• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGANTAR ANALISIS GENDER DALAM PENELITIAN PERSPEKTIF PEREMPUAN DAN GENDER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGANTAR ANALISIS GENDER DALAM PENELITIAN PERSPEKTIF PEREMPUAN DAN GENDER"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

IKLILAH M UZAYYANAH DF & IDA ROSYIDA

P ro g r a m S t u d i K a j i a n G e n d e r

P ro g r a m P a s c as arj an a U n i ve rs i tas I n d o n e s i a 0 815 11119 5 2 3 ( i i k ) , 0 813 8 877 3 6 0 8 ( i d a )

D i s a j i k a n d a l a m k e g i a t a n

P S G A U I N S y a r i f H i d a y a t u l l a h J a k a r t a 2 9 A g u s t u s 2 0 1 4

PENGANTAR ANALISIS

GENDER DALAM

PENELITIAN PERSPEKTIF

PEREMPUAN DAN

GENDER

(2)

 Kegiatan yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan/jawaban atas sebuah

pertanyaan melalui data-data empiris dg metode tertentu yg dapat

dipertanggungjawabkn scr akademik.

 Data empiris

 Bukan asumsi

 Bukan imajinatif

 Bukan pandangan umum

 bisa terjebak dalam stereotiping

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 2

PENELITIAN

(3)

 Menjelaskan sebuah gejala/fenomena

 Menjelaskan sebuah fenomena menurut apa yang terlihat dan tertampilkan (seringkali deskriptif, meski bisa kritis)

 Memahami sebuah fenomena

 Dari sudut pandang subyek

 Dari sudut pandang peneliti

 Dari sudut pandang keduanya

 Membuktikan sebuah teori ter tentu

 Membuktikan kebenaran/ketidakbenaran sebuah teori

 Membangun sebuah teori tertentu

 Mengembangkan atau menemukan sebuah teori

3

TUJUAN PENELITIAN

(4)

gejala

laporan

Pengolahan data &

Analisa

Pertanyaan riset dan desain riset

metode

Pengambilan data

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 4

ALUR PENELITIAN

(5)

Berdasarkan jenis data

Penelitian (dg data) kualitatif

Penelitian (dg data) kuantitatif

Berdasarkan metode

Penelitian klinis/lab/eksperimen

Penelitian lapangan

Penelitian pustaka/teks/unobstrusif

5

RAGAM PENELITIAN

BERDASARKAN DATA DAN METODE

(6)

POSITIVISTIK FENOMENOLOGIS/

INTERPRETIF

KRITIKAL

- Mengembangkan pertanyaan what (dan how)

- Menjelaskan sebuah fakta, penyebab, dan efek

- Mengarah pada cara berfikir kausalitas - Terkadang dapat

meramalkan kejadian yang akan datang - Menekankan fakta

“Objektif” (di luar yg mengalami)

- Mengembangkan pertanyaan how dan why

- Menafsirkan fakta yang diperoleh

- Mengarah pada upaya memahami sebuah fenomena/kehidupan sosial

- Mengembangkan keragaman

pemaknaan atas sesuatu

- Subjektif

- Mengembangkan pertanyaan why

- Mengungkapkan apa yg ada dibalik yg terlihat - Mengarah pada upaya

mengkritik mitos, ilusi, kepercayaan, dan

keyakinan yg merugikan atau tidak logis

- Mengarah pada perubahan cara pandang yang positif - Mengarah pada perubahan - Membebaskan,

memampukan

- Antara obyektif dan Subjektif

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 6

RAGAM PENELITIAN

BERDASARKAN ANALISA

( P O E R WA N D A R I , 2 0 0 5 )

(7)

 Data empiris, tidak imajinatif dan atau asumtif

 Sistematis dan metodis

 langkah2 jelas,

 hati-hati,

 dapat dipertanggungjawabkan

 Bersifat self-reflektif

 bersikap terbuka,

 meminimalkan bias,

 hati-hati.

 Didasarkan pada konsep dan atau teori

 Proses berlangsung terbuka

 Tidak statis, kaku, tertutup

 Terus mengembangkan pengetahuan

7

PRINSIP DALAM PENELITIAN

(8)

 Tidak selalu sebaik yang dibayangkan

 Terkadang mekanisme/proses dilakukan scr kaku

 Masih mengandung bias-bias

 tradisi, pemahaman agama, dominasi tokoh otoritas,

prasangka dr berita/media, pengalaman pribadi, atau lainnya.

 Diterima begitu saja, tanpa ada upaya mengkritisi

 Dapat menjadi pengetahuan yang tidak tepat shg merugikan perkembangan pengetahuan dan

kemanusiaan

PERLU CARA LAIN UNTUK MEMAKSIMALKAN HASIL PENELITIAN

KENYATAAN DALAM

ILMU DAN HASIL PENELITIAN

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 8

(9)

 Androsentris

 Bias laki-laki,

 Fakta, gejala, dan data diukur menurut kepentingan laki-laki

 tidak merepresentasikan prmp

 Prmp sbg objek atau pelengkap laki2

 Menggunakan mitos dan cara pandang yang merugikan perempuan

9

KRITIK TERHADAP PENELITIAN SECARA UMUM

(MOORE , 1998)

(10)

 Overgeneralisasi

 Menyamakan laki2 dan prmp dalam menyimpulkan hasil penelitian

 Menjadikan laki-laki sebagai standar dalam memahami sebuah fenomena

 Data dari laki-laki dianggap cukup mewakili perempuan

 Tidak memperhatikan atau menafikan keberadaan dan pengalaman prmp

KRITIK TERHADAP PENELITIAN SECARA UMUM

(MOORE , 1998)

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 10

(11)

 Berstandar ganda

 Satu sisi, laki2 menjadi standar, tp di sisi lain,

ada aturan berbeda bagi laki-laki dan perempuan

 Mempengaruhi pertanyaan penelitian

 Dapat menguatkan mitos, bias, dan peran gender yg merugikan

 Misal:

 poligami - sunat perempuan

 keperawanan - keperjakaan

 Kesetiaan, peran ganda, apa lagi???

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 11

KRITIK TERHADAP PENELITIAN SECARA UMUM

(MOORE , 1998)

(12)

 Dikotomisasi jenis kelamin

 Laki2 dan prmp diposisikan scr berlawanan

 Feminim - maskulin,

 Domestik - publik,

 Produksi - reproduksi

 Perempuan “menyesuaikan” kondisi laki-laki

 Perempuan kerap diposisikan sbg pelengkap, pendamping, pelayan.

 Tidak sensitif gender

 Tidak peka thdp peran, posisi, dan tanggungjawab gender

 Tidak melihat adanya:

 perbedaan,

 pembedaan,

 ketidakberuntungan di antara laki-laki dan perempuan

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 12

KRITIK TERHADAP PENELITIAN SECARA UMUM

(MOORE , 1998)

(13)

 Penelitian tentang perempuan

 Penelitian perspektif perempuan

 Penelitian perspektif gender

Apa bedanya??

PENELITIAN DENGAN PENDEKATAN LAIN

13

(14)

 Perspektif

 merupakan satu cara pandang atau sudut pandang yang melihat sesuatu berdasarkan aspek atau pertimbangan tertentu

 Perspektif perempuan

 suatu cara berpikir tentang suatu topik atau isu yang menggunakan sudut pandang perempuan,

mempertimbangkan kekhasan perempuan, persoalan, dan pengalaman spesifik perempuan.

 Perspektif gender

 cara berpikir yang menfokuskan pada berbagai hal terkait relasi laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek

kehidupan

PERSPEKTIF DALAM PENELITIAN

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 14

(15)

TENTANG PEREMPUAN

PERSPEKTIF PEREMPUAN

PERSPEKTIF GENDER - Yang menjadi pusat

studi adl prmp

- penjelasan bisa male bias dan androsentris - Deskriptif objektif

- Tidak bertitik tolak pada masalah prmp atau

kepentingan prmp.

- Bisa mnjd bias thdp prmp dan merugikan prmp

- Kerapkali hanya add and stir

- Studi ttg prmp, kadang ttg laki-laki

- Deskriptif atau eksplanatif

- Bertitik tolak pd

masalah, pengalaman, dan kepentingan prmp.

- Menggunakan analisis gender dan analisa feminis

- Holistik, Interdisipliner - Mengarah pd upaya

pemberdayaan prmp

- Studi ttg prmp, lk2, atau keduanya

- Deskriptif atau eksplanatif

- Bertitik tolak pd relasi antara lk2 dan prmp - Menggunakan analisis

gender

- Holistik, interdisipliner - Bertujuan pd

pemahaman yg lbh baik - Terkadang mengarah

pada pemberdayaan pd salah satu klmp

15

PERBEDAAN PERSPEKTIF

DALAM PENELITIAN

(16)

MEMPOSISIKAN DAN MEMAKSIMALKAN SENSITIFITAS/KEPEKAAN,

KESADARAN, DAN

RESPONSIF GENDER

DALAM KESELURUHAN PROSES PENELITIAN

PERSPEKTIF HARUS DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA GENDER SEJAK AWAL DISAIN RISET DILAKUKAN

PERSPEKTIF DALAM PENELITIAN

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 16

(17)

 Menggunakan analisis gender dan atau feminis

 Menggunakan pendekatan inter-disiplin ilmu

 Melakukan kritik atas relasi laki-laki dan perempuan yang tidak setara

 Bertujuan untuk perubahan yang adil gender

 Mengembangkan interaksi yang empatik antara peneliti dengan subyek penelitian

17

CIRI-CIRI PERSPEKTIF PEREMPUAN

DAN GENDER

(18)

 Mengakui adanya perbedaan, pembedaan, dan keragaman

 di antara laki-laki dan perempuan dan

 di antara kelompok laki-laki dan kelompok prmp

 di antara klmpk2 ttt spt transgender, disabilitas, dll

 Menggunakan ragam metode pengambilan data,

 tidak hanya terpaku hanya pada satu metode saja.

 Menjadikan laki-laki dan perempuan sebagai sumber data utama yang sama-sama penting, termasuk pengalaman hidup sebagai individu atau anggota kelompok

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 18

CIRI-CIRI KAJIAN PEREMPUAN

DAN GENDER

(19)

 Menyadari adanya bias pada ilmu pengetahuan dan hasil-hasil penelitian yang ada

 Menyadari adanya relasi antara laki-laki dan

perempuan yang dikonstruksikan dan menimbulkan ketidakadilan

 Mengembangkan perhatian pada berbagai perbedaan, pembedaan, ketidakadilan,

ketidakberuntungan yang terjadi di antara keduanya.

 Mengembangkan ideologi gender yang berorientasi pada keadilan dan penghormatan hak prmp dan laki2.

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 19

PENELITIAN

PERSPEKTIF PEREMPUAN DAN GENDER

(20)

gejala

laporan

Pengolahan Data dan

Analisa

Pertanyaan riset dan desain riset

metode

Pengambilan data

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 20

ANALISIS GENDER

ANALISA GENDER DILAKUKAN

di seluruh

proses penelitian

(21)

 Peneliti sadar

 ketidakadilan gender adalah fakta yang harus diungkap

 Idiologi keadilan gender sebagai titik tolak utama

 Perubahan kehidupan yang lebih baik dan berkeadilan adalah orientasi penelitian

 Persoalan gender sebagai bagian penting yang harus dipelajari

 Relasi gender sebagai bagian utama yang harus dijadikan titik kritis

 Dampak riset mengarah pada upaya penyadaran, pemberdayaan, atau perubahan relasi yg lebih baik

PRA RISET

21

(22)

Pilihan tujuan khusus dalam disain riset

 Mengembangkan pada tujuan konseptual

 Pemahaman konseptual tentang prmp dan laki2 dlm konteks sosial, budaya, politik, dan lainnya.

 Pemahaman konseptual ttg prmp dan laki2 dalam situasinya yg khas.

 Mengembangkan tujuan praktis strategis

 Diarahkan pada kepentingan praktis pemberdayaan

 Ditujukan pada perubahan kebijakan yang responsif gender

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 22

TUJUAN KHUSUS

DALAM DESAIN RISET

(23)

 Menempatkan perempuan dan laki-laki sebagai subyek utama penelitian

 Memposisikan perempuan dan laki-laki sebagai sumber data yang sama-sama penting

 Menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai individu yang memiliki unifikasi individual

 Memberikan ruang dan mendorong diperolehnya data bagi laki-laki dan perempuan untuk berbicara atas nama dirinya sendiri, pengalamannya sendiri, dan atau tentang

pemikirannya sendiri.

 Mengedepankan pelibatan (engagement), tidak berjarak, dan intersubjektifitas (membangun empati)

 Memperlakukan metode pengambilan data secara fleksibel untuk diperolehnya data yang lebih mendalam dan terungkap

METODOLOGI

23

(24)

Perbanyak beberapa hal berikut

 Referensi hasil penelitian yang ditulis dengan perspektif perempuan dan atau gender sebagai pembanding (baik penulis laki-laki maupun penulis perempuan)

 Referensi yang mengangkat isu perempuan dan gender.

 Referensi dengan penulis perempuan sebagai strategi

sosialisasi, termasuk maksimalkan tulisan sendiri dan tulisan teman sendiri.

 Perlu memperhitungkan referensi minoritas, dhaif, tidak populis, kontroversi, namun berpotensi bagus untuk

penguatan perspektif gender dan perempuan dalam data

 Cara penulisan referensi, jika bisa memilih, pakailah yang menggunakan nama depan.

KAJIAN/PENELITIAN TERDAHULU

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 24

(25)

 Memperlakukan data secara terpilah berdasarkan jenis kelamin

 Berhati-hati terhadap bias-bias diri

 Pandangan diri yang masih seksis

 Pandangan diri yang androsentris (terpusat pada laki-laki)

 Penggunaan standard ganda

 Melakukan over generalisasi

 Bias diri terhadap nilai-nilai khusus terkait topik penelitian

 Menggunakan parameter keadilan gender

 Mengembangkan pola-pola atau temuan-temuan

yang dapat memperbaiki relasi gender, penyadaran, pemberdayaan, dan penguatan perempuan dan laki- laki.

PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 25

(26)

 Ada banyak teknik analisa data yang dapat membantu peneliti

 Semua teori dapat digunakan, namun harus dikirtisi dengan perspektif gender dan perempuan

 Dapat diperkuat dengan menggunakan atau menambahkan teori-teori feminis

 Dapat dibantu dengan beberapa teknik analisis gender yang telah banyak dikembangkan

 Tehnik analisa gender Harvard

 Tehnik analisa gender Moser

 Tehnik analisa gender Longwe

 Tehnik analisa gender Kabeer

 Dan berbagai tehnik analisa gender lainnya

TEHNIK ANALISIS DATA

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 26

(27)

ANALISIS HARVARD

USA, 1985

ANALISIS MOSER

London Inggris, 1986

PBERDAYAAN PEREMPUAN

ANALISIS LONGWE

Zambia, 1991

ANALISIS PATHWAY MEMBONGKAR

SUBORDINASI

ANALISIS GENDER LAINNYA…

•Profil Kegiatan

•Profil akses- Kontrol

•Analisis Faktor-tren

•Analisis Siklus proyek

•Peran Gender

•Kebutuhan Gender

•Perencanaan gender

Kontrol Partisipasi Kesadaran

Akses Kesejahteraan

ANALISIS KABEER

Dan

Seterusnya…

KERANGKA

ANALISIS GENDER

SUMBER

DAYA

(28)

Memperhitungkan isu etis

Mempertimbangkan kedalaman data yang akan disajikan

Memperhitungkan siapa target pembaca hasil penelitian

mempertimbangkan cara penulisan lain pasca laporan penelitian

PENYAJIAN LAPORAN PENELITIAN

Iklilah Muzayyanah DF - PSKG PPS UI 28

(29)

TERIMA KASIH….

Referensi

Dokumen terkait

4.3 Sifat Tokoh Utama Perempuan dan Tokoh Utama Laki-Laki dalam Menghadapi Permasalahan Hidup pada Novel Bintang Anak Tuhan karya Kirana Kejora dan Sebening Air Mata

Mengetahui pemaknaan pesan dakwah Agus Mustofa dalam buku Tuhan laki-laki ataukah perempuan dalam persepektif gender 2) Mengetahui gambaran Tuhan melalui buku Agus Mustofa

cenderung didominasi oleh kelompok laki- laki sehingga kecenderung menominasikan laki-laki lebih besar dan berpotensi menang; adanya penyeleksian kandidat perempuan yang

Skripsi yang berjudul “Analisis Perbandingan Sikap Tokoh Utama Perempuan dan Tokoh Utama Laki-laki dalam Menghadapi Permasalahan Hidup pada Novel Bintang Anak

Oleh karena itu, kalangan feminis menyimpulkan bahwa hadis yang menjelaskan perbandingan dalam kesaksian antara perempuan dan laki-laki (2:1) bersifat khusus dan temporal.

Akibat Hawa jatuh dalam dosa maka ini berakibat bagi perempuan keturunan selanjutnya kehilangan kesetaraannya dengan laki-laki; dan posisi yang seperti ini menjadikan juga

hidup perempuan berdasarkan dimensi kesetaraan gender di Indonesia, yaitu rasio angka harapan lama sekolah perempuan dibanding laki-laki, rasio rata- rata lama sekolah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan rasio angka harapan hidup perempuan dengan laki-laki memiliki arah negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, diantaranya angka harapan hidup