disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Laporan GAR ITB atas Din sebenarnya disampaikan pada 28 Oktober 2020 lalu. Namun, baru-baru ini diperbin-cangkan publik di media sosial. “Pemerintah tetap mengang-gap Pak Din Syamsuddin itu adalah tokoh yang kritis, yang kritik-kritiknya harus kita deng-ar. Coba kapan pemerintah per-nah menyalahkan pernyataan Pak Din Syamsuddin, apalagi sampai memprosesnya secara
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengeluarkan Pera-turan Presiden yang salah satunya mengatur penerapan sanksi administratif maupun pidana bagi warga yang me-nolak melaksanakan vaksi-nasi COVID-19.
Aturan tersebut tertuang dalam
Peraturan Presiden (Perpres) No-mor 14/2021 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 99/2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pan-demi COVID-19.
Dikutip dari situs setneg. go.id, dalam Perpres yang
diteken pada 9 Februari itu terdapat perubahan pasal yang ditambahkan yaitu pasal 13A dan pasal 13B.
Pasal 13A ayat (1), Kemen-terian Kesehatan melakukan pendataan dan menetapkan sasaran penerima vaksin COVID-19.
Ayat (2), Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasa-ran penerima vaksin COVID-l9 berdasarkan pendataan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) wajib mengikuti vaksi-nasi COVID-19.
Ayat (3), Dikecualikan dari kewajiban sebagaimana di-maksud pada Ayat (2) bagi sasaran penerima vaksin COVID19 yang tidak memen-uhi kriteria penerima vaksin COVID-19 sesuai dengan in-dikasi vaksin COVID-19 yang tersedia. Harga Koran EcEran : Rp.5.000.-Langganan : Rp.55.000,- (Jabodetabek) Luar JabodEtabEK : Rp.
7.500,-Senin, 15 Februari 2021
4
HOTLI NE RE DAKSI: 021 791 967 81
4 WE bSITE:
@i nfoi ndonesia.id
4
FAcE bOOK :@i nfoi ndonesia
4
T WITTE R :@_i nfoi ndonesia
4
IG :@i nfo_i ndonesia.id
`
Penggunaan GeNose Diperluas
YOGYAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menam-bah jumlah stasiun yang akan memanfaatkan GeNose C19 untuk pemeriksaan COVID-19 bagi penumpang kereta api jarak jauh.
Totalnya akan ada delapan stasiun yang memanfaatkan pemeriksaan dengan GeNose.
“Dari dua stasiun yang sudah memanfaatkan GeNose, yaitu di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu Yogyakarta, men-dapat tanggapan antusias dari masyarakat, sehingga peng-gunaan alat ini pun diperluas,” kata Direktur KAI, Didiek Har-tantyo, di Yogyakarta, Minggu
(14/2/2021). segera memanfaatkan GeNose Enam stasiun lain yang per hari ini adalah Stasiun Gam-bir, Solo Balapan, Bandung,
Surabaya Pasar Turi, Cirebon, dan Semarang Tawang. Sep-erti di Stasiun Tugu dan Pasar Senen, tarif yang ditetapkan untuk pemeriksaan GeNose pun sama, yaitu Rp20.000.
Gajah Mada Electric Nose COVID-19 atau GeNose C19 adalah alat screening COV-ID-19 yang diciptakan oleh Uni-versitas Gadjah Mada (UGM), yang meniru cara kerja hidung manusia dengan memanfaat-kan sistem penginderaan (larik sensor gas) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk membedakan pola sen-yawa yang dideteksi.
IN
FO
SU
A
RA
RA
K
YA
T
JAKARTA - Pemerintah berupaya mendorong permintaan dan pena-waran di sektor manufaktur, khususnya otomotif yang lesu karena pandemi COVID-19 dengan kebijakan yang bakal dirilis berupa insentif penurunan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
Kebijakan tersebut telah diteken Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Besaran potongan yang diberikan bertahap mulai Maret hingga De-sember 2021.
”Mengambil momentum pemulihan ekonomi, pemerintah menyiapkan kebijakan insentif pe-nurunan tarif PPnBM,” demikian keterangan tertulis Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Jumat (12/2/2021).
Diskon pajak sebesar 100 persen dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan per-tama, kemudian 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk em-pat bulan.
Otomotif Dapat Stimulus,
Masyarakat Kurang Fulus
Hal tersebut dikatakan Men-ko Polhukam, Mahfud MD, menanggapi polemik laporan Gerakan Antiradikalisme Alum-ni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) atas tokoh Muham-madiyah, Din Syamsuddin, ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dengan tuduhan radi-kal dan anti-Pancasila.
Din Syamsuddin dilapor-kan kepada KASN dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) atas dugaan pelanggaran
4 BeRsamBung ke hal 11 kol. 4
4 BeRsamBung ke hal 11 kol. 1
JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo
sama sekali tidak berniat mempidana
-kan tokoh-tokoh yang kritis terhadap
pemerintah, termasuk tokoh
Muham-madiyah, Din Syamsuddin.
4 BeRsamBung ke hal 11 kol. 4
Yang Menolak Divaksin
Nggak Dapat Bansos
JAKARTA - Peraturan Menteri Kesehatan
tentang vaksinasi mandiri atau vaksinasi gotong royong masih dalam tahap pem-bahasan sematang mungkin.
Pemerintah mengamini permintaan kalangan pengusaha swasta nasional
terkait izin melakukan vaksinasi mandiri terhadap karyawan di lingkungan peru-sahaan masing-masing. Pemerintah akan menerbitkan regulasi berupa peraturan menteri mengenai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 gotong royong.
Rencana vaksinasi gotong royong itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga menjabat Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pe-mulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, di Istana Presiden pada Rabu 3 Februari lalu.
Presiden Joko Widodo sendiri mengakui bahwa bahwa banyak pengusaha di Tanah Air yang meminta agar vaksinasi bisa digelar mandiri yang biayanya ditanggung perusahaan. Jokowi menyadari vaksinasi mandiri dapat mempercepat penanganan pandemi COVID-19.
Vaksinasi gotong royong atau vak-sinasi mandiri akan mencakup penye-diaan layanan vaksinasi COVID-19 gratis oleh perusahaan untuk karyawan. Pemerintah membuka keran mandiri demi mempercepat pelaksanaan vak-sinasi guna mewujudkan kekebalan komunitas atau herd immunity Indonesia terhadap COVID-19.
Permenkes Vaksinasi
Mandiri Digoreng Hati-hati
5
6
INFO OTONOMI INFO OTONOMI INFO LEGISLATIF
TOLERANSI
DI TENGAH
MUSIbAH
MENHUb-bAPPENAS
DUKUNG
SUMSEL
ANGGOTA DPR
DIYAKINI
MAKAN
GAJI bUTA
Penggunaan gajah mada electric nose CoVID-19 atau genose C19 men-jadi salah satu langkah kaI untuk mendukung “screening” CoVID-19 pada transportasi kereta api. (humas PT kaI)
4 BeRsamBung ke hal 11 kol. 1
hukum? Tidak pernah. Dan In-sya Allah tidak akan pernah, karena kami anggap beliau itu tokoh,” kata Mahfud dalam video yang dibuat oleh Humas Polhukam, yang beredar kema-rin (Minggu, 14/2/2021).
Dia tekankan bahwa Din Sy-amsuddin adalah tokoh yang kritis, bukan radikalis. Bahkan, menurutnya, pemerintah san-gat senang terhadap orang kritis
“Pemerintah Insya Allah tidak akan pernah menangkap orang kritis. Yang diproses hukum itu orang yang terbukti melanggar hukum, mau kritis tapi sebe-narnya destruktif,” ucap Mah-fud.
Presiden Joko Widodo
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
4
BiSa JaDi JOKOwi
MeraSa DiBOHONGi
iNFOINDONESIA.ID adalah media massa cetak di bawah payung
PT. DUA SATU PRO
T
ULISAN ini tak ber-maksud mendikotomi antara mahasiswa cer-das dengan prestasi akademiknya, dan mahasiswa progresif dengan prestasi or-ganisasinya. Tulisan ini dimak-sudkan untuk mengindentifikasi kedua karakter tersebut dan potensinya untuk berkolaborasi demi kemajuan bersama.Dua karakter di atas, yakni cerdas sekaligus progresif bisa ada dalam seorang maha-siswa. Sosok seperti inilah yang sangat pas menjadi pemimpin, meski akan langka ditemukan.
Sosok pertama ini saya se-but sebagai mahasiswa ideal. Karakter yang banyak adalah mahasiswa dengan dominan memiliki satu karakter dari ked-uanya. Ada mahasiswa pintar secara akademik namun minus di organisasi, saya menyebut karakter kedua ini sebagai ma-hasiswa cerdas.
Ada pula mahasiswa yang terampil berorganisasi, namun pas-pasan dalam hal akade-mik. Karakter ketiga ini saya sebut dengan mahasiswa pro-gresif.
Namun, ada juga maha-siswa yang tidak dominan di keduanya—tidak cerdas secara akademik, tidak pula menonjol di bidang organisasi. Karakter keempat seperti ini lebih ban-yak menjadi pengikut (follower). Saya menyebutnya sebagai mahasiswa kebanyakan.
Keempat karakter yang saya definisikan di atas—mahasiswa ideal, mahasiswa cerdas, ma-hasiswa progresif, dan maha-siswa kebanyakan—tentulah memiliki potensi dan proyeksin-ya masing-masing. Mahasiswa ideal layaknya menjadi pem-impin ideal. Mahasiswa cerdas pas menjadi ilmuwan, analis, akademisi, konsultan, profe-sional dan penemu.
Mahasiswa progresif akan berproyeksi menjadi aktivis in-telektual, politisi, usahawan, pekerja sosial serta pemimpin sosial dan struktural.
Sementara itu, mahasiswa
kebanyakan potensial men-jadi pengikut dari ketiga karak-ter mahasiswa sebelumnya. Fungsi supporting, akan lebih banyak diperankan oleh karak-ter ini.
Potensi dan proyeksi keem-pat karakter mahasiswa di atas tentulah bukan hal yang final. Bukankah tak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan itu sendiri? Akan tetapi jika mencermati kondisi kekinian, keempat karakter mahasiswa di atas berikut potensi dan proyek-si ke depannya mengarah ke hal-hal yang disebutkan di atas.
Namun, bagaimana jika sosok mahasiswa ideal dengan kecer-dasan dan kejeniusan di atas rata-rata sekaligus aktif di organ-isasi semakin langka atau bah-kan tidak ditemubah-kan sama sekali pada rentang waktu tertentu?
Bagaimana pula seandainya, hanya ada mahasiswa dengan IPK super tinggi, mahasiswa yang aktif berorganisasi dan berdemonstrasi lalu sisanya mahasiswa ‘kupu-kupu’ (kuliah pulang, kuliah pulang) saja? Skenario kepemimpinan apa dan bagaimana yang sepa-tutnya dapat diwujudkan?
Sebelum menjawab pertan-yaan-pertanyaan yang rumit dan kompleks di atas, alangkah baiknya kita sedikit reflektif se-jenak. Para ahli pun sesung-guhnya masih berdebat soal bagaimana kepemimpinan ide-al diciptakan.
Para ahli pun ada yang berpan-dangan bahwa pemimpin dapat dibentuk melalui sistem kade-risasi atau dibentuk oleh lingkun-gan sekitarnya. Olehnya, semua orang bisa menjadi pemimpin. Pandangan ini dikenal sebagai cara pandang liberal.
Adapula sekelompok ahli yang percaya bahwa kepem-impinan bersifat ‘genetik’, di-wariskan berdasarkan garis keturunan dengan harapan
keunggulan-keunggulannya se-bagai pemimpin pun turut ditu-runkan. Pandangan jenis ini la-zim dikenal sebagai pandangan konservatif.
Kedua cara pandang tersebut masih lazim diyakini dan diprak-tikkan oleh banyak masyarakat. Terakhir, sejarawan fenomenal sekaligus kontroversial Yu-val Noah Harari mengatakan dalam Sapiens, bahwa: “baik yang dibilang konservatif, mau-pun yang dilabeli dan mendaku liberal, sama-sama memuja— apa yang disebutnya sebagai salah satu yang membuat sp-esies Sapiens mampu bertahan hidup dan adidaya dari spesies lain: fiksi dan mitos”.
Baik yang mengusung bah-wa semua manusia sama/ setara dan ada manusia ung-gul, kata Harari, adalah sama-sama mengusung fiksi. Karena secara biologis dan genetis, DNA manusia sudah pasti ber-beda alias tidak ada yang sama sekaligus punya keunggulan masing-masing.
Namun, luar bisanya, justru karena kemampuan mengelola ‘yang fiksional dan mitologis’ itulah yang menjadi salah satu faktor manusia (Sapiens) mam-pu bertahan hidup dan menjadi unggul dari spesies lainnya.
Dengan begitu, Harari ingin mengatakan bahwa tidak ada kesetaraan apalagi kesamaan secara biologis dan genetis se-bagaimana klaim kaum liberal.
Tidak ada pula keunggulan hierarkis yang bersifat tetap ala kaum konservatif. Pun, kalau dianggap ada, itu hanya diada-adakan untuk kepentingan tert-entu melalui strategi penciptaan mitos.
Sekali lagi, kata Harari, itu hanyalah strategi bertahan hidup dan juga strategi untuk berkuasa (the strategy to sur-vive and the will to power).
Bahkan, dalam model me-milih pemimpin sekalipun hing-ga hari ini tak sama. Monarki dan demokrasi masih tarik ulur. Bahkan, tak sedikit yang mencoba berdamai dengan
menggabungkan monarki dan demokrasi.
Maka lahirlah demokrasi kon-stitusional. Belum lagi model seperti RRC yang mengga-bungkan sistem politik yang ter-tutup dan sistem ekonomi yang terbuka. Lebih rumit lagi. Intinya tak ada sistem yang baku dan fix serta menjadi role model un-tuk semua.
Terlebih lagi, makin kesini, kolaborasi kreatif baik secara sistem maupun aktor makin menunjukkan tingkat keber-hasilannya menghadapi tantan-gan zaman. Mengutip Nassim Nicholas Taleb penulis Black Swan, dunia yang kita hidupi hari ini adalah dunia yang se-makin kompleks dan penuh ketidakpastian (the age of com-plexity and uncertainty). Olehn-ya, salah satu hal yang perlu disiapkan adalah bagaimana menghadapi kompleksitas dan ketidakpastian itu. Rumit kan?
Abad XXI sering dibilang abadnya informasi dan teknolo-gi. Budaya manusia di-drive oleh teknologi. Orang-orang banyak menyebutnya sebagai teknologi digital dan kecer-dasan buatan. Hal ini dapat mengalahkan kecanggihan dan kecerdasan manusia itu sendiri.
Dengan kompleksitas, ketidakpastian dan hidup ser-ba cepat di aser-bad informasi ini, maka menjadi mahasiswa cer-das atau progresif saja seper-tinya tidaklah lagi relevan. Men-jadi mahasiswa di abad XXI ini rupanya mesti juga berpeng-etahuan dan berketerampilan kompleks jika ingin tetap rel-evan dan kontekstual dengan perkembangan zaman.
Gerak zaman sepertinya men-untut hadirnya mahasiswa ideal dengan kecerdasan intelegensia dan kecerdasan emosional yang mumpuni sekaligus. Mahasiswa ‘sepotong-sepotong’ dengan mengandalkan kecerdasan dan/ atau kemampuan organisasional saja tak cukup.
Apalagi mahasiswa yang tak punya keunggulan dari kedu-anya alias mahasiswa
keban-yakan. Sudah dipastikan maha-siswa tipe terakhir akan menjadi follower dan konsumen saja. Ibarat daun kering, di mana angin berhembus di situ pula mereka berterbangan.
Bicara soal mahasiswa dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, saya tak bisa tak mengingat pesan Professor B.J. Habibie. Ilmuwan sekaligus mantan presiden Indonesia pe-milik IQ di atas ilmuwan seka-liber Einstein dan Newton serta IQ di atas presiden-presiden dunia sekelas Abraham Lincoln itu memiliki dua kata kunci: pen-didikan dan pembudayaan.
Selain itu, dua kata kunci selan-jutnya adalah penguasaan iptek dan imtak (Iman dan takwa) pada setiap SDM Indonesia. Itulah ka-pasitas manusia Indonesia yang dicita-citakan ilmuwan jenius sekaligus presiden ber-IQ terting-gi yang pernah dimiliki Indonesia dan dunia tersebut.
Darinya, kita belajar bahwa tak cukup dengan menjadi ma-hasiswa cerdas saja, tak cukup pula dengan menjadi mahasis-wa baik-baik saja, termasuk baik dalam hal ber-organisasi.
Lantas, bagaimana jika sosok mahasiswa ideal tersebut sulit terbentuk dengan segala fak-tor, tantangan dan syarat-syarat khusus yang merintanginya?
Kembali ke Sang Bijak yang senantiasa menasehati agar di tengah segala kekurangan untuk berkolaborasilah. Ber-gotong royonglah adalah kosa kata yang lekat di ingatan bang-sa Indonesia.
Bahwa mahasiswa cerdas butuh mahasiswa progresif un-tuk mobilitasnya. Di sisi lain, mahasiswa progresif butuh ma-hasiswa cerdas untuk meman-tapkan analisanya. Sementara itu, mahasiswa kebanyakan bu-tuh kehadiran kolaboratif kedu-anya untuk mereka ikuti.
Pada akhirnya, mahasiswa ideal kita syukuri jika ada. Pun jika tidak hadir, biarlah menjadi cita-cita seperti bintang-bintang di langit yang eksis dan indah hanya di malam hari. l
D
ENGAN populasi se-tidak nya 70 juta jiwa, masyarakat adat di In-donesia merupakan kelompok rentan terhadap penyebaran penyakit dan kematian karena pandemi COVID-19.Namun, selama wabah ini, pemerintah Indonesia tidak me-nunjukkan perhatian khusus terh-adap kelompok masyarakat adat. Ini terlihat dari minimnya pan-duan kesehatan yang khusus bagi masyarakat adat, data-data penyebaran atau kematian pada masyarakat adat, hingga ketidakjelasan dalam pembe-rian vaksinasi untuk mereka.
Tidak menutup kemungki-nan, dari 31.976 kasus kema-tian saat ini karena COVID-19, ada yang merupakan bagian dari masyarakat adat.
Masyarakat adat di seluruh dunia, yang berjumlah setidakn-ya 476 juta orang, mengalami kerentanan karena COVID-19.
Di Brasil, lebih dari 47.000 orang di masyarakat adat ter-infeksi virus corona dan 953 di antaranya meninggal.
Hingga Februari, virus ini telah menjangkiti lebih dari 161
kelompok masyarakat adat di negara tersebut.
Kerentanan ini terjadi karena kelompok masyarakat adat ti dak memiliki jangkauan infor masi dan akses kesehatan yang baik pada masa COVID-19.
Hal ini juga dialami oleh masyarakat adat di Indonesia.
Karena kebanyakan berdiam pada daerah yang sulit dijang-kau dan terpencil, mereka sulit mendapatkan akses kesehatan sehingga sangat rentan terha-dap penyakit menular dan tidak menular.
Belum lagi, terbatasnya akses terhadap sanitasi, seperti air ber-sih untuk cuci tangan, sabun dan disinfektan, yang merupakan salah satu pencegahan utama dari penyebaran virus.
Memasuki bulan kedua pem-berian vaksin, pemerintah Indo-nesia seharusnya serius dalam mencegah penyebaran virus dan kematian bagi masyarakat adat dan memasukkan masya-rakat adat ke dalam prioritas penanganan COVID-19.
Bukan prioritas vaksin Bulan Januari, Kementerian
Kesehatan telah mengumum-kan pemberian vaksinasi ke dalam 4 tahapan.
Pemberian vaksinasi tahap 1 dan 2, berlangsung pada Jan-uari-April, untuk para tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik, dan kelompok usia lan-jut (di atas 60 tahun) – untuk kelompok usia lanjut baru dimu-lai pekan ini.
Tahap 3 dan 4, mulai April 2021-Maret 2022, akan diberi-kan kepada masyarakat umum yang rentan dari aspek geo-spasial, sosial, dan ekonomi, serta masyarakat umum lainn-ya sesuai dengan ketersediaan vaksin.
Pengelompokan ini berdasar-kan atas peta jalan yang dike-luarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu WHO Strate-gic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE), dan hasil kajian dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group).
Sayangnya, dalam pen-gelompokan ini, masyarakat adat tidak masuk ke dalam pri-oritas penerima vaksin tahap 1 maupun tahap 2, atau bahkan disebutkan secara spesifik.
Sementara, atas dasar prin-sip-prinsip kesetaraan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) me-re komendasikan kelompok ma-syarakat dengan kerentanan aspek geospasial, sosial, dan ekonomi, yaitu orang miskin, pekerja migran, tunawisma, ke lompok masyarakat adat (kelompok di pedesaan dan
wilayah terpencil), dan kelom-pok seksual minoritas.
Kelompok ini termasuk se-bagai penerima vaksin priori-tas, setelah tenaga kesehatan, orang tua dan kelompok komor-biditas atau status kesehatan yang ditentukan secara signifi-kan berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah atau kematian.
Di beberapa negara, sep-erti Amerika Serikat, Kanada, dan Brasil (kawasan Amazon), pemerintah sudah memasuk-kan masyarakat adat, bahmemasuk-kan hingga ke wilayah terpencil, se-bagai penerima vaksin tahapan awal.
Kerentanan dan kematian masyarakat adat menjadi per-timbangan serius di negara-negara tersebut.
Tidak ada data
Indonesia termasuk ke dalam negara terjangkit transmisi lo-kal. Meski demikian, belum ada laporan resmi dan spesifik atas kasus positif maupun ke-matian akibat COVID-19 pada masyarakat adat.
Ketika menggunakan kata kunci “masyarakat adat” dalam
pencarian di laman Kemente-rian Kesehatan, tidak ada infor-masi dan data spesifik terkait dengan penanganan khusus bagi masyarakat adat.
Padahal, tercatat 1.128 ko-munitas etnik/suku di berba-gai wilayah Republik Indone-sia, atau 50 hingga 70 juta orang merupakan anggota masyarakat adat.
Tidak adanya kepastian data ini akan berakibat buruk bagi penjangkauan masyarakat adat terhadap vaksin.
Terlebih lagi, Kementerian Kes-ehatan akan menggunakan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang semakin menyulitkan jang-kauan vaksin ke kebanyakan kelompok masyarakat adat.
Hal ini karena sebagian besar masyarakat adat masih tinggal di dalam kawasan hutan (teriso-lasi) dan tidak mempunyai kartu tanda penduduk (KTP). Otoma-tis, mereka tidak masuk dalam data DPT.
Masalah lainnya, masih ada sengkarut data DPT pada pemi-lu (Pilpres) sebepemi-lumnya.
Situasi ini bisa berujung
ke-pada tidak terpenuhinya asas national equity atau kesetaraan nasional yang sudah direko-mendasikan oleh WHO. Resiliensi secara mandiri
Akibat minimnya perhatian dari pemerintah, masyarakat adat menghadapi penyebaran virus ini berdasarkan adat dan kepercayaan lokal mereka.
Mereka menggunakan prak-tik tradisional dan pengetahuan lokal untuk menemukan solusi atas pandemi.
Salah satu contoh yang ber-hasil adalah komunitas adat Baduy Dalam di Banten, yang terkenal sebagai kelompok masyarakat yang tinggal teriso-lasi dan hampir tanpa teknologi.
Dengan jumlah penduduk mencapai 11.724 orang, para pemuka adat menyampaikan bahwa belum ada laporan kasus COVID-19 dari komunitas ini.
Sejak ditemukan kasus COV-ID-19, masyarakat Baduy sudah melakukan Ritual Kawalu, ritual adat yang mirip dengan model lockdown, yaitu melarang atau menutup akses masuk dari dan keluar desa mereka. l
2
Senin, 15 Februari 2021
MaHaSiSwa CerDaS DaN PrOGreSiF
Mempersoalkan Keputusan Pemerintah Tak Prioritaskan Vaksinasi COViD-19 untuk Masyarakat adat
TAJUK
OPINI
lPenDiRi Waherman St. Mangkuto, H. Zainuddin lDiReKTuR Usman Rizal lPeMiMPin PeRuSAhAAn Kiki Ibrahim lPeMiMPin ReDAKSi Aldi Gultom lWAKil PeMiMPin ReDAK-Si Rio Taufiq Adam ReDAKTuR PelAKSAnA Widya Victoria ReDAKTuR Aprilia Rahapit, Hadits Abdillah, Hesti Dimalia, Rusdiyono, Erwin, Benni Martha Daya, Yuliani lRePORTeR
Rifky Ilmi, Pras Budi Presetya, Ahmad Yani, Yuni Watiana, Mario Ananta, Khoirur Rozi, Rahmad KR, Iwan Fals, Heni Elsa Wulandari, Dedy Sagita, Nina Iskandar, Jifran, Dian Taresa
(Kalimantan Tengah), Zaki (Kalimantan Timur), Basri (Kalimantan Utara), Rizky Ananda (Nusa Tenggara Barat), Abu Bakar Usman (Kepulauan Bangka Belitung) lKePAlA BiRO infO
SulAWeSi Wulandari D lKePAlA BiRO infO BAli-lOMBOK Anugrah Dani lKePAlA BiRO infO PAPuA Nurmanto W lKePAlA BiRO infO BATAM Abu Bakar lKePAlA BiRO infO KAliMAnTAn Zaki DD lKePAlA BiRO infO JAWA Adji Sumarno lKePAlA BiRO infO SuMATeRA Raden Mohd Solehin lfOTOGRAfeR M. Iqbal lDeSAin ViDeO GRAfiS Al Amin lKeuAnGAn DAn ADMiniSTRASi Niken lSeKReTARiS ReDAKSi Niken lDiViSi PenGeMBAnGAn iT Oemar lDiSTRiBuSi Abdul Muhctar lBAnK AccOunT A/n PT. DUA SATU PRO BCA : No Rek : 553-068-2121 KCP Otista Jakarta Timur lAlAMAT Jalan Raya Kalibata No. 8 Jakarta Selatan (12750) lTelP 021-79196781 lfAx 021-79196786
lhARGA iKlAn fc : Rp 45.000/mm lBW Rp 40.000/mm lTWiTTeR @_infoindonesia lfAceBOOK infoindonesia.id linSTAGRAM@info_indonesia.id leMAil redinfoindonesia@
gmail.com [email protected]
S
ITUASI pandemi mem-buat orang lebih banyak tinggal di rumah, ada yang work from home (WFH) atau sekolah online. Yang harus bekerja keluar rumah pun sete-lah pulang umumnya segan ke mana-ma-na. Mereka m e n o n t o n televisi, buka laptop, atau asyik bermain dengan layar gadget masing-masing. Konsumsi berita pun m e n i n g k a t setelahCov-id-19 merebak dan mobilitas orang menyusut. Penonton pro-gram berita di layar TV, menurut lembaga survey AC Nielsen, meningkat 25 persen per Maret 2020. Begitu halnya dengan program-program hiburan, pen-didikan, dan rohani. Secara umum, diperkirakan penonton TV meningkat 50 persen sepan-jang 2020.
Bisnis televisi masih cukup kokoh. Bukan hanya jum-lahnya yang meningkat, du-rasi pemirsa menonton TV pun semakin pan jang. Hary Tanoesoedibjo, Founder dan sekaligus Executive Chaiman MNC Group, dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) menye-butkan, secara rata-rata durasi menonton TV itu meningkat 12 persen dan mencapai 5 jam 46 menit per hari.
Kenaikan konsumsi berita online, menurut Hary Tanoe, juga terdongkrak 40 persen selama pandemi. Banyak yang mengakses langsung ke akun media pers, namun tak kurang juga yang mengakses melalui agregator,semacam Yahoo dan Google, atau mengunduhnya lewat platform media sosial.
Tak berarti bisnis pers
berkibar-kibar. Di tengah lon-jakan minat audience itu, pen-erimaan iklan media justru terpuruk akibat pandemi yang memukul sektor industri, perda-gangan, pariwisata, konstruksi, properti, dan banyak sektor bisnis lainnya. “Belanja iklan nasional turun drastis antara 30-40 persen,” kata Hary Tanoe, Senin (8/2/2021). Fakta-fakta itu disampaikan Harry Tanoe dalam acara Konvensi Media Massa, yang di-gelar secara virtual sebagai satu acara dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Pandemi Covid-19 ini jelas me-mukul seluruh bisnis media dan pers, tentu dengan keparahan yang berbeda.
Volume kue iklan itu sendiri, pada 2019 nilainya Rp168 triliun (gross), mengacu price list resmi yang pada prakteknya sering didiskon 25--35 persen, pada 2019. Namun, angka itu masih sangat besar. Dari jumlah itu,78 persen masuk ke iklan TV, 12 persen diserap oleh media online, dan selebihnya untuk media cetak, radio,dan media luar ruangan (outdoor).
Situasi sontak berubah di 2020. Industri televisi, menurut Hary Tanoe, masih menangguk yang terbesar 72 persen. Media online menye-dot 20 persen dan selebihnya untuk media cetak, radio, dan outdoor. Bagi media cetak situasi ini tentu seperti puku-lan bertubi-tubi, yakni karena pembacanya menyusut, kue iklan nasional mengecil, dan porsi untuk media cetak pun menciut. Tak heran bila se-jumlah media cetak hijrah total ke online. l
Ketika Platform
Menelan Semua
Konten
“Bahkan, dalam model
memi-lih pemimpin sekalipun hingga
hari ini tak sama. Monarki
dan demokrasi masih tarik
ulur. Bahkan, tak sedikit yang
mencoba berdamai dengan
menggabungkan monarki dan
demokrasi”.
Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman nasrullah
Oleh: niKODeMuS niKO
Mahasiswa Doktoral Sosiologi, Program Pascasarjna Universitas
Padjajaran
Oleh: nASRullAh
Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman
Oleh: PuTuT TRi huSODO
“Melaporkan ASN (aparatur sipil negara) ataupun warga ne-gara lainya yang kritis dengan tuduhan radikal tentu sangat kontra produktif dengan perny-ataan presiden sendiri yang menginginkan rakyatnya kritis, bertentangan juga dengan alam demokrasi, dan bahayanya akan jadi modus kriminalisasi sekaligus cara memberangus lawan politik dan pihak-pihak yang dianggap bersebrangan kepentingan dengan kelom-pok yang berkuasa,” kata pria yang biasa disapa Ustadz Jeje dalam keterangannya, Sabtu (13/2/2021).
Ketua MUI Bidang Seni dan
Budaya ini mengungkapkan, jika karena bersikap kritis dan korektif atas kebijakan pemerin-tah yang menyimpang dari prin-sip-prinsip keadilan bernegara dilaporkan sebagai radikal, maka sama saja dengan mem-bunuh kewajiban amar maruf nahyi munkar yang dijamin pada negara demokrasi ini.
“Jangan sampai menjadi pre-seden buruk bagi orang-orang yang berjasa dan cinta pada ne-gara jadi korban pelaporan atas tuduhan radikal, hanya karena kritis dan vokal terhadap kebi-jakan yang tidak pro rakyat,” ujarnya.
Stigma Din Syamsuddin
se-bagai tokoh radikal pun diden-gungkan lebih kencang oleh para buzzaer rupiah. “Setelah FPI, Buzzer Rp juga menyerang tokoh Muhammadiyah seperti Din Syamsuddin dengan tud-ingan radikal,” kata pengamat politik, Nazar El-Mahfudzi,
melalui keterangannya, Minggu (14/2/2021).
“BuzzerRP sengaja meny-erang Din Syamsuddin dengan tudingan radikal untuk menggir-ing opini bahwa Muhammadi-yah itu radikal. Para BuzzerRp juga mengaitkan para
Muham-madiyah drngan Wahabi,” ung-kapnya.
Menanggapi hal ini, Men-teri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhu-kam) Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah tidak takut dikritik oleh tokoh manapun dan
tidak menjadikan para peng-kritik tersebut sebagai tokoh radikalisme termasuk dengan kasus yang terjadi pada Din Sy-amsuddin.
“Pemerintah tdk prnh men-ganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radika-lisme. Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathi-yyah Islam) yg jg diusung oleh Pemerintah. Dia jg penguat sikap Muhammadiyah bhw In-donesia adl “Darul Ahdi Was-syahadah”. Beliau kritis, bkn radikalis,” tulis @mohmah-fudmd dalam akun Twitternya, Sabtu (13/2/2021).
Mahfud juga menceritakan, sempat sejumlah orang yang mengaku dari ITB menyampai-kan masalah Din Syamsud-din kepada Menteri Pendaya-gunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, namun hal itu tidak ditanggapi.
“Pak Tjahjo mendengarkan sj, namanya ada orng minta bic-ara utk menyampaikan aspirasi ya didengar. Tp pemerintah tdk menindaklanjuti apalagi
mem-roses laporan itu,” tulis. Sebelumnya GAR ITB meng-klaim mendapatkan dukungan lebih dari 2000 orang alumni ITB untuk melaporkan Din Sy-amsuddin. Dakam laporan ke-pada KASN dengan tebal 37 halaman itu menyebut bahwa Din Syamsuddin telah melang-gar substansi atas norma dasar, kode etik, kode perilaku ASN dan atau pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Din Syamdussin memang saat ini masih dalam status ASN yaitu sebagai dosen di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun di ITB statusnya sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA).
Pelaporan itu kembali men-cuat setelah GAT ITB meminta kepada KASN serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengambil tindakan atas pelaporan tersebut. Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka bernomor 10/Srt/GAR ITB/I/2021 yang diteken seban-yak 1.977 alumni ITB berbagai jurusan dan angkatan.l
3
Senin, 15 Februari 2021
INFO
NASIONAL
JAKARTA - Partai
Kebang-kitan Bangsa (PKB) kini tengah membidik presenter Raffi Ahmad dan penyanyi Agnes Monica untuk Pemili-han Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Hal ini diungkapkan Sekretaris Bidang Gerakan Sosial dan Kebencanaan PKB, Luqman Hakim.
Hal itu merespon ke-curigaan Partai Demokrat yang menyebut pembatalan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) karena Presiden Joko Widodo me-miliki agenda untuk mema-jukan Gibran Rakabuming Raka di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024.
“Saat ini baru awal 2021, masih jauh menuju 2024. Tapi kalau dipaksa bicara Pilgub 2024, PKB sudah menyiapkan beberapa kader mumpuni,” ujar Luqman ke-pada wartawan, kemarin.
“Dari luar unsur partai,
PKB juga melirik artis Rafi Ahmad dan Agnes Mo untuk ditimang sebagai cagub DKI Jakarta 2024,” imbuhnya
Sedangkan nama kader internal yang disiapkan PKB. Mereka adalah Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Ket-ua Komisi VI DPR RI Faisol Riza, Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamrizal, Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiyallah Ilyas.
Luqman mengatakan, ke-curigaan Partai Demokrat atas dugaan kepentingan
kekuasaan di balik tak dilan-jutkannya pembahasan RUU Pemilu itu terlalu spekulatif dan mengada-ada. Jika pun benar Gibran berniat maju, Luqman menilai siapa pun memiliki hak politik yang dilindungi konstitusi. Partai koalisi, kata Luqman, tidak punya kepentingan atas itu.
“Dugaan soal kaitan peng-hentian revisi UU Pemilu dan Pilkada dengan kepentingan Pak Jokowi akan jadikan Gibran Gubernur DKI 2024, itu yang bisa jawab ya Pak
Jokowi sendiri. Partai koalisi pemerintah tidak pada posisi kepentingan seperti itu,” ka-tanya.
Adapun alasan PKB ber-sikap menunda pemba-hasan RUU Pemilu karena pemerintah perlu konsentrasi menangani pandemi COV-ID-19 dan berserta dampak ekonominya. Oleh karenan-ya, tidka benar jika disebut partai koalisi terlibat dalam kepentingan kekuasaan sep-erti yang dicurigai selama ini. “Partai-partai koalisi pe-me rintah yang lain tentu memahami situasi ini dan ka-renanya memberikan dukun-gan penuh agar agenda pemerintah ini berhasil ce-merlang sehingga kesehatan dan ekonomi rakyat dapat dipulihkan kembali. Menurut PKB, keputusan ini sama sekali tidak ada agenda kepentingan politik personal seperti yang dispekulasikan itu,” tutup Luqman.l
raffi ahmad dan agnes Mo Didorong
Lawan anies Baswedan di Pilgub DKi
JAKARTA - Partai
pen-dukung pemerintah tolak membahas RUU Pemilu dan ngotot menjadikan Pilkada di
tahun 2022 dan 2023 men-jadi Pemilu 2024 lantaran terbentur anggaran. Poltisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Aziz mengatakan penundaan pilkada 2022 dan 2023 menjadi 2024 dikarena-kan persoalan kesiapan ang-garan pemerintah.
Sebab, untuk pelaksanaan pilkada 2022 dan 2023 dibu-tuhkan anggaran yang besar. Apalagi, sambung dia jumlah wilayah yang melaksanakan pilkada mencapai ratusan wilayah. “Sejak setahun
tera-khir. negeri ini dilanda pan-demi covid 19. Sudah tentu berpengaruh besar terhadap perekonomian pemerintah,” katanya, Ketika dihubungi, ke-marin.
Senada, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI, Nurhasan men-gatakan, saat ini pemerintah sedang berjuang menuntas-kan wadah COVID-19, sehing-ga angsehing-garan terserap untuk menangani virus tersebut.
“Penundaan pilkada past-inya dikarenakan banyak hal yang harus dipertimbangkan.
Misalkan kondisi pandemi saat ini yang sangat berpen-garuh besar terhadap kondisi sosial masyarakat,” sindirnya.
Anggota Komisi D DPRD DKI itu menambahkan, den-gan kepastian pilkada dihelat pada 2024 pertarungan cagub akan menjadi semakin sengit dan penuh kejutan. Sebab, diyakini anggota dewan yang terpilih dari dapil Jaksel itu, tokoh-tokoh di DKI pun diya-kininya akan bermunculan menjelang pilkada DKI digelar pada 2024 mendatang.l
Pilkada Serentak di Pemilu 2024 Karena
Pemerintah Tidak Punya anggaran
4
Sudah Habis untuk Dipakai untuk COVID-19
JAKARTA - Politik karangan bunga kembali terjadi. Kali ini terjadi di kediaman Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moel doko. Rumah Moeldoko di Jalan Terusan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, ban-jir dikirimi karangan bunga.
Secara umum, pesan dalam karangan bunga berisi dukun-gan moril dan penyeman-gat kepada Moeldoko yang belakangan dikaitkan den-gan upaya kudeta di Partai Demokrat. “Maju terus Pak Moeldoko, salah satu putra terbaik bangsa,” bunyi salah satu pesan dalam karangan bunga yang dikirimkan ke ru-mah Moeldoko.
“Maju terus, pantang mun-dur,” tulis pernyataan lain dalam bunga. Bahkan, pesan dukungan itu diklaim datang dari warga Indonesia yang tinggal di luar negeri sep-erti Australia dan Amerika. Dukungan juga muncul dari kalangan sukarelawan Pres-iden Joko Widodo (Jokowi).
Maraknya karangan bunga
Politik Karangan Bunga
untuk redam isu Kudeta
TuDuHaN raDiKaL MODuS Baru
PeMeriNTaH BuNGKaM PeNGKriTiK
4
Gunakan BuzzerRp untuk hasilkan Stigma yang Kuat di Masyarakat
ini dikritisi oleh pakar telema-tika, Roy Suryo. Ia menyindir para pengirim karangan bun-ga tersebut untuk tidak lupa membayar ke tukang bunga.
“Kasihan saja, rakyat kecil di era pandemi sekarang ini men-jadi korban (tukang bunga, red) dari ulah orang yang tidak ber-tanggung jawab (tidak memba-yar, red),” sindir Roy.
Sementara menurut anali-sis Hersubeno Arief karangan bunga tersebut bukan sekedar untuk mendukung tetapi juga
ada indikasi politik adu dom-ba.Banjirnya karangan bunga ini juga mengingatkan publik atas yang pernah terjadi pada Ahok saat dirinya kalah dalam Pilkada. Ahok juga dibanjiri kiriman bunga dari berbagai nama.
Hal itu juga semakin men-gundang kecurigaan publik bahwa ada cukong diba-lik politik kiriman karangan bunga. “Kira-kira siapa diba-lik politik kiriman bunga ini?” tanya Hersubeno.l
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama ketua umum majelis ulama Indonesia (muI) ma’ruf amin (kiri) dan ketua Dewan Pertimbangan muI Din syamsuddin saat acara peletakkan batu pertama proyek pembangunan menara muI di Bambu apus, Jakarta, kamis (26/7/2018) silam. (antara/Puspa Perwitasari)
JAKARTA - Din Saymsuddin dituduh
sebagai tokoh radikalisme oleh
Ger-akan Anti Radikalisme (GAR) Alumni
iTB ke Komisi Aparatur Sipil
nega-ra (KASn) dinilai sebagai canega-ra baru
pemerintah bungkam pengkritik lawan
politiknya. hal itu diungkap oleh Wakil
Ketua umum Pimpinan Pusat
Persatu-an islam (PP Persis) Jeje Zaenudin.
”Aktivitas buzzer di media sosial yang
menjadikan penyediaan informasi
berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah,
bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain
sejenis sebagai profesi untuk
mem-peroleh keuntungan, baik ekonomi
maupun non-ekonomi, hukumnya
haram,”
Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun niam Sholeh
Raffi ahmad, anies Baswedan dan agnes mo
karangan bunga yang dikirim ke rumah kepala staf kepresidenan (ksP) moeldoko, Jalan Terusan lembang, menteng, Jakarta Pusat
INFO
OTONOMI
4
Senin, 15 Februari 2021
BANDARA SINGKAWANG
DAPAT KUCURAN RP100 M
“Saya berharap
kerja sama dari
semua pihak agar
pembangunan
bandara tahap dua ini
bisa berjalan dengan
baik dan lancar”
Wali Kota Singkawang
Tjhai Chui Mie
PONTIANAK - Wali Kota Singkawang
Tjhai Chui Mie mengatakan, Pemkot
Singkawang mendapat kucuran
dana Rp100 miliar dari pusat. Pada
penganggaran tahap dua ini, kata
dia, sudah ada pemenang tender
sehingga siap dilaksanakan.
NAMUN sebelum dilaksana kan, akan dilakukan sosialisasi agar masyarakat Singkawang bisa mengetahuinya. “Saya berharap kerja sama dari se mua pihak agar pembangunan bandara tahap dua ini bisa ber jalan dengan baik dan lancar,” kata dia, Jumat (12/2/2021).
Kepala Kantor Bandar Udara (UPBU) Kelas II Tebelian Sin tang Fatah mengatakan, keg iatan sosialisasi ini diadakan dalam rangka mempersiapkan pembangunan bandara baru
Singkawang. Pihaknya juga telah melaksanakan koordina si terkait dengan pengamanan Pembangunan Proyek Strat egis Nasional (PPS) dengan pihak terkait yaitu dengan Ke jati Kalbar.
Program pembangunan Ban dara Baru Singkawang tahun ini antara lain, pekerjaan pembua tan drainase dan bronjong sisi udara, lanjutan pekerjaan clear ing dan grubbing sisi udara.
“Kemudian pekerjaan cut and fill sisi udara dan pekerjaan
manajemen konstruksi pem bangunan Bandar Udara Sing kawang sisi udara,” ujarnya.
Seluruh anggaran dalam keg iatan pembangunan Bandara Kota Singkawang tahun ini dibebankan kepada DIPA Kan tor UPBU Tebelian Sintang
dengan jumlah Rp100 miliar. Tahapan selanjutnya, pro gram 2022 pekerjaan konstruk si landasan pacu 1000x30 me ter, apron taxiway runway end, lanjutan clearing dan grubbing dan timbunan tanah.
“Semoga dengan adanya keg
iatan pembangunan Bandara Baru Kota Singkawang dapat menjadi bagian dalam mema jukan pembangunan Kota Sing kawang,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Per hubungan Singkawang Petrus Yudha Sasmita mengatakan, pembangunan bandara baru di Singkawang telah direncanakan cukup lama. Terhitung sejak Pemerintahan Kota Singkawang berdiri. Dengan terbitnya SK Menteri Perhubungan RI Nomor 1024 tahun 2018 tentang Pene tapan Lokasi Bandar Udara Baru di Singkawang, proses realisasi bandara ini memasuki babak baru.
“Kota Singkawang memper oleh harapan pada Februari 2019 lalu, dengan nomentum acara pencanangan bandara oleh Bapak Menteri Perhubun gan RI,” katanya. l
ACEH BESAR – Badan Pu sat Statistik (BPS) Aceh men catat tingkat kemiskinan di Aceh, per Maret 2020, 14,99 persen. Angka tersebut men galami penurunan dari tahun 2019 yang sebesar 15,01 pers en. Jumlah penduduk miskin di Aceh pada Maret 2020 seban yak 814.910 orang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bap peda) Aceh Ahmad Dadek menyatakan, tahun ini angga ran untuk menurunkan angka kemiskinan di Aceh menca pai Rp9,384 triliun. Anggaran pengentasan kemiskinan itu berasal dari tiga sumber. Yakni
Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), APBN dan dana Corporate Social Re sponsibility (CSR) perusahan daerah, swasta dan BUMN.
Dia menjelaskan dalam APBA 2021, terdapat enam kegiatan prioritas untuk men urunkan angka kemiskinan di Aceh ke angka 14,5 persen. Rinciannya, Rp3,499 triliun untuk membantu menekan pengeluaran masyarakat miskin. Rp384 miliar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Rp3,704 triliun untuk meningkatkan sumber daya masyarakat miskin.
Rp386 miliar untuk penanga
nan dampak bencana. Rp21 miliar untuk menjaga stabili tas pangan. Terakhir, Rp1,387 triliun untuk menekan biaya
transaksi ekonomi.
“Pemerintah Aceh terus beru paya memaksimalkan angga ran yang dialokasikan dalam
APBA, khususnya menyentuh langsung pada permasalahan yang ada,” katanya.
Anggaran pengentasan ke mis kinan di Aceh dari dana APBN jumlah mencapai Rp1,283 triliun. Sementara, dari CSR perusa haan sebesar Rp41 miliar.
Dia optimistis dengan berba gai program yang dianggarkan pada tahun ini, upaya mene kan angka kemiskinan bisa terwujud. Dia menambahkan, jika mampu mempertahankan angka kemiskinan di tengah pandemi COVID19 yang ber dampak pada semua sektor, merupakan kinerja yang patut diapresiasi. l
PONTIANAK – Awal tahun 2021, Kalimantan Barat diserbu ribuan investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Pontianak mencatat ada 3.233 investor baru dalam pasar modal Kalbar.
“Perkembangan pasar modal di awal tahun 2021, selama Januari, mengalami kenaikan luar biasa. Khususnya pertam bahan investor baru yang tercatat 3.233 investor,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BEI Cabang Pontianak Taufan Febiola sep erti dikutip Antara, Minggu (14/2/2021).
Taufan menyebut, tahu lalu jumlah investor baru di Kalbar han ya mencapai 8.592 Single Investor Identification (SID). Adanya peningkatan di awal tahun ini menandakan gairah pasar modal tetap membaik, meski dalam situasi pandemic COVID19.
Dia menambahkan bahwa total transaksi pasar modal Kalbar selama 2020 untuk transaksi saham mengalami kenaikan. Dari Rp7,4 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp25,78 triliun pada 2020. Atau terjadi kenaikan lebih dari 350 persen.
“Dari sisi jumlah investor saham saja mengalami kenaikan dari 17.464 investor pada 2019 menjadi 26.056 investor pada 2020. Artinya ada penambahan investor baru saham sebanyak 8.592 investor. Jauh lebih tinggi dari penambahan investor baru di tahun 2019 yang hanya sebesar 6.049 investor,” jelasnya.
Sementara, dia berharap target tahun ini transaksi saham dari Kalbar stabil di atas Rp20 triliun. Untuk penambahan investor baru bisa tercapai 10.000 SID.
“Jika melihat antusiasme masyarakat dalam mencari infor masi tentang produk pasar modal Indonesia melalui kantor BEI wilayah Kalbar, kami sangat optimistis target yang ada bisa ter wujud,” terangnya.
Tahun ini, Taufan menyebut BEI memiliki strategi untuk focus melakukan edkasi melalui social media dengan menggandeng influrncer lokal. Selain itu, menambah galeri investasi dan men gajak perusahaan di Kalbar untuk melantai di pasar modal.
Taufan menambahkan, sejauh ini jumlah sekuritas di Kalbar sudah mencapai 14. Ada dua sekuritas baru di Kalbar, yakni Sucor Sekuritas dan Korea Investment & Sekuritas Indonesia.
“Tantangan di tahun 2021 tentunya masih akan dipengaruhi efek pandemi COVID 19, yang belum memungkinkan kita un tuk menjangkau seluruh wilayah Kalbar,” tutupnya. l
GIANYAR – Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Bali, AA Gede Putrawan menyatakan kondisi pandemi COV ID19 membuat banyak pengusaha hotel dan restoran kelimpungan. Namun, mereka tetap mampu bertahan di situasi sulit ini.
Hingga bulan ini, kata dia, belum ada laporan pengusaha yang hendak menjual hotel dan restoran akibat pandemi. Berdasarkan catatannya, di Gianyar terdapat 1.894 hotel dan restoran.
“Sampai saat ini belum ada laporan. Kalau mau dijual, kami terima laporan, terutama untuk memutuskan pemba yaran pajak (hotel dan restoran, red),” ujar Putrawan, Minggu (14/2/2021).
Dia bilang, agar bisa tetap bertahan, pemerintah berenca na menyediakan pinjaman lunak. Apalagi, tahun lalu pemer intah pusat sudah memberikan hibah pariwisata. Jika sesuai rencana, tahun ini pengusaha akan mendapatkan pinjaman.
“Sekarang rencana pinjaman lunak tanpa bunga. Itu su paya bisa bertahan,” ungkapnya.
Namun, Putrawan masih mempertanyakan apakah pen gusaha berani mengambil pinjaman itu. Mengingat kondisi pandemi yang membuat kondisi ekonomi tidak pasti.
“Kalau meminjam, tidak ada tamu, berat. Kecuali bisa di kasih pinjaman tahun ini, dibayar cicilannya belakangan. Nah, itu mungkin bisa,” katanya.
Dalam situasi yang banyak pembatasan, membuat hotel dan restoran sepi pengunjung. Pengaruhnya ada pada biaya opera sional. Sebab, pengusaha tidak hanya bayar gaji karyawan, tapi juga biaya operasional lain, seperti listrik dan lainnya.
Dia memperkirakan saat ini semua pengusaha hotel dan restoran sudah punya antisipasi. Terutama agar tidak menjual asetnya. “Karena semakin panjang situasi COVID19, pengu saha berfikir rasional. Kalau tetap berarti bayar operasional tiap bulan sekian, kali sekian bulan,” sambung Putrawan.
Kemudian, lanjut Putrawan, yang jadi pertanyaan beri kutnya adalah jika pengusaha akhirnya menjual asset. Men urutnya, menjual asset juga bukan perkara mudah karena harus mencari siapa yang mau membeli di tengah kondisi yang tidak menentu.
“Tetapi, kapan berakhirnya COVID19 masih belum tentu. Pengusaha sekarang ragu dalam mengambil keputusan,” pungkasnya. l
Kalbar Diserbu
Ribuan Investor
Beri Pinjaman Lunak
Biar Tetap Bertahan
KUDUS – Banjir yang mel anda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akhir Januari lalu, membuat ratusan keluarga harus mengungsi. Ada tiga ke camatan yang tergenang ban jir, yakni Kecamatan Mejobo, Undaan dan Jati.
Camat Jati Andreas Wahyu mengatakan, di Desa Tanjung
Karang, sebagian korban ban jir harus mengungsi ke Balai Desa Tanjung Karang, kom pleks Gereja Kristen Muria In donesia (GKMI) dan Klenteng Hok Tik Bio.
Andreas bilang, pengungsi yang ada di Balai Desa Tan jung Karang sudah kembali ke rumah, karena genangan
di permukiman mereka sudah surut. Sementara, warga yang bertahan di GKMI dan aula Klenteng Hok Tik Bio masih ada 84 orang. 48 orang di GKMI, 36 orang di Klenteng Hok Tik Bio. Bahkan, foto pengungsi yang sedang shalat di dalam gereja sempat viral di media sosial.
Menanggapi foto yang viral
itu, Andreas bilang, “Toleransi umat beragama di desa se tempat memang cukup bagus, sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan bersama dari berbagai umat beragama. Ten tunya menjadi hal biasa bagi warga desa sekitar melihat pe mandangan seperti itu.”
GKMI Tanjung Karang men
jadi salah satu posko pen gungsian di Desa Tanjung Karang sejak 31 Januari 2021. Andreas menyebut warga di Desa Tanjung Karang terdiri atas banyak suku. Antara lain, Jawa, Batak dan Tionghoa.
“Mereka biasa bahumemba hu melaksanakan berbagai keg iatan di kampung,” tutupnya. l
Toleransi di Tengah Musibah
Foto seorang pengungsi banjir di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, sedang shalat di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjung Karang ini viral di media sosial kemarin (14/2/2021). (ANTARA)
Wali Kota Singkawang Tjhai Chai Mie saat meninjau proses Land Clearing Runway Bandara Baru Singkawang, beberapa waktu lalu.
Rp9,384 T Buat Turunkan Angka Kemiskinan
Kepala Bappeda Aceh, Ahmad Dadek
INFO
OTONOMI
5
“Kami berterima kasih
banyak pada Bapak
Presiden dan jajaran
menteri kabinetnya yang
telah memasukan
pembangunan pelabuhan
Tanjung Carat ini sebagai
proyek strategis prioritas
nasional yang akhir tahun
2021 dilakukan ground
breaking,”
Gubernur Sumatera Selatan
H. Herman Deru
Senin, 15 Februari 2021
MENHUB-BAPPENAS
DUKUNG SUMSEL
KEPASTIAN itu didapatkan saat Gubernur Sumatera Se-latan Herman Deru rapat vir-tual bersama beberapa men-teri pada Kamis (11/2/2021) lalu. Kemudian, pada Sabtu (13/2/2021) ditindaklanjuti dengan melihat langsung ke lokasi pembangunan Pelabu-han Tanjung Carat yang mas-uk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api.
Kata HD, dia dan ma-syarakat Bumi Sriwijaya sangat menantikan pemban-gunan pelabuhan itu. Ke-mungkinan besar, peletakan batu pertama bakal dilakukan akhir tahun ini.
“Kami berterima kasih ban-yak pada Bapak Presiden dan jajaran menteri kabinetnya yang telah memasukan pem-bangunan pelabuhan Tanjung Carat ini sebagai proyek strat-egis prioritas nasional yang akhir tahun 2021 dilakukan ground breaking,” ungkap HD kepada Info Indonesia, Minggu (14/2/2021).
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat ini memang dibutuhkan oleh masyarakat. “Memang dibutuhkan, bukan untuk tambahan fasilitas.
Pu-luhan tahun kami nantikan keputusan pembangunan pe-labuhan ini lewat proses yang panjang,” tegasnya.
Keberadaan Pelabuhan Tan jung Carat diyakini akan berdampak pada pertumbu-han ekonomi di Sumsel. Pa-salnya, adanya pelabuhan itu akan mempercepat distribusi berbagai produk dari Sumsel. Seperti kelapa sawit, karet hingga batubara.
“Selama ini kami belum me miliki pelabuhan (tipe) sa mudera. Kami harapkan pe labuhan ini dapat mem-percepat distribusi berbagai hasil produksi. Dengan be-gitu ekonomi Sumsel akan semakin baik. Satu kelebihan Sumsel adalah pasarnya su-dah tersedia,” terang HD.
Keberadaan Pelabuhan Tan-jung Carat juga bakal semakin menarik minat investor untuk menaruh modalnya di Sumsel. Masyarakat Sumsel juga akan diuntungkan, karena dengan adanya pelabuhan ini akan
me-nyerap banyak tenaga kerja.
HD yakin Pelabuhan Tanjung Carat juga akan ber-dampak pada sektor perikanan Sumsel. Sebab, pe manfaatan pelabuhan ini akan terintegrasi dengan sektor lainnya.
“Kami juga akan menjadi-kan kawasan itu sebagai tem-pat pelelangan ikan terbesar,” akunya.
Dengan adanya Pelabuhan Tanjung Carat, ke depan, ak-tivitas di Pelabuhan Boom Baru Palembang bisa dipindahkan ke KEK Tanjung Api-Api. Apalagi,
Pelabuhan Boon Baru sudah tidak memungkinkan untuk di-lakukan pengembangan.
Dengan pindah ke lokasi baru, kata HD, kemacetan lalu lintas akibat aktivitas an-gkutan peti kemas bisa diurai. “Jika dipindah ke KEK Ta n j u n g A p i - A p i , mobilitas a n g k u t a n
bisa dipangkas, biaya ang-kutan akan lebih murah. Ko-moditas seperti kopi Sumsel a ka n lebih gampang
di pasarkan, karena kita penghasil kopi terbesar den-gan luas 250 ribu hektar,” terangnya. HD men a m b a h -kan bahwa Pelabuhan T a n j u n g Carat
meru-PELABUHAN TANJUNG CARAT MULAI DIBANGUN
KETUA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti optimistis pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat akan mem-bantu menghidupkan iklim in-vestasi di Sumatera Selatan.
La Nyalla mendukung agar pembangunan Pelabuhan Tan jung Carat dapat dilan-jutkan setelah puluhan tahun mangkrak. Sebab, jika dikelola dengan baik, Pelabuhan Tan-jung Carat bisa menghidupkan perekonomian di Sumsel.
“Pembangunan pelabuhan diproyeksikan akan mampu menghidupkan ekonomi yang lebih besar lagi, khususnya untuk kawasan Sumatera Selatan. Dengan adanya pelabuhan, distribusi barang dan jasa akan meningkat. Dengan demikian akan tum-buh aktivitas ekonomi. Dari sinilah akan terjadi peningka-tan,” papar La Nyalla.
Bukan hanya itu, Senator asal Jawa Timur itu juga op-timis keberadaan pelabuhan
ini akan menaikkan iklim in-vestasi. Untuk itu, dia men-dorong pemerintah pusat untuk segera merealisasikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.
“Pelabuhan ini adalah ob-yek yang sangat vital keber-adaannya. Objek yang pent-ing untuk menpent-ingkatkan per ekonomian, sehingga re-alisasi pembangunan harus dilakukan,” kata mantan Ket-ua Kamar Dagang dan Indus-tri (Kadin) Jawa Timur itu. l
Ketua DPD RI: Investasi
Bakal Tumbuh di Sumsel
UPAYA meningkatkan pen-dapatan asli daerah terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Salah satunya adalah me-maksimalkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) pada perairan di wilayah Sumsel.
Langkah cepat dilakukan Gu bernur Sumsel Herman Deru dengan membentuk Sat-uan Tugas PBBKB. Kata HD, sapaan Herman Deru, Sa t gas PBBKB dibentuk un tuk mel-akukan monitoring. Bukan un-tuk menakuti masyarakat.
“Saya katakan bukan se-mata-mata potensi ini kita gali untuk sekadar mening-katkan PAD. Tidak begitu. Tetapi, ini diibaratkan eko-sisten di mana ada pungutan, ada juga servis di sana,” aku HD, Kamis (11/2/2021).
Satgas Pengawasan PBBKB ini, kata HD, bukan jadi ancaman dunia pelayaran di Sumsel. Namun, untuk me-nertibkan wajib pajak pada wilayah perairan dan laut. Sehingga dengan potensinya bisa meningkatkan PAD Sum-sel. Malahan, dari pungutan pajak itu, akan dikembalikan ke masyarakat dengan bentuk yang lebih bermanfaat.
HD bilang, “Harus ada
ke-seimbangan pembangunan yang dilakukan. Selain kea-manannya terjamin, harus ada manfaat yang dirasakan masyarakat itu sendiri. Art-inya, ada keseimbangan, bu-kan sekadar memungut, tapi ada imbal baliknya. Salah satunya servis yang kita beri-kan”.
Sebagai contoh, dia me-nambahkan, kesadaran ma-syarakat Bumi Sriwijaya –ju-lukan Sumsel- membayar pajak kendaraan bermotor sangat tinggi. Sebagai apre-siasinya untuk masyarakat, infrastruktur jalan menjadi perhatian khusus.
“Jadi, hasil yang dipungut dalam mengoptimalkan PAD ini, nanti kita kelola secara transparan,” sambung suami Febrita Lustia ini.
Mantan Bupati Ogan Komering Ulu Timur ini, me-minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel untuk menyiapkan sarana dan prasarananya. Sehingga, target dalam memaksimalkan PAD dari sector ini bisa ter-capai dalam satu tahun ke depan. Paling tidak, bisa se-tara dengan capaian pajak yang dipungut di daratan.
“Harapan saya target kita tercapai secara optimal dan
selalu di atas target,” ujarnya. Kepala Bapenda Sumsel Neng Muhaibah bilang, Sat-gas PBBKB bertuSat-gas melaku-kan penanganan, penega-kan, penindapenega-kan, penertiban, pengendalian, pengawasan, evaluasi dan pembinaan di lapangan. Pembentukan sat-gas itu dilakukan untuk meng-gali penerimaan PBBKB di sector perairan yang selama ini belum optimal.
“Terbukti dengan dilaku-kan verifikasi 3 persen dari realisasi PBBKB tersebut, makanya ditindaklanjuti pem-bentukan satgas,” kata dia.
Dia yang juga menjabat Ketua Pelaksana Kegiatan Satgas Pengawasan PBBKB ini menyebut, apa yang di-lakukan HD merupakan yang pertama di Indonesia. Pem-bentukan satgas ini diharap-kan mendorong penerimaan PBBKB sesuai Undang-Un-dang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Khusus untuk kabupaten/ kota akan menerima bagi hasil dari PBBKB 70 persen dari realisasi itu. Kami ber-harap dengan dibentuknya satgas, penerimaan Sumsel meningkat di atas Rp 1 trili-un,” tutupnya. l
Pertama di Nusantara
Bentuk Satgas Pengawasan PBBKB Perairan
PALEMBANG – Sumatera Selatan
dipastikan akan mendapatkan
kucuran anggaran dari pemerintah
pusat untuk pembangunan
Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat.
Gubernur Sumsel Herman Deru saat melantik Satuan Tugas Pengawasan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Wilayah Perairan Sumsel, Kamis (11/2/2021) lalu.
pakan satu dari dua pelabu-han besar yang akan mulai dibangun akhir tahun ini. Selain Pelabuhan Tanjung Carat, pemerintah pusat juga bakal membangun satu pelabuhan di Maluku.
Untuk membangun dua pe-labuhan itu, pemerintah me-nyiapkan anggaran USD69 juta. Sementara, untuk pele-takan batu pertama akhir tahun nanti, masing-masing pelabuhan disiapkan dana Rp300 miliar.
HD optimistis pembangun-ganan Pelabuhan Tanjung Carat akan segera terwujud.
Apalagi, aspek-aspek pen-dukunya sudah ada.
Mis-alnya, rencana induk pelabuhan (RIP) dan
penetapan lokasi (Penlok). Pem-prov Sumsel sudah me-nyiapkan l a h a n
seluas 600 hektare untuk membangun terminal peti ke-mas, kantor dan gudang. Ke-mudian, rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Banyuasin juga sudah sele-sai.
Pembangunan jalan men-uju pelabuhan sepanjang 7 kilometer juga sedang dalam proses pengerjaan. Nantinya, jarak antara bi-bir pantai dengan sandaran kapal sekitar 600 meter.
“Artinya tidak ada alasan proyek ini tidak jalan. Karena syaratnya sudah lengkap dan memadai,” tegasnya.
Dia berharap kabar baik ini menjadi semangat baru untuk seluruh pihak. “Saya in struksikan jajaran untuk mem persiapkan semua ke -butuhan. Mulai dari admi-nis trasi hingga aksi di la-pa ngan. Termasuk juga Ka bupaten Musi Banyuasin agar mempersiapkan diri. Ini berdampak luas bagi ke-majuan Sumsel,” terangnya.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suhar-so Monoarfa memastikan pelabuhan akan dimulai pada akhir 2021. Ditarget-kan pelabuhan ini aDitarget-kan rampung pada 2023 men-datang.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat bakal men-dongkrak perekonomian Sumsel. “Saya harapkan ini bisa berjalan sesuai renca-na, karena menjadi sarana untuk mendongkrak pertum-buhan ekonomi,” ujarnya. l