Halaman
LAPORAN KEUANGAN - Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal
31 Maret 2010 dan 2009
Neraca
1 - 2
Laporan Laba-Rugi
3
Laporan Perubahan Ekuitas
4
Laporan Arus Kas
5
(Dalam dalam Rupiah)
Catatan 31 Maret 2010 31 Maret 2009
ASET
Kas dan setara kas 2b, 3 8.053.580.373 289.826.242 Piutang usaha
Piutang usaha - pihak ketiga 2c, 4 27.240.326.295 6.969.641.670 Piutang lain-lain - pihak ketiga 5 821.671.846 178.086.886
Persediaan 2d, 6 63.420.150.522 79.493.786.036
Tanah belum dikembangkan 2e, 7 73.817.979.500 -Uang muka pembelian tanah 2d, 8 2.507.240.000 28.049.370.500 Uang muka dan biaya bayar dimuka 9 2.232.307.350 2.470.115.745 Pajak dibayar dimuka 2j, 14a 1.289.477.121 2.209.525 Aset tetap - bersih 2f, 10 9.807.233.883 10.089.337.971
N E R A C A Per 31 Maret 2010 dan 2009
( t l h dik i k l i t 31
Aset lain-lain 7.803.000 7.103.000
189.197.769.890
127.549.477.575
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
(setelah dikurangi - akumulasi penyusutan per 31 Maret 2010 dan 2009, masing-masing sebesar Rp.2.821.586.836, dan Rp.1.338.187.249)
Catatan 31 Maret 2010 31 Maret 2009
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Hutang usaha 11 507.672.938 1.302.730.068
Hutang lain-lain 12a 479.659.513 3.476.809.675
Hutang pajak 2j, 14b 2.388.271.053 1.848.946.495
Biaya masih harus dibayar 662.216.901 338.426.925 Pendapatan diterima dimuka 96.666.664 -Uang muka penjualan 2i, 15 32.365.927.590 30.362.300.200 Hutang pembiayaan konsumen 2h, 16 387.430.471 1.402.334.188
Hutang bank 17 13.171.920.502 9.547.674.017
Hutang hubungan istimewa 2l, 13, 25 1.425.184.390 1.985.628.000 Kewajiban imbalan pasca kerja 2k, 18 1.021.134.164 572.777.951
Uang Jaminan 12b 43.200.000 47.200.000 Jumlah Kewajiban 52.549.284.186 50.884.827.519 EKUITAS Modal saham 19 120.000.000.000 70.000.000.000 Agio saham 20 2.540.951.267 -Saldo Laba 14.107.534.436 6.664.650.057 136.648.485.703 76.664.650.057 189.197.769.889 127.549.477.575
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Modal dasar Perseroan sebanyak 2.000.000.000 saham, nominal per saham Rp.100 (seratus Rupiah), modal saham ditempatkan dan disetor penuh pada 31 Maret 2010 sebanyak 1.200.000.000 lembar saham. Dan pada 31 Maret 2009 modal saham ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 700.000.000 saham.
(Dalam dalam Rupiah)
Catatan Tahun 2010 Tahun 2009
(tiga bulan) (tiga bulan)
PENJUALAN BERSIH 2i, 21 17.168.218.182 13.960.200.363
BEBAN POKOK PENJUALAN 2i, 22 10.386.955.323 7.489.224.680
LABA KOTOR 6.781.262.859 6.470.975.683
BEBAN USAHA 2i, 23
Pemasaran 15.749.500 235.035.850
Umum dan administrasi 3.370.035.329 1.678.440.033
Jumlah - Beban usaha 3.385.784.829 1.913.475.883
LABA USAHA 3.395.478.030 4.557.499.800
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN 2i, 24
LAPORAN LABA RUGI
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
Pendapatan lain-lain 417.603.336 120.931.455
Beban lain-lain (1.122.673.745) (991.395.469)
Jumlah - Beban Lain-lain (705.070.409) (870.464.014)
LABA SEBELUM PAJAK 2.690.407.621 3.687.035.787
PENDAPATAN / (BEBAN) PAJAK
Pajak Penghasilan final atas Pengalihan hak 2j, 14c (858.410.909) (696.715.473) atas tanah dan bangunan (PHATB)
Pajak penghasilan non final (26.361.061) (12.806.774)
Jumlah - Beban pajak penghasilan (884.771.970) (709.522.247)
LABA - BERSIH PERIODE BERJALAN 1.805.635.650 2.977.513.540
LABA BERSIH PER LEMBAR SAHAM 2n 1,50 4,25
LABA BERSIH PER SAHAM DILUSIAN 2n 1,33
(Dalam dalam Rupiah)
Modal Saham Agio Saham Ditentukan Tidak ditentukan Jumlah
penggunaannya penggunaannya Ekuitas Saldo per 1 Januari 2009 70.000.000.000 - - 3.687.136.517 73.687.136.517
Laba - bersih tiga bulan periode yang
berakhir pada 31 Maret 2009 - - - 2.977.513.540 2.977.513.540 Saldo per 31 Maret 2009 70.000.000.000 - - 6.664.650.057 76.664.650.057
Tambahan setoran modal
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
Saldo Laba
50.000.000.000
- - - 50.000.000.000 Agio saham - 2.540.951.267 - - 2.540.951.267 Laba - bersih sembilan bulan periode yang
berakhir pada 31 Desember 2009 - - - 5.637.248.729 5.637.248.729
Saldo per 31 Desember 2009 120.000.000.000 2.540.951.267 - 12.301.898.786 134.842.850.053 Laba - bersih tiga bulan periode yang
berakhir pada 31 Maret 2010 - - - 1.805.635.650 1.805.635.650 Saldo per 31 Maret 2010 120.000.000.000 2.540.951.267 - 14.107.534.436 136.648.485.703
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
(Penjualan saham perdana kepada masyarakat melalui Bursa Efek sebanyak 500.000.000 lembar saham)
(Dalam dalam Rupiah)
Tahun 2010 Tahun 2009
(tiga bulan) (tiga bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan
Penjualan tanah 33.538.607.003 11.774.592.468
Pendapatan lain-lain 120.206.801 77.372.287 Pembayaran untuk :
Perolehan tanah, pemasok dan kontraktor (36.974.979.584) (16.189.800.930) Beban gaji dan tunjangan (1.315.761.033) (658.012.161) Beban usaha diluar beban gaji (4.378.946.664) (680.925.021)
(9.010.873.477)
(5.676.773.357) Penerimaan dari (pembayaran untuk) :
Piutang lain-lain (439.657.934) 12.541.114 Pendapatan bunga 114.639.960 8.334.920 Pendapatan pemasangan telepon, sewa dan lain-lain 40.950.000
-Beban bunga (787.461.511) (551.244.066)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
Beban lain-lain (335.212.235) (440.151.403)
Beban pajak (2.029.835.415) (831.051.183)
Arus kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aktiva tetap (1.045.453.450) (13.389.800) Arus kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan / (pembayaran) hutang bank 222.363.131 4.523.975.734 Hutang pembiayaan konsumen (252.057.926) (282.074.830) Penambahan / (pembayaran) Hutang lain-lain (296.424.100) (792.111.875) Penambahan / (pembayaran) hutang hubungan istimewa 920.989.607 1.985.628.000 Arus kas diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas pendanaan
KENAIKAN / (PENURUNAN) KAS DAN BANK (12.898.033.349) (2.056.316.746)
Kas dan setara kas awal tahun 20.951.613.722 2.346.142.988
SALDO AKHIR KAS DAN SETARA KAS 8.053.580.373 289.826.242
(1.045.453.450) (13.389.800) (12.447.450.611) (7.478.343.975) 594.870.712 5.435.417.029
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1. UMUM
a. Pendirian Perseroan
PERSEROAN didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT. BUMI CITRA PERMAI No. 2 tanggal 3 Mei 2000 yang dibuat dihadapan Abdullah Ashal, S.H., Notaris di Jakarta, Akta ini telah disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia No. C-19932.HT.01.01.TH 2000 tanggal 7 September 2000, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP. 090517039407 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat nomor: 2105/BH.09.05/X/2001 tanggal 25 Oktober 2001, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 1 Februari 2002 No.10, Tambahan Berita Negara RI No. 1101/2002. Bahwa PERSEROAN terakhir mengalami perubahan Anggaran Dasar, Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT. Bumi Citra Permai, Tbk. No. 9 tanggal 6 Mei 2009, dibuat dihadapan Robert Purba, SH. Notaris di Jakarta, tentang perubahan status Perseroan dari tertutup menjadi Perseroan Terbuka, pengeluaran saham dalam simpanan Perseroan sebanyak-banyaknya 500.000.000 (lima ratus juta) lembar saham dengan nominal saham Rp.100,- (seratus Rupiah) melalui Penawaran Umum Saham Perdana kepada masyarakat (Penawaran Umum), penerbitan waran sebanyak-banyaknya 245.000.000 (dua ratus empat puluh lima juta) lembar Waran dengan nominal Rp.100,- (seratus Rupiah) yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor: AHU.21310.AH.01.02. Tahun 2009, tanggal 18 Mei 2009.
1.
2. Menyelenggarakan usaha kontraktor guna memborong segala macam pekerjaan bangunan dan pekerjaan umum,
3. Menyelenggarakan usaha perdagangan umum baik atas perhitungan sendiri maupun atas tanggungan pihak lain.
b. Komisaris, direksi dan karyawan
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama :
Komisaris :
Komisaris :
Komisaris Independen : Agoestiar Zoebier
Tahir Ferdian Lim Victory Halim
Kwek Kie Jen Agoestiar Zoebier
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Tahir Ferdian Lim Victory Halim
Kwek Kie Jen
Perusahaan berkantor pusat di Jl. Kramat Raya No.32-34, Senen, Jakarta Pusat 10450 dan mempunyai lokasi industri di Tangerang dengan usaha pembangunan perumahan, kantor dan pergudangan industri (Three In One) di Desa/Kelurahan Peusar dan Budimulya, Kecamatan Panongan dan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2003.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan dari Perusahaan adalah mengadakan usaha dibidang real estate, pembangunan, perdagangan, pertambangan, jasa, pengangkutan, percetakan dan pertanian. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, Perusahaan dapat melaksanakan usaha sebagai berikut:
Menyelenggarakan usaha real estate dengan segala aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan usaha ini, termasuk pula pembebasan tanah (land clearing), developer, pematangan, pemetakan/pengkavlingan dan penjualan tanah, baik tanah untuk perumahan maupun tanah untuk industri,
Susunan anggota Dewan Direksi dan Komisaris per 31 Maret 2010, berdasarkan Akta No.9 tanggal 6 Mei 2009 dari Notaris Robert Purba SH., Notaris di Jakarta, dan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2009, sesuai dengan Akta No. 127 tanggal 25 Juni 2008 yang dibuat dihadapan Notaris Robert Purba S.H., notaris di Jakarta, sebagai berikut ;
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
1. UMUM (Lanjutan) Dewan Direksi : Direktur Utama : Direktur : Direktur : Direktur : 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Edward Halim
Rudi Wijaya
Annie Halim Edward Halim
Rudi Wijaya
Charly Widjaja Ali Hartono
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Annie Halim
Suatu ikhtisar kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan, yang mempengaruhi penentuan posisi keuangan dan hasil usahanya, dijelaskan dibawah ini:
Laporan keuangan Perusahaan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan sesuai dengan Peraturan dan ketentuan No. VIII.G7 tentang Pedoman Jumlah karyawan Perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2010 dan 2009, adalah 66 orang, 63 orang (tidak diaudit).
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah rupiah Rp). b. Kas dan Setara Kas
c. Piutang usaha
d. Persediaan
Persediaan tanah dalam pengembangan dan bangunan dalam pengembangan/unit real estat disajikan dineraca sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value ).
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan sesuai dengan Peraturan dan ketentuan No. VIII.G7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan SE-02/PM/2002 dari Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan untuk Perusahaan Publik Industri Real Estat.
Dasar pengukuran laporan keuangan ini adalah biaya perolehan (historical cost ), laporan keuangan disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas, bank dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang.
Kas dan bank mencakup Kas, Bank serta Deposito yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak di jaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. Bank dan Deposito yang dibatasi penggunaanya dan di jaminkan akan diklasifikasi sebagai aset lain-lain.
Piutang dinyatakan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu–ragu. Piutang yang tidak dapat ditagih dihapuskan. Penyisihan piutang ragu–ragu ditetapkan berdasarkan penelaahan terhadap kemungkinan tertagihnya piutang tersebut pada akhir periode yang bersangkutan.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) Biaya pengembangan proyek real estat :
1. Biaya praperolehan tanah :
2. Biaya perolehan tanah :
3. Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek :
Mencakup biaya sebelum perolehan tanah atau sampai perusahaan memperoleh izin perolehan tanah dari Pemerintah. Biaya praperolehann tanah meliputi biaya pengurusan izin, konsultasi hukum, studi kelayakan, gaji karyawan, analisis dampak lingkungan dan imbalan untuk ahli pertanahan.
M li ti bi bi b i b ik t ji k j l b h b t d l t k
Harga perolehan unit real estate meliputi seluruh biaya yang berhubungan langsung dengan aktivitas pengembangan real estat dan biaya proyek tidak langsung yang dialokasikan dan dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat. Biaya pengembangan real estat yang dikapitalisasi sebagai harga perolehan unit real estat sebagai berikut :
Biaya perolehan tanah mencakup biaya pembelian area tanah, termasuk semua biaya yang secara langsung mengakibatkan tanah tersebut siap digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Biaya perolehan tanah meliputi biaya perolehan, biaya gambar topografi, master plan, pengurusan dokumen, bea balik nama, komisi perantara, imbalan jasa profesioanl dan pematangan tanah.
4. Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estate :
5. Biaya pinjaman
e. Tanah yang belum dikembangkan
Meliputi biaya-biaya sebagai berikut, gaji pekerja lapangan, bahan bangunan, penyusutan sarana dan peralatan proyek, penyewaan sarana dan peralatan proyek, perancangan dan bantuan teknis, jasa profesional, pengikatan jual beli dan pengurusan perjanjian jual beli.
Biaya yang telah dikapitalisasi keproyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat berdasarkan luas areal atau metode lain yang sesuai dengan kondisi proyek pengembangan real estat. Alokasi biaya yang telah dilakukan atas unit real estat harus dikaji kembali pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai secar substansial. Meliputi biaya-biaya sebagai berikut, asuransi, perancangan dan bantuan teknis yang tidak secara langsung berhubungan proyek, overhead konstruksi, pembangunan infrastruktur umum, jasa profesional dan biaya pinjaman.
Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value) .
Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan, yang terdiri dari biaya pra-perolehan dan perolehan tanah. Harga perolehan tanah yang belum dikembangkan akan dipindahkan ke tanah dalam pengembangan pada saat pengembangan tanah akan dimulai.
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) f.
Jenis Aset Tetap Estimasi Masa Manfaat
Bangunan : 10 tahun
Sebelum tanggal 1 Januari 2008, aset tetap dinyatakan sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No.16 (revisi 2007), ”Aset Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16 (1994), ”Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-Lain” dan PSAK No. 17 (1994), ”Akuntansi Penyusutan” dimana Perusahaan telah memilih model biaya. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan.
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi tersebut diakui ke dalam jumlah tercatat (”carrying amount ”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya.
Semua aset tetap kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan taksiran masa manfaat sebagai berikut :
Aktiva tetap
Perabot dan peralatan Kantor : 2 - 4 tahun
Kendaraan : 4 - 8 tahun
Alat-alat berat : 4 - 8 tahun
g. Penurunan Nilai Aktiva
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direview, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis di masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba rugi yang timbul dari penghentian aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Sesuai dengan PSAK 48 tentang “Penurunan Nilai Aktiva”, manajemen menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aktiva pada tanggal neraca dan kemungkinan penyesuaian ke nilai wajar apabila terdapat keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai aktiva tersebut tidak dapat diperoleh kembali.
Jumlah aktiva yang dapat diperoleh kembali dihitung berdasarkan nilai pakai atau harga jual bersih, mana yang lebih tinggi. Apabila aktiva tetap tidak digunakan lagi atau dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan, keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui dalam laporan perhitungan laba rugi.
Akumulasi biaya konstruksi bangunan dan pabrik, serta pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian. Biaya tersebut direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses konstruksi atau pemasangan selesai dan aset tersebut siap digunakan. Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal yang sama.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) h. Sewa Guna Usaha
Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan SAK 30 (Revisi 2007), “Sewa”, yang menggantikan SAK 30 (1990), “Akuntansi Sewa”. Menurut SAK revisi ini, suatu sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa sewa, lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan kewajiban dalam neraca sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa.
Aset sewa yang digunakan oleh lessee sesuai dengan sewa pembiayaan disusutkan secara konsisten dengan menggunakan metode yang sama dengan aset yang disusutkan yang dimiliki secara langsung atau disusutkan secara penuh selama jangka waktu yang lebih pendek antara masa sewa dan masa manfaat, jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan kepemilikan pada akhir masa sewa.
Suatu sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Penerapan dari SAK revisi ini tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan.
i. Pengakuan Pendapatan
1.
• Proses penjualan telah selesai • Harga jual akan tertagih •
•
2.
•
• Harga jual akan tertagih; •
•
Pendapatan dari penjualan real estat diakui berdasarkan PSAK No. 44 “Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat ”, berdasarkan pernyataan tersebut maka :
Pendapatan dari penjualan bangunan rumah, rumah toko (ruko ) dan bangunan sejenis lainnya beserta kavling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh karena telah memenuhi seluruh kriteria berikut ini.
Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli di masa yang akan datang; dan
Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut. Dengan kata lain, pembangunan telah diselesaikan dan siap digunakan.
p p y p y g g p p g
Pendapatan dari penjualan kavling tanah tanpa bangunan, diakui dengan metode akrual penuh karena pada saat pengikatan jual beli, seluruh kriteria berikut ini telah terpenuhi:
Jumlah pembayaran oleh pembeli sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli;
Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli di masa yang akan datang;
Proses pengembangan tanah telah selesai sehingga penjual tidak berkewajiban lagi untuk menyelesaikan kaveling tanah yang dijual, seperti kewajiban untuk mematangkan kaveling tanah atau kewajiban untuk membangun fasilitas – fasilitas pokok yang dijanjikan oleh atau yang menjadi kewajiban penjual, sesuai dengan pengikatan jual beli atau ketentuan peraturan perundang – undangan; dan
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) i. Pengakuan Pendapatan (lanjutan)
•
1.
2. Piutang dari penjualan transaksi unit real estat tidak diakui
3.
Penjual tidak mengakui pendapatan atas transaksi penjualan unit real estat, penerimaan pembayaran dari pelanggan dibukukan sebagai uang muka.
Unit real estat tersebut tetap dicatat sebagai aktiva penjual, demikian juga dengan kewajiban yang terkait dengan unit real estat tersebut, walau kewajiban tersebut telah dialihkan kepada pelanggan.
Beban pokok penjualan tanah dan bangunan, ditentukan berdasarkan metode rata-rata, meliputi semua biaya konstruksi yang terjadi dan beban pokok tanah. Beban pokok tanah meliputi biaya perolehan tanah ditambah beban lain untuk pengembangan tanah.
Pendapatan atas jasa dan pemeliharaan diakui pada saat jasa diberikan. Semua beban diakui pada saat terjadinya dan sesuai dengan masa manfaatnya.
Hanya kaveling tanah saja yang dijual, tanpa diwajibkan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan di atas kaveling tanah tersebut.
Apabila suatu transaksi real estat tidak memenuhi kriteria pengakuan dengan metode akrual penuh, pengakuan penjualan ditangguhkan dan transaksi tersebut diakui dengan metode deposit, dengan prosedur pengakuan sebagai berikut :
j. Pajak Penghasilan
1. Pajak penghasilan final
1. Pajak penghasilan tidak final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak diakui adanya aset atau kewajiban pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau kewajiban yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda dari dasar pengenaan pajaknya maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau kewajiban pajak tangguhan.
Beban pajak atas pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final diakui secara proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada tahun berjalan.
Selisih antara jumlah pajak penghasilan final terhutang dengan pajak kini pada perhitungan laba rugi diakui sebagai pajak dibayar dimuka dan pajak yang masih harus dibayar.
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) diakui sebagai beban lain-lain pada periode berjalan, kecuali apabila diajukan keberatan atau banding, jumlah tambahan pokok dan denda pajak tersebut ditangguhkan pembebanannya sampai keputusan atas keberatan atau banding tersebut telah ditetapkan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) j. Pajak Penghasilan (lanjutan)
k. Imbalan Pasca Kerja
Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan kewajiban pajak kini.
Sejak tahun 2004, Perusahaan menerapkan PSAK No.24 (Revisi 2004) “Imbalan Kerja”. Tidak terdapat perubahan jumlah
d i b l k j P h t k t h 2003 h b d PSAK N 24 (R i i 2004) hi
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum dikompensasikan (jika ada) juga diakui sebagai aset pajak tangguhan sepanjang besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasi.
l. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
1.
2. Perusahaan Asosiasi (associated company ); 3.
cadangan imbalan kerja Perusahaan untuk tahun 2003 sehubungan dengan penerapan PSAK No.24 (Revisi 2004) sehingga laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 tidak disajikan kembali.
Imbalan kerja jangka pendek merupakan upah, gaji, bonus dan iuran jaminan sosial. Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai kewajiban pada neracadan sebagai beban pada laba rugi tahun berjalan, setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar.
Imbalan pasca-kerja merupakan manfaat pasti yang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat pensiun. Metode penilaian aktuarial yang digunakan untuk menentukan nilai kini cadangan imbalan pasti, beban jasa kini yang terkait dan beban jasa lalu adalah metode Projected Unit Credit. Beban jasa kini, beban bunga dan dampak kurtailmen atau penyelesaian (jika ada) diakui pada laba rugi tahun berjalan. Beban jasa lalu yang telah menjadi hak karyawan langsung diakui pada tahun berjalan, sedangkan keuntungan atau kerugian aktuarial (jika ada) bagi karyawan yang masih aktif bekerja diamortisasi selama jangka waktu rata – rata sisa masa kerja karyawan.
Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7, pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa digambarkan sebagai berikut:
Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries ), mengendalikan atau dikendalikan oleh atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries, dan fellow subsidiaries);
Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara diperusahaan yang berpengaruh secara signifikan dan keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksud dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
l. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (Lanjutan) 4.
5.
m. Transaksi dalam mata uang asing
Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat dari orang-orang tersebut; dan
Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir 3 dan 4 atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sesuai dengan perusahaan pelapor.
Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa yaitu seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat harga, persyaratan dan kondisi normal sebagaimana dilakukan dengan pihak luar hubungan istimewa, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Perusahaan menyelenggarakan pembukuan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan
n. Laba bersih per saham
o. Penggunaan Estimasi
Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan penjabaran aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi.
Kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal 31 Maret 2010 dan 2009 masing-masing adalah USD 1,00 = Rp 9.115,-dan USD 1,00 = Rp 11.575,-.
Sesuai dengan PSAK No.56 “Laba Per Saham” laba/(rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba/ rugi) bersih dengan jumlah rata – rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan.
Jumlah rata–rata tertimbang saham adalah sebesar 1.200.000.000 saham untuk periode 31 Maret 2010, dan 700.000.000 saham untuk periode 31 Maret 2009.
Tidak ada efek berpotensi saham dilutif, sehingga tidak terdapat laba/(rugi) bersih per saham dilutif yang disajikan.
kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut.
Karena terdapat ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, nilai aktiva, kewajiban, pendapatn dan beban sebenarnya yang akan dilaporkan di masa mendatang kemungkinan berbeda dari estimasi tersebut.
3. KAS DAN BANK
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Akun ini terdiri dari :
Kas 187.127.063 17.366.075
Bank Rupiah
PT Bank Capital, Tbk. 5.355.569.947
-PT Bank Central Asia, Tbk. 886.694.085 20.418.785
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. 1.492.117.318 1.630.810
PT BPR. Danatama Indonesia 117.905.031 244.540.526
PT Bank Ekonomi Raharja 2.355.708 2.568.616
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. 434.430 1.801.430
PT Bank CIMB Niaga, Tbk. 1.304.000
-Bank Jabar, Banten 1.450.000
-PT Lippo Bank, Tbk. - 1.500.000
AS Dollar
PT Bank Central Asia, Tbk (AS$ 946, pr 31 Maret 2010) 8.622.790
-Jumlah kas dan bank 8 053 580 373 289 826 242 Jumlah - kas dan bank 8.053.580.373 289.826.242
4. PIUTANG USAHA
31 Maret 2010 31 Maret 2009
a. Piutang penjualan
PT Power Steel Indonesia 10.328.683.500 4.923.696.000
PT Alcorindo Sejahtera 2.979.309.598
-PT Pilar Teguh Utama 2.956.800.000
-PT Anugrah Cipta Mould Indonesia 2.240.700.000
-Bp. Agung Prakoso Budi Prakoso 1.309.440.000
-PT Bintang Timur Steel 922.672.000
-Bp. Junus 986.000.000
-PT Optim Indo Jaya 754.946.152
-PT Karya Inti Mitra Abadi 604.240.000
-PT Youngil Leather Indonesia 576.278.260
-PT ARS Indonesia 550.125.000 605.137.500
Dwi Santoso 513.451.400
-Sub-Jumlah 24.722.645.910 5.528.833.500
Akun ini merupakan piutang usaha kepada pihak ketiga, yang terdiri dari :
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
4. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Lanjutan 24.722.645.910 5.528.833.500
PT Matahari Leisure 5.625.000 667.542.497
PT ARS Asia 293.625.000 322.987.500
Elvera Febriyanti 449.618.888
-PT. Indo Dong Ah Chemical 263.654.000
-PT Gloria Karya Sukses 169.180.000
-Tn. Tri Iskandar 102.500.000 102.500.000
PT Samator Gas Industri 138.600.000
-PT Ciptametalindo Lestari (Ibu Merry) 101.024.000
-PT Dito Selaras Abadi 61.250.000
-PT Makmur Langgeng Abadi 38.395.500 38.395.500
Tn. Yonathan 32.000.000
-Tn. Kwee Suwito 32.000.000
-Bp. Jiemmy Budiarto 69.475.200
-26.479.593.498
6.660.258.997
b. Piutang Maintanance fee
PT Power Steel Indonesia 321.678.500
-PT Sanex Steel Indonesia 186.184.490 160.007.220
PT Bintang Timur Steel 68.386.215 73.359.715
Bp. Agung Prakoso Budi Santoso 57.657.600
-PT Sanggar Sarana Baja 34.324.678 34.324.678
PT Matahari Leisure 9.562.750 8.277.500
PT Putra Panca Gasindo 20.150.900
-PD Jaya 14.025.000 14.025.000
Lain-lain (dibawah 10 juta) 48.762.664 19.388.560
760.732.797
309.382.673
Jumlah - piutang usaha 27.240.326.295 6.969.641.670
5. PIUTANG LAIN-LAIN
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Akun ini terdiri dari :
Karyawan 387.746.991 138.636.000
Lain-lain (pihak ketiga) 433.924.855 39.450.886
Jumlah - piutang lain-lain 821.671.846 178.086.886 Piutang tersebut merupakan piutang pihak ketiga atas sisa piutang atas penjualan yang belum lunas dan service charge yang diterima oleh Perusahaan. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing piutang pada akhir tahun, manajemen perusahaan berkeyakinan bahwa seluruh piutang yang ada akan terealisasi, maka menurut Manajemen Perusahaan tidak mencadangkan penghapusan piutang tersebut. Dan Piutang usaha tidak digadaikan dan tidak dijadikan jaminan atas pinjaman yang diperoleh oleh Perusahaan.
5. PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)
6. PERSEDIAAN
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Akun ini terdiri dari :
Tanah dalam pengembangan 46.863.548.263 58.944.529.093
Bangunan dalam pengembangan 16.556.602.259 20.549.256.943
Jumlah - persediaan 63.420.150.522 79.493.786.036
31 Maret 2010 (tiga bulan)
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir 1 Januari 2010 (Pembangunan) (Beban pokok) 31 Maret 2010
Akun tersebut merupakan tagihan atas pinjaman karyawan dan pinjaman sementara / kas bon untuk keperluan proyek. Penyelesaian untuk piutang karyawan dibukukan saat pembayaran gaji periode berikut sedangkan piutang atas pinjaman sementara untuk keperluan proyek dibukukan bersamaan dengan pertanggungjawaban pinjaman sementara tersebut. Atas piutang karyawan tidak ditentukan jangka waktu penyelesaiannya dan tidak dikenakan bunga.
Rekonsiliasi atas penambahan dan pengurangan/pelepasan atas tanah dalam pengembangan dan bangunan dalam penyelesaian sebagai beban pokok (Catatan 23), adalah sebagai berikut :
1 Januari 2010 (Pembangunan) (Beban pokok) 31 Maret 2010
Tanah dalam pengembangan
Biaya perolehan tanah 16.147.665.902 6.690.759.000 2.084.853.500 20.753.571.402 Pematangan tanah 6.303.739.108 - 813.886.826 5.489.852.282 Cutt dan fill 4.439.796.808 596.404.479 652.153.329 4.384.047.958 Infrastruktur Sarana Jalan, Saluran, 9.011.783.748 4.869.615.000 1.792.251.769 12.089.146.979
Jaringan Listrik, Telepon dan Turap dll.
Sertifikat,Akta,Perijinan dan advis 2.973.585.742 172.528.000 406.200.270 2.739.913.472 planning
Lain-lain 1.451.305.574 164.304.902 208.594.306 1.407.016.170 40.327.876.882
12.493.611.381 5.957.940.000 46.863.548.263
Bangunan dalam pengembangan
Bangunan Gudang E-Big, Blok A.22 1.531.193.417 - 1.531.193.417 - Bangunan Gudang S-Big, Blok A.25 5.337.080.076 - 1.942.825.661 3.394.254.415 Bangunan Gudang M-Big, Blok A.25 915.006.909 - - 915.006.909 Bangunan Gudang S-Big, Blok A.12 4.451.130.550 801.348.800 954.996.245 4.297.483.105 Bangunan Gudang M-Big, Blok A.14 2.745.335.000 170.980.000 - 2.916.315.000 Bangunan Ruko (pojok) Blok A.11 853.313.652 630.015.000 - 1.483.328.652 Bangunan Ruko (tengah) Blok A.11 1.958.682.348 1.414.315.000 - 3.372.997.348 Bangunan Gudang S-Big, Blok A.11 70.580.000 - - 70.580.000 Bangunan Rumah karyawan type RSS 106.636.830 - - 106.636.830 17.968.958.782 3.016.658.800 4.429.015.323 16.556.602.259
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
6. PERSEDIAAN (Lanjutan) 31 Maret 2009 (tiga bulan)
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir 1 Januari 2009 (Pembangunan) (Beban pokok) 31 Maret 2009
Tanah dalam pengembangan
Biaya perolehan tanah 31.472.590.527 - 3.353.450.458 28.119.140.069 Pematangan tanah 12.286.295.799 - 1.309.122.750 10.977.173.049 Cutt dan fill 5.595.582.999 417.582.650 640.711.577 5.372.454.072 Infrastruktur Sarana Jalan, Saluran, 10.665.120.899 1.000.354.169 1.242.973.395 10.422.501.673
Jaringan Listrik, Telepon dan Turap dll.
-Sertifikat,Akta,Perijinan dan advis 2.658.149.124 256.970.900 310.610.294 2.604.509.730 planning
Lain-lain 1.357.029.402 237.964.164 146.243.066 1.448.750.500 64.034.768.750 1.912.871.883 7.003.111.540 58.944.529.093
Bangunan dalam pengembangan
Bangunan Gudang E-Big, Blok A.22 4.467.240.250 126.340.000 4.593.580.250 -Bangunan Gudang S-Big, Blok A.23 3.268.978.659 38.966.400 470.879.200 2.837.065.859 Bangunan Gudang S-Big, Blok A.25 6.613.966.000 327.082.000 6.941.048.000 -Bangunan Gudang M-Big, Blok A.25 3.481.209.000 42.896.454 3.524.105.454 -Bangunan Gudang S-Big, Blok A.12 754.352.500 710.333.050 1.464.685.550 -Bangunan Gudang M-Big, Blok A.14 174.935.000 907.200.000 1.082.135.000 -Bangunan Rumah karyawan type RSS 121.870.770 - 15.233.940 106.636.830 18.882.552.179 2.152.817.904 486.113.140 20.549.256.943
Jumlah 82.917.320.929 4.065.689.787 7.489.224.680 79.493.786.036
Berikut ini rincian luas tanah dalam pengembangan sebagai berikut :
31 Maret 2010 31 Maret 2009 (dalam m²) (dalam m²)
Tanah dalam pengembangan yang tersedia awal 290.159 563.068
Pembebasan tanah yang langsung dikembangkan 97.354 -
Pengurangan infrastruktur untuk Gardu Induk PLN (30.000) -
Saldo tanah dalam yang sudah dikembangkan untuk dijual 357.513 563.068
Tanah dalam pengembangan tersedia untuk dijual (85%) 303.886 478.608
Tanah kavling dan tanah untuk bangunan yang terjual
Periode tiga bulan sampai 31 Maret 2010 dan 2009 (36.440) (48.758)
6. PERSEDIAAN (Lanjutan)
Berikut ini rincian Luas Bangunan dalam pengembangan sebagai berikut :
31 Maret 2010 31 Maret 2009 (dalam m²) (dalam m²)
Bangunan Gudang dalam pengembangan awal 10.074 14.883
Pembangunan Gudang periode berjalan - -
Penjualan Bangunan Gudang unit selesai (2.677) 292
Jumlah - bangunan dalam pengembangan akhir 7.397 15.175 Seluruh tanah dan bangunan dalam pengembangan berada di desa Peusar, Kecamatan Panongan dan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Perusahaan tidak mengasuransikan bagunan dalam pengembangan (BDP Gudang) terhadap resiko kebakaran serta resiko lainnya.
Rincian bangunan dalam penyelesaian berdasarkan persentase penyelesaian sampai pada periode 31 Maret 2010, adalah sebagai b ik t
Manajemen berasumsi dari total luas tanah dalam pengembangan yang ada diperkirakan 85% yang akan dapat dijual ke pelanggan. Lebih kurang 15% dari total luas tanah dalam pengembangan akan digunakan nuntuk pembangunan infrastruktur berupa fasos dan fasum.
Luas (m²) Total Biaya Saldo Biaya Persentase
per unit yang dikeluarkan Bangunan Penyelesaian
Gudang S-Big
Blok A.2.5 (16 unit) 12 x 24 m² 5.337.080.000 3.394.254.415 100%
Blok A.1.2 (11 unit) 12 x 24 m² 5.494.333.800 4.297.483.105 100%
Blok A.1.1 (5 unit) 12 x 24 m² 3.529.000.000 70.580.000 2%
Gudang M-Big
Blok A.2.5 (4 unit) 18 x 30 m² 915.007.000 915.006.909 100%
Blok A.1.4 (4 unit) 18 x 30 m² 3.326.400.000 2.916.315.000 88%
Rumah toko (Ruko)
Ruko pojok (3 unit) 2.772.066.000 1.483.328.652 54%
Ruko tengah (17 unit) 6.222.986.000 3.372.997.348 54%
Bangunan rumah tinggal type RSS 106.637.000 106.636.830 100%
Jumlah 27.703.509.800 16.556.602.259
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
7. TANAH BELUM DIKEMBANGKAN
31 Maret 2009 Luas tanah (ha) Biaya pembebasan
Saldo Awal - -
Desa Ranca Iyuh 80,63 28.744.552.500 -
Desa Matagara dan Kadu Agung 61,38 41.460.883.000 -
Desa Peusar 5,27 3.612.544.000
Jumlah - tanah belum dikembangkan 147,28 73.817.979.500 -
8. UANG MUKA PEMBELIAN TANAH
Akun ini merupakan uang muka pembelian tanah untuk perluasan area pengembangan Kawasan Industri Millenium Tigaraksa Kec. Akun ini merupakan tanah mentah yang baru dibebaskan dan belum dikembangkan Perusahaan. Tanah belum dikembangkan tersebut terletak di desa Ranca Iyuh Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang dengan luas 80,63 Ha, dan terletak di desa Matagara dan desa Kadu Agung Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang dengan luas 61,38 Ha setelah ada penambahan tanah di desa Kadu agung seluas 20,41 Ha dalam periode 31 Maret 2010, dan tambahan dalam periode berjalan terletak di desa Peusar seluas 5,27 Ha, yang lokasi disekitar wilayah Kawasan Industri Millenium, dan nilai tanah tersebut merupakan harga pembebasan masih berupa tanah mentah, dengan status kepemilikan tanah berupa Girik (SPH).
31 Maret 2010
9. UANG MUKA dan BIAYA BAYAR DIMUKA
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Akun ini terdiri dari :
a. Uang muka proyek - 2.380.841.880
Uang muka renovasi ruang Receptionist dan Marketing 249.056.260 39.106.300
Uang muka IMB 75.000.000 -
Lain-lain 15.801.700 -
339.857.960 2.419.948.180
b. Biaya dibayar dimuka
Komisi penjualan 1.848.110.594 -
Asuransi 44.338.796 50.167.565
1.892.449.390 50.167.565
Jumlah - uang muka dan biaya bayar dimuka 2.232.307.350 2.470.115.745
p g p p p g g g
Cikupa - Tangerang. Uang muka pembelian tanah sampai periode yang berakhir 31 Maret 2010 sebesar Rp.2.507.240.000, merupakan tambahan tanah yang berlokasi di Tigaraksa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Dan untuk periode yang berakhir tanggal 31 Maret 2009 sebesar Rp.28.049.370.500 untuk uang muka pembelian tanah yang terletak di Desa Ranca Iyuh -Tigaraksa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang dengan luas tanah lebih kurang 80 Ha.
9. UANG MUKA dan BIAYA BAYAR DIMUKA (Lanjutan)
Jumlah (unit / m²) Nama Kontraktor Pembangunan Gudang S-Big Blok A.2.5 8 unit PT Setia Pratama K Pembangunan Gudang M-Big Blok A.2.5 4 unit PT Setia Pratama K Pembangunan Gudang S-Big Blok A.1.2 11 unit PT Setia Pratama K Pembangunan Gudang M-Big Blok A.1.4 4 unit PT Setia Pratama K
10. ASET TETAP Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2010 1 Januari 2010 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2010
Biaya perolehan: Pemilikan langsung:
Bangunan 155.798.100,00 - - 155.798.100
Peralatan kantor 787.398.834 134.223.450 - 921.622.284
Kendaraan 1.064.371.287 68.500.000 - 1.132.871.287
Untuk uang muka proyek pada 31 Maret 2009, merupakan pembayaran biaya kontruksi bangunan kepada kontraktor untuk pekerjaan pembangunan antara lain :
131-G/BCP/SPK/XI/2008 Nama Pekerjaan / Proyek No. Kontrak Kerja
127-G/BCP/SPK/VI/2008
133-G/BCP/SPK/XI/2008
114-G/BCP/SPK/VI/2008
Kendaraan 1.064.371.287 68.500.000 1.132.871.287
Alat berat 5.853.900.300 - - 5.853.900.300
Aktiva sewaguna usaha:
Kendaraan 1.856.898.748 - - 1.856.898.748
Alat berat 1.865.000.000 - - 1.865.000.000
Bangunan dalam pelaksanaan
Bangunan kantor - 842.730.000 842.730.000 Jumlah 11.583.367.269 1.045.453.450 - 12.628.820.719 Akumulasi penyusutan: Pemilikan langsung: Bangunan 15.579.811 3.894.953 19.474.764 Peralatan kantor 441.209.286 46.053.981 - 487.263.267 Kendaraan 343.335.395 30.516.811 - 373.852.206 Alat berat 833.612.536 182.934.384 - 1.016.546.920
Aktiva sewaguna usaha:
-Kendaraan 458.452.843 58.028.086 - 516.480.929
Alat berat 349.687.500 58.281.250 - 407.968.750
Jumlah 2.441.877.371 379.709.465 - 2.821.586.836
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
10. ASET TETAP (Lanjutan)
31 Maret 2009 1 Januari 2009 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2009
Biaya perolehan: Pemilikan langsung: Bangunan 155.798.100 - - 155.798.100 Peralatan kantor 618.166.984 13.389.800 - 631.556.784 Kendaraan 1.064.371.287 - - 1.064.371.287 Alat berat 5.853.900.300 - - 5.853.900.300
Aktiva sewaguna usaha:
Kendaraan 1.856.898.748 - - 1.856.898.748 Alat berat 1.865.000.000 - - 1.865.000.000 Jumlah 11.414.135.419 13.389.800 - 11.427.525.219 Akumulasi penyusutan: Pemilikan langsung: Bangunan - 3.894.953 - 3.894.953 Peralatan kantor 305.816.258 31.419.354 - 337.235.612 Kendaraan 220.913.985 32.120.978 - 253.034.963 Al t b t 101 875 000 182 934 384 284 809 384 Alat berat 101.875.000 182.934.384 - 284.809.384
Aktiva sewaguna usaha: -
-Kendaraan 226.340.501 58.028.086 - 284.368.587
Alat berat 116.562.500 58.281.250 - 174.843.750
Jumlah 971.508.244 366.679.005 - 1.338.187.249
Nilai Buku 10.442.627.175 10.089.337.971
Seluruh kendaraan dan alat berat telah diasuransikan pada PT. Multi Sukses Cemerlang, PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT Asuransi MSIG Indonesia dan PT Asuransi Reliance Indonesia dengan nilai pertanggungan untuk periode 31 Maret 2010 sebesar Rp.3.083.000 dan AS$ 315.500, dan nilai pertanggungan asuransi kendaraan pada untuk periode 31 Maret 2009 sebesar Rp.3.797.000.000. Pihak manajemen berkeyakinan jumlah nilai tanggungan tersebut cukup memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi.
Bangunan dalam pelaksanaan, merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pembayaran Pembangunan Gedung Kantor Perusahaan yang terletak di Jalan Kramat I, Senen, Jakarta Pusat.
11.
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Akun ini terdiri dari :
PT Setia Konindo Pratama - 593.204.818
Bp. Hendry 205.875.000 151.282.500
Bp. Michael Wijaya - 241.425.000
PT. Artha Konsultama 157.500.000 -
PT. Nindo Mitra Makmur 86.400.000 -
CV Dwimanunggal Guna Sukses - 85.000.000
PT Aldika Putera Mitra Mandiri - 76.726.850
PT Karya Beton Sudhira 26.383.500 73.400.250
CV Anugrah Sejahtera - 43.955.650
PT Palu Mas Sejati 2.324.505 -
CV Bintang Meruya Lestari - 5.573.750
PT Media Grafik Pratama - 32.161.250
PT Telkom, Tbk 28.215.000
Lain-lain 974.933 -
Jumlah - hutang usaha 507.672.938 1.302.730.068 HUTANG USAHA
12
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Akun ini terdiri dari : a. Pembelian aktiva tetap
PT Indo Traktor Utama (AS$ 141.975, 31 Maret 2009) - 1.643.360.625 PT Oscar Mas (AS$ 6.700, 31 Maret 2009) - 77.552.500
1.720.913.125
Dana titipan
Tn. Ir. Sutrisno - 1.145.200.000
Bp. Zhao Chun Hui 183.000.000
-Tn. Usman Salim 30.000.000 560.000.000
Tn. Erwin Haryadi 100.000.000
-Mr. Park Won Sup 100.000.000
-Tn. James 50.000.000
-Tn. Agung Prakoso Budi Santoso - 50.000.000
Premi Jamsostek dari karyawan 2.697.614
-Lain-lain 13.961.899 696.550
479.659.513
1.755.896.550
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
12
31 Maret 2010 31 Maret 2009
b. Uang Jaminan (deposit)
PT ARS Asia - 13.000.000
Kontraktor Kawasan Industri Millennium - Cikupa 12.000.000 5.000.000
PT Prima Perkasa Mandiri - 9.000.000
PT Pilar Mas Development Kontraction (Youngil) 11.000.000
-PT Indo Asia Tirta Manunggal 7.000.000 13.000.000
PT Pilar Teguh Utama 7.000.000 2.200.000
PT Samator Gas Industri 5.000.000
-PT Sriwijaya Sukses Sejahtera - 5.000.000
Lain-lain 1.200.000
-43.200.000
47.200.000
Jumlah - hutang lain-lain dan uang jaminan 522.859.513 3.524.009.675 Dana titipan merupakan titipan yang diterima dari pelanggan yang sampai dengan tanggal neraca belum dilakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).
HUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)
13. PIUTANG / HUTANG HUBUNGAN ISTIMEWA
31 Maret 2010 31 Maret 2009
a. Piutang hubungan istimewa
PT Bumi Citra Investindo 383.350.000 -
Effendi Halim 450.000 -
Annie Halim 165.000 -
Jumlah 383.965.000 -
b. Hutang hubungan istimewa
Tahir Ferdian 1.804.174.390 -
Edward Halim 4.975.000 1.500.000.000
Annie Halim - 485.628.000
Jumlah 1.809.149.390 1.985.628.000
Jumlah - hutang hubungan istimewa (1.425.184.390) (1.985.628.000) Saldo akun Piutang hubungan istimewa merupakan pembayaran lebih dahulu beban Pajak final atas saham pendiri, dan Hutang kepada Pemegang saham (Tn. Tahir Ferdian), dan Edwar Halim yaitu hutang Perusahaan untuk kebutuhan modal kerja. Atas pinjaman / hutang tersebut tidak dikenakan beban atas bunga, dan jangka waktu pembayaran / pengembalian pinjaman tidak ditentukan serta tidak ada jaminan atas hutang tersebut (Catatan 25).
14.
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Akun ini terdiri dari : a. Pajak dibayar dimuka
Pajak Penghasilan final atas Pengalihan hak tanah dan bangunan (PHATB) 1.278.590.000
-Pajak Penghasilan pasal 23 10.120.000 2.209.525
Pajak Penghasilan pasal 22 767.121
-Jumlah - pajak dibayar dimuka 1.289.477.121 2.209.525 b. Hutang Pajak
Akun ini terdiri dari
Pajak Penghasilan final atas Pengalihan hak tanah dan bangunan (PHATB) 556.677.886 477.493.023
Pajak Penghasilan pasal 29 26.361.061 921.661.049
Pajak Pertambahan Nilai 1.522.063.903 242.408.925
Pajak Penghasilan pasal 21 107.482.427 176.627.280
Pajak Penghasilan pasal 23 13.209.485 13.618.943
Pajak Penghasilan pasal 4 (2) jasa dan kontruksi 162.476.290 17.137.275
Jumlah - hutang pajak 2.388.271.053 1.848.946.495 PERPAJAKAN
c. Pajak Kini
Tahun 2010 Tahun 2009 (tiga bulan) (tiga bulan)
Laba sebelum pajak penghasilan (komersial) 2.690.407.621 3.687.035.787
Laba sebelum pajak penghasilan final (2.508.433.357) (3.597.667.388)
Taksiran Laba sebelum pajak penghasilan non final 181.974.264 89.368.399
Koreksi fiskal: Beda tetap :
Beban jamuan 4.735.375 1.034.628
Sumbangan 1.583.655 1.073.931
Jumlah koreksi fiskal 6.319.030 2.108.559
Taksiran Penghasilan kena pajak 188.293.294 91.476.958
Taksiran Pajak penghasilan non final 26.361.061 12.806.774
Pajak dibayar dimuka untuk Pajak PPh final PHATB, merupakan setoran atas Penjualan / pengalihan tanah kasiba yang pencatatan penerimaan sebagai Uang muka penjualan, belum dicatat sebagai penjualan dalam periode berjalan (Catatan 15).
Rekonsiliasi antara rugi sebelum taksiran pajak penghasilan dengan taksiran rugi menurut fiskal untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, sebagai berikut :
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
14.
Taksiran Penghasilan final atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan (Penjualan)
Taksiran pajak penghasilan: 858.410.909 696.715.473
Kredit pajak:
Pajak PPh final atas Pengalihan hak atas tanah dan bangunan (PHATB) (301.733.023) (219.222.450)
Jumlah kredit pajak (301.733.023) (219.222.450)
Jumlah - Kurang bayar Pajak penghasilan final atas Pengalihan hak atas tanah dan bangunan (PHATB)
d. Perubahan Peraturan Perpajakan
556.677.886
477.493.023 PERPAJAKAN (Lanjutan)
17.168.218.182
13.960.200.363
Untuk perhitungan Pajak penghasilan pada tahun buku 2009, sesuai Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2008 (PP No. 71/2008) tertanggal 4 Nopember 2008 tentang “Perubahan ketiga atas Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 1984 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan”. Peraturan ini mengatur wajib pajak yang melakukan transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, pembayaran pajak penghasilan bersifat final sebesar 5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, Peraturan Pemerintah ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2009.
Pada tanggal 4 Nopember 2008, Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusiagg p 008, s p s s s s menandatangani Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2008 (PP No. 71/2008) tentang “Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 1984 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan”. Peraturan ini mengatur wajib pajak yang melakukan transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, pembayaran pajak penghasilan bersifat final sebesar 5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, kecuali atas pengalihan hak atas Rumah Sederhana dan Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh wajib pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dikenakan pajak penghasilan sebesar 1% dari jumlah bruto nilai pengalihan. Peraturan Pemerintah ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2009.
15. UANG MUKA PENJUALAN
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Akun ini terdiri dari :
PT Stanley Indonesia Electric 28.753.071.500 -
Ibu Hartati Djaja 2.096.640.000
-PT Power Steel Indonesia - 16.520.964.000
PT Anugrah Cipta Mould Indonesia - 5.238.000.000
Tn. Teddy Susanto - 2.098.400.000
PT Indo Asia Tirta Manunggal - 1.530.000.000
PT Mega Foamindo Jaya 1.143.675.000
-PT Yudha Daya Elektrik Mandiri - 775.865.000
Tn. Sindhu Kirdhana - 500.500.000
Tn. Catur Pamuji - 651.000.000
PT Ciptametalindo Lstari (Ny. Merry) - 564.160.000
PT Dito Selaras Abadi - 463.750.000
PT Sriwijaya Sukses Sejahtera - 581.661.200
PT Samator Gas Industri - 522.000.000
Tn. Kwee Suwito - 458.000.000
Tn. Yonathan - 458.000.000
PT Alcorindo Sejahtera 372.541.090
-Jumlah - uang muka penjualan 32.365.927.590 30.362.300.200
Berikut ini persentase jumlah uang muka penjualan yang telah diterima dari harga jual, sebagai berikut :
31 Maret 2010 31 Maret 2009 Kasiba : 50% - 99% 30.849.711.500 25.387.364.000 20% - 49% 1.516.216.090 -Bangunan / Gudang 50% - 99% - 4.393.275.000 20% - 49% - 581.661.200 Jumlah 32.365.927.590 30.362.300.200
Akun ini merupakan penerimaan uang muka pembelian Tanah kavling siap bangun (Kasiba) dan Bangunan gudang dari pelanggan yang sampai tanggal neraca proses penjualan yang belum selesai. Perusahaan akan melaporkan uang muka sebagai penjualan setelah diselesaikannya perikatan jual beli (AJB) dan pelanggan telah menyelesaikan pembayaran kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar nilai jual serta Perusahaan telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut atau Proses pengembangan tanah telah selesai sehingga Perusahaan tidak berkewajiban lagi untuk menyelesaikan kavling tanah tersebut.
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
16. HUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Akun ini merupakan hutang kepada ;
PT Bumiputera - BOT Finance (Kendaraan) 258.789.500 422.235.500
PT Orix Indonesia Finance (Kendaraan - 64.620.000
PT Orix Indonesia Finance (Alat berat) 135.219.000 946.533.000
PT Astrido Pacific Finance (Kendaraan) - 98.220.000
PT Tigaberlian Auto Finance (Kendaraan) 39.710.000 64.790.000
Jumlah 433.718.500 1.596.398.500
Bunga pinjaman (46.288.029) (194.064.312)
Nilai tunai Kewajiban 387.430.471 1.402.334.188
Hutang Jatuh tempo dalam satu tahun (283.541.153) (1.014.903.717)
Jumlah Hutang jangka panjang 103.889.318 387.430.471
Hutang tersebut merupakan hutang sewa (leasing ) untuk pembelian kendaraan dan alat berat untuk keperluan operasional usaha. Jangka waktu kredit dengan jangka waktu cicilan selama dua dan tiga tahun, yang dilunasi dalam bentuk pembayaran bulanan sebanyak 24 dan 36 kali pembayaran. Hutang sewa PT Orix Indonesia Finance jatuh tempo pada bulan Mei 2011, Hutang sewa PT Bumiputera-BOT Finance jatuh tempo bulan Oktober 2011, Hutang PT Astrido Pacific Finance jatuh tempo bulan Maret 2010
17. HUTANG BANK
31 Maret 2010 31 Maret 2009
Akun ini terdiri dari :
Pinjaman Rekening koran (PRK) 477.725.091 340.720.546
Pinjaman Angsuran Berjangka 194.195.411 1.206.953.471
Pinjaman Fasilitas P. Askep ;
Tahap I 500.000.000 500.000.000 Tahap II 2.500.000.000 2.500.000.000 Tahap III 5.000.000.000 5.000.000.000 Tahap IV 2.000.000.000 -Tahap V 2.000.000.000 -Tahap VI 500.000.000
-Jumlah - hutang bank 13.171.920.502 9.547.674.017
a.
PERSEROAN telah mendapatkan fasilitas kredit/pinjaman dari PT Bank Capital Indonesia Tbk sesuai Surat Persetujuan Fasilitas Kredit PT. Bank Capital Indonesia Tbk No. 004/MKT-KP/I/2006 tanggal 6 Januari 2006 yang dilanjutkan dengan Pembuatan Perjanjian Membuka Kredit yaitu sebagai berikut :
Fasilitas Kredit Pinjaman Angsuran Berjangka (PAB) sesuai Perjanjian Membuka Kredit No.001/PAB-B/KP/I/2006 tanggal 18 Januari 2006 yang dibuat dibawah tangan, dengan jangka waktu 36 Bulan terhitung mulai tanggal 18 Januari 2006 sampai dengan tanggal 18 Januari 2009 dengan Fasilitas pinjaman sebesar Rp.5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).
p j p , g j p
17. HUTANG BANK (Lanjutan) b.
c.
d.
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK) sesuai Perjanjian Membuka Kredit No.002/PRK-B/KP/I/2006 tanggal 18 Januari 2006 yang dibuat dibawah tangan, dengan jangka waktu 12 (dua belas) bulan terhitung mulai tanggal 18 Januari 2006 sampai/dengan 18 Januari 2007 dengan Fasilitas pinjaman Rekening Koran sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dan diperpanjang dengan Perjanjian Perpanjangan Waktu Kredit No.002/PRK-P/BCI-KP/I/2007 tanggal 19 Januari 2007 berlaku 12 (dua belas) bulan.
Fasilitas Kredit P Aksep sesuai Perjanjian Membuka Kredit No.003/P.Aksep-BKP/I/2006 tanggal 18 Januari 2006 yang dibuat dibawah tangan, dengan jangka waktu 12 (dua belas) bulan terhitung mulai tanggal 18 Januari 2006 sampai dengan 18 Januari 2007 dengan Fasilitas pinjaman Rekening Koran sebesar Rp.500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) dan diperpanjang dengan Perjanjian Perpanjangan Waktu Kredit No.003/PA-P/BCI-KP/I/2007 tanggal 19 Januari 2007 berlaku 12 (dua belas) bulan. Atas Fasilitas Kredit tersebut diatas telah dibuat Akta Pengakuan Hutang No.01 tanggal 18 Januari 2006 dibuat dihadapan Rani Ridayanthi,SH. Notaris di Kabupaten Tangerang berkedudukan di Serpong. Antara PT. Bumi Citra Permai Tbk diwakili oleh Annie Halim selaku Direktur Utama.dan PT. Bank Capital Indonesi diwakili oleh Musa Sinambela Manager Legal dan Remedial.
PERSEROAN telah mendapatkan fasilitas kredit tambahan untuk kredit Pinjaman Angsuran Berjangka (PAB) berdasarkan Surat Bank Capital Indonesia Tbk No. 056/MKT/KP/IV/2007 tanggal 20 April 2007 tentang pemberian fasilitas kredit tambahan
i
Plafond :
Rp.3.000.000.000,-Suku Bunga : 21 % pa efektif floating
Jangka Waktu : 36 (tiga puluh enam) bulan
Angsuran Pokok : Rp.83.333.333,- per bulan
Provisi : 1 % (satu persen) per tahun
Biaya Administrasi :
Rp.1.000.000,-Hal-hal yang tidak boleh dilakukan (Negative Covenant) :
1. 2. 3. 4.
5. Mengajukan permohonan kepailitan dan/atau penundaan pembayaran kepada Pengadilan Niaga..
6. Mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan/atau kewajiban debitur berasarkan Perjanjian Kredit kepada pihak lain.
7. Membayar/membagikan dividen selama jangka waktu fasilitas.
8. Menjual atau menyewakan seluruh atau sebagian asset kecuali untuk transaksi-transaksi yang umum dalam perusahaan.
9. Membuat pembayaran sebelum jatuh tempo atas setiap hutang kecuali untuk transaksi-transaksi umum dalam perusahaan.
10. Melakukan merger, akuisisi dan penjualan atau pemindahtanganan atau melepaskan hak atas harta kekayaan debitur.
11.
12. Memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali dalam transaksi dagang yang lazim dan kegiatan operasional sehari-hari. yaitu :
Mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham dengan agenda mengubah Anggaran Dasar Debitur terutama tentang struktur permodalan dan susunan pemegang saran. Direksi dan Komisaris Debitur.
Memperoleh tambahan pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka transaksi dagang yang lazim dan pinjaman subordinasi dari pemegang saham.
Megikatkan diri sebagai penanggung/penjamin terhadap pihak lain dan/atau menjaminkan harta kekayaan debitur untuk kepentingan pihak lain, kecuali yang telah ada pada saat Perjanjian Kredit ditandatangani.
Membayar hutang pemegang saham, perusahaan affiliasi, subsidiary, maupun pihak ketiga lainnya yang ada dan yang akan timbul dikemudian hari terkecuali dalam rangka kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.
Melakukan investasi lain dan/atau menjalankan usaha yang tidak mempunyai hubungan dengan usaha yang sedang dijalankan.
(Dalam dalam Rupiah) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009
17. HUTANG BANK (Lanjutan)
a.
b.
Perusahaan mendapat tambahan Fasilitas Pinjaman Aksep sesuai Surat Persetujuan dari PT Bank Capital Indonesia, Tbk. No. 261/MKT/KP/XI/2008 tanggal 4 Nopember 2008, dengan jumlah plafont Rp.2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta Rupiah), penggunaan dana untuk aktivifas usaha perusahaan, dengan jangka waktu pengembalian sampai dengan tanggal 19 Januari 2009, dengan suku bunga 22% p.a (floating), serta jaminan kredit sama dengan perjanjian falisitas kredit sebelumnya.
Perjanjian Perpanjangan Waktu Kredit deangan Fasilitas Kredit Pinjaman Aksep (PA) No. 004/PA-P/BCI-KP/I/2008 tanggal 18 Januari 2008 dengan jangka waktu 12 (dua belas) bulan terhitung dari tanggal 19 Januari 2008 sampai dengan 19 Januari 2009, Perpanjangan Perjanjian ini merupakan perpanjangan Perjanjian Kredit No. 003/PA-P/BCI-KP/I/2007 tanggal 19 Januari 2007 dengan pinjaman sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).
Berdasarkan Surat PT. Bank Capital Indonesia Tbk No. 003/MKT/KP/I/2008 tanggal 17 Januari 2008 perihal : Persetujuan Fasilitas Kredit. PT. Bank Capital Indonesia Tbk telah memberi persetujuan perpanjangan Fasilitas Kredit sebagai berikut :
Perjanjian Perpanjangan Waktu Kredit deangan Fasilitas Kredit Pinjaman Rekening Koran (PRK) No. 003/PRK-P/BCI-KP/I/2008 tanggal 18 Januari 2008 dengan jangka waktu 12 (dua belas) bulan terhitung dari tanggal 19 Januari 2008 sampai dengan 19 Januari 2009, Perpanjangan Perjanjian ini merupakan perpanjangan Perjanjian Kredit No. 002/PRK-P/BCI-KP/I/2007 tanggal 19 Januari 2007 dengan pinjaman sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).
Sesuai Surat Persetujuan Fasilitas Kredit/Pinjaman Aksep No. 036/MKT/KP/II/2009 tanggal 9 Februari 2009, dan Addendum
a. Jumlah fasilitas kredit yang diterima dari PT Bank Capital Indonesia, Tbk. antara lain ;
1. Jenis fasilitas : Pinjaman Aksep (PA)
Jumlah fasilitas : Rp.12.500.000.000,- (dua belas milyar lima ratus juta Rupiah) Jangka waktu kredit : sampai dengan 19 Januari 2010
Tingkat suku bunga : 22% p.a (floating), dibayar setiap bulan
2. Jenis fasilitas : 22% p.a (floating), dibayar setiap bulan Jumlah fasilitas : Rp.500.000.000,- (lima ratus juta Rupiah) Jangka waktu kredit : sampai dengan 19 Januari 2010 Tingkat suku bunga : 22% p.a (floating), dibayar setiap bulan
3. Jenis fasilitas : Pinjaman Angsuran Berjangka (PAB)
Jumlah fasilitas : Rp.3.000.000.000,- (tiga milyar Rupiah) Jangka waktu kredit : sampai dengan 21 Mei 2010
Tingkat suku bunga : 22% p.a (floating), dibayar setiap bulan
Perusahaan telah mendapat tambahan jaminan fasilitas kredit sesuai Surat Persetujuan Penambahan Jaminan No. 189A/MKT/KP/VII/2009 tanggal 31 Juli 2009 Perusahaan mendapat tambahan jaminan fasilitas kredit sebesar Rp.2.000.000.000 (dua milyar Rupiah), dengan persyaratan dan kondisi sebagai berikut :
Sesuai Surat Persetujuan Fasilitas Kredit/Pinjaman Aksep No. 036/MKT/KP/II/2009 tanggal 9 Februari 2009, dan Addendum Perjanjian Kredit No. 012/PA-T/BCI-KP/II/2009 tanggal 11 Februari 2009 serta Surat Aksep tanggal 11 Februari 2009 dari PT Bank Capital Indonesia, Tbk. Perusahaan mendapat tambahan fasilitas kredit sebesar Rp.7.500.000.000 (tujuh milyar lima ratus juta Rupiah).