat. Namun demikian, terdapat berbagai kendala untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut diantaranya produksi minyak bumi yang cenderung menurun sementara akselarasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung baru energi nasional masih belum maksimal.
Upaya untuk mewujudkan ketanahan energi harus menjadi agenda prioritas bagi Indonesia, dimana bukan hanya pasokan energi fosil yang harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya namun juga energi baru terbarukan yang sumber dayanya cukup melimpah dan beragam di seluruh Indonesia.
Dengan semakin baiknya infrastruktur energi, kekurangan gas untuk kebutuhan sektor industri, kelangkaan pasokan BBM, dan keterbatasan pasokan listrik akan teratasi. Kondisi ini dapat mendorong tumbuhnya minat investasi sehingga dapat memperluas lapangan kerja, memperbesar pendapatan negara, mengurangi penduduk miskin yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga ke depan sektor ESDM tida lagi berkontribusi sebagai sumber penerimaan negara semata namun dapat memberikan nilai tambah terhadap perekonomian nasional.
3.2. Tujuan dan Sasaran
Sesuai dengan penjabaran visi Gubernur Kalimantan Selatan periode 2011-2015 yaitu : “ Terwujudnya Kalimantan Selatan yang Berkembang, Maju, Unggul, Nyaman, Sejahtera dan Damai (BERMUNAJAD) tahun 2015 “
Untuk dapat mewujudkan harapan tersebut, maka Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan memiliki visi dan misi sebagai berikut:
Visi
“ Terwujudnya Pengelolaan Energi Dan Usaha Pertambangan Yang Baik Dan Benar Berbasis Informasi Geologi Dalam Upaya Mendukung Peningkatan Kontribusi Pendapatan Daerah Serta Kesejahteraan Masyarakat ”.
Misi
Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, maka dijabarkan ke dalam misi Dinas Pertambangan dan Energi sebagai berikut :
1) Mewujudkan manajemen pengelolaan data sumberdaya mineral, energi dan air tanah, geologi lingkungan, mitigasi bencana geologi dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat;
2) Mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program penyediaan air bersih dari air tanah, sumber energi baru terbarukan dan listrik pedesaan serta peningkatan Pendapatan Asli Darah (PAD) dari usaha pertambangan;
3) Mewujudkan pengusahaan pertambangan dan energi serta pemanfaatan berdasarkan konservasi dan berwawasan lingkungan;
4) Meningkatkan upaya tertib administrasi dan hukum pertambangan dan energi. Secara umum bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan PAD yang memberikan andil besar dalam pendapatan daerah terutama dalam bidang pertambangan serta untuk mencapai misi dari pemerintah provinsi Kalimantan Selatan yaitu dengan arah kebijakan sebagai berikut :
Mengupayakan peningkatan survey serta pemutahiran data potensi SDM, air tanah, mitigasi bencana geologi dan geologi lingkungan.
Mewujudkan sistem manajemen pengelolaan data SDM, air tanah mitigasi bencana geologi dan geologi lingkungan dalam rangka meningkatkan aksesbilitas. Mengembangkan upaya sosialisasi aspek manfaat dan aspek bahaya dari
sumberdaya alam.
Mengembangkan usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program penyediaan air bersih dari air tanah.
Mewujudkan pemerataan kesejahtraan masyarakat melalui pembangunan jaringan listrik desa terpencil dan pemberian bantuan PLTS.
Menyediakan bantuan untuk meningkatkan ketersedian energi kepada masyarakat terutama didaerah yang belum berkembang,daerah terpencil dan daerah pedesaan dengan menggunakan sumber energi setempat khususnya sumber energi terbarukan.
Adapun sasaran strategis yang ingin dicapai dari rencana kerja yaitu :
Terwujudnya data SDM dan energi, potensi air tanah serta geologi lingkungan dan kebencanaan geologi yang akurat dan mudah diakses.
Terwujudnya penyediaan air bersih dari sumber air tanah pada daerah yang kesulitan air bersih.
Terwujudnya pemanfaatan sumberdaya energi terbarukan secara optimal, sehingga peranannya terhadap penyediaan energi daerah meningkat.
Tersedianya bantuan untuk meningkatkan ketersediaan energi kepada masyarakat terutama didaerah yang belum berkembang, daerah terpencil dan daerah pedesaan dengan mengunakan sumber energi setempat khususnya sumber energi terbarukan.
3.3. Program dan Kegiatan
Untuk dapat mewujudkan visi dan misi tersebut, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan Provinsi mencanangkan 10 program dan 62 kegiatan. Adapun program dan kegiatan tahun 2016 antara lain :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan jasa surat menyurat
Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Penyedian jasa administrasi keuangan
Penyediaan jasa kebersihan kantor Penyediaan alat tulis kantor
Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan Penyediaan bahan logistik kantor
Penyediaan makanan dan minuman
Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah Penataan/pembenahan arsip-arsip kantor
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pengadaan perlengkapan gedung kantor
Pengadaan komputer
Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
Pemeliharan rutin/berkala kendaraan dinas/operational Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur Pengadaan pakaian kerja lapangan
4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Kursus, pendidikan pelatihan, sosialisasi dan bimbingan teknis
5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporn Capaian Kinerja dan Keuangan
Penyusunan pelaporan keuangan (Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran)
Penyusunan rencana kerja SKPD Penilian angka kredit jafung PIT
6. Program Pengembangan Sumberdaya Mineral, Geologi dan Air Tanah Monitoring pemanfaatan air tanah
Pemboran eksplorasi air tanah
Peninjauan lapangan dalam rangka pemberian rekomendasi teknis perijinan air tanah
Survey potensi air tanah
Monitoring daerah rawan bencana geologi
Updating data potensi penyebarluasan informasi geologi
7. Program Pengelolaan Pengusahaan Bidang Pertambangan Umum Verifikasi produksi terhadap pemegang IUP di Kabupaten/Kota Monitoring dan evaluasi produksi penjualan terhadap PKP2B, KK, IUP
Monitoring dan evaluasi system manajemen keselamatan pertambangan (SMKP) terhadap PKP2B, KK, IUP
Monitoring dan evaluasi lindungan lingkungan pertambangan terhadap PKP2B, KK, IUP
Pemantauan program CSR terhadap PKP2B Bimbingan pemeriksaan kecelakaan tambang
8. Program Pembinaan dan Pengembangan Energi Inventarisasi potensi energi alternative Pemantauan pemanfaatan energi alternative Pengembangan pemanfaatan energi alternative
Monitoring dan evaluasi pengelolaan K3 dan lindung lingkungan pada lembaga penyalur BBM
Monitoring dan evaluasi pengangkutan dan distribusi BBM non subsidi pada sektor industry
Monitoring dan evaluasi K3 dan lindung lingkungan pada PT. Pertamina (persero) UB Pertamina EP Tanjung
Monitoring dan evaluasi pengangkutan distribusi BBM bersubsidi Monitoring dan evaluasi penimbunan dan niaga pada terminal BBM Sosialisasi konservasi energy
Monitoring konsumsi energy
Bimbingan teknis konservasi energy
Inventarisasi penerangan jalan umum (PJU) yang menggunakan meteran di wil. Kalsel
9. Program Pembinaan dan Pengembangan Ketenagalistrikan
Inventarisasi dan monitoring captive power, usaha jasa penunjang listrik KONSUIL
Pembinaan dan pengawasan usaha ketenagalistrikan Monitoring pemanfaatan listrik perdesaan
Pengadaan dan pemasangan PLTS Rencana umum kelistrikan daerah
10. Program Kerjsama, Promosi dan Sinergitas Perencanaan Pembangunan
Penyusunan regulasi mengenai bidang pertambangan dan energy Pembuatan profil pertambangan dan energy
Promosi dagang/pameran
Pengembangan informasi/updating data pertambangan dan energi
Tahun 2016 ini Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan mengakomodir 10 program dan 62 kegiatan dengan total pagu anggaran APBD sebesar Rp.18.036.611.190,-.
Berikut tabel 3.1 mengenai rumusan program dan kegiatan pagu indikatif tahun 2016 serta perkiraan untuk tahun 2017.
Tabel 3.1
Rumusan Usulan Rencana Program dan Kegiatan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016 dan Perkiraan Maju Tahun 2017
Urusan Pilihan
Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu 2016 Pagu 2017
Penyediaan jasa surat menyurat SKPD; Jumlah surat yang terkirim (1 thn); 10.781.100,00 11.765.000,00 Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air dan
listrik
SKPD; Jumlah supay jasa, air dan listrik (1 thn);
241.845.000,00 266.029.500,00 Jumlah jasa administrasi keuangan SKPD; Jumlah pengelolaan administrasi
keungan (1 thn);
183.600.000,00 201.960.000,00 Penyediaan jasa kebersihan kantor SKPD; Jumlah alat kebersihan yang
tersedia (1 thn);
98.000.000,00 107.800.000,00 Penyediaan alat tulis kantor SKPD; Jumlah pembelian alat tulis kantor
(1 thn);
104.500.000,00 114.950.000,00 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan SKPD; Jumlah cetakan (1 thn); 45.617.000,00 50.178.700,00 Penyediaan komponen instalasi listrik /
penerangan bangunan kantor
SKPD; Jumlah alat dan komponen listrik yang dibeli (1 thn);
38.500.000,00 42.350.000,00 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan
perundang-undangan
SKPD; Jumlah media yang tersedia (1 thn);
55.000.000,00 55.000.000,00 Penyediaan bahan logistik kantor SKPD; Jumlah pengisian alat pemadam
dan bbm kendaraan dinas (12 bh);
207.026.800,00 227.729.000,00 Penyediaan makanan dan minuman SKPD; Jumlah makanan dan minuman
(109 org);
205.401.000,00 225.941.000,00 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar
daerah
Provinsi; Jumlah perjalanan dinas yang terlaksana (1 thn);
Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah
SKPD; Jumlah perjalanan dinas yang dapat terlaksana (1 thn);
225.000.000,00 258.000.000,00 Penataan/pembenahan arsip-arsip kantor SKPD; Daftar arsip dinamis (1 thn); 93.890.000,00 110.000.000,00 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu 2016 Pagu 2017
Pengadaan perlengkapan gedung kantor SKPD; Jumlah perlengkapan kantor yang dibeli (1 thn);
607.800.000,00 635.000.000,00 Pengadaan komputer SKPD; Jumlah komputer, laptop, printer,
external hardisk, External DVD-RW, dan UPS yang dibeli (45 bh);
91.600.000,00 110.000.000,00 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor SKPD; Luas gedung yang diperbaiki (1
thn);
298.870.000,00 301.858.700,00 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan
dinas/operasional
SKPD; Jumlah kendaraan dinas yang terpelihara (16 bh);
289.600.000,00 275.000.000,00 Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung
kantor
SKPD; Jumlah yang diperbaiki (1 thn); 79.500.000,00 87.450.000,00 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu 2016 Pagu 2017
Pengadaan pakaian kerja lapangan SKPD; Jumah pakaian yang terpenuhi (6 bh);
96.759.750,00 106.500.000,00 4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu 2016 Pagu 2017
Kursus pendidikan, pelatihan, sosialisasi dan bimbingan teknis PNS
Provinsi; Jumlah pegawai yang terlatih (62 org);
5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu 2016 Pagu 2017
Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran
SKPD; Jumlah laporan realisasi anggaran kegiatan thn 2016 (1 thn);
7.000.000,00 8.000.000,00 Penyusunan rencana kerja SKPD Provinsi;
SKPD;
Jumlah lapoan capaian kinerja (5 laporan);
164.080.000,00 180.488.000,00 Penilaian angka kredit jafung inspektur tambang SKPD; Jumlah angka kredit jafung IT (1
thn);
6.300.000,00 6.300.000,00 6. Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan dan Energi
Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu 2016 Pagu 2017
Promosi dagang/pameran Provinsi; Jumlah pameran yang diikuti (1 keg);
283.322.000,00 311.654.200,00 Pengawasan pengangkutan dan distribusi BBM
bersubsidi
Kabupaten Tapin (Rantau); Balangan (Paringin);
Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Tanah Laut (Pelaihari);
Tabalong; Hulu Sungai Utara;
Kabupaten Banjar (Martapura); Banjarmasin;
Hulu Sungai Tengah(Barabai); Kotabaru (Kotabaru); Banjarbaru (Banjarbaru); Barito Kuala (Marabahan); Tanah Bumbu (Batu Licin) ;
Jumlah SPBU yang diawasi di 13 kab/kota (78 SPBU);
209.635.000,00 230.598.500,00
Pengawasan keselamatan, kesehatan kerja dan lindung lingkungan pada lembaga penyalur BBM
Banjarbaru (Banjarbaru); Balangan (Paringin); Tanah Laut (Pelaihari); Kabupaten Banjar (Martapura); Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Hulu Sungai Tengah(Barabai); Tabalong;
Hulu Sungai Utara;
Jumlah SPBU yang terawasi di 13 kab/kota (78 SPBU);
Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Banjarmasin;
Kotabaru (Kotabaru); Kabupaten Tapin (Rantau); Barito Kuala (Marabahan); Pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja
dan lindung lingkungan PT. Pertamina (Persero) UB Pertamina EP. Tanjung
Tabalong; Jumlah pengawasan terminal pertamina (4 keg);
66.000.000,00 72.600.000,00 Pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja
pertambangan terhadap PKP2B, KK, IUP
Tabalong;
Kabupaten Tapin (Rantau); Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Kabupaten Banjar (Martapura); Kotabaru (Kotabaru);
Tanah Laut (Pelaihari); Tanah Bumbu (Batu Licin) ;
Jumlah perusahaan yang diawasi (25 perusahaan);
472.280.000,00 519.000.000,00
Pengawasan produksi dan penjualan terhadap PKP2B, KK, IUP
Kabupaten Tapin (Rantau); Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Kotabaru (Kotabaru);
Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Tanah Laut (Pelaihari);
Tabalong;
Kabupaten Banjar (Martapura);
Jumlah perusahaan yang di awasi (25 perusahaan);
472.280.000,00 519.000.000,00
Pengawasan lindungan lingkungan pertambangan terhadap PKP2B, KK, IUP
Kabupaten Tapin (Rantau); Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Kotabaru (Kotabaru);
Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Tabalong;
Kabupaten Banjar (Martapura); Tanah Laut (Pelaihari);
Jumlah perusahaan yang di awasi (25 perusahaan);
375.000.000,00 412.500.000,00
Verifikasi produksi terhadap pemegang IUP di Kabupaten/Kota
Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Kabupaten Tapin (Rantau); Kabupaten Banjar (Martapura); Kotabaru (Kotabaru);
Tanah Laut (Pelaihari);
Pengembangan informasi/updating data pertambangan dan energi
Kotabaru (Kotabaru); Hulu Sungai Utara; Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Tanah Laut (Pelaihari); Barito Kuala (Marabahan); Hulu Sungai Tengah(Barabai); Tabalong;
Kabupaten Banjar (Martapura); Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Kabupaten Tapin (Rantau);
jumlah data yang
terupdate/diperbaharui (22 laporan);
402.841.000,00 443.125.000,00
Pengawasan pengangkutan dan distribusi BBM non subsidi pada sektor industri
Banjarmasin; Kotabaru (Kotabaru); Tanah Laut (Pelaihari); Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Kabupaten Banjar (Martapura); Kabupaten Tapin (Rantau); Tabalong;
Hulu Sungai Selatan (Kandangan);
Jumlah perusahaan tambang yang menggunakan solar (8
perusahaan);
154.575.000,00 170.032.500,00
Sosialisasi tentang konservasi energi Tabalong;
Kotabaru (Kotabaru);
Kabupaten Banjar (Martapura);
Jumlah peserta sosialisasi (90 orang);
380.257.000,00 105.736.000,00 Pengawasan penimbunan dan niaga pada
terminal BBM
Banjarmasin; Kotabaru (Kotabaru);
Jumlah pengawasan terminal niaga BBM (12 keg);
158.040.000,00 173.844.000,00 Pemantauan program CSR terhadap PKP2B Tabalong;
Tanah Laut (Pelaihari); Kabupaten Tapin (Rantau); Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Kabupaten Banjar (Martapura); Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Kotabaru (Kotabaru);
Jumlah perusahaan yang dipantau (25 perusahaan);
283.770.000,00 326.335.500,00
Rapat koordinasi teknis pertambangan dan energi provinsi Kalimantan Selatan
Banjarbaru (Banjarbaru); Jumlah peserta rakontek (50 org); 58.550.000,00 52.555.000,00 Penyusunan regulasi mengenai bidang
pertambangan dan energi
Banjarbaru (Banjarbaru); Jumlah cetak buku peraturan pertambangan dan energi (75 bh);
Updating data pengembangan eksplorasi batubara
Kabupaten Tapin (Rantau); Tabalong;
Balangan (Paringin);
Kabupaten Banjar (Martapura); Kotabaru (Kotabaru);
Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Tanah Laut (Pelaihari);
Hulu Sungai Selatan (Kandangan);
Jumlah perusahaan yang di awasi (22 perusahaan);
440.120.000,00 484.132.000,00
Monitoring konsumsi energi di SKPD Kabupaten/Kota
Banjarmasin;
Barito Kuala (Marabahan); Tabalong;
Tanah Laut (Pelaihari); Kabupaten Banjar (Martapura); Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Hulu Sungai Tengah(Barabai); Banjarbaru (Banjarbaru); Balangan (Paringin); Hulu Sungai Utara; Kotabaru (Kotabaru); Kabupaten Tapin (Rantau); Tanah Bumbu (Batu Licin) ;
Jumlah SKPD yang memakai energi (13 kab/kota);
272.745.000,00 300.674.000,00
Pembuatan profil pertambangan dan energi Banjarbaru (Banjarbaru); Jumlah buku profil (50 bh); 52.600.000,00 57.860.000,00 Bimbingan pemeriksaan kecelakaan tambang Kabupaten Tapin (Rantau);
Tanah Laut (Pelaihari);
Jumlah pemeriksaan kecelakaan tambang (7 kali);
7. Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan
Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu 2016 Pagu 2017
Pembinaan dan pengawasan usaha ketenagalistrikan
Kabupaten Banjar (Martapura); Barito Kuala (Marabahan); Banjarmasin;
Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Hulu Sungai Utara; Kotabaru (Kotabaru); Tanah Laut (Pelaihari); Hulu Sungai Tengah(Barabai); Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Kabupaten Tapin (Rantau); Tabalong;
Jumlah pengawasan pengelolaan K2 dan lingkungan
ketenagalistrikan (48 keg);
887.380.000,00 887.380.000,00
Inventarisasi dan monitoring captive power, usaha jasa penunjang tenaga listrik dan komite nasional keselamatan instalasi listrik
(KONSUIL)/P2ILN
Banjarbaru (Banjarbaru); Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Kotabaru (Kotabaru); Hulu Sungai Tengah(Barabai); Kabupaten Banjar (Martapura); Kabupaten Tapin (Rantau); Hulu Sungai Utara;
Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Barito Kuala (Marabahan); Banjarmasin;
Tabalong;
Tanah Laut (Pelaihari);
Jumlah laporan data captive power / usaha jasa penunjang tenaga listrik/hasil pemeriksaan dan menerbitkan sertifikasi laik operasi instalasi pemanfaatan tenaga listrik konsumen tegangan rendah (38 laporan);
904.285.000,00 994.713.500,00
Rencana umum ketenagalistrikan daerah Banjarbaru (Banjarbaru); Jumlah dokumen RUKD (1 buah); 633.640.000,00 0,00 8. Program Pengembangan Listrik Perdesaan
Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu 2016 Pagu 2017
Monitoring pemanfaatan listrik perdesaan Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Hulu Sungai Tengah(Barabai); Balangan (Paringin); Tanah Laut (Pelaihari); Kabupaten Banjar (Martapura); Hulu Sungai Utara;
Tabalong;
Barito Kuala (Marabahan);
Jumlah laporan data kondisi PLTS dan PLTMH (1 dokumen);
Kotabaru (Kotabaru); Kabupaten Tapin (Rantau); Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Pengadaan dan pemasangan PLTS Balangan (Paringin);
Hulu Sungai Utara;
Jumlah pemasangan PLTS (150 unit);
2.071.797.000,00 2.382.566.550,00 9. Program Pengembangan Potensi Energi Lokal
Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu 2016 Pagu 2017
Pengembangan pemanfaatan energi alternatif biogas dari limbah ternak sapi
Barito Kuala (Marabahan); Tanah Laut (Pelaihari);
Jumlah biogas terpasang (30 unit); 694.005.000,00 902.206.500,00 Pemantauan pemanfaatan energi alternatif
biogas dari ternak sapi
Kabupaten Banjar (Martapura); Kabupaten Tapin (Rantau); Barito Kuala (Marabahan); Balangan (Paringin); Kotabaru (Kotabaru); Tanah Laut (Pelaihari); Tanah Bumbu (Batu Licin) ;
Jumlah pemantauan biogas ternak sapi (7 keg);
162.450.000,00 211.185.000,00
Inventarisasi potensi energi biomassa dari sekam padi
Kotabaru (Kotabaru);
Kabupaten Banjar (Martapura); Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Barito Kuala (Marabahan); Hulu Sungai Tengah(Barabai); Tanah Laut (Pelaihari); Kabupaten Tapin (Rantau); Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Tabalong;
Balangan (Paringin); Hulu Sungai Utara;
Jumlah data potensi sekam padi (11 dokumen);
213.370.000,00 277.381.000,00
Pengembangan pemanfaatan energi alternatif biogas dari eceng gondok
Hulu Sungai Utara;
Hulu Sungai Selatan (Kandangan);
Inventarisasi potensi energi alternatif biogas dari ternak sapi
Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Barito Kuala (Marabahan); Hulu Sungai Utara; Tabalong;
Tanah Laut (Pelaihari); Kotabaru (Kotabaru); Hulu Sungai Tengah(Barabai); Kabupaten Tapin (Rantau); Kabupaten Banjar (Martapura); Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Balangan (Paringin);
Jumlah data potensi ternak sapi (11 dokumen);
219.690.000,00 285.597.000,00
Inventarisasi potensi energi alternatif biogas dari eceng gondok
Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Hulu Sungai Utara;
Jumlah data potensi eceng gondok (2 dokumen);
75.935.000,00 98.715.500,00 Pemantauan pemanfaatan energi alternatif
biogas dari eceng gondok
Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Hulu Sungai Utara;
Jumlah pemantauan biogas eceng gondok (2 keg);
69.180.000,00 89.934.000,00 Evaluasi pemanfaatan energi baru terbarukan Barito Kuala (Marabahan);
Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Tanah Laut (Pelaihari); Kotabaru (Kotabaru); Kabupaten Tapin (Rantau);
Jumlah kepala keluarga yang memanfaatkan energi alternatif (5 kab);
115.755.000,00 130.674.000,00
10. Program Pengembangan, Pembinaan, Pengawasan Sumber Daya Mineral dan Air Tanah Serta Lingkungan Geologi
Kode Rek Kegiatan Lokasi Indikator dan Target Pagu 2016 Pagu 2017
Pengawasan pemanfaatan air tanah Barito Kuala (Marabahan); Kabupaten Tapin (Rantau); Tanah Laut (Pelaihari); Balangan (Paringin); Kotabaru (Kotabaru); Hulu Sungai Utara; Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Hulu Sungai Tengah(Barabai); Tabalong;
Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Kabupaten Banjar (Martapura);
Jumlah sumur bor air tanah yang dimanfaatkan (77 sumur bor);
Pemboran eksplorasi air tanah Hulu Sungai Tengah(Barabai); Tanah Laut (Pelaihari);
jumlah sumur bor eksplorasi air tanah (2 unit);
1.068.915.000,00 1.229.252.250,00 Pengawasan pemanfaatan air tanah di kawasan
pertambangan mineral, batubara, minyak dan gas bumi
Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Kotabaru (Kotabaru);
Jumlah sumur bor air tanah yang dimanfaatkan (5 sumur bor);
72.487.500,00 79.736.250,00 Monitoring dan pendataan kawasan rawan
bencana geolgi
Tanah Bumbu (Batu Licin) ; Kabupaten Tapin (Rantau); Kabupaten Banjar (Martapura); Hulu Sungai Selatan (Kandangan); Tanah Laut (Pelaihari);
Kotabaru (Kotabaru);
Jumlah daerah rawan bencana geologi dalam kecamatan (6 kec/kab);
133.964.500,00 147.360.950,00
Pertemuan teknis kegiatan geologi sumberdaya mineral dan air tanah
Banjarbaru (Banjarbaru); Jumlah peserta (22 org); 90.890.000,00 109.068.000,00 Sosialisasi kebumian Tanah Bumbu (Batu Licin) ;
Tabalong;
Kabupaten Banjar (Martapura); Kabupaten Tapin (Rantau); Hulu Sungai Selatan (Kandangan);
Jumlah peserta pertemuan teknis (120 org);
115.929.040,00 140.000.000,00
Bimbingan teknis bidang geologi Banjarbaru (Banjarbaru); Jumlah peserta bimbingan teknis (26 orang);
BAB IV PENUTUP
Rencana Kerja Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan disusun sebagai pedoman untuk mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,serta dalam mewujudkan sektor pertambangan yang “Good Mining Practice” dan kebutuhan energi yang semakin meningkat. Maka perlu dilakukan perencanaan program dan kegiatan yang sesuai dengan tugas dan fungsi dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan
Rencana kerja ini diharapkan agar mampu memperoleh manfaat dari berbagai peluang yang ada, dan dapat berkesinambungan serta bersinergi. Untuk itu semua, diperlukan dukungan dari semua stakeholders.
Pada tahun 2016, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan menganggarkan pagu anggaran sebesar Rp. 18.036.611.190,00 yang bersumber dana APBD dengan 10 program dan 62 kegiatan. Diharapkan tahun ini kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar serta berkesinambungan ke depannya.