• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TERBUKA 1 PASIR JAMBU KABUPATEN BANDUNG DITINJAU DARI AKTIVITAS,GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN : Studi deskriptif pada siswa sekolah menegah pertama terbuka1 pasirjambu.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TERBUKA 1 PASIR JAMBU KABUPATEN BANDUNG DITINJAU DARI AKTIVITAS,GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN : Studi deskriptif pada siswa sekolah menegah pertama terbuka1 pasirjambu."

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga

Oleh :

Meishanda Ilyas Kusuma 1006723

PROGRAM STUDI

PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA

FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

1 Pasirjambu Kabupaten Bandung

Ditinjau dari Aktivitas, Gizi dan Kadar

Hemoglobin

Oleh

Meishanda Ilyas Kusuma

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

© Meishanda Ilyas Kusuma 2014 Universitas Pendidikan Indonesia

Juni 2014

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)
(4)

ABSTRAK

TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TERBUKA 1 PASIRJAMBU KABUPATEN BANDUNG DITINJAU DARI AKTIVITAS, GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN

Pembimbing : 1. Drs. H. Hadi Sartono, M.Pd.

2. Sagitarius, M.Pd

Meishanda Ilyas Kusuma*

*Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Angkatan 2010.

Tujuan dalam pembuatan skripsi ini adalah untuk mengetahui mengenai gambaran tingkatan kebugaran jasmani siswa SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung ditinjau dari aktivitas, gizi dan kadar hemoglobin. Penelitian ini diadakan di sekolah SMP terbuka 1 Pasirjambu yang bertempatan di perkebunan teh Patuah watte RT 04/ RW 08 desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung. Pada penelitian penulis menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan dari tujuan semula. Pada penelitian ini penentuan sampel menggunakan random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini untuk siswa laki- laki sebanyak 19 orang, dan untuk siswa perempuan sebanyak 15 orang. Instrument tes pada penelitian ini menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia. Angket Aktivitas fisik dari PAQ-C, Kowalski (2004) untuk mengetahui jenis atau kategori aktivitas fisik dari siswa-siswi tersebut. Angket asupan gizi

(5)

ABSTRACT

PHYSICAL FITNESS OVER VIEW LEVEL OF 1ST OPEN JUNIOR SCHOOL

OF PASIRJAMBU KABUPATEN BANDUNG’S STUDENT BASED ON THE REVIEW OF ACHTIVITIES, NUTRIENTS, AND HEMOGLBIN CONTENT

Pembimbing : 1. Drs. H. HadiSartono, M.Pd.

2. Sagitarius, M.Pd

Meishanda Ilyas Kusuma*

University student of Sport Coaching Education 2010

(6)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN ... i

ABSTRAK... ii

ABSTRACT ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

UCAPAN TERIMAKASIH... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL... vii

DAFTAR GAMBAR ...viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ...1

A. Latar Belakang Masalah ...1

B. Rumusan Penelitian ...6

C. Tujuan Penelitian...7

D. Batasan Penelitian ...7

E. Batasan Istilah ...8

F. Manfaat Penelitian...9

G. Struktur Organisasi Penelitian...10

BAB II TINJAUAN TEORITIS ...11

A. Pengertian Kebugaran Jasmani ...11

1. Pengertian Kebugaran Jasmani ...11

2. Komponen Kebugaran Jasmani...14

B. Pengertian Aktivitas Fisik...22

C. Gizi ...25

1. Karbohidrat...27

2. Protein ...27

(7)

4. Vitamin ...30

5. Mineral ...31

D. Penilaian Status Gizi Berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT)...31

E. Data Ukuran Rumah Tangga Bahan Makanan...35

F. Kebutuhan Energi Pada Anak-anak dan Remaja Menurut Golongan Umur ...43

G. Hemoglobin ...45

H. Pengertian Siswa Sekolah Menengah Pertama ...46

BAB III METODE PENELITIAN ...52

A. Lokasi, Populasi, dan Sampel...52

B. Desain Penelitian ...54

C. Metode Penelitian ...55

D. Definisi Oprasional...57

E. Intrumen Penelitian ...58

1. Tes Lari Cepat 50 m ...58

2. Tes Angkat Tubuh (30 Detik untuk Putri dan Putra 60 Detik)...59

3. Tes Baring Duduk 60 Detik...59

4. Tes Loncat Tegak ...60

5. Tes Lari Jauh (800 m untuk Putri dan 1000 m untuk Putra) ...60

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...69

A. Pengolahan Data...69

B. Hasil Penelitian ...69

1. Tingkat Kebugaran Jasmani ...70

2. Gamabaran Aktivitas Fisik ...74

3. GambaranKonsumsi Zat Gizi ...79

4. Gambaran Kebutuhan Energi Pada TingkatanUmur 13 – 15 Tahun ...83

5. Gambaran Kadar Hemoglobin ...86

(8)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...105

A. Kesimpulan...105

B. Saran ...106

DAFTAR PUSTAKA ...107

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada era globalisasi saat ini seluruh aspek tidak luput dari dampak yang

ditimbulkan dari persaingan yang sangat ketat sehingga mengakibatkan perubahan

dalam berbagai bidang. Tidak hanya dari segi ekonomi, sosial dan budaya saja

dari segi pendidikan pun tidak luput terkena dampaknya. Era globalisasi yang

terjadi saat ini berdampak positif dan negatif tergantung dari sudut pandang kita

menyikapinya.

Dalam dunia pendidikan sangat bermanfaat sekali di era globalisasi saat

ini. Pendidik maupun siswa dengan mudah dapat mengakses segala hal yang

berkaitan tentang proses pembelajaran. Hal ini sangat berpengaruh untuk

tercapainya tujuan pembelajaran itu sendiri. Pendidikan yang terjadi pada ruang

lingkup masyarakat diharapkan bahkan dituntut untuk mampu memperhitungkan

dan melakukan antisipasi terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya

yang simultan dan koheren (berkesinambungan).

Dunia pendidikan sangatlah seimbang dimana tidak hanya belajar

mengenai pengetahuan yang umum tetapi belajar juga mengenai pendidikan

jasmani. Pendidikan jasmani secara sederhana bertujuan untuk membiasakan

siswa didik untuk melakukan olahraga agar mendapatkan manfaat yang luar biasa.

Dalam Undang-Undang no 4 tahun 1950 Bab VI pasal 9 menyebutkan bahwa

:”Pendidikan jasmani yang menuju keselarasan antara tumbuhnya badan dan

perkembangan jiwa merupakan usaha untuk membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sehat kuat lahir batin, diberikan pada seluruh jenjang pendidikan”. Telah jelas tujuan dari Negara diwakili oleh undang-undang tersebut, bahwa untuk

menjadi bangsa yang maju maka diperlukan kepintaran, kecerdasan dan

kebugaran jasmani. Bucher (1964) dalam revitalisasi pengajaran dalam

(10)

1. Perkembangan fisik. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan melakukan aktivitas-aktivitas yang melibatkan kekuatan fisik dari berbagai organ tubuh seseorang.

2. Perkembangan gerak. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan melakukan gerak secera efektif, efisien, halus, indah, dan sempurna

3. Perkembangan mental. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan berfikir dan menginterpresentasikan keseluruhan pengetahuan tentang pendidikan jasmani kedalam lingkungannya.

4. Perkembangan social. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri pada suatu kelompok atau masyarakat.

Adapun pendapat yang menjelaskan mengenai pengertian kebugaran jasmani ,

sebagaimana dikemukaan oleh Giriwijoyo (2012:21), bahwa :

Kebugaran jasmani adalah keadaan kemampuan jasmani yang dapat menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya terhadap tugas jasmani tertentu dan atau terhadap keadaan lingkungan yang harus diatasi dengan cara yang efisien, tanpa kelelahan yang berlebihan dan pulih sempurna sebelum datang tugas yang sama pada esok harinya.

Telah jelas bahawa kebugaran jasmani sangat diperlukan bagi setiap

individu manusia untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Komponen kebugaran

jasman menurut Giriwijoyo dan Sidik (2012:109) secara anatomis (struktural)

(11)

(ES-Komponen kebugaran jasmani secara fisiologis (fungsional) adalah fungsi

dasar dari komponen-komponen anatomis tersebut di atas yaitu fungsi dasar ES-I

yang wujudnya adalah :

1. Fleksibilitas

2. Kekuatan dan daya tahan otot

3. Fungsi koordinasi saraf

Fungsi dasar ES-II yang wujudnya adalah :

1. Daya tahan umum, sering disebut sebagai daya tahan kardio-respirasi

Kebugaran jasmani sangat diperlukan bagi setiap manusia, khususnya

bagi para pelajar baik tingkat dasar, menengah, atas serta perguruan tinggi. Hal

tersebut menjadi penting dikarenakan bahwa pencapaian prestasi kognitif harus

bersamaan dengan kebugaran jasmani yang prima seperti pendapat Giriwijoyo

(2012:75) bahwa :“Pendidikan jasmani membina mutu sumber daya manusia

seutuhnya, karena dalam penjas-or menyentuh tiga aspek jasmani, rohani serta

sosial sehingga seimbang”. Ketika tubuh manusia dalam tingkatan baik maka

dalam proses berfikir akan baik pula. Sama halnya seperti komputer ketika

prosesornya baik tetapi perangkat energi atau listriknya kurang baik maka

percuma fungsi dari komputer itu tidak akan berjalan. Menurut pendapat

Giriwijoyo (2012:78) bahwa :”Kegiatan jasmani merupakan pelatihan jasmani

untuk memelihara atau meningkatkan derajat sehat dinamis yang adekuat bagi

siswa, yaitu kemampuan gerak yang mampu mendukung semua kebutuhan

gerak dalam perilaku hidupnya sebagai siswa”. Sehat jasmani berarti sehat

dinamis yaitu sehat yang disertai kemampuan gerak yang dapat memenuhi segala

tuntutan gerak bagi keperluan hidup dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Sesuai dengan karakteristik siswa SMP, usia 12 – 16 tahun kebanyakan dari

mereka cenderung masih suka bermain. Untuk itu guru harus mampu

mengembangkan pembelajaran yang efektif, disamping harus memahami dan

memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa. Pada masa usia tersebut

seluruh aspek perkembangan manusia baik itu kognitif, psikomotorik dan afektif

mengalami perubahan. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus

(12)

permainan atau olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportifitas, jujur, kerjasama, dan

lain-lain) dari pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui

pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun

melibatkan unsur fisik mental, intelektual, emosional dan sosial. Aktivitas yang

diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan dikdakdik-metodik,

sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. Melalui

pendidikan jasmani diharapkan siswa dapat memperoleh berbagai pengalaman

untuk mengungkapkan kesan pribadi yang menyenangkan, kreatif, inovatif,

terampil, meningkatkan dan memeliharan kesegaran jasmani serta pemahaman

terhadap gerak manusia.

Terlebih pendidikan jasmani mempunyai sasaran yang sangat baik yaitu

menghasilkan siswa sehat dan unggul masa kini dan masa yang akan datang,

meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan, dan atlet

elit untuk menaikan derajat bangsa. Pendidikan jasmani memiliki domain sasaran

yaitu kognitif, afektif serta psikomotor, dalam kontek yang luas merupakan

pembelajaran dengan sasaran pengenalan dan penguasaan berbagai bentuk

kemampuan koordinasi gerak dasar untuk memenuhi pembekalaan kepada siswa

agar dapat dengan mudah untuk mempelajari gerak kecabangan olahraga untuk

menjadi sumber bibit olahragawan masa depan.

Penelitian yang penulis lakukan yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat

kebugaran jasmani siswa sekolah menegah pertama terbuka 1 Pasirjambu

Kabupaten Bandung yang ditinjau dari segi aktivitas dan asupan gizi, karena

daerah tersebut berada diketinggian ±1500 - 2000 Mdpl maka perlu diketahui

aktivtas yang biasa dilakukan oleh anak-anak pada daerah tersebut. Daerah

tersebut memiliki kategori daerah dataran tinggi, seperti yang diungkapkan oleh

Popit (2011) menyatakan bahwa ketinggian tempat permukaan bumi merupakan

permukaan yang sangat kasar, sebagai buktinya terdapat daerah yang landai dan

tinggi. Dapat digolongkan menjadai tiga kategori yaitu

a. dataran tinggi > 700 Mdpl

(13)

Dengan berada diketinggian seperti itu peneliti pula meneliti mengenai

kadar hemoglobin (Hb) dari siswa tersebut. Apakah dalam keadaan yang baik atau

kurang baik kebugaran jasmani serta Hb siswa SMP tersebut. Berkaitan dengan

letak daerah sekolah tersebut yang berada pada dataran tinggi dan kita sering

menjumpai para atlet yang melakukan training camp sering berlatih didataran tinggi, guna memperoleh kapasitas aerobik yang baik. Seperti yang diungkapkan

oleh Rika Haryanto bagian ilmu Faal di Fakultas Kedokteran Unika Jaya dalam

sebuah situs menjelaskan, bahwa :

Dasar pemikiran mengapa berlatih di ketinggian dapat meningkatkan prestasi, hal ini adalah kapasitas aerobik yaitu keadaan hipoksia. Hipoksia yang terjadi di ketinggian diduga dapat merangsang pembentukan eritrosit sehingga meningkatkan kapasitas angkut oksigen, maka kapasitas aerobik (VO2 max) meningkat. Tekanan atmosfer berbeda sesuai dengan perbedaan ketinggian suatu tempat. Semakin tinggi suatu tempat dari permukaan, maka akan semakin kecil tekanan atmosfer tersebut.

Maka dengan pernyataan tersebut bahwa dengan berlatih pada daerah

dataran tinggi akan meningkatkan kapasitas aerobik serta merangsang

pembentukan eritrosit. Untuk itu individu yang berada pada dataran tinggi

mempunyai potensi memiliki kebugaran jasmani yang baik serta kapasitas aerobik

yang baik pula. Pada penelitian ini penulis mempunyai tujuan untuk memberikan

gambaran terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa SMP terbuka 1 Pasirjambu

yang ditinjau dari segi aktivitas, gizi dan hemoglobin. Aktivitas serta asupan gizi

merupakan penunjang dalam seseorang memiliki kebugaran jasmani. Kaitannya

dengan Hemoglobin bahwa dalam pembentukannya memerlukan substansi

meliputi asam amino, zat besi, dan zat tembaga. Apabila dalam tubuh kita

kekurangan zat besi maka konsentrasi Hemoglobin dalam sel-sel darah merah

akan menurun terlebih hal tersebut berdampak pada menurunnya pengangkutan

oksigen ke jaringan. Maka daripada itu aktivitas serta gizi yang didalamnya

mencakup kadar Hemoglobin merupakan hal penting dalam kebugaran jasmani

seseorang. Dalam kehidupan ini seorang manusia tidak terlepas dengan istilah

(14)

dapat digolongkan menjadi tiga golongan. Gaya hidup yang kurang menggunakan

aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh seseorang. Aktivitas fisik

tersebut diperlukan untuk membakar energi dari dalam tubuh. Aktivitas (kegiatan)

fisik biasanya dibagi menjadi tiga golongan menurut Khumaidi (1994), yaitu :

1. Ringan: 75% waktu untuk duduk atau berdiri, 25% waktu untuk berdiri sambil bergerak.

2. Sedang: 40% waktu untuk duduk atau berdiri, 60% waktu untuk melakukan

3. Berat: pekerjaan khusus. 25% waktu untuk duduk dan berdiri, 75% waktu untuk melakukan pekerjaan khusus.

Sangatlah berkaitan antara kebugaran jasmani dengan aktivitas fisik,

asupan gizi dan kadar hemoglobin. Dalam Penelitian ini semoga berguna bagi

para pendidik guna meningkatkan kebugaran jasmani siswa-siswinya serta

peningkatan prestasi didaerah tersebut.

B. Rumusan Penelitian

Masalah penelitian merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan

jawabannya melalui pengumpulan data, dan analisis dari data tersebut, sehingga

pada akhirnya akan menjadi sebuah kesimpulan atau hasil dari sebuah penelitian.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, masalah penelitian yang

penulis rumuskan adalah :

1. Bagaimanakah tingkat kebugaran jasmani siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasir

Jambu Kabupaten Bandung?

2. Bagaimanakah aktivitas fisik yang dilakukan siswa-siswi SMP terbuka 1

Pasirjambu Kabupaten Bandung pada kesehariannya?

3. Bagaimanakah asupan gizi siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten

Bandung?

4. Bagaimanakah kadar hemoglobin darah siswa SMP tebuka 1 Pasir Jambu

(15)

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah di uraikan di atas, maka tujuan

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk memperoleh gambaran mengenai tingkatan kebugaran jasmani

siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung

2. Untuk memperoleh gambaran mengenai aktivitas fisik yang dilakukan

siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandungdalam

kesehariannya

3. Untuk memperoleh gambaran asupan gizi pada siswa-siswi SMP terbuka

1 Pasirjambu Kabupaten Bandung

4. Untuk mengetahui Kadar hemoglobin darah siswa-siswi SMP terbuka 1

Pasirjambu Kabupaten Bandung.

D. Batasan Penelitian

Batasan penelitian sangat diperlukan dalam setiap penelitian agar masalah

yang diteliti lebih terarah dan jelas kemana tujuannya. Pembatasan ini diperlukan

bukan saja untuk memudahkan atau menyederhanakan masalah bagi peneliti tetapi

juga untuk dapat menetapkan lebih dahulu segala sesuatu yang di perlukan untuk

pemecahannya: tenaga, kecekatan, waktu, biaya, dan lain sebagainya yang timbul

dari rencana tersebut.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka penelitian ini di batasi pada hal-hal

sebagai berikut:

1. Penelitian ini hanya meneliti mengenai gambaran kebugaran jasmani yang

ditinjau dari aktivitas, gizi serta kadar Hemoglobin siswa SMP terbuka 1

Pasir Jambu Kabupaten Bandung

2. Penelitian ini meninjau tingkat kebugaran jasmani dari segi aktivitas dan

asupan gizi siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung

3. Penelitian ini meneliti pada tingkatan kelas 1 dan 2 yang memiliki umur 13 –

(16)

4. Penelitian ini mengambil data asupan gizi dari jumlah asupan karbohidrat,

protein, dan lemak yang dikonsumsi sampel. Serta jumlah energi yang didapat

dari makanan yang dikonsumsi oleh sampel.

5. Pengambilan data asupan gizi menggunakan cara pemberian angket record

2x24 jam (www.repository.usu.ac.id)

6. Pada angket record 2x24 jam peneliti mengambil data dari sampel mengenai

data asupan gizi yang dikonsumsi sample selama 2x24 jam terakhir secara

umum

7. Pengambilan data sampel untuk aktivitas fisik yang dilakukan maka penelitian

ini menggunakan angket aktivitas fisik PAQ-A Kowalski, (2004)

8. Aktivitas fisik pada penelitian ini merupakan semua aktivitas yang dijalankan

atau dikerjakan oleh sampel selama satu minggu terakhir.

E. Batasan Istilah

Batasan istilah dimaksudkan untuk membatasi suatu konsep agar tidak

terlalu jauh dalam pemahamannya. Batasan istilah bertujuan untuk memberikan

kemudahan bagi peneliti dalam melakukan penelitiannya. Adapun batasan istilah

pada penelitian ini, sebagai berikut :

a. Tingkat

Menurut kamus besar bahasa Indonesia bahwa tingkat memiliki arti jika

dipandang pada tingkat komparatif adalah tingkat yang menyatakan suatu

kualitas atau keadaan lebih tinggi atau lebih rendah dl hubungan dng titik

tertentu

b. Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh seseorang dalam

melakukan aktivitas atau tugas kerja. Menurut Giriwijoyo (2012:21)

kebugaran jasmani adalah :” kebugaran jasmani adalah keadaan kemampuan

jasmani yang dapat menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya terhadap tugas

(17)

dengan cara yang efisien, tanpa kelelahan yang berlebihan dan pulih sempurna sebelum datang tugas yang sama pada esok harinya.”

c. Siswa

Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya

diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas

sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

d. Sekolah Menengah Pertama

Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah masa remaja awal setelah mereka

melalui masa-masa pendidikan Sekolah Dasar. Remaja awal ini berkisar

antara umur 10-14 tahun.

e. Aktivitas

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aktivitas artinya adalah “kegiatan

atau keaktifan”. W.J.S. Poewadarminto menjelaskan aktivitas sebagai suatu

kegiatan atau kesibukan. S. Nasution menambahkan bahwa aktivitas

merupakan :”keaktifan jasmani dan rohani dan kedua-keduanya harus

dihubungkan”.

f. Gizi

Matjan (2010: 68) menyatakan bahwa :”Secara sederhana gizi dapat dikatakan sebagai makanan untuk menjamin kelangsungan hidup, memelihara kesehatan dan menjamin kemampuan kerja khususnya kerja fisik.”

g. Hemoglobin

Merupakan molekul protin di dalam sel darah merah yang bergabung dengan

oksigen dan karbon dioksida untuk diangkut melalui sistem peredaran darah

ke tisu-tisu dalam badan. Ion besi dalam bentuk Fe+2 dalam hemoglobin

memberikan warna merah pada darah.

F. Manfaat penelitian

a. Manfaat Teoritis

Hasil dari analisa terhadap data-data yang diperoleh dari lapangan

(18)

menjadikan suatu gambaran tingkat kebugaran jasmani dan sebagai upaya untuk

peningkatan sumber daya manusia didaerah tersebut. Menghasilkan suatu

pandangan bahwa pendidikan jasmani pada lembaga pendidikan merupakan hal

penting untuk menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas.

b. Manfaat Praktis

Bagi para tenaga kependidikan jasmani dan pelatih olahraga, penelitian ini

diharapkan dapat memberikan informasi mengenai tingkat kebugaran jasmani

siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung. Sebagai upaya

peningkatan sumber daya manusia dalam peningkatan prestasi didaerah tersebut.

G. STRUKTUR ORGANISASI PENELITIAN

Agar suatu penelitian terancang dan berjalan dengan baik, maka perlu

suatu penyusunan secara terstruktur. Oleh karena itu penulis memaparkan sebagai

berikut :

BAB I memuat mengenai pendahuluan yang berisi latar belakang

penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan

masalah, batasan istilah, manfaat penelitian, dan struktur

organisasi penelitian

BAB II menerangkan mengenai konsep, teori dan pendapat para ahli

terkait dengan masalah tersebut

BAB III berisikian penjabaran yang rinci mengenai metode penelitian yang

digunakan serta komponen-komponen yang meliputi populasi dan

sample, desain penelitian, instrument penelitian, prosedur

pelaksanaan tes, teknik pengumpulan data, dan analisis data.

BAB IV pembahasan mengenai hasil temuan dalam penelitian dan

pembahasan yang meliputi pengolahaan data untuk menghasilkan

suatu temuan yang berkaitan dengan penelitian

BAB V menjelaskan mengenai kesimpulan dan saran yang memaparkan

(19)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi, Populasi, dan Sample

Pada penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian yang berada pada

perkebunan Patuah watte RT 04/ RW 08 desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu

Kabupaten Bandung. Lokasi yang berada jauh dari ibu kota Soreang Kabupaten

Bandung ini dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan.

a. Populasi

Dalam setiap penelitian memerlukan suatu data atau informasi dari

sumber-sumber. Data atau informasi tersebut merupakan data empiris. Populasi

menurut Arikunto (2010:173) :”populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.”

Populasi berkaitan dengan elemen, yakni unit tempat diperolehnya informasi.

Elemen tersebut bisa individu, keluarga, rumah tangga, sekolah, masyarakat dan

lain-lain. Menurut pendapat dari Sugiyono (2012:80) :”populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas: obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.” Berkenaan dengan pendapat dari Sugiyono bahwa populasi bukan saja berkenaan dengan orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam.

Berdasarkan pengertian dari para ahli diatas maka dapat digambarkan bahwa

populasi merupakan keseluruhan subjek maupun objek penelitian dimana terdapat

data atau informasi yang akan didapatkan. Populasi yang diambil dalam penelitian

ini adalah siswa SMP pada tingkatan kelas satu dan dua yang berada pada

perkebunan teh Patuah Watte.

b. Sampel

Pada penelitian ini tidak semua anggota populasi akan diperoleh datanya

atau diajadikan sumber data, akan tetapi hanya sebagian yang akan dijadikan

sebagai sampel. Menurut pendapat Arikunto mengenai sampel (2010:174) :”

sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.” Sampel merupakan

(20)

populasi tersebut. Menurut Sudjana dan Ibrahim (2010:85) :” sampel adalah

sebagian dari populasi terjangkau yang memiliki sifat yang sama dengan

populasi.” Telah jelas bahwa sampel bersifat generalisasi, maksud dari

generalisasi adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku

bagi populasi. Penentuan jumlah sampel menurut Isaac dan Michael yang dikutip

oleh Sugiyono (2012:87) :”dalam penentuan jumlah sampel yang menggunakan

table tingkatan kesalahan, 1%, 5%, dan 10%”. Pada table penentuan jumlah

sample dari populasi tertentu dengan taraf kesalahan 1%, 5%, dan 10% pada

jumlah populasi 72 orang maka jumlah sampel untuk umur 13 – 15 tahun

berjumlah 41 orang dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 23 orang dan siswa

perempuan sebanyak 18 orang. Tingkat kesalahan untuk sampel laki-laki 1% = 19

orang, 5% = 19 orang, dan 10% = 19 orang, sedangkan untuk siswa Perempuan

tingkat kesalahan 1% = 15 orang, 5% = 15 orang, dan 10% = 15 orang. Oleh

karena keterbatasan penelitian yaitu berkaitan dengan anggota populasi, anggaran

biaya, dan waktu penelitian, maka untuk sampel yang akan diambil dan ditetapkan

pada penelitian ini berjumlah 41 orang, lebih rinci sebagai berikut :

a. Untuk siswa laki-laki yang berumur 13-15 tahun sebanyak 19 orang

b. Untuk siswa perempuan yang berumur 13-15 tahun sebanyak 15 orang.

Penentuan sampel penulis menggunakan tehnik sample random seperti

yang diungkapkan oleh Arikunto (2010:117) :” teknik sampling ini diberi nama

demikian karena di dalam pengambilan samplenya, peneliti mencampur

subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek-subjek dianggap sama.” Pemilihan

sampel akan menggunakan sistem undian, dimana kita akan menyiapkan

kertas-kertas kecil yang bertuliskan nomor lalu digulungkan. Seluruh siswa baik kelas 1

maupun kelas 2 akan mengambil gulungan tersebut, orang yang mendapatkan

gulungan yang berisikan nomor maka orang tersebut yang akan menjadi sampel

penelitian.

c. Waktu dan Tempat Penelitian

(21)

2. Tempat penelitian dilapangan terbuka SMP terbuka 1 Pasirjambu yang

berada pada perkebunan Patuha watte RT 04/ RW 08 desa Sugihmukti

Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung.

B. Desain Penelitian

Dalam sebuah penelitian terdapat sebuah desain penelitian, desain

penelitian merupakan cara untuk menggambarkan suatu variabel dalam penelitian.

Desain atau rancangan penelitian bertujuan untu mempermudah dalam penjelesan

atau penjabaran kedudukan variabel yang ditelitinya. Adapun desain yang

digunakan oleh penulis yang diadopsi dari Sugiyono. Desain yang digunakan

yaitu desain paradigma sederhana, hal tersebut digunakan karena variable yang

digunakan dalam penelitian ini hanya terhadap kebugaran jasmani siswa serta

kadar Hemoglobin.

Gambar 3.1

Paradigma tiga variabel independen

Desain menurut : Sugiyono (2012, Hlm 42)

X1 = Aktivitas fisik

X2 = Asupan Gizi (kalori)

X3 = Kadar Hemoglobin

Y = Kebugaran Jasmani

Y

X

1

X

2

(22)

Untuk lebih jelasnya mengenai langkah-langkah pengambilan dan pengolahan

data penelitian, maka penulis menggambarkan alur dari penelitian tersebut :

C. Metode Penelitian

Dalam suatu penelitan terdapat suatu metode yang digunakan untuk

menyelesaikan suatu permasalahan.Pada hakikatnya penelitian merupakan upaya

untuk mencari jawaban atas masalah yang menuntut jawaban yang benar, suatu

jawaban yang mendekati kebenaran yang logis hingga mudah dicerna oleh nalar

manusia dan didukung oleh fakta yang empiris. Sesuai dengan pernyataam diatas

Sudjana dan Ibrahim (2010:2) berpendapat bahwa :”Penelitian merupakan

penelaahan yang terkendali, sebab terkandung dua hal yakni adanya logika proses

berpikir yang dinyatakan secara eksplisit dan adanya informasi yang dikumpulkan

secara empiris dan sistematis”. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara

untuk mendapatkan data dengan suatu tujuan tertentu. Setiap penelitian

mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu maka penggunaan metode penelitian

haruslah sesuai tujuan. Dalam sebuah penelitian maka akan mendapatkan suatu

data dimana data tersebut merupakan data empiris yang mempunyai peran untuk

menyelesaikan suatu permasalahan. Melalu penelitian kita dapat memanfaatkan populasi

sample

TKJI

Angket aktivitas fisik Angket record gizi

Kadar Hemoglobin

Analisi Data

(23)

hasil penelitian.Secara umum penelitian dapat digunakan untuk memahami,

memecahkan, dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti kita dapat

memberikan penjelasan terhadap suatu masalah yang tidak sama sekali kita

ketahui, memecahkan berarti meminimalisir atau dapat menghilangkan suatu

permasalahan, mengantisipasi berarti berusaha untuk tidak timbul kembali

masalah tersebut atau membuat persiapan untuk menghadang masalah agar tidak

muncul.

Metode penelitian menurut Sugiyono (2012:2) berpendapat, “metode

penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Menanggapi dari pernyataan tersebut terdapat kata kunci yaitu cara ilmiah. Cara ilmiah merupakan kegiatan penelitian yang

didasarkan kepada ilmu pengetahuan, ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris,

dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian tersebut haruslah terjangkau

oleh akal atau nalar manusia sehingga mudah untuk dicermati. Empiris berarti tata

cara yang dilakukan dapat teramati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat

dengan mudah untuk mengamati penelitian tersebut serta mengetahui tata cara

yang digunakan. Sistematis berarti proses yang digunakan dalam suatu penelitian

menggunakan langkah-langkah yang tersusun serta bersifat logis. Sedangkan

menurut Sudjana dan Ibrahim (2010:16) menyatakan :

Metodologi penelitian akan memberikan petunjuk terhadap pelaksanaan penelitian atau petunjuk bagaimana penelitian itu dilaksanakan, bagaimana prosedurnya, jenis data mana yang harus dikumpulkan, alat apa yang digunakan untuk memperoleh data tersebut, dari mana diperolehnya, berapa banyak yang diperlukan, bagaimana data harus ditampilkan, dan lain-lain.

Banyak metode-metode penelitian dalam sebuah pelaksanaan penelitian,

karena metode yang tepat akan sangat mudah dalam mengambil sebuah

kesimpulan. Seperti yang diungkapkan oleh Sudjana dan Ibrahim (2010:18) bahwa :”Metode penelitian yang tepat digunakan dalam pendidikan berkisar pada metode eksperimen, ex-post facto, deskriptif, dan sebagian kecil metode historis”.

Berdasarkan metode-metode penelitian yang ada, maka dalam penelitian ini agar

(24)

menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif

merupakan metode yang menitik beratkan pada observasi dan suasana ilmiah seperti yang diungkapkan oleh Sudjana dan Ibrahim (2010:64) menyatakan :” Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian, yang terjadi pada saat sekarang”. Dengan perkataan lain, penelitian deskrptif mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada

masalah-masalah actual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan.

Maka daripada itu penelitian deskriptif tidak harus menuntut adanya suatu

hipotesis.

D. Definisi Oprasional

Untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran atau pengertian terhadap

judul, maka pembahasan ini diharapkan dapat mengarah kepada suatu penelitian

yang efektif serta efisien. Adapun definisi oprasional pada penelitian ini, sebagai

berikut :

a. Tingkat

Menurut kamus besar bahasa Indonesia bahwa tingkat memiliki arti jika

dipandang pada tingkat komparatif adalah tingkat yang menyatakan suatu

kualitas atau keadaan lebih tinggi atau lebih rendah dl hubungan dng titik

tertentu

b. Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh seseorang dalam

melakukan aktivitas atau tugas kerja. Menurut Giriwijoyo dan Sidik (2012:21) kebugaran jasmani adalah :”kebugaran jasmani adalah keadaan kemampuan jasmani yang dapat menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya terhadap tugas

jasmani tertentu dan/atau terhadap keadaan lingkungan yang harus diatasi

dengan cara yang efisien, tanpa kelelahan yang berlebihan dan pulih sempurna

(25)

c. Siswa

Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya

diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas

sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

d. Sekolah Menengah Pertama

Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah masa remaja awal setelah mereka

melalui masa-masa pendidikan Sekolah Dasar.Remaja awal ini berkisar antara

umur 10-14 tahun.

e. Aktivitas

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aktivitas artinya adalah “kegiatan

atau keaktifan”. W.J.S. Poewadarminto menjelaskan :”aktivitas sebagai suatu

kegiatan atau kesibukan”. S. Nasution menambahkan bahwa aktivitas

merupakan :”keaktifan jasmani dan rohani dan kedua-keduanya harus

dihubungkan”.

f. Gizi

Matjan (2010:68) menyatakan bahwa :”Secara sederhana gizi dapat dikatakan

sebagai makanan untuk menjamin kelangsungan hidup, memelihara kesehatan dan menjamin kemampuan kerja khususnya kerja fisik.”

g. Hemoglobin (kependekan: Hb)

Merupakan molekul protin di dalam sel darah merah yang bergabung dengan

oksigen dan karbon dioksida untuk diangkut melalui sistem peredaran darah

ke tisu-tisu dalam badan

E. Instrumen Penelitian

Instrument penelitian adalah suatu alat untuk mengumpulkan data.

Instrument yang dipakai dalam penelitian kali ini berkaitan dengan kebugaran

jasmanai siswa menengah pertama, tujuan dari tes ini yaitu untuk mengukur

kemampuan fisik siswa dan menentukan tingkat kesegaran jasmani siswa sekolah

menengah pertama , yaitu :

1. Tes lari cepat 50 meter

(26)

b. Alat atau fasilitas : lintasan lari atau lapangan yang datar, alat

pengukur, peluit dan stopwatch, bendera start dan tiang pancang

c. Pelaksanaan : siswa berbaris sejajar dan dalam posisi bersiapa

berlari, ketika ada aba-aba atau tanda mereka berlari semaksimal mungkin.

Lalu berakhir dititik 50 meter.

Kesempatan diulang bilamana :

a. mencuri start

b. Pelari terganggu oleh pelari lainnya

2. Tes angkat tubuh (30 detik untuk putri dan putra 60 detik)

a. Tujuan : untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot

lengan dan otot bahu

b. Alat / Fasilitas : Lantai yang rata dan bersih, stop watch, palang

tunggal, peluit dan formulir pencatat hasil

c. Pelaksanaan :

1. Sikap awal bergantung pada palang tunggal, jarak kedua tangan

selebar bahu, posisi telapak tangan mengahadap kearah kepala, kedua

lengan lurus.

2. Mengangkat tubuh ke atas hingga daguberada di atas palang.

3. Badan diturunkan kembali dengan carameluruskan lengan, sementara

posisi kepala, badan, dan kaki tetap lurus.

4. Gerakan ini dilakukan berulang- ulang sampai tidak kuat

3. Tes baring duduk 60 detik

a. Tujuan : untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut

b. Alat / Fasilitas : lantai yang rata dan bersih, peluit, stop watch, dan

formulir pencatat hasil

c. Pelaksanaan :

1. Sikap awal tidur terlentang, kedua lutut ditekuk, jari – jari berkaitan di

(27)

2. Angkat badan ke atas sampai posisi duduk, kedua tangan tetap berada

di belakang kepala.

3. Badan diturunkan kembali ke sikap awal.

4. Gerakan ini dilakukan berulang – ulang sebanyak mungkin.

4. Tes loncat tegak

a. Tujuan : untuk mengukur daya ledak otot tungkai

b. Alat / Fasilitas : dinding yang rata dan lantai yang rata, papan

berwarna gelap berukuran 30 x 150 cm yang digantung pada dinding

dengan jarak antara lantai dengan angka nol pada papan skala ukuran 150

cm, serbuk kapur, dan formulir pencatatan.

c. Pelaksanaan :

1. Subyek berdiri tegak dekat dinding, kedua kaki, papan dinding

berada di samping tangan kiri atau kanannya

2. Tangan yang berada dekat dinding diangkat lurus keatas dan telapak

tangan ditempelkan pada papan sehingga meninggalkan bekas

raihan.

3. Lalu mengambil awalan dengan membengkokan kedua lutut dan

kedua tangan diayun kebelakang

4. Lalu melocat semaksimal mungkin sambil menepuk papan, lalu akan

meninggalkan bekas raihan

5. Tanda tersebut menampilkan raihan dari loncatan tersebut.

5. Tes lari jauh (800 meter untuk putri dan 1000 meter untuk putra)

a. Tujuan : mengukur daya tahan (cardio repiratory endurance) b. Alat / Fasilitas : lapangan yang rata atau lintasan yang telah diketahui

panjang atau jaraknya, bendera start dan tiang pancang, peluit, stop watch,

nomor dada, dan formulir pencatatan hasil.

c. Pelaksanaan :

1. subyek beridiri dibelakang garis start

(28)

3. pada saat aba-aba “ya” subyek berlari menuju finish dengan

menempuh jarak 800 meter untuk putrid dan 1000 meter untuk putra.

Untuk mengetahui kadar Hemoglobin darah (HB) peneliti menggunakan

alat pengukur digital Easy Touch Hb. Digitaligital adalah alat untuk mengukur kadar hemoglobin Hb darah portable yang praktis. Agar memudahkan analisa Hb darah seperti dibawah ini

Gambar 3.2

Alat Tes Kadar Hemoglobin

a. Peralatan dalam tes kadar Hemoglobin :

1. Hb meter 2. Hb tes strips 3. Control strips 4. Code chip 5. Lancing device 6. Lancets

7. Plastic capillary tubes

b. Tata cara dalam pengetesan kadar Hemoglobin :

1. Bersihkan jari yang akan ditusukan jarum dengan menggunkan alkohol

70%

2. Memilih ukuran hentakan jarum pada saat penusukan pada jari

3. Tusukan jarum kepada jari yang telah dibersihkan dan ambil darah tersebut

(29)

4. Lalu letakan darah tersebut pada serum yang telah terpasang pada Hb

meter

5. Tunggu hingga 15 detik hingga hasil kadar Hemoglobin tersebut muncul

6. Lalu masukan kedalam norma yang telah ada.

Dalam mengumpulkan data mengenai aktivitas fisik yang dilakukan oleh

para siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung, maka penulis

menggunakan Instrument angket. Instrument angket ini mempermudah dan

mempercepat untuk memperoleh hasil yang dibutuhkan oleh peneliti. Keuntungan

dalam menggunakan metode angket ini yaitu memberikan kebebasan serta

pengisian jawaban yang dijawab dengan jujur oleh sample. Pada penelitian ini

untuk mengetahui aktivitas fisik yang dilakukan oleh sample maka penulis

menggunakan angket aktivitas fisik yang mengadopsi dari PAQ-C (Kowalski,

2004). Angket aktivitas fisik guna mencari aktivitas fisik yang dilakukan oleh

sample yang dilakukan selama satu minggu terakhir. Skor untuk aktivitas fisik

yang dilakukan oleh sample sebagai berikut :

Menjumlahkan seluruh skor dari setiap pertanyaan yang diberikan kepada sample,

lalu dicari simpang bakunya. Hasil dari penjumlahan poin tersebut kemudian di

kategorikan sesuai dengan yang telah ditentukan.

Untuk mengetahui mengenai asupan gizi yang dikonsumsi oleh sample

maka penelitian ini menggunakan angket terbuka, menurut Arikunto (2010, Hlm. 195) mengenai angket terbuka adalah :” kuesioner terbuka , yang member kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.”

Penelitian ini mengadopsi angket record 2x24 jam, dimana angket tersebut menggali informasi tentang asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi

selama 2x24 jam terakhir dan secara umum. Dalam pemberian angket record

(30)

responden mengenai nilai satuan ukuran rumah tangga (URT) yang dikonsumsi

sample atau responden.

Tabel 3.1

Bentuk Angket Recoord

Nama : . ………

Umur :………...

Tinggi badan : Cm

Berat badan : Kg

Hari ke :

No Waktu

Makan

Jenis maskanan

Bahan makanan Banyaknya

URT Gram

(31)

A. Proses Pengembangan Instrument

a. Uji Validitas

Dalam sebuah penelitian terdapat suatu instrument dalam pengumpulan

data penelitian.Instrument tersebut haruslah memiliki validitas dan reliabilitas.

Validitas menurut Arikunto (2010:211) :”validitas adalah suatu ukuran yang

menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument.” Suatu

instrument yang valid mempunyai validitas tinggi. Uji validitas dilakukan untuk

memberikan gambaran seberapa besar alat pengukuran untuk mengukur apa yang

seharusnya diukur serta tepat sasaran. Uji validitas ini menggunakan metode

koefisien korelasi Person Product Moment dari Karl Pearson yaitu dengan mengkelasikan skor total yang dihasilkan oleh responden (y) dengan

masing-masing butir soal (x) dengan rumus sebagai berikut :

No Koefisien Korelasi Kriteria T hitung kriteria

(32)
(33)

Berdasarkan uji validitas diatas, maka kita akan mendapatkan jumlah soal yang

memiliki kriteria valid dan dapat menjadi instrument untuk memperoleh data

penelitian. Dapat terlihat bahwa terdapat butir soal yang memiliki thitung< ttabel

yaitu butir soal nomor 2,5,10,11,13,15,19,20,21,35, dan 36. Maka dengan

demikian kesebelas butir soal tersebut dinyatakan tidak valid atau tidak dapat

digunakan, sedangkan 25 butir soal dapat digunakan atau dinyatakan valid.

b. Uji Reliabilitas

Untuk mengetahui kecocokan instrument yang digunakan dalam penelitian

ini, maka terlebih dahulu dilakukan uji coba kepada 20 siswa SMP pada tingkatan kelas VII dan kelas VIII.Menurut Arikunto (2010: 221) :”realibilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk

digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.”

Dalam uji validitas dan realibilitas pada angket aktivitas fisik PAQ-C (Kowalski,

2004) dengan menggunakan rumus Alpha Cronchbach dengan koefisien antara 0 sampai 1 (Arikunto 2010: 238), sebagai berikut :

r

11

=

[

] [

]

Keterangan :

r11 = realibilitas instrument

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

∑ = jumlah varians butir = varians total

(Arikunto, 2010: 239)

Tabel 3.3

Hasil Realibilitas Instrument Aktivitas Fisik

K Realibilitas r tabel

(34)

Dapat di lihat pada tabel untuk nilai reliabilitas dari 25 butir soal yang telah valid

memiliki nilai 0,867.Maka r 1> r tabel yang artinya bahwa semua butir soal telah

reliabel atau dapat dipercaya. Interpretasi koefisien korelasi dijelaskan pada tabel

Tabel 3.4

Interpretasi koefisien korelasi

(Riduwan, 2004)

B. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data

1. Teknik Pengumpulan Data

Penulis memperoleh dan mengumpulkan data penelitian ini menggunakan

item tes serta menggunakan metode angket terbuka dan angket tertutup. Angket

terbuka digunakan dalam memperoleh informasi dari sample mengenai asupan

makanan atau asupan gizi. Angket tertutup digunakan untuk memperoleh

informasi atau data mengenai aktivitas fisik. Item tes yang digunakan untuk

memperoleh kebugaran jasamani penulis menggunakan tes TKJI (tes kebugaran

jasmani Indonesia), serta untuk memperoleh data atau informasi berkaitan dengan

kadar Hemoglobin penulis menggunakan alat tes Hemoglobin digital. Untuk lebih

rinci maka pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis sebagai berikut :

1. Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk tingkatan SMP

2. Tes Kadar Hemoglobin

3. Angket aktivitas fisik PAQ-C , (Kowalski 2004)

4. Angket asupan gizi Recoord 2x24 jam

Antara 0,800 – 1,000 Sangat tinggi

Antara 0,600 – 0,799 Tinggi

Antara 0,400 – 0, 599 Cukup tinggi

Antara 0,200 – 0,399 Rendah

(35)

2. Analisis Data

Seluruh data yang telah dikumpulkan pada penelitian ini merupakan data

mentah dan harus terlebih dahulu diuji serta diolah agar mendapatkan jawaban

dari rumusan permasalahan pada penelitian ini. Dalam proses analisis data ini

terdapat tiga langkah untuk mendapatkan hasil dari data tersebut. Menurut Mile and Huberman dalam Sugiyono (2012:246) menerangkan bahwa : “aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan data conclusion drawing atau verification”. Untuk memperjelas dari penjabaran ketiga langkah dalam menganalisis sebuah data maka akan dijelaskan sebagai berikut :

a. Data reduction (reduksi data)

Merduksi data merupakan suatu cara untuk mempermudah dalam

menganalisis sebuah data lebih sederhananya yaitu merangkum data, serta

memfokuskan kepada hal-hal yang penting. Data yang penting yang dapat

menjawab dari rumusan masalah akan dipisahkan pada saat mereduksi

data, sehingga telah terkumpul data utama pada penelitian tersebut.

b. Data display

Data display merupakan langkah selanjutnya pada saat data reduksi telah selesai. Pada penelitian ini yang merupakan penelitian

kuantitatif maka penyajian data dapat berupa tabel, grafik, dan diagram.

Data display akan memberikan informasi kepada pembaca mengenai hasil dari penelitian tersebut. Setelah informasi diberikan maka dapat dengan

mudah untuk memahami mengenai isi pada penelitian tersebut. Tidak

hanya menggunakan grafik, diagram serta tabel penyajian data display

menggunakan kalimat narasi agar lebih memperjelas pada penelitian

tersebut. Adapun menentukan persentase dengan menggunakan rumus :

c. Conclusion drawing atau verification

Langkah terakhir pada analisis data ini yaitu memverifikasi atau

(36)

merupakan jawaban akan rumusan masalah dalam penelitian ini. Sehingga

akan menuju kepada sebuah kesimpulan dalam permasalahan pada sebuah

(37)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian dan pengolahan data yang telah penulis lakukan,

maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Tingkat kebugaran jasmani siswa laki-laki SMP terbuka 1 Pasirjambu

Kabupaten Bandung ada pada kategori sedang, sedangkan tingkat

kebugaran jasmani siswi perempuan SMP terbuka 1 Pasirjambu

Kabupaten Bandung memiliki tingkatan pada kategori sedang.

2. Aktivitas fisik yang dilakukan oleh siswa dan siswi SMP terbuka 1

Pasirjambu Kabupaten Bandung pada kategori aktivitas fisik sedang.

3. Asupan zat gizi yang dikonsumsi oleh siswa dan siswi SMP terbuka 1

Pasirjambu adalah zat karbohidrat 65%, protein 17% dan lemak 18.

Keseimbangan asupan energi dengan kebutuhan energi perhari maka siswa

dan siswa SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung mengalami

kekurangan energi atau kalori.

4. Kadar Hemoglobin siswa dan siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten

Bandung berada pada kategori normal secara keseluruhan.

B. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis dapat mengemukakan saran-saran

untuk kepentingan baik bagi pembaca maupun kepada pihak yang berkepentingan.

Adapun saran yang dikemukakan oleh penulis sebagai berikut:

1. Bagi para peserta didik agar senantiasa melakukan aktivitas fisik atau

berolahraga agar memperoleh kebugaran jasmani, serta senantiasa

meningkatkan dan menjaga kebugaran jasmaninya.

2. Bagi orang tua murid agar senantiasa memperhatikan asupan zat gizi yang

dikonsumsi oleh anaknya agar mendapatkan keseimbangan dalam asupan

(38)

3. Bagi guru pendidikan jasmani untuk selalu memperhatikan kebugaran

jasmani siswa-siswi serta lebih memberikan wawasan mengenai gizi,

aktivitas serta kadar hemoglobin karena ketiga aspek tersebut

berkontribusi terhadap kebugaran jasmani.

4. Untuk peneliti yang akan meneliti mengenai angket recoord 2x24 jam, dalam proses pengambilan data agar selalu dibimbing dalam penentuan

jenis makanan yang diolah agar tidak salah mengartikan dalam proses

penukaran zat gizi kepada jumlah kalori yang didapat.

5. Bagi para mahasiswa fakultas pendidikan olahraga dan kesehatan, dapat

meneliti secara spesifik mengenai kontibusi dari masing masing variabel

(39)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2010) Prosedur penelitian (suatu pendekatan praktik). Edisi 14, Jakarta: Rineka Cipta

Basiran., Komariyah, L., dan Ruhayati, Y. (2010) Ilmu gizi olahraga. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan

Indonesia.

Bompa, T.O. (1999) Periodization training for sports. Champaign: Human Kinetics.

Giriwijoyo, H.Y.S dan Sidik, D.Z. (2012) Ilmu faal olahraga (fisiologi olahraga). Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Habibudin, T. (2009) Ilmu faal I. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Harsono. (2001) Latihan kondisi fisik. Bandung: CV. Tambak Kusuma.

Harsono (1988) Coaching dan aspek-aspek psikologis dalam coaching. Bandung: CV. Tambak Kusuma.Istiany, A. dan Rusilanti. (2013) Gizi terapan.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Istiany, A. Dan Ruslianty (2013). Gizi Terapan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Jauhari, A. (2013) Dasar-dasar ilmu gizi. Yogyakarta: Dua Satria Offset.

Kartasapoetra, G., Marsetyo., dan Med. (2012) Ilmu gizi (korelasi gizi, kesehatan dan produktivitas kerja). Jakarta: Rineka Cipta.

(40)

Matjan, B.N. (2010) Ilmu kesehatan olahraga. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Nurhasan, H. dan Cholil, D.H (2007) Tes dan pengukuran olahraga. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan

Indonesia.

Nurhasan, H., Cholil, D.H, dan Hidayah, N. (2008) Mata kuliah statistika.

Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas

Pendidikan Indonesia.

Sudjana, N. dan Ibrahim. (2010) Penelitian dan penilaian pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sugiyono. (2012) Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan r & d. Bandung: Alfabeta

Suherman, A. (2009) Revitalisasi pengajaran dalam pendidikan jasmani.

Bandung: CV. Bintang Warliartika.

Gudang Tabel. (2013) Tabel kalori makanan. [Online]. Tersedia di: http://rumushitung.com/2013/03/10/tabel-kalori-makanan/ [Diakses 06 Maret 2014].

Haryanto, I. Dasar berlatih pada ketinggian, keadaan hipoksia. [Online]. Tersedia di: Http://ojs.lib.unair.ac.id/inde.php/mkai/article/view/657 [Diakses pada

06 Maret 2014].

Kowalski PAQ-Children. [Online]. Tersedia

di:http://www.performwell.org/index.php/ [Diakses pada 13 Maret 2014].

Liliskurniasih. (2011) Karakteristik perkembangan anak SMP. [Online]. Tersedia

(41)

Pratiwi, A. (2013) Peran aktivitas fisik dan manfaat aktivitas fisik. [Online]. Tersedia

fisik.html. [Diakses 06 Maret 2014].

Popit (2011) Pengaruh ketinggian tempat terhadap variasi iklim di permukaan bumi. [Online]. Tersedia di: http://peri- laut.blogspot.com/2011/10/prngaruh -ketinggian-tempat-terhadap.html [Diakses pada 13 Maret 2014].

Rizqia, B.I. (2012) Informasi aktivitas fisik pada remaja sehat. [Online]. Tersedia

di:http://akubaiq.blogspot.com/2012/05/informasi-aktivitas-fisik-pada-remaja.html [Diakses 06 Maret 2014].

Wikipedia. (2013) Sekolah menengah pertama. [Online]. Tersedia di: http://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_menengah_pertama [Diakses pada 06

Maret 2014].

Wikipedia. (2013) Hemoglobin essiklopedia bebas. [Online]. Tersedia di: http://ms.wikipedia.org/wiki/Hemoglobin [Diaskses pada 06 Maret 2014].

http://www.nutrisurvey.de/. [Didownload 13 Maret 2014 08:04]

www.repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20765/1/Apendix.pdf. [Diakses

Gambar

Gambar 3.1
Gambar 3.2  Alat Tes Kadar Hemoglobin
Tabel 3.1
Tabel 3.2  Table Hasil Uji Validitas Soal Uji Coba
+3

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan-kesimpulanyang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa Tingkat Kebugaran Jasmani (Physical Fitness) dan Kesehatan Mental (Mental Hygiene) memiliki

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa SMP yang masuk pagi dan yang masuk siang, serta untuk mengetahui apakah

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah: Secara umum profil tingkat kebugaran jasmani mahasiswa penjaskesrek

Berkaitan dengan klasifikasi yang didapatkan dalam proses penelitian kondisi kebugaran jasmani pada siswa tuna rungu di Sekolah Luar Biasa Dharma Asih Pontianak yang

Berkaitan dengan klasifikasi yang didapatkan dalam proses penelitian kondisi kebugaran jasmani pada siswa tuna rungu di Sekolah Luar Biasa Dharma Asih Pontianak yang

Berdasarkan hasil tes kebugaran jasmani siswa di SDN Padangan 1 sesuai dengan data yang telah di ambil kebugaran jasmani dengan kategori baik sekali pada siswa laki-laki berjumlah 0

Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan pengetahuan kepada siswa tentang tingkat kebugaran jasmani dan status gizi mereka, dengan harapan hal ini akan mendorong mereka untuk

Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara melakukan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia, berupa pretest dan posttest.Berdasarkan hasil pengolahan data,