Pengindeksan Subjek
Nurlistiani, S.Sos., M.A.
-23/03/2022-
Pengindeksan Subjek
▪Pengindeksan subjek adalah kegiatan melakukan identifikasi tentang subjek atau pokok persoalan yang dibahas
dalam suatu bahan perpustakaan.
▪Dalam pengertian umum orang
menyebut pengindeksan subjek dengan istilah klasifikasi.
Pengindeksan Subjek
▪Klasifikasi ialah kegiatan
pengindeksan subjek yang menghasilkan
nomor kelas atau notasi sebagai
deskripsi indeks
▪Tajuk subjek ialah deskripsi indeks yang dihasilkan dalam
pengindeksan
subjek atau yang lebih umum
dikenal sebagai pengatalogan subjek
▪Pengklasifikasian bahan perpustakaan berdasarkan ciri fundamentalnya yaitu subjek.
▪Kenapa? Karena pada dasarnya pencari informasi lebih banyak mencari informasi tentang subjek tertentu.
▪Pustakawan harus mengetahui dalam
subjek apa bahan perpustakaan tersebut atau mengenai apa.
▪Semua bahan perpustakaan yang masuk ke perpustakaan harus dilakukan analisis terlebih dahulu tentang subjek apa bahan perpustakaan tersebut (Analisis Subjek).
Analisis Subjek
▪Analisis subjek adalah proses menganalisa subjek atau pokok bahasan dari suatu bahan perpustakaan secara konseptual dan
menerjemahkan ke dalam notasi sehingga akan diperoleh suatu kata atau kosakata atau lambang-lambang yang terdapat dalam bahasa indeks.
▪Kegiatan analisis subjek merupakan hal yang sangat penting dan memerlukan
kemampuan intelektual, karena di sinilah ditentukan pada subjek apa suatu bahan perpustakaan di tempatkan.
Analisis Subjek
▪Dalam melakukan analisis subjek terdapat dua hal yang perlu dikenali dan dipahami tentang suatu bahan perpustakaan, yaitu jenis konsep dan jenis subjek.
Jenis Konsep
▪Disiplin Ilmu
▪Fenomena
▪Bentuk
▪Dalam analisis subjek, konsep-konsep tersebut dinyatakan dengan urutan
kombinasi atau urutan sitirannya sebagai berikut:
DISIPLIN/FENOMENA/BENTUK
▪Subjek suatu bahan pustaka tidak selalu menampilkan ketiga konsep tersebut
secara bersamaan.
Contoh
▪Judul buku: Pengantar Ekonomi
Hanya menunjukkan adanya konsep disiplin:
Ilmu Ekonomi
▪Judul buku: Peternakan Kelinci
Konsep disiplin: Ilmu Peternakan
Fenomena atau konsep subjek: Kelinci
▪Judul buku: Direktori Perpustakaan Perguruan Tinggi
Konsep disiplin: Ilmu Perpustakaan
Fenomena atau konsep subjek: Perguruan Tinggi
Konsep bentuk: Direktori
Disiplin Ilmu
▪Disiplin ilmu adalah istilah yang digunakan untuk satu bidang pengetahuan yang
meliputi subjek bahan perpustakaan.
▪Disiplin ilmu dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kategori, yaitu:
▪Disiplin fundamental, meliputi bagian- bagian utama ilmu pengetahuan.
Misalnya: Ilmu-Ilmu Sosial (Social Sciences), Ilmu-Ilmu Alamiah (Natural Sciences), dan Ilmu-Ilmu Kemanusiaan (Humanities).
▪Sub-disiplin, merupakan bidang spesialisasi dalam satu disiplin fundamental.
Misalnya, dalam disiplin fundamental ilmu- ilmu alamiah, sub-disiplinnya: Fisika, Kimia, Biologi, dan sebagainya.
Fenomena
▪Fenomena adalah benda atau wujud yang menjadi objek kajian dari suatu disipin ilmu.
▪Misalnya buku berjudul “Pendidikan Remaja”, konsep disiplin ilmu: pendidikan dan fenomena:
remaja.
▪Fenomena dibedakan menjadi 2 (dua) kategori, yaitu:
▪Objek Konkret, seperti rusa, jeruk, mobil, dan sebagainya.
▪Objek Abstrak, seperti moral, adat, pintar, dan sebagainya.
▪Fenomena disebut juga dengan konsep subjek yang dikaji dalam suatu disiplin.
▪Fenomena merupakan perwujudan faset-faset disiplin terkait.
Fenomena
▪Faset pada dasarnya adalah produk atau
hasil pembagian suatu disiplin menurut satu ciri pembagian.
▪Menurut Ranganathan ada 5 (lima) faset mendasar yang dikenal dengan akronim PMEST, yaitu:
▪P: Personality (wujud, meliputi jenis, produk atau tujuan)
▪M: Matter (bahan atau material)
▪E: Energy (kegiatan atau masalah)
▪S: Space (tempat geografis)
▪T: Time (waktu)
Fenomena
▪Mengikuti urutan faset PMEST memang
tidak mutlak, namun yang terpenting adalah menetapkan urutan faset yang paling cocok, supaya pengindeksan subjek dapat
dikerjakan secara taat asas.
▪Hal ini agar tidak terjadi klasifikasi silang, yaitu pengelompokan subjek yang sama pada tempat yang berbeda.
▪Pola urutan sitirannya sebagai berikut:
SUBJEK DASAR/P-M-E-S-T/BENTUK
Bentuk
▪Bentuk adalah cara bagaimana suatu subjek disajikan.
▪Terdapat 3 (tiga) jenis konsep bentuk, yaitu:
▪Bentuk fisik, yaitu media atau sarana yang digunakan dalam menyajikan suatu subjek.
Contoh bentuk fisik: buku, majalah, pita rekaman, mikrofis, CD-ROM, dan
sebagainya.
▪Bentuk penyajian, yaitu bentuk yang ditekankan pada pengaturan atau
organisasi isi bahan perpustakaan.
Bentuk
▪Terdapat 3 bentuk penyajian, yaitu:
1. Menggunakan lambang-lambang dalam
penyajiannya, seperti bahasa (dalam bahasa
Indonesia, Inggris, dan sebagainya), gambar, dan sebagainya.
2. Memperlihatkan tata susunan tertentu, seperti abjad, kronologis, sistematik, dan sebagainya.
3. Penyajiannya untuk kelompok tertentu, seperti Bahasa Inggris untuk Pemula, Psikologi untuk Remaja.
▪Bentuk intelektual, yaitu aspek yang
ditekankan dalam pembahasaan suatu subjek.
Contoh: Filsafat sejarah, subjeknya: sejarah, bentuk intelektualnya: filsafat. Contoh lain:
Sejarah filsafat, subjeknya: filsafat, bentuk intelektulnya: sejarah.
Jenis Subjek
▪Subjek Dasar
▪Subjek Sederhana
▪Subjek Majemuk
▪Subjek Kompleks
Subjek Dasar
▪Subjek dasar adalah subjek yang hanya terdiri
dari satu disiplin atau sub-disiplin ilmu saja, tidak menampilkan satu faset pun dari bidang
pengetahuan atau disiplin terkait.
▪Contoh:
▪Pengantar ekonomi
Subjek dasar: ekonomi Fenomena: tidak ada Urutan sitiran: ekonomi
▪Dasar-dasar matematika
Subjek dasar: Matematika Fenomena: tidak ada
Urutan sitiran: Matematika
▪Kamus pertanian
▪ Subjek dasar: Pertanian
▪ Fenomena: tidak ada
▪ Bentuk penyajian: Kamus
▪Urutan sitiran: Pertanian/Kamus
Subjek
Sederhana
▪ Subjek sederhana adalah subjek yang
hanya terdiri atas satu faset yang berasal dari satu subjek dasar.
▪ Menampilkan fenomena atau konsep
subjek, yang mengkaji satu fokus dari satu faset dalam disiplin atau subjek dasar
terkait.
▪ Contoh:
▪Pengantar ekonomi pertanian
Subjek dasar: Ekonomi
Fenomena (faset E): Pertanian
Urutan sitiran: Ekonomi/Pertanian
Subjek
Sederhana
▪Peternakan ayam
Subjek dasar: Peternakan Fenomena (faset P): Ayam
Urutan Sitiran: Peternakan/Ayam
▪Pengantar pengindeksan subjek
Subjek dasar: Ilmu Perpustakaan
Fenomena (faset E): Pengindeksan subjek Urutan sitiran: Ilmu
Perpustakaan/Pengindeksan subjek
Subjek
Majemuk
▪ Subjek majemuk adalah suatu subjek yang terdiri atas subjek dasar disertai fokus-fokus dari dua atau lebih faset.
▪ Menampilkan fenomena atau konsep subjek yang mengkaji gabungan
beberapa fokus dari beberapa faset dalam disiplin atau subjek dasar terkait.
▪ Contoh:
▪Kurikulum Sekolah Dasar
Subjek dasar: Pendidikan
Fenomena (faset P/Jenis): Sekolah Dasar Fenomena (faset E/Masalah): Kurikulum
Subjek
Majemuk
▪Contoh: PerguruanTinggi di Indonesia
▪Subjek dasar: Pendidikan
▪Fenomena (faset P/jenis): Perguruan Tinggi
▪Fenomena (faset S/tempat): Indonesia
Subjek
Kompleks
▪Subjek kompleks yaitu bila ada dua atau
lebih subjek dasar yang berinteraksi antara satu sama lain.
▪Dalam subjek kompleks terdapat 4 (empat) fase, yaitu:
▪Fase bias
▪Fase pengaruh
▪Fase alat
▪Fase perbandingan
Fase Bias
▪Fase bias menunjukkan subjek dasar yang jelas ditujukan kepada kelompok pengguna tertentu.
▪Fase bias mengutamakan subjek dasar itu.
▪Contoh: Ramalan cuaca untuk penerbangan
▪Fase bias: Penerbangan
▪Yang dibiaskan/subjek utama: Ramalan Cuaca
▪Subjek dasar: Meteorologi
▪Fenomena (Faset P): Cuaca
▪Fenomena (Faset E): Ramalan
▪Urutan sitiran: Meteorologi/Cuaca-Ramalan
▪Dibiaskan untuk: Penerbangan
Fase Pengaruh
▪Fase pengaruh, yaitu bila dua atau lebih subjek dasar saling mempengaruhi antar satu sama lain.
▪Subjek yang diutamakan ialah subjek yang dipengaruhi.
▪Contoh: Pengaruh Pendidikan pada Pertumbuhan Desa
▪Fase pengaruh: Pendidikan
▪Yang dipengaruhi/subjek utama:
Pertumbuhan Desa
▪Subjek dasar: Sosiologi
▪Fenomena: Desa
▪Urutan sitiran: Sosiologi/Desa
Fase Alat
▪Fase alat, yaitu subjek yang digunakan sebagai alat untuk menjelaskan atau membahas subjek lain.
▪Subjek yang diutamakan ialah subjek yang dibahas atau dijelaskan.
▪Contoh: Penggunaan Zat Kimia pada Analisis Darah
▪Fase alat: Kimia
▪Yang menggunakan/subjek utama: Darah
▪Subjek dasar: Kesehatan
▪Fenomena (Faset M/bahan): Zat Kimia
▪Urutan sitiran: Kesehatan/Zat Kimia
Fase
Perbandingan
▪Fase perbandingan, yaitu dalam satu buku terdapat berbagai subjek tanpa ada
hubungannya antara satu sama lain.
▪Untuk menentukan subjek mana yang akan diutamakan, ketentuannya sebagai berikut:
▪Subjek ditentukan pada subjek yang dibahas lebih banyak.
▪Subjek ditentukan pada subjek yang disebut pertama kali.
▪Subjek ditentukan pada subjek yang erat kaitannya dengan jenis perpustakaan.
Klasifikasi
Bahan Pustaka
▪Klasifikasi adalah proses pengelompokan, yaitu mengumpulkan benda yang sama
serta memisahkan benda yang tidak sama.
▪Setiap bahan pustaka dapat mempunyai beberapa ciri, seperti kepengarangan, bentuk fisik dan subjek, sehingga setiap
bahan pustaka dapat dikelompokkan pada setiap ciri tersebut.
▪Pada dasarnya dikenal 2 macam klasifikasi, yaitu:
1. Klasifikasi artifisial
2. Klasifikasi fundamental
▪Klasifikasi berfungsi ganda, yaitu:
1. Sebagai sarana penyusunan buku di rak
2. Sebagai sarana penyusunan entri bibliografi dalam katalog tercetak, bibliografi, dan indeks dalam tata susunan sistematis
▪Tujuan klasifikasi, yaitu:
▪Mengasilkan urutan yang bermanfaat
▪Penempatan yang tepat
▪Penyusunan mekanis
▪Tambahan dokumen baru
▪Penarikan dokumen dari rak
▪Ciri-ciri klasifikasi yang baik, yaitu:
1. Bersifat universal
2. Pembagian kelasnya logis dan konsisten 3. Fleksibel
4. Mempunyai notasi yang sederhana 5. Sistematis
6. Mempunyai indeks
7. Mempunyai badan pengawas
▪Beberapa sistem klasifikasi, yaitu:
▪LCC (Library Congress Classification)
▪DDC (Dewey Decimal Classification)
▪UDC (Universal Decimal Classification)