43
BAB IV
LAPORAN HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. SD Negeri Mali-Mali
a. Sejarah Singkat Berdirinya SD Negeri Mali-Mali
SD Negeri Mali-Mali adalah suatu usaha pendidikan yang terus menerus berinovasi guna mewujudkan iklim pendidikan dan suatu pengajaran yang kondusif dan berbasis mutu tinggi. SD Negeri Mali-Mali berada di wilayah Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar tepatnya di Desa Mali-Mali. SD Negeri Mali-Mali merupakan sebuah pendidikan yang mecakup pendidikan umum melalui jalur pendidikan formal.
Sejarah berdirinya sekolah SD Negeri Mali-Mali memang tidak terdapat datanya seperti yang telah penulis cari datanya saat bertemu dengan karyawan di sekolah tersebut. Sejak berdirinya sekolah tersebut terdapat beberapa kepala sekolah yang sudah menjabat, diantaranya Bapak Suhanriyadi, Bapak Abdul Suherman, Bapak Sahlulyadi, Bapak Ahmad Sairi, Ibu Hj. Kauliah, dan sekarang Bapak
Trisna Suparni.31
b. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SD Negeri Mali-Mali
31Wawancara dengan Bapak Trisna Suparni (Kepala Sekolah) di Sekolah Dasar Negeri
NIS : 100050
NSS/NPSN : 101150107005/30300442
Provinsi : Kalimantan Selatan
Otonomi : Kabupaten Banjar
Kecamatan : Karang Intan
Desa/Kelurahan : Mali-Mali
Kode Pos : 70661
Status Sekolah : Negeri
c. Visi SD Negeri Mali-Mali
Membina akhlak, meraih prestasi yang dilandasi dengan iman dan taqwa
d. Misi SD Negeri Mali-Mali
1) Menanamkan akhlak mulia melalui pengamalan ajaran agama 2) Mengoptimalkan proses pembelajaran yang aktif, inovatif,
kreatif, efektif dan menyenangkan serta bimbingan dan konseling
3) Mengembangkan pengetahuan di bidang olahraga dan seni budaya sesuai dengan bakat dan minat serta potensi siswa 4) Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan
lingkungan.
e. Keadaan Tenaga Pengajar dan Staf Tata Usaha SD Negeri Mali-Mali
No Nama Pengajar Pendidikan Keterangan
2 Hj. Kauliah, S.Pd S1 Wali kelas III
3 Hj.Noor Asidah, S.Pd S1 Wali kelas II
4 H. Baderi Effendi, S.Pd S1 Wali kelas V
5 Nurhilaliah, S.Pd S1 Wali kelas IV
6 Rina Safari, S.Pd S1 Wali kelas I
7 Dahrinawati, S.Pd S1 Guru kelas 1
s.d VI
8 Atikah S1 Guru PAI
9 Saidah, S.Pd S1 Wali kelas VI
f. Keadaan Peserta Didik SD Negeri Mali-Mali
No Kelas Jumlah 1 Kelas 1 11 2 Kelas 2 21 3 Kelas 3 19 4 Kelas 4 25 5 Kelas 5 22 6 Kelas 18
Jumlah Keseluruhan Siwa 116
g. Keadaan Sarana dan Prasarana SD Negeri Mali-Mali
No Nama Barang Jumlah
1 Ruang Kelas 6
2 Ruang Kepala Sekolah 1
3 Ruang Guru 1
4 Toilet 1
5 Meja Tamu 1
6 Kursi Tamu 1
2. SMP Negeri 1 Karang Intan
a. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 1 Karang Intan
Terbentuknya dan berdirinya pendidikan sekolah menengah pertama negeri 1 Karang Intan ini diawali dengan banyaknya anak-anak yang terdapat pada masyarakat sekitar namun tidak adanya sekolah negeri yang terdapat dilokasi tersebut, hal tersebut menjadikan
sebuah usulan dari salah satu warga tersebut untuk membangun sebuah lembaga pendidikan negeri agar memudahkan untuk anak-anak sekitar
bersekolah.32
b. Identitas Sekolah SMP Negeri 1 Karang Intan
Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Karang Intan
Nomor Statistik/NPSN : 201150107035/30300223
Provinsi : Kalimantan Selatan
Desa/Kelurahan : Karang Intan
Status Sekolah : Negeri
Akreditas : B
c. Visi SMP Negeri 1 Karang Intan
Terwujdunya siswa yang cerdas, berakhlak mulia, terampil dan mandiri, serta sehat dan berwawasan lingkungan.
d. Misi SMP Negeri 1 Karang Intan
1) Menyelengarakan proses pembelajaran yang intensif dan berkualitas baik aspek akdemis maupun non akademis
2) Menerapkan manajemen partisipatif untuk mendorong
semangat kebersamaan, menciptakan rasa disiplin yang tinggi 3) Menumbuhkan dan mendorong siswa untuk menerapkan
perilaku yang agamis dan menjalankan syariat agama yang dianutnya sehingga mendorong terciptanya suasana yang
kondusif dan harmonis
32Wawancara dengan Ibu Yulianti (Kepala Sekolah) di SMP Negeri 1 Karang Intan pada tanggal 1
4) Mendorong siswa untuk mengenali potensi dirinya dirinya dan
mengupayakan pendidikan keterampilan untuk
mengembangkan diri secara optimal dan mandiri
5) Menerapkan pola hidup bersih dan mempunyai
wawasan/budaya lingkungan hidup yang sehat.
e. Keadaan Tenaga Pengajar dan Staf Tata Usaha SMP Negeri 1 Karang Intan
No Nama Guru Pendidikan Keterangan
1 Siti Fatimah, S.Pd S1 Matematika Guru
Matematika
2 Hj. Sarpiah, S.Pd S1 PAI Guru PAI
3 Windayanti, S.Pd S1 pendidikan Ekonomi Guru Ekonomi 4 Suharno, S.Pd S1 Ilmu Pendidikan Guru Penjas
5 Nurmiyati, S.Pd S1 Bahasa dan
Sastra Guru Bahasa Indonesia 6 Mega, S.Pd S1 Pendidiakan Biologi Guru Biologi
7 Ela Muliani, S.Pd S1 BK Guru BK
8 Maimunah, S.Pd S1/AIV Bidang Kependidikan Guru Bahasa 9 Noorlaila, S.Pd S1/AIV Pendidikan Moral Guru PKN 10 Ahmadi, S.Pd S1 Pendidikan Sejarah Guru Sejarah
11 Ahmad Effendi, S.Pd S1 Matematika Guru
Matematika
12 Risda Sitati S1 Pendidikan
Bahasa Inggris Guru Bahasa Inggris 13 Muhammad Erwiyadhi, S.Pd S1 Pendidikan Bahasa Inggris Guru Bahasa Inggris
14 Rizka Yuliyanti,S.Pd S1 Pendidikan
Kesenian
f. Keadaan Peserta Didik SMP Negeri 1 Karang Intan
No Kelas Jumlah Jumlah
Seluruh
Laki-Laki Perempuan
1 Kelas VII 40 31 71
46 35 81
46 29 75
Jumlah Seluruh Peserta Didik 227
g. Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 1 Karang Intan
No Nama Barang Jumlah Keterangan
1 Ruang Kelas 12 Baik
2 Laboratorium 2 Baik
3 Ruang Tamu 1 Baik
4 Ruang Kepsek 1 Baik
5 Ruang Tata Usaha 1 Baik
6 Ruang Kurikulum 1 Baik
7 Perpustakaan 1 Baik
8 Kursi Tamu 1 Baik
9 Meja Tamu 1 Baik
3. SMA Negeri 1 Karang Intan
a. Sejarah Singkat Berdirinya SMA Negeri 1 Karang Intan
Pada awal berdirinya, SMA Negeri 1 Karang Intan menerima siswa baru yang pertama kali pada tahun pelajaran 2003/2004, pada waktu itu masih menempati di SMP Negeri 2 Karang Intan, sebagai PJS kepala sekolah di jabat oleh Bapak Muhammad Saleh yang dibantu oleh 7 orang guru bantu. Seiring dengan berkembangnya waktu setelah satu semester pembangunan gedung SMA Negeri 1 Karang Intan telah selesai dan SMA Negeri 1 Karang Intan menempati tempat yang baru yang mana letaknya tidak jauh dari SMP Negeri 2 Karang Intan. Sekolah SMA Negeri 1 Karang Intan ini diresmikan oleh Bapak Dr
(HC) Mawardi Abbas (Wakil Bupati Banjar) pada tanggal 18 maret 2004. Kemudian sebagai kepala sekolah definitif Bapak Drs. Haderiyanadi, M. M. Pergantian pimpinan sekolah pada tahun 2004-2014 dipimpin oleh Bapak Drs. Haderiyanadi, M.M, pada tahun 2004- 2014-2020 dipimpin oleh Bapak H. Hardi Anwar, M.Pd dan dari 2014- 2020-sekarang dipimpin oleh Ibu Hj. Ayu Herlina Rustam, M.Pd. Sekolah Menengah Atas ini berada di Jalan P.M Noor KM 47 Kelurahan
Mandiangin Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.33
b. Identitas SMA Negeri 1 Karang Intan
Nama Sekolah : SMAN 1 Karang Intan
NPSN : 30300238
NSS : 301150107025
NIS : 300250
Jenjang Pendidikan : SMA
Status Sekolah : Negeri
Alamat Sekolah : Jalan P.M Noor KM. 47 RT/RW 1/0
Kelurahan Mandiangin Barat Kecamatan Karang Intan. c. Visi SMA Negeri 1 Karang Intan
Terwujudnya SMAN 1 Karang Intan yang disiplin, imtaq, prestasi unggul, peduli lingkungan, akhlakul karimah dan adil (DIPPAA) d. Misi SMA Negeri 1 Karang Intan
33Wawancara dengan Ibu Lisna (Wakil Kepala Sekolah) di SMA Negeri 1 Karang Intan,
1) Mewujudkan sekolah yang religius melalui peningkatan iman dan taqwa serta pembiasaan budaya akhlakul karimah melalui kegiatan keagamaan di sekolah, seperti PHBI, pesantren ramadhan, shalat dhuha dan talimul quran
2) Menanamkan kedisiplinan melalui budaya bersih, budaya tertib, budaya kerja bagi seluruh warga sekolah
3) Memberdayakan dan mengoptimalkan seluruh peserta didik untuk dapat berprestasi unggul
4) Baik akademik maupun non akademik melalui kegiatan pengembangan diri maupun ektrakurikuler
5) Mampu berdaya saing dan kompetetif dalam menghadapi tantangan abad 21
6) Mewujudkan pelayanan pendidikan pada mutu dengan pemenuhan SNP
7) Menumbuh kembangkan budaya peduli lingkungan yang bersih, indah, terpelihara dan lestari untuk mendukung terwujudnya sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup (SPBLH)
8) Berperan serta dalam upaya pelestarian lingkungan sekolah secara lokal maupun global
9) Mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan sekolah secara lokal maupu n global
10) Menyediakan sarana dan prasarana, fasilitas pendidikan yang bermutu dan efektif bagi semua peserta didik baik yang reguler maupun yang berkebutuhan khsus
11) Menjadikan pendidikan inklusi sebagai tempat peduli anak berkebutuhan khusus.
e. Keadaan Tenaga Pengajar dan Staf Tata Usaha SMA Negeri 1 Karang Intan
Adapun daftar pendidik dan kependidikan di SMA Negeri 1 Karang Intan adalah sebagai berikut:
No Nama Guru Latar Pendidikan Guru
Mata Pelajaran
1 Hj. Ayu Herlina Rustam,
M.Pd
S2 Manajemen Pendidikan
Kepala Sekolah
2 Siti Alawiyah, S.Pd S1 Pendidikan Ekonomi Ekonomi
3 Dra. Zulaecha S1 A.IV Matematika Matemati
ka
4 Sre Hertina, S.Pd S1 Pendidikan Geografi Geografi
5 Yulia Istiqasari, S.Pd S1 Pendidikan Bahasa
Inggris
Bahasa Inggris
6 Erni Wahyuni, S.Pd S1 Pendidikan Kimia Kimia
7 Elva Nuzula R, S.Pd S1 Pendidikan Ekonomi Ekonomi
8 Siti Zubaidah, SH S1 Hukum/A.IV PKN PKN
9 Hamrah, S.Pd S1 Pendidikan Bahasa
Indonesia
Bahasa Indonesia
10 Chairunnisa, S.Pd S1 Pendidikan Sejarah Sejarah
11 Muhammad Zubair, S.Pd S1 Pendidikan Sejarah Sejarah
12 Siti Holdah, S.Pd S1 Pendidikan Biologi Biologi
13 Muhammad Mariyadi,
S.Pd
S1 Pendidikan Penjas Penjas
14 Diah Hermilasari, S.Pd S1 Pendidikan Fisika Fisika
15 Lisna Ariyani, S.Pd S1 Pendidikan
Matematika
Matemati ka
17 Esthi Endah
Ayuningtyas, S.Sos
S1 BK/BP BK/BP
18 Murdjoko, S.Pd S1 Pendidikan Bahasa
Inggris
Bahasa Inggris
19 Minawati, S.IP S1 Admin Negara Kepala
TAS 20 Akhmad Syahrowardi, S.Pd S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia
21 Rohbiah, S.Pd.I S1 Pendidikan Agama
Islam
PAI/Mulo k
22 Nurul Hasanah, S.Sos S1 Akta IV PKN Sosiologi
23 Syahrifuddin, S.Pd. I S1 Pendidikan Agama
Islam PAI/Mulo k 24 Mardiyawati Nasyikin, S.Pd S1 Pendidikan Matematika Matemati ka
25 Firdha Nadia, S.Pd S1 Pendidikan Seni
Budaya
Seni Budaya
26 Fitria Kusnawati, S.Pd S1 BK/BP BK/BP
27 Farah Medina, S.Pd S1 Pendidikan Kimia Kimia
28 Asharianto Paket C Penjaga
Sekolah
29 M. Ikhsan, S.Pd S1 Administrasi
Pendidikan
TAS honorer
30 M. Sa’duddin SLTA Staf TU
31 Muhammad Ridho Paket B Satpam
32 Winda Lestari SLTA Pustakaw
an
33 Norlina, S.E S1 Ekonomi Operator
Sekolah
f. Keadaan Peserta Didik SMA Negeri 1 Karang Intan
Secara keseluruhan keadaan siswa-siswi di SMA Negeri 1 Karang Intan bejumlah 424 orang yang terdiri dari 215 laki-laki dan 209 perempuan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
NO Kelas Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
1 X IPA 1 15 17 32
2 X IPA 2 14 17 31
3 X IPS 1 13 15 28
5 X IPS 3 15 12 27
Jumlah Siswa Kelas X 72 73 145
6 XI IPA 1 15 14 29
7 XI IPA 2 16 13 29
8 XI IPS 1 17 15 32
9 XI IPS 2 17 14 31
10 XI IPS 3 15 16 31
Jumlah Siswa Kelas XI 80 72 152
11 XII IPA 1 13 21 34
12 XII IPA 2 14 17 31
13 XII IPS 1 19 11 30
14 XII IPS 2 17 15 32
Jumlah Siswa Kelas XII 63 64 127
Jumlah Seluruh Siswa 215 209 424
Sumber:Dokumentasi TU SMA Negeri 1 Karang Intan
Sesuai dengan tabel mengenai keadaan siswa bahwa ada 145 siswa siswi kelas X, 152 orang siswi kelas XI, dan 127 orang siswa-siswi kelas XII.
g. Keadaan Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Karang Intan
SMA Negeri 1 Karang Intan memiliki beberapa alat sarana sebagai berikut:
No Nama Barang Letak Jumlah
1 Meja Siswa Ruang 2 30
2 Kursi Siswa Ruang 2 30
3 Meja Guru Ruang 2 1
4 Kursi Guru Ruang 2 1
5 Papan Tulis Ruang 2 1
6 Lemari Ruang 2 1
7 Meja Guru Kantor Guru 23
8 Kursi Guru Kantor Guru 23
9 Lemari Kantor Guru 6
10 Meja Siswa Lab Komputer 22
11 Kursi Siswa Lab Komputer 22
12 Komputer Lab Komputer 22
13 Rak Buku Perpustakaan 5
14 Rak Majalah Perpustakaan 1
16 Kursi Baca Perpustakaan 7
17 Meja Pimpinan Ruang Kepsek 1
18 Kursi Pimpinan Ruang Kepsek 1
Berikut beberapa prasarana yang terdapat pada SMA Negeri 1 Karang Intan
No Nama Barang Keterangan
1 Pos Satpam Baik
2 Musholla Rusak Ringan
3 Ruang 1/ XI MIA 2 Rusak Ringan
4 Ruang 2/ XI MIA 1 Rusak Ringan
5 Ruang 3/ XII IIS 2 Rusak Ringan
6 Ruang 4/ XII IIS 1 Rusak Ringan
7 Ruang 5/ XII MIA 2 Rusak Ringan
8 Ruang 6/ XII MIA 1 Rusak Ringan
9 Lab Kompuer 1 dan 2 Baik
10 Kantor Guru Baik
11 Kantor Kepsek Baik
12 Ruang BK Baik
B. Penyajian Data
Penyajian data diuraikan mengenai strategi guru PAI dalam pelaksanaan pembelejaran daring serta kesiapan guru PAI dalam pelaksanaan pembelajaran daring di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Data yang disajikan berbentuk uraian deskriptif dan tanya jawab berdasarkan data-data yang digali dari wawancara dengan guru-guru mata pelajaran PAI pada tiga sekolah yang terdapat di Kecamatan Karang Intan dan di dukung dengan data dokumentasi sebagai pelengkap penyajian hasil skripsi ini.
Dalam penelitian ini berdasarkan hasil perolehan dari wawancara penulis secara tatap muka pada 3 sekolah yang terdapat 4 orang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diwawancara yaitu satu orang guru di SD
Negeri Mali-Mali, satu orang guru di SMP Negeri 1 Karang Intan dan dua orang guru di SMA Negeri 1 Karang Intan didapatkan hasil wawancara sebagai berikut:
1. Strategi Guru PAI dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring a. Strategi Pembelajaran Interaktif
Hasil penelitian menungkapkan bahwa terdapat guru yang menerapkan strategi pembelajaran interaktif yaitu di antaranya adalah guru mata pelajaran PAI di jenjang Sekolah Menengah Atas, hal tersebut ditunjang karena adanya sifat kedewasaan pada peserta didik yang mana memungkinkan untuk melaksanakan sistem daring dengan strategi pembelajaran interakif.
Menurut Ibu RH guru mata pelajaran PAI di SMA Negeri 1 Karang Intan mengatakan bahwa:
“Strategi yang digunakan adalah pembelajaran interaktif yang mana merujuk pada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik, biasanya saya terlebih dahulu memberikan bahan seperti link youtube, gambar dan juga pdf dan akan dilanjutkan
dengan diskusi pada gruop whatsapp.34
Strategi tersebut di atas pun juga dilaksanakan oleh Bapak SN guru mata pelajaran PAI di SMA Negeri 1 Karang Intan, beliau mengatakan bahwa:
34Wawancara dengan Ibu RH (Guru PAI) di SMA Negeri 1 Karang Intan, pada tanggal 28
“Strategi yang biasanya dilaksanakan di SMA Negeri 1 Karang Intan ini bisa disebut strategi pembelajaran interaktif dikarenakakn biasanya saya membagikan video terhadap peserta didik dan dilanjutkan tugas ataupun timbal balik seperti saya tanya salah satu anak murid untuk menjelaskan materi yang
terdapat dalam video tersebut”.35
b. Strategi Pembelajaran Pemberian Tugas
Pada kalangan sekolah menengah pertama dan sekolah dasar di sini melaksanakan strategi atau metode pembelajaran pemberian tugas yang mana siswa dan siswi diberikan tugas berupa soal-soal yang berkenaan dengan materi yang akan dibahas pada saat itu.
Seperti yang dikatakan Ibu SH guru mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Karang Intan dan Ibu AH guru mata pelajaran PAI di SD Negeri Mali-Mali, Ibu SH dan Ibu AH hanya dapat melaksanakan strategi pemberian tugas dikarenakan kalangan SMP dan SD ini kurang dapat melaksanakan diskusi seperti pembelajaran interaktif dikarenakan tidak memungkinkannya strategi interaktif atau diskusi tersebut dilaksanakan. Berikut hasil wawancara dengan Ibu SH, beliau mengatakan bahwa:
“Strategi yang bisa diterapkan pada kalangan anak sekolah menengah pertama hanya bisa diberikan tugas dengan cara pemberitahuan lewat whatsapp atau bagi siswa yang tidak
35Wawancara dengan Bapak SN (Guru PAI) di SMA Negeri 1 Karang Intan pada tanggal
mempunyai handphone bisa datang langsung ke sekolah untuk pengambilan soal-soal yang telah ditentukan sebelumnya dan ditentukan kapan waktu pengumpulan tugas tersebut, dalam pembelajaran di sini sistem campuran antara sistem daring dan juga luring karena untuk pelaksanaan daring seutuhnya siswa memang tidak bisa melaksanakan semua dikarenakan ada
beberapa kendala”.36
Seperti halnya Ibu SH, Ibu AH, juga mengatakan bahwa:
“Selama ini di sekolah hanya bisa menjalankan strategi/metode pemberian tugas dikarenakan siswa yang masih kalangan dasar ini banyak yang tidak mempunyai handphone kalaupun mereka punya belum tentu mereka mempunyai kuota internet dan jaringan yang bagus, jadi untuk sementara ini siswa dan siswi diberikan tugas sesuai jadwal dan pengumpulannya pun sudah
ditentukan juga sebelumnya”.37
2. Kesiapan Guru PAI dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring a. Mengadakan Sosialisasi tentang Pembelajaran Daring
Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan mengenai kesiapan guru PAI dalam pelaksanaan pembelajaran daring menunjukkan bahwa terdapat beberapa persiapan yang dilakukan sekolah maupun guru yang bersangkutan, persiapan tersebut adalah di
36Wawancara dengan Ibu SH (Guru PAI) di SMP Negeri 1 Karang Intan pada tanggal 29
Januari 2021 pukul 09.28.
37Wawancara dengan Ibu AH (Guru PAI) di SD Negeri Mali-Mali pada tanggal 1 Januari
antaranya diadakannya sosialisasi tentang pembelajaran daring. Pihak sekolah memberitahukan kepada siswa siswi secara bertahap bahwa sekolah akan melaksanakan pembelajaran melalui jaringan yaitu melalui grup whatsapp ataupun aplikasi lainnya seperti classroom, googlemeet dan sebagainya.
b. Membuat Grup Whatsapp
Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan mengenai kesiapan guru PAI dalam pelaksanaan pembelajaran daring, selain mengadakan sosialisasi seperti yang dijelaskan di atas tahap selanjutnya adalah guru yang bersangkutan membuat sebuah grup whatsapp agar mudah dalam pelaksanaan pembelajaran ataupun mudah untuk menyebarkan informasi. Ibu RH mengatakan, “Sebelum melaksanakan pembelajaran daring tentu perlu adanya sebuah grup yang mana dalam grup tersebut akan dilaksanakannya pembelajaran, seperti pemberian tugas, pengiriman link pembelajaran dll”.
Hal tersebut sama seperti Bapak SN beliau mengatakan bahwa, “Grup whatsapp memang sangat berperan dalam pembelajaran dikarenakan di sana dapat menyebarkan pemberitahuan apa yang akan di pelajari dan pembagian video yang mana menunjang sebuah pembelajaran, makanya sebelum dilaksanakannya pembelajaran daring
ini maka terlebih dahulu membuat grup whatsapp”.38
38Wawancara dengan Bapak SN (Guru PAI) SMA Negeri 1 Karang Intan pada tanggal 28
c. Pembuatan RPP
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis mengenai kesiapan guru PAI dalam pelaksanaan pembelajaran daring dapat diketahui bahwa sebelum melaksanakan pembelajaran daring maupun pembelajaran tatap muka RPP sangat perlu dipersiapkan sebelum dilaksanakannya sebuah pembelajaran dikarenakan dengan adanya RPP maka sebuah pembelajaran akan berlangsung dengan terarah dan dapat mengatur atau memanajemen waktu saat pembelajaran. Seperti Ibu SH dan Ibu AH mereka mengatakan bahwa, “RPP sangat penting
dalam pelaksanaan pembelajaran, maka dari itu sebelum
dilaksanakannya pembelajaran seorang guru dituntut untuk membuat RPP terlebih dahulu guna memudahkan keberlangsungan pembelajaran
dan mudah mencapai tujuan dalam sebuah pembelajaran”.39
C. Analisis Data
Setelah semua data disajikan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap semua data tersebut, yaitu data tentang strategi serta kesiapan guru PAI dalam pelaksanaan pembelajaran daring di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Berdasarkan penyajian data hasil wawancara tergambar bahwa strategi serta kesiapan guru PAI dalam pelaksanaan pembelajaran daring sebagai berikut:
1. Strategi Guru PAI dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring
39Wawancara dengan Ibu SH (Guru PAI) di SMP Negeri 1 Karang Intan pada tanggal 29
a. Strategi Pembelajaran Interaktif
Berdasarkan penyajian data yang peneliti sajikan bahwa strategi guru PAI dalam pelaksanaan pembelajaran daring adalah seperti yang dilaksanakan Ibu RH dan Bapak SN yaitu strategi pembelajaran interaktif. Ibu RH dan Bapak SN dapat melaksanakan strategi pembelajaran interaktif dengan cara memberikan link youtube, mengirim video, pdf, gambar dan lainnya melalui gruop whatsapp kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi atau guru secara langsung menanyakan simpulan terhadap siswa ataupun siswi yang ditunjuk.
Hal ini dilihat dari keadaan siswa yang dapat melaksanakan diskusi karena sudah terbiasa melaksanakannya secara tatap muka sebelum adanya wabah covid-19 jadi siswa mudah dalam penerimaan strategi ini. Bagi guru di kalangan SMA akan mudah mengarahkan peserta didik untuk melakukan strategi pembelajaran ini dikarenakan peserta didik sudah memahami bagaimana proses pembelajaran tersebut. b. Strategi Pembelajaran Pemberian Tugas
Berdasarkan hasil penyajian data dapat diketahui bahwa terdapat strategi pembelajaran pemberian tugas yang dilaksanakan oleh Ibu SH dan AH yang mana mereka menerapkan strategi tersebut di kalangan SMP dan SD, untuk penerapan strategi lain kurang memungkinkan untuk dilaksanakan karena mengingat kalangan SMP dan SD banyak yang masih belum mengerti bagaimana berlangsungnya.
Strategi pembelajaran pemberian tugas ini dimulai dengan guru memberikan tugas yang berupa soal-soal melalui gruop whatsapp kepada seluruh peserta didik sesuai dengan bahan materi yang diajarkan, namun tidak seluruh peserta didik mempunyai handphone ataupun kuota internet, jadi untuk pengumpulan tugas bisa mengantar ke sekolah.
2. Kesiapan Guru PAI dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring a. Mengadakan Sosialisasi tentang Pembelajaran Daring
Berdasarkan hasil penyajian data dapat diketahui bahwa kesiapan guru PAI dalam pelaksanaan pembelajaran adalah salah satunya pihak sekolah mengadakan sosialisasi tentang pembelajaran daring yang mana sosialisasi ini sangat penting dilakukan sebelum dapat melaksanakannya, dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bagaimana sistem yang akan dilaksanakan seperti cara penggunaan aplikasi whatsapp, classroom, googlemeet dan lainnya.
b. Membuat Grup Whatsapp
Berdasarkan hasil penyajian data dapat diketahui bahwa kesiapan guru yang bersangkutan diantaranya adalah membuat sebuah grup whatsapp yang mana nantinya gruop tersebut akan digunakan pembelajaran dan menyebarkan informasi-informasi, pembagian link youtube, pengiriman video, pdf dan gambar yang terkait dengan pembelajaran dan di grup tersebut juga akan berlangsungnya diskusi dan lain sebagainya.
c. Pembuatan RPP
Berdasarkan hasil penyajian data dapat diketahui bahwa guru PAI sebelum melaksanakan pembelajaran perlu mempersiapkan sebuah RPP guna berlangsungnya sebuah pembelajaran yang efektif dan efisien seperti halnya pembelajaran luring yang biasa dilakukan sebelum wabah covid-19. Sebuah pembelajaran daring juga sangat diperlukan adanya RPP guna memanajemen sebuah proses pembelajaran agar lebih terarah. Namun kali ini RPP yang dibuat ialah RPP satu lembar yang mana dalam satu lembar tersebut untuk satu kali pertemuan.