• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mata kuliah ini dimaksudkan untuk memahami dan membahas hal-hal berikut:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Mata kuliah ini dimaksudkan untuk memahami dan membahas hal-hal berikut:"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Contents

(2)

Fakultas Sosial Politik, Universitas Gadjah Mada Teori-Teori Perdamaian dan Resolusi Konflik

Pengampu: Dr M Nadjib Azca, Frans Djalong MA, PhD Cand.

Pengantar

Teori perdamaian merupakan prasyarat penting bagi upaya penyelesaian konflik. Diperlukan untuk memahami, menganalisis dan memberikan panduan resolusi bagi sejumlah masalah krusial yang melanda masyarakat dan negara baik di tingkat lokal, nasional, regional maupun

global. Teori perdamaian tidak terpisahkan dari teori konflik, dan secara keseluruhan teori perdamaian dikembangkan dari perdebatan mengenai konflik dan kekerasan. Berbekal

pemahaman komprehensif mengenai konflik, penciptaan perdamaian dapat tampil sebagai agenda kerja yang efektif, strategis dan berdampak luas.

Bertolak dari itu, mata kuliah ini mencakup topik-topik fundamental mulai dari etika, hubungan kekuasaan sampai pada hak-hak dasar manusia atas kehidupan dan identitasnya, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari kelompok atau komunitas. Hubungan antara konflik dan perdamaian ditemukan dalam isu-isu kontemporer yang krusial antara lain demokrasi, pembangunan, politik identitas (multikulturalisme dan toleransi) dan juga isu terorisme dan radikalisme. Melalui isu-isu tersebut diperoleh gambaran terkini situasi konflik dan perdamaian. Problem dan tantangan perdamaian ditemukan dalam isu-isu tersebut.

Cakupan Mata Kuliah

Mata kuliah ini dimaksudkan untuk memahami dan membahas hal-hal berikut:

Teori-teori perdamaian yang bersumber dari studi konflik dan resolusi konflik 1.

Isu-isu konflik di tingkat lokal, nasional, regional dan global 2.

Agenda-agenda perdamaian di tingkat nasional, regional dan global 3.

Hubungan antara politik kekuasaan, konflik dan kekerasan 4.

Tujuan

Mata kuliah Teori Perdamaian dan Resolusi Konflik memiliki tujuan sebagai berikut:

Memberikan pemahaman komprehensif mengenai landasan filosofis dan teoritis mengenai 1.

perdamaian, konflik dan kekerasan

Memberikan informasi dan pengetahuan mengenai isu-isu krusial untuk memahami 2.

hubungan antara konflik, resolusi konflik dan perdamaian

Memampukan dan mendorong mahasiswa memiliki kepekaan dan tanggung jawab praktis 3.

dalam mengatasi masalah-masalah konflik baik dalam dunia aktivitas pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakat dan negara

Mendorong mahasiswa terlibat aktif dengan cara membaca literatur dan memberikan 4.

pendapat atau mengajukan pertanyaan dalam setiap diskusi kelas Metode Perkuliahan

Metode pembelajaran menggunakan kombinasi berikut: metode ceramah, diskusi kelompok &

kelas, dan penugasan. Ceramah dilakukan oleh dosen dengan menyampaikan materi yang telah disediakan melalui bahan-bahan bacaan. Diskusi dilakukan setiap kali pertemuan dengan melibatkan seluruh mahasiswa. Sedangkan penugasan diberikan kepada mahasiswa pada pertemuan-

(3)

pertemuan tertentu. Presentasi dalam diskusi kelas juga menjadi bagian dari penugasan yang dilakukan oleh mahasiswa setelah melakukan diskusi kelompok.

Komponen Penilaian

– Kehadiran dan partisipasi kelas (20%) – Paper dan presentasi paper (25%) – Ujian tengah semester (25%) – Ujian akhir semester (30%) Rancangan Sesi

Perkuliahan didesain untuk 12 kali pertemuan tatap muka. Pokok bahasan yang akan disajikan adalah sebagai berikut:

1. Pengantar 1.

Sesi ini berisikan assesment harapan mahasiswa terhadap mata kuliah TeoriTeori Perdamaian dan Resolusi Konflik. Dilanjutkan dengan pemaparan umum terkait arti penting mata kuliah, cakupan

materi dan tujuan perkuliahan. Juga pemaparan proses keseluruhan dan gambaran materi per sesi.

2. Perdamaian, Konflik dan Resolusi Konflik 2.

Sesi ini membahas kaitan antara perdamaian, konflik dan resolusi konflik. Pembahasan dimulai dari pemahaman umum dan penggunaan populer, klarifikasi terminologi dan perdebatan akademis-ilmiah. Tujuan sesi ini adalah membekali mahasiswa dengan teori-teori

perdamaian untuk keperluan empat sesi berikutnya.

Bacaan: Johan Galtung. 2007. Handbook of Peace and Conflict Studies 3. Teori Perdamaian 1: Liberal-Idealist Peace

3.

Sesi ini membahas teori perdamaian dari kubu liberal-idealis. Teori ini sangat dominan sejak erakhirnya Perang Dingin (Cold War) sampai saat ini di tingkat global, regional dan nasional.

Dibahas asumsi-asumsi utama dan aksioma teori ini mengenai perdamaian dan kekerasan (homisida, genosida dan perang) dan agenda perdamaiannya (resolusi konflik).

Bacaan: Oliver Richmond. 2008. Peace in International Relation; Immanuel Kant. 2006. Perpetual Peace; Francis Fukuyama. 1992. The End of History and The Last Man; Samuel Huntington.

1996. Clash of Civilizations and the Remaking of World Order 4. Teori Perdamaian II: Realist Peace

4.

Sesi ini membahas perdamaian dari kubu realist. Teori ini sangat populer di kalangan Realist Peace pembuat kebijakan keamanan global, regional dan nasional. Dibahas asumsi dasar, aksioma dan implikasi politik terhadap tata geopolitik global, regional dan nasional. Fokus perhatiannya adalah penataan hubungan antar negara dan hubungan antara negara dan warga negara. Isu utamanya adalah kedaulatan negara.

(4)

Bacaan: Oliver Richmond. 2008. Peace in International Relation; Thomas Hobbes. 1996. Leviathan;

Machiavelli. 2005. The Prince ; Carl Schmitt. 2011. Writing on War 5. Teori Perdamaian III: Marxist-Structuralist Peace 5.

Sesi ini membahas perdamaian dari kubu strukturalis. Teori ini melancarkan kritik terhadap andangan liberal dan realist. Dibahas asumsi dan aksioma teori ini mengenai konflik dalam kaitannya dengan sistem kapitalisme global dan neokolonialisme. Isu utamanya adalah keadilan dan emansipasi yang dihubungan dengan relasi kekuasaan ekonomi-politik. Agenda

perdamaiannya melalui penataan hubungan ekonomi-politik.

Bacaan: Oliver Richmond. 2008. Peace in International Relation; Karl Marx.1978.The Poverty of Philosophy; Michael Doyle. 1997. Wars of War amd Peace

6. Teori Perdamian IV: Post-Structuralist Peace 6.

Sesi ini membahas Perdamaian dari kubu post-strukturalis. Teori ini bertolak dari capaian dan keterbatasan dari tiga teori perdamaian sebelumnya. Fokus utamanya adalah hubungan antara identitas, konflik dan relasi-kekuasaan melalui isu-isu kontemporer seperti

postkolonialitas, multikulturalisme dan hubungan kekuasaan Utara-Selatan (North-South) atau Dunia Pertama-Dunia Ketiga (First WorldThird World). Dibahas juga ragam agenda

perdamaiannya.

Bacaan: Homi Bhabha. 1994. The Location of Culture; Edward Said. 1978. Orientalism; Hamid Dabashi. 2011. Brown Skin, White Masks; Michael Foucault. 2008. The Birth of Biopolitics; Giorgio Agamben. 1998. Homo Sacer, Sovereign Power and Bare Life

Ujian Mid-Semester

7. Demokrasi, Pembangunan dan Resolusi Konflik 7.

Sesi ini membahas kaitan antara konflik, demokrasi dan Pembangunan. Fokus perhatian adalah ketegangan permanen antara kebebasan dan kesetaraan, antara kekuasaan (Power) dan Kesejahteraan (Welfare). Isu-isu kontemporer di Indonesia dan global (Timur-Tengah, Afrika dan Eropa Timur) dibahas sebagai materi ilustrasi.

Bacaan: Mahbub ul Hag. 1995. Reflections on Human Development; Paul Collier. 2003. Breaking the Conflict Trap, Civil War and Development Policy; Najib Azca & Patric Baron. 2012. After the Communal War: Understanding and Adressing Post-Conflict Violence in Eastern Indonesia; Franz Djalong & Muhadi Sugiono. 2012. Paths to Peace: Discourses on Communal Violence & Conflict in Post New Order Indonesia ; Lambang Trijono. 2007. Pembangunan sebagai Perdamaian;

Laporan-Laporan Riset PSKP-UGM

8. Multikulturalisme dan Toleransi 8.

Sesi ini membahas dua isu kontemporer pada level global dan nasional: multikulturalisme dan eransi. Fokus pembahasan adalah kelahiran dan perkembangan kedua wacana dominan ini dan diakhiri dengan pemeriksaan terhadap bias ideologis dan relasi kekuasaan di balik dua wacana tersebut. Ilustrasi kasus-kasus di Indonesia, Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah diangkat untuk melihat operasi dan implikasi praktis dua wacana tersebut bagi konflik dan perdamaian.

Bacaan: Talal Asad. 2003. Formation of The Secular: Christianity, Islam and Modernity; Bobby

(5)

Sayyid. 1997. A Fundamental Fear: Eurocentrism and The Emergence of Islamism; Judith Butler.

2009. Frames of War: When is Life Grievable?; Wendy Brown. 2006. Regulating Aversion:

Tolerance in the Age of Identity & Empire 9. Presentasi

9.

Sesi ini berisikan presentasi paper mahasiswa dan diskusi terkait topik atau isu yang dibahas dalam sesi ke-7 dan ke-8. Tujuannya adalah melatih ketajaman analisis, kepekaan terhadap masalahmasalah kontemporer baik level nasional maupun global.

10. Sahabat, Musuh, Lawan dan Saingan 10.

Sesi ini membahas topik elementer dan studi konflik dan perdamaian yakni persahabatan, permusuhan, perlawanan dan persaingan. Pemahaman konseptual terhadap topik ini sangat penting bagi advokasi perdamaian melalui metode fasilitasi, mediasi dan arbitrasi. Selain itu, topik ini menghantarkan mahasiswa pada salah satu masalah dan tantangan global terkini yang dibahas dalam sesi berikutnya.

Bacaan: Aristotle.2004. Nicomachean Ethics; Rene Girard. 1996. The Girard Reader; Carl Schmitt.

The Concept of Political; Chantal Mouffe. 2000. Democratic Paradox 11. Terorisme, Radikalisme dan Kekerasan

11.

Sesi ini membahas kaitan antara terorisme, radikalisme dan kekerasan. Tujuannya adalah

mahasiswa memahami seberapa jauh ketiganya saling terkait atau dapat dipisahkan baik secara konseptual maupun dalam praktek. Berbekal 4 rumpun teori perdamaian yang telah dipelajari, tiga topik ini dibedah melalui ilustrasi-ilustrasi kasus kontemporer baik di Indonesia, regional dan global. Selain itu, dibahas juga problem dan efektivitas pendekatan ‘deradikalisasi’ dan

disengagement dalam mengatasi terorisme.

Bacaan: Slavoc Zizek. 2008. On Violence Talal Asad. 2007. On Suicide Bombing; Douglas Little.

2002. American Orientalism; Najib Azca. 2011. After Jihad: A Biographical Approach to Passionate Politics in Indonesia; Frans Djalong dkk. 2011. Terorisme, Radikalisme dan Kekerasan:

Pengembangan Konseptual

12. Overview dan Evaluasi 12.

Sesi penutup ini merangkum teori dan topik yang telah dibahas. Mengingatkan kembali arti penting studi perdamaian dan konflik serta relevensinya bagi penyelesaian konflik dan konflik kekerasan yang bersumber dari berbagai isu konflik seperti identitas, ekonomi, politik, dan ekonomi-politik baik di tingkat lokal, nasional maupun global.

Referensi

Dokumen terkait

antara perilaku seksual remaja dengan pola asuh permisif orangtua,. digunakan analisis korelasi

Asmarani, Agatha Uni. Designing a Set of Card Games to Help Young EFL Learners Practise the Simple Present Tense Patterns. Yogyakarta: Sanata Dharma University. This thesis

Kepala desa sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat untuk semua warga masyarakat guna meningkatkan pendapatan, selain itu

Pengalaman Lapangan. Kesiapan mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Mesin dalam pelaksanaan1. Program

Diantaranya ialah adanya pengiriman notifikasi dan alert, jaminan pengiriman pesan singkat, pengiriman informasi yang andal dan murah, kemampuan untuk melakukan filter pada

Dari tabel di atas, nilai F menunjukkan angka sebesar 9.282 dengan nilai signifikansi 0.000 (sig < 0.05) menunjukkan bahwa model ini dapat digunakan untuk

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa materi perjuangan melawan penjajah, melalui Cooperatif Learning tipe Make a

Perlakuan lama perendaman chips sukun modifikasi annealing berpengaruh nyata terhadap nilai viskositas panas, namun perlakuan suhu tidak memberikan pengaruh nyata