• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengindeksan Subjek. Nurlistiani, S.Sos., M.A. -23/03/2022-

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pengindeksan Subjek. Nurlistiani, S.Sos., M.A. -23/03/2022-"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Pengindeksan Subjek

Nurlistiani, S.Sos., M.A.

-23/03/2022-

(2)

Pengindeksan Subjek

▪Pengindeksan subjek adalah kegiatan melakukan identifikasi tentang subjek atau pokok persoalan yang dibahas

dalam suatu bahan perpustakaan.

▪Dalam pengertian umum orang

menyebut pengindeksan subjek dengan istilah klasifikasi.

(3)

Pengindeksan Subjek

▪Klasifikasi ialah kegiatan

pengindeksan subjek yang menghasilkan

nomor kelas atau notasi sebagai

deskripsi indeks

▪Tajuk subjek ialah deskripsi indeks yang dihasilkan dalam

pengindeksan

subjek atau yang lebih umum

dikenal sebagai pengatalogan subjek

(4)

▪Pengklasifikasian bahan perpustakaan berdasarkan ciri fundamentalnya yaitu subjek.

▪Kenapa? Karena pada dasarnya pencari informasi lebih banyak mencari informasi tentang subjek tertentu.

▪Pustakawan harus mengetahui dalam

subjek apa bahan perpustakaan tersebut atau mengenai apa.

▪Semua bahan perpustakaan yang masuk ke perpustakaan harus dilakukan analisis terlebih dahulu tentang subjek apa bahan perpustakaan tersebut (Analisis Subjek).

(5)

Analisis Subjek

▪Analisis subjek adalah proses menganalisa subjek atau pokok bahasan dari suatu bahan perpustakaan secara konseptual dan

menerjemahkan ke dalam notasi sehingga akan diperoleh suatu kata atau kosakata atau lambang-lambang yang terdapat dalam bahasa indeks.

▪Kegiatan analisis subjek merupakan hal yang sangat penting dan memerlukan

kemampuan intelektual, karena di sinilah ditentukan pada subjek apa suatu bahan perpustakaan di tempatkan.

(6)

Analisis Subjek

▪Dalam melakukan analisis subjek terdapat dua hal yang perlu dikenali dan dipahami tentang suatu bahan perpustakaan, yaitu jenis konsep dan jenis subjek.

(7)

Jenis Konsep

▪Disiplin Ilmu

▪Fenomena

▪Bentuk

(8)

▪Dalam analisis subjek, konsep-konsep tersebut dinyatakan dengan urutan

kombinasi atau urutan sitirannya sebagai berikut:

DISIPLIN/FENOMENA/BENTUK

▪Subjek suatu bahan pustaka tidak selalu menampilkan ketiga konsep tersebut

secara bersamaan.

(9)

Contoh

▪Judul buku: Pengantar Ekonomi

Hanya menunjukkan adanya konsep disiplin:

Ilmu Ekonomi

▪Judul buku: Peternakan Kelinci

Konsep disiplin: Ilmu Peternakan

Fenomena atau konsep subjek: Kelinci

▪Judul buku: Direktori Perpustakaan Perguruan Tinggi

Konsep disiplin: Ilmu Perpustakaan

Fenomena atau konsep subjek: Perguruan Tinggi

Konsep bentuk: Direktori

(10)

Disiplin Ilmu

▪Disiplin ilmu adalah istilah yang digunakan untuk satu bidang pengetahuan yang

meliputi subjek bahan perpustakaan.

▪Disiplin ilmu dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kategori, yaitu:

Disiplin fundamental, meliputi bagian- bagian utama ilmu pengetahuan.

Misalnya: Ilmu-Ilmu Sosial (Social Sciences), Ilmu-Ilmu Alamiah (Natural Sciences), dan Ilmu-Ilmu Kemanusiaan (Humanities).

Sub-disiplin, merupakan bidang spesialisasi dalam satu disiplin fundamental.

Misalnya, dalam disiplin fundamental ilmu- ilmu alamiah, sub-disiplinnya: Fisika, Kimia, Biologi, dan sebagainya.

(11)

Fenomena

Fenomena adalah benda atau wujud yang menjadi objek kajian dari suatu disipin ilmu.

Misalnya buku berjudul “Pendidikan Remaja”, konsep disiplin ilmu: pendidikan dan fenomena:

remaja.

Fenomena dibedakan menjadi 2 (dua) kategori, yaitu:

Objek Konkret, seperti rusa, jeruk, mobil, dan sebagainya.

Objek Abstrak, seperti moral, adat, pintar, dan sebagainya.

Fenomena disebut juga dengan konsep subjek yang dikaji dalam suatu disiplin.

Fenomena merupakan perwujudan faset-faset disiplin terkait.

(12)

Fenomena

▪Faset pada dasarnya adalah produk atau

hasil pembagian suatu disiplin menurut satu ciri pembagian.

▪Menurut Ranganathan ada 5 (lima) faset mendasar yang dikenal dengan akronim PMEST, yaitu:

P: Personality (wujud, meliputi jenis, produk atau tujuan)

M: Matter (bahan atau material)

E: Energy (kegiatan atau masalah)

S: Space (tempat geografis)

T: Time (waktu)

(13)

Fenomena

▪Mengikuti urutan faset PMEST memang

tidak mutlak, namun yang terpenting adalah menetapkan urutan faset yang paling cocok, supaya pengindeksan subjek dapat

dikerjakan secara taat asas.

▪Hal ini agar tidak terjadi klasifikasi silang, yaitu pengelompokan subjek yang sama pada tempat yang berbeda.

▪Pola urutan sitirannya sebagai berikut:

SUBJEK DASAR/P-M-E-S-T/BENTUK

(14)

Bentuk

▪Bentuk adalah cara bagaimana suatu subjek disajikan.

▪Terdapat 3 (tiga) jenis konsep bentuk, yaitu:

Bentuk fisik, yaitu media atau sarana yang digunakan dalam menyajikan suatu subjek.

Contoh bentuk fisik: buku, majalah, pita rekaman, mikrofis, CD-ROM, dan

sebagainya.

Bentuk penyajian, yaitu bentuk yang ditekankan pada pengaturan atau

organisasi isi bahan perpustakaan.

(15)

Bentuk

Terdapat 3 bentuk penyajian, yaitu:

1. Menggunakan lambang-lambang dalam

penyajiannya, seperti bahasa (dalam bahasa

Indonesia, Inggris, dan sebagainya), gambar, dan sebagainya.

2. Memperlihatkan tata susunan tertentu, seperti abjad, kronologis, sistematik, dan sebagainya.

3. Penyajiannya untuk kelompok tertentu, seperti Bahasa Inggris untuk Pemula, Psikologi untuk Remaja.

Bentuk intelektual, yaitu aspek yang

ditekankan dalam pembahasaan suatu subjek.

Contoh: Filsafat sejarah, subjeknya: sejarah, bentuk intelektualnya: filsafat. Contoh lain:

Sejarah filsafat, subjeknya: filsafat, bentuk intelektulnya: sejarah.

(16)

Jenis Subjek

▪Subjek Dasar

▪Subjek Sederhana

▪Subjek Majemuk

▪Subjek Kompleks

(17)

Subjek Dasar

Subjek dasar adalah subjek yang hanya terdiri

dari satu disiplin atau sub-disiplin ilmu saja, tidak menampilkan satu faset pun dari bidang

pengetahuan atau disiplin terkait.

Contoh:

Pengantar ekonomi

Subjek dasar: ekonomi Fenomena: tidak ada Urutan sitiran: ekonomi

Dasar-dasar matematika

Subjek dasar: Matematika Fenomena: tidak ada

Urutan sitiran: Matematika

Kamus pertanian

Subjek dasar: Pertanian

Fenomena: tidak ada

Bentuk penyajian: Kamus

Urutan sitiran: Pertanian/Kamus

(18)

Subjek

Sederhana

▪ Subjek sederhana adalah subjek yang

hanya terdiri atas satu faset yang berasal dari satu subjek dasar.

▪ Menampilkan fenomena atau konsep

subjek, yang mengkaji satu fokus dari satu faset dalam disiplin atau subjek dasar

terkait.

▪ Contoh:

▪Pengantar ekonomi pertanian

Subjek dasar: Ekonomi

Fenomena (faset E): Pertanian

Urutan sitiran: Ekonomi/Pertanian

(19)

Subjek

Sederhana

▪Peternakan ayam

Subjek dasar: Peternakan Fenomena (faset P): Ayam

Urutan Sitiran: Peternakan/Ayam

▪Pengantar pengindeksan subjek

Subjek dasar: Ilmu Perpustakaan

Fenomena (faset E): Pengindeksan subjek Urutan sitiran: Ilmu

Perpustakaan/Pengindeksan subjek

(20)

Subjek

Majemuk

▪ Subjek majemuk adalah suatu subjek yang terdiri atas subjek dasar disertai fokus-fokus dari dua atau lebih faset.

▪ Menampilkan fenomena atau konsep subjek yang mengkaji gabungan

beberapa fokus dari beberapa faset dalam disiplin atau subjek dasar terkait.

▪ Contoh:

▪Kurikulum Sekolah Dasar

Subjek dasar: Pendidikan

Fenomena (faset P/Jenis): Sekolah Dasar Fenomena (faset E/Masalah): Kurikulum

(21)

Subjek

Majemuk

▪Contoh: PerguruanTinggi di Indonesia

Subjek dasar: Pendidikan

Fenomena (faset P/jenis): Perguruan Tinggi

Fenomena (faset S/tempat): Indonesia

(22)

Subjek

Kompleks

▪Subjek kompleks yaitu bila ada dua atau

lebih subjek dasar yang berinteraksi antara satu sama lain.

▪Dalam subjek kompleks terdapat 4 (empat) fase, yaitu:

Fase bias

Fase pengaruh

Fase alat

Fase perbandingan

(23)

Fase Bias

▪Fase bias menunjukkan subjek dasar yang jelas ditujukan kepada kelompok pengguna tertentu.

▪Fase bias mengutamakan subjek dasar itu.

▪Contoh: Ramalan cuaca untuk penerbangan

Fase bias: Penerbangan

Yang dibiaskan/subjek utama: Ramalan Cuaca

Subjek dasar: Meteorologi

Fenomena (Faset P): Cuaca

Fenomena (Faset E): Ramalan

Urutan sitiran: Meteorologi/Cuaca-Ramalan

Dibiaskan untuk: Penerbangan

(24)

Fase Pengaruh

▪Fase pengaruh, yaitu bila dua atau lebih subjek dasar saling mempengaruhi antar satu sama lain.

▪Subjek yang diutamakan ialah subjek yang dipengaruhi.

▪Contoh: Pengaruh Pendidikan pada Pertumbuhan Desa

Fase pengaruh: Pendidikan

Yang dipengaruhi/subjek utama:

Pertumbuhan Desa

Subjek dasar: Sosiologi

Fenomena: Desa

Urutan sitiran: Sosiologi/Desa

(25)

Fase Alat

▪Fase alat, yaitu subjek yang digunakan sebagai alat untuk menjelaskan atau membahas subjek lain.

▪Subjek yang diutamakan ialah subjek yang dibahas atau dijelaskan.

▪Contoh: Penggunaan Zat Kimia pada Analisis Darah

Fase alat: Kimia

Yang menggunakan/subjek utama: Darah

Subjek dasar: Kesehatan

Fenomena (Faset M/bahan): Zat Kimia

Urutan sitiran: Kesehatan/Zat Kimia

(26)

Fase

Perbandingan

▪Fase perbandingan, yaitu dalam satu buku terdapat berbagai subjek tanpa ada

hubungannya antara satu sama lain.

▪Untuk menentukan subjek mana yang akan diutamakan, ketentuannya sebagai berikut:

Subjek ditentukan pada subjek yang dibahas lebih banyak.

Subjek ditentukan pada subjek yang disebut pertama kali.

Subjek ditentukan pada subjek yang erat kaitannya dengan jenis perpustakaan.

(27)

Klasifikasi

Bahan Pustaka

▪Klasifikasi adalah proses pengelompokan, yaitu mengumpulkan benda yang sama

serta memisahkan benda yang tidak sama.

▪Setiap bahan pustaka dapat mempunyai beberapa ciri, seperti kepengarangan, bentuk fisik dan subjek, sehingga setiap

bahan pustaka dapat dikelompokkan pada setiap ciri tersebut.

▪Pada dasarnya dikenal 2 macam klasifikasi, yaitu:

1. Klasifikasi artifisial

2. Klasifikasi fundamental

(28)

▪Klasifikasi berfungsi ganda, yaitu:

1. Sebagai sarana penyusunan buku di rak

2. Sebagai sarana penyusunan entri bibliografi dalam katalog tercetak, bibliografi, dan indeks dalam tata susunan sistematis

▪Tujuan klasifikasi, yaitu:

Mengasilkan urutan yang bermanfaat

▪Penempatan yang tepat

▪Penyusunan mekanis

▪Tambahan dokumen baru

▪Penarikan dokumen dari rak

(29)

▪Ciri-ciri klasifikasi yang baik, yaitu:

1. Bersifat universal

2. Pembagian kelasnya logis dan konsisten 3. Fleksibel

4. Mempunyai notasi yang sederhana 5. Sistematis

6. Mempunyai indeks

7. Mempunyai badan pengawas

▪Beberapa sistem klasifikasi, yaitu:

LCC (Library Congress Classification)

DDC (Dewey Decimal Classification)

UDC (Universal Decimal Classification)

(30)
(31)
(32)
(33)

Referensi

Dokumen terkait