• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGALAMAN RUMAH SAKIT DI AMERIKA SERIKAT MENANGGAPI PANDEMI COVID-19: HASIL SURVEI NASIONAL MARET 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGALAMAN RUMAH SAKIT DI AMERIKA SERIKAT MENANGGAPI PANDEMI COVID-19: HASIL SURVEI NASIONAL MARET 2020"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGALAMAN RUMAH SAKIT DI AMERIKA SERIKAT

MENANGGAPI PANDEMI COVID-19: HASIL SURVEI

NASIONAL 23-27 MARET 2020

Penerjemah Senin, 13 April 2020: Dr. Galih Endradita M

Dr. Deka bagus Binarsa, SpFM Dr. Yessi Crosita Octaria, MIH

(2)

Tujuan Review

Tinjauan ini memberikan gambaran cross sectional mengenai tantangan dan kebutuhan rumah sakit dalam menanggapi pandemi coronavirus 2019 (COVID-19) secara nasional bagi Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (Department of Health and Human Service/HHS) dan pembuat keputusan lainnya (misalnya, pejabat negara bagian dan lokal dan lembaga Federal lainnya). Ini bukan merupakan review mengenai respon dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS). Informasi dalam kajian ini dikumpulkan untuk membantu HHS untuk memimpin upaya mengatasi pandemic ini serta mendukung rumah sakit serta para tenaga kesehatan di garis depan dalam menemukan strategi yang terbaik. Di dalam kajian ini, rumah sakit juga dapat menemukan informasi tentang strategi yang diambil satu sama lain yang berguna dalam upaya mereka untuk mengurangi tantangan yang mereka hadapi.

Masukan rumah sakit yang kami gambarkan dalam kajian ini mencerminkan pengalaman dan perspektif mereka pada suatu waktu — 23-27 Maret 2020. Kami menyadari bahwa HHS, Kongres, dan entitas pemerintah lainnya di tingkat Federal, Negara Bagian, lokal, dan Masyarakat adat sedang mengambil tindakan besar secara berkelanjutan untuk mendukung rumah sakit dalam merespons COVID-19.

Pesan Kunci

Rumah sakit melaporkan bahwa tantangan mereka yang paling signifikan berpusat pada testing dan perawatan pasien yang diketahui atau diduga COVID-19 sekaligus menjaga staf tetap aman. Rumah sakit juga melaporkan tantangan besar dalam mempertahankan atau memperluas kapasitas fasilitas mereka untuk merawat pasien dengan COVID-19. Rumah sakit menggambarkan tantangan spesifik, strategi mitigasi, dan kebutuhan akan bantuan terkait dengan alat pelindung diri (APD), test, penempatan staf, persediaan, dan peralatan yang tahan lama; memelihara atau memperluas kapasitas fasilitas; dan masalah keuangan.

Bagaimana OIG (Office Of Inspector General) Melakukan Ulasan Ini

Informasi ini didasarkan pada wawancara telepon singkat ("Pulse Survey") yang dilakukan pada 23-27 Maret 2020, dengan administrator rumah sakit dari 323 rumah

(3)

sakit di 46 negara bagian, District of Columbia, dan Puerto Rico, yang merupakan bagian dari sampel acak kami. Tingkat kontak kami adalah 85 persen. Wawancara difokuskan pada tiga pertanyaan kunci:

1. Apa tantangan terberat Anda dalam merespons COVID-19?

2. Strategi apa yang digunakan rumah sakit Anda untuk mengatasi atau mengurangi tantangan ini?

3. Bagaimana cara terbaik bagi pemerintah untuk dapat mendukung rumah sakit merespons COVID-19?

Rumah sakit responden termasuk Rumah Sakit Khusus Infeksi, Rumah Sakit Khusus lainnya, dan berbagai rumah sakit di seluruh negeri dengan berbagai level dan karakteristik. Pada saat survei kami, sebagian besar rumah sakit melaporkan bahwa mereka merawat pasien dengan COVID-19 yang dikonfirmasi atau dicurigai, tetapi ada beberapa rumah sakit yang saat ini tidak merawat pasien dengan COVID-19 yang dikonfirmasi atau dicurigai.

Sekilas Temuan: Tantangan Rumah Sakit

Sangat kurangnya sarana pengujian (test) dan waktu tunggu Hasil yang Panjang Rumah sakit melaporkan bahwa kekurangan sarana pengujian dan panjangnya waktu tungguuntuk hasil tes membatasi kemampuan rumah sakit untuk memantau kesehatan pasien dan staf. Rumah sakit melaporkan bahwa mereka tidak dapat memenuhi tuntutan pengujian COVID-19 karena mereka tidak memiliki peralatan lengkap dan / atau komponen individu dan persediaan yang diperlukan untuk menyelesaikan pengujian. Selain itu, rumah sakit melaporkan sering harus menunggu 7 hari atau lebih lama untuk mendapatkan hasil tes. Ketika waktu tinggal pasien diperpanjang sementara menunggu hasil tes, ketersediaan tempat tidur menjadi berkurang demikian juga penggunaan perlengkapan alat pelindung diri (APD) bertambah serta ini tentunya menambah beban kerja staf..

Kekurangan APD yang luas

Rumah sakit melaporkan bahwa kekurangan APD yang luas menempatkan staf dan pasien dalam risiko. Rumah sakit melaporkan bahwa penggunaan APD yang lebih berat/lengkap dari biasanya berkontribusi terhadap kekurangan ini, hal ini diperbuuk oleh lemahnya rantai pasokan yang membuat rumah saki kesulitan memulihkan persediaan APD yang diperlukan untuk melindungi staf. Rumah sakit juga

(4)

menghadapi ketidakpastian tentang ketersediaan APD dari sumber Federal dan Negara dan mencatat kenaikan tajam harga APD dari beberapa vendor.

Kesulitan Mempertahankan Staf Medis dan Staf Pendukung yang Memadai Rumah sakit melaporkan bahwa mereka tidak selalu dapat mempertahankan jumlah staf yang memadai atau menawarkan dukungan yang memadai bagi staf. Rumah sakit melaporkan kekurangan dokter spesialis yang diperlukan untuk memenuhi lonjakan pasien yang diantisipasi dan menimbulkan kekhawatiran bahwa terpaparnya staf terhadap virus dapat memperburuk masalah kekurangan staf dan meningkatnya beban kerja. Administrator rumah sakit juga menyatakan keprihatinannya bahwa ketakutan dan ketidakpastian juga dapat membawa dampak emosional pada staf, baik secara profesional maupun pribadi.

Kesulitan Memelihara dan Memperluas Kapasitas Rumah Sakit untuk Mengobati Pasien

Masalah kapasitas muncul ketika rumah sakit mengantisipasi adanya kewalahan jika mereka mengalami lonjakan pasien, yang mungkin memerlukan tempat tidur dan kamar khusus untuk mengobati dan mencegah meluasnya infeksi. Banyak rumah sakit melaporkan bahwa fasilitas pasca perawatan akut membutuhkan bukti tes COVID-19 negatif sebelum memutuskan untuk memulangkan pasien dari rumah sakit, yang berarti bahwa beberapa pasien yang tidak lagi memerlukan perawatan akut masih menggunakan ruang tempat tidur untuk perawatan yang berharga ketika menunggu untuk dipulangkan.

Kekurangan Persediaan, Bahan, dan Dukungan Logistik Kritis

Rumah sakit melaporkan bahwa kekurangan pasokan penting, bahan, dan dukungan logistik yang merupakan konsekuensi bertambahnya tempat tidur perawatan penyakit infeksi mempengaruhi kemampuan rumah sakit untuk merawat pasien. Rumah sakit melaporkan membutuhkan barang-barang yang mendukung ruang pasien, seperti tiang terapi intravena (IV), gas medis, linen, kertas toilet, dan makanan. Lainnya melaporkan kekurangan termometer inframerah tanpa sentuhan, desinfektan, dan persediaan pembersih.

(5)

Antisipasi akan kekurangan ventilator diidentifikasi sebagai tantangan besar bagi rumah sakit. Rumah sakit melaporkan pasokan ventilator fitur lengkap dan standar yang tidak menentu dan dalam beberapa kasus menggunakan alternatif untuk mendukung pasien, termasuk mengadaptasi mesin anestesi dan menggunakan ventilator transportasi darurat sekali pakai. Rumah sakit mengantisipasi bahwa kekurangan ventilator akan menimbulkan keputusan sulit tentang alokasi dan tanggung jawab etis, meskipun pada saat survei kami tidak ada rumah sakit melaporkan pembatasan penggunaan ventilator.

Peningkatan Biaya dan Pengurangan Pendapatan

Rumah sakit menggambarkan peningkatan biaya dan penurunan pendapatan sebagai ancaman terhadap kelangsungan keuangan mereka. Rumah sakit melaporkan bahwa menghentikan prosedur elektif dan layanan lainnya menurunkan pendapatan pada saat yang sama ketika biaya mereka meningkat ketika mereka bersiap untuk potensi lonjakan pasien. Banyak rumah sakit melaporkan bahwa cadangan uang tunai mereka menipis dengan cepat, yang dapat mengganggu operasi rumah sakit yang sedang berlangsung.

Panduan yang berubah ubah dan kadang tidak konsisten

Rumah sakit melaporkan bahwa panduan yang berubah - ubah dan kadang-kadang tidak konsisten dari pemerintah federal, negara bagian, dan lokal menimbulkan tantangan dan kebingungan bagi rumah sakit dan masyarakat. Rumah sakit melaporkan bahwa kadang-kadang sulit untuk tetap mengikuti pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ( Centre for Disease Control - CDC) dan bahwa mereka menerima panduan yang bertentangan dari pemerintah dan otoritas medis yang berbeda, termasuk kriteria untuk pengujian, menentukan prosedur pemilihan mana yang harus ditunda, penggunaan APD, dan mendapatkan pasokan dari cadangan nasional. Rumah sakit juga melaporkan kekhawatiran bahwa kesalahan informasi publik telah meningkatkan beban kerja di rumah sakit (misalnya pasien yang datang tanpa keperluan mendesak, rumah sakit yang perlu melakukan pendidikan publik) pada saat yang kritis.

Sekilas Temuan: Strategi Rumah Sakit

(6)

Untuk mengamankan APD, peralatan, dan persediaan yang diperlukan, rumah sakit melaporkan beralih ke sumber pasokan peralatan medis yang baru, yang tidak diperiksa dengan seksama. Untuk mencoba menjadikan persediaan PPE yang ada bertahan lama, rumah sakit melaporkan menyimpan dan menggunakan kembali APD sekali pakai, termasuk menggunakan atau mengeksplorasi sterilisasi ultra violet (UV) untuk masker atau melewati beberapa proses sanitasi dengan meminta staf menempatkan masker bedah di atas masker N95. Rumah sakit juga melaporkan beralih ke APD non-medis, seperti masker konstruksi atau masker buatan tangan dan gaun, yang mereka khawatirkan dapat menempatkan staf dalam risiko.

Memastikan Kapasitas Staf Yang Memadai

Untuk memastikan kapasitas staf yang memadai untuk merawat pasien dengan COVID-19, rumah sakit melatih staf medis seperti ahli anestesi, rumah sakit, dan staf keperawatan untuk membantu merawat pasien dengan ventilator.

Dukungan bagi Staf

Untuk mendukung staf, beberapa rumah sakit melaporkan membantu staf untuk mengakses layanan seperti pengasuhan anak, binatu, layanan bahan makanan, dan akomodasi hotel untuk mempromosikan pemisahan dari anggota keluarga lanjut usia. Pengelolaan Alur Pasien dan Kapasitas Rumah Sakit

Untuk mengelola aliran pasien dan kapasitas rumah sakit, beberapa rumah sakit menyediakan perawatan rawat jalan untuk pasien dengan gejala yang tidak terlalu parah, menawarkan layanan telehealth jika memungkinkan, dan mendirikan fasilitas alternatif seperti taman terbuka, asrama kampus yang kosong, dan menutup fasilitas publik sebagai ruang tambahan untuk perawatan pasien. .

Mengamankan Ventilator dan Peralatan Alternatif untuk Mendukung Pasien Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan akan ventilator, rumah sakit mencoba mendapatkan mesin tambahan dengan menyewa ventilator, membeli ventilator transportasi darurat sekali pakai, atau mendapatkan ventilator melalui fasilitas terafiliasi. Beberapa rumah sakit melaporkan konversi peralatan lain, seperti mesin anestesi, untuk digunakan sebagai ventilator.

(7)

Sekilas Temuan: Bantuan yang diharapkan Rumah Sakit

Berikut adalah saran rumah sakit mengenai cara-cara agar pemerintah dapat membantu mereka sebagai pertimbangan bagi HHS dan pembuat keputusan lainnya dalam menanggapi COVID-19. Kami mencatat bahwa pihak berwenang untuk beberapa bantuan yang dibutuhkan oleh rumah sakit adalah entitas di luar HHS (misalnya Agen atau Negara Federal lainnya). Masukan dan saran rumah sakit dalam laporan ini mencerminkan titik waktu tertentu — 23-27 Maret 2020. Kami menyadari bahwa HHS juga mendapatkan masukan dari rumah sakit dan responden garis depan lainnya dan telah mengambil dan terus mengambil tindakan terhadap masing-masing saran ini.

Pengujian, Persediaan, dan Peralatan

Banyak rumah sakit mencatat bahwa mereka bersaing dengan penyedia lain untuk persediaan yang terbatas, dan bahwa intervensi dan koordinasi pemerintah dapat membantu merekonsiliasi masalah ini secara nasional. Sebagai contoh, rumah sakit menginginkan pemerintah untuk memastikan bahwa mereka memiliki akses ke test kit dan swabs, membuat tes lebih cepat dengan memungkinkan lebih banyak entitas/pihak untuk melakukan dan memproduksi tes, dan membantu rumah sakit mendapatkan pasokan APD dan peralatan lain seperti ventilator.

Alokasi Tenaga Kerja

Rumah sakit meminta pemerintah untuk mengizinkan penugasan kembali profesional berlisensi dan penataan kembali tugas sesuai kebutuhan, memberikan fleksibilitas sehubungan dengan profesional berlisensi yang berpraktik lintas negara, dan memberikan bantuan dari peraturan yang dapat membatasi penggunaan staf atau dokter yang dikontrak berdasarkan hubungan bisnis.

Kapasitas Fasilitas

Rumah sakit meminta aturan yang lebih fleksible seputar alokasi tempat tidur, kewenangan untuk membangun fasilitas di lokasi yang non tradisional untuk mengantisipasi lonjakan, dan memperluas fleksibilitas dalam telehealth, seperti jenis layanan, pengasuhan, dan modalitas yang memenuhi syarat untuk dapat menerima penggantian aatu pembayaran.

(8)

Dukungan Keuangan

Semua jenis rumah sakit, dan terutama rumah sakit pedesaan kecil, meminta bantuan keuangan, termasuk pembayaran Medicare yang lebih cepat dan meningkat, serta pinjaman dan hibah.

Komunikasi dan Informasi

Rumah sakit membutuhkan komunikasi terpusat dan informasi publik, termasuk panduan berbasis bukti, data andal dan model prediksi, dan gudang pustaka sentral untuk semua panduan, data, dan informasi terkait COVID-19.

Referensi

Dokumen terkait