BAB III
METODE PENELITIAN
A. METODE DAN DESAIN PENELITIAN 1. Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan cara atau kegiatan pelasksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi (Syaodih, 2012:52).
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitaif. Menurut Sugiyono (2009:8) metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan menguji hipotesis yang ditetapkan.
2. Desain Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.
Dengan metode eksperimen diperlukan beberapa kelompok pembanding atau kelompok kontrol. Pada metode eksperimen ini perlakuan yang diberikan adalah metode observasi berbasis pendidikan karakter . Data penelitian ini adalah kemampuan seluruh siswa dalam hasil belajar siswa pokok bahasan Sistem Kekebalan Tubuh.
Perlakuan yang diambil pada objek penelitian diawali dengan pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dua kelompok yang dipilih tersebut selanjutnya diberi perlakuan yang berbeda. Kelompok eksperimendiberi metode pengajaran dengan menerapkan observasi berbasis pendidikan karakter.
Sedangkan kelompok yang kontrol, diberi pengajaran secara konvensional (ceramah).
Desain penelitian menggunakan pola menurut Suharsimi Arikunto (2002 : 79) A : O1 X1 O2
A : O1 X2 O2
Keterangan:
A : Pengelompokan subjek secara acak O1 : Tes awal
O2 : Tes Akhir
X1 : Perlakuan terhadap kelompok eksperimen, yaitu dengan pengaruh observasi berbasis pendidikan karakter
X2 : Perlakuan terhadap kelompok kontrol yaitu dengan penerapan pembelajaran secara konvensional (ceramah).
B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu penelitian
Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian ini adalah dua bulan, dimulai pada 23 Maret sampai 23 Mei 2014.
2. Tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di MTs An Nur Cirebon. Yang dilaksanakan pada bulan April semester genap tahun ajaran 2013-2014. Pada kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol.
3. Kondisi Objektif Wilayah Penelitian
Sekolah yang menjadi objek penelitian merupakan Madrasah Tsanawiyah (MTs An Nur) Cirebon. Lokasi MTs An Nur Cirebon ini kurang strategis yaitu di Desa Kutagara Selatan Kota Cirebon. Di MTs An Nur Cirebon ini mempunyai sarana yang cukup memadai diantaranya terdapat 2 lokal ruang belajar kelas VII, 2 lokal ruang belajar kelas VIII, dan 2 lokal ruang belajar kelas IX,. Selain memiliki ruang belajar, sekolah ini juga dilengkapi dengan sarana penunjang pendidikan antara lain perpustakaan, Laboratorium IPA, Laboratorium komputer, aula, beberapa ruang kegiatan ekstrakulikuluer, dan penunjang kreativitas siswa lainnya.
Di MTs An Nur Cirebon mempunyai dua guru pengajar IPS, yaitu Ibu Indah dan Ibu Oom Djuhaeriah. Proses pembelajaran yang selama ini
dilaksanakan cenderung terpaku pada guru mentransfer konsep materi kepada siswa atau yang dikenal dengan metode konvensional. Guru memberikan tugas kepada siswa, guru masih kurang memberikan kesempatan siswa untuk kreatif dalam pembelajaran di kelas, dan guru tidak menggunakan media tekhnologi yang lebih canggih untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Melihat kondisi yang ada, maka diperlukan adanya inovasi baru dalam kegiatan pembelajaran dengan penerapan kegiatan observasi berbasis pendidikan karakter untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran yang diajarkan sehingga pada akhirnya ketercapaian hasil belajar siswa yang diperoleh memuat segala aspek yang ingin dicapai.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Margono S, (1996:118) “Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan dalam waktu yang kita tentukan”. Menurut Nawawi (2000:4) dalam Taniredja, Mustafidah (2011:33)
’populasi adalah keseluruhan subyek yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuhan, gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang terjadi sebagai sumber’. Sedangkan menurut Arikunto (2003:108) dalam Taniredja, Mustafidah (2011:33) ’populasi adalah keseluruhan objek peneliti’. Dalam penelitian ini mengambil populasi siswa kelas VIII MTs An Nur Cirebon pada tahun ajaran 2013-2014 yang terdiri dari dua kelas, satu kelas eksperimen (VIII A) dan satu kelas kontrol (VIII B) yang seluruhnya berjumlah 70 siswa.
2. Sampel
Menurut Margono S (1996:121) “sampel adalah bagian dari populasi,sebagai contoh (monster) yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu”.
Arikunto (2002:109) menyatakan bahwa ”sampel adalah sebagian atau wakil yang diteliti”. Ali (1985:54) dalam Taniredja dan Mustafidah (2011:34) menyebutkan bahwa ’sampel penelitian adalah sebagian yang diambil dari
keseluruhan obyek yang diteliti yang dianggap mewakili terhadap seluruh populasi dan diambil dengan menggunakan teknik tertentu’.
Lebih khusus lagi penelitian ini menggunakan teknik purposive random sampling karena unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian. Dalam hal ini penulis mengambil sampel dua kelas, satu kelas eksperimen (VIII A) dan satu kelas kontrol (VIII B) yang seluruhnya berjumlah 70 siswa.
D. Variabel penelitian
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013:2).
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi : 1. Variabel Independen
Variabel ini sering disebut variabel stimulus, predictor, antecedent atau sering disebut juga variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau variabel dependen (terikat) (Sugiyono 2013:4)
Variabel independen dalam penelitian ini adalah variabel X yaitu perbandingan antara metode observasi berbasis pendidikan karakter dan metode konvensional 2. Variabel dependen
Variabel dependen sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen atau juga disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono 2013:4).
Variabel dependen (terikat) dalam penelitian ini yaitu hasil belajar siswa yang merupakan variabel yang diukur.
E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen:
1. Tes
Menurut Rasyid dan Mansur (2011: 180) Tes dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan peserta terhadap materi yang ditanyakan pada tes tersebut. Sedangkan menurut Riduwan (2012: 76) Tes sebagai instrumen pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukut keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh Individu atau kelompok.
Tes yang akan digunakan adalah tes tertulis untuk mengukur tingkat kognitif individu siswa yang berupa tes pilihan ganda yang terdiri dari 30 butir soal dengan 4 pilihan jawaban. Tes ini dibagi menjadi dua, yakni pretest dan posttest. Pretest digunakan untuk mengetahui perolehan awal kemampuan kognitif siswa, dan posttest dilakukan untuk melihat peningkatan kemampuan kognitif siswa setelah diberikan perlakuan.
2. Non-tes
Pada instrumen non-test atau bersifat menghimpun dengan jawaban berstruktur, jawaban tersebut dapat dijumlahkan sehingga diperoleh angka.
Angka tersebut bukan skor atau data ordinal, interval atau rasio, tetapi data nominal yaitu frekuensi atau jumlah jawaban. Pada instrument non-tes dengan jawaban terbuka, data yang diperoleh pada umumnya adalah data naratif deskriptif, bias deskriptif kualitatif ataupun kuantitatif terkait dengan narasi (Sugiyono, 2012: 232-233).
Instrumen non-tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Observasi
Observasi langsung adalah satu-satunya cara untuk mengevaluasi beberapa aspek belajar dan perkembangan yang memerlukan info tambahan dari alat evaluasi yang lain (Tayibnapis, 2008: 192). Menurut
Sudjana (2012: 84) observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Sedangkan menurut Syaodih (2012: 220) observasi (observation) atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.
Penelitian ini menggunakan observasi dengan format on task dan off task. Merrett, et.all dalam Annabelle dan Sofia (2010) mendefinisikan On Task adalah segala aktivitas siswa yang berkaitan dengan proses pembelajaran sebagai respon positif seorang siswa terhadap guru di dalam kelas. Sedangkan Off Task adalah aktivitas siswa yang tidak berkaitan dengan proses pembelajaran sebagai respon negatif seorang siswa terhadap guru pada saat pembelajaran berlangsung.
Persentase penilaian aktivitas siswa pada pembelajaran biologi dengan Integrasi Nilai Religius pada konsep Ekosistem dilihat dari jumlah yang diperoleh, yaitu.
1) Off Task = x 100 %
2) On Task = x 100 %
b. Angket
Menurut Riduwan (2012: 71), Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons (responden) sesuai dengan permintaan pengguna. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui respon siswa setelah menerima pembelajaran dengan pendekatan proses kelompok.
Angket yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket respon dan angket nilai religius. Angket respon siswa sebanyak 20 pernyataan yang dibuat untuk memperoleh informasi (respon siswa). Bentuk angket
respon yang digunakan dalam penelitian ini adalah model skala Likert yang bertujuan untuk mengukur persepsi atau sikap seseorang. Skala ini menilai sikap atau tingkah laku yang diinginkan oleh peneliti dan mengharuskan dan mengharuskan responden untuk menjawab suatu pertanyaan dengan jawaban SS (sangat setuju), S (setuju), TS (tidak setuju), dan STS (sangat tidak setuju) (Sukardi, 2003: 146).
Angket nilai religius siswa sebanyak 20 pernyataan yang dibuat untuk mengetahui nilai religius yang berkaitan dengan materi ekosistem yang diketahui siswa, diyakini dan dilaksanakan oleh siswa. Untuk mengukur angket nilai digunakan skala Guttman. Menurut Riduwan dan Sunarto (2007: 25) menyatakan bahwa penelitian dengan menggunakan skala Guttman apabila ingin mendapatkan jawaban jelas (tegas) dan konsisten terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan. Siswa diharuskan menjawab pernyataan dengan jawaban yang tegas yaitu YA atau TIDAK.
Jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan skor terendah (0). Misalnya untuk jawaban benar (1) dan salah (0) (Riduwan, 2012: 91). Berikut kriteria interpretasi skor angket :
Angka 0% - 20% = Sangat Lemah Angka 21% -40% = Lemah
Angka 41% - 60% = Cukup Angka 61% - 80% = Kuat
Angka 81% - 100% = Sangat Kuat (Riduwan, 2012: 89).
Tahapan pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Memberikan soal pretest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui penguasaan konsep siswa sebelum diberi materi.
b. Memberikan perlakuan kepada kelas eksperimen dengan menggunakan metode obsevasi
c. Memberikan perlakuan kepada kelas kontrol dengan menggunakan metode konfensional
d. Memberikan soal posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui penguasaan konsep siswa (hasil belajar) setelah diberi perlakuan.
e. Memberikan angket untuk diisi siswa sebagai data sekunder
2. Instrumen Penelitian
Berprestasi tidaknya penelitian yang dilakukan banyak ditentukan oleh instrumen penelitian yang digunakan. Instrumen adalah alat untuk memperoleh data, instrumen adalah alat pemgumpul data yang pada hakikatnya mengukur variabel penelitian. Adapun jenis insrumen yang penulis gunakan dalam penelitian ini, yaitu:
a. Tes
Kusaeri, Suprananto (2012) menyatakan bahwa” tes dalam pendidikan dipandang sebagai salah satu alat pengukuran”. Menurut Nana Sudjana (2011:3) ”tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes tulis), dalam bentuk tulisan (tes tulis), atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan)”. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes kognitif yaitu soal pilihan ganda sebanyak 40 butir soal pree test dan post tes yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem kekebalan tubuh di kelas VIII MTs An Nur Cirebon.
b. Angket
Menurut Riduwan (2003 : 52) “angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan pengguna”. Dalam penelitian ini angket berisikan rangkaian pertanyaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan metode observasi berbasis pendidikan karakter yang digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap pengaruh observasi berbasis pendidikan karakter untuk
meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi pokok bahasan sistem kekebalan tubuh. Untuk angket disusun menurut Skala Likert. Pilihan jawaban dalam angket ini adalah sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (RR), kurang setuju (KS), dan tidak setuju (TS).
F. Validitas dan Reabilitas Instrumen 1. Uji Validitas
Menurut pendapat Arikunto (1998) dalam Taniredja, Mustafidah (2011:42) ’validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat- tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen’. Untuk mengetahui validitas tes, penulis menggunakan rumus korelasi product moment menurut Taniredja, Mustafidah (2011:134) sebagai berikut :
rxy =
N
XN2
XYX
2
NX
Y2Y
Y2
Keterangan :
rxy = Tingkat Validitas N = Jumlah responden
X = Soal yang dijawab benar oleh siswa Y = Skor yang diperoleh siswa
Dengan kriteria sebagai berikut :
Jika r hitung > r tabel, maka item soal valid, sedangkan jika sebaliknya yaitu r hitung < r tabel , maka item tidak valid.
2. Uji Reliabilitas
Menurut Taniredja, Mustafidah (2011:134) ”realibilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen
Postes – Pretest Skormaksimum - Pretest
tersebut sudah baik". Untuk mengetahui reliabilitas, penulis menggunakan rumus product moment menurut Ridwan (2005 : 104) dengan cara belah awal akhir dan rumus yang digunakan sebagai berikut :
rb =
n
Xn2
XY
X
2
nX
Y2Y
Y2
Keterangan :
rb = Reliabilitas
n = Banyaknya responden X = Jumlah item awal Y = Jumlah item akhir
XY= jumlah hasil perkalian item awal dan item akhir.
Lalu : r11 = rb rb
1
2
Dimana r11 = reliabilitas seluruh tes rb = reliabilitas setengah tes
G. Teknik Analisis Data 1. analisis Kuantitatif (tes) a. Indeks Gain
Indeks gain ini dilakukan untuk memperoleh nilai gain yang netral, hal ini untuk menghilangkan anggapan bahwa nilai gain yang terbesar menunjukkan hasil belajar yang baik. Menurut Meltzer, David E (2002) Indeks Gain dapat dicari dengan rumus :
b. Uji Normalitas Data
Rumus yang digunakan untuk pengujian normalitas data menurut Sudjana (1996 : 273) yakni dengan menggunakan rumus uji “chi- kuadrat” :
X2
OiEiEi
2Uji normalitas juga bisa menggunakan dengan program SPSS versi 17.0, menurut Wahidin, dkk (2009 : 128-129) langkah-langkahnya sebagai berikut :
a. Buka file
b. Klik Analyze > Descriptive statistic > Explore, kemudian masukkan variabelnya
c. Klik Plots, lalu klik None, klik Normality plots with test, klik power estimation
d. Klik Continue, klik OK c. Uji Homogenitas
Untuk mengetahui suatu data homogen atau tidak, maka penulis menggunakan program SPSS for window versi 17.0. Adapun langkah- langkahnya menurut Wahidin, dkk (2009 : 128-129) sebagai berikut :
a. Buka file
b. Klik Analyze > Descriptive statistic > Explore, kemudian masukkan variabelnya
c. Klik Plots, lalu klik None, klik plots with test, klik power estimation
d. Klik Continue, klik OK d. Uji t ( t-test)
Uji t pada dasarnya adalah untuk uji hipotesis nihil tentang perbedaan mean dari dua sample atau dua variabel. Masing-masing variabel tersebut berskala interval atau rasio dan adanya linieritas dan normalitas. Adapun rumus yang digunakan untuk menguji kesamaan dua rata-rata bisa menggunakan rumus berdasarkan Riduan (2004:120) dalam Widy Fuji Yanty (2012) adalah sebgai berikut :
t =
1 1 2
2 2 1
2 1
2 1
n
S n
S X X
Keterangan:
X1 = Mean Sample 1 S2 2
= Varian Sampel 2
X2 = Mean Sample 2 n1 = Jumlah Sampel 1 S12
= Varian Sampel 1 n2 = Jumlah Sampel 2
Karena data kedua kelompok normal dan homogen maka uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample T Test. Untuk menguji hipotesis dapat digunakan dengan program SPSS, langkah-langkahnya menurut Wahidin, dkk (2009 : 132-133) sebagai berikut :
a. Buka file
b. Klik Analyze > Compare Means > Independent Sample T Test, masukan variabelnya
c. Klik OK Hipotesis yang diuji adalah :
Ho : Tidak terdapat peningkatan yang signifikan antara pengaruh kegiatan observasi berbasis pendidikan karakter terhadap peningkatan hasil belajar siswa di kelas VIII di MTs AN-NUR kota Cirebon”.
Dengan Pengambilan keputusan :
a. Jika nilai sig < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak
b. Jika nilai sig > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak
2. Analisis Kualitatif (Angket)
Data angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap kegiatan observasi berbasis pendidikan karakter pada proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Hasil angket yang telah disebarkan, kemudian diterangkan dalam bentuk prosentase dan disajikan dalam bentuk tabel dengan menggunakan rumus menurut Siswanto (2012 : 74-75) yaitu :
P = 100% N F
Keterangan:
P = Angka persentase
F = Frekuensi yang sedang dicari persentasenya N = Jumlah sampel
Adapun untuk menghitung rekapitulasi angket yaitu : 75% - 100% = Baik
55% - 74% = Cukup 40% - 54 % = Kurang 0% - 39% = Tidak Baik
H. Prosedur Penelitian
Identifikasi Masalah
Gambar. 2 Prosedur Penelitian
Teoritik Tinjauan Pustaka
Empirik
Penyusun Instrunen
Uji Coba Intrumen
Penerapan Observasi Berbasis Pendidikan Karakter
Penerapan Pembelajaran Secara Konvensional
(Ceramah)
Eksperimen Kontrol
PreTest
Test
Pembuatan Laporan Pengumpulan Data
Analisa Data
Hasil Hasil