• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pengawasan Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh Terhadap Peredaran Kosmetik Ilegal Melalui Media Sosial Di Kota Banda Aceh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Strategi Pengawasan Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh Terhadap Peredaran Kosmetik Ilegal Melalui Media Sosial Di Kota Banda Aceh"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.1  : Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1  : Kerangka Berfikir
Tabel 1.1Penelitian Terdahulu  Peneliti  Indriani Puspitasari  Henny Sulistiawati,  Anwar,
Gambar 2.2 Kerangka Berfikir  (Sumber : Peneliti 2019)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam melakukan penyidikan terhadap tindak pidana peredaran kosmetik ilegal sering kali penegak hukum dalam hal ini penyidik pegawai negeri sipil balai pengawas

Penyebab masih tingginya temuan produk kosmetik yang Tanpa Izin Edar (TIE) serta Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yaitu masih rendahnya pemahaman pemilik usaha dan

“…ketika kami menemukan sarana distribusi melakukan pelanggaran dilapangan seperti obat tradisional tanpa izin edar, mengandung bahan kimia obat dan menjual obat

Masyarakat masih kurang kooperatif dalam mengungkap tindak pidana peredaran obat tradisional ilegal ini, hal ini dapat dilihat dari tidak adanya laporan dari masyarakat

Teknik pengabsahan data dengan triangulasi yang didasarkan oleh teori Steers (1985) dengan indikator Pencapaian Tujuan, Integrasi dan Adaptasi. Hasil penelitian

Capaian Sasaran Kegiatan Ketujuh Meningkatnya efektivitas penindakan kejahatan Obat dan Makanan di masing –masing wilayah kerja Balai Besar POM di Banda Aceh sebesar

Permasalahan dalam pengolahan dilaboratorium yaitu beberapa proses yang masih belum terstruktur yaitu data obat, data makanan, serta kosmetik dan laporan sering terjadi kesamaan data

produk tersebut, di harapkan pelaku usaha bisa menjadi cermin yang baik bagi masyarakat Pekanbaru agar terhindar dari produk-produk kosmetik illegal yang beredar di pasaran, dan semua