• Tidak ada hasil yang ditemukan

SESI 3: PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SESI 3: PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

SESI 3:

PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)

(2)

QS. Al-Baqarah Ayat 155

ۡۡمُكَّن َوُلۡبَنـَل َو

ۡ ء ۡىَشِب

َۡنِ م

َۡخ ۡلا

ِۡف ۡوـ

ِۡع ۡوـُجۡلا َو

ۡ صۡقَن َو

َۡنِ م

ِۡلا َو ۡمَ ۡلۡا

ۡ ِسُفۡنَ ۡلۡا َو

ۡ ِت ٰرَمَّثلا َو

َۡو

ِۡرِ شَب

ۡ َن ۡي ِرِبّٰصلا

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah- buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang- orang yang sabar

(3)

SEJARAH PENYAKIT AKIBAT KERJA

• Sebelum Revolusi Industri :

– Manusia sudah terpajan sumber bahaya (iklim, binatang buas, debu silika, pengecoran besi).

• Abad 15 -16 :

– Adanya pekerjaan tambang dengan pencatatan risiko dan kesadaran akan perlunya perhatian bagi pekerjanya.

– Pekerja tambang memerlukan keterampilan, karena diidentifikasi adanya bahaya dan cara penanganannya

• Abad 17 – 18, Bernardino Ramazzini (1633-1714) :

– Dalam bukunya De Morbis Artificium : menulis penyakit yang terkait dengan pekerjaan.

(4)

DATA PAK

Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) tahun 2013 diketahui bahwa setiap tahun ditemukan 2,34 juta orang meninggal terkait pekerjaan baik penyakit maupun kecelakaan dan sekitar 2,02 juta kasus meninggal terkait penyakit akibat kerja.

Di Indonesia, gambaran penyakit akibat kerja (PAK) saat ini seperti fenomena “Puncak Gunung Es”, penyakit akibat kerja yang diketahui dan dilaporkan masih sangat terbatas berdasarkan hasil penelitian sehingga belum menggambarkan besarnya masalah keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia.

Hal ini disebabkan karena sumber daya manusia yang belum mampu melakukan diagnosis penyakit akibat kerja masih kurang sehingga pelayanan untuk penyakit akibat kerja belum optimal.

(5)

PENYEBAB RENDAHNYA DATA PAK :

1. TIDAK DITEMUKAN (KURANG UPAYA PENEMUAN) 2. ADA TAPI TIDAK TERDIAGNOSA

3. TERDIAGNOSA TAPI TIDAK DILAPORKAN – Belum memasyarakat

– Dirasa merugikan – Tak terjangkau

– Kronis/pensiun

(6)

PERMASALAHAN PAK

• Minimnya pemahaman tenaga kerja tentang PAK dan hak- haknya atas Jaminan Kecelakaan Kerja sehingga :

– Ada kecenderungan hak-hak tenaga kerja tidak dibayar apabila terkena PAK

– Pemberian hak jaminan kecelakaan kerja dan PAK yang lebih kecil dari ketentuan perundangan yang berlaku (sub standar)

– Tenaga kerja dan serikat pekerja masih sangat jarang mengajukan tuntutan atas kasus tidak dipenuhinya hak atas perlindungan K3 termasuk dalam hal PAK dan kompensasi Jamsostek.

(7)

• Banyaknya perusahaan yang belum mengikuti program Jamsostek

• Kurangnya pembinaan dan pengawasan penerapan peraturan perundangan terkait PAK dan Jaminan Kecelakaan Kerja oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan

• Masih minimnya data PAK.

• PAK dalam peraturan perundangan termasuk kategori Kecelakaan Kerja sehingga perusahaan cenderung tidak melaporkan kasus PAK, terkait penghargaan Nihil Kecelakaan (Zero Accident)

PERMASALAHAN PAK

(8)

• Kasus PAK yang dilaporkan masih sangat minim, terbatas dari PT. Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan), data PAK belum dipisahkan dengan data kecelakaan kerja.

• Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja (MCU) belum banyak dilakukan, sebagian besar belum dilakukan secara benar sehingga penyakit yang dilaporkan sebagai PAK masih sangat jarang.

PERMASALAHAN PAK

(9)

HAL-HAL YANG PERLU DILAKUKAN :

• Peningkatan pemahaman tentang PAK dan cara pencegahannya kepada pekerja maupun pengusaha;

• Meningkatkan pemahaman tentang hak-hak tenaga kerja yang harus diberikan apabila mengalami kecelakaan kerja dan PAK, sesuai peraturan perundangan yang berlaku

• Meningkatkan kemampuan mendiagnosis PAK dan upaya tindak lanjutnya bagi dokter perusahaan;

• Meningkatkan pembinaan dan pengawasan

ketenagakerjaan di bidang K3 termasuk masalah PAK

dan kompensasinya.

(10)

PENYAKIT AKIBAT KERJA

• Artifisial = timbulnya karena adanya pekerjaan

• Terdapat faktor penyebab di tempat kerja

• Man Made Diseases = penyakit buatan manusia

• Dapat dicegah

• Mendapatkan kompensasi (compensable).

(11)

PENYAKIT AKIBAT KERJA

• PAK : OCCUPATIONAL DISEASE

– UU No. 1/1970 → ttg Keselamatan Kerja

– Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2019 → Penyakit akibat kerja (PAK)

– Permennakertrans No. 1/1981 → kewajiban melapor PAK

• PAK : PENYAKIT AKIBAT KERJA

– UU No.40/2004 Ttg SJSN (Sisten Jaminan Sosial Nasional)

– UU No. 24/2011 Ttg BPJS (Badan Penyelenggara jaminan sosial)

– PP No. 44/2015 Ttg Penyelenggaraan Program JKK dan JKM

(12)

PERATURAN PERUNDANGAN TERKAIT

UUD 1945

UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional

UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2019 tentang PAK

PMK Nomor 56 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan PAK

PP No. 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaran Program JKK (jaminan kecelakaan kerja) dan JKM (jaminan kematian)

Permennakertrans No. Per. 01/Men/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja

Permennakertrans No. Per. 02/Men/1980 Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja

Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja

Permenaker No. 26 Tahun 2015 ttg Tatacara Penyelenggaraan Program JKK, JHT (Jaminan hari tua) dan JKM.

(13)
(14)

PENGERTIAN PENYAKIT AKIBAT KERJA/PAK (Occupational Diseases)

• ILO, 1996 : Occupational Disease

PAK adalah Penyakit yang mempunyai penyebab yang spesifik atau asosiasi kuat dengan pekerjaan, yang pada umumnya terdiri dari satu agen penyebab yang sudah diakui.

• UU No. 40 Th. 2004 Ttg Sistem Jaminan Sosial Nasional (PP No. 44 Tahun 2015):

PAK adalah Penyakit Akibat Kerja adalah Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan/atau lingkungan kerja

• Perpres nomor 7 Tahun 2019: → ttg PAK

• Permenaker No. Per. 01/Men/1981 : → ttg Kewajiban Melapor PAK

PAK adalah Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja.

(15)

DEFINISI PAK..

Penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan (Work Related Disease):

Penyakit yang mempunyai beberapa agen penyebab, dimana faktor pada pekerjaan memegang peranan bersama dengan faktor risiko lainnya dalam berkembangnya penyakit yang mempunyai etiologi yang kompleks. (ILO)

Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan atau lingkungan kerja termasuk penyakit terkait kerja. Penyakit terkait kerja adalah penyakit yang mempunyai beberapa agen penyebab dengan faktor pekerjaan dan atau lingkungan kerja memegang peranan bersama dengan faktor risiko lainnya (Kemkes RI, 2016).

Penyakit Akibat Kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Dengan demikian Penyakit Akibat Kerja merupakan penyakit yang artifisial atau man made disease.

(16)

1) Ada causa di tempat kerja

2) Disebabkan oleh pekerjaan dan/lingk. kerja

3) Mendapat kompensasi dalam bentuk pelayanan kesehatan dan santunan uang

• Contoh :

– Tuli akibat bising – Pneumokoniosis

– Leukemia akibat benzen

1) Ada triger di tempat kerja

2) Dicetuskan, dipermudah atau diperberat oleh pekerjaan dan/lingk. kerja

3) Mendapat kompensasi dalam bentuk pelayanan kesehatan Contoh :

– Ambeien/ wasir – Hernia

– Asma dg riwayat

keluarga/keturunan PAK

(Occupational Disease)

Peny. Terkait Kerja (Work Related Disease)

PERLU DIBEDAKAN

(17)

KEWAJIBAN TERHADAP PAK :

1. Dilaporkan paling lambat 2 X 24 Jam setelah didiagnosis

2. Wajib diberikan kompensasi

3. Wajib diupayakan tindakan pencegahan.

(18)
(19)

Faktor-faktor yg mempengaruhi Terjadinya PAK

Beban

kerja Lingkungan

kerja

Kapasitas kerja

-Fisik -Mental

- Skill

- Kesegaran jasmani &

rohani

- Status kesehatan & gizi - usia

- Jenis kelamin - Ukuran tubuh

-Fisik -Kimia -Biologi -Ergonomi -Psikologi

Msl.Terkait :

1. NARKOBA 2. HIV & AIDS 3. Flu Burung

dll.

(20)

PENYEBAB PAK :

FAKTOR BAHAYA LINGKUNGAN KERJA:

Fisik, Kimia, Biologi, Ergonomi, Psikologi

Unsafe Human Activity

Unsafe

Working/Env.

Condition Poor Manajemen thdp

implementasi K3

PAK

(Occ. Diseases)

(21)

1. Contoh penyakit akibat faktor bahaya fisik :

Penyebab Industri/pekerjaan Penyakit yang ditimbulkan Kebisingan (noise) Penggunaan mesin,

generator dan peralatan kerja lainnya

penurunan pendengaran sampai ketulian

Suhu tinggi Peleburan logam hyperpireksi, heat cramp, heat exhaustion, heat stroke Suhu rendah Ruang pembekuan (cool

storage)

Fros bite Tekanan udara

yang tinggi

penyelam Caisson's Disease Sinar infra merah Peleburan logam,

peralatan fisioterapi dll.

katarak

Ultra violet welder conjungtivitis

Getaran/vibrasi Chain Saw, Drilling Reynaud's disease

(22)

2. Contoh PAK akibat bahan kimia berbahaya :

Penyebab Industri/pekerjaan Penyakit yang ditimbulkan Gas CO, HCN,

SO2

intoksikasi

Asbes Industri dan pengunaan asbes Asbestosis, mesothelioma, cancer saluran nafas

Benzene Chemical Leukemia, hepatitis

Pb Soldering, Industri Baterey Anemia, infertil, gangguan ginjal Silica Pabrik kaca, keramik dan

batubara

Silikosis

Vinyl chloride monomer, arsenic

Polimerisasi vinyl chloriede, pestisida

Hemangiosarkoma liver

Chlorphenols Furniture, sawmill,

lumberjack, electrical, fitter

Cancer nasopharing

Radium, chromate, nickel,

Chlorphenols

Furniture, saw mill,

penambangan & peleburan nickel, pabrik sepatu

Cancer rongga hidung,

(23)

Contoh PAK AKIBAT BAHAN KIMIA BERACUN & BERBAHAYA (B3)

❖Sifat B3

❑Zat iritan

❑Zat korosif

❑Zat karsinogenik

❑Zat alergen

❑Zat Mutagenik

❑Zat Teratogenik

❑Debu

• Efek :

➢Iritasi selaput lendir

➢Luka bakar

➢Cancer

➢Dermatitis, asma

➢Mutasi genetik

➢Penyakit kongenital

➢Pneumukoniosis

(24)

Contoh PAK Akibat Logam Berat

• Berilium :

bronkitis, faringitis

• Kadmium :

gangguan ginjal

• Krom :

perforasi sekat hidung

• Arsen :

peny. Syaraf, hepatitis

• Merkuri :

gangguan ginjal, ggn daya ingat, insomnia

• Timbal :

gangguan ginjal, anemia, infertil. peny, syaraf

• Mangan :

peny. Syaraf, gangguan emosi

(25)

3. PAK Akibat Faktor Biologi :

– Viral Diseases : Rabies, Hepatitis

– Bakterial Diseases : Anthrax, Leptospirosis, Brucellosis, TBC, Tetanus

– Fungal Diseases : Dermatophytoses, Histoplasmosis

– Parasitic Diseases : Ancylostomiasis, Schistosomiasis.

(26)

4. PAK Akibat Faktor Ergonomi/fisiologi:

– BEBAN ANGKAT

– CARA MENGANGKAT – POSISI KERJA tidak

ergonomis

– GERAK REPETITIF – KONTRAKSI STATIS

Hernia Nukleus Pulposus (HNP), Low Back Pain, hernia

Trauma otot & sendi

Peny. Muskuluskeletal

Carpal tunel syndrome

Kelelahan, nyeri otot

(27)

5. PAK Akibat Faktor Psikologi:

– Stress akibat kerja – Trauma kepala

– Pajanan bahan kimia yg Neurotoksik

(28)

PAK DAPAT MENGENAI

SEMUA ORGAN/SISTEM TUBUH

• Penyakit alergi/hipersensitivitas

• Dermatitis kontak

• Penyakit hati dan saluran pencernaan

• Penyakit paru-paru

• Penyakit saluran kemih

• Penyakit jantung dan pembuluh darah

• Penyakit darah

• Penyakit otak dan syaraf

• Penyakit muskuloskeletal

• Penyakit sistem reproduksi

• Penyakit mata

• Penyakit telinga

• Gangguan Psikologis

• Penyakit Infeksi

• Keracunan

(29)

Jenis Penyakit Akibat Kerja

Jenis penyakit akibat kerja berdasarkan agen dan pekerjaaannya sesuai dengan International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD- 10) in Occupational Health (OH) yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO)

(30)

WHO Membedakan Empat Kategori Penyakit Akibat Kerja :

1. Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, misalnya Pneumokoniosis.

❑ Pneumokoniosis dikenal dengan paru-paru hitam diperkenalkan pada awal abad ke 19 untuk menggambarkan penyakit paru para penambang batu bara yang berhubungan dengan debu mineral.

Pneumokoniosis merupakan kelompok penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu di daerah tambang.

❑ Menyebabkan Bentuk kelainan yang terjadi biasanya berupa peradangan dan pembentukan jaringan fibrosis dan akhirnya menimbulkan kerusakan pada fungsi paru.

❑ Berdasarkan penyebabnya pneumokoniosis dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu yang disebabkan oleh debu organik/kapas (bisinosis), anorganik (silika, asbes dan timah) dan pekerjaan (pneumokoniosis penambang batubara / Coal Worker’s Pneumoconiosis ) atau yang lebih dikenal dengan paru-paru hitam

(31)

WHO Membedakan Empat Kategori Penyakit Akibat Kerja :

2. Penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan, misalnya Karsinoma Bronkogenik.

❑Karsinoma Bronkogenik (Ca. Paru) merupakan tumor ganas /kanker ganas paru primer yang berasal dari saluran pernafasan

❑> 80% kasus disebabkan oleh kebiasaan merokok

❑Para pekerja yang terpapar polusi udara, radiasi, dan pajanan

industri (misal: asbestos, alrsenik, sulfur dioksida, formaldehid,

silika, nikel.

(32)

WHO Membedakan Empat Kategori Penyakit Akibat Kerja :

3. Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab di antara faktor-faktor penyebab lainnya, misalnya Bronkhitis khronis.

4. Penyakit dimana pekerjaan memperberat suatu kondisi

yang sudah ada sebelumnya, misalnya asma.

(33)

Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2019 Tentang : Penyakit Akibat Kerja

❑ Membagi dalam 4 jenis PAK :

1) Yang disebabkan pajanan faktor yang timbul dari aktivitas pekerjaan

2) Berdasarkan sistem target organ 3) Kanker akibat kerja

4) Spesifik lainnya

(34)

Penyakit Yang Disebabkan Pajanan Faktor Yang Timbul Dari Aktivitas Pekerjaan

1) Penyakit yang disebabkan oleh faktor kimia (berilium, cadmium, fosfor, krom, mangan, arrsen, raksa, timbal, dll)

2) Penyakit yang disebabkan oleh faktor fisika (kerusakan pendengaran akibat kebisingan, penyakit yang disebabkan oleh getaran, radiasi ion, dll)

3) Penyakit yang disebabkan oleh faktor biologi dan penyakit infeksi atau parasit (brucellosis, virus hepatitis, HIV, tetanus, TB, kontaminasi bakteri dan jamur, anthrax, leptospira, dll).

Dasar Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)

(35)

Penyakit Berdasarkan Sistem Target Organ

1) Penyakit saluran pernafasan antara lain (silikosis, antrakosilikosis, dan asbestos, siderosis, byssinosis, bagassosis, dll)

2) Penyakit kulit (dermatosis kontak alergika dan urtikaria, dermatosis kontak iritan, vitiligo)

3) Gangguan otot dan kerangka (radial styloid tenosynovit, tenosynouitis kronis, olecranon bursitis, prepatellar bursitis, epicondglitis, meniscus lesions, carpal tunnel syndrome, dll)

4) Gangguan mental dan perilaku berupa gangguan stres pasca trauma, dll.

Dasar Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)

(36)

Penyakit Kanker Akibat Kerja

Penyakit kanker yang disebabkan oleh zat berikut:

1) Asbestos, beruidine dan garamnya, bis-chloromethyl ether, persenyawaan chromium VI, coal tars, coal tar pitches or soots, beta-naphthylamine, vinyl chloride, ben- zene, dll.

Dasar Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)

(37)

Penyakit Spesifik Lainnya

❑ Penyakit spesifik lainnya merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau proses kerja, dimana penyakit tersebut ada hubungan langsung antara paparan dengan penyakit yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat.

❑ Contoh penyakit spesifik lainnya, yaitu nystagmus pada penambang.

Dasar Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)

(38)
(39)

Penegakan Diagnosis Penyakit Akibat Kerja

Diagnosis penyakit akibat kerja memiliki :

1. Aspek medik: dasar tata laksana medis dan tata laksana penyakit akibat kerja serta membatasi kecacatan dan keparahan penyakit.

2. Aspek komunitas: untuk melindungi pekerja lain

3. Aspek legal: untuk memenuhi hak pekerja.

(40)

DIAGNOSIS PAK

❑ Diagnosis menderita Penyakit Akibat Kerja berdasarkan surat keterangan dokter, merupakan diagnosis jenis Penyakit Akibat Kerja yang dilakukan oleh dokter atau dokter spesialis yang berkompeten di bidang kesehatan kerja.

❑ Jenis PAK harus memiliki hubungan langsung dengan pajanan yang dialami pekerja

❑ PAK harus dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat

❑ Pembuktian tersebut dilakukan oleh dokter atau dokter spesialis yang berkompeten di bidang kesehatan kerja

Dasar Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)

(41)

Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK)

Untuk dapat mendiagnosis Penyakit Akibat Kerja pada pekerja perlu dilakukan suatu pendekatan sistematis untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dan menginterpretasinya secara tepat.

Pendekatan tersebut dapat disusun menjadi 7 langkah yang dapat digunakan sebagai pedoman yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI (PMK Nomor 56 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan PAK) :

(42)

Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK)

1) Tentukan Diagnosis klinisnya

✓ Diagnosis klinis harus dapat ditegakkan terlebih dahulu, dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas penunjang yang ada, seperti umumnya dilakukan untuk mendiagnosis suatu penyakit.

✓ Setelah diagnosis klinik ditegakkan baru dapat dipikirkan lebih lanjut apakah penyakit tersebut berhubungan dengan pekerjaan atau tidak ?

(43)

Slide Title

2) Tentukan pajanan yang dialami oleh tenaga kerja selama ini

Pengetahuan mengenai pajanan yang dialami oleh seorang tenaga kerja adalah esensial untuk dapat menghubungkan suatu penyakit dengan pekerjaannya. Untuk ini perlu dilakukan anamnesis mengenai riwayat pekerjaannya secara cermat dan teliti, yang mencakup:

a. Penjelasan mengenai semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh penderita secara kronologis b. Lamanya melakukan masing-masing pekerjaan

c. Bahan yang diproduksi

d. Materi (bahan baku) yang digunakan e. Jumlah pajanannya

f. Pemakaian alat perlindungan diri (masker) g. Pola waktu terjadinya gejala

h. Informasi mengenai tenaga kerja lain (apakah ada yang mengalami gejala serupa)

i. Informasi tertulis yang ada mengenai bahan-bahan yang digunakan (MSDS, label, dan sebagainya). MSDS=Material Safety Data Sheet atau Lembar Data Keselamatan Bahan terutama bahan kimia untuk keperluan industri.

Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK)

(44)

Slide Title

3) Tentukan apakah pajanan tersebut memang dapat menyebabkan penyakit tersebut

Apakah terdapat bukti-bukti ilmiah dalam kepustakaan yang mendukung pendapat bahwa pajanan yang dialami menyebabkan penyakit yang diderita.

Jika dalam kepustakaan tidak ditemukan adanya dasar ilmiah yang menyatakan hal tersebut di atas, maka tidak dapat ditegakkan diagnosa penyakit akibat kerja.

Jika dalam kepustakaan ada yang mendukung, perlu dipelajari lebih lanjut secara khusus mengenai pajanan sehingga dapat menyebabkan penyakit yang diderita (konsentrasi, jumlah, lama, dan sebagainya).

Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK)

(45)

Slide Title

4) Tentukan apakah jumlah pajanan yang dialami cukup besar untuk dapat mengakibatkan penyakit tersebut.

Jika penyakit yang diderita hanya dapat terjadi pada keadaan pajanan tertentu, maka pajanan yang dialami pasien di tempat kerja menjadi penting untuk diteliti lebih lanjut dan membandingkannya dengan kepustakaan yang ada untuk dapat menentukan diagnosis penyakit akibat kerja.

5) Tentukan apakah ada faktor-faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi

Apakah ada keterangan dari riwayat penyakit maupun riwayat pekerjaannya, yang dapat mengubah keadaan pajanannya, misalnya penggunaan APD, riwayat adanya pajanan serupa sebelumnya sehingga risikonya meningkat.

Apakah pasien mempunyai riwayat kesehatan (riwayat keluarga) yang mengakibatkan penderita lebih rentan/lebih sensitif terhadap pajanan yang dialami.

Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK)

(46)

Slide Title

6) Cari adanya kemungkinan lain yang dapat merupakan penyebab penyakit

❑ Apakah ada faktor lain yang dapat merupakan penyebab penyakit?

❑ Apakah penderita mengalami pajanan lain yang diketahui dapat merupakan penyebab penyakit.

❑ Meskipun demikian, adanya penyebab lain tidak selalu dapat digunakan untuk menyingkirkan penyebab di tempat kerja.

❑ Buat keputusan apakah penyakit tersebut disebabkan oleh pekerjaannya.

Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK)

(47)

Slide Title

7) Buat keputusan apakah penyakit tersebut disebabkan oleh pekerjaannya

Suatu keputusan harus berdasarkan informasi yang telah didapat yang memiliki dasar ilmiah. tidak selalu pekerjaan merupakan penyebab langsung suatu penyakit, kadang- kadang pekerjaan hanya memperberat suatu kondisi yang telah ada sebelumnya. Hal ini perlu dibedakan pada waktu menegakkan diagnosis. Suatu pekerjaan/pajanan dinyatakan sebagai penyebab suatu penyakit apabila tanpa melakukan pekerjaan atau tanpa adanya pajanan tertentu, pasien tidak akan menderita penyakit tersebut pada saat ini.

Sedangkan pekerjaan dinyatakan memperberat suatu keadaan apabila penyakit telah ada atau timbul pada waktu yang sama tanpa tergantung pekerjaannya, tetapi pekerjaannya/pajanannya memperberat/mempercepat timbulnya penyakit.

Untuk menegakkan diagnosis Penyakit Akibat Kerja diperlukan pengetahuan yang spesifik, tersedianya berbagai informasi yang didapat baik dari pemeriksaan klinis pasien, pemeriksaan lingkungan di tempat kerja (bila memungkinkan) dan data epidemiologis.

Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK)

(48)

UPAYA DETEKSI

PENYAKIT AKIBAT KERJA

Monitoring Kesehatan TK (Rikes TK awal,

berkala, khusus)

Monitoring Lingkungan Kerja

•Riwayat penyakit

•Riwayat pekerjaan

•Pemeriksaan klinik

•Pemeriksaan lab

•Pemeriksaan Khusus

•Hubungan penyakit dengan pekerjaan

Environmental Monitoring (Biological Monitoring)

Dokter Perusahaan

Ahli K3

P2K3

(49)

Hubungan Sebab Akibat (Causal Relationship) Untuk Menentukan Pak :

Keterkaitan Dengan Waktu (Time Relationship)

Kekuatan Hubungan (Strength Of The Association)

Hubungan Dosis-respon (Dose- respon Relationship)

Konsistensi Hubungan (Consistency Of The Association)

Kekhususan Hubungan (Specificity Of The Association)

Kecocokan Biologik (Biological Plausibility)

Bukti Yang Koheren (Coherence Of The Evidence)

→ Penyakit baru terjadi setelah pemajanan atau ada interval waktu yang sesuai

→ PAK jelas dan banyak jika dikaitkan dengan pemajanan faktor resiko

→ Makin tinggi pajanan makin tinggi kejadian dan tingkat keparahan penyakitnya

→ Beberapa penelitian menyebutkan hasil dan kesimpulan yang sama

→ Berdasarkan sifat toksikologi, kimia, fisika atau sifat lainnya dari faktor resiko, diketahui bahwa pemajanan akan menyebabkan gangguan tertentu.

→ Bahan kimia tertentu menyebabkan kerusakan pada organ biologis tertentu (ada target organ)

→ Sintesis umum dari semua penemuan menyimpulkan bahwa ada efek sebab akibat secara ilmiah.

(50)
(51)

DAMPAK PAK

Menurunkan produktivitas Menurunkan daya saing

Biaya pengobatan/rehabilitasi meningkat Turn over pekerja meningkat

HARUS DICEGAH &

DIKENDALIKAN

(52)

Akibat PAK pada Tenaga Kerja

Akibat langsung :

➢ Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB)

➢ Kehilangan salah satu organ atau fungsi (cacat anatomis atau cacat fungsi) sebagian atau total

➢ Meninggal dunia

Akibat tidak langsung :

➢ Penderitaan fisik dan mental karena PAK

➢ Kehilangan pekerjaan/pendapatan

➢ Resiko hak-haknya tidak diberikan

Apabila tidak dilakukan pengendalian yang memadai, PAK yang ada akan berimbas pada tenaga kerja lain.

(53)

Akibat PAK pada Perusahaan

Akibat langsung :

➢ Kehilangan tenaga terampil

➢ Biaya pelayanan kesehatan lebih besar (pengobatan & kompensasi)

➢ Kehilangan waktu kerja.

Akibat tidak langsung :

➢ Produktifitas terganggu/menurun

➢ Ketenangan kerja

➢ Image/prestige perusahaan

➢ Apabila tidak ada upaya pencegahan → Makin banyak tenaga kerja yang menderita penyakit serupa.

(54)

Akibat PAK pada Masyarakat

• Pada kasus PAK tertentu penyebabnya dapat dibawa oleh tenaga kerja ke rumahnya dan menimbulkan penyakit pada angota keluarganya, misalnya asbestosis

• Upaya pengendalian PAK yang buruk menggambarkan pelaksanaan K3 yang buruk pula, dimana pencemaran udara tempat kerja dapat menjalar menjadi pencemaran udara di luar tempat kerja sehingga mengganggu kesehatan masyarakat pada umumnya

(55)

PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA

PENTING :

PAK sering tidak dapat disembuhkan, sehingga upaya pencegahan (preventif dan promotif) harus diutamakan

1. Pencegahan Primer/Awal, dilakukan sedini mungkin sebelum kasus terjadi

2. Pencegahan Sekunder, dilakukan apabila sudah terdapat tanda-tanda atau gejala adanya PAK

3. Pencegahan Tersier, melalui tindakan penanganan terhadap kasus PAK yang sudah terjadi agar masih dapat dioptimalkan fungsi

(56)

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Ketentuan & syarat K3 mengikuti perkemb ilmu pengetahuan, tehnik &

teknologi

Penerapan ketentuan & syarat K3 sejak tahap rekayasa

Penyel pengawasan & pemantauan pelak K3

STANDARISASI

Standar K3 maju akan menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan K3

INSPEKSI / PEMERIKSAAN

Suatu kegiatan pembuktian sejauh mana kondisi tempat kerja masih memenuhi ketentuan & persyaratan K3

(Menurut ILO)

(57)

¦ RISET TEKNIS, MEDIS, PSIKOLOGIS & STATISTIK

Riset/penelitian untuk menunjang tkt kemajuan bid K3 sesuai perkemb ilmu pengetahuan, tehnik & teknologi

¦ PENDIDIKAN & LATIHAN

Peningkatan kesadaran, kualitas pengetahuan & ketrampilan K3 bagi TK

¦ PERSUASI

Cara penyuluhan & pendekatan di bid K3, bukan melalui penerapan &

pemaksaan melalui sanksi-sanksi

(Menurut ILO)

(58)

¦ ASURANSI

Insentif finansial utk meningkatkan pencegahan kec dgn pembayaran premi yg lebih rendah terhdp peusahaan yang memenuhi syarat K3

¦ PENERAPAN K3 DI TEMPAT KERJA

Langkah-langkah pengaplikasikan di tempat kerja dlm upaya memenuhi syarat-syarat K3 di tempat kerja

(Menurut ILO)

(59)

UPAYA PENGENDALIAN

PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)

PROMOTIF PREVENTIF KURATIF REHABILITATIF

Pemeliharaan kesehatan kerja

Pembinaan

Gerakan OR

Tdk merokok

Gizi seimbang

Ergonomi

Pengendalian Lingk. Kerja

Hygiene sanitasi

Pemeriksaan Kesehatan Kerja

Imunisasi

Penggunaan APD

Rotasi Kerja

Pengurangan waktu kerja

Pengobatan

P3K

Rawat jalan

Rawat Inap

Alat bantu dengar

Protese

Mutasi

Kompensasi

(60)

MANFAAT PENCEGAHAN PAK :

MENEKAN KEJADIAN PENYAKIT

TERCIPTA TK. SEHAT DAN PROD.

MENGURANGI RISIKO CACAT/KEMATIAN

MENGURANGI BIAYA

MENINGKATKAN IMAGE

KINERJA,MOTIVASI PRODUKTIVITAS PERSH

KEMAJUAN PERSH LAPANGAN KERJA

ANTISIPASI GLOBAL NILAI TAMBAH, DAYA SAING

(61)

PENANGANAN PEKERJA DG PAK:

PENGOBATAN : SESUAI KASUS/JENIS PENYEBAB

PENGURANGAN PAJANAN : ISTIRAHAT, ROTASI/PINDAH LOKASI KERJA, APD

KOMPENSASI : PROSENTASI CACAT

PENDATAAN/SURVEILANCE : MENCEGAH KASUS BERULANG/PADA TENAGA KERJA LAIN

(62)

Jaminan Kecelakaan Kerja

❑ Jaminan Kecelakaan Kerja disingkat JKK → manfaat berupa uang tunai dan atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

❑ Pekerja yang didiagnosis menderita Penyakit Akibat Kerja berdasarkan surat keterangan dokter berhak atas manfaat JKK meskipun hubungan kerja telah berakhir.

❑ Hak atas manfaat JKK tersebut diberikan apabila Penyakit Akibat kerja timbul dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak hubungan kerja berakhir.

Dasar Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)

(63)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Pengertian Pelayanan Farmasi di Klinik adalah Semua kegiatan pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh Farmasis di klinik yang berorientasi kepada pasien (patient

Dewasa ini banyak metode-metode pembelajaran inovatif yang ditawarkan, salah satunya adalah ‘Stationenlernen’, yakni sebuah metode belajar, di mana siswa belajar

Saya Rosiani. Saat ini, saya sedang melakukan penelitian mengenai Analisis Hubungan Beban Kerja Fisik dan Tingkat Stress Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Gunung

Mata Pelajaran Nilai Rata-rata Rapor1. Nilai

Simulasi bukan hanya solusi dengan menggunakan model (data atau miniatur) yang dibuat sedemikian rupa untuk menghasilkan nilai tertentu. Simulasi dapat menduga

(1) Alkitab, baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, menyatakan ada kehidupan setelah kematian; (2) Jiwa orang-orang yang telah meninggal dunia, baik orang percaya atau

Semarang Nomor 15 Tahun 1981 tentang Pengaturan Penghijauan/Pertamanan dalam Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang sudah tidak sesuai lagi dengan

(1) Izin Penyedotan, Pengangkutan dan Pembuangan Limbah Tinja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a, wajib dimiliki oleh setiap badan usaha