Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 1 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
PU T U S A N
Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Kpg Kelas 1 A DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG
MAHA ESA
Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Kupang Kelas I A yang mengadili perkara perselisihan hubungan industrial pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara:
Hussein Ibrahim Molle, bertempat tinggal di Kelurahan Penkase Oeleta RT.26/RW.06 Perumahan Semen Kupang Blok K No. 2, Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, disebut sebagai Penggugat;
l a w a n
PT. Semen Kupang (Persero), berkedudukan di Jalan Yos Sudaro Osmok Tenau Kelurahan Alak, Kecamatan Kota Kupang, yang diwakili oleh Direktur Utama PT.
Semen Kupang (Persero), dalam hal ini memberikan kuasa kepada IBARAHIM MUHAMMAD DASI, jabatan Senior Manager Umum PT. Semen Kupang (Persero),beralamat di Jln Yos Sudarso Osmok Tenau Kelurahan. Alak Kecamatan Alak Kota Kupang, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 04 Desember 2019, disebut sebagai Tergugat
;
Pengadilan Hubungan Industrial tersebut;
Membaca berkas perkara yang bersangkutan;
Mendengar kedua belah pihak yang berperkara;
Memperhatikan bukti-bukti yang diajukan kedua belah pihak;
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang bahwa Penggugat dengan Surat Gugatan tanggal 29 Nopember 2019 yang dilampiri anjuran atau risalah penyelesaian, yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Kupang Kelas 1 A pada tanggal 2 Desember 2019
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 2 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
dalam Nomor Register Nomor 14/Pdt Sus-PHI/2019/PN Kupang , telah mengajukan gugatan sebagai berikut:
1. Bahwa PENGGUGAT mulai bekerja pada tanggal 01 September 2019 sebagai Karyawan Kontrak sesuai Perjanjian Kerja No : 003/014.SPK/09.09 tanggal 01 September 2019 dengan Jabatan sebagai Verifikator, Unit Kerja Tim Pengelola Adminstrasi dan Keuangan Dana Talangan Pertama KSO,.
2. Bahwa PENGGUGAT, diangkat sebagai Karyawan Tetap PT.
Semen Kupang (Persero) sesuai Surat Keputusan Direksi No : 003/KPTS.DIR/05.11 tanggal 02 Mei 2011 dan Pensiun pada usia 56 pada tanggal 23 Maret 2019 sesuai Surat Keputusan Direksi No : 002/KPTS.DIR/03.19 tanggal 23 Maret 2019.
3. Bahwa PENGGUGAT setiap bulan menerima Penghasilan dari TERGUGAT terdiri dari ; Gaji Pokok, dan Tunjangan Tetap yakni ; Tunjangan Jabatan, Tunjangan Perbaikan Penghasilan dan Tunjangan Transportasi.
4. Bahwa Masa Kerja PENGGUGAT, terhitung mulai bekerja pertama kali pada PT. Semen Kupang (Persero) tanggal 01 September 2009 sampai dengan Masa Pensiun pada tanggal 23 Maret 2019 adalah selama 9 (Sembilan) tahun dan 7 (tujuh) bulan dengan Jabatan terakhir sebagai Manager Keuangan dan Akuntansi dengan gaji terakhir sebesar Rp.9.625.000,- dengan rincian Gaji Pokok Rp.4.125.000,- Tunjangan Jabatan Rp.2.000.000,- Tujangan Perbaikan Penghasilan Rp.2.500.000 dan Tunjangan Transportasi Rp.1.000.000,-
5. Bahwa berdasarkan Pasal 167 angka (5) UU Ketenagakerjaan No : 13 Tahun 2003 bahwa “Dalam hal pengusaha tidak mengikutsertakan pekerja/buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja karena usia pensiun
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 3 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
pada program pensiun maka pengusaha wajib memberikan kepada pekerja/buruh uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4)”.
6. Bahwa pada tanggal 17 Mei 2019 PENGGUGAT baru menerima surat Korespondensi Inter (Korin) No : 001/BUM-03/01.18 tanggal 9 Januari 2018 dari Manager Administrasi, dengan disposisi Direksi sebagai berikut :
a) Ketentuan perusahaan tentang MPP wajib dilakukan
b) Yang bersangkutan masih ada tugas menyelesaikan Lap.Keu 2017 dan LPJ ke Pemegang Saham
c) Kondisi Perusahaan yang perlu efisiensi.
7. Bahwa TERGUGAT tidak menyampaikan pemberitahuan secara tertulis Masa Persiapan Pensiun kepada PENGGUGAT sebagaimana yang diamanatkan pada Pasal 3 Surat Keputusan Direksi PT. Semen Kupang (Persero) No : 02/KPTS.DIR/03.19 bahwa “Pemberitahuan secara tertulis tentang MPP disampaikan oleh Perusahaan kepada masing-masing Karyawan yang bersangkutan paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum MPP”.
8. Bahwa setelah PENGGUGAT menerima surat Korin tersebut PENGGUGAT menemui TERGUGAT untuk menyampaikan keberatan secara lisan atas Korin tersebut, namun TERGUGAT menyatakan bahwa semua Karyawan wajib mengambil MPP.
9. Bahwa apa yang disampaikan oleh TERGUGAT pada poin 8 tersebut diatas tidak sesuai dengan kenyataan, hal ini karena ada Karyawan yang tidak mengambil Masa Persiapan Pensiun (MPP) tanpa ada pemberitahuan tertulis, namun
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 4 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
yang bersangkutan menerima gaji dan tunjangan tetap sebagaimana yang belaku di PT. Semen Kupang (Persero)
10. Bahwa PENGGUGAT memasuki Masa Persiapan Pensiun pada tanggal 23 Juni 2018 sampai dengan 23 Maret 2019 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No : 06/KPTS-DIR/06.18 tanggal 21 Juni 2019.
11. Bahwa PENGGUGAT, pada tanggal 23 Maret memasuki Masa Pensiun berdasarkan Surat Keputusan Direksi No : 002/KPTS.DIR/03.19.
12. Pada Lampiran Surat Kepurusan tersebut dilampirkan pula dengan rincian Masa Kerja dan Uang Pesangon Pensiun sebagai berikut :
- Masa Kerja 8 (Delapan) tahun - Pesangon sebesar Rp.106.000.000,-
- Penghargaan Masa Kerja sebesar Rp.19.875.000,- - Penggantian Hak sebesar Rp.18.881.250,-
- Total Uang Pesangon Pensiun sebesar Rp144.756.250,-
13. Bahwa PENGGUGAT, setelah menerima dan membaca secara baik Surat Keputusan Direksi No : 002/KPTS.DIR/03.19 dan Lampirannya, PENGGUGAT merasa keberatan atas perhitungan Masa Kerja dan Komponen Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan Uang Pesangon Pensiun tersebut karena ada hak PENGGUGAT yang dihilangkan oleh TERGUGAT yakni Tunjangan Jabatan dan Tunjangan Transportasi, maka pada bulan April 2019 mendatangi TERGUGAT dan pada saat itu TERGUGAT menyuruh Manager Umum dan Adm Sdr.
Ibrahim M. Dasi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT untuk melakukan konsultasi tentang perhitungan Uang Pesangon Pensiun, namun menurut
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 5 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
TERGUGAT sambil menunggu konsultasi dengan Dinas Naketrans mengingat karena Surat Keputusan Direksi tentang Pensiun dan Lampiran Perhitungan Uang Pesangon Pensiun sudah dikeluarkan, maka pembayaran tetap dilakukan secara angsuran , apabila hasil konsultasi terdapat perubahan maka akan dilakukan penyesuaian.
14. Bahwa PENGGUGAT menunggu sampai dengan pertengahan bulan Mei 2019, belum ada hasil konsu ltasi dari TERGUGAT maka PENGGUGAT mendatangi lagi TERGUGAT. Pada pertemuan kedua tersebut kembali TERGUGAT menyampaikan kepada Manager Umum dan Adm untuk bersurat ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT untuk menanyakan tentang perhitungan Uang Pesangon Pensiun, namun sampai dengan bulan Agustus 2019 TERGUGAT tidak pernah bersurat ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT untuk menanyakan tentang perhitungan Uang Pesangon Pensiun,
15. Bahwa PENGGUGAT, pada tanggal 06 Agustus 2019 mengajukan surat ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Proppinsi NTT No : Khusus perihal Perhitungan Pesangon Pensiun dan pada tanggal 26 Agustus 2019 PENGGUGAT mendapat surat panggilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Proppinsi NTT No : KTKT.567/9/BK/VIII/2019 tanggal 26 Agustus 2019 perihal Panggilan Klarifikasi/Mediasi.
16. Bahwa PENGGUGAT, pada pertemuan Klarifikasi/Mediasi tersebut menyampaikan alasan keberatan atas perhitungan Uang Pesangon pension oleh PT. Semen Kupang dikarenakan terdapat h ak PENGGUGAT yang dihilangkan, yakni Masa Kerja dihilangkan 1 (satu) tahun dan Tunjangan Jabatan dan Tunjangan Transportasi sebagai Tunjangan Tetap yang PENGGUGAT terima setiap bulan bersama
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 6 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
dengan Gaji Pokok tidak diperhitungkan, hal ini bertentangan dengan Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku, dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Masa Kerja :
Dasar Hukum yang digunakan untuk menghitung Masa Kerja adalah : 1.1. Pasal 1 angka (14) UU Tenaga Kerja No : 13 tahun 2003 bahwa
“Perjanjian Kerja adalah Perjanjian antara Pekerja/Buruh dengan Pengusaha/Pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban Para Pihak”.
1.2. Pasal 50 UU Tenaga Kerja No : 13 tahun 2003 bahwa “Hubungan Kerja terjadi karena adanya Perjanjian Kerja antara Pengusaha dan Pekerja/Buruh”.
2. Komponen Upah :
Komponen Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak yang seharusnya diterima adalah
2.1. SE-07/MEN/1990
Pengertian Komponen Upaha adalah sebagai berikut :
- Upah Pokok adalah : imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan.
- Tunjangan Tetap adalah suatu pembayaran teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan upah pokok.
2.1. Pasal 157 huruf (a) dan (b), UU No : 13 tahun 2003, bahwa Komponen Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak yang seharusnya diterima adalah :
- Upah Pokok
- Segala macam bentuk tunjangan yang bersifat tetap yang diberikan kepada pekerja/buruh dan keluarganya, termasuk harga pembelian dari catu yang diberikan kepada pekerja/buruh secara cuma-cuma, yang apabila catu harus dibayar pekerja/buruh dengan subsidi, maka sebagai upah dianggap selisih antara harga pembelian dengan harga yang harus dibayar oleh pekerja/buruh.
2.2. Pasal 34 PP No : 78 tahun 2015
Komponen Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon terdiri atas :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 7 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
- Upah pokok ; dan
- Tunjangan tetap yang diberikan kepada Pekerja/Buruh dan keluarganya, termasuk harga pembelian dari catu yang diberikan kepada Pekerja/Buruh secara cuma-cuma, yang apabila catu harus dibayar Pekerja/Buruh dengan subsidi, maka sebagai Upah dianggap selisih antara harga pembelian dengan harga yang harus dibayar oleh Pekerja/Buruh.
17. Bahwa berdasarkan fakta hukum sebagaimana tersebut diatas, maka perhitungan uang pesangon pensiun sebagai berikut :
- Masa Kerja = 9 Tahun
- Upah/Gaji Pokok sebesar Rp.4.125.000 - Tunjangan Jabatan sebesar Rp.2.000.000,-
- Tunjangan Perbaikan Penghasilan sebesar Rp.2.500.000,- - Tunjangan Transportasi sebesar Rp.1.000.000,-
- Total Gaji Pokok dan Tunjanga Tetap sebesar Rp.9.625.000,-
Formulasi Perhitungan sebagai berikut :
- Pesangon = 9 x Rp.9.625.000,- x 2 = Rp.173.250.000,- - Penghargaan Masa Kerja = 4 x Rp.9.625.000,-
= Rp. 38.500.000,- = Rp.211.750.000,- - Penggantian Hak = 15% x 211.750.000,-
= Rp. 31.762.500,-
Total Uang Pesangon Pensiun = Rp.243.512.500,-
18. Bahwa dalam pertemuan Klarifikasi/Mediasi pada tanggal 26
Agustus 2019 TERGUGAT diwakili oleh Manager Adm &
Umum Sdr. Ibrahim M. Dasi mengatakan bahwa bahwa perhitungan Uang Pesangon Pensiun sebesar Rp.144.756.250,- sudah sesuai Peraturan Perusahaan, namun ketika Mediator mempertanyakan tentang keabsahan dari Peraturan terebut apakah Peraturan tersebut sudah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 8 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
pernah di up date, dan, Apakah ada Perjanjian Kerja Bersama (PKB), Manager Adm & Umum menjawab Peraturan Perusahaan tidak pernah di up date dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tidak ada, maka Mediator mengatakan bahwa kalau begitu Peraturan Perusahaan tersebut sudah kedaluarsa/mati sehingga tidak dapat digunakan serta Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tidak ada, maka tidak bisa digunakan dalam perhitungan Masa Kerja dan perhitungan Uang Pesangon Pensiun, namun berhubung proses Mediasi harus didahului dengan pertemun Bipartit anatara Pekerja dan Pengusaha maka kami disuruh untuk melakukan pertemuan Bipartit
19. Bahwa PENGGUGAT pada tanggal 29 Agustus 2019 bersurat ke TERGUGAT NO : Khusus perihal Mohon dilakukan pertemuan Bipartit surat tersebut diterima pada tanggal 30 Agustus 2019 oleh Sdr. Kadri karyawan PT. Semen Kupang (Persero) dalam surat tersebut PENGGUGAT mohon dilakukan pertemuan Bipartit pada Minggu pertama bulan September 2019, namun sampai dengan tanggal 17 September 2019 tidak ada jawaban, maka pada tanggal 18 September 2019 PENGGUGAT bersurat lagi untuk yang kedua kali dengan perihal yang sama dan memohon pertemuan dilakukan paling lambat akhir bulan September 2019 surat kedua diterima pada tanggal 19 September 2019 oleh Ibu Agustina Tokan Karyawan PT. Semen Kupang (Persero). Pada tanggal 23 September 2019 TERGUGAT mengundang PENGGUGAT dengan surat No : 068/BUM.01/09.2019 perihal Pertemuan Bipartit yang akan dilakukan pada hari Rabu tanggal 25 September 2019 jam 14,00 Wita di Aula PT. Semen Kupan g (Persero).
20. Bahwa dalam pertemuan Bipartit tersebut Para Pihak tetap pada perhitungan masing-masing yakni :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 9 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
a. PEGGUGAT tetap pada Dasar Hukum Perhitungan ; untuk Masa Kerja Pasal 1 angka (14) dan Pasal 50 UU Tenaga Kerja No : 13 Tahun 2003 yakni Masa Kerja dihitung dari sejak pertama kali PENGGUGAT bekerja di PT. Semen Kupang (Persero) pada tanggal 01 September 2009 sampai dengan tanggal 23 Maret 2019 dengan Masa Kerja = 9,7 (Sembilan koma tujuh) tahun dan Komponen Upah Dasar Hukum adalah SE-07/MEN/1990, Pasal 157 huruf (a) dan (b) serta Pasal 34 PP No : 78 tahun 2015, yakni Komponen Upah terdiri dari Gaji Pokok sebesar Rp.4.125.000,- dan Tunjangan Tetap terdiri dari Tunjangan Jabatan sebesar Rp.2.000.000,- Tunjangan Perbaikan Penghasilan sebesar Rp.2.500.000,- dan Tunjangan Transportasi sebesar Rp.1.000.000,- sehingga Uang Pesangon Pensiun yang harus dibayar oleh TERGUGAT kepada PENGGUGAT adalah sebesar Rp.243.512.500,-
b. TERGUGAT tetap pada Peraturan Perusahaan dan UU Ketenagakerjaan No : 13 tahun 2003 Pasal 156 dan 157, yakni Masa Kerja dihitung dari PENGGUGAT diangkat sebagai Karyawan Tetap sampai dengan tanggal 23 Maret 2019 atau Masa Kerja = 7,8 tahun, dan Unsur-unsur dalam perhitungan pesangon adalah Gaji Pokok sebesar Rp.4.125.000,- dan Tunjangan Tetap sebesar Rp.2.500.000,- sehingga total Uang Pesangon Pensiun yang dibayarkan kepada PENGGUGAT sebesar Rp.144.756.250,-
21. Bahwa Dasar Hukum yang digunakan TERGUGAT untuk menghitung Masa Kerja yakni Peraturan Perusahaan tidak bisa digunakan lagi karena dalam pertemuan Klarifikasi/Mediasi pada tanggal 26 Agustus 2019 di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prop NTT Mediator mengatakan sudah Kedaluarsa/Mati karena tidak pernah di up date seperti yang disampaikan oleh yang mewakili TERGUGAT sedangkan Komponen Upah Dasar Hukum adalah Pasal 157 UU Ketenagakerjaan, namun Tunjangan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 10 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
Tetap yang diperhitungkan hanya sebesar Rp.2.500.000,- jadi Pasal yang digunakan sudah betul namun perhitungannya salah, oleh karena itu hasil perhitungan Masa Kerja dan Uang Pesangon Pensiun yang dihitung oleh TERGUGAT adalah tidak benar karena tidak sesuai dengan Pasal 1 angka (14) dan Pasal 50, UU No : 13 tahun 2003, SE-07/MEN/1990 dan Pasal 34 PP No : 78 tahun 1990.
22. Bahwa oleh karena dalam pertemuan Bipartit Para Pihak tidak bersepakat, maka PENGGUGAT akan melaporkan Risalah Perundingan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial secara Bipartit ke Mediator pada Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prop NTT untuk dilakukan pertemuan Tripartit.
23. Bahwa pada tanggal 07 Oktober 2019, PENGGUGAT menerima surat panggilan dari Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi No : KTKT.567/101/BK/X/2019 perihal panggilan Mediasi.
24. Bahwa pada pertemuan Mediasi tersebut disimpulkan bahwa Peraturan Perusahaan tidak bisa digunakan sebagai dasar perhitungan Uang Pesanon Pensiun karena tidak pernah di up date/kedaluari atau mati dan yang digunakan adalah UU No : 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan, PP No : 78 Tahun 2015 dan SE-07/MEN/1990, hal ini diakui oleh yang mewakili TERGUGAT, namun TERGUGAT tetap pada perhitungan semula yakni sebesar Rp.144.756.250,- dan PENGGUGAT juga tetap pada perhitungan sebesar Rp..243.512.500,- sehingga terdapat selisih sebesar Rp.98.760.250,-
25. Bahwa mengingat pertemuan Mediasi tidak terdapat kesepakatan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT, maka Mediator akan mengeluarkan Surat Anjuran.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 11 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
26. Bahwa Mediator telah menerbitkan surat anjuran No : KTKT.561/II/BK/X/2019 tanggal 22 Oktober 2019, Mediator menganjurkan :
a) Agar PT. Semen Kupang (Persero) segera membayar hak Saudara Hussein Ibrahim Molle berupa selisih perhitungan atas pemutusan hubungan kerja karena pensiun sebesar Rp.22.856.250,- (dua puluh dua juta delapan ratus lima puluh enam ribu dua ratus lima puluh rupiah).
b) Agar kedua belah pihak memberikan jawaban atas anjuran tersebut selambat-lambatnya dalam jangka waktu 10 hari kerja setelah menerima surat anjuran ini.
27. Bahwa PENGGUGAT telah menjawab surat anju ran Mediator pada tanggal 4 Nopember 2019, yakni Menerima perhitungan Masa Kerja selama 9 tahun dan tutjuh bulan, namun menolak komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon pensiun.
28. Bahwa TERGUGAT tidak melaksanakan anjuran Mediator sampai dengan batas waktu yang ditetapkan dalam surat anjuran tersebut.
29. Berdasarkan uraian dan fakta hukum diatas, dengan ini PENGGUGAT memohon kepada Ketua dan Majelis Hakim yang terhormat untuk berkenan memutuskan perkara ini dengan amar putusan sebagai berikut :
DALAM POKOK PERKARA :
1. Mengabulkan Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya ;
2. Menyatakan Perhitungan Masa Kerja dan Uang Pesangon Pensiun yang dilakukan oleh TERGUGAT tidak sah dan tidak beralasan hukum
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 12 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
3. Menghukum TERGUGAT untuk membayar selisih perhitungan Uang Pesangon Pensiun sebesar Rp.98.760.250,- (Sembilaan puluh delapan juta tujuh ratus enam puluh ribu dua ratus lima puluh rupiah).
4. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya Perkara ; Atau
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon keputusan yang seadil adilnya;
Menimbang bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan, untuk Penggugat Hussein Ibrahim Molle menghadap sendiri dan Tergugat PT. Semen Kupang (Persero) menghadap Kuasanya Ibrahim Muhammad Dasi Senior Manager Umum PT. Semen Kupang (Persero) tersebut;
Menimbang bahwa sebelum persidangan dilanjutkan Majelis Hakim menghimbau kepada kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara a quo secara damai, akan tetapi tidak berhasil;
Menimbang bahwa kepada Tergugat dimintakan persetujuan untuk melaksanakan persidangan secara elektronik;
Menimbang bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat menyatakan tidak bersedia untuk melakukan persidangan secara elektronik maka persidangan dilakukan secara biasa;
Menimbang bahwa pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan membaca surat gugatan yang isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat;
Menimbang bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut Tergugat memberikan jawaban sebagi berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 13 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
DALAM EKSEPSI
1. Bahwa gugatan Penggugat sangat tidak jelas dan saling bertentangan antara posita dan petitum gugatannya;
Bahwa tidak jelasnya gugatan Penggugat dan saling bertentangan antara posita dan petitum gugatan terlihat dalam uraian gugatan Penggugat dimana di satu sisi dalam posita gugatannya Penggugat secara tidak terang-terangan mengakui telah menerima uang pesangon pensiun sebesar Rp. 144.756.250,- (seratus empat puluh empat juta tujuh ratus lima puluh enam ribu dua ratus lima puluh rupiah) sebagai imbalan atas berakhirnya hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat akibat Penggugat pensiun, namun di sisi lain dalam petitum gugatannya Penggugat mencampuradukkan tuntutan pembayaran hak normatif yang timbul dalam hubungan kerja sesuai ketentuan Pasal 167 UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan;
2. Bahwa secara yuridis hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat sudah berakhir dengan sendirinya sejak Penggugat pensiun pada tanggal 23 Maret 2019, dan Penggugat telah menerima uang pesangon pensiun dari Tergugat sebesar Rp. 144.756.250,- (seratus empat puluh empat juta tujuh ratus lima puluh enam ribu dua ratus lima puluh rupiah) sebagai imbalan atas berakhirnya hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat akibat Penggugat pensiun.
Bahwa dengan diterimanya uang pesangon tersebut, maka secara hukum Penggugat tidak lagi berhak mengajukan gugatan apapun untuk menuntut pembayaran hak-hak lain yang tidak jelas;
3. Bahwa berdasarkan segala uraian di atas, maka gugatan Penggugat haruslah dinyatakan tidak dapat diterima atau ditolak seluruhnya;
DALAM POKOK PERKARA
Bahwa jika Yang Mulia Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini berpendapat lain terhadap eksepsi Tergugat tersebut di atas, maka ijinkan Tergugat menyampaikan bantahan atas materi perkaranya dan memohon agar supaya hal-hal yang telah diuraikan dalam eksepsi hendaklah dipertimbangkan pula sebagai bagian yang tak terpisahkan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 14 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
dalam pokok perkaranya;
1. Bahwa tidak benar dalil gugatan Penggugat point 1 yang menyatakan bahwa Penggugat mulai bekerja pada tanggal 01 September 2019 sebagai Karyawan Kontrak sesuai Perjanjian Kerja No : 003/014.SPK/09.09;
2. Bahwa benar Penggugat diangkat menjadi Karyawan Tetap pada PT.
Semen Kupang (Persero) sebagaimana didalilkan Penggugat pada point 2 gugatannya;
3. Bahwa dengan demikian adalah benar Penggugat mantan karyawan PT. Semen Kupang (Persero) yang telah diberhentikan karena memasuki usia pensiun, sesuai Surat Keputusan Direksi PT. Semen Kupang (Persero) Nomor : 02/KPTS.DIR/03.19 Tentang Pemberian Masa Pensiun Karyawan PT. Semen Kupang (Persero) atas nama Hussein Ibrahim Molle, tanggal 23 Maret 2019;
4. Bahwa sejak Penggugat diterima menjadi karyawan pada PT.Semen Kupang (Persero) secara hukum Penggugat telah setuju dan tunduk pada semua peraturan dan/atau ketentuan yang dikeluarkan PT.Semen Kupang (Persero). Dengan demikian menyangkut dasar perhitungan masa kerja dan hak-hak lainnya yang timbul dari hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat adalah berdasarkan pada peraturan perusah an dan/atau keputusan-keputusan yang dikeluarkan PT.Semen Kupang (Persero).
Oleh karena itu perhitungan lamanya masa kerja bagi seorang karyawan PT. Semen Kupang (Persero) dalam kaitan dengan lamanya masa kerja adalah berdasarkan Peraturan Perusahan pasal 31 ayat (2);
5. Bahwa Masa Persiapan Pensiun (MPP) Karyawan Tetap PT. Semen Kupang (Persero) telah diatur melalui Surat Keputusan Direksi PT.
Semen Kupang (Persero) Nomor : 01/KPTS.DIR/01.15 Tanggal 05 Januari 2015. Bahwa dalam keputusan tersebut MPP adalah masa kerja non aktif yang dihargai sebagai masa kerja pensiun, dan MPP tersebut diberlakukan 1 (satu) tahun sebelum pegawai tetap yang bersangkutan pensiun. Dan setiap Karyawan Tetap wajib menjalani MPP selama 1 (satu) tahun hingga berakhir pada saat karyawan yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 15 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
bersangkutan pensiun dengan hak-hak yang dibayarkan oleh perusahaan sesuai pasal 4 ayat (1) adalah gaji pokok, tunjangan perbaikan penghasilan, tunjangan pemeliharaan kesehatan sesuai ketentuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, kenaikan pangkat/golongan (apabila sudah jatuh tempo), tunjangan hari raya (THR) dan penggantian uang cuti Besar (bagi yang jatuh tempo) dan pasal 4 ayat (2) selama menjalankan MPP karyawan yang bersangkutan tidak lagi berhak atas tunjangan transportasi, tunjangan jabatan, fasilitas makan dan minun di tempat kerja, insetif dan lembur;
6. Bahwa sesuai dengan data di perusahaan , saudara penggugat tidak melaksanakan MPP selama tiga bulan karena masih dibutuhkan untuk menyelesaikan laporan keuangan unaudit tahun 2017 dan laporan manajemen kepada pemegang saham tahun buku 2017 sejak tanggal 23 Maret 2018 sampai dengan tanggal 23 juni 2018 dan selama sembilan bulan menjalankan MPP sejak tanggal 23 Juni 2018 sampai dengan 23 Maret 2019 dengan perusahaan membayar hak-hak penggugat antara lain gaji pokok dan tunjangan perbaikan penghasilan dengan total hak yang terakhir diterima selama menjalankan MPP adalah gaji pokok Rp. 4.125.000,- (empat juta seratus dua puluh lima ribu rupiah) dan tunjangan perbaikan penghasilan Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) atau total Rp. 6.625.000,- (enam juta enam ratus dua puluh lima ribu rupiah).
7. Bahwa sesuai data karyawan di perusahaan, Penggugat lahir pada tanggal 22 Maret 1963, maka berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Semen Kupang (Persero) Nomor : 02/KPTS.DIR/03.19 Tentang Pemberian Masa Pensiun Karyawan PT. Semen Kupang (Persero) atas nama Hussein Ibrahim Molle, tanggal 23 Maret 2019, dan kemudian pensiun pada tanggal 24 Maret 2019;
8. Bahwa selama Penggugat menjalani MPP, hak-hak Penggugat atas Gaji Pokok, Tunjangan Perbaikan Penghasilan dan Tunjangan Pemeliharaan Kesehatan melalui Badan Penyelenggar Jaminan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 16 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, telah dibayar oleh Tergugat melalui transfer ke rekening Penggugat setiap bulan sampai dengan bulan Juli 2019 dan tidak ada komplain apapun oleh penggugat;
9. Bahwa adalah benar jika PT. Semen Kupang (Persero) tidak lagi menyelenggarakan Dana Pensiun bagi karyawannya yang memasuki batas usia pensiun 56 tahun terhitung sejak tahun 2010 hingga sekarang karena kesulitan pendanaan; Bahkan tidak pula diatur dalam Peraturan Perusahaan ataupun Keputusan Direksi mengenai hak-hak karyawan yang direkrut kembali yang kini memasuki batas usia pensiun, namun perusahaan mengikutkan jaminan pensiun Penggugat pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dengan membayar iuran pensiun bulanan sebesar 3% dari total gaji diterima oleh penggugat;
10. Bahwa Penggugat telah menerima hak-haknya selama MPP, dan tidak melakukan pengklaiman terhadap hak-hak yang telah diterimanya, dengan demikian dalil Penggugat menyatakan setelah menerima dan membaca secara baik Surat Keputusan Direksi Nomor : 002/KPTS.DIR/03.19 merasa keberatan atas perhitungan komponen upah dan masa kerja yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon sebagaimana didalilkan pada point 13 gugatan adalah tidak benar;
11. Bahwa oleh karena Penggugat telah menerima hak pesangon pensiun secara penuh sebesar Rp. 144.756.250,- (seratus empat puluh empat juta tujuh ratus lima puluh enam ribu dua ratus lima puluh rupiah) yang telah diterima dengan baik oleh Penggugat sebagai imbalan penghargaan perusahaan atas berakhirnya hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat adalah kesepakatan final setingkat undang-undang yang telah dicapai oleh Penggugat dan Tergugat, maka secara hukum Penggugat tidak lagi berhak mengajukan gugatan dalam bentuk apapun untuk menuntut pembayaran hak-haknya berdasarkan ketentuan Pasal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 17 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
167 UU No.13 Tahun 2003.
12. Bahwa oleh karena itu seluruh proses pertemuan mediasi yang diuraikan oleh Penggugat yang terjadi setelah Penggugat menerima hak pesangon pensiun dibayar oleh Tergugat dengan mengangsur pada tanggal 27 April 2019, 27 Mei 2019, 27 Juni 2019, 27 Juli 2019 dan 31 Juli 2019; yang peristiwa proses pertemuan/tuntutan yang dinarasikan Penggugat sebagaimana diuraikan pada point 18 sampai dengan point 26 adalah tidak beralasan hukum yang kuat dan dengan tegas patut ditolak oleh Tergugat.
13. Bahwa pembayaran sebesar Rp. 144.756.250,- (seratus empat puluh empat juta tujuh ratus lima puluh enam ribu dua ratus lima puluh rupiah) dilakukan dengan mengansur karena perusahaan kesulitan pendanaan dan sampai saat ini masih mengakumulasi kerugian.
14. Bahwa berdasarkan alasan -alasan tersebut di atas, maka Tergugat memohon agar Yang Mulia Majelis Hakim berkenan memutus perkara ini dengan amar sebagai berikut :
DALAM EKSEPSI
- Menerima eksepsi Tergugat seluruhnya;
DALAM POKOK PERKARA
- Menolak gugatan Penggugat Seluruhnya;
Apabila Yang Mulia Majelis Hakim berpendapat lain maka mohon keputusan yang seadil-adilnya;
Menimbang bahwa selanjutnya penggugat telah mengajukan replik pada persidangan tanggal 13 Januari 2020 dan tergugat telah pula mengajukan duplik pada persidangan tanggal 20 Januari 2020 sebagaimana tercantum dalam berita acara;
Menimbang bahwa untuk membuktikan dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti surat pada tanggal 20 Januari 2020,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 18 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
berupa:
1. Foto Copy Surat Perjanjian Kerja antara Direktur Umum dan SDM PT. Semen Kupang (Persero) dengan Hussein Ibrahim Molle Nomor : 003/014.SPK/09.09. Tanggal 01 September 2009, selanjutnya diberi tanda P.1 (sesuai asli);
2. Foto Copy Surat Perjanjian Kerja antara Direktur Umum dan SDM PT. Semen Kupang (Persero) dengan Hussein Ibrahim Molle Nomor : 001/014.SPK/01.10. Tanggal 02 Januari 2010, selanjutnya diberi tanda P.2 (sesuai asli);
3. Foto Copy Surat Perjanjian Kerja antara Direktur Umum dan SDM PT. Semen Kupang (Persero) dengan Hussein Ibrahim Molle Nomor : 005/014.SPK/10.10 Tanggal 01 Oktober 2010, selanjutnya diberi tanda P.3 (sesuai asli);
4. Foto Copy Surat Perjanjian Kerja antara Direktur Umum dan SDM PT. Semen Kupang (Persero) dengan Hussein Ibrahim Molle Nomor : 001/014.SPK/01.11. Tanggal 03 Januari 2011, selanjutnya diberi tanda P.4 (sesuai asli);
5. Foto Copy Surat Perjanjian Kerja antara Direktur Umum dan SDM PT. Semen Kupang (Persero) dengan Hussein Ibrahim Molle Nomor : 002/014.SPK/04.11. Tanggal 01 April 2009, selanjutnya diberi tanda P.5 (sesuai asli) ;
6. Petikan Surat Keputusan Direksi PT. Semen Kupang (Persero) Nomor : 003/KPTS.DIR/05.11 Tanggal 02 Mei 2011 Tentang Pengangkatan Menjadi Karyawan Tetap PT. Semen Kupang (Persero), selanjutnya diberi tanda P.6;
7. Foto Copy Surat Keputusan Direksi PT. Semen Kupang (Persero) Nomor : 005/KPTS.DIR/10/13 Tanggal 01Oktober 2013 Tentang Mutasi Tugas/Jabatan dan Unit Kerja di Lingkungan PT. Semen Kupang (Persero). selanjutnya diberi tanda P.7;
8. Foto Copy Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang Nomor : 59/568/KEP/HK/2019 Tanggal 18 September 2019 Tentang Pengesahan Peraturan Perusahaan PT. Semen Kupang (Persero), selanjutnya diberi tanda P.8;
9. Penggugat mengajukan bukti surat tambahan berupa fotocopy yang antara lain :
1. Fotocopy Surat Keputusan Direksi PT.Semen Kupang, (Persero) Nomor 02/KPTS.Dir/03.19, tentang Pemberian masa Pensiun Karyawan PT.Semen Kupang (Persero) atas nama Hussein Ibrahim Molle,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 19 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
Selanjutnya diberi Tanda Bukti P.9 (sesuai asli) ; 2. Fotocopy Lampiran Surat Keputusan Direksi PT.Semen
Kupang (Persero), Nomor : 002/KPTS.Dir/03.19, tanggal 23 Maret 2019, Selanjutnya diberi Tanda Bukti P. 10, (sesuai asli) ;
S
emua bukti surat yang diajukan oleh Penggugat bermeterai cukup dan setelah dicocokan sesuai dengan aslinya;
Menimbang bahwa untuk menguatkan dalil gugatannya, Penggugat telah pula mengajukan satu orang saksi bernama Stefanus Kadiaman yang memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut:
• Bahwa Saksi mengenal Penggugat karena pernah sama-sama bekerja pada PT. Semen Kupang ;
• Bahwa Penggugat bekerja di PT semen Kupang Pertama tahun 2003 sampai dengan tahun 2008 kemudian di PHK, selanjutnya pada tahun 2009 sampai dengan pensiun tahun 2019;
• Bahwa Jabatan Penggugat di PT Semen Kupang tahun 2009 sembilan dimulai dengan Verifikator pada Unit Kerja Pengelola Administrasi dan Keuangan Dana Talangan Pertama KSO;
• Bahwa Saksi tidak mengetahui status hubungan kerja antara Penggugat dan Tergugat;
• Bahwa jabatan terakhir Penggugat pada PT Semen Kupang adalah Manager;
• Bahwa saksi tidak mengetahui berapa besaran upah Penggugat;
• Bahwa Saksi tidak mengetahui berapa jumlah uang pesangon Penggugat;
• Bahwa Saksi mengetahui bahwa Penggugat sudah menerima pesangon;
Menimbang bahwa untuk membuktikan dalil jawabannya, Tergugat telah mengajukan bukti surat berupa:
1. Fotocopy Peraturan Perusahaan PT. Semen Kupang (Persero)
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 20 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
2019 -2021, selanjutnya diberi tanda bukti T. 1;
2. FotocopyKeputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang Nomor : Nakertrans. 59 /568/KEP/HK/2019 Tentang Pengesahan Peraturan Perusahaan PT. Semen Kupang (Persero) tanggal 18 September 2019, selanjutnya diberi tanda bukti T. 2;
3. Fotocopy Surat Keputusan Direksi PT. Semen Kupang (Persero) Nomor : 01/KPTS.DIR/04.14 tentang Masa Persiapan Pensiun (MPP) Karyawan Tetap PT. Semen Kupang (Persero) tanggal 05 Januari 2015, selanjutnya diberi tanda bukti T. 3;
4. Fotocopy Surat Keputusan Direksi PT. Semen Kupang (Persero) Nomor : 01/KPTS.DIR/01.15 tentang Gaji dan Tunjangan Karyawan PT. Semen Kupang (Persero) tanggal 10 April 2014, selanjutnya diberi tanda bukti T. 4;
5. Fotocopy Fotocopy Petikan Surat Keputusan Direksi PT. Semen Kupang (Persero) Nomor : 003/KPTS.DIR/05.11 tentang Pengangkatan Menjadi Karyawan Tetap PT. Semen Kupang (Persero) tanggal 02 Mei 2011, untuk Sdr. Hussein Ibrahim Molle, SE, selanjutnya diberi tanda bukti T. 5;
6. Fotocopy Surat Keputusan Direksi PT. Semen Kupang (Persero) Nomor : 06/KPTS.DIR/06.18 tentang Masa Persiapan Pensiun (MPP) Karyawan Tetap PT. Semen Kupang (Persero) atas nama Saudara Hussein Ibrahim Molle tanggal 21 Juni 2018, selanjutnya diberi tanda bukti T. 6;
7. Fotocopy Surat Keputusan Direksi PT. Semen Kupang (Persero) Nomor : 02/KPTS.DIR/03.19 tentang Pemberian Masa Pensiun Karyawan PT. Semen Kupang (Persero) atas nama Hussein Ibrahim Molle tanggal 23 Maret 2019, selanjutnya diberi tanda bukti T. 7;
8. Fotocopy PT. Semen Kupang (Persero) Daftar Gaji Karyawan/Karyawati Bulan Juli 2018 tanggal 17 Juli 2018.selanjutnya diberi tanda bukti T. 8;
9. Fotocopy Bukti Bank Keluar C 004 Tgl. 07 – 09 – 18 Pembayaran Gaji Bulan Juli 2018. selanjutnya diberi tanda bukti
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 21 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
T. 9;
10. Fotocopy PT. Semen Kupang (Persero) Daftar Gaji Karyawan/Karyawati Bulan Maret 2019 tanggal 14 Maret 2019.selanjutnya diberi tanda bukti T.10;
11. Fotocopy Bukti Bank Keluar C 008 Tgl. 27 – 03 – 19 Pembayaran Gaji Bulan Maret 2019. selanjutnya diberi tanda bukti T.11;
12. Fotocopy Perhitungan Pembayaran Angsuran Pesangon An.
Hussein Ibrahim Molle tanggal 14 April 2019selanjutnya diberi tanda bukti T. 12;
13. Fotocopy Bukti Kas Keluar . L 001 Tgl. 26 – 04 – 19 Pembayaran I Pesangon Karyawan an. Hussein Molle, selanjutnya diberi tanda bukti T. 13;
14. Fotocopy Bukti Kas Keluar . L 014 Tgl. 23 – 05 – 19 Pembayaran Angsuran Pesangon an. Hussein Molle, selanjutnya diberi tanda bukti T.14;
15. Fotocopy Perhitungan Pembayaran Angsuran Pesangon An.
Hussein Ibrahim Molle tanggal 19 Juni 2019, selanjutnya diberi tanda bukti T.15;
16. Fotocopy Bukti Bank Keluar No. C 015 Tgl. 27 – 06 – 19 Pembayaran Angsuran Pesangon SdrHussein I. Molle, selanjutnya diberi tanda bukti T.16
17. Fotocopy Perhitungan Pembayaran Angsuran Pesangon An.
Hussein Ibrahim Molle tanggal 10 Juli 2019, selanjutnya diberi tanda bukti T.17;
18. Fotocopy Bukti Bank Keluar No. C 011 Tgl. 15 – 07 – 19 Pembayaran Angsuran Pesangon Sdr. Hussein I. Molle. Rp.
54.283.593, selanjutnya diberi tanda bukti T.18;
19. Fotocopy Perhitungan Pembayaran Angsuran Pesangon An.
Hussein Ibrahim Molle tanggal 24 Juli 2019.
20. Fotocopy Bukti Bank Keluar No. L 001 Tgl. 01 – 08 – 19 Pembayaran Angsuran Pesangon Sdr. Hussein I. Molle. Rp.
54.283.593.selanjutnya diberi tanda bukti T.20;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 22 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
21. Fotocopy Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT.”Semen Kupang” (Persero) Nomor 24 Tanggal 15 november 2016, selanjutnya diberi tanda bukti T.21;
22. Fotocopy Surat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT. Semen Kupang (Persero) Nomor : AHU-AH.01.03-0102508 diterbitkan di Jakarta tanggal 25 November 2016, selanjutnya diberi tanda bukti T.22;
23. Fotocopy Surat Kuasa No. 01/BUMN-01/01-2020 tanggal 06 Januari 2020, selanjutnya diberi tanda bukti T.23;
24. Fotocopy Surat Perintah Perjalanan Dinas Nomor : 01/100.SPPD/01.20 tanggal 06 Januari 2020, selanjutnya diberi tanda bukti T.24;
Semua bukti surat yang diajukan oleh Tergugat yang bermeterai cukup dan dicocokan sesuai dengan aslinya;
Menimbang bahwa untuk menguatkan dalil jawabannya, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada Tergugat untuk mengajukan saksi tetapi Tergugat menyatakan tidak akan mengajukan saksi ;
Menimbang bahwa selanjutnya para pihak telah mengajukan kesimpulannya masing-masing tanggal 6 Februari 2020;
Menimbang bahwa para pihak menyatakan tidak ada hal-hal yang diajukan lagi dan mohon putusan;
Menimbang bahwa untuk menyingkat putusan, segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan dianggap telah termuat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan putusan ini;
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM DALAM EKSEPSI
Menimbang bahwa Tergugat dalam jawabannya telah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
putusan.mahkamahagung.go.id
Halaman 23 dari 35 Putusan PHI Nomor 14/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Kpg
mengemukakan eksepsi yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Bahwa gugatan Penggugat sangat tidak jelas dan saling bertentangan antara posita dan petitum gugatannya;
2. Bahwa secara yuridis hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat sudah berakhir dengan sendirinya sejak Penggugat pensiun pada tanggal 23 Maret 2019, dan Penggugat telah menerima uang pesangon pensiun dari Tergugat sebesar Rp. 144.756.250,- (seratus empat puluh empat juta tujuh ratus lima puluh enam ribu dua ratus lima puluh rupiah), maka secara hukum Penggugat tidak lagi berhak mengajukan gugatan apapun untuk menuntut pembayaran hak-hak lain yang tidak jelas;
Menimbang bahwa terhadap eksepsi Tergugat, Penggugat telah menanggapi sebagai berikut:
1. Bahwa memang benar Penggugat telah menerima pesangon pensiun dari Tergugat sebesar Rp.144.756.250,- dengan perincian sebagai berikut :
- Pesangon sebesar 8 x Rp.6.625.000 x 2 .. = Rp.
106.000.000
-Penghargaan Masa Kerja sebesar 3 x Rp.6.625.000 = Rp. 19.875.000 = Rp. 125.875.000
-Penggantian Hak sebesar 15% x Rp.125.875.000=
Rp. 18.881.250
Uang Pesangon Pensiun sebesar= Rp.144.756.250 = Rp.144.756.250
Namun perhitungan Masa Kerja dan Komponen Upah yang dipakai sebagai dasar untuk membayar pesangon pensiun oleh Tergugat didasarkan pada Peraturan Perusahaan yang tidak pernah di perbaharui, hal ini bertentangan dengan :
1.1. Pasal 111 ayat (2) UU N0. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, yakni “Masa berlaku Peraturan Perusahaan paling lama 2 (dua) tahun dan wajib diperbaharui setelah habis masa berlakunya”
1.2. Pasal 34 Peraturan Pemerintah No : 78 Tahun 2015
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23