• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Faktor-Faktor Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibarang Kabupaten Brebes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hubungan Faktor-Faktor Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibarang Kabupaten Brebes"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Rekapitulasi Analisis Bivariat Dengan Uji Chi-square Hubungan Antara Faktor-Faktor Lingkungan Fisik Rumah  Dengan Kejadian  Pneumonnia Pada Balita di Puskesmas Jatibarang   Brebes Tahun  2011 No              Faktor Resiko    OR             95 %  Ni

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti apakah faktor lingkungan fisik rumah (luas ventilasi rumah, kepadatan hunian rumah, jenis lantai, jenis dinding, pencahayaan,

Mengetahui hubungan kondisi lingkungan rumah (kepadatan hunian, ventilasi, bahan bakar memasak, jenis lantai, dan kelembaban) terhadap kejadian ISPA pada balita

Hasil uji statistik bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi lingkungan fisik rumah yaitu luas ventilasi, kelembaban,

Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti apakah faktor lingkungan fisik rumah (luas ventilasi rumah, kepadatan hunian rumah, jenis lantai, jenis dinding, pencahayaan,

Hubungan ventilasi dengan kejadian pneumonia meski luas ventilasi yang memenuhi syarat lebih banyak dari pada yang memenuhi syarat yaitu sebanyak 91 hunia (53%)

Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak balita di Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya adalah luas ventilasi kamar

Oleh karena itu perlu penelitian untuk Mengetahui faktor-faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak Balita di wilayah kerja Puskesmas

3 Kondisi fisik rumah Kondisi fisik rumah yang diteliti di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Banjarmasin meliputi ventilasi, kelembaban, dan dinding rumah yang dapat dilihat pada tabel