SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Oleh :
Meishanda Ilyas Kusuma 1006723
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
1 Pasirjambu Kabupaten Bandung
Ditinjau dari Aktivitas, Gizi dan Kadar
Hemoglobin
Oleh
Meishanda Ilyas Kusuma
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
© Meishanda Ilyas Kusuma 2014 Universitas Pendidikan Indonesia
Juni 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
ABSTRAK
TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TERBUKA 1 PASIRJAMBU KABUPATEN BANDUNG DITINJAU DARI AKTIVITAS, GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN
Pembimbing : 1. Drs. H. Hadi Sartono, M.Pd.
2. Sagitarius, M.Pd
Meishanda Ilyas Kusuma*
*Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Angkatan 2010.
Tujuan dalam pembuatan skripsi ini adalah untuk mengetahui mengenai gambaran tingkatan kebugaran jasmani siswa SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung ditinjau dari aktivitas, gizi dan kadar hemoglobin. Penelitian ini diadakan di sekolah SMP terbuka 1 Pasirjambu yang bertempatan di perkebunan teh Patuah watte RT 04/ RW 08 desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung. Pada penelitian penulis menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan dari tujuan semula. Pada penelitian ini penentuan sampel menggunakan random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini untuk siswa laki- laki sebanyak 19 orang, dan untuk siswa perempuan sebanyak 15 orang. Instrument tes pada penelitian ini menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia. Angket Aktivitas fisik dari PAQ-C, Kowalski (2004) untuk mengetahui jenis atau kategori aktivitas fisik dari siswa-siswi tersebut. Angket asupan gizi
ABSTRACT
PHYSICAL FITNESS OVER VIEW LEVEL OF 1ST OPEN JUNIOR SCHOOL
OF PASIRJAMBU KABUPATEN BANDUNG’S STUDENT BASED ON THE REVIEW OF ACHTIVITIES, NUTRIENTS, AND HEMOGLBIN CONTENT
Pembimbing : 1. Drs. H. HadiSartono, M.Pd.
2. Sagitarius, M.Pd
Meishanda Ilyas Kusuma*
University student of Sport Coaching Education 2010
DAFTAR ISI
PERNYATAAN ... i
ABSTRAK... ii
ABSTRACT ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
UCAPAN TERIMAKASIH... v
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL... vii
DAFTAR GAMBAR ...viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang Masalah ...1
B. Rumusan Penelitian ...6
C. Tujuan Penelitian...7
D. Batasan Penelitian ...7
E. Batasan Istilah ...8
F. Manfaat Penelitian...9
G. Struktur Organisasi Penelitian...10
BAB II TINJAUAN TEORITIS ...11
A. Pengertian Kebugaran Jasmani ...11
1. Pengertian Kebugaran Jasmani ...11
2. Komponen Kebugaran Jasmani...14
B. Pengertian Aktivitas Fisik...22
C. Gizi ...25
1. Karbohidrat...27
2. Protein ...27
4. Vitamin ...30
5. Mineral ...31
D. Penilaian Status Gizi Berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT)...31
E. Data Ukuran Rumah Tangga Bahan Makanan...35
F. Kebutuhan Energi Pada Anak-anak dan Remaja Menurut Golongan Umur ...43
G. Hemoglobin ...45
H. Pengertian Siswa Sekolah Menengah Pertama ...46
BAB III METODE PENELITIAN ...52
A. Lokasi, Populasi, dan Sampel...52
B. Desain Penelitian ...54
C. Metode Penelitian ...55
D. Definisi Oprasional...57
E. Intrumen Penelitian ...58
1. Tes Lari Cepat 50 m ...58
2. Tes Angkat Tubuh (30 Detik untuk Putri dan Putra 60 Detik)...59
3. Tes Baring Duduk 60 Detik...59
4. Tes Loncat Tegak ...60
5. Tes Lari Jauh (800 m untuk Putri dan 1000 m untuk Putra) ...60
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...69
A. Pengolahan Data...69
B. Hasil Penelitian ...69
1. Tingkat Kebugaran Jasmani ...70
2. Gamabaran Aktivitas Fisik ...74
3. GambaranKonsumsi Zat Gizi ...79
4. Gambaran Kebutuhan Energi Pada TingkatanUmur 13 – 15 Tahun ...83
5. Gambaran Kadar Hemoglobin ...86
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...105
A. Kesimpulan...105
B. Saran ...106
DAFTAR PUSTAKA ...107
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi saat ini seluruh aspek tidak luput dari dampak yang
ditimbulkan dari persaingan yang sangat ketat sehingga mengakibatkan perubahan
dalam berbagai bidang. Tidak hanya dari segi ekonomi, sosial dan budaya saja
dari segi pendidikan pun tidak luput terkena dampaknya. Era globalisasi yang
terjadi saat ini berdampak positif dan negatif tergantung dari sudut pandang kita
menyikapinya.
Dalam dunia pendidikan sangat bermanfaat sekali di era globalisasi saat
ini. Pendidik maupun siswa dengan mudah dapat mengakses segala hal yang
berkaitan tentang proses pembelajaran. Hal ini sangat berpengaruh untuk
tercapainya tujuan pembelajaran itu sendiri. Pendidikan yang terjadi pada ruang
lingkup masyarakat diharapkan bahkan dituntut untuk mampu memperhitungkan
dan melakukan antisipasi terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya
yang simultan dan koheren (berkesinambungan).
Dunia pendidikan sangatlah seimbang dimana tidak hanya belajar
mengenai pengetahuan yang umum tetapi belajar juga mengenai pendidikan
jasmani. Pendidikan jasmani secara sederhana bertujuan untuk membiasakan
siswa didik untuk melakukan olahraga agar mendapatkan manfaat yang luar biasa.
Dalam Undang-Undang no 4 tahun 1950 Bab VI pasal 9 menyebutkan bahwa
:”Pendidikan jasmani yang menuju keselarasan antara tumbuhnya badan dan
perkembangan jiwa merupakan usaha untuk membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sehat kuat lahir batin, diberikan pada seluruh jenjang pendidikan”. Telah jelas tujuan dari Negara diwakili oleh undang-undang tersebut, bahwa untuk
menjadi bangsa yang maju maka diperlukan kepintaran, kecerdasan dan
kebugaran jasmani. Bucher (1964) dalam revitalisasi pengajaran dalam
1. Perkembangan fisik. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan melakukan aktivitas-aktivitas yang melibatkan kekuatan fisik dari berbagai organ tubuh seseorang.
2. Perkembangan gerak. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan melakukan gerak secera efektif, efisien, halus, indah, dan sempurna
3. Perkembangan mental. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan berfikir dan menginterpresentasikan keseluruhan pengetahuan tentang pendidikan jasmani kedalam lingkungannya.
4. Perkembangan social. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri pada suatu kelompok atau masyarakat.
Adapun pendapat yang menjelaskan mengenai pengertian kebugaran jasmani ,
sebagaimana dikemukaan oleh Giriwijoyo (2012:21), bahwa :
Kebugaran jasmani adalah keadaan kemampuan jasmani yang dapat menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya terhadap tugas jasmani tertentu dan atau terhadap keadaan lingkungan yang harus diatasi dengan cara yang efisien, tanpa kelelahan yang berlebihan dan pulih sempurna sebelum datang tugas yang sama pada esok harinya.
Telah jelas bahawa kebugaran jasmani sangat diperlukan bagi setiap
individu manusia untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Komponen kebugaran
jasman menurut Giriwijoyo dan Sidik (2012:109) secara anatomis (struktural)
(ES-Komponen kebugaran jasmani secara fisiologis (fungsional) adalah fungsi
dasar dari komponen-komponen anatomis tersebut di atas yaitu fungsi dasar ES-I
yang wujudnya adalah :
1. Fleksibilitas
2. Kekuatan dan daya tahan otot
3. Fungsi koordinasi saraf
Fungsi dasar ES-II yang wujudnya adalah :
1. Daya tahan umum, sering disebut sebagai daya tahan kardio-respirasi
Kebugaran jasmani sangat diperlukan bagi setiap manusia, khususnya
bagi para pelajar baik tingkat dasar, menengah, atas serta perguruan tinggi. Hal
tersebut menjadi penting dikarenakan bahwa pencapaian prestasi kognitif harus
bersamaan dengan kebugaran jasmani yang prima seperti pendapat Giriwijoyo
(2012:75) bahwa :“Pendidikan jasmani membina mutu sumber daya manusia
seutuhnya, karena dalam penjas-or menyentuh tiga aspek jasmani, rohani serta
sosial sehingga seimbang”. Ketika tubuh manusia dalam tingkatan baik maka
dalam proses berfikir akan baik pula. Sama halnya seperti komputer ketika
prosesornya baik tetapi perangkat energi atau listriknya kurang baik maka
percuma fungsi dari komputer itu tidak akan berjalan. Menurut pendapat
Giriwijoyo (2012:78) bahwa :”Kegiatan jasmani merupakan pelatihan jasmani
untuk memelihara atau meningkatkan derajat sehat dinamis yang adekuat bagi
siswa, yaitu kemampuan gerak yang mampu mendukung semua kebutuhan
gerak dalam perilaku hidupnya sebagai siswa”. Sehat jasmani berarti sehat
dinamis yaitu sehat yang disertai kemampuan gerak yang dapat memenuhi segala
tuntutan gerak bagi keperluan hidup dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Sesuai dengan karakteristik siswa SMP, usia 12 – 16 tahun kebanyakan dari
mereka cenderung masih suka bermain. Untuk itu guru harus mampu
mengembangkan pembelajaran yang efektif, disamping harus memahami dan
memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa. Pada masa usia tersebut
seluruh aspek perkembangan manusia baik itu kognitif, psikomotorik dan afektif
mengalami perubahan. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus
permainan atau olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportifitas, jujur, kerjasama, dan
lain-lain) dari pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui
pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun
melibatkan unsur fisik mental, intelektual, emosional dan sosial. Aktivitas yang
diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan dikdakdik-metodik,
sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. Melalui
pendidikan jasmani diharapkan siswa dapat memperoleh berbagai pengalaman
untuk mengungkapkan kesan pribadi yang menyenangkan, kreatif, inovatif,
terampil, meningkatkan dan memeliharan kesegaran jasmani serta pemahaman
terhadap gerak manusia.
Terlebih pendidikan jasmani mempunyai sasaran yang sangat baik yaitu
menghasilkan siswa sehat dan unggul masa kini dan masa yang akan datang,
meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan, dan atlet
elit untuk menaikan derajat bangsa. Pendidikan jasmani memiliki domain sasaran
yaitu kognitif, afektif serta psikomotor, dalam kontek yang luas merupakan
pembelajaran dengan sasaran pengenalan dan penguasaan berbagai bentuk
kemampuan koordinasi gerak dasar untuk memenuhi pembekalaan kepada siswa
agar dapat dengan mudah untuk mempelajari gerak kecabangan olahraga untuk
menjadi sumber bibit olahragawan masa depan.
Penelitian yang penulis lakukan yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat
kebugaran jasmani siswa sekolah menegah pertama terbuka 1 Pasirjambu
Kabupaten Bandung yang ditinjau dari segi aktivitas dan asupan gizi, karena
daerah tersebut berada diketinggian ±1500 - 2000 Mdpl maka perlu diketahui
aktivtas yang biasa dilakukan oleh anak-anak pada daerah tersebut. Daerah
tersebut memiliki kategori daerah dataran tinggi, seperti yang diungkapkan oleh
Popit (2011) menyatakan bahwa ketinggian tempat permukaan bumi merupakan
permukaan yang sangat kasar, sebagai buktinya terdapat daerah yang landai dan
tinggi. Dapat digolongkan menjadai tiga kategori yaitu
a. dataran tinggi > 700 Mdpl
Dengan berada diketinggian seperti itu peneliti pula meneliti mengenai
kadar hemoglobin (Hb) dari siswa tersebut. Apakah dalam keadaan yang baik atau
kurang baik kebugaran jasmani serta Hb siswa SMP tersebut. Berkaitan dengan
letak daerah sekolah tersebut yang berada pada dataran tinggi dan kita sering
menjumpai para atlet yang melakukan training camp sering berlatih didataran tinggi, guna memperoleh kapasitas aerobik yang baik. Seperti yang diungkapkan
oleh Rika Haryanto bagian ilmu Faal di Fakultas Kedokteran Unika Jaya dalam
sebuah situs menjelaskan, bahwa :
Dasar pemikiran mengapa berlatih di ketinggian dapat meningkatkan prestasi, hal ini adalah kapasitas aerobik yaitu keadaan hipoksia. Hipoksia yang terjadi di ketinggian diduga dapat merangsang pembentukan eritrosit sehingga meningkatkan kapasitas angkut oksigen, maka kapasitas aerobik (VO2 max) meningkat. Tekanan atmosfer berbeda sesuai dengan perbedaan ketinggian suatu tempat. Semakin tinggi suatu tempat dari permukaan, maka akan semakin kecil tekanan atmosfer tersebut.
Maka dengan pernyataan tersebut bahwa dengan berlatih pada daerah
dataran tinggi akan meningkatkan kapasitas aerobik serta merangsang
pembentukan eritrosit. Untuk itu individu yang berada pada dataran tinggi
mempunyai potensi memiliki kebugaran jasmani yang baik serta kapasitas aerobik
yang baik pula. Pada penelitian ini penulis mempunyai tujuan untuk memberikan
gambaran terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa SMP terbuka 1 Pasirjambu
yang ditinjau dari segi aktivitas, gizi dan hemoglobin. Aktivitas serta asupan gizi
merupakan penunjang dalam seseorang memiliki kebugaran jasmani. Kaitannya
dengan Hemoglobin bahwa dalam pembentukannya memerlukan substansi
meliputi asam amino, zat besi, dan zat tembaga. Apabila dalam tubuh kita
kekurangan zat besi maka konsentrasi Hemoglobin dalam sel-sel darah merah
akan menurun terlebih hal tersebut berdampak pada menurunnya pengangkutan
oksigen ke jaringan. Maka daripada itu aktivitas serta gizi yang didalamnya
mencakup kadar Hemoglobin merupakan hal penting dalam kebugaran jasmani
seseorang. Dalam kehidupan ini seorang manusia tidak terlepas dengan istilah
dapat digolongkan menjadi tiga golongan. Gaya hidup yang kurang menggunakan
aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh seseorang. Aktivitas fisik
tersebut diperlukan untuk membakar energi dari dalam tubuh. Aktivitas (kegiatan)
fisik biasanya dibagi menjadi tiga golongan menurut Khumaidi (1994), yaitu :
1. Ringan: 75% waktu untuk duduk atau berdiri, 25% waktu untuk berdiri sambil bergerak.
2. Sedang: 40% waktu untuk duduk atau berdiri, 60% waktu untuk melakukan
3. Berat: pekerjaan khusus. 25% waktu untuk duduk dan berdiri, 75% waktu untuk melakukan pekerjaan khusus.
Sangatlah berkaitan antara kebugaran jasmani dengan aktivitas fisik,
asupan gizi dan kadar hemoglobin. Dalam Penelitian ini semoga berguna bagi
para pendidik guna meningkatkan kebugaran jasmani siswa-siswinya serta
peningkatan prestasi didaerah tersebut.
B. Rumusan Penelitian
Masalah penelitian merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan
jawabannya melalui pengumpulan data, dan analisis dari data tersebut, sehingga
pada akhirnya akan menjadi sebuah kesimpulan atau hasil dari sebuah penelitian.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, masalah penelitian yang
penulis rumuskan adalah :
1. Bagaimanakah tingkat kebugaran jasmani siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasir
Jambu Kabupaten Bandung?
2. Bagaimanakah aktivitas fisik yang dilakukan siswa-siswi SMP terbuka 1
Pasirjambu Kabupaten Bandung pada kesehariannya?
3. Bagaimanakah asupan gizi siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten
Bandung?
4. Bagaimanakah kadar hemoglobin darah siswa SMP tebuka 1 Pasir Jambu
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang telah di uraikan di atas, maka tujuan
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk memperoleh gambaran mengenai tingkatan kebugaran jasmani
siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung
2. Untuk memperoleh gambaran mengenai aktivitas fisik yang dilakukan
siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandungdalam
kesehariannya
3. Untuk memperoleh gambaran asupan gizi pada siswa-siswi SMP terbuka
1 Pasirjambu Kabupaten Bandung
4. Untuk mengetahui Kadar hemoglobin darah siswa-siswi SMP terbuka 1
Pasirjambu Kabupaten Bandung.
D. Batasan Penelitian
Batasan penelitian sangat diperlukan dalam setiap penelitian agar masalah
yang diteliti lebih terarah dan jelas kemana tujuannya. Pembatasan ini diperlukan
bukan saja untuk memudahkan atau menyederhanakan masalah bagi peneliti tetapi
juga untuk dapat menetapkan lebih dahulu segala sesuatu yang di perlukan untuk
pemecahannya: tenaga, kecekatan, waktu, biaya, dan lain sebagainya yang timbul
dari rencana tersebut.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka penelitian ini di batasi pada hal-hal
sebagai berikut:
1. Penelitian ini hanya meneliti mengenai gambaran kebugaran jasmani yang
ditinjau dari aktivitas, gizi serta kadar Hemoglobin siswa SMP terbuka 1
Pasir Jambu Kabupaten Bandung
2. Penelitian ini meninjau tingkat kebugaran jasmani dari segi aktivitas dan
asupan gizi siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung
3. Penelitian ini meneliti pada tingkatan kelas 1 dan 2 yang memiliki umur 13 –
4. Penelitian ini mengambil data asupan gizi dari jumlah asupan karbohidrat,
protein, dan lemak yang dikonsumsi sampel. Serta jumlah energi yang didapat
dari makanan yang dikonsumsi oleh sampel.
5. Pengambilan data asupan gizi menggunakan cara pemberian angket record
2x24 jam (www.repository.usu.ac.id)
6. Pada angket record 2x24 jam peneliti mengambil data dari sampel mengenai
data asupan gizi yang dikonsumsi sample selama 2x24 jam terakhir secara
umum
7. Pengambilan data sampel untuk aktivitas fisik yang dilakukan maka penelitian
ini menggunakan angket aktivitas fisik PAQ-A Kowalski, (2004)
8. Aktivitas fisik pada penelitian ini merupakan semua aktivitas yang dijalankan
atau dikerjakan oleh sampel selama satu minggu terakhir.
E. Batasan Istilah
Batasan istilah dimaksudkan untuk membatasi suatu konsep agar tidak
terlalu jauh dalam pemahamannya. Batasan istilah bertujuan untuk memberikan
kemudahan bagi peneliti dalam melakukan penelitiannya. Adapun batasan istilah
pada penelitian ini, sebagai berikut :
a. Tingkat
Menurut kamus besar bahasa Indonesia bahwa tingkat memiliki arti jika
dipandang pada tingkat komparatif adalah tingkat yang menyatakan suatu
kualitas atau keadaan lebih tinggi atau lebih rendah dl hubungan dng titik
tertentu
b. Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh seseorang dalam
melakukan aktivitas atau tugas kerja. Menurut Giriwijoyo (2012:21)
kebugaran jasmani adalah :” kebugaran jasmani adalah keadaan kemampuan
jasmani yang dapat menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya terhadap tugas
dengan cara yang efisien, tanpa kelelahan yang berlebihan dan pulih sempurna sebelum datang tugas yang sama pada esok harinya.”
c. Siswa
Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya
diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas
sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
d. Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah masa remaja awal setelah mereka
melalui masa-masa pendidikan Sekolah Dasar. Remaja awal ini berkisar
antara umur 10-14 tahun.
e. Aktivitas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aktivitas artinya adalah “kegiatan
atau keaktifan”. W.J.S. Poewadarminto menjelaskan aktivitas sebagai suatu
kegiatan atau kesibukan. S. Nasution menambahkan bahwa aktivitas
merupakan :”keaktifan jasmani dan rohani dan kedua-keduanya harus
dihubungkan”.
f. Gizi
Matjan (2010: 68) menyatakan bahwa :”Secara sederhana gizi dapat dikatakan sebagai makanan untuk menjamin kelangsungan hidup, memelihara kesehatan dan menjamin kemampuan kerja khususnya kerja fisik.”
g. Hemoglobin
Merupakan molekul protin di dalam sel darah merah yang bergabung dengan
oksigen dan karbon dioksida untuk diangkut melalui sistem peredaran darah
ke tisu-tisu dalam badan. Ion besi dalam bentuk Fe+2 dalam hemoglobin
memberikan warna merah pada darah.
F. Manfaat penelitian
a. Manfaat Teoritis
Hasil dari analisa terhadap data-data yang diperoleh dari lapangan
menjadikan suatu gambaran tingkat kebugaran jasmani dan sebagai upaya untuk
peningkatan sumber daya manusia didaerah tersebut. Menghasilkan suatu
pandangan bahwa pendidikan jasmani pada lembaga pendidikan merupakan hal
penting untuk menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas.
b. Manfaat Praktis
Bagi para tenaga kependidikan jasmani dan pelatih olahraga, penelitian ini
diharapkan dapat memberikan informasi mengenai tingkat kebugaran jasmani
siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung. Sebagai upaya
peningkatan sumber daya manusia dalam peningkatan prestasi didaerah tersebut.
G. STRUKTUR ORGANISASI PENELITIAN
Agar suatu penelitian terancang dan berjalan dengan baik, maka perlu
suatu penyusunan secara terstruktur. Oleh karena itu penulis memaparkan sebagai
berikut :
BAB I memuat mengenai pendahuluan yang berisi latar belakang
penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan
masalah, batasan istilah, manfaat penelitian, dan struktur
organisasi penelitian
BAB II menerangkan mengenai konsep, teori dan pendapat para ahli
terkait dengan masalah tersebut
BAB III berisikian penjabaran yang rinci mengenai metode penelitian yang
digunakan serta komponen-komponen yang meliputi populasi dan
sample, desain penelitian, instrument penelitian, prosedur
pelaksanaan tes, teknik pengumpulan data, dan analisis data.
BAB IV pembahasan mengenai hasil temuan dalam penelitian dan
pembahasan yang meliputi pengolahaan data untuk menghasilkan
suatu temuan yang berkaitan dengan penelitian
BAB V menjelaskan mengenai kesimpulan dan saran yang memaparkan
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi, Populasi, dan Sample
Pada penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian yang berada pada
perkebunan Patuah watte RT 04/ RW 08 desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu
Kabupaten Bandung. Lokasi yang berada jauh dari ibu kota Soreang Kabupaten
Bandung ini dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan.
a. Populasi
Dalam setiap penelitian memerlukan suatu data atau informasi dari
sumber-sumber. Data atau informasi tersebut merupakan data empiris. Populasi
menurut Arikunto (2010:173) :”populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.”
Populasi berkaitan dengan elemen, yakni unit tempat diperolehnya informasi.
Elemen tersebut bisa individu, keluarga, rumah tangga, sekolah, masyarakat dan
lain-lain. Menurut pendapat dari Sugiyono (2012:80) :”populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas: obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.” Berkenaan dengan pendapat dari Sugiyono bahwa populasi bukan saja berkenaan dengan orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam.
Berdasarkan pengertian dari para ahli diatas maka dapat digambarkan bahwa
populasi merupakan keseluruhan subjek maupun objek penelitian dimana terdapat
data atau informasi yang akan didapatkan. Populasi yang diambil dalam penelitian
ini adalah siswa SMP pada tingkatan kelas satu dan dua yang berada pada
perkebunan teh Patuah Watte.
b. Sampel
Pada penelitian ini tidak semua anggota populasi akan diperoleh datanya
atau diajadikan sumber data, akan tetapi hanya sebagian yang akan dijadikan
sebagai sampel. Menurut pendapat Arikunto mengenai sampel (2010:174) :”
sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.” Sampel merupakan
populasi tersebut. Menurut Sudjana dan Ibrahim (2010:85) :” sampel adalah
sebagian dari populasi terjangkau yang memiliki sifat yang sama dengan
populasi.” Telah jelas bahwa sampel bersifat generalisasi, maksud dari
generalisasi adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku
bagi populasi. Penentuan jumlah sampel menurut Isaac dan Michael yang dikutip
oleh Sugiyono (2012:87) :”dalam penentuan jumlah sampel yang menggunakan
table tingkatan kesalahan, 1%, 5%, dan 10%”. Pada table penentuan jumlah
sample dari populasi tertentu dengan taraf kesalahan 1%, 5%, dan 10% pada
jumlah populasi 72 orang maka jumlah sampel untuk umur 13 – 15 tahun
berjumlah 41 orang dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 23 orang dan siswa
perempuan sebanyak 18 orang. Tingkat kesalahan untuk sampel laki-laki 1% = 19
orang, 5% = 19 orang, dan 10% = 19 orang, sedangkan untuk siswa Perempuan
tingkat kesalahan 1% = 15 orang, 5% = 15 orang, dan 10% = 15 orang. Oleh
karena keterbatasan penelitian yaitu berkaitan dengan anggota populasi, anggaran
biaya, dan waktu penelitian, maka untuk sampel yang akan diambil dan ditetapkan
pada penelitian ini berjumlah 41 orang, lebih rinci sebagai berikut :
a. Untuk siswa laki-laki yang berumur 13-15 tahun sebanyak 19 orang
b. Untuk siswa perempuan yang berumur 13-15 tahun sebanyak 15 orang.
Penentuan sampel penulis menggunakan tehnik sample random seperti
yang diungkapkan oleh Arikunto (2010:117) :” teknik sampling ini diberi nama
demikian karena di dalam pengambilan samplenya, peneliti mencampur
subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek-subjek dianggap sama.” Pemilihan
sampel akan menggunakan sistem undian, dimana kita akan menyiapkan
kertas-kertas kecil yang bertuliskan nomor lalu digulungkan. Seluruh siswa baik kelas 1
maupun kelas 2 akan mengambil gulungan tersebut, orang yang mendapatkan
gulungan yang berisikan nomor maka orang tersebut yang akan menjadi sampel
penelitian.
c. Waktu dan Tempat Penelitian
2. Tempat penelitian dilapangan terbuka SMP terbuka 1 Pasirjambu yang
berada pada perkebunan Patuha watte RT 04/ RW 08 desa Sugihmukti
Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung.
B. Desain Penelitian
Dalam sebuah penelitian terdapat sebuah desain penelitian, desain
penelitian merupakan cara untuk menggambarkan suatu variabel dalam penelitian.
Desain atau rancangan penelitian bertujuan untu mempermudah dalam penjelesan
atau penjabaran kedudukan variabel yang ditelitinya. Adapun desain yang
digunakan oleh penulis yang diadopsi dari Sugiyono. Desain yang digunakan
yaitu desain paradigma sederhana, hal tersebut digunakan karena variable yang
digunakan dalam penelitian ini hanya terhadap kebugaran jasmani siswa serta
kadar Hemoglobin.
Gambar 3.1
Paradigma tiga variabel independen
Desain menurut : Sugiyono (2012, Hlm 42)
X1 = Aktivitas fisik
X2 = Asupan Gizi (kalori)
X3 = Kadar Hemoglobin
Y = Kebugaran Jasmani
Y
X
1X
2Untuk lebih jelasnya mengenai langkah-langkah pengambilan dan pengolahan
data penelitian, maka penulis menggambarkan alur dari penelitian tersebut :
C. Metode Penelitian
Dalam suatu penelitan terdapat suatu metode yang digunakan untuk
menyelesaikan suatu permasalahan.Pada hakikatnya penelitian merupakan upaya
untuk mencari jawaban atas masalah yang menuntut jawaban yang benar, suatu
jawaban yang mendekati kebenaran yang logis hingga mudah dicerna oleh nalar
manusia dan didukung oleh fakta yang empiris. Sesuai dengan pernyataam diatas
Sudjana dan Ibrahim (2010:2) berpendapat bahwa :”Penelitian merupakan
penelaahan yang terkendali, sebab terkandung dua hal yakni adanya logika proses
berpikir yang dinyatakan secara eksplisit dan adanya informasi yang dikumpulkan
secara empiris dan sistematis”. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara
untuk mendapatkan data dengan suatu tujuan tertentu. Setiap penelitian
mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu maka penggunaan metode penelitian
haruslah sesuai tujuan. Dalam sebuah penelitian maka akan mendapatkan suatu
data dimana data tersebut merupakan data empiris yang mempunyai peran untuk
menyelesaikan suatu permasalahan. Melalu penelitian kita dapat memanfaatkan populasi
sample
TKJI
Angket aktivitas fisik Angket record gizi
Kadar Hemoglobin
Analisi Data
hasil penelitian.Secara umum penelitian dapat digunakan untuk memahami,
memecahkan, dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti kita dapat
memberikan penjelasan terhadap suatu masalah yang tidak sama sekali kita
ketahui, memecahkan berarti meminimalisir atau dapat menghilangkan suatu
permasalahan, mengantisipasi berarti berusaha untuk tidak timbul kembali
masalah tersebut atau membuat persiapan untuk menghadang masalah agar tidak
muncul.
Metode penelitian menurut Sugiyono (2012:2) berpendapat, “metode
penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Menanggapi dari pernyataan tersebut terdapat kata kunci yaitu cara ilmiah. Cara ilmiah merupakan kegiatan penelitian yang
didasarkan kepada ilmu pengetahuan, ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris,
dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian tersebut haruslah terjangkau
oleh akal atau nalar manusia sehingga mudah untuk dicermati. Empiris berarti tata
cara yang dilakukan dapat teramati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat
dengan mudah untuk mengamati penelitian tersebut serta mengetahui tata cara
yang digunakan. Sistematis berarti proses yang digunakan dalam suatu penelitian
menggunakan langkah-langkah yang tersusun serta bersifat logis. Sedangkan
menurut Sudjana dan Ibrahim (2010:16) menyatakan :
Metodologi penelitian akan memberikan petunjuk terhadap pelaksanaan penelitian atau petunjuk bagaimana penelitian itu dilaksanakan, bagaimana prosedurnya, jenis data mana yang harus dikumpulkan, alat apa yang digunakan untuk memperoleh data tersebut, dari mana diperolehnya, berapa banyak yang diperlukan, bagaimana data harus ditampilkan, dan lain-lain.
Banyak metode-metode penelitian dalam sebuah pelaksanaan penelitian,
karena metode yang tepat akan sangat mudah dalam mengambil sebuah
kesimpulan. Seperti yang diungkapkan oleh Sudjana dan Ibrahim (2010:18) bahwa :”Metode penelitian yang tepat digunakan dalam pendidikan berkisar pada metode eksperimen, ex-post facto, deskriptif, dan sebagian kecil metode historis”.
Berdasarkan metode-metode penelitian yang ada, maka dalam penelitian ini agar
menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif
merupakan metode yang menitik beratkan pada observasi dan suasana ilmiah seperti yang diungkapkan oleh Sudjana dan Ibrahim (2010:64) menyatakan :” Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian, yang terjadi pada saat sekarang”. Dengan perkataan lain, penelitian deskrptif mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada
masalah-masalah actual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan.
Maka daripada itu penelitian deskriptif tidak harus menuntut adanya suatu
hipotesis.
D. Definisi Oprasional
Untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran atau pengertian terhadap
judul, maka pembahasan ini diharapkan dapat mengarah kepada suatu penelitian
yang efektif serta efisien. Adapun definisi oprasional pada penelitian ini, sebagai
berikut :
a. Tingkat
Menurut kamus besar bahasa Indonesia bahwa tingkat memiliki arti jika
dipandang pada tingkat komparatif adalah tingkat yang menyatakan suatu
kualitas atau keadaan lebih tinggi atau lebih rendah dl hubungan dng titik
tertentu
b. Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh seseorang dalam
melakukan aktivitas atau tugas kerja. Menurut Giriwijoyo dan Sidik (2012:21) kebugaran jasmani adalah :”kebugaran jasmani adalah keadaan kemampuan jasmani yang dapat menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya terhadap tugas
jasmani tertentu dan/atau terhadap keadaan lingkungan yang harus diatasi
dengan cara yang efisien, tanpa kelelahan yang berlebihan dan pulih sempurna
c. Siswa
Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya
diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas
sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
d. Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah masa remaja awal setelah mereka
melalui masa-masa pendidikan Sekolah Dasar.Remaja awal ini berkisar antara
umur 10-14 tahun.
e. Aktivitas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aktivitas artinya adalah “kegiatan
atau keaktifan”. W.J.S. Poewadarminto menjelaskan :”aktivitas sebagai suatu
kegiatan atau kesibukan”. S. Nasution menambahkan bahwa aktivitas
merupakan :”keaktifan jasmani dan rohani dan kedua-keduanya harus
dihubungkan”.
f. Gizi
Matjan (2010:68) menyatakan bahwa :”Secara sederhana gizi dapat dikatakan
sebagai makanan untuk menjamin kelangsungan hidup, memelihara kesehatan dan menjamin kemampuan kerja khususnya kerja fisik.”
g. Hemoglobin (kependekan: Hb)
Merupakan molekul protin di dalam sel darah merah yang bergabung dengan
oksigen dan karbon dioksida untuk diangkut melalui sistem peredaran darah
ke tisu-tisu dalam badan
E. Instrumen Penelitian
Instrument penelitian adalah suatu alat untuk mengumpulkan data.
Instrument yang dipakai dalam penelitian kali ini berkaitan dengan kebugaran
jasmanai siswa menengah pertama, tujuan dari tes ini yaitu untuk mengukur
kemampuan fisik siswa dan menentukan tingkat kesegaran jasmani siswa sekolah
menengah pertama , yaitu :
1. Tes lari cepat 50 meter
b. Alat atau fasilitas : lintasan lari atau lapangan yang datar, alat
pengukur, peluit dan stopwatch, bendera start dan tiang pancang
c. Pelaksanaan : siswa berbaris sejajar dan dalam posisi bersiapa
berlari, ketika ada aba-aba atau tanda mereka berlari semaksimal mungkin.
Lalu berakhir dititik 50 meter.
Kesempatan diulang bilamana :
a. mencuri start
b. Pelari terganggu oleh pelari lainnya
2. Tes angkat tubuh (30 detik untuk putri dan putra 60 detik)
a. Tujuan : untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot
lengan dan otot bahu
b. Alat / Fasilitas : Lantai yang rata dan bersih, stop watch, palang
tunggal, peluit dan formulir pencatat hasil
c. Pelaksanaan :
1. Sikap awal bergantung pada palang tunggal, jarak kedua tangan
selebar bahu, posisi telapak tangan mengahadap kearah kepala, kedua
lengan lurus.
2. Mengangkat tubuh ke atas hingga daguberada di atas palang.
3. Badan diturunkan kembali dengan carameluruskan lengan, sementara
posisi kepala, badan, dan kaki tetap lurus.
4. Gerakan ini dilakukan berulang- ulang sampai tidak kuat
3. Tes baring duduk 60 detik
a. Tujuan : untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut
b. Alat / Fasilitas : lantai yang rata dan bersih, peluit, stop watch, dan
formulir pencatat hasil
c. Pelaksanaan :
1. Sikap awal tidur terlentang, kedua lutut ditekuk, jari – jari berkaitan di
2. Angkat badan ke atas sampai posisi duduk, kedua tangan tetap berada
di belakang kepala.
3. Badan diturunkan kembali ke sikap awal.
4. Gerakan ini dilakukan berulang – ulang sebanyak mungkin.
4. Tes loncat tegak
a. Tujuan : untuk mengukur daya ledak otot tungkai
b. Alat / Fasilitas : dinding yang rata dan lantai yang rata, papan
berwarna gelap berukuran 30 x 150 cm yang digantung pada dinding
dengan jarak antara lantai dengan angka nol pada papan skala ukuran 150
cm, serbuk kapur, dan formulir pencatatan.
c. Pelaksanaan :
1. Subyek berdiri tegak dekat dinding, kedua kaki, papan dinding
berada di samping tangan kiri atau kanannya
2. Tangan yang berada dekat dinding diangkat lurus keatas dan telapak
tangan ditempelkan pada papan sehingga meninggalkan bekas
raihan.
3. Lalu mengambil awalan dengan membengkokan kedua lutut dan
kedua tangan diayun kebelakang
4. Lalu melocat semaksimal mungkin sambil menepuk papan, lalu akan
meninggalkan bekas raihan
5. Tanda tersebut menampilkan raihan dari loncatan tersebut.
5. Tes lari jauh (800 meter untuk putri dan 1000 meter untuk putra)
a. Tujuan : mengukur daya tahan (cardio repiratory endurance) b. Alat / Fasilitas : lapangan yang rata atau lintasan yang telah diketahui
panjang atau jaraknya, bendera start dan tiang pancang, peluit, stop watch,
nomor dada, dan formulir pencatatan hasil.
c. Pelaksanaan :
1. subyek beridiri dibelakang garis start
3. pada saat aba-aba “ya” subyek berlari menuju finish dengan
menempuh jarak 800 meter untuk putrid dan 1000 meter untuk putra.
Untuk mengetahui kadar Hemoglobin darah (HB) peneliti menggunakan
alat pengukur digital Easy Touch Hb. Digitaligital adalah alat untuk mengukur kadar hemoglobin Hb darah portable yang praktis. Agar memudahkan analisa Hb darah seperti dibawah ini
Gambar 3.2
Alat Tes Kadar Hemoglobin
a. Peralatan dalam tes kadar Hemoglobin :
1. Hb meter 2. Hb tes strips 3. Control strips 4. Code chip 5. Lancing device 6. Lancets
7. Plastic capillary tubes
b. Tata cara dalam pengetesan kadar Hemoglobin :
1. Bersihkan jari yang akan ditusukan jarum dengan menggunkan alkohol
70%
2. Memilih ukuran hentakan jarum pada saat penusukan pada jari
3. Tusukan jarum kepada jari yang telah dibersihkan dan ambil darah tersebut
4. Lalu letakan darah tersebut pada serum yang telah terpasang pada Hb
meter
5. Tunggu hingga 15 detik hingga hasil kadar Hemoglobin tersebut muncul
6. Lalu masukan kedalam norma yang telah ada.
Dalam mengumpulkan data mengenai aktivitas fisik yang dilakukan oleh
para siswa-siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung, maka penulis
menggunakan Instrument angket. Instrument angket ini mempermudah dan
mempercepat untuk memperoleh hasil yang dibutuhkan oleh peneliti. Keuntungan
dalam menggunakan metode angket ini yaitu memberikan kebebasan serta
pengisian jawaban yang dijawab dengan jujur oleh sample. Pada penelitian ini
untuk mengetahui aktivitas fisik yang dilakukan oleh sample maka penulis
menggunakan angket aktivitas fisik yang mengadopsi dari PAQ-C (Kowalski,
2004). Angket aktivitas fisik guna mencari aktivitas fisik yang dilakukan oleh
sample yang dilakukan selama satu minggu terakhir. Skor untuk aktivitas fisik
yang dilakukan oleh sample sebagai berikut :
Menjumlahkan seluruh skor dari setiap pertanyaan yang diberikan kepada sample,
lalu dicari simpang bakunya. Hasil dari penjumlahan poin tersebut kemudian di
kategorikan sesuai dengan yang telah ditentukan.
Untuk mengetahui mengenai asupan gizi yang dikonsumsi oleh sample
maka penelitian ini menggunakan angket terbuka, menurut Arikunto (2010, Hlm. 195) mengenai angket terbuka adalah :” kuesioner terbuka , yang member kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.”
Penelitian ini mengadopsi angket record 2x24 jam, dimana angket tersebut menggali informasi tentang asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi
selama 2x24 jam terakhir dan secara umum. Dalam pemberian angket record
responden mengenai nilai satuan ukuran rumah tangga (URT) yang dikonsumsi
sample atau responden.
Tabel 3.1
Bentuk Angket Recoord
Nama : . ………
Umur :………...
Tinggi badan : Cm
Berat badan : Kg
Hari ke :
No Waktu
Makan
Jenis maskanan
Bahan makanan Banyaknya
URT Gram
A. Proses Pengembangan Instrument
a. Uji Validitas
Dalam sebuah penelitian terdapat suatu instrument dalam pengumpulan
data penelitian.Instrument tersebut haruslah memiliki validitas dan reliabilitas.
Validitas menurut Arikunto (2010:211) :”validitas adalah suatu ukuran yang
menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument.” Suatu
instrument yang valid mempunyai validitas tinggi. Uji validitas dilakukan untuk
memberikan gambaran seberapa besar alat pengukuran untuk mengukur apa yang
seharusnya diukur serta tepat sasaran. Uji validitas ini menggunakan metode
koefisien korelasi Person Product Moment dari Karl Pearson yaitu dengan mengkelasikan skor total yang dihasilkan oleh responden (y) dengan
masing-masing butir soal (x) dengan rumus sebagai berikut :
No Koefisien Korelasi Kriteria T hitung kriteria
Berdasarkan uji validitas diatas, maka kita akan mendapatkan jumlah soal yang
memiliki kriteria valid dan dapat menjadi instrument untuk memperoleh data
penelitian. Dapat terlihat bahwa terdapat butir soal yang memiliki thitung< ttabel
yaitu butir soal nomor 2,5,10,11,13,15,19,20,21,35, dan 36. Maka dengan
demikian kesebelas butir soal tersebut dinyatakan tidak valid atau tidak dapat
digunakan, sedangkan 25 butir soal dapat digunakan atau dinyatakan valid.
b. Uji Reliabilitas
Untuk mengetahui kecocokan instrument yang digunakan dalam penelitian
ini, maka terlebih dahulu dilakukan uji coba kepada 20 siswa SMP pada tingkatan kelas VII dan kelas VIII.Menurut Arikunto (2010: 221) :”realibilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk
digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.”
Dalam uji validitas dan realibilitas pada angket aktivitas fisik PAQ-C (Kowalski,
2004) dengan menggunakan rumus Alpha Cronchbach dengan koefisien antara 0 sampai 1 (Arikunto 2010: 238), sebagai berikut :
r
11=
[
] [
∑
]
Keterangan :
r11 = realibilitas instrument
k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
∑ = jumlah varians butir = varians total
(Arikunto, 2010: 239)
Tabel 3.3
Hasil Realibilitas Instrument Aktivitas Fisik
K Realibilitas r tabel
Dapat di lihat pada tabel untuk nilai reliabilitas dari 25 butir soal yang telah valid
memiliki nilai 0,867.Maka r 1> r tabel yang artinya bahwa semua butir soal telah
reliabel atau dapat dipercaya. Interpretasi koefisien korelasi dijelaskan pada tabel
Tabel 3.4
Interpretasi koefisien korelasi
(Riduwan, 2004)
B. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Penulis memperoleh dan mengumpulkan data penelitian ini menggunakan
item tes serta menggunakan metode angket terbuka dan angket tertutup. Angket
terbuka digunakan dalam memperoleh informasi dari sample mengenai asupan
makanan atau asupan gizi. Angket tertutup digunakan untuk memperoleh
informasi atau data mengenai aktivitas fisik. Item tes yang digunakan untuk
memperoleh kebugaran jasamani penulis menggunakan tes TKJI (tes kebugaran
jasmani Indonesia), serta untuk memperoleh data atau informasi berkaitan dengan
kadar Hemoglobin penulis menggunakan alat tes Hemoglobin digital. Untuk lebih
rinci maka pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis sebagai berikut :
1. Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk tingkatan SMP
2. Tes Kadar Hemoglobin
3. Angket aktivitas fisik PAQ-C , (Kowalski 2004)
4. Angket asupan gizi Recoord 2x24 jam
Antara 0,800 – 1,000 Sangat tinggi
Antara 0,600 – 0,799 Tinggi
Antara 0,400 – 0, 599 Cukup tinggi
Antara 0,200 – 0,399 Rendah
2. Analisis Data
Seluruh data yang telah dikumpulkan pada penelitian ini merupakan data
mentah dan harus terlebih dahulu diuji serta diolah agar mendapatkan jawaban
dari rumusan permasalahan pada penelitian ini. Dalam proses analisis data ini
terdapat tiga langkah untuk mendapatkan hasil dari data tersebut. Menurut Mile and Huberman dalam Sugiyono (2012:246) menerangkan bahwa : “aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan data conclusion drawing atau verification”. Untuk memperjelas dari penjabaran ketiga langkah dalam menganalisis sebuah data maka akan dijelaskan sebagai berikut :
a. Data reduction (reduksi data)
Merduksi data merupakan suatu cara untuk mempermudah dalam
menganalisis sebuah data lebih sederhananya yaitu merangkum data, serta
memfokuskan kepada hal-hal yang penting. Data yang penting yang dapat
menjawab dari rumusan masalah akan dipisahkan pada saat mereduksi
data, sehingga telah terkumpul data utama pada penelitian tersebut.
b. Data display
Data display merupakan langkah selanjutnya pada saat data reduksi telah selesai. Pada penelitian ini yang merupakan penelitian
kuantitatif maka penyajian data dapat berupa tabel, grafik, dan diagram.
Data display akan memberikan informasi kepada pembaca mengenai hasil dari penelitian tersebut. Setelah informasi diberikan maka dapat dengan
mudah untuk memahami mengenai isi pada penelitian tersebut. Tidak
hanya menggunakan grafik, diagram serta tabel penyajian data display
menggunakan kalimat narasi agar lebih memperjelas pada penelitian
tersebut. Adapun menentukan persentase dengan menggunakan rumus :
c. Conclusion drawing atau verification
Langkah terakhir pada analisis data ini yaitu memverifikasi atau
merupakan jawaban akan rumusan masalah dalam penelitian ini. Sehingga
akan menuju kepada sebuah kesimpulan dalam permasalahan pada sebuah
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian dan pengolahan data yang telah penulis lakukan,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Tingkat kebugaran jasmani siswa laki-laki SMP terbuka 1 Pasirjambu
Kabupaten Bandung ada pada kategori sedang, sedangkan tingkat
kebugaran jasmani siswi perempuan SMP terbuka 1 Pasirjambu
Kabupaten Bandung memiliki tingkatan pada kategori sedang.
2. Aktivitas fisik yang dilakukan oleh siswa dan siswi SMP terbuka 1
Pasirjambu Kabupaten Bandung pada kategori aktivitas fisik sedang.
3. Asupan zat gizi yang dikonsumsi oleh siswa dan siswi SMP terbuka 1
Pasirjambu adalah zat karbohidrat 65%, protein 17% dan lemak 18.
Keseimbangan asupan energi dengan kebutuhan energi perhari maka siswa
dan siswa SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten Bandung mengalami
kekurangan energi atau kalori.
4. Kadar Hemoglobin siswa dan siswi SMP terbuka 1 Pasirjambu Kabupaten
Bandung berada pada kategori normal secara keseluruhan.
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis dapat mengemukakan saran-saran
untuk kepentingan baik bagi pembaca maupun kepada pihak yang berkepentingan.
Adapun saran yang dikemukakan oleh penulis sebagai berikut:
1. Bagi para peserta didik agar senantiasa melakukan aktivitas fisik atau
berolahraga agar memperoleh kebugaran jasmani, serta senantiasa
meningkatkan dan menjaga kebugaran jasmaninya.
2. Bagi orang tua murid agar senantiasa memperhatikan asupan zat gizi yang
dikonsumsi oleh anaknya agar mendapatkan keseimbangan dalam asupan
3. Bagi guru pendidikan jasmani untuk selalu memperhatikan kebugaran
jasmani siswa-siswi serta lebih memberikan wawasan mengenai gizi,
aktivitas serta kadar hemoglobin karena ketiga aspek tersebut
berkontribusi terhadap kebugaran jasmani.
4. Untuk peneliti yang akan meneliti mengenai angket recoord 2x24 jam, dalam proses pengambilan data agar selalu dibimbing dalam penentuan
jenis makanan yang diolah agar tidak salah mengartikan dalam proses
penukaran zat gizi kepada jumlah kalori yang didapat.
5. Bagi para mahasiswa fakultas pendidikan olahraga dan kesehatan, dapat
meneliti secara spesifik mengenai kontibusi dari masing masing variabel
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2010) Prosedur penelitian (suatu pendekatan praktik). Edisi 14, Jakarta: Rineka Cipta
Basiran., Komariyah, L., dan Ruhayati, Y. (2010) Ilmu gizi olahraga. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan
Indonesia.
Bompa, T.O. (1999) Periodization training for sports. Champaign: Human Kinetics.
Giriwijoyo, H.Y.S dan Sidik, D.Z. (2012) Ilmu faal olahraga (fisiologi olahraga). Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Habibudin, T. (2009) Ilmu faal I. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.
Harsono. (2001) Latihan kondisi fisik. Bandung: CV. Tambak Kusuma.
Harsono (1988) Coaching dan aspek-aspek psikologis dalam coaching. Bandung: CV. Tambak Kusuma.Istiany, A. dan Rusilanti. (2013) Gizi terapan.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Istiany, A. Dan Ruslianty (2013). Gizi Terapan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Jauhari, A. (2013) Dasar-dasar ilmu gizi. Yogyakarta: Dua Satria Offset.
Kartasapoetra, G., Marsetyo., dan Med. (2012) Ilmu gizi (korelasi gizi, kesehatan dan produktivitas kerja). Jakarta: Rineka Cipta.
Matjan, B.N. (2010) Ilmu kesehatan olahraga. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.
Nurhasan, H. dan Cholil, D.H (2007) Tes dan pengukuran olahraga. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan
Indonesia.
Nurhasan, H., Cholil, D.H, dan Hidayah, N. (2008) Mata kuliah statistika.
Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas
Pendidikan Indonesia.
Sudjana, N. dan Ibrahim. (2010) Penelitian dan penilaian pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. (2012) Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan r & d. Bandung: Alfabeta
Suherman, A. (2009) Revitalisasi pengajaran dalam pendidikan jasmani.
Bandung: CV. Bintang Warliartika.
Gudang Tabel. (2013) Tabel kalori makanan. [Online]. Tersedia di: http://rumushitung.com/2013/03/10/tabel-kalori-makanan/ [Diakses 06 Maret 2014].
Haryanto, I. Dasar berlatih pada ketinggian, keadaan hipoksia. [Online]. Tersedia di: Http://ojs.lib.unair.ac.id/inde.php/mkai/article/view/657 [Diakses pada
06 Maret 2014].
Kowalski PAQ-Children. [Online]. Tersedia
di:http://www.performwell.org/index.php/ [Diakses pada 13 Maret 2014].
Liliskurniasih. (2011) Karakteristik perkembangan anak SMP. [Online]. Tersedia
Pratiwi, A. (2013) Peran aktivitas fisik dan manfaat aktivitas fisik. [Online]. Tersedia
fisik.html. [Diakses 06 Maret 2014].
Popit (2011) Pengaruh ketinggian tempat terhadap variasi iklim di permukaan bumi. [Online]. Tersedia di: http://peri- laut.blogspot.com/2011/10/prngaruh -ketinggian-tempat-terhadap.html [Diakses pada 13 Maret 2014].
Rizqia, B.I. (2012) Informasi aktivitas fisik pada remaja sehat. [Online]. Tersedia
di:http://akubaiq.blogspot.com/2012/05/informasi-aktivitas-fisik-pada-remaja.html [Diakses 06 Maret 2014].
Wikipedia. (2013) Sekolah menengah pertama. [Online]. Tersedia di: http://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_menengah_pertama [Diakses pada 06
Maret 2014].
Wikipedia. (2013) Hemoglobin essiklopedia bebas. [Online]. Tersedia di: http://ms.wikipedia.org/wiki/Hemoglobin [Diaskses pada 06 Maret 2014].
http://www.nutrisurvey.de/. [Didownload 13 Maret 2014 08:04]
www.repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20765/1/Apendix.pdf. [Diakses