• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contents. 5 Jenis Sistem Ventilasi. Definisi. Tujuan. Fungsi dan Syarat. Prinsip. Pengantar Ventilasi Kerja / Industri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Contents. 5 Jenis Sistem Ventilasi. Definisi. Tujuan. Fungsi dan Syarat. Prinsip. Pengantar Ventilasi Kerja / Industri"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Pengantar Ventilasi Kerja /

Industri

(2)

Contents

1 2 3 4

Definisi Tujuan

Fungsi dan Syarat Prinsip

Pengantar Ventilasi Kerja / Industri

5 Jenis Sistem Ventilasi

(3)

Merupakan perputaran udara secara bebas di dalam ruangan (KBBI)

Merupakan proses penyediaan udara segar ke dalam dan pengeluaran udara kotor dari suatu ruangan tertutup secara alamiah maupun mekanis.

Dalam lingkup industri, ventilasi berarti mensirkulasikan udara dalam ruangan untuk mengendalikan suhu sehingga menjadi segar dan nyaman serta mengeluarkan kontaminan dari dalam ruangan.

Secara inti, ventilasi adalah alat untuk mengendalikan udara di dalam ruangan agar menjadi lebih segar dan sejuk. Tanpa adanya ventilasi, suatu ruangan akan menjadi pengap dan penuh dengan kontaminan yang berbahaya untuk kesehatan orang-orang yang ada di dalamnya.

Definisi Ventilasi

3

(4)

Ventilasi industri merupakan salah satu terapan teknologi higiene perusahaan yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang memenuhi persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja.

Ventilasi industri salah satu alternatif untuk mengendalikan kondisi lingkungan kerja atau alat kontrol engineering (kerekayasaan) dengan menyuplay aliran udara bersih, ke area ruang tempat kerja guna menghilangkan kontaminan, atau proses pertukaran udara dengan cara pengeluaran udara terkontaminasi dari ruang tempat kerja, melalui saluran buang, dan pemasukan udara segar melalui saluran masuk.

Definisi Ventilasi

(5)

Mempertahankan suhu dan kelembaban di tingkat yang nyaman

Menyediakan pasokan udara segar di luar secara terus menerus

Mencairkan konsentrasi kontaminan dalam udara di

lingkungan tempat kerja Mengurangi potensi bahaya kebakaran atau ledakan

Tujuan Sistem Ventilasi

Industri

Tujuan Dari Sebuah Sistem Ventilas Industri

Mengontrol kontaminan meliputi :

✓ menghilangkan penggunaan bahan kimia berbahaya atau material

✓ pengganti dengan bahan kimia yang kurang beracun, atau perubahan proses

(6)

Ventilasi dapat menurunkan kosentrasi kontaminan dalam udara ruang kerja dengan memasukkan udara segar dan mengeluarkan udara terkontaminan sampai tingkat yang tidak berbahaya.

1. Ventilasi dapat memberikan penyegaran udara dalam ruang pada suhu dan kelembaban tertentu untuk kenyamanan pekerja.

2. Ventilasi dapat memberikan kondisi udara yang sesuai bagi proses produksi, penyimpanan bahan dan hasil produksi, lingkungan kerja mesin, dan peralatan industri

3. Ventilasi dapat menurunkan kosentrasi gas buangan yang dapat menimbulkan kebakaran atau ledakan sampai dibawah batas ledak terendah.

4. Ventilasi dapat menghilangkan gas-gas yang tidak menyenangkan yang ditimbulkan oleh keringat dan sebagainya dan gas-gas pembakaran (CO2) yang ditimbulkan oleh pernafasan dan proses-proses pembakaran

5. Ventilasi dapat menghilangkan uap air yang timbul sewaktu memasak, mandi, dan sebagainya.

6. Ventilasi dapat menghilangkan kalor yang berlebihan.

7. Ventilasi dapat mendapatkan kenyamanan termal.

Fungsi Ventilasi

(7)

• Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan dan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup), dengan tinggi lubang ventilasi minimal 80 cm dari langit-langit.

• Tinggi jendela yang dapat dibuka dan ditutup minimal 80 cm dari lantai dan jarak dari langit-langit sampai jendela minimal 30 cm.

• Udara yang masuk haruslah udara yang bersih, tidak dicemari oleh asap pembakaran sampah, knalpot kendaraan, debu dan lain-lain.

• Aliran udara diusahakan cross ventilation dengan menempatkan lubang hawa berhadapan antara dua dinding ruangan. Aliran udara ini diusahakan tidak terhalang oleh barang-barang seperti almari, dinding, sekat-sekat, dan lain-lain.

• Kelembaban udara dijaga antara 40% s/d 70%.

Syarat Ventilasi

(8)

Prinsip Sistem Ventilasi udara dalam suatu industri yaitu membuat suatu proses pertukaran udara di dalam ruang kerja.

Pertukaran udara tersebut dicapai dengan cara memindahkan udara dari tempat kerja dan mengganti dengan udara segar yang dilakukan secara bersama-sama. Pertukaran udara secara mekanik dilakukan dengan cara memasang sistem pengeluaran udara (exhaust system) dan pemasukan udara (supply system) dengan menggunakan fan.

Exhaust system dipasang untuk mengeluarkan udara, beserta kontaminan yang ada di sekitar ruang kerja, biasanya ditempatkan di sekitar ruang kerja atau dekat dengan sumber kontaminan dikeluarkan.

Supply system dipasang untuk memasukkan udara ke dalam ruangan, umumnya digunakan untuk menurunkan tingkat konsentrasi kontaminan di dalam lingkungan kerja.

Prinsip Sistem Ventilasi

(9)

1) Ventilasi menurut PROSES

Ventilasi alam (natural), menggunakan jendela atau pintu yang terbuka

Ventilasi buatan (mekanikal), biasanya menggunakan kipas angin, blower, dll.

2) Ventilasi menurut KEBERADAANNYA

Ventilasi permanen

Ventilasi tidak permanen

3) Ventilasi menurut CARA KERJA

Sistem suplai (Supply System)

Sistem buangan keluar (Exhaust System).

Ventilasi

(10)

A) Jenis Sistem Ventilasi Alami

Merupakan suatu bentuk pertukaran udara secara alamiah tanpa bantuan alat-alat mekanik seperti kipas. Ventilasi alami masih dapat dimungkinkan membersihkan udara selama pada saat ventilasi terbuka terjadi pergantian dengan udara yang segar dan bercampur dengan udara yang kotor yang ada dalam ruangan. Secara umum, standar luas ventilasi alami dihitung lebih dari 20 % luas lantai tempat kerja.

Ventilasi alami biasanya digunakan dengan tujuan untuk memberikan kesegaran dan kenyamanan pada tempat Kerja yang tidak memiliki sumber bahaya yang tinggi.

Penggunaan ventilasi alami tidak efektif jika digunakan dengan tujuan untuk mengurangi emisi gas, debu dan vapours ditempat kerja. Hal ini disebabkan tingkat kesulitan yang tinggi pada ventilasi alami terkait penentuan parameter yang harus kita ketahui menyangkut kecepatan angin, tekanan angin dari luar, arah angin, radiasi panas dan berapa besar pengaruh lubang-lubang yang ada pada dinding dan atap.

Ventilasi umum dapat berlangsung dengan baik bila : Kadar kontaminan udara dalam ruang tidak terlalu tinggi agar volume udara pengencer tidak terlalu besar, pekerja berada cukup jauh dari sumber pengencer agar tidak terpengaruh pencemaran dan kadar kontaminan udara masih dibawah NAB (Permennakertrans Nomor PER.13/MEN/X/2011 TAHUN 2011, tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja).

Jenis Sistem Ventilasi

10

(11)

1) General Ventilation atau Dilusi Ventilation atau Ventilasi Pengenceran Udara

Pengenceran terhadap udara yang terkontaminasi di dalam bangunan atau ruangan dengan meniup udara bersih (tidak tercemar), tujuannya untuk mengendalikan bahaya di tempat kerja dengan cara mengencerkan udara yang terkontaminasi atau mengandung gas yang mudah terbakar dengan meniupkan udara ketempat kerja dan mengeluarkan kembali lewat saluran buang.

Sistim ventilasi pengenceran udara dapat lebih efektif jika exhaust fan terletak dekat dengan pekerja yang terpapar dan udara yang di makeup terletak di belakang pekerja sehingga udara yang tercemar akan jauh dari zona pernapasan pekerja.

B. Jenis Sistem Ventilasi Mekanik

(12)

2. Local Exhaust Ventilation atau Sistim Ventilasi Lokal, adalah proses pengisapan dan pengeluaran udara terkontominasi secara serentak dari sumber pencemaran sebelum udara berkontaminasi berada pada ketinggian zona pernapasan tenaga kerja, dan menyebar keseluruh ruang kerja, umummnya ventilasi jenis ini di tempatkan sangat dekat dengan sumber emisi .

3. Eshausted Enclosure atau Ventilasi sistem tertutup, dimana kontaminan yang beracun yang dipancarkan dari suatu sumber dengan kecepatan yang tinggi harus dikendalikan dengan isolasi sempurna, atau menutup proses (kususnya pada pekerjaan blasting). Pekerjaan blasting adalah suatu proses yang tertutup, misalnya disebabkan oleh emisi debu silika bebas yang sangat besar.

4. Confort Ventilation atau Ventilasi Kenyamanan. Pertukaran udara di dalam industri merupakan bagian dari Air Conditiong/AC, sering digunakan bersama sama dengan alat pemanas atau alat pendingin dan alat pengatur kelembaban udara.

Jenis Sistem Ventilasi Mekanik..

(13)

General Ventilation atau Dilusi Ventilation atau Ventilasi

Pengenceran Udara

(14)

Gambar 1.2 s/d 1.5, Untuk Contoh Macam-Macam Tipe Sistim Ventilasi Pengenceran Udara, Yang Direkomendasikan Oleh ACGIH (American Conference Of Goveremental Industrial Hygienist)

Gambar, 1.2. s/d 1.5 - Contoh–contoh yang direkomendasikan (Model penempatan posisi fan yang baik)

Gambar, 1.2 Gambar, 1.3

Gambar, 1.4 Gambar, 1.5

14

(15)

Gambar, 1.6 Contoh Yang Tidak Rekomendasikan (ACGIH) (posisi kipas yang kurang baik)

Gambar, 1.6

(16)

Gambar 1.2 s/d 1.5, Untuk Contoh Macam-Macam Tipe Sistim Ventilasi Pengenceran Udara, Yang Direkomendasikan Oleh ACGIH (American Conference Of Goveremental Industrial Hygienist)

Gambar, 1.7. fan diletakan jauh dengan sumber sehingga udara tercemar lewat tinggi zona pernapasan pekerja, aleternatifnya adalah menggunakan fan mempunya daya (hourse power) yang lebih besar.

Gambar 1.8 ilustrasi yang direkomendasikan dimana fan diletakan dekat dengan pekerja, sehingga udara yang

Gambar, 1.7 Gambar, 1.3

16

(17)

Sintem ventilasi pengenceran udara, sebagai sebuah metode untuk melindungi pekerja, dengan keterbatasannya sebagai berikut :

✓ Tidak sepenuhnya menghapus kontaminan.

✓ Tidak bisa digunakan untuk bahan kimia sangat beracun.

✓ Tidak efektif untuk debu atau uap logam, dengan jumlah yang besar.

✓ Memerlukan jumlah besar makeup udara yang akan dipanaskan atau di dinginkan.

✓ Tidak efektif untuk menangani uap atau emisi tidak

teratur.

17

(18)

TERIMA

KASIH

Referensi

Dokumen terkait