• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Post Sectio Caesarea Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 1 Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Post Sectio Caesarea Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pada dasarnya tidak semua kehamilan bisa lahir secara normal, sebagian

besar (85%) memang bisa lahir secara normal dan sebagian kecil (15%) harus

lahir secara operasi sesar. Ada beberapa alasan yang membuat ibu hamil tidak

bisa bersalin secara normal, ada gejala yang bisa dideteksi jauh jauh hari

sebelum bersalin (saat kontrol kehamilan), tetapi ada juga yang baru

diputuskan oleh dokter pada saat persalinan akan berlangsung, pastinya bagi

ibu bersalin jika kondisi ibu memang tidak memungkinkan untuk bersalin

secara normal, apapun penyebabnya, janganlah memaksakan diri karena akan

membahayakan keselamatan untuk ibu maupun janin (Pribakti, 2012).

Sectio caesarea telah menjadi bagian dari kebudayaan manusia sejak

jaman kuno. Dan banyak cerita dari Barat dan non-Barat yang mengisahkan

tentang seksio sesar dengan ibu dan bayinya yang selamat (Imam, 2009).

Salah satu tindakan untuk menyelamatkan ibu maupun janin adalah

dengan cara sectio caesarea, adapun pengertian dari sectio caesarea adalah

bentuk persalinan yang dilakukan menggunakan prosedur pembedahan atau

irisan untuk mengangkat bayi dari rahim dengan cara membelah abdomen.

(2)

2

atau etika janin tampak berada dalam masalah (Bethsaida & HerribZan,

2013).

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa angka

persalinan sectio caesarean sekitar 10% sampai 15%dari semua proses

persalinan. Di Negara maju seperti Britania Raya angka kejadian sectio

caesarean sebesar 20%dan di Amerika Serikat sebesar 23%.

Di Indonesia sendiri, presentase sectio caesarean cukup

besar. Di rumah sakit pemerintah rata-rata persalinan dengan sectio caesarea

sebesar 11%, sementara di rumah sakit swasta bisa lebih dari 30%. Dan

tercatat 17665 angka kelahiran terdapat 35,7% - 55,3% ibu melahirkan dengan

proses sectio caesarea. Di daerah Jawa Timur, Rumah Sakit Umum Daerah

Dr. Soetomo sebagai Rumah Sakit rujukan terbesar di Jawa Timur ditemukan

bahwa angka kejadian persalinan dengan sectio caesarea pada tahun 2008

adalah 1478 kasus (23,3%) dari 6335 total persalinan (Yudhoyono, 2008

dalam Maria, 2012).

Terdapat permasalahan-permasalahan yang erat kaitannya dengan

fisioterapi pada kondisi setelah sectio caesarea. Masalah-masalah yang dapat

terjadi antara lain nyeri pada bagian irisan, potensial terjadinya Deep Vein

Trombosis atau DVT, penurunan kekuatan otot perut dan penurunan

kemampuan fungsional. Melihat dari permasalahan-permasalahan tersebut,,

(3)

3

diberikan dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh, sehingga kondisi

umum pasien akan lebih baik.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah senam nifas dan breathing exercise dapat mengurangi nyeri pada

incisi post sectio caesarea dan mencegah terjadinya thrombosis?

2. Apakah kegel exercise dapat meningktkan kekuatan otot panggul ?

3. Apakan latihan transfer ambulasi dapat meningkatkan kemampuan

fungsional ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui manfaat senam nifas dan breathing exercise dapat

mengurangi nyeri dan mencegah terjadinya DVT pada kondisi ibu post

sectio caesarea.

2. Untuk mengetahui manfaat kegel exercise dapat meningkatkan kekuatan

otot dasar panggul.

3. Untuk mengetahui seberapa besar manfaat diberikannya latihan transfer

ambulasi dapat meningkatkan kemampuan fungsional pada kondisi ibu

(4)

4

D. Manfaat 1. Bagi penulis

Menambah informasi tentang pelaksanaan terapi latihan pada kondisi

setelah melahirkan.

2. Bagi masyarakat

Membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang

berhubungan dengan operasi sesar dan memberikan informasi bahwa

fisioterapi sangat berperan penting bagi ibu yang mengalami sectio

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan : Untuk mengetahui manfaat Infra Red, passive exercise dan active exercise untuk mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi siku kiri, meningkatkan kekuatan

Senam nifas adalah latihan gerak yang dilakukan secepat mungkin setelah ibu melahirkan agar otot-otot yang mengalami peregangan selama proses kehamilan dan

meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional. f) untuk mengetahui manfaat terapi latihan ( active movement ) dalam.

Tujuan :Untuk mengetahui pelaksanaan Fisioterapi dalam mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan kemampuan aktivitas

1) Untuk mengetahui manfaat terapi latihan dalam mengurangi nyeri pada daerah incisi post operasi sectio caesaria. 2) Untuk mengetahui manfaat terapi latihan dalam

Untuk mengetahui manfaat infrared (IR), Faradic (electrical stimulation) ,massage dan mirror exercise dapat meningkatan kekuatan otot-otot wajah.dan meningkatkan kemampuan

Untuk mengetahui manfaat terapi latihan dengan Active Exercise meningkatkan kekuatan otot hamstring dan quadricep pada post fraktur femur 1/3 distal sinistra..

Untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam mengurangi nyeri, mengurangi spasme otot erector spine, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan lingkup gerak sendi