• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

P U T U S A N

Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Sungai Liat yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:

1. Nama lengkap : SALBIA ALS LARA BINTI ARAHMAN; 2. Tempat lahir : Simpang Mapur;

3. Umur/Tanggal lahir : 21 Tahun/ 26 Maret 2000; 4. Jenis kelamin : Perempuan;

5. Kebangsaan : Indonesia;

6. Tempat tinggal : Jalan Dusun Mudel Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka;

7. Agama : Islam;

8. Pekerjaan : Pelajar/ Ibu Rumah Tangga; 9. Pendidikan : SD (Tamat);

Terdakwa ditangkap pada tanggal 11 Desember 2020; Terdakwa ditahan di Rumah Tahanan Negara oleh:

1. Penyidik sejak tanggal 12 Desember 2020 sampai dengan tanggal 31 Desember 2020;

2. Penyidik perpanjangan oleh Penuntut Umum sejak tanggal 1 Januari 2021 sampai dengan tanggal 9 Februari 2021;

3. Penuntut Umum sejak tanggal 9 Februari 2021 sampai dengan tanggal 28 Februari 2021;

4. Hakim Pengadilan Negeri Sungailiat sejak tanggal 24 Februari 2021 sampai dengan tanggal 25 Maret 2021;

Terdakwa tidak didampingi oleh Penasihat Hukum walaupun telah diberikan haknya untuk itu;

Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca:

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sungai Liat Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl tanggal 24 Februari 2021 tentang penunjukan Majelis Hakim;

- Penetapan Majelis Hakim Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl tanggal 24 Februari 2021 tentang penetapan hari sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Setelah mendengar keterangan saksi-saksi, dan Terdakwa serta memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa SALBIA Als LARA Binti ARAHMAN telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “dengan

sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/ atau mentransmisikan dan/ atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan / atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/ atau pengancaman” sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 45 Ayat (4)

undang RI No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dalam dakwaan Kesatu Penuntut Umum.

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa SALBIA Als LARA Binti

ARAHMAN berupa pidana penjara selama 3 (tiga) Tahun dikurangi selama

TERDAKWA dalam tahanan dengan perintah agar TERDAKWA tetap di dalam tahanan.

3. Menetapkan agar barang bukti berupa:

➢ 1 ( satu ) unit handphone merek Iphone 7+ warna rose gold yang berisi pesan whatsapp dari pelaku;

DIKEMBALIKAN KEPADA PEMILIKNYA SAKSI SISIL AMELIA

➢ 1 ( satu ) unit handphone merek OPPO warna merah dengan mika handphone warna biru bertali doraemon warna biru.

➢ 2 ( dua ) helai baju lengan panjang warna coklat muda. ➢ Sepasang sandal merek Diva Collection warna coklat.

DIKEMBALIKAN KEPADA TERDAKWA.

➢ Kartu handphone 082311341103 dengan nomor kartu 621005118234110300.

DIRAMPAS UNTUK DIMUSNAHKAN.

4. Menetapkan agar terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah).

Setelah mendengar permohonan dari Terdakwa secara lisan yang pada pokoknya mohon hukuman seringan-ringannya dikarenakan Terdakwa memiliki anak yang masih kecil;

Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap permohonan Terdakwa yang pada pokoknya tetap pada tuntutan dan Terdakwa menyatakan tetap pada permohonannya;

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

KESATU

Bahwa ia terdakwa SALBIA Als LARA Binti ARAHMAN pada bulan November tahun 2019 s/d 08 Desember 2020 atau setidak-tidaknya pada rentang waktu dari tahun 2019 s/d 2020 atau setidak-tidaknya pada tahun 2019 dan 2020, bertempat dengan alamat Simpang Mapur Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih termasuk dalam kewenangan mengadili Pengadilan Negeri Sungai Liat, dengan sengaja

dan tanpa hak mendistribusikan dan/ atau mentransmisikan dan/ atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan / atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/ atau pengancaman, yang

dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai berikut:

Berawal dari Bulan November 2019 terdakwa dengan saksi SISIL AMELIA Als SISIL merupakan sahabat dekat, saksi SISIL sering mencurahkan isi hati saksi SISIL ( curhat ) kepada terdakwa. Saksi SISIL pernah menceritakan bahwa orang tua laki-laki saksi SISIL tidak perduli kepada saksi SISIL. Kemudian setelah saksi SISIL sering curhat tersebut, terdakwa mengatakan bahwa orang tua laki-laki saksi SISIL yaitu saksi ALMAN Als MAN Bin HORDI berselingkuh dengan seorang perempuan bernama ANGGI BOYEN dan bekerja di Pasar Mambo Sungailiat yang mana nama ANGGI BOYEN merupakan karangan terdakwa dan tidak ada orangnya. Kemudian terdakwa mengatakan bahwa Sdr ANGGI BOYEN harus di santet agar keluarga saksi SISIL tidak hancur dan Sdr ANGGI BOYEN tidak memeras orang tua saksi SISIL. Setelah mengatakan akan menyantet ANGGI BOYEN tersebut saksi SISIL mengatakan kepada Terdakwabahwa saksi SISIL tidak ada mengenal dukun yang kemudian Terdakwa mengatakan bahwa terdakwa ada mengenal dukun yang dipanggilnya ATOK BERKAH di Desa Pugul yang mana nama tersebut juga tidak ada orangnya untuk menyantet Sdr ANGGI BOYEN tersebut. Kemudian terdakwa mengatakan kepada saksi SISIL bahwa telah menemui ATOK BERKAH tersebut dan mengatakan biaya santetnya sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) yang kemudian untuk meyakinkan saksi SISIL Terdakwa memberikan kepada saksi SISIL nomor handphone 082311341103 yang dikatakan Terdakwa adalah nomor dukun yang dipanggil ATOK BERKAH tersebut.

Bahwa perihal pembayaran biaya santet, saksi SISIL mengambil unag di rumahnya sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) dan memberikan kepada terdakwa, dicicil saksi SISIL sampai dengan bulan november 2020 dan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

terdakwa menggunakan media aplikasi whatsapp untuk menagih biaya santet tersebut.

Bahwa pada hari sabtu tanggal 09 November 2020 terdakwa mengirim pesan melalui aplikasi whatsapp kepada saksi SISIL dengan tanpa hak mengaku sebagai sdri RINDI teman ANGGI BOYEN (yang terkena santet), dengan menggunakan nomor telepon 083125729577 terdakwa mengaku sebagai RINDI mengirim pesan kepada saksi SISIL dan berkata, “OH CEWEK YG BERANI MEMBUNUH TANPA MENYENTUH. AKU RINDI SYG SALAM KENAL...KASUSU INI TETP KITA TUNTUT YA KAMU TUNGGU DIRUMAH DUDUK MANIS AJA BAKAL SAYA LAPORIN KE POLISI, MALU BAKALAN IBUMU DAN KELUARGAMU PUNYA ANAK SEORANG PEMBUNUH” dengan perihal meminta ganti rugi atas meninggalnya ANGGI BOYEN. Kemudian saksi SISIL menjawab bahawa silahkan hubungi ATOK BERKAH yang menyantetnya, sedangkan ATOK BERKAH adalah identitas palsu ynag faktanya terdakwa yang mengarang keberadaan ATOK BERKAH.

Bahwa mendapat ancaman dari nama RINDI tersebut, saksi SISIL menghubungi dan mengirim pesan melalui aplikasi whatsapp ke nomor 08231131103 yaitu nomor ATOK BERKAH yang dahulu pernah diberikan oleh terdakwa, dan kemabli terdakwa membalas pesan saksi SISIL dengaan identitas palsu tanpa hak sebagai ATOK BERKAH dengan perihal bahwa saksi SISIL harus membuat surat perdamaian dan membayar uang kematian ANGGI BOYEN sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah).

Bahwa setelah itu dan beberapa hari kemudian, kembali terdakwa mengaku sebagai Pengacara mengubungi dan mengirim pesan kepada saksi SISIL dengan berkata melalui aplikasi whatsapp, “ BESOK PAGI JAM 9 HARAP DATANG KE PENAGADILAN. SIDANG PEMBUATAN SURAT HITAM DI ATAS PUTIH DAN TUNTUTAN ATAS KELUARGA TIRI TERDAKWA,.. DARI PIHAK TERDAKWA MEMINTA UANG TAMBAHAN SENILAH 12JT KEPUTUSAN DITUNGGU MALAM INI”, dengan cara memaksa terdakwa dengan tanpa hak identitas paslu sebagai pengacara mengubungi secara terus-menerus saksi SISIL.

Bahwa atas perbuatan terdakwa tersebut, saksi SISIL mengalami kerugian + Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).

Bahwa uang hasil tersebut digunakan terdakwa untuk kebutuhan sehari -hari dan untuk belaja.

Bahwa perbuatan terdakwa telah dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/ atau mentransmisikan dan/ atau membuat dapat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

diaksesnya Informasi Elektronik dan / atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/ atau pengancaman terhadap saksi SISIL dengan menggnaka aplikasi whatsapp.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 Ayat (4) Undang-undang RI No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik-.

ATAU KEDUA

Bahwa ia terdakwa SALBIA Als LARA Binti ARAHMAN pada bulan November tahun 2019 s/d 08 Desember 2020 atau setidak-tidaknya pada rentang waktu dari tahun 2019 s/d 2020 atau setidak-tidaknya pada tahun 2019 dan 2020, bertempat dengan alamat Simpang Mapur Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih termasuk dalam kewenangan mengadili Pengadilan Negeri Sungai Liat, dengan maksud

untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu; dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, yang dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai

berikut:

Berawal dari Bulan November 2019 terdakwa dengan saksi SISIL AMELIA Als SISIL merupakan sahabat dekat, saksi SISIL sering mencurahkan isi hati saksi SISIL ( curhat ) kepada terdakwa. Saksi SISIL pernah menceritakan bahwa orang tua laki-laki saksi SISIL tidak perduli kepada saksi SISIL. Kemudian setelah saksi SISIL sering curh at tersebut, terdakwa mengatakan bahwa orang tua laki-laki saksi SISIL yaitu saksi ALMAN Als MAN Bin HORDI berselingkuh dengan seorang perempuan bernama ANGGI BOYEN dan bekerja di Pasar Mambo Sungailiat yang mana nama ANGGI BOYEN merupakan karangan terdakwa dan tidak ada orangnya. Kemudian terdakwa mengatakan bahwa Sdr ANGGI BOYEN harus di santet agar keluarga saksi SISIL tidak hancur dan Sdr ANGGI BOYEN tidak memeras orang tua saksi SISIL. Setelah mengatakan akan menyantet ANGGI BOYEN tersebut saksi SISIL mengatakan kepada Terdakwabahwa saksi SISIL tidak ada mengenal dukun yang kemudian Terdakwa mengatakan bahwa terdakwa ada mengenal dukun yang dipanggilnya ATOK BERKAH di Desa Pugul yang mana nama tersebut juga tidak ada orangnya untuk menyantet Sdr ANGGI BOYEN tersebut.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

Kemudian terdakwa mengatakan kepada saksi SISIL bahwa telah menemui ATOK BERKAH tersebut dan mengatakan biaya santetnya sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) yang kemudian untuk meyakinkan saksi SISIL Terdakwa memberikan kepada saksi SISIL nomor handphone 082311341103 yang dikatakan Terdakwa adalah nomor dukun yang dipanggil ATOK BERKAH tersebut.

Bahwa perihal pembayaran biaya santet, saksi SISIL mengambil unag di rumahnya sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) dan memberikan kepada terdakwa, dicicil saksi SISIL sampai dengan bulan november 2020 dan terdakwa menggunakan media aplikasi whatsapp untuk menagih biaya santet tersebut.

Bahwa pada hari sabtu tanggal 09 November 2020 terdakwa mengirim pesan melalui aplikasi whatsapp kepada saksi SISIL dengan tanpa hak mengaku sebagai sdri RINDI teman ANGGI BOYEN (yang terkena santet), dengan menggunakan nomor telepon 083125729577 terdakwa mengaku sebagai RINDI mengirim pesan kepada saksi SISIL dan berkata, “OH CEWEK YG BERANI MEMBUNUH TANPA MENYENTUH. AKU RINDI SYG SALAM KENAL...KASUSU INI TETP KITA TUNTUT YA KAMU TUNGGU DIRUMAH DUDUK MANIS AJA BAKAL SAYA LAPORIN KE POLISI, MALU BAKALAN IBUMU DAN KELUARGAMU PUNYA ANAK SEORANG PEMBUNUH” dengan perihal meminta ganti rugi atas meninggalnya ANGGI BOYEN. Kemudian saksi SISIL menjawab bahawa silahkan hubungi ATOK BERKAH yang menyantetnya, sedangkan ATOK BERKAH adalah identitas palsu ynag faktanya terdakwa yang mengarang keberadaan ATOK BERKAH.

Bahwa mendapat ancaman dari nama RINDI tersebut, saksi SISIL menghubungi dan mengirim pesan melalui aplikasi whatsapp ke nomor 08231131103 yaitu nomor ATOK BERKAH yang dahulu pernah diberikan oleh terdakwa, dan kemabli terdakwa membalas pesan saksi SISIL dengaan identitas palsu tanpa hak sebagai ATOK BERKAH dengan perihal bahwa saksi SISIL harus membuat surat perdamaian dan membayar uang kematian ANGGI BOYEN sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah).

Bahwa setelah itu dan beberapa hari kemudian, kembali terdakwa mengaku sebagai Pengacara mengubungi dan mengirim pesan kepada saksi SISIL dengan berkata melalui aplikasi whatsapp, “ BESOK PAGI JAM 9 HARAP DATANG KE PENAGADILAN. SIDANG PEMBUATAN SURAT HITAM DI ATAS PUTIH DAN TUNTUTAN ATAS KELUARGA TIRI TERDAKWA,.. DARI PIHAK TERDAKWA MEMINTA UANG TAMBAHAN SENILAH 12JT KEPUTUSAN

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

DITUNGGU MALAM INI”, dengan cara memaksa terdakwa dengan tanpa hak identitas paslu sebagai pengacara mengubungi secara terus-menerus saksi SISIL.

Bahwa atas perbuatan terdakwa tersebut, saksi SISIL mengalami kerugian + Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).

Bahwa uang hasil tersebut digunakan terdakwa untuk kebutuhan sehari -hari dan untuk belaja.

Bahwa perbuatan terdakwa telah dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu; dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang terhadap saksi SISIL dengan menggunakan aplikasi whatsapp.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHPidana.

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa tidak mengajukan keberatan atau eksepsi;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:

1. Anak saksi SISIL AMELIA ALS SISIL BINTI ALMAN, tidak disumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa keterangan Anak saksi di berita acara penyidik kepolisian isinya benar;

- Bahwa Terdakwa ada mengatakan kepada Anak saksi bahwa orang tua laki-laki Anak saksi yakni saksi ALMAN selingkuh dengan perempuan bernama BOYEN Als ANGGI. Kemudian Terdakwa mengatakan kepada Anak saksi bahwa apabila keluarga Anak saksi tidak mau hancur dan ayah Anak saksi tidak diperas Sdr BOYEN Als ANGGI, maka Sdr ANGGI BOYEN harus disantet. Setelah Anak saksi menyetujui ANGGI BOYEN di santet Terdakwa meminta sejumlah uang kepada Anak saksi dengan alasan bahwa uang untuk menyantet tersebut menggunakan uan g miliknya. Kemudian ada pesan whatsapp dari 02311341103 yang mengaku ATOK BERKAH yang meminta uang untuk biaya menyantet yang dikeluarkan Terdakwa, meminta uang perdamaian atas kematian Sdr ANGGI BOYEN dan meminta uang untuk biaya menyewa pengacara. Kemudian ada pesan whasapp dari nomor handphone 083125729577 yang mengaku bernama RINDI menuduh Anak saksi telah membunuh

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

ANNGI BOYEN dengan meminta uang perdamaian jika tidak Anak saksi berikan maka Anak saksi akan dilapor ke Polisi dan terakhir ada pesan whatsapp dari 083125729096 yang mengakui sebagai Pengacara meminta kepada Anak saksi untuk membayar biaya tambahan perdamaian;

- Bahwa Anak saksi tidak mengenal ANGGI BOYEN dan tidak pernah bertemu dengan ANGGI BOYENG, nama tersebut Anak saksi ketahui dari Terdakwa yang mengatakan bahwa ANGGI BOYEN adalah selingkuhan orang tua Anak saksi dan bekerja di Pasar Mambo Sungailiat dan untuk meyakinkan Anak saksi Terdakwa pernah menunjukkan kepada Anak saksi foto seorang perempuan melalui handphone miliknya dan dikatakannya pada saat itu “ INI FOTO CEWEK ANDI BOYENG SELINGKUHAN AYAH KA ITU “ . Setelah Anak saksi menceritakan kejadian ini kepada orang tua Anak saksi, orang tua Anak saksi mengatakan bahwa tidak pernah selingkuh dan tidak juga mengenal ANDI BOYENG seperti yang diceritakan Terdakwa. Anak Saksi tidak pernah langsung menyantet Sdr ANGGI BOYENG kepada siapapun yang mana cerita santet tersebut dikatakan Terdakwa kepada Anak saksi dengan mengatakan bahwa Terdakwa telah menyantet ANDI BOYENG selingkuhan orang tua Anak saksi kepada ATOK BERKAH sebagai dukunnya. Terdakwa mengatakan bahwa uang untuk menyantet tersebu t menggunakan uang miliknya dan Anak saksi harus mengganti uang untuk menyantet tersebut dan Anak saksi katakan bahwa Anak saksi hanya bisa menyicil untuk biaya menyantet tersebut;

- Bahwa Terdakwa mengatakan bahwa telah menemui ATOK BERKAH, Terdakwa mengatakan bahwa biaya untuk menyantet tersebut sebesar Rp. 10.000.000 ( sepuluh juta rupiah ) yang kemudian Anak saksi mengatakan bahwa tidak memiliki uang sebanyak itu dan Anak saksi mengatakan bahwa Anak saksi hanya bisa mencicil untuk membayarn ya. Kemudian Terdakwa mengatakan bahwa telah ada menggunakan uang miliknya untuk membayar ATOK BERKAH tersebu t. Kemudian sejak bulan November 2019 sampai November 2020, Anak saksi menyerahkan uang kepada Terdakwa secara berangsur. Pertama kali Anak saksi menyerahkan uang kepada Terdakwa sebagai uang untuk menyantet sebesar Rp. 500.000 ( lima ratus ribu rupiah ) u ang tersebut Anak saksi serahkan pada hari lupa tanggal lupa bulan November 2019 dirumah nenek Terdakwa yang berada di Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

Kemudian selanjutnya Terdakwa sering meminta uang kepada Anak saksi untuk biaya menyantet tersebu t dan Anak saksi pun menyerahkan uang kepadanya secara mencicil dari Rp. 200.000 ( dua ratus ribu rupiah ) paling sedikit sampai Rp. 1.200.000 ( satu juta dua ratus ribu rupiah ) paling banyak setiap penyerahan uang. Uang tersebut Anak saksi serahkan secara langsung kepada Terdakwa dengan uang tunai;

- Bahwa setelah Terdakwa mengatakan kepada Anak saksi bahwa telah menyantet ANGGI BOYEN dan meminta uang untuk biaya menyantet tersebut Terdakwa memberikan nomor 02311341103 yang dikatakan SALBIAH Als LARA nomor ATOK BERKAH yang kemudian nomor tersebut Anak saksi simpan dan Anak saksi beri nama TOK. Kemudian apabila Terdakwa meminta uang kepada Anak saksi untuk biaya menyantet tersebut ATOK BERKAH tersebut ada mengirim pesan kepada Anak saksi agar Anak saksi membayar biaya menyantet tersebut;

- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 07 November 2020 ada nomor handphone 083125729577 mengirim pesan whatsapp kepada Anak saksi mengaku bernama RINDI yang mengirim pesan whatsapp bahwa Anak saksi telah membunuh tanpa menyentuh yang kemudian pesan whatsapp tersebut Anak saksi kirim ke nomor 082311341103 yang mengaku sebagai ATOK BERKAH tersebut. Kemudian dalam pesan whatsapp antara Anak saksi dengan yang mengaku ATOK BERKAH tersebut An ak saksi diminta oleh menyiapkan uang untuk perdamaian. Kemudian pada hari Jumat tanggal 04 Desember 2020 ada pesan whatsapp dari nomor 083125729096 yang mengaku pengacara yang intinya menyuruh Anak saksi untuk menambah uang perdamaian di Pengadilan. Kemudian pada hari Selasa tanggal 08 Desember 2020 nomor 082311341103 yang mengaku sebagai ATOK BERKAH kembali mengirim pesan whatsapp kepada Anak saksi untuk meminta uang sebesar Rp. 700.000 ( tujuh ratus ribu rupiah ) untuk biaya menyewa pengacara yang membela Anak saksi dan ATOK BERKAH;

- Bahwa bukti pesan whatsapp antara Anak saksi dengan nomor handphone 083125729577 yang mengaku bernama RINDI yang mengirim pesan whatsapp bahwa Anak saksi telah membunuh tanpa menyentuh yang kemudian pesan whatsapp ke nomor 082311341103 yang mengaku sebagai ATOK BERKAH tersebut dapat Anak saksi perlihatkan yang Anak saksi simpan di 1 ( satu ) unit handphone merek Iphone 7+ warna rose gold milik Anak saksi. Untuk uang yang diminta ATOK BERKAH

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

sebagai uang perdamaian telah Anak saksi serahkan kepada Terdakwa sebesar Rp. 5.000.000 ( lima juta rupiah ) uang tersebut Anak saksi bayar secara mencicil / berangsur dari Rp. 200.000( dua ratus ribu rupiah ) paling sedikit sampai Rp. 1.000.000( satu juta rupiah ) paling banyak. Untuk biaya uang pengacara baru Anak saksi serahkan sebesar Rp. 300.000 ( tigha ratus ribu rupiah ) uang tersebut anak saksi serahkan kepada Terdakwa di depan rumah Sdr MAHLI;

- Bahwa untuk uang yang diminta ATOK BERKAH sebagai uang perdamaian telah Anak saksi serahkan kepada Terdakwa sekira bulan November 2020 di Simpang Mapur Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka. Uang tersebut pernah Anak saksi titipkan beberapa kali kepada Sdr ILMA untuk diserahkan kepada Terdakwa. Untuk biaya uang pengacara baru Anak saksi serahkan sebesar Rp. 300.000 ( tigha ratus ribu rupiah ) uang tersebut Anak saksi serahkan kepada Terdakwa di depan rumah Sdr MAHLI dan dilihat Sdr EMELIA pada hari Selasa tanggal 08 Desember 2020 sekira pukul 19.00 Wib;

- Bahwa untuk uang tambahan pedamaian Anak saksi serahkan sebesar Rp. 500.000 ( lima ratus ribu rupiah ) kepada Terdakwa pada hari Sabtu tanggal 05 Desember 2020 sekira pukul 19.00 Wib dirumah Sdr ILMA yang berada di Kampung Pigis Desa Pu gul Kec. Riau Silip Kab. Bangka; - Bahwa Anak saksi mendapatkan uang untuk Anak saksi serahkan kepada

Terdakwa tersebut dari orang tua Anak saksi dengan cara Anak saksi berbohong kepada orang tua Anak saksi pada saat meminta uang tersebut misalnya Anak saksi berbohong bahwa ada kebutuhan sekolah yang harus Anak saksi bayar, kemudian Anak saksi juga ada mengambil hasil jualan dari toko orang tua Anak saksi secara diam-diam;

- Bahwa alasan Anak saksi mau menyerahkan uang tersebut karen a An ak saksi merasa takut dengan ancaman -ancaman dari pesan whatapp yang dikirim kepada Anak saksi yang mana apabila Anak saksi tidak menyerahkan uang maka anak saksi akan dilapor Polisi;

- Bahwa Sehubungan dengan kejadian ini kerugian yang Anak saksi al ami sebesar Rp. 20.000.000 ( dua puluh juta rupiah );

- Bahwa Anak saksi mengenali dan membenarkan barang bukti yang diperlihatkan dipersidangan;

Terhadap keterangan Anak Saksi tersebut, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan keterangan Anak saksi;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

2. ALMAN ALS MAN BIN HORDI, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa keterangan saksi di berita acara penyidik kepolisian isinya benar; - Bahwa pada hari Rabu tanggal 09 Desember 2020, sekira pukul 13.00

Wib, Bhabinkamtibmas Desa Pugul atas nama USDIAN menceritakan bahwa Anak saksi ditipu dan diperas oleh Terdakwa, kemudian mengetahui hal tersebut saksi memanggil Anak saksi SISIL AMELIA dan kemudian menceritakan kepada saksi bahwa selama ini dari bulan November 2019 diminta oleh Terdakwa berupa uang dengan alasan untuk biaya menyantet selingkuhan saksi, kemudian diminta u ang u n tuk biaya perdamaian dengan keluarga yang disantet dan apabila tidak dibayar maka akan di Laporkan Ke Polisi dan alasan untuk biaya menyewa pengacara. Kemudian setelah mengetahui hal tersebut saksi melaporkan kejadian ini ke Polsek Riau Silip;

- Bahwa uang yang telah diberikannya kepada Terdakwa kurang lebih R p.

20.000.000 ( dua puluh juta rupiah ) uang tersebut tidak diserahkan sekaligus namun berangsur dari Rp. 200.000 ( dua ratus ribu rupiah ) paling sedikit sampai Rp. 1.200.000 ( satu juta dua ratus ribu rupiah ) paling banyak;

- Bahwa uang yang diserahkannya kepada Terdakwa tersebut didapatkannya dengan meminta kepada istri saksi dengan alasan seperti keperluan sekolah dan ada juga mengambil uang dari hasil berjualan / bertoko secara diam-diam;

- Bahwa saksi memiliki bukti berupa pesan whatsapp dari Terdakwa pada

saat meminta uang kepada Anak saksi SISIL AMELIA di Handphone Anak saksi SISIL AMELIA tersebut;

- Bahwa TOK dengan nomor handphone 082311341103 adalah ATOK

BERKAH seorang dukun yang telah mengantet selingkuhan saksi. Sdr RINDI dengan nomor 083125729577 adalah keluarga dari selingkuhan saksi yang bernama ANGGI BOYEN dan pengacara dengan nomor handphone 083125729096 adalah orang yang mengaku pengacara yan g mau menyelesaikan permasalahan penyantetan tersebut;

- Bahwa Saksi dan Anak saksi tidak kenal dengan ATOK BERKAH, R IN D I

dan pengacara tersebut dan dari cerita Anak saksi bahwa nomor handphone ATOK BERKAH tersebut yang memberikannya adalah Terdakwa sedangkan nomor RINDI dan pengacara tersebut langsung mengirim pesan whasapp kepada Anak saksi;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

- Bahwa Sehubungan dengan kejadian ini kerugian yang dialami Anak

saksi kurang lebih sebesar Rp[. 20.000.000 ( dua puluh juta rupiah ).

- Bahwa saksi mengenali dan membenarkan barang bukti yang

diperlihatkan dipersidangan;

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan keterangan saksi;

3. Anak saksi EMELIA ALS IMEL BINTI RUSDI, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa keterangan Anak saksi di berita acara penyidik kepolisian isinya

benar;

- Bahwa Anak saksi 2 ( dua ) kali melihat Anak saksi SISIL AMELIA ada

menyerahkan uang kepada Terdakwa yang pertama pada hari lupa tanggal lupa sekira bulan November 2020 sekira pukul 19.00 Wib di depan rumah MAHLI yang berada di Simpang Mapur Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka dan yang kedua pada hari Selasa tanggal 08 Desember 2020 sekira pukul 19.00 Wib di depan rumah MAHLI yang berada di Simpang Mapur Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka;

- Bahwa untuk penyerahan yang pertama uang yang diserahkan sebesar

Rp. 500.000 ( lima ratus ribu rupiah ) dan yang kedua sebesar Rp. 300.000 ( tiga ratus ribu rupiah );

- Bahwa awalnya Anak saksi tidak mengetahui uang apa yang diserah kan

Anak saksi SISIL AMELIA kepada Terdakwa tersebut namun karena Anak saksi merasa curiga dan Anak saksi SISIL AMELIA, Anak saksi lihat sering murung saksi pun menanyakannya dan kemudian Anak saksi SISIL AMELIA menceritakan kepada Anak saksi bahwa selama ini dari bulan November 2019 sampai sekarang Terdakwa sering meminta uang kepadanya dengan alasan telah menyantet selingkuhan oran g tu a An ak saksi SISIL AMELIA. Mendengar cerita tersebut kemudian Anak saksi menceritakan kepada Sdr ADINDA selaku kakak Anak saksi SISIL AMELIA;

Terhadap keterangan Anak Saksi tersebut, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan keterangan saksi;

4. Anak saksi ILMA NURJANA ALS ILMA BINTI AMAT ADAM, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa keterangan Anak saksi di berita acara penyidik kepolisian isinya

benar;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

- Bahwa Anak saksi menerima uang dari Anak saksi SISIL kurang lebih

sebanyak 5 ( lima ) kali. Uang tersebut Anak saksi terima dirumah Anak saksi SISIL AMELIA dan rumah nenek Terdakwa yang berada di Simpang Mapur Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka;

- Bahwa uang yang Anak saksi terima dari Anak saksi SISIL AMELIA

tersebut Anak saksi lupa berapa jumahnya namun paling banyak Rp. 300.000 ( tiga ratus ribu rupiah ) dan paling sedikit Rp. 200.000 ( dua ratus ribu rupiah );

- Bahwa Anak saksi menerima uang dari Anak saksi SISIL AMELIA

tersebut karena disuruh oleh Terdakwa. Uang tersebut selanjutnya uang tersebut Anak saksi serahkan kepada Terdakwa yang menunggu saksi dirumah neneknya yang berada di Simpang Mapur Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka;

- Bahwa pada saat Terdakwa menyuruh Anak saksi mengambil uang

kepada Anak saksi SISIL AMELIA, Terdakwa mengatakan bahwa Anak saksi SISIL AMELIA memiliki hutang kepadanya dan ada juga Terdakwa mengatakan bahwa Anak saksi SISIL AMELIA ada membeli baju kepadanya;

Terhadap keterangan Anak saksi, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan keterangan saksi;

5. MUHAMMAD NUR YAKIN, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa keterangan saksi di berita acara penyidik kepolisian isinya benar; - Bahwa saksi disuruh Terdakwa untuk mengirim pesan whatsapp kepada

Anak saksi SISIL AMELIA pada hari lupa tanggal lupa Oktober 2020 sekira pukul 19.00 Wib dan saksi mengirim pesan whatsapp tersebut dari rumah saksi yang berda di Simpang Mapur Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka;

- Bahwa sekira bulan Oktober 2020 sekira pukul 19.00 Wib, pada saat

saksi sedang berada dirumah saksi, Terdakwa mengirim pesan whatsapp kepada saksi dan meminta saksi untuk mengirim pesan whatsapp kepada Anak saksi SISIL AMELIA yang isinya meminta uang sebesar Rp.200.000 ( dua ratus ribu rupiah ). Kemudian setelah itu Terdakwa menyuruh saksi untuk mendownload aplikasi whatsaap lagi di handphone saksi dan kemudian Terdakwa mengirim no handphone dan nomor kode verifikasi whatsapp. Setelah itu saksi pun mengirim pesan kepada Anak saksi SISIL AMELIA;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

- Bahwa seingat saksi isi whatsapp tersebut yaitu “ ASSALAMUALAIKUM,

MAU NAGIH HUTANG YANG KEMAREN DUA RATUS RIBU “ yang kemudian dibalas Anak saksi SISIL AMELIA “ AOKLAH KELAK” kemudian saksi jawab lagi “ KAPAN PASTI E MEN DAPAT MALAM INI, KARENA MAU PAKAI DUIT E “ dan dijawab Anak saksi SISIL AMELIA “ AOK LAH KU USAHAKAN” dan saksi jawab “ OKE. Kemudian keesokan harinya sekira 14.00 saksi kembali mengirim pesan whatsapp kepada Anak saksi SISIL AMELIA “ UDAH DIKASIH BELUM UANGNYA “ dan dijawab Anak saksi SISIL AMELIA “ UDAH “ yang kemudian saksi membalas “ IYA MAKASIH “;

- Bahwa pada saat saksi mengirim pessan whatsapp kepada Anak saksi

SISIL AMELIA saksi tidak ada memperkenalkan diri saksi namun Terdakwa ada menyuruh saksi untuk mengaku sebagai ATOK pada saat mengirim pesan whatsapp tersebut;

- Bahwa pada saat saksi mengirim pesan kepada Anak saksi SISIL

AMELIA saksi tidak ada bertanya kepada Terdakwa kenapa saksi disuruh mengaku sebagai ATOK, namun setelah mengirim pesan tersebut saksi baru ada beranya kepada Terdakwa dan dikatakannya ATOK tersebut adalah ATOK FINA;

- Bahwa menurut cerita Terdakwa kepada saksi bahwa Anak saksi SISIL

AMELIA memiliki hutang kepadanya;

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan keterangan saksi;

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan keterangan saksi;

6. Ahli ALBERT ARUAN, S.H., keterangan Ahli dibacakan dipersidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa yang menjadi keahlian Ahli adalah sebagai ahli hukum

undang-undang ITE;

- Bahwa perundang-undangan yang mengatur masalah Informasi dan

Transaksi Elektronik yaituUndang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;

- Bahwa dapat Ahli jelaskan bahwa maksud media elektronik lainnya

adalah selain Komputer dan jaringan Komputer. Handphone dapat dikategorikan sebagai media elektronik;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

- Bahwa Whatsapp adalah merupakan sebuah aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita melakukan obrolan daring, berbagi file, bertukar foto, dll dengan menggunakan koneksi internet untuk komunikasi datanya;

- Bahwa Tanpa hak maksudnya adalah tidak memiliki hak berdasarkan

undang-undang, perjanjian, atau alas hukum lain yang sah. Termasuk dalam kategori ”tanpa hak” adalah melampaui hak atau kewenangan yang diberikanberdasarkan alas hak tersebut. Hak yang dimaksud dalamunsur ini adalah hak untuk mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bermuatan pemerasan dan/atau pengancaman;

- Bahwa Mendistribusikan adalah mengirimkan dan/atau menyebarkan

Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada banyak Oran g atau berbagai pihak melalui Sistem Elektronik. (Berdasarkan Penjelasan Pasal 27 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE;

- Bahwa Mentransmisikan adalah mengirimkan Informasi Elektronik

dan/atau Dokumen Elektronik yang ditujukan kepada satu pihak lain melalui Sistem Elektronik. (Berdasarkan Penjelasan Pasal 27 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE);

- Bahwa Membuat dapat diaksesnya yaitu semua perbuatan lain selain

mendistribusikan dan mentransmisikan melalui Sistem Elektronik yang menyebabkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dapat diketahui pihak lain atau publik. (Berdasarkan Penjelasan Pasal 27 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE). Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan memberikan tautan (link) ataupun memberikan Kode Akses (password);

- Bahwa Memiliki muatan Pemerasan dan/atau Pengancaman, dalam

UU ITE memiliki makna bahwa informasi elektronik dan / atau dokumen elektronik yang dikirimkan mengandung muatan pemerasan yang mengacu kepada Pasal 368 KUHP dan muatan pengancaman yang mengacu kepada Pasal 369 KUHP. Esensi dari pemerasan atau pengancaman yang diatur dalam KUHP ialah memaksa seseorang untu k memberikan atau menyerahkan barang demi keuntungan orang lain. Paksaan tersebut haruslah yang bertentangan dengan hukum. Yang dimaksud dengan memaksa ialah “ melakukan tekanan pada orang,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

sehingga orang itu melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendaknya sendiri “ tekanan tersebut dapat berupa (i) kekerasan secara fisik (ii) mengancam akan melakukan kekerasan secara fisik sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP, atau (iii) berupa ancaman akan menyebarkan nama baik orang yang bersangkutan seperti yang diatur dalam Pasal 369 KUHP. Oleh karena itu, muatan Pemerasan dan / atau Pengancaman dalam Pasal 27 Ayat (4) UU ITE adalah informasi atau dokumen elektronik yang berisi (i) ancaman akan melakukan kekerasan secara fisik sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP, atau (ii) ancaman akan mencemarkan nama baik orang yang bersangkutan ( korban ) seperti yang diatur dalam Pasal 369 KUHP agar korban tersebut menyerahkan suatu barang untuk keuntungan pelaku atau orang;

- Bahwa perbuatan Terdakwa SALBIA Alias LARA Binti ARAHMAN yang

telah mengirimkan pesan atau kalimat melalui aplikasi whatsapp termasuk kedalam kategori mentransmikan Informasi Elektronik karena telah mengirimkan Informasi yang ditujukan kepada satu pihak lain atau satu penerima melalui Sistem Elektronik (perangkat HP).

Terhadap keterangan Ahli yang dibacakan, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan keterangan Ahli;

Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa keterangan Terdakwa di berita acara penyidik kepolisian isinya

adalah benar;

- Bahwa cara Terdakwa melakukan penipuan terhadap Anak saksi SISIL

AMELIA tersebut yaitu Terdakwa berbohong kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan mengatakan bahwa orang tua Anak saksi SISIL AMELIA selingkuh dengan perempuan yang bekerja di Pasar Mambo Sungailiat yang bernama ANGGI BOYEN dan Terdakwa ada menunjukkan foto perempuan kepada Anak saksi SISIL AMELIA agar Anak saksi SISIL AMELIA mempercayainya. Kemudian Terdakwa mengatakan kepada Anak saksi SISIL AMELIA untuk menyantet perempuan tersebut dengan meminta bantuan ATOK BERKAH agar perempuan tersebut tidak merusak keluarga Anak saksi SISIL AMELIA. Kemudian Terdakwa berbohong dengan mengatakan kepada Anak saksi SISIL AMELIA bahwa Terdakwa telah mendatangi ATOK BERKAH dan telah menyan tet Sdr ANGGI BOYEN. Kemudian Terdakwa juga mengatakan bahwa

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

Terdakwa telah membayar biaya untuk menyantet tersebut sebesar Rp. 3.000.000 ( tiga juta rupiah ) kepada ATOK BERKAH. Kemudian Terdakwa ada memberikan nomor handphone 082311341103 kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan mengatakan bahwa nomor tersebut adalah nomor dukun yang bernama ATOK BERKAH pada hal nomor tersebut adalah nomor milik Terdakwa sendiri. Kemudian sekira bulan November 2020, Terdakwa ada mengirim pesan whatsapp kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan berpura-pura mengaku sebagai teman Sdr ANGGI AMELIA bernama RINDI dan meminta ganti rugi berupa uang atas kematian Sdr ANGGI BOYEN namun Terdakwa lupa berapa pada saat itu yang Terdakwa minta. Kemudian sekira bulan Desember 2020 Terdakwa kembali mengirim pesan whatsapp kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan mengaku sebagai pengacara dan meminta uang tambahan perdamaian dan kemudian pada hari Selasa tanggal 08 Desember 2020, Terdakwa ada lagi meminta uang kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan mengaku sebagai ATOK BERKAH untuk biaya menyewa pengacara;

- Bahwa maksud dan tujuan Terdakwa melakukan penipuan tersebu t agar

Anak saksi SISIL AMELIA percaya sehingga Terdakwa bisa mendapatkan uang dari Anak saksi SISIL AMELIA;

- Bahwa untuk biaya pura – pura menyantet ANGGI BOYEN, SISIL

AMELIA menyerahkan uang sebesar Rp. 3.000.000 ( tiga juta rupiah ), untuk biaya perdamaian sebesar Rp. 5.000.000 ( lima juta rupiah ), untu k tambahan biaya perdamaian sebesar Rp. 1.000.000 ( satu juta rupiah ) dan untuk biaya pengacara sebesar Rp. 300.000 ( tiga ratus ribu rupiah );

- Bahwa Anak saksi SISIL AMELIA menyerahkan uang kepada Terdakwa

secara bertahap ( tidak sekaligus ) dan seingat Terdakwa dari bulan November 2019 sampai terakhir pada hari Selasa tanggal 08 Desember 2020 di Simpang Mapur Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka. Uang tersebut Terdakwa terima dari Anak saksi SISIL AMELIA dengan cara Terdakwa dan Anak saksi SISIL AMELIA bertemu langsung dan kemudian Anak saksi SISIL AMELIA menyerahkan uang tersebut secara cash kepada Terdakwa. Ada juga uang tersebut Terdakwa terima dengan dititip Anak saksi SISIL AMELIA kepada Anak saksi ILMA yang kemudian uang tersebut diserahkan Anak saksi ILMA kepada Terdakwa;

- Bahwa Terdakwa mengirim pesan whatsapp yang mengaku sebagai

ATOK BERKAH, RINDI dan pengacara tersebut dengan menggunakan 1

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

( satu ) unit handphone OPPO warna merah dengan mika handphone warna biru bertali doraemon warna biru milik Terdakwa;

- Bahwa Terdakwa dapat mengenali isi pesan whatsaspp dari dari No HP

083185711780 (YUK LARA), Pesan whatsapp No HP 02311341103 ( TOK ), Screnshoot Pesan whatsapp dari 083125729577 (RINDI) dan Pesan whatsapp dari 083125729096 (Pengacara) adalah pesan whatsapp yang pernah Terdakwa kirim kepada Anak saksi SISIL AMELIA untuk melakukan penipuan terhadap Anak saksi SISIL AMELIA;

- Bahwa kartu handphone 082311341103 yang Terdakwa gunakan dan

mengaku sebagai ATOK BERKAH untuk mengirim pesan whatsapp kepada Anak saksi SISIL AMELIA tersebut berada didalam 1 ( satu ) unit handphone OPPO warna merah dengan mika handphone warna biru bertali doraemon warna biru milik Terdakwa tersebut dengan nomor kartu 621005118234110300;

- Bahwa setelah mendapatkan uang dari Anak saksi SISIL AMELIA, uang

tersebut Terdakwa pergunakan untuk keperluan sehari-hari dan ada Terdakwa pergunakan untuk membeli sepasang sandal berwarna coklat dan 2 ( dua ) helai baju rajut lengan panjang berwarna kuning;

- Bahwa Terdakwa mengenali dan membenarkan barang bukti yang

diperlihatkan dipersidangan;

- Bahwa Terdakwa menyesal;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:

- 1 ( satu ) unit handphone merek Iphone 7+ warna rose gold yang berisi pesan whatsapp dari pelaku;

- 1 ( satu ) unit handphone merek OPPO warna merah dengan mika handphone warna biru bertali doraemon warna biru ;

- Kartu handphone 082311341103 dengan nomor kartu 621005118234110300;

- 2 ( dua ) helai baju lengan panjang warna coklat muda; - Sepasang sandal merek Diva Collection warna coklat;

Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:

- Bahwa keterangan saksi, Anak saksi dan Terdakwa di berita acara penyidik kepolisian isinya adalah benar;

- Bahwa Terdakwa ada mengatakan kepada Anak saksi SISIL AMELIA bahwa orang tua laki-laki Anak saksi yakni saksi ALMAN selingkuh

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

dengan perempuan bernama BOYEN Als ANGGI. Kemudian Terdakwa mengatakan kepada Anak saksi SISIL AMELIA bahwa apabila keluarga Anak saksi SISIL AMELIA tidak mau hancur dan ayah Anak saksi SISIL AMELIA tidak diperas Sdr BOYEN Als ANGGI, maka Sdr ANGGI BOYEN harus disantet. Setelah Anak saksi SISIL AMELIA menyetujui ANGGI BOYEN di santet Terdakwa meminta sejumlah uang kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan alasan bahwa uang untuk menyantet tersebut menggunakan uang miliknya. Kemudian ada pesan whatsapp dari 02311341103 yang mengaku ATOK BERKAH yang meminta uang untuk biaya menyantet yang dikeluarkan Terdakwa, meminta uang perdamaian atas kematian Sdr ANGGI BOYEN dan meminta uang untuk biaya menyewa pengacara. Kemudian ada pesan whasapp dari nomor handphone 083125729577 yang mengaku bernama RINDI menuduh Anak saksi SISIL AMELIA telah membunuh ANNGI BOYEN dengan meminta uang perdamaian jika tidak Anak saksi SISIL AMELIA berikan maka Anak saksi SISIL AMELIA akan dilapor ke Polisi dan terakhir ada pesan whatsapp dari 083125729096 yang mengakui sebagai Pengacara meminta kepada Anak saksi SISIL AMELIA untuk membayar biaya tambahan perdamaian;

- Bahwa Terdakwa berbohong kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan mengatakan bahwa orang tua Anak saksi SISIL AMELIA selingkuh dengan perempuan yang bekerja di Pasar Mambo Sungailiat yang bernama ANGGI BOYEN dan Terdakwa ada menunjukkan foto perempuan kepada Anak saksi SISIL AMELIA agar Anak saksi SISIL AMELIA mempercayainya. Kemudian Terdakwa mengatakan kepada Anak saksi SISIL AMELIA untuk menyantet perempuan tersebut dengan meminta bantuan ATOK BERKAH agar perempuan tersebut tidak merusak keluarga Anak saksi SISIL AMELIA. Kemudian Terdakwa berbohong dengan mengatakan kepada Anak saksi SISIL AMELIA bahwa Terdakwa telah mendatangi ATOK BERKAH dan telah menyantet Sdr ANGGI BOYEN. Kemudian Terdakwa juga mengatakan bahwa Terdakwa telah membayar biaya untuk menyantet tersebut sebesar Rp. 3.000.000 ( tiga juta rupiah ) kepada ATOK BERKAH. Kemudian Terdakwa ada memberikan nomor handphone 082311341103 kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan mengatakan bahwa nomor tersebut adalah nomor dukun yang bernama ATOK

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

BERKAH pada hal nomor tersebut adalah nomor milik Terdakwa sendiri. Kemudian sekira bulan November 2020, Terdakwa ada mengirim pesan whatsapp kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan berpura-pura mengaku sebagai teman Sdr ANGGI AMELIA bernama RINDI dan meminta ganti rugi berupa uang atas kematian Sdr ANGGI BOYEN namun Terdakwa lupa berapa pada saat itu yang Terdakwa minta. Kemudian sekira bulan Desember 2020 Terdakwa kembali mengirim pesan whatsapp kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan mengaku sebagai pengacara dan meminta uang tambahan perdamaian dan kemudian pada hari Selasa tanggal 08 Desember 2020, Terdakwa ada lagi meminta uang kepada Anak saksi SISIL AMELIA dengan mengaku sebagai ATOK BERKAH untuk biaya menyewa pengacara;

- Bahwa maksud dan tujuan Terdakwa melakukan penipuan tersebut agar Anak saksi SISIL AMELIA percaya sehingga Terdakwa bisa mendapatkan uang dari Anak saksi SISIL AMELIA;

- Bahwa untuk biaya pura – pura menyantet ANGGI BOYEN, SISIL AMELIA menyerahkan uang sebesar Rp. 3.000.000 ( tiga juta rupiah ), untuk biaya perdamaian sebesar Rp. 5.000.000 ( lima juta rupiah ), untuk tambahan biaya perdamaian sebesar Rp. 1.000.000 ( satu juta rupiah ) dan untuk biaya pengacara sebesar Rp. 300.000 ( tiga ratus ribu rupiah );

- Bahwa Anak saksi SISIL AMELIA menyerahkan uang kepada Terdakwa secara bertahap ( tidak sekaligus ) dan seingat Terdakwa dari bulan November 2019 sampai terakhir pada hari Selasa tanggal 08 Desember 2020 di Simpang Mapur Desa Pugul Kec. Riau Silip Kab. Bangka. Uang tersebut Terdakwa terima dari Anak saksi SISIL AMELIA dengan cara Terdakwa dan Anak saksi SISIL AMELIA bertemu langsung dan kemudian Anak saksi SISIL AMELIA menyerahkan uang tersebut secara cash kepada Terdakwa. Ada juga uang tersebut Terdakwa terima dengan dititip Anak saksi SISIL AMELIA kepada Anak saksi ILMA yang kemudian uang tersebut diserahkan Anak saksi ILMA kepada Terdakwa;

- Bahwa Terdakwa mengirim pesan whatsapp yang mengaku sebagai ATOK BERKAH, RINDI dan pengacara tersebut dengan menggunakan 1 ( satu ) unit handphone OPPO warna merah dengan mika handphone warna biru bertali doraemon warna biru milik Terdakwa;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 21 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

- Bahwa Terdakwa dapat mengenali isi pesan whatsaspp dari dari No HP 083185711780 (YUK LARA), Pesan whatsapp No HP 02311341103 ( TOK ), Screnshoot Pesan whatsapp dari 083125729577 (RINDI) dan Pesan whatsapp dari 083125729096 (Pengacara) adalah pesan whatsapp yang pernah Terdakwa kirim kepada Anak saksi SISIL AMELIA untuk melakukan penipuan terhadap Anak saksi SISIL AMELIA;

- Bahwa kartu handphone 082311341103 yang Terdakwa gunakan dan mengaku sebagai ATOK BERKAH untuk mengirim pesan whatsapp kepada Anak saksi SISIL AMELIA tersebut berada didalam 1 ( satu ) unit handphone OPPO warna merah dengan mika handphone warna biru bertali doraemon warna biru milik Terdakwa tersebut dengan nomor kartu 621005118234110300;

- Bahwa setelah mendapatkan uang dari Anak saksi SISIL AMELIA, uang tersebut Terdakwa pergunakan untuk keperluan sehari-hari dan ada Terdakwa pergunakan untuk membeli sepasang sandal berwarn a coklat dan 2 ( dua ) helai baju rajut lengan panjang berwarna ku ning; - Bahwa uang yang telah diberikan Anak saksi SISIL AMELIA kepada

Terdakwa kurang lebih Rp. 20.000.000 ( dua puluh juta rupiah ) uang tersebut tidak diserahkan sekaligus namun berangsur dari Rp. 200.000 ( dua ratus ribu rupiah ) paling sedikit sampai Rp. 1.200.000 ( satu juta dua ratus ribu rupiah ) paling banyak;

- Bahwa menurut Ahli yang maksud media elektronik lainnya adalah selain Komputer dan jaringan Komputer. Handphone dapat dikategorikan sebagai media elektronik;

- Bahwa Whatsapp adalah merupakan sebuah aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita melakukan obrolan daring, berbagi file, bertukar foto, dll dengan menggunakan koneksi internet untuk komunikasi datanyal

- Bahwa Tanpa hak maksudnya adalah tidak memiliki hak berdasarkan undang-undang, perjanjian, atau alas hukum lain yang sah. Termasu k dalam kategori ”tanpa hak” adalah melampaui hak atau kewenangan yang diberikanberdasarkan alas hak tersebut. Hak yang dimaksud dalamunsur ini adalah hak untuk mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bermuatan pemerasan dan/atau pengancaman;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 22 dari 30 Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2021/PN Sgl

- Bahwa Mentransmisikan adalah mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang ditujukan kepada satu pihak lain melalui Sistem Elektronik. (Berdasarkan Penjelasan Pasal 27 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE);

- Bahwa Memiliki muatan Pemerasan dan/atau Pengancaman, dalam UU ITE memiliki makna bahwa informasi elektronik dan / atau dokumen elektronik yang dikirimkan mengandung muatan pemerasan yang mengacu kepada Pasal 368 KUHP dan muatan pengancaman yang mengacu kepada Pasal 369 KUHP. Esensi dari pemerasan atau pengancaman yang diatur dalam KUHP ialah memaksa seseorang untuk memberikan atau menyerahkan barang demi keuntungan oran g lain. Paksaan tersebut haruslah yang bertentangan dengan hukum. Yang dimaksud dengan memaksa ialah “ melakukan tekanan pada orang, sehingga orang itu melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendaknya sendiri “ tekanan tersebut dapat berupa (i) kekerasan secara fisik (ii) mengancam akan melakukan kekerasan secara fisik sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP, atau (iii) berupa ancaman akan menyebarkan nama baik orang yang bersangkutan seperti yang diatur dalam Pasal 369 KUHP. Oleh karena itu, muatan Pemerasan dan / atau Pengancaman dalam Pasal 27 Ayat (4) UU ITE adalah informasi atau dokumen elektronik yang berisi (i) ancaman akan melakukan kekerasan secara fisik sebagaimana diatu r dalam Pasal 368 KUHP, atau (ii) ancaman akan mencemarkan nama baik orang yang bersangkutan ( korban ) seperti yang diatur dalam Pasal 369 KUHP agar korban tersebut menyerahkan suatu barang untuk keuntungan pelaku atau orang;

- Bahwa menurut Ahli perbuatan Terdakwa SALBIA Alias LARA Binti ARAHMAN yang telah mengirimkan pesan atau kalimat melalui aplikasi whatsapp termasuk kedalam kategori mentransmikan Informasi Elektronik karena telah mengirimkan Informasi yang ditujukan kepada satu pihak lain atau satu penerima melalui S istem Elektronik (perangkat HP);

- Bahwa saksi-saksi dan Terdakwa mengenali dan membenarkan barang bukti yang diperlihatkan dipersidangan;

- Bahwa Terdakwa menyesal;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu akan dilakukan penelitian nilai delay untuk mengetahui kinerja dari jaringan nirkabel 4G di Surabaya, agar didapatkan hasil performansi dari TCP/IP, sehingga

Secara hukum, perjanjian yang dibuat menimbulkan akibat hukum dan para pihak yang terkait berhak mengajukan pembatalan perjanjian atau menjadikannya sebagai alasan

Hasil penelitian terhadap nilai bau menunjukkan perbedaan jarak tungku tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bau ikan asap, namun dengan semakin

Pada angket no 12 yang menjawab benar atau tahu berjumlah 63 orang atau 63%, kemudian yang menjawab salah/ tidak tahu berjumlah 37 orang atau 37% maka rata-rata

Hal itu sejalan dengan penelitian dari D (2017) nilai OR 11,7 sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian preeklamsia pada

Dalam tugas akhir ini penulis mengangkat sebuah judul tentang “Pembangunan Aplikasi Mobile Donor Darah Berbasis Geolocation Menggunakan Metode Reactive

Creamer merupakan produk emulsi lemak dalam air yang diproses dari nabati, biasanya banyak digunakan sebagai bahan tambahan untuk minuman kopi, susu, coklat,

Pemodelan hubungan antara angka korban kecelakaan dengan faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yang diambil adalah hasil pemodelan kumulatif pada Tahun 2015– 2017